Author Topic: Maha Vaipulya Mahasamnipata Bhadrapala Bodhisattva Parivarta Nama Mahayana Sutra  (Read 551 times)

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



BAB 16
Kegembiraan

"Selanjutnya, Bhadrapala, Bodhisattva harus bergembira di dalam Samadhi ini dengan empat kegembiraan (anumodana). Apakah empat itu? Yaitu: 'Seperti para Tathagata Arhan Samyaksambuddha masa lalu, ketika Mereka sebelumnya berjuang dalam kegiatan Bodhisattva, saat mendengar dan menerima ajaran dalam Samadhi ini, bergembira untuk menyempurnakan pembelajaran yang besar demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, jadi demikian juga dengan Saya, saat mendengar Samadhi ini, bergembira untuk menyempurnakan pembelajaran yang besar demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi.' Ini, Bhadrapala, adalah kegembiraan pertama dari sang Bodhisattva."

"Selanjutnya, Bhadrapala: "Seperti para Tathagata Arhan Samyaksambuddha masa depan, ketika Mereka berjuang dalam kegiatan Bodhisattva, akan, saat mendengar dan menerima ajaran dalam Samadhi ini, bergembira untuk menyempurnakan pembelajaran yang besar demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, jadi demikian juga dengan Saya, saat mendengar Samadhi ini, bergembira untuk menyempurnakan pembelajaran yang besar demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi.' Ini, Bhadrapala, adalah kegembiraan kedua dari sang Bodhisattva."

"Selanjutnya, Bhadrapala, Bodhisattva harus mengumumkan: "Seperti Tathagata Arhan Samyaksambuddha masa sekarang, ketika dulu berjuang dalam kegiatan Bodhisattva, saat mendengar dan menerima ajaran dalam Samadhi ini, bergembira, menyempurnakan pembelajaran yang besar, telah mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, dan seperti para Bodhisattva di masa sekarang bergembira di dalam Samadhi ini, jadi demikian juga dengan Saya, saat mendengar Samadhi ini, bergembira untuk menyempurnakan pembelajaran yang besar demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi.' Ini, Bhadrapala, adalah kegembiraan ketiga dari sang Bodhisattva."

"Selanjutnya, Bhadrapala, Bodhisattva harus mengumumkan: "Semoga semua pahala kebajikan ini yang terhubung dengan kegembiraan, yang dibagikan (sadharani-kr-) oleh Saya dengan semua makhluk, menyebabkan kebangkitan yang tertinggi dan sempurna; semoga itu mengarah pada memperoleh Samadhi ini; semoga itu mengarah pada penyempurnaan belajar yang besar! " Ini, Bhadrapala, adalah pahala kebajikan keempat yang terhubung dengan kegembiraan dari sang bodhisattva."

"Ketika, Bhadrapala, para Bodhisattva yang memperoleh Samadhi ini dan pahala kebajikan yang terhubung dengan kegembiraan, telah memenuhi dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan (bodhipaksa-dharma), Mereka akan cepat mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi."

"Bhadrapala, Saya akan memberikan sebuah persamaan (upama) dari betapa besar kumpulan pahala kebajikan yang akan didapatkan oleh Bodhisattva ketika Dia bergembira di dalam Samadhi ini dengan kegembiraan-kegembiraan itu dan pembagian (parinamayati) jasa kebajikan itu."

"Itu adalah seolah-olah, Bhadrapala, misalnya, ada orang yang hidupnya berakhir setelah selama banyak ratusan tahun, yang hidup selama banyak ratusan tahun, dan yang cepat dan kuat sama seperti angin; jika ia melakukan perjalanan ke timur tanpa beristirahat selama ratusan tahun penuh, dan juga melakukan perjalanan ke selatan, barat, utara, dan ke titik terendah dan puncak tertinggi juga, maka, Bhadrapala, bagaimana menurut Anda? Akankah ada orang yang mampu (utsahate) untuk menghitung, mengukur, memahami, atau menilai berapa banyak yojana telah dijalani oleh ia yang hidupnya berakhir selama ratusan tahun, yang hidup selama ratusan tahun, dan yang cepat dan kuat sama seperti angin, ia yang telah melakukan perjalanan tanpa beristirahat dalam enam penjuru arah, menjelajah selama seratus tahun di dalam setiap penjuru arah?"

Bhadrapala Bodhisattva Mahasattva berkata kepada sang Bhagavān :"Bhagavān, itu adalah tidak mungkin, kecuali untuk Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Sariputra, dan Bodhisattva yang avaivartika."

Sang Bhagavān berkata: "Jika ada kulaputra atau kuladuhitrā yang akan mengisi dengan emas dan perak di daerah dalam cakupan wilayah (gocara) dari orang itu yang hidup selama ratusan tahun dan yang bepergian secepat kecepatan angin, dan akan mempersembahkannya kepada para Tathagata Arhan Samyaksambuddha, namun belum mendengar Samadhi ini; dan jika ada Bodhisattva yang akan, saat mendengar Samadhi ini, bergembira dengan empat kegembiraan itu, dan setelah bergembira juga menyalurkan pahala kebajikan, dengan keinginan untuk pembelajaran yang besar, demi mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi; Maka, Bhadrapala, kumpulan pahala kebajikan yang sebelumnya itu tidak akan mendekati bahkan bagian seperseratus dari pahala kebajikan ini! Itu tidak akan mendekati bahkan bagian seperseribu, seperseratus-ribu, seperseratus koti, seperseratus ribu kotinayuta, angka (samkhya), pecahan angka (kala), penghitungan (ganana), persamaan (upama), atau perbandingan (upanisad)."

"Lihatlah, Bhadrapala, betapa berharga untuk para Bodhisattva kumpulan pahala kebajikan yang terhubung dengan kegembiraan di dalam Samadhi ini. Oleh karena itu, Bhadrapala, itu harus dipahami bahwa kumpulan pahala kebajikan yang terhubung dengan kegembiraan di dalam Samadhi ini dalam cara ini (paryayena anena) adalah hal yang berharga untuk para Bodhisattva. "

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavān mengucapkan syair-gatha berikut ini:

Berhubungan dengan ajaran dari Sutra ini,
Mereka memiliki empat kualitas kegembiraan (anumodana-dharma),
Dari para Bhagavān masa lalu, masa depan,
Dan saat ini.

Praktek kebajikan dari kegembiraan,
Membebaskan yang ada di sepuluh penjuru arah;
Bahkan para makhluk yang terbang dan menggeliat,
Semuanya akan mencapai Kebangkitan yang sama.

Misalnya, di sekitar sini
Dalam empat penjuru arah, serta atas dan bawah,
Seorang pria, setelah lahir, menempuh perjalanan ratusan tahun,
Melakukan perjalanan tanpa istirahat sampai akhir hidupnya.

Jika orang ingin mengukur jarak itu,
Luasnya akan sulit untuk dihitung;
Hanya Buddha, dan Murid-Nya akan tahu,
Serta Bodhisattva yang avaivartika.

Untuk mengisi dengan permata berharga dan membuat persembahan,
Tidak akan sebanding dengan mendengar Dharma ini;
Tentang empat kualitas kegembiraan,
Jasa kebajikannya melampaui yang lain.

Lalu, Bhadrapala, dengan mengamati,
Empat kualitas dari kegembiraan;
Persembahan yang koti banyaknya,
Tidak sebanding dengan Kegembiraan ini.

_________________________________________________________________

Bodhipaksya-dharma adalah dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan ada 37: 4 smrtyupasthāna, 4 samyakpradhāna, 4 rddhipāda, 5 indriya, 5 bala, 7 bodhyanga, 8 āryāstāngika-mārga.
Empat pemusatan tumpuan dari kesadaran penuh (catvari-smrtyupasthāna) :
1. Kesadaran penuh pada tubuh (kāyânupasthāna);
2. Kesadaran penuh pada perasaan (vedanā'nupasthāna);
3. Kesadaran penuh pada pikiran (cittânupasthāna);
4. Kesadaran penuh pada gejala kejadian (dharmanupasthāna).
Empat usaha yang benar (catvari-samyakpradhāna) :
5. usaha tekun untuk mencegah keadaan-keadaan jahat yang belum muncul dari kemunculan (samvara pradhāna);
6. usaha tekun untuk meninggalkan keadaan-keadaan jahat yang muncul (paravrna pradhāna);
7. usaha tekun untuk menghasilkan kondisi bajik yang belum muncul (bhavana pradhāna);
8. usaha tekun untuk mempertahankan kondisi bajik yang muncul (anurakkhanā pradhāna).
Empat jalan kekuatan ajaib (rddhipāda) :
9. keinginan untuk bertindak (chanda);
10. Semangat ketekunan (viriya);
11. kesadaran pikiran (citta);
12. Menyelidiki (yaitu kebijaksanaan) (vimamsa).
Lima indera batin (panca indriya) :
13. Indera Keyakinan (sraddha indriya);
14. Indera Usaha Tekun (viriya indriya);
15. Indera Kesadaran (smrtih indriya);
16. Indera Pemusatan Pikiran/Konsentrasi (samadhi indriya);
17. Indera Kebijaksanaan (prajna indriya).
Lima kekuatan batin (panca bala)
18. Kekuatan Keyakinan (sraddha bala);
19. Kekuatan Usaha Tekun (viriya bala);
20. Kekuatan Kesadaran (smrtih bala);
21. Kekuatan Pemusatan Pikiran/Konsentrasi (samadhi bala);
22. Kekuatan Kebijaksanaan (prajna bala).
Tujuh faktor kebangkitan (sapta bodhyanga)
23. Faktor Kesadaran (smrtih sambodhyanga);
24. Faktor Penyelidikan Dharma (dharmavicaya sambodhyanga);
25. Faktor Semangat Ketekunan (viriya sambodhyanga);
26. Faktor Kegembiraan (prīti sambodhyanga);
27. Faktor Keheningan Tenang (praśrabdhi sambodhyanga);
28. Faktor Konsentrasi (samadhi sambodhyanga);
29. Faktor Keseimbangan Batin (upeksā sambodhyanga).
Jalan mulia berunsur delapan (āryāstāngamārgah) :
30. Pandangan Yang Benar (samyagdrstih);
31. Niat Yang Benar (samyaksamkalpah);
32. Ucapan Yang Benar (samyagvāk);
33. Perbuatan Yang Benar (samyakkarmāntah);
34. Pencaharian Penghidupan Yang Benar (samyagājīvah);
35. Usaha Yang Benar (samyagvyāyāmah);
36. Perhatian Kesadaran Yang Benar (samyaksmrtih);
37. Konsentrasi Yang Benar (samyaksamādhiriti).
« Last Edit: October 14, 2016, 10:44:43 am by ajita »

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



Bab 17
Buddha Simhamati

"Jauh di masa lalu, Bhadrapala, pada masa lampau dan di kalpa yang tidak terhitung, yang melampaui perhitungan, yang luas, yang tidak terukur, yang tidak terbayangkan, yang telah berlalu (bhutapurvam bhadrapalatite' dhvany asamkhyeye kalpe 'samkhyeyatare vipule' prameye 'cintye yadaslt tena Kalena tena samayena) ada muncul di dunia Tathagata Arhan Samyaksambuddha yang bernama Simhamati, Yang Sempurna Pikiran Dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Yang Mengetahui Dunia, Penjinak Nafsu Makhluk Yang Tiada Tandingan, Guru Dewa and Manusia, Yang Tercerahkan, Sang Penguasa Tertinggi."

"Pada saat itu, Bhadrapala, Jambudvipa ini makmur (samrddha), luas, bahagia, kekayaan berlimpah (subhiksa), menyenangkan (ramaniya), banyak penduduknya, dan padat dihuni. Saat itu, Bhadrapala, di sini di Jambudvipa, ada 68.000 kota besar, semuanya terbuat dari tujuh jenis permata berharga, berisi sembilan koti perumah tangga, dan berukuran dua belas yojana. Saat itu, Bhadrapala, Jambudvipa ini adalah luas dan besar, menjadi yaitu 68.000 yojana luasnya. Saat itu, Bhadrapala, di sini, di dalam Jambudvipa, di tempat di mana sang Tathagata itu dilahirkan, ada sebuah kota besar yang bernama Bhadramkara, dan di kota besar itu, hidup enam puluh koti para makhluk."

"Selanjutnya, Bhadrapala, pada waktu itu, pada perkumpulan pertama dari para Murid (sravaka-samnipata) dari sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha Simhamati, sembilan puluh koti Arhat berkumpul. Setelah tujuh hari, pada perkumpulan kedua dari para murid, sembilan puluh koti Arhat berkumpul. Setelah tujuh hari, pada perkumpulan ketiga dari para murid, sembilan puluh koti Arhat berkumpul. Sembilan puluh koti Bodhisattva yang murni juga berkumpul. Setelah itu, para Murid dari sang Bhagavān telah melampaui perhitungan banyaknya."

"Pada saat itu dan pada jaman itu, Bhadrapala, orang-orang itu sepenuhnya patuh pada jalan dari sepuluh perbuatan baik (dasa-kusala-karmapatha), sama persis seperti, misalnya, para makhluk yang dibawah pengajaran (pravacana) dari sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha Maitreya, yang akan diberkahi dengan jalan dari sepuluh perbuatan baik. Saat itu, Bhadrapala, rentang kehidupan dari para makhluk adalah sebesar 84.000 tahun."

"Pada saat itu, Bhadrapala, ada di kota besar itu Raja Pemutar Roda (cakravarti-raja) yang bernama Visesagamin, yang diberkahi dengan tujuh permata berharga dan memiliki seribu putra, Dia pergi menemui sang Bhagavān Tathagata Simhamati, dan menyembah-Nya. Kemudian, Bhadrapala, sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha Simhamati, mengetahui tekad dari raja Visesagamin, mengajarkan dan menjelaskan Samadhi ini. Setelah itu, Bhadrapala, dengan mendengar Samadhi ini, raja Visesagamin bergembira. Dan setelah bergembira, Dia menaburkan segenggam permata kepada sang Bhagavān, sambil berpikir :'Melalui pahala kebajikan ini, semoga semua makhluk disepuluh penjuru arah menjadi tentram.'"

"Kemudian setelah Dia meninggal, dan melalui kebajikan dari akar kebaikan itu, Dia terlahir kembali di sini di Jambudvipa ke dalam rumah kerajaan, setelah Parinirvana dari sang Tathagata itu. Pada saat itu, Bhadrapala, telah ada muncul di bawah pengajaran sang Tathagata itu seorang Bhiksu pengkhotbah Dharma (dharmabhanaka) yang bernama 'Ratnavara (Yang Terbaik Dari Permata)', yang mengajar secara penuh dan mengumumkan Samadhi ini kepada empat kelompok majelis. Pada saat itu, Bhadrapala, Raja yang bernama Visesagamin itu telah menjadi seorang pangeran dengan nama Brahmadatta, dan Dia mendengar sang Bhiksu itu menjelaskan Samadhi ini. Mendengar hal itu, segera setelah mendengarnya, Dia mengalami keyakinan, dan dengan pikiran penuh keyakinan, Dia menaburkan permata yang senilai ratusan ribu keping emas dan jubah ganda dari kain katun (dusyayuga) kepada sang Bhiksu itu."

"Kemudian, Bhadrapala, sang pangeran Brahmadatta, setelah mendengar Samadhi ini dari sang Bhiksu itu, dan setelah menaburi sang Bhiksu dikarenakan oleh penjelasannya yang sangat baik, membangkitkan Pikiran Kebangkitan Yang Sempurna Dan Tiada Tanding (Anuttarā Samyaksambodhicitta). Setelah membangkitkan pikiran kebangkitan yang sempurna dan tiada tanding, berkeinginan untuk Samadhi ini, Dia dan seribu orang dengannya, yang menginginkan Dharma, mencukur rambut dan jenggot, mengenakan jubah merah kekuningan (kasaya), dengan setia berangkat dari kehidupan rumah tangga ke keadaan yang tidak berumah di bawah pengajaran sang Bhiksu pengkhotbah Dharma itu. Setelah berangkat, menyembah dan mengikuti sang Bhiksu selama 8.000 tahun bersama-sama dengan rombongannya sebanyak seribu orang, Dia memperoleh Samadhi ini dengan hanya satu kali mendengarnya dari sang Bhiksu. Setelah mendengarnya tidak dua kali, tapi hanya sekali, Dia bersukacita dengan empat kegembiraan."

"Melalui akar kebaikan itu, Dia, bersama dengan seluruh seribu orang itu, bertemu (aragayati) 68.000 Buddha. Dengan menjelaskan secara penuh Samadhi ini dan mengumumkannya secara penuh kepada orang lain di seluruh kelahiran kembalinya, Dia juga bertemu 68.000 Buddha dalam urutan (anupurvena). Melalui memperoleh Samadhi ini dan akar kebaikan yang terhubung dengan kegembiraan, Dia menyempurnakan dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan (bodhipaksikadharma); Setelah mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, Dia menjadi sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha yang bernama Drdhavirya, Yang Sempurna Pikiran Dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Yang Mengetahui Dunia, Penjinak Nafsu Makhluk Yang Tiada Tandingan, Guru Dewa and Manusia, Yang Tercerahkan, Sang Penguasa Tertinggi. Dia mendirikan ratusan ribu kotinayuta makhluk yang tidak terhitung ke dalam Anuttara-Samyak-Sambodhi."

"Seribu orang itu juga, melalui kebajikan dari akar kebaikan yang sama ini, dimatangkan oleh Samadhi ini, menyempurnakan dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan, mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi; Mereka semua menjadi Tathagata Arhan Samyaksambuddha dengan nama Drdhasura, Yang Sempurna Pikiran Dan Perbuatan, Yang Terbahagia, Yang Mengetahui Dunia, Penjinak Nafsu Makhluk Yang Tiada Tandingan, Guru Dewa and Manusia, Yang Tercerahkan, Sang Penguasa Tertinggi. Mereka mendirikan ratusan ribu kotinayuta makhluk yang tidak terhitung ke dalam Anuttara-Samyak-Sambodhi."

"Lihatlah, Bhadrapala, betapa berharganya kumpulan pahala kebajikan yang terhubung dengan kegembiraan dalam Samadhi ini. Jika orang mungkin demikian, hanya dengan pengumuman terhubung dengan kegembiraan, mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, maka, Bhadrapala, betapa lebih lagi bagi Bodhisattva yang saat mendengar Samadhi ini, menerimanya, menguasainya, menjaganya, membacanya, dan mengumumkannya secara penuh kepada orang lain, dan terus mengerahkan dirinya sendiri dalam usaha untuk mengembangkannya? Dan siapa, Bhadrapala, yang akan, saat mendengar Samadhi ini, tidak akan bersukacita di dalamnya, tidak menerima ajaran di dalamnya, tidak menguasainya, tidak menjaganya, tidak memberitakannya secara penuh kepada orang lain, dan tidak terus mengerahkan dirinya dalam usaha untuk mengembangkannya? Mengapa demikian, Bhadrapala? Ini karena, melalui mendengar Samadhi ini, semua dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan dari para Bodhisattva menjadi tersempurnakan."

"Oleh karena itu, Bhadrapala, Saya mengumumkan (arocayami) kepada Anda, Saya memberitahukan (prativedayami) kepada Anda: Jika para Bodhisattva yang memiliki tekad tinggi dan yang bercita-cita untuk kebangkitan mendengar bahwa Samadhi ini satu yojana jauhnya, maka, Bhadrapala, para Bodhisattva itu yang memiliki tekad tinggi dan yang bercita-cita untuk kebangkitan harus melakukan perjalanan sejauh satu yojana itu untuk mendengar Samadhi ini. Setelah mendengarnya, Mereka harus menerimanya, menguasainya, menyimpannya, dan membacanya; Mereka harus mengajarkannya, menjelaskannya, dan mengumumkannya secara penuh kepada orang lain, dan Mereka harus bergembira dalam mengembangkannya."

"Bhadrapala, tidak memperdulikan satu yojana, tidak memperdulikan dua yojana, atau tiga yojana, atau empat yojana, atau dari lima yojana hingga sepuluh yojana, bahkan jika, Bhadrapala, para Bodhisattva mendengar bahwa Samadhi ini seratus yojana jauhnya, bahwa di dalam daerah seperti ini, Pratyutpanna Buddha Sammukhāvasthita Samādhi ini sedang beredar, maka, Bhadrapala, jika para Bodhisattva itu yang memiliki tekad tinggi dan yang bercita-cita untuk kebangkitan akan tidak henti-hentinya mengerahkan semangat dan pikiran yang terbebas dari keputusasaan, ketidakpedulian, ketakutan, kemalasan, dan kesusahan, melakukan perjalanan ratusan yojana itu bahkan untuk mendengar hanya sedikit tentang Samadhi ini, maka betapa lebih lagi bagi Mereka agar untuk menerima ajaran di dalamnya, menguasainya, mengumumkannya, dan mengembangkannya? Mengapa demikian, Bhadrapala? Yaitu, karena dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan dari para Bodhisattva tergantung pada Samadhi ini."

"Dalam hal itu, Bhadrapala, para Bodhisattva itu yang memiliki tekad tinggi dan yang bercita-cita untuk kebangkitan harus memikirkan tanggapan penglihatan Guru terhadap Pengajar (acarya) yang darinya Mereka mendengar Samadhi ini setelah menempuh ratusan yojana itu. Mereka harus melayani anak dari keluarga yang baik itu yang mengajarkan Dharma dengan segala bentuk layanan, dan Mereka harus mengikutinya. Jika mereka akan mengikutinya selama satu tahun, atau dua, atau tiga, atau empat, atau lima, atau sepuluh tahun, atau seratus, atau selama Mereka hidup hanya untuk mendengar Samadhi ini, betapa lebih lagi yang harus Mereka lakukan agar untuk menerima ajaran di dalamnya, menguasainya, menyalinnya, menyimpannya, mengumumkannya, dan mengembangkannya?"

"Bhadrapala, kulaputra atau kuladuhitrā itu harus melepaskan pikirannya sendiri, dan setelah melepaskannya, harus menjadi pikiran yang sama seperti dengan sang Guru. Dia harus mengikuti sang Guru dengan hormat dan menghargai. Dia harus mengikutinya dengan ketaatan. Dia harus mengikutinya dengan tidak menjadi tidak patuh, dengan keteguhan pengabdian, dengan melenyapkan sifat yang berubah-rubah, dan dengan ketiadaan pandangan salah. Dia harus memikirkan tanggapan penglihatan teman baik; terhadapnya Dia juga harus membangkitkan tanggapan penglihatan Guru. Jika, Bhadrapala, sang Bodhisattva melakukan (pratipadyate) dalam cara itu terhadap sang Guru, maka tidak akan ada kemungkinan atau kesempatan, tidak mungkin bahwa Dia tidak akan paling tidak berhasil mendengar Samadhi ini, mengesampingkan tindakan masa lalu yang telah dilakukan dan dikumpulkannya yang mengarah ke kerusakan Dharma (dharma-vyasana-samvartaniya)."

"Bodhisattva itu harus memiliki rasa malu, penuh terima kasih, dan penghargaan terhadap sang Guru. Jika dalam cara itu baginya bahwa kata-kata dan huruf dari Samadhi ini akan bertahan lama dan menjadi tidak terhalang, maka, Bhadrapala, betapa lebih lagi untuk Bodhisattva yang, ketika Dia mendengar bahwa Samadhi ini ada di kota lain, atau mendengar bahwa ada di dalam wilayah kota lain, setelah mendengar begitu akan pergi ke sana, bahkan jika hanya demi mendengarnya? Dan betapa lebih lagi juga, jika itu adalah demi menerima ajaran di dalamnya, menguasainya, menjaganya, membacanya, menyalinnya, mengembangkannya, dan mengumumkannya kepada orang lain?"

"Jika, Bhadrapala, Bodhisattva yang dalam usahanya mencari Samadhi ini berjuang bahkan hanya untuk mendengar Samadhi ini; Bhadrapala, Saya mengumumkan kepada Anda, Saya memberitahu Anda - Bodhisattva itu akan dikenal sebagai yang tidak dapat diubah dari Kebangkitan tertinggi yang sempurna dan tiada tanding melalui kebajikan dari akar kebaikan dari mencari Samadhi ini, akar kebaikan dari bercita-cita untuk Dharma itu, akar kebaikan dari menginginkan Dharma itu, dan akar kebaikan dari mengerahkan semangat ketekunan; maka, Bhadrapala, betapa lebih lagi untuk Bodhisattva yang menerima ajaran di dalamnya, menguasai, menyimpan, dan membaca Samadhi ini, dan setelah itu, mengajarkannya, mengumumkannya, dan menyatakannya kepada orang lain, dan terus mengerahkan dirinya sendiri dalam usaha untuk mengembangkannya?"

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavān mengucapkan syair-gatha berikut ini:

Saya ingat di masa lalu ada Tathagata,
Sang Lelaki Tertinggi yang bernama Simhamati,
Di bawah asuhan-Nya, ada Raja, sang penguasa,
Yang mendengar pada waktu itu, Samadhi ini.

Saat mendengar Samadhi ini, sang Raja,
Menerimanya dengan pikiran bergembira yang tiada bandingan,
Dan menabur segenggam permata,
Kepada sang Narottama, sang Buddha Simhamati.

"Semoga Samadhi ini, yang diucapkan oleh sang Bhagavān,
Menjadi keuntungan untuk semua makhluk!
Hari ini Saya berlindung kepada-Mu! "
Dengan berpikir begitu, Dia juga mengumumkan hal itu.

Berdasarkan kebajikan dari tindakannya, sang Raja itu,
Setelah meninggal, terlahir kembali di tempat yang sama,
Dan melihat Bhiksu yang bernama Ratnavara,
Yang terkenal dan berkekuatan besar.

Dia mendengar Samadhi yang sama lagi dari-Nya,
Setelah mendengarnya, mengalami sukacita yang besar;
Setelah mengalaminya, Dia bergembira bertekad pada kebangkitan,
Menaburi sang Bhiksu dengan permata dan jubah.

Berkeinginan untuk Samadhi ini,
Dia berangkat, bersama-sama dengan seribu makhluk,
Dan selama 8.000 tahun penuh;
Mereka semua mengikuti sang Bhiksu itu.

Tidak dua kali, tapi hanya sekali mereka mendengar,
Samadhi ini, yang sama seperti lautan pembelajaran;
Dengan tanpa bosan mengingatnya,
Mereka mencari Samadhi yang damai ini.

Karena Mereka semua telah melakukan tindakan ini,
Mereka bertemu dengan 68000 penuh,
Para Buddha yang berkekuatan besar;
Dari-Nya Mereka mendengar Samadhi ini.

Kemudian mereka juga menyembah,
68.000 penuh para Sugata yang lainnya,
Mengumumkan: ''Kami bersukacita
Di bawah pengajaran dari sang Sugata Simhamati!

Dengan tindakan kebajikan itu, sang Raja,
Menjadi Buddha dengan nama Drdhavirya;
Para makhluk sebanyak kotinayuta yang tidak terbayangkan,
Semuanya diselamatkan oleh Dia dari kelahiran dan kematian.

Seribu makhluk itu juga,
Mengikuti teladan-Nya (anusiksitva),
Menjadi Buddha dengan nama Drdhasura,
Terkenal di dunia dengan para Devanya;

Jika Mereka mencapai Bodhi hanya melalui suara Samadhi ini,
Apalagi Mereka yang tanpa ragu,
Yang mengajar Samadhi ini secara penuh,
Tanpa bergantung pada semua keberadaan?

Bahkan jika Samadhi yang damai ini,
Yang diucapkan oleh Sang Buddha,
Akan seratus yojana jauhnya,
Bodhisattva, tanpa istirahat siang atau malam harus pergi dan mendengarnya.

Jika, setelah pergi, Dia tidak mendapatkannya,
Pahala kebajikannya adalah tetap tidak terukur;
Dan jika itu menghasilkan Kebangkitan untuknya,
Apalagi bagi yang pergi dan mendapatkannya?

Oleh karena itu, Dia yang menginginkan Samadhi ini
Pertama harus mengingat Brahmadatta itu.
Kepada Bhiksu yang memiliki Samadhi ini,
Harus mengajarkannya dengan pikiran yang tidak kenal lelah.



_____________________________________________________________________________________________________
Dasa-Kusala-Karmapatha :
Tiga perbuatan tubuh:
(1) tidak membunuh,
(2) tidak mencuri,
(3) tidak ada perbuatan asusila seksual,
Empat perbuatan ucapan:
(4) tidak ada ucapan salah,
(5) tidak ada ucapan memecah belah,
(6) tidak ada cacian,
(7) tidak ada pidato yang menimbulkan pikiran jahat tidak senonoh,
Tiga perbuatan pikiran:
( 8 ) tidak ada keserakahan,
(9) tidak ada amarah,
(10) tidak ada pandangan salah.
« Last Edit: October 14, 2016, 10:45:48 am by ajita »

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile

Bhagavan Satyanama Tathagata


Bab 18
Buddha Satyanama

Kemudian sang Bhagavān kembali menyapa sang Bodhisattva Bhadrapala, dengan mengatakan: "Saya ingat, Bhadrapala, dimasa lalu, lebih dari banyaknya asamkhyeya-kalpa yang telah berlalu, ada muncul di dunia Buddha yang bernama Satyanama, sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha, yang diberkahi dengan semua sepuluh julukan (dasadhivacana). Pada waktu itu, ada seorang Bhiksu yang bernama Varuna, yang setelah Nirvana sang Buddha itu, mengumumkan dan menjelaskan Samadhi Sutra ini. Pada saat itu, Saya adalah Raja dari kerajaan besar, dan dengan pikiran tunggal hanya untuk mencari Samadhi yang luhur ini. Kemudian dalam mimpi, Saya mendengar lokasi Samadhi ini diumumkan. Saat bangun, Saya kemudian pergi sendiri ke tempat sang Bhiksu pengajar itu, mencari Samadhi ini, dan kemudian meminta sang Guru Dharma jika Saya bisa mencukur rambut dan meninggalkan kehidupan rumah tangga demi mencari, mendengar, dan menerima Samadhi ini. Dalam melayani secara pribadi sang Guru Dharma Varuna, Saya menghabiskan 36.000 tahun, namun, karena dihalangi oleh Mara, Saya tidak berhasil mendengarnya."

Kemudian sang Bhagavān kembali menyapa para Bhiksu, Bhiksuni, Upasaka, dan Upasika, dengan mengatakan: "Saya sekarang memberitahu anda bahwa anda harus segera mendengar dan menerima Raja Samadhi ini tanpa penundaan dan tanpa lupa, melayani sang Guru dengan baik dan tanpa gagal, mencari Samadhi ini dan membuat perolehannya sebagai tujuan anda. Apakah itu membutuhkan satu kalpa atau hingga seratus ribu, jika anda tidak menjadi yang berpikiran malas, tidak ada yang tidak akan diperoleh. Jika, Bhadrapala, orang berusaha mencari Samadhi ini dengan pikiran tunggal, dia harus terus mengikuti Gurunya dan tidak pernah meninggalkannya, dia harus membuat persembahan kepadanya, yaitu sup obat, minuman dan makanan, pakaian, tempat tidur, dan berbagai peralatan, bahkan semua emas, perak, dan permatanya. Semua kekayaannya, dia harus mempersembahkan kepada Gurunya tanpa penyesalan, dan jika dia tidak ada memiliki apapun pada dirinya sendiri, dia harus meminta sumbangan untuk itu dan kemudian mempersembahkannya. Dia akan secara cepat mendapatkan Samadhi ini dan tidak menimbulkan pikiran ketidakpuasan. Bhadrapala, mengesampingkan persembahan biasa ini, jika sang Guru membutuhkannya, sang pencari Dharma itu harus pergi sejauh seperti memotong tubuhnya sendiri, dagingnya, anggota tubuhnya dan badannya, dan mempersembahkannya untuk Gurunya. Jika Gurunya membutuhkan hidupnya, dia harus tetap tidak menyesalinya, jadi bagaimana bisa dia tidak mempersembahkan hal-hal luar yang umum itu untuk Gurunya? Begitulah caranya, Bhadrapala, di mana pencari dari Dharma ini, dalam melayani sang Guru Dharma, akan membantunya dan mematuhinya. Selanjutnya, dia akan melayani Gurunya sama seperti pelayan mematuhi tuannya; sama seperti menteri melayani pangerannya demikian juga dia akan melayani Gurunya. Jadi Orang ini akan secara cepat memperoleh Samadhi ini. Setelah memperoleh Samadhi ini, dia harus mengingatnya dan mempertahankannya dalam pikiran, menjadi penuh berterima kasih kepada Gurunya dan terus-menerus memikirkan bagaimana membayar kembali."

"Ini, Bhadrapala, permata dari Samadhi ini, adalah tidak mudah untuk didengar. Bahkan jika ada orang yang selama lebih dari seratus ribu kalpa hanya bertujuan untuk mendengar namanya, dia mungkin masih belum berhasil mendengarnya, apalagi menyalinnya, membacanya, menyimpannya, dan kemudian menjelaskannya kepada orang lain saat dia telah mendengarnya. Jika, Bhadrapala, sebanyak Buddhaksetra yang jumlahnya seperti butiran pasir di Sungai Gangga, diisi penuh dengan permata dan digunakan untuk melakukan persembahan, meskipun pahala kebajikan dari itu akan besar, itu masih tidak akan sebanding dengan mendengar nama dari Sutra ini, dan pahala kebajikan yang diperoleh dengan menyalin satu gatha-nya akan melampaui diluar perbandingan."

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavān mengucapkan syair-gatha berikut ini:

"Saya ingat bagaimana, di kelahiran sebelumnya,
Meskipun terus menunggu pengkhotbah dari Dharma ini,
Selama 36.000 tahun penuh,
Saya tidak pernah mendengar Samadhi ini.

Buddha masa lalu, sang Satyanama muncul;
Kemudian mengikuti ajaran sang Sugata,
Bhiksu Varuna, yang sangat terpelajar,
Memiliki pada waktu itu Samadhi ini.

Lalu Saya, sebagai Raja ksatriya,
Mendengar di dalam mimpi tentang Samadhi ini:
"Bhiksu Varuna memiliki Samadhi ini;
Dalam kehadirannya, dengarlah dengan baik! "

Segera bangun, Saya mencari dengan tergesa-gesa,
Bhiksu yang memiliki hal ini;
Mencarinya, Saya berangkat (pravraj-), dan kemudian
Bertanya jika Saya bisa mendengarnya.

Selama 36.000 tahun penuh,
Saya menyembah Bhiksu itu dengan sukacita,
Tapi karena Saya dikendalikan oleh Mara,
Saya tidak pernah mendengarnya.

Oleh karena itu, Saya mengumumkan, dan Saya memberitahukan,
Bhiksu dan Bhiksuni, Upasaka dan upasika:
Saat mendengar Samadhi ini,
Terimalah dengan cepat!

Dan setelah menetap di sana selama seluruh kalpa,
Menyembah dan menunggu pembawa Samadhi ini,
Setelah menyembah Dia dengan baik selama seribu kalpa,
Dia menjelaskan Samadhi ini.

Kepada Bhiksu itu, yang terlibat dalam Samadhi yang murni ini,
Jubah, tempat tidur, makanan, minuman,
Persembahkanlah itu dengan penuh semangat,
Anda akan menguasai Samadhi ini.

Mengesampingkan semua jubah, tempat tidur
Makanan, minuman dan juga permata berharga,
Jika orang sampai memberikan dagingnya sendiri,
Betapa lebih lagi makanan dan minuman, jika orang bertindak benar?

Setelah menjadi pelayan tetapnya, hadir kepadanya,
Dan juga mencari Samadhi yang damai ini;
Orang bijak itu, saat bertemu Dharma ini, menerimanya dengan cepat,
Dan sangat berterima kasih kepadanya.

Meskipun orang mencari selama berkoti kalpa,
Sangat sulit untuk mendapatkan Samadhi ini,
Mari membaca (svadhyayati) dan mengajarkannya,
Ketika telah mendengar kata-katanya pada akhirnya.

Jika dunia yang banyaknya seperti pasir sungai gangga,
Diisi penuh dengan permata dan dijadikan persembahan,
Dan jika ada orang yang menerima satu gatha ini dan mengajarkannya,
Pahala kebajikannya akan jauh melampaui yang sebelumnya itu.

Jika selama koti kalpa yang banyaknya seperti pasir sungai gangga,
Terus-menerus mengerahkan semangat ketekunan,
Dan jika ada orang yang menerima satu gatha ini dan mengajarkannya,
Pahala kebajikannya akan jauh melampaui yang sebelumnya itu.

Jika selama koti kalpa yang banyaknya seperti pasir sungai gangga,
Mengasingkan diri dan mengolah Dhyana,
Dan jika ada orang yang menerima satu gatha ini dan mengajarkannya,
Pahala kebajikannya akan jauh melampaui yang sebelumnya itu.

Jika selama koti kalpa yang banyaknya seperti pasir sungai gangga,
Terus-menerus terdirikan di dalam kebijaksanaan,
Dan jika ada orang yang menerima satu gatha ini dan mengajarkannya,
Pahala kebajikannya akan jauh melampaui yang sebelumnya itu.

Jika Dia yang dengan benar menjelaskan satu gatha,
Pahala kebajikannya melampaui nayuta kalpa;
Apalagi Orang yang, saat mendengarnya, menyebarluaskannya,
Pahala kebajikannya adalah yang tidak dapat dibayangkan.

Jika ada Orang bergembira dalam mengejar Kebangkitan,
Dia harus mencari Dharma ini demi kepentingan semua;
Setelah mendengarnya, tinggal berdiam di dalam Samadhi ini,
Pasti, Dia mencapai Kebangkitan sempurna yang tiada tanding.

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile

Bhagavan Rasmi Raja Tathagata


Bab 19
Mudra Buddha

"Oleh karena itu, Bhadrapala, kulaputra atau kuladuhitrā harus mendengar Samadhi ini dengan penuh hormat (satkrtya). Dan setelah mendengarnya, Dia harus menerimanya, menguasainya, menyalinnya, menyimpannya dan membacanya. Dan setelah menerimanya dan menguasainya, Dia harus mengumumkannya secara penuh kepada orang lain; Dia harus menyalinnya dengan baik dan menyimpannya. Mengapa demikian, Bhadrapala? Pada masa depan, setelah Saya Parinirvana, akan muncul banyak Bodhisattva yang memiliki keyakinan, yang percaya, dan sangat pandai, dan Mereka akan mencari pembelajaran yang besar untuk kepentingan dan kebahagiaan makhluk. Mencari pembelajaran yang besar, Mereka akan melakukan perjalanan ke penjuru arah dan ke penjuru menengah demi mencari Saddharma ini, dan, Bhadrapala, itu adalah demi keuntungan dan kepentingan para makhluk seperti Mereka, para Makhluk yang bercita-cita untuk Dharma, cenderung kuat terhadap Dharma, menginginkan Dharma, menjunjung tinggi Dharma, dan menjunjung tinggi Vaipulya Dharma; Dia harus memberikan ajaran itu dan mengajarkan Samadhi ini, dan, dengan didukung oleh kuasa (adhisthita) dari kekuatan pemberkatan (adhisthana) dari para Tathagata, menyalinnya menjadi Buku yang besar, menyegelnya dengan Mudra dari para Tathagata, dan menyimpannya."

"Apa itu, Bhadrapala, Mudra dari para Tathagata? Yaitu, semua gejala kejadian (dharma) adalah yang tidak berdaya untuk bertindak (niscesta), yang tanpa aktivitas (akriya), yang tidak dihasilkan dari sebab dan kondisi (anabhisamskrta), yang tanpa kemelekatan (asanga), yang tanpa tanggapan penglihatan (anupalambha), yang kosong (sunyata), yang tanpa tanda (animitta), yang tanpa nafsu keinginan (apranihita), yang tanpa ciri-ciri (alaksana), yang tidak mendua (advaya), yang tanpa tindakan (apravrtti), yang tidak bergantung (niralamba), yang tidak terhitung (asamkhyeya), yang tidak dibedakan (avyavasthapita), yang tidak dapat dipahami (agrahya), yang tidak bisa ditolak (aniryuha), yang tidak menetap (aniketa); bahwa semua dharma adalah yang tidak kekal (anitya), yang tidak terganggu (anuccheda), yang melenyapkan penyebab (ksina-hetu), yang melenyapkan penderitaan (ksina-duhkha), yang melenyapkan keberadaan (kslna-bhava), yang tidak dilahirkan (ajata), yang tidak berhenti (aniruddha), yang tidak berakhir (asthita), yang tidak bisa dihancurkan (avinasa), yang tiada jalan (amarga), yang tiada buah dari jalan (amarga-phala), yang tidak dikelirukan oleh semua Arya, yang ditolak oleh semua orang bodoh, yang diabaikan oleh orang bodoh, yang dianut oleh para bijaksana; Ini, Bhadrapala, adalah Mudra dari semua Tathagata, Simbol yang para Tathagata pasangkan pada apa yang telah diucapkan oleh para Tathagata."

"Oleh karena itu, Bhadrapala, kulaputra atau kuladuhitrā yang bercita-cita untuk Kebangkitan, yang mungkin ingin di saat terakhir dan di jaman terakhir, untuk diajarkan di dalam Samadhi ini harus, ketika Dia telah diajarkan di dalamnya dan telah menghafalnya, mengumumkannya secara penuh kepada orang lain juga."

"Dalam hal itu, Bhadrapala, jika Dia memiliki empat dharma, sang Bodhisattva akan berusaha paling tidak untuk mendengar Samadhi ini, apa lagi untuk menerima ajaran di dalamnya dan menghafalnya. Apa empat itu? Yaitu,  pemurnian tekad tingginya di masa lalu (purvadhyasaya); telah membuat sumpah di masa lalu (purva-pranidhana); kecenderungan kuat (adhimukti) terhadap pengetahuan yang mengetahui semua (sarvajna-jnana); dan penerimaan semua bimbingan Dharma (dharma-netri). Setelah berpikir bagaimana orang dapat melestarikan dan mengajarkan harta dari permata Dharma ini (dharma-ratna-kosa), yang telah disempurnakan oleh para Tathagata Arhan Samyaksambuddha selama lebih dari banyaknya ratusan ribu kotinayuta kalpa, jika, Bhadrapala, Dia memiliki empat dharma ini, Dia akan berusaha untuk mendengar, menerima, dan menjaga Bodhisattva Samādhi ini."

"Selanjutnya, Bhadrapala, jika Dia memiliki empat dharma, sang Bodhisattva akan mengerahkan dirinya sendiri dalam mencari Samadhi ini, bahkan jika itu hanya untuk menyalinnya. Apa empat itu? Yaitu, merenungkan dengan saksama (manasikara) pada Buddha; keterampilan dalam mengingat kembali Dharma (dharma-anusmrti); bersungguh-sungguh merenungkan pada arti yang tepat (pariccheda) dari penangkapan landasan (upalambha) di dalam semua dharma; dan keterampilan dalam penghancuran semua tanda (nimitta), jika, Bhadrapala, Dia memiliki empat dharma ini, sang Bodhisattva akan mengerahkan dirinya sendiri dalam mencari Samadhi ini, bahkan jika itu hanya untuk menyalinnya."

"Dalam hal itu, Bhadrapala, jika Dia memiliki empat dharma, sang Bodhisattva dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri dalam mencari Samadhi ini. Apa empat itu? Yaitu, melalui pengetahuan yang secara tepat mengartikan (paricchid-) keadaan yang tidak dapat dipahami (agrahyabhava) dari semua dharma adalah Bodhisattva yang dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri untuk Samadhi ini; Melalui keterampilan di dalam memunculkan (vibhavana) objek tujuan perhatiannya (arambana) yang adalah tubuh Buddha adalah Bodhisattva yang dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri untuk Samadhi ini; Melalui bersungguh-sungguh merenungkan, dari antara semua landasan tujuan, membuat Buddha sebagai objek tujuan perhatiannya (buddharambana) adalah Bodhisattva yang dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri untuk Samadhi ini; Melalui keterampilan di dalam keyakinan yang kuat (adhimukti) bahwa semua dharma adalah yang tiada keberadaan adalah Bodhisattva yang dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri untuk Samadhi ini; Jika Dia memiliki empat dharma ini, Bhadrapala, sang Bodhisattva dikenal sebagai yang mengerahkan dirinya sendiri dalam mencari Samadhi ini."

"Bhadrapala, di saat terakhir, di jaman terakhir, ketika Saddharma dalam gangguan di dalam lima ratus tahun terakhir, jika ada yang telah mengerahkan dirinya sendiri dalam mencari Samadhi ini demi kesejahteraan semua makhluk dan belas kasihan kepada semua makhluk, dan telah memikirkan: 'Bagaimana caranya supaya Samadhi ini menjadi tersebar luas, terkenal, dan abadi?", maka untuk anak dari keluarga yang baik itu, pahala kebajikan yang banyak akan dihasilkan, dan akan menjadi tidak mungkin untuk mengetahui batas dari kumpulan pahala kebajikan itu. Selain itu, harus dipahami bahwa kumpulan pahala kebajikan itu mengarah pada kemahatahuan (sarvajnata-nimna)."

"Kumpulan pahala kebajikan dari Mereka itu akan dengan cepat mengarah pada kemahatahuan melalui kekuatan sumpah (pranidhana) Mereka, dan Mereka semua akan memenuhi segala sesuatu sesuai dengan tekad Mereka (yathasaya), Mereka semua akan disampaikan (niryati) sesuai dengan jenis-jenis kegiatan (carya-visesa) Mereka dan sesuai dengan sumber daya (sambhāra) Mereka, kecuali untuk Mereka yang memiliki sumber daya dari akar kebaikan yang besar (maha-kusalamula-sambhāra), yang mahir (niryata) dalam tinggal berdiam di dalam ketiadaan diri, yang telah dipersenjatai dengan baju perisai besar (mahasamnaha-samnaddha) melalui kalpa yang tidak terukur, yang tidak terhitung, dan yang tidak terbayangkan, atau bahkan lebih lama dari itu."

"Bhadrapala, di saat terakhir, di jaman terakhir, ketika ketakutan besar muncul dan Saddharma dihancurkan, kulaputra atau kuladuhitrā yang telah berangkat ke dalam Bodhisattvayana, yang ingin mendapatkan kesempurnaan semua dharma (sarva-dharma-pararnita) dan kesempurnaan pengetahuan yang maha tahu semua, dan yang ingin mendapatkan pemurnian akar kebaikan (kusalamula-visuddhi) harus berusaha untuk menyalin, memberikan ajaran itu, menghafal Samadhi ini, dan mengumumkan itu secara penuh kepada orang lain. Mengapa demikian? Pengetahuan dari pemahaman dari semua aspek dari semua dharma (sarva-dharma-sarvakara-jnata-jnana?), Bhadrapala, berkumpul (sankshipta) di dalam Samadhi ini."

"Memahami bahwa semua 'gejala kejadian (dharma)' adalah yang sifat alaminya tanpa keberadaan (abhava-svabhava) melalui setelah menyempurnakan keterampilan di dalam perenungan Buddha di pikiran, ini adalah pemanggilan Buddha ke pikiran; para Bodhisattva yang membangun diri di dalamnya menghindarkan diri Mereka sendiri (adhimucyante) dari penangkapan landasan di dalam seluruh perenungan Buddha. Mereka menyebabkan semua penangkapan landasan untuk memiliki Tathagata menjadi berakhir (nistha). Mereka tahu bahwa semua objek (vastu) dari penangkapan landasan adalah yang kosong (vasika) oleh sifat alaminya sendiri. Mereka membuat para Tathagata sebagai dasar objek tujuan (arambana) Mereka dan merenungkan dengan saksama pada-Nya sedemikian rupa bahwa Mereka murni di dalam penglihatan tentang para Tathagata, dan dengan terdirikan di dalam itu, Mereka tidak akan gagal untuk membuat para Tathagata mewujudkan Diri-Nya ke segala penjuru arah; dan di semua penjuru arah, Mereka memurnikan penglihatan Mereka tentang para Tathagata. Begitu Mereka telah memurnikan penglihatan tentang para Tathagata, maka dengan sedikit kesulitan, jika Mereka membuat tanggapan penglihatan di dalam seluruh sistem dunia ini, Mereka akan melihat para Tathagata itu bertatapan dengan wajah Mereka di sini. Dengan ketidakterbatasan (apramana), penglihatan langsung Mereka terhadap para Tathagata akan dimurnikan, dan para Tathagata yang tidak terbatas jumlah-Nya akan muncul pada penglihatan Mereka."

"Karena sifat alami (svabhava) dari semua penangkapan landasan adalah yang tidak dapat dipahami (agrahya), semua penangkapan landasan tidak dapat dipahami melalui satu penangkapan landasan, juga tidak bisa satu penangkapan landasan dipahami melalui semua penangkapan landasan. Jika sifat alami dari semua dharma diamati (upalaks-), itu terdirikan (siddha) sebagai yang tiada keberadaan (abhavatva) karena itu adalah yang sungguh hening tenang (atyupasanta)."

"Mereka, Bhadrapala, yang terdirikan di dalamnya, memurnikan penglihatan Mereka tentang semua Tathagata, namun setelah memurnikannya, mereka tidak memikirkannya (na manyante), tidak membeda-bedakannya (na prapancayanti); Mereka akan menyempurnakan pengembangan dari Pratyutpanna Buddha Sammukhāvasthita Samādhi ini. Mereka juga akan membangun diri Mereka sendiri di dalam kesempurnaan dari semua dharma yang memungkinkan untuk kebangkitan."

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavān mengucapkan syair-gatha berikut ini:

Apa pun yang telah diucapkan oleh sang Tathagata
Adalah jalan masuk kedalam pengetahuan yang sesuai dengan kenyataan (yathabhuta-jnana);
Jadi, para anak dari sang Lokanatha, sang Guru,
Terapkanlah pikiran Kalian untuk Samadhi ini.

Dia yang merenungkan sang Buddha sebagai objek pikirannya,
Akan melihat banyak objek tanggapan penglihatan;
Untuknya, Samadhi yang damai ini, yang sulit dilihat,
Akan juga muncul di dalam jaman terakhir kali.

Para orang bijak yang tidak melekat pada semua dharma,
Dan yang menerapkan pikiran demi kesejahteraan makhluk,
Akan mengerahkan diri untuk Samadhi ini,
Di jaman terakhir, di saat kengerian yang besar.

Mereka yang menerapkan diri terus-menerus, dan teguh,
Mengarahkan perhatian Mereka ke dharma ini, yang sulit dilihat,
Demi keuntungan dan bantuan kepada makhluk,
Kepada Merekalah Samadhi ini akan diwariskan.

Mereka yang terus-menerus mengarah ke perenungan Buddha,
kesadaran, kecerdasan, dan pemahaman mereka (smrti-mati-gati),
Cenderung ke disiplin (yoga) dan tidak bergantung pada orang lain,
Mereka akan didirikan di dalam Samadhi yang besar ini.

Tinggal berdiam di dalam keadaan yang sulit dilihat, dengan ketiadaan diri
Menolak untuk seluruh keduniawian,
Orang bijaksana tidak menginginkan semua keberadaan,
Mereka berusaha untuk Samadhi yang besar ini.

Mereka yang menginginkan kebangkitan dan berbelas kasih, dengan perhatian,
Memahami tubuh para Tathagata;
Membuat sumpah untuk Dharma yang penuh ketenangan,
Mereka berusaha atas dasar Samadhi ini.

Damai, tidak suka bertengkar atau berdebat,
Mencari Dharma yang dipuji oleh sang Sugata,
Sungguh terdirikan di dalam tanggapan penglihatan Buddha,
Mereka berusaha memahami Samadhi ini.

Mereka yang berada di jaman kejahatan terakhir,
Berusaha untuk Samadhi ini,
Dan tinggal berdiam di dalam kualitas yang tidak terbatas dari perilaku,
Kualitas Mereka dikenal oleh sang Lokanatha.

Mereka yang mengetahui dharma yang terbebas dari arus kekotoran batin,
Dan tahu secara menyeluruh (yonisas) arus kekotoran batin itu,
Tidak membeda-bedakan dan tinggal berdiam di dalam kesamaan (samata),
Mereka berusaha untuk memahami Samadhi ini.

Mereka yang membuat semua sumpah yang sesuai dengan pengetahuan,
Berkenaan dengan Dharma yang tidak terukur dari sang Sugata,
Dan dengan kukuh tinggal berdiam di dalam Sarvajna-jnana,
Kepada Mereka, Samadhi yang tenang ini diajarkan.

Mereka yang mengetahui dharma yang adalah kosong oleh sifat alami,
Yang tiada ciri-ciri (alaksana) dan yang tanpa tanda,
Terbebas dari kekotoran,
Mereka melihat para Sugata yang tidak terhitung.

Mereka yang, bahkan ketika menerapkan diri pada tanggapan penglihatan yang tidak terbatas,
Tahu bahwa semua tanggapan penglihatan adalah yang kosong,
Dan terbebas dari pikiran sia-sia setelah melihat hal yang sulit dilihat,
Mereka melihat para Sugata yang tidak terhitung.

Mereka yang melihat makna (artha-darsin) dan yang pikirannya juga murni,
Yang bebas dari kekotoran batin dan tinggal berdiam di dalam keadaan yang tenang,
Yang mengajarkan Dharma yang bermakna tanpa noda dan sama,
Kepada Mereka, Samadhi yang hening-tenang ini dijelaskan.

Para anak dari sang Sugata, yang telah melenyapkan siksaan (abrdha-salya),
Yang tidak terhalang di dalam kebenaran, terbebas dari keraguan,
Yang mengolah cinta kebaikan demi keuntungan makhluk,
Kepada Mereka, arti yang berharga ini dijelaskan.

Mereka yang oleh sifat alami yang tanpa ketidaktahuan (avidya),
Yang melenyapkan peluang (sthana) bagi kebodohan melalui pengetahuan,
Dan mengerahkan diri dalam memperjuangkan makna yang berharga ini,
Kepada Mereka, Samadhi yang hening-tenang ini dijelaskan.

Terdirikan di dalam kemurnian, terbebas dari kekotoran batin (samklesa),
Menginginkan pengetahuan yang tidak terbatas,
Mengalami sukacita (pramodya) di dalam arti yang jelas ini (nitartha),
Kepada Mereka, pembebasan (vimoksa) yang hening-tenang ini dijelaskan.

Mereka yang dibebaskan dari semua belenggu (samyojana),
Teguh, penuh belas kasihan kepada semua makhluk,
Terbebas dari kebencian, dan berpegang pada sukacita dari jalan yang damai,
Kepada Mereka, Samadhi yang hening-tenang ini dijelaskan.

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



BAB 20
Kesunyataan


"Empat dharma ini, Bhadrapala, akan menyebabkan para Bodhisattva untuk mendapatkan Samadhi ini. Apa empat itu? Yaitu, (1) menghormati sang Buddha; (2) sungguh merenungkan (manasikara) dengan keyakinan yang tidak bisa dihancurkan (abhedyaprasada); (3) menghormati Dharma dan berkeinginan untuk mendengarnya; (4) berkata-kata sesuai dengan Dharma; empat dharma ini, Bhadrapala, akan menyebabkan para Bodhisattva untuk mendapatkan Samadhi ini."

"Selanjutnya, Bhadrapala, ada empat dharma yang olehnya para Bodhisattva akan mendapatkan Samadhi ini. Apa empat itu? Yaitu, (1) pikiran yang objek tujuannya (arambana) adalah Buddha, dengan menjadi terbebas dari kesalahan (viparyasa); (2) memahami bahwa sifat alami dari objek tujuan (arambana-svabhava) adalah yang baik oleh sifat alami awalnya (prakrti-kusala) dengan menjadi terbebas dari keraguan berkaitan dengan Dharma; (3) pemahaman (samavasarana) dari semua dharma yang kosong olehnya sendiri, yang kosong oleh sifat alaminya, dan yang sepenuhnya kosong, melalui pemahaman dari keterampilan yang berkaitan dengan keberadaan (bhava-kusala); (4) Tanggapan penglihatan yang jelas (vibhavana) pada kekosongan (vasika) dari keberadaan (bhava) melalui keterampilan dari tanggapan penglihatan (samjna) dan memahami pengetahuan dari arti yang akurat (pariccheda-jnana); empat dharma ini, Bhadrapala, akan menyebabkan para Bodhisattva untuk mendapatkan samadhi ini."

'Selanjutnya, Bhadrapala, ada empat dharma yang olehnya para Bodhisattva akan mendapatkan Samadhi ini. Apa empat itu? Yaitu, (1) membantu (parigraha) semua Buddha; (2) melindungi dan menjaga Saddharma, menjadi terampil dalam menegakkan Saddharma; (3) menjadi dasar untuk kebahagiaan semua makhluk (sukhopadhana), dan memiliki pikiran belas kasihan kepada semua makhluk; (4) Terampil di dalam tanggapan penglihatan makhluk (sattva-samjna); empat dharma ini, Bhadrapala, akan menyebabkan para Bodhisattva untuk mendapatkan Samadhi ini. '

"Oleh karena itu, Bhadrapala, di saat terakhir, jaman terakhir, ketika di dalam lima ratus tahun terakhir saat Saddharma terganggu, sang Bodhisattva harus terus meninggalkan orang dan kehidupannya, dan menerima, menguasai, dan menjaga Samadhi ini."

"Para Bodhisattva, Bhadrapala, yang berusaha untuk menjadi terampil dalam menegakkan semua Dharma akan, demi melestarikannya, menyimpan harta dari permata Dharma ini, yang dicapai oleh para Tathagata lebih dari koti kalpa yang tidak terbatas, dan Mereka juga akan mampu mengajar, menjelaskan, dan memberitakan Dharma seperti ini. Bhadrapala, hunian dari semangat (virya-sthana) ada pada Mereka, dan para Bodhisattva itu akan melakukan sumpah untuk mematangkan akar kebaikan dari para makhluk dengan dukungan pemberdayaan (adhisthana) dari kekuatan semangat."

"Jika, Bhadrapala, para kulaputra atau kuladuhitrā yang di saat terakhir, di jaman terakhir, akan menyimpan dan melestarikan Dharma ini, telah berangkat demi kepentingan semua makhluk, menjadi pembantu (parigraha) semua makhluk, dan pelindung (samgraha) semua makhluk, Mereka akan didukung (parigrhita) oleh para Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Bahkan jika para Bodhisattva itu tinggal berdiam di dalam sistem dunia lain, para Bhagavān Buddha, yang berada di dalam sistem dunia lain akan mengingat (samanvaharati) Mereka. Karena Mereka menginginkan Dharma, bercita-cita pada Dharma, dan memenuhi Dharma, Mereka akan berjuang untuk Samadhi ini di masa terakhir, di jaman terakhir."

'Mereka yang mempelajari pintu gerbang Dharma (dharma-paryaya) ini di saat terakhir, di jaman terakhir, akan disokong oleh dharma Bodhisattva dan oleh kekayaan Bodhisattva. Mereka yang akan menetap dalam rangka mendukung Dharma ini di saat terakhir, di jaman terakhir, juga akan dengan cepat memperoleh Tathagata-dasa-bala, catur-vaisaradya, astadasavenika-buddha-dharma, dan semua Buddhadharma. '

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavān mengucapkan syair-gatha berikut ini:

Mereka yang teguh memikirkan Dharma (dharma-cintin),
Dan menetap demi menegakkan Saddharma,
Ketika jaman terakhir tiba,
Kepada Mereka, Dharani ini dijelaskan.

Mereka yang berjuang tanpa takut,
Untuk permata dari Dharma sejati ini (saddharma-ratna),
Berbelas kasih dan penuh kasih sayang,
Mereka tinggal berdiam di dalam penegakan Dharma juga.

Teguh, waspada, dan bergembira,
Para pembawa harta dari Dharma sang Muni,
Demi Mereka, Samadhi ini,
Yang dipuji oleh sang Buddha, diajarkan.

Mereka yang disokong
Oleh Raja Dharma, sang Pelindung,
Di jaman terakhir, di masa yang mengerikan,
Mereka akan menegakkan sifat alami dari kenyataan (dharmata) ini.

Para orang yang penuh kesadaran, yang tahu,
Bahwa oleh sifat alaminya sendiri,
Gejala kejadian adalah yang seluruhnya kosong dan terbebas dari penggandaan (nisprapanca),
Mereka juga akan menegakkan Dharma itu.

Mereka yang mengetahui kepastian kebenaran,
Syair gatha yang tidak terbayangkan,
Mengenai sifat alami dari semua dharma,
Mereka juga akan menegakkan Dharma itu.

Mereka yang terdirikan pada pengetahuan dari kepunahan (ksaya),
Dan yang juga tinggal berdiam di dalam yang tidak dilahirkan,
Terkendali dalam pikiran dan sederhana,
Mereka juga akan menegakkan Dharma itu.

Mereka yang telah berangkat di jalan tertinggi,
Dari kebahagiaan, jalan yang mulia,
Diberkahi dengan kekuatan semangat ketekunan,
Mereka menetap di dalam penegakan Dharma itu.

Mereka yang memahami sifat alami dari kenyataan (dharmata),
Dan makna (artha) dari kenyataan apa adanya (tathata) dan tiada perbedaan (avikalpa),
Bagi Mereka, tidak ada penggandaan (prapanca) sama sekali;
Mereka juga akan menegakkan Dharma itu.

Mereka yang lembut, yang tahu,
Bahwa semua dharma adalah yang tanpa kegiatan,
Mereka akan mengumumkan bahwa sifat alami dari dharma,
Adalah yang kosong dan terbebas dari kemelekatan (nirupadana).

Mereka yang tahu bahwa semua dharma,
Adalah yang tidak bisa dipahami dan tanpa tanggapan penglihatan,
Dan yang murni dari awalnya,
Mereka tinggal berdiam di dalam lingkup dharma (dharma-gocara).

Mereka yang mengetahui demikian, sehubungan dengan dharma,
Bahwa semua dharma adalah yang tanpa diri,
Mereka akan mengajarkan sifat alami dari dharma ini;
Yang dikatakan menjadi pintu masuk.

Mereka yang memahami sifat alami dari dharma,
Sebagai yang tidak bernama, tanpa nama,
Yang terbebas dari penggandaan, dan yang tidak dilahirkan,
Mereka juga mengumumkan kekosongan.

Mereka yang mengetahui dharma ini,
Yang tidak menghuni, tidak bergerak,
Dan murni sama seperti ruang angkasa,
Kepada Mereka, Samadhi ini akan dihasilkan.

Mereka yang tanpa tanggapan penglihatan dan pembeda-bedaan,
Yang tidak dilahirkan dalam sifat alami mereka sendiri,
Dan tanpa tanggapan penglihatan keberadaan,
Mereka akan mengungkapkan sifat alami dari dharma.

Yang disegel tidak memiliki segel,
Ini diucapkan dalam pidato penyatuan (samadha-bhasya);
Mereka yang tahu begitu,
Akan menjunjung tinggi ini, sifat alami dharma.

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



BAB 21
Perintah

"Oleh karena itu, Bhadrapala, para kulaputra atau kuladuhitrā harus melaksanakan (samudanayati) Dharma ini, penuh kewaspadaan (apramada-para); Mereka juga harus mengerahkan diri untuk berkat yang sangat baik ini (anusamsa); harus memiliki semua ini (yonisa); harus menolak cara yang tidak bijaksana (ayonisa), dan dengan cara itu tidak akan sulit untuk mendapatkan Dharma yang mendalam ini, yang sulit dilihat, yang sulit diketahui, yang menimbulkan semua Buddhadharma dan memberikan kepada orang, pengetahuan dari Svayambhu, pengetahuan yang tanpa hambatan."

Kemudian pada waktu itu, sang Bhagavān berkata kepada Ayusma Ananda, Ayusma Mahakasyapa, Bodhisattva Mahasattva Bhadrapala, Licchavi kumara Ratnakara, Grhapati Mahasusarthavaha, Sresthiputra Guhagupta, Manavaka Naradatta, Bodhisattva Mahasattva Indradatta, Bodhisattva Mahasattva Varunadeva, lima ratus Bodhisattva itu, semua orang yang telah datang bersama-sama dari empat kelompok majelis, dan dunia dengan para Devanya, Manusianya, dan Asuranya: "Anak-anak dari keluarga yang baik, Saya percayakan dan serahkan kepada Anda harta tertinggi dari permata Dharma ini, yang telah Saya sempurnakan lebih dari seratus ribu kotinayuta kalpa, dan Sutra ini yang seluruh dunia tidak akan mempercayainya, yang mendalam, dari makna yang mendalam, pertunjukkan dari ajaran tiga pintu pembebasan (vimoksa-mukha), yang mendalam dan murni, sulit dilihat, sulit dipahami, dikenal oleh para orang bijak dan cerdas, yang mulia, yang sangat unggul, dan yang sempurna dalam artinya."

"Untuk kedua kalinya, Saya serahkan kepada Anda semua, hal-hal itu yang merupakan dasar yang tepat (asraya-bhuta) untuk Kebangkitan tertinggi dan sempurna, sehingga Anda juga harus menyalinnya, mendengarnya, menerimanya, menguasainya, menyimpannya, dan membacanya, harus menjelaskannya, mengajarkannya, dan mengumumkannya secara penuh agar untuk menyebarkannya dan memuliakannya. Anda harus mengerahkan diri dalam usaha untuk mengembangkannya, agar untuk menunjukkan kebaikan (anugraha) untuk semua makhluk. Anda harus menyempurnakan 'kualitas (dharma)' yang sesuai dengan Dharma (dharmanudharma) sama seperti itu telah diajarkan, sebarkanlah itu dan jangan biarkan itu berakhir."

"Jika, Bhadrapala, ada kulaputra atau kuladuhitrā mendengar Samadhi ini dan saat mendengarnya, menerima ajaran di dalamnya, mengingatnya, menguasainya, maka Dia harus dengan tekad tinggi (adhyasayena) dan tekun (satkrtya) mendengarnya, menerima ajaran itu, dan menjelaskannya. Jika ada yang mengajarkannya kepada orang lain, atau menyebabkannya untuk dibaca, maka Dia juga harus dengan tekad tinggi mengajarkannya kepada orang lain, dan menyebabkannya untuk dibaca, agar untuk menyebarluaskannya, sehingga Samadhi ini akan bertahan lama, dan tersebar luas dan dimuliakan; Ini adalah perintah Saya (anusasani) kepada Anda."

Ketika wacana pada Dharma ini telah dijelaskan, para makhluk yang tak terhitung dan tidak terbatas banyaknya, membangkitkan akar kebaikan untuk mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi. Para Bodhisattva yang telah berkumpul dari banyak Buddhaksetra yang tidak terhitung, seperti banyaknya butiran pasir di Sungai Gangga, memperoleh Samadhi ini dan menjadi yang tidak bisa mundur dari Anuttara-Samyak-Sambodhi. Trisahasra-maha-sahasra-lokadhatu ini juga berguncang dalam enam cara yang berbeda; Para Deva juga menurunkan hujan bunga surga dari langit; Alat musik dan genderang besar bergemuruh tanpa dipukul.

Setelah sang Bhagavān telah mengucapkan begitu, Bodhisattva Mahasattva Bhadrapala, Para Bhiksu, Bhiksuni, Upasaka dan Upasika itu, para Bodhisattva itu, dan dunia dengan para Dewa, Naga, Yaksa, Gandharva, Asura, Garuda, Kinnara, Mahoraga, Manusia dan Makhluk bukan Manusia bersukacita, dan menjunjung tinggi apa yang telah dikatakan oleh sang Bhagavān.






HUM, Sutra Mahayana Yang Bernama Pemusatan Pikiran Dari Perenungan Buddha Yang Berdiri Dihadapan Dari Yang Maha Luas Dari Pertemuan Yang Besar Oleh Bhadrapala Telah Terselesaikan, HUM

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile
HUM

Buku ke 26 :


[26] Maha Vaipulya Maha Samnipata Bhadrapala Bodhisattva Parivarta Nama Mahayana Suttram ---> [BARU/NEW]


Namo Stu Buddhaya
« Last Edit: October 14, 2016, 10:58:34 am by ajita »