Author Topic: Sarva Tathāgata Mahāyānā Vajra Usnisa Abhisamaya Mahā Kalpa Rājā Yoga Tantra Sutra  (Read 663 times)

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile
Kemudian sang Bhagavān Vairocana kembali masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Vajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Tarian Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatanrtyapūjāsamayodbhavavajram nāma samādhim)', dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya : Dewi Besar dari Keluarga Semua Tathāgata : Vajranrtya (Tarian Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, ada muncul Perluasan Hukum Dari Penyembahan Tarian Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatanrtyapūjāvidhivistarā). Dari Perluasan Hukum Dari Semua Penyembahan Tarian Dari Semua Tathāgata ini (sarvatathāgatasarvanrttapūjāvidhivistarebhyah), sang Bhagavān Vajradhara menjadi bentuk para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi sang Mahā Devī Vajranrtta, yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di arah kiri dari Mandala dari Bhagavato Amoghasiddhi Tathāgata dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Pemujaan yang luas adalah Saya, untuk yang melakukan semua pemujaan (aho hyudārapūjāham sarvapūjārthakarinām),
Yang dengan cara tarian Vajra pemujaan Buddha terselesaikan (yadvajranrttavidhinā buddhapūjā prakalpyate)."

Samaya dari kesejahteraan dan kegembiraan yang tiada tanding dari semua Tathāgatā (sarvatathāgatānuttarasukhasaumanasyasamayā), karangan bunga dari semua Tathāgatā (sarvatathāgatamālā), dari nyanyian dari semua Tathāgatā (sarvatathāgatagāthā), pelaksanaan perbuatan dari pemujaan yang tiada tanding dari semua Tathāgatā (sarvatathāgatānuttarapūjākarmakarī): Ini adalah penyembahan rahasia dari semua Tathāgatā (sarvatathāgataguhyapūjāh).

Kemudian sang Bhagavān Aksobhya Tathāgata, dalam menanggapi pemujaan dari sang Bhagavato Vairocana Tathāgata (bhagavato vairocanasya tathāgatasya pūjāpratipūjārtha), masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Vajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Yang Menyebabkan Kegembiraan Dari semua Tathāgatā (sarvatathāgatapralhādanasamayodbhavavajrannāma samādhim), dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya gadis pelayan dari semua Tathāgata (sarvatathāgataganikām): Vajradhūpa (Dupa Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi beranekaragam jenis susunan awan dari persembahan dupa (anekavidhā dhūpapūjāmeghavyūhāh), menembus meliputi seluruh alam Vajra (sarvavajradhātuspharanā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari lautan awan dari persembahan dupa itu (dhūpapūjāmeghasamudrebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia (sarvalokadhātuparamānurajahsamāstathāgatavigrahā), yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Dewata Vajradhūpa  (vajradhūpadevatākāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di sudut sebelah kiri dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra (vajramaniratnaśikharakūtāgāra) dari sang Bhagavato dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Sayalah pemujaan besar, yang menyebabkan kegembiraan dan keindahan (aho hyam mahāpūjā pralhādanavatī śubhā),
Dengan penyatuan dari pemasukan makhluk, secara cepat Kebangkitan tercapai (yatsattvāveśayogāddhi ksipram bodhiravāpyate)."

Kemudian sang Bhagavān Ratnasambhava Tathāgata, dalam menanggapi pemujaan dari sang Bhagavato Vairocana Tathāgata, masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Vajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Pemujaan Perhiasan Permata (ratnābharanapūjāsamayasambhavavajram nāma samādhim), dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya gadis penjaga pintu dari semua Tathāgata (sarvatathāgatapratīhārīm): Vajrapuspa (Bunga Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi susunan dari semua persembahan bunga (sarvapuspapūjāvyūhāh), menembus meliputi seluruh alam ruang angkasa  (sarvākāśadhātuspharanā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari susunan semua persembahan dari bunga itu (sarvapuspapūjāvyūhebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Dewata Vajrapuspa (vajrapuspadevatākāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di sudut sebelah kiri dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Tentu pemujaan bunga adalah Saya, yang melaksanakan semua penghiasan (aho hi puspapūjāham sarvālankārakārikā),
Pemujaan sifat alami permata dari Tathāgata dengan cepat tercapai (yattathāgataratnatvam pūjya ksipramavāpyate)."

Kemudian sang Bhagavān Lokeśvararāja Tathāgata, dalam menanggapi pemujaan dari sang Bhagavato Vairocana Tathāgata, masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Vajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Pemujaan Cahaya Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatālokapūjāsamayodbhavavajram nāma samādhim), dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya gadis utusan perwakilan dari semua Tathāgata (sarvatathāgatadūtīm): Vajra āloka (Cahaya Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi susunan dari semua persembahan cahaya (sarvālokapūjāvyūhāh), menembus meliputi seluruh alam dharma  (sakaladharmadhātuspharanā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari susunan semua persembahan dari cahaya itu (sarvālokapūjāvyūhebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Dewata Vajra āloka (vajrālokadevatākāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di sudut sebelah kiri dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Sayalah pemujaan yang sangat kuat, cahaya lampu ajaib yang indah (aho hyaham mahodārā pūjā dīpamayī śubhā),
Cepatlah persembahkan cahaya, mata dari semua Buddha diperoleh (yadālokavatī ksipram sarvabuddhadrśo labhed)."

Kemudian sang Bhagavān Amoghasiddhi Tathāgata, dalam menanggapi pemujaan dari sang Bhagavato Vairocana Tathāgata, masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Vajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Pemujaan Wewangian Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatagandhapajāsamayasambhavavajrannāma samādhim), dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya gadis pembantu dari semua Tathāgata (sarvatathāgatacetīm): Vajragandha (Wewangian Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi susunan dari semua persembahan wewangian (sarvagandhapūjāvyūhāh), menembus meliputi seluruh sistem dunia  (sarvalokadhātuspharanā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari susunan persembahan dari wewangian itu (gandhapūjāvyūhebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Dewata Vajragandha (vajragandhadevatākāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di sudut sebelah kiri dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! pemujaan wewangian ajaib dari surga adalah Saya, yang menyenangkan pikiran (aho gandhamayī pūjā divyāham manoramā),
Dengan wewangian dari Tathāgata, dengan cara itu diberikan keseluruh tubuh (yattathāgatagandho vai sarvakāye dadāti hi)."

Jalan masuk pengetahuan dari semua Tathāgata (sarvatathāgatajñānāveśā), samaya dari faktor kebangkitan yang besar (mahābodhyangasamcayā), cahaya dharma dari semua Tathāgata (sarvatathāgatadharmālokā), wewangian dari moralitas, meditasi, kebijaksanaan, pembebasan, pengetahuan dan penglihatan (śīlasamādhiprajñāvimuktivimuktijñānadarśanagandhā): Ini adalah pelaksana tindakan dari semua Tathāgata (sarvatathāgatājñākāryah).

Kemudian sang Bhagavān Vairocana kembali melalui Samaya dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayām) masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Sattvavajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Makhluk Besar Pengait (kuśamahāsattvasamayasambhavasattvavajrannāma samādhim)', dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya : Penguasa Semua Mudra Yang Sangat Banyak Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatasarvamudrāganapatim) : Vajrānkuśa (Pengait Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi semua Mudra yang sangat banyak dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasarvamudrāganā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari semua Mudra yang sangat banyak dari semua Tathāgata itu (sarvatathāgatamudrāganebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Mahā Bodhisattva Vajrānkuśa (vajrānkuśamahābodhisattvakāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di tengah pintu gerbang Vajra (vajradvāramadhye) dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato, menarik dengan pengait samaya dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayānākarsayanna) dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Tentu janji kait penarik dari semua Buddha adalah Saya, yang kukuh (aho hi sarvabuddhānām samākarsamaham drdhah),
Yang terbentuk untuk penarikan bersama himpunan semua Mandala (yanmayā hi samākrstā bhajante sarvamandalam)."

Kemudian sang Bhagavān kembali masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Sattvavajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Makhluk Besar Yang Menembus Kedalam Samaya Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayapraveśamahāsattvasamayasambhavasattvavajrannāma samādhim)', dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya : Pintu Masuk Kedalam Mudra Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatamudrāpraveśapratīhāram) : Vajrapāśa (Tali Jerat Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi Mudra yang sangat banyak untuk menembus kedalam samaya dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayapraveśamudrāganā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari Mudra yang sangat banyak untuk menembus kedalam samaya dari semua Tathāgata itu (sarvatathāgatasamayapraveśamudrāganebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Mahā Bodhisattva Vajrapāśa (vajrapāśamahābodhisattvakāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di tengah pintu gerbang permata (ratnadvāramadhye) dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato, memasukkan semua Tathāgata (sarvatathāgatām praveśayann) dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Tentu tali jerat Vajra yang dari semua Buddha adalah Saya, yang kukuh (aho hi sarvabuddhānām vajrapāśamaham drdhah),
Yang telah memasuki semua butiran debu, secara ajaib memasukkannya kembali (yatsarvānupravistāpi praveśyante mayā punah)."

Kemudian sang Bhagavān kembali masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Sattvavajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Makhluk Besar Rantai Dari Samaya Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayasphotamahāsattvasamayodbhavasattvavajrannāmasamādhim)', dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya : Lelaki Utusan Perwakilan Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatadūtam) yang bernama Ikatan dari Samaya dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayabandhannāma) : Vajrasphota (Rantai Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi Mudra yang sangat banyak untuk mengikat Samaya dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasamayabandhamudrāganā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari semua Mudra yang sangat banyak untuk mengikat Samaya dari semua Tathāgata itu (sarvatathāgatasamayabandhasarvamudrāganebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi tubuh dari sang Mahā Bodhisattva Vajrasphota (vajrasphotamahābodhisattvakāyah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di tengah pintu gerbang Dharma (dharmadvāramadhye) dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato, memasukkan semua Tathāgata (sarvatathāgatām praveśayann) dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Tentu rantai Vajra yang dari semua Buddha adalah Saya, yang kukuh (aho hi sarvabuddhānām vajrasphotamaham drdhah),
Menyebabkan yang terbebas dari semua ikatan, demi keuntungan makhluk menjadi ingin terikat (yatsarvabandhamuktānām sattvārthād bandha isyate)."

Kemudian sang Bhagavān kembali masuk kedalam 'Samadhi yang bernama Sattvavajra Yang Lahir Dari Samaya Dari Makhluk Besar Pintu Masuk Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatāveśamahāsattvasamayasambhavasattvavajrannāma samādhim)', dimana ada muncul keluar dari hrdaya-Nya : Pelayan Dari Semua Mudra Dari Semua Tathāgata (sarvatathāgatasarvamudrācetam) : Vajrāveśa (Pintu Masuk Vajra)

Segera ketika itu telah muncul keluar dari hati semua Tathāgata, sang Bhagavān Vajradhara menjadi semua Mudra yang sangat banyak dari semua Tathāgata (sarvatathāgatasarvamudrāganā). Ketika itu telah muncul, ada muncul keluar dari semua Mudra yang sangat banyak dari semua Tathāgata itu (sarvatathāgatasarvamudrāganebhyah) wujud dari para Tathāgata yang sama banyaknya seperti bintik debu dari semua sistem dunia, yang kemudian bergabung dan menjadi Satu, menjadi wujud dari sang Mahā Bodhisattva Vajrāveśa (vajrāveśamahābodhisattvavigrahah), yang mengambil tempat-Nya di lingkaran bulan di tengah pintu gerbang Perbuatan (karmadvāramadhye) dari paviliun tingkat atas yang puncaknya terbuat dari Permata Mani Vajra dari sang Bhagavato, memasukkan semua Tathāgata (sarvatathāgatām praveśayann) dan mengucapkan udāna ini :

"Ah ! Tentu pintu masuk Vajra yang dari semua Buddha adalah Saya, yang kukuh (aho hi sarvabuddhānām vajrāveśamaham drdhah),
Dengan menjadi penguasa atas semuanya, lalu juga menjadi pelayan (yatsarvapatayo bhūtvā cetā api bhavanti hi)."

Pengait yang menarik semua Tathāgata (savatathāgatasamākarsanam), pemasukan (praveśo), pengikatan (bandhah), penaklukkan (vaśīkaranam): Ini adalah pelaksana perintah dari semua Tathāgata (sarvatathāgatājñākarāh).
« Last Edit: April 28, 2018, 08:19:41 am by ajita »