

Bab II
Mantralaksana (Ciri-ciri Mantra)
Kemudian sang Vajradhara, Yang terhiasi dengan pertanda baik (subhamanditam), Yang layak disembah oleh semua Vidyādhara dan Bodhisattva yang berbelas kasih besar, menyapa sang Mahāvīrya Vajra Krodha Kundalin dengan berkata : "Sangat baik, sangat baik, Maha Krodha! Anda telah melakukan dengan sangat baik untuk bertanya kepada Saya pertanyaan seperti itu. Dengarlah dengan konsentrasi dan penuh perhatian pada Hukum tertinggi yang mulia ini. Penghasil Siddhi yang menakjubkan (susiddhikara) ini memiliki lima jenis penghiasan (pancalamkara dharma) : yang pertama disebut Semangat Yang Besar (mahāvīrya); yang kedua disebut Raja Pengetahuan (vidyārāja); yang ketiga disebut Melenyapkan Rintangan (avaranapraksina); yang keempat di sebut Menyelesaikan Semua Perbuatan Yang Berani (sarvabhayakarmakrta); yang kelima disebut Melakukan Semua Mantra (sarvamantravartayati); Susiddhi ini adalah demikian bahwa jika anda tidak berhasil ketika menjalani Ritual Mantra yang lain, anda harus membaca Mantra dari Ajaran ini, yang dalam hal ini anda akan memperoleh keberhasilan dengan cepat. Diantara Tiga Keluarga (trikula: Buddha, Padma, Vajra), Ajaran ini adalah Rajanya. Ia juga mampu menyelesaikan semua cara dari perbuatan, yaitu : perbuatan dari perlindungan diri, mengikat perbatasan (menetapkan garis batas Mandala dalam ritual Mantrayana), penarikan (akarsana), juga perbuatan dari penyembahan, pertolongan, hukuman, pengajaran, dan semua Mantra menjadi berhasil."
"Selanjutnya, diantara Hrdaya Mantra, yang memiliki tiga huruf
HUM adalah yang juga mampu menyelesaikan semua perbuatan ritual seperti yang telah dijelaskan tadi."
"Hrdaya Mantra dengan tiga huruf
HUM adalah:
OM KRODHANA HUM JAH 
(OM Yang Murka HUM JAH)."

"
NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM - SUSIDDHIYA SIDDHIYA - SĀDHAYA, SUSIDDHI KARA HŪM HŪM HŪM PHAT PHAT PHAT (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM Jadilah Keberhasilan Yang Menakjubkan, Buatlah Keberhasilan, Hasilkanlah Siddhi Yang Menakjubkan HUM HUM HUM PHAT PHAT PHAT)."
"
OM SRUTI SMRTI DHARANI HUM HAH 
(OM Dengarlah Penuh Perhatian DHARANI HUM HAH)."
Gunakan Hrdaya Mantra ini, sang Raja Tiga Huruf
HUM, percikkan air untuk membersihkan tubuh.
"Selanjutnya, ritual untuk Siddhi yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih rendah adalah yang sama seperti yang telah dijelaskan di dalam Ajaran Sutra lainnya. Dia yang menginginkan keberhasilan Siddhi harus memahami ritual Mantra yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih rendah. Ajaran ini merangkul ritual Mandala yang dilaksanakan di dalam seluruh Tiga Keluarga. Mantra dari Keluarga Buddha (Buddha-kulāya-mantra) adalah untuk Pelenyapan Bencana (Śāntika); Mantra dari keluarga Avalokiteśvara (Avalokiteśvara-kulāya-mantra) adalah untuk Peningkatan Keuntungan (Paustika); Mantra dari Keluarga Vajra (Vajra-kulāya-mantra) adalah untuk Penaklukkan (Abhicārika). Dari ketiak (kaksa) sampai hingga puncak mahkota kepala (mukuta) adalah yang sesuai dengan tingkat yang tinggi [dari Siddhi]; Dari pusar perut (nami) sampai hingga ke ketiak adalah yang sesuai dengan tingkat yang menengah; Dari telapak kaki (pada) hingga sampai ke pusar perut adalah yang sesuai dengan tingkat yang lebih rendah; Diantara Mantra, anda juga harus membedakan tiga jenis pencapaian, dan tiga keluarga adalah masing-masing dibagi menjadi tiga, ini, anda harus memahami sepenuhnya. Diantara Mantra dari tiga keluarga, yang dari Vidyaraja adalah untuk pencapaian yang lebih tinggi. Mantra dari para utusan (dhuta), pelayan laki-laki (ceta), pelayan perempuan (ceti) dan seterusnya adalah untuk pencapaian yang lebih rendah. Mantra yang dibabarkan oleh para Dewata lainnya adalah untuk pencapaian yang menengah. Ritual untuk tiga jenis perbuatan yang pertama adalah ritual Śāntika, yang kedua adalah ritual Paustika, yang ketiga adalah ritual Abhicārika. Semua ritual ini ditemukan di dalam masing-masing dari tiga keluarga, anda harus sepenuhnya mengetahui bagaimana membedakan tata cara mereka."
Didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Ibu Buddha (Buddha-matrka-mantra), yang bernama Buddhalocanā (mata Buddha), gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantranya adalah :
NAMO BHAGAVATE USNĪSĀYA OM RURU SPHURU JVALA TISTA SIDDHA LOCANI, SARVA ARTHA SĀDHANI SVĀHĀ (Menyembah hormat kepada sang Bhagavati Mahkota OM, mengaum ! bercahaya ! menyala ! menghuni ! Mata yang terang ! Mencapai semua tujuan ! SVAHA). Ini dibaca tiga kali.
Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Mantra dari Ibu Avalokiteśvara (Avalokiteśvara-matrka-mantra), yang bernama Pāndaravāsinī (berjubah putih), gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra dari Ibu Avalokiteśvara adalah :
Darsanasparsanabhyavasravasmaranena ca syam aham sarvasattvanam sarvavyadhicikitsaka, tadyatha : (Dengan melihat, menyentuh, mendengar, dan mengingat, semoga saya menjadi penyembuh semua penyakit dari semua makhluk ! Yaitu : )
NAMO RATNA -TRAYĀYA OM KATE VIKATE KAMKATE KATA VIKATE KAMKATE BHAGAVATI VIJAYE SVĀHĀ. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, OM KATE VIKATE KAMKATE - KATA VIKATE KAMKATE, Bhagavati Yang Menang ! SVAHA). Ini dibaca tiga kali.
Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Mantra dari Ibu Vajradhāra (Vajradhāra-mātrka-mantra), yang bernama Māmakī, gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra dari Ibu Vajra adalah :
NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -YAKSA -SENAPATĀYE NAMO LOKATHĀ ŚRĪYE NAMAH ŚANKARE ŚĀNTI KARE TRĪM TRĪM KUŚINA GANDAYA DUTINĀM SVĀHĀ.
NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -YAKSA -SENAPATĀYE, OM KULAMDHARI BANDHA BANDHA HUM PHAT (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM, Pemegang Keluarga ! Ikat, ikat ! HUM PHAT). Ini dibaca tiga kali.
Selanjutnya, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Vidyārāja, sang Vidyārāja itu bernama Vijayosnisa (Mahkota Kemenangan), gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :
NAMO APRATIHATA USNĪSĀYA SARVATRA APARĀJITĀYA SAMAYA SAMAYA ŚĀNTI DADE DHARMA-RĀJA BHASITE MAHĀ- MANIYE SARVA-ARTHA-SĀDHAYA SVĀHĀ. (Terpujilah Mahkota Yang Tidak Bisa Dihalangi, Yang Tidak Terkalahkan Dimanapun, Sang Samayanya Samaya, Sang Pemberi Kedamaian, Sang Pembicara Raja Dharma, Sang Permata Besar, Yang Mencapai semua tujuan ! SVAHA)
NAMAH SAMANTA BUDDHANAM, OM BHRUM NAMAH (Menyembah hormat kepada semua Buddha! OM, BHRUM, Terpujilah !)
Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Hayagriva (leher kuda), gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :
OM AMRTA-UDBHAVA NAMAH SVAHA (OM, Yang Lahir Dari Nektar, Terpujilah ! SVAHA)
Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Sumbha, gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :
NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA-VAJRA-PĀNAYE OM SUMBHA NISUMBHA HŪM GRHNA GRHNA HŪM GRHNA APAYA HŪM ĀNAYA HOH BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT NAMAH. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, OM SUMBHA, NISUMBHA HUM, Tangkap ! Tangkap ! HUM ! Tangkap Dengan Keras ! HUM ! Bawalah ! HOH ! Bhagavan Raja Pengetahuan HUM PHAT ! Terpujilah !).
NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM SUMBHA NISUMBHA HŪM GRHNA GRHNA HŪM ĀNAYA HUM BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT NAMAH.Lalu, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mahā Krodha yang bernama Aparajita (tidak terkalahkan), gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :
OM HULU HULU CANDARI MATANGI SVĀHĀ
HUM PHAT VAK VAK CINA SICIK HUM PHAT
Didalam Keluarga Padma, Mahā Krodha bernama Sivāvaha, gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :
NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMO MAHĀ-ŚRĪYĀYE, OM ŚAKTIYE RĀMAYE SAUME SIDDHI SIDDHI SĀDHAYA ŚIVE ŚIVE _ ŚIVAM ME_ ŚIVAṂ KARE ABHAHA SARVA-ARTHA-SĀDHANI SVĀHĀ.HUM PHAT HRIH HUM PHATDidalam Keluarga Vajra, Mahā Krodha bernama Kundalin (Amrtakundalin), gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :
NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMAHŚ CANDA MAHĀ-VAJRA-KRODHĀYA, OM HULU HULU TISTA TISTA BANDHA BANDHA HANA HANA AMRTE HŪM PHAT. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Yang Murka, sang Kemurkaan Vajra Yang Besar, OM, Hantam, hantam ! Menetaplah, menetaplah ! Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Yang abadi ! HUM PHAT !)
NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -YAKSA - SENAPATĀYE, OM AMRTA KUNDALI KHA KHA KHA KHA, KHAHI KHAHI, TISTA TISTA, BANDHA BANDHA, HANA HANA, GARJA VIGARJA, VISPHOTAYA SPHOTAYA, SARVAVIGHNAVINAYAKAN MAHAGANAPATI JIVITANTAKARAYA HUM PHAT. (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM, sang Kundali yang abadi ! Telan, telan, telan, telan ! Telanlah, telanlah ! Menetaplah, menetaplah ! Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Mengaum, mengaumlah ! Belah berkeping-keping, belah semua rintangan ! sang Pelenyap rintangan ! Dia yang membunuh penguasa besar ! HUM PHAT !)
Selanjutnya lagi, mungkin ada Mantra yang tidak termasuk Tiga Keluarga. Orang membedakan tiga jenis dari perbuatan ritual - Śāntika dan seterusnya - sesuai dengan kata dari Mantra. Jika Mantra memiliki kata 'Śanti Kuru (membuat keberuntungan)', kata 'Susiddhi Kuru (membuat Siddhi yang menakjubkan)', kata 'Sama (menghapus)', kata 'Prasama (murni)', kata 'Upasama (menghapus lebih jauh)', atau kata 'Svaha (berseru)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Śāntika.
Jika ia memiliki kata 'Pusti (meningkatkan keuntungan)', kata 'Laksmin (pertanda baik)', 'Dada (memberi)', atau 'Urja (kuat)', atau kata 'Bala (kekuatan)', 'Vrddhi (meningkatkan)', 'Rupa (bentuk)', 'Medhā (kecerdasan)', 'Dhana (harta kekayaan)', 'Dhanya (gudang gandum)', 'Hiranya (emas)', 'Grama (desa)', 'Nagara (kota)', 'Rāstra (wilayah)', 'Rājya (Penguasa)' atau 'Dada (menyumbang)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Paustika.
Jika ia memiliki kata 'Hum' atau kata 'Hana (bunuh)', 'Phat (patahkan)', 'Matha (hancurkan)', 'Bhānja (remukkan)', 'Uccātaya (hukum)', 'Utsāhaya (tahan)', 'Sosaya (keringkan)', 'Māraya (bunuh)', 'Khādaya (telan)', 'Kilaya (tusuk)', 'Chedaya (belah)', 'Bhasmi (jadikan debu)' atau 'Kuru (lakukan)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk Abhicārika.
Selanjutnya, jika ada Mantra yang memiliki arti 'Belas-kasih' atau 'Kebaikan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Śāntika; jika ada Mantra yang memiliki arti 'Kekerasan' atau 'Kemurkaan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Abhicārika; dan jika ada Mantra yang memiliki arti bukan 'Belas-kasih' maupun 'Kekerasan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Paustika.
Lagi, jika ingin cepat menyelesaikan Śāntika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Buddha; jika ingin cepat menyelesaikan Paustika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Padma (Bunga Teratai : Avalokiteśvara); Dan jika ingin cepat menyelesaikan Abhicārika, Anda harus menggunakan Mantra dari Keluarga Vajra.
Selanjutnya, Sutra ini adalah yang mendalam dan yang menakjubkan, sama seperti Devanya para deva, Ia adalah yang terbaik diantara Mantra yang terbaik. Jika Anda tinggal berdiam dengan aturannya, tidak akan ada perbuatan yang tidak bisa Anda selesaikan. Walaupun Sutra ini milik Vajra-kulā yang lebih rendah, karena dengan menjunjung titah dari Buddha-Dharma, Ia menyelesaikan segala sesuatu. Ia juga mampu menyelesaikan ritual dari dua kulā yang lebih tinggi. Itu adalah, sebagai contoh, sama seperti Raja yang bertindak sesuai dengan titah; Aturannya adalah yang sama dan harus dipahami sesuai dengan makna itu.
Jika ada Mantra yang, walaupun kata-katanya sedikit jumlahnya, memiliki kata '
OM 
' di permulaan dan memiliki kata '
SVAHA 
' di akhir, Anda harus menyadari bahwa Mantra itu adalah yang mampu dengan cepat menyelesaikan ritual Śāntika. Atau, jika ada Mantra yang memiliki kata '
HUM 
' di permulaan dan memiliki kata '
PHAT 
' di akhir, atau memiliki huruf '
RBHU 
', setiap Mantra yang memiliki kata-kata ini dengan cepat mendatangkan keberhasilan di dalam ritual Abhicārika. Atau, jika ada Mantra yang tanpa kata '
OM' di permulaan dan tanpa kata '
SVAHA' di akhir, atau tanpa kata '
HUM', tanpa kata '
PHAT', atau tanpa huruf '
RBHU', Anda harus menyadari bahwa Mantra itu adalah yang mampu dengan cepat menyelesaikan ritual Paustika.
Selanjutnya, jika orang ingin menundukkan berbagai jenis Mara dan iblis āveśa, dia harus menggunakan Mantra yang dijelaskan oleh para utusan (dhūta), pelayan laki-laki (cetaka), dan seterusnya, karena dia akan cepat memperoleh keberhasilan. Lagi, jika ada Mantra dari Keluarga (kula) yang lain, yang dikatakan mampu menyelesaikan segala sesuatu, itu hanya mampu menyelesaikan apa yang diajarkan untuk kula tertentu itu dan jangan menerapkannya pada kula yang lain. Lagi, ada Sutra yang di dalamnya menyatakan bahwa Mantra tertentu di jelaskan dalam rangka melenyapkan racun atau penyakit tetapi juga dapat melenyapkan penderitaan yang lainnya; Anda harus menyadari bahwa [Mantra] itu cocok untuk semua penggunaan.
Anda harus sepenuhnya kenal dengan kula [pemilik Mantra], harus sepenuhnya terbiasa dengan keadaan dimana Mantra digunakan, juga harus mengetahui kemanjuran Mantra, dan Anda harus sepenuhnya mengerti bagaimana mempraktekkan ritual Mantra. Ciri-ciri Mantra dari ritual tertentu harus sesuai dengan apa yang Anda cari, dan jika membaca para Mantra itu, maka Anda akan mendapatkan keberhasilan.

Samantabhadra Maha Bodhisattva

Ksitigarbha Maha Bodhisattva
BAB III
Acārya-laksana (ciri-ciri Acārya)
"Selanjutnya, Saya sekarang akan menjelaskan ciri-ciri dari seorang ācārya. Karena semua Mantra diperoleh melalui Dia, ketahuilah bahwa seorang ācārya adalah landasan yang sangat mendasar [dari semua praktek].
"Apa ciri-ciri-Nya? Anggota tubuh-Nya berbentuk bagus, Dia dihiasi dengan pahala kebajikan; Sepenuhnya memahami persoalan duniawi dan yang melampaui duniawi; Selalu tinggal berdiam menurut Dharma dan tidak melakukan apapun yang bertentangan dengan Dharma; Diberkahi dengan belas kasih yang besar (Mahā Karunā) dan mengasihani para makhluk hidup; Telah dilahirkan dan dibesarkan di dalam keluarga yang mulia; Berdisiplin dalam sifat alaminya dan ramah; Semua yang tinggal bersama dengan-Nya memperoleh kebahagiaan; Pandai, bijaksana, dan tanpa rintangan di dalam kelancaran berbicara-Nya; Memiliki kesabaran dan tanpa keangkuhan diri; Dia selalu menginginkan Mahāyāna dan memahami maknanya yang halus; Memiliki keyakinan yang mendalam di dalam pintu gerbang menuju ke rahasia; Bahkan jika hanya dengan pelanggaran yang kecil, Dia tetap akan dikuasai ketakutan yang besar; Dia sepenuhnya lembut di dalam tindakan dari tubuh, ucapan dan pikiran-Nya; Selalu senang membaca Sutra Mahāyāna dan tinggal berdiam menurut ajaran Dharma itu; Tekun membaca Mantra dengan tanpa gangguan; Siddhi yang Dia laksanakan semuanya berhasil dengan baik; Juga harus sepenuhnya memahami bagaimana menggambar Mandala; Dia selalu dilengkapi dengan empat cara penarikan (Catvāri-samgraha-vastūni : memberi (dana), ucapan yang ramah (priya-vacana), perbuatan yang menguntungkan (artha-carya), dan kesamaan derajat (samanarthata)); Karena Dia mencari yang tertinggi (Anuttarāh Samyaksambodhi), tidak menginginkan tujuan-tujuan yang kecil; Dia selamanya terbebas dari kekikiran; Dia sebelumnya telah memasuki Mahā Mandala dan menerima Abhiseka; Lagi, kebajikan Dia telah dipuji oleh Gurunya [dengan kata-kata ini] : 'Anda bisa berangkat sekarang, telah terbukti diri Anda cocok dianugerahkan Abhiseka dan menjadi Acārya', dan, setelah memperoleh pengesahan ini, Dia sudah memenuhi syarat untuk membangun Mandala dengan tangannya sendiri sesuai dengan tata cara dan juga memenuhi syarat untuk menganugerahkan Mantra kepada murid. Jika Anda mengandalkan Orang seperti itu [sang Acārya], Mantra yang diterima [dari-Nya] ]akan secara cepat mendatangkan keberhasilan. Dari hal ini, Anda harus tidak memiliki keraguan apapun. Jika Anda membaca Mantra pada kewenangan diri sendiri tanpa melalui guru (Upādhyāya) atau Acārya, Anda akan mengerahkan diri dalam kesia-siaan dan tidak akan pernah memperoleh hasil apapun."
"Kalau murid, ia harus memandang sang Acārya seperti Dia adalah sang Tiga Permata (Ratna-trayāya) atau sang Bodhisattva dan seterusnya, karena Dia adalah perlindungan (Śarana) yang mampu menganugerahkan [Dharma itu], dan untuk semua hal yang baik, Dia adalah penyebab utamanya (Hetu). Kehidupan Anda yang sekarang akan bahagia dan akan memperoleh hasilnya di kehidupan masa depan. Dengan mengandalkan sang Acārya, itu tidak akan menjadi lama untuk memperoleh Anuttarā-samyaksambodhi. Untuk alasan ini, Dia [Ācārye] adalah yang sebanding dengan Buddha, dan oleh karena itu Anda menjadi murid-Nya. Jika, dalam melayani sang Acārya, Anda tanpa lalai dan menerapkan diri sendiri dengan tanpa kesalahan, maka Vidya-rāja dan Vidya-rājρī yang telah dianugerahkan kepada Anda akan mendatangkan Siddhi. Untuk hal ini, tiada keraguan apapun."