Author Topic: Maha Vairocana Abhisambodhi Vikurvit Adhisthana Vaipulya Sutrendraraja Nama Mahayana Suttram  (Read 2423 times)

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



Bab V
Perbuatan Mantra

Kemudian sang Mantra yogin, setelah selesai membaca dengan aturan yang sesuai, harus lagi sesuai dengan perbuatan sebelumnya memberdayakan dirinya sendiri sehingga Dia menjadi wujud Vajrasattva, pikirkan pahala kebajikan yang tidak terukur dari yang sangat banyak sekali para Buddha dan Bodhisattva, bangkitkan pikiran kasih sayang yang besar (maha karuna) terhadap alam makhluk yang tidak habis-habisnya, dan buat persembahan menurut kemampuannya. Setelah membuat persembahan, Dia harus kemudian dengan pikiran tunggal menggabungkan telapak tangannya (anjali) dan dengan nyanyian Vajra dan kata-kata luhur lainnya memuji kebajikan sejati dari Tathagata.

Kemudian, dengan segala kebaikan yang telah dilakukan, Dia menyalurkannya dan membuat sumpah, mengucapkan kata-kata ini: "Sama seperti Maha Buddha Bhagavan menyalurkan kebajikan yang Dia capai, pahami, dan himpun pada Anuttara Sambodhi, demikiann juga yang Saya lakukan sekarang, memberikan seluruh kumpulan kebajikan Saya kepada makhluk di dharmadhatu untuk memungkinkan mereka semua untuk menyeberangi lautan kelahiran dan kematian semuanya bersama-sama, mencapai jalan kemahatahuan (sarvajnana), memenuhi semua dharma dari keuntungan diri sendiri dan menguntungkan orang lain, dan tinggal berdiam di tempat tinggal yang besar dari Tathagata (huruf yang tanpa awal A). Ini tidak berarti bahwa Saya mencari Bodhi demi diri sendiri saja. Selama Saya mengulangi kelahiran dan kematian untuk menyelamatkan makhluk sehingga mereka bisa sama-sama memperoleh sarvajnana, Saya akan selalu memupuk kebajikan (guna) dan pengetahuan (jnana) tanpa terlibat dalam tindakan lainnya. Saya berdoa agar kami bisa mencapai kebahagiaan tertinggi dan bahwa pencarian Siddhi akan semuanya disempurnakan, terbebas dari hambatan."

Selain itu, Dia berpikir lebih jauh: "Biarlah Saya dengan cepat diberkahi dengan berbagai permata murni dan menakjubkan, baik yang di dalam maupun diluar, dan Saya sendiri menghiasi dengan itu. Semoga itu terus menerus dan tanpa terputus mengalir ke mana-mana dan dengan alasan ini memenuhi setiap keinginan dari semua makhluk."

Dengan demikian itu telah dijelaskan secara singkat. Ketika berlatih lebih luas, yang harus Anda lakukan adalah seperti yang dijelaskan di dalam Sumpah Perbuatan Samantabhadra (Bhadracaryāpranidhāna) dan Sutra lainnya dari Mahayana, melafalkannya dengan tekad. Atau sebagai kemungkinan lain, mengatakan: "Sama seperti para Buddha dan Bodhisattva membangkitkan sumpah kasih sayang yang besar pada apa yang Mereka sendiri capai, demikian juga Saya membuat sumpah."

Selanjutnya, Anda harus mempersembahkan air argha. Bentuk anjali penghormatan, tempatkan di atas kepala Anda, pikirkan tentang kebajikan sejati dari para Buddha dan Bodhisattva, buat persembahan dengan ketulusan, dan ucapkan syair-gatha ini:

"Untuk semua Orang yang telah lama terbebas dari segala kesalahan, yang tubuhnya dihiasi dengan kebajikan yang tidak terukur,
Dan yang berniat membawa keuntungan kepada para makhluk, sekarang Saya berlindung dan membuat penyembahan kepada Mereka semua."

Selanjutnya, Anda harus menyapa para Makhluk Suci itu, ucapkan syair-gatha ini:

"Para Buddha hadir di sini, para Bodhisattva penyelamat dunia,
Dan Orang-orang yang telah mencapai tahap khusus tanpa menghentikan ajaran Mahayana,
Saya berdoa bahwa para Dewata suci yang sangat banyak akan mengakui Saya dengan pasti,
Dan semoga masing-masing, sesuai dengan tempat tinggal Mereka, kemudian berkenan untuk datang lagi dengan belas kasihan."

Kemudian, dengan menggunakan Mantra dari Samaya dan Guhya Mudra, Anda harus melepaskan [Mudra] di atas kepala Anda dan menimbulkan pemikiran bahwa semua perlindungan dan pemberdayaan [yang dilakukan sebelumnya dengan Mantra dan Mudra] telah dilepaskan. Dengan cara bijaksana ini, para Dewata yang sebelumnya dipanggil, masing-masing kembali ke tempat tinggal Mereka, jika sebaliknya [jika tidak dilepas] Mereka akan terdorong untuk menetap karena sumpah besar Mereka yang tiada bandingan.

Selanjutnya, gunakan [Mantra dan Mudra] sifat alami (svabhava) dari dharmadhatu untuk memberdayakan diri Anda sendiri, pikirkan tentang pikiran Bodhi yang murni, dan tinggal berdiam di dalam wujud Vajrasattva. Vidya dan Mudra untuk ini telah dijelaskan pada Bab II. Ketika Anda telah selesai membaca, berdayakan diri Anda sendiri dengan tiga Mudra itu, dan semua pintu gerbang untuk praktek Mantra telah selesai, aturan akan semuanya telah terpenuhi.

Kemudian, sesuai dengan cara bijaksana sebelumnya, Anda harus memvisualisasikan huruf dari dharmadhatu (yaitu, RAM), tandai bagian atas kepala Anda dengan itu. Pakai baju perisai Vajra, dan karena perhiasan rahasia ini, Anda akan menjadi yang tidak bisa dihancurkan, sama seperti sifat alami Vajra. Semua orang yang mendengar suara atau melihat atau menyentuh Anda pasti akan terdirikan di dalam Anuttara Samyak Sambodhi, dengan semua jasa kebajikan sepenuhnya tercapai, dan Anda akan sama dengan Bhagavan Vairocana, tidak ada perbedaan.

Selanjutnya, bangkitkan pikiran kemajuan dan praktekkan perbuatan khusus. Di tempat yang bersih yang dihiasi dengan bunga-bunga yang wangi, pertama, buat diri Anda sendiri menjadi sang Bodhisattva Avalokitesvara atau tinggal berdiam di dalam sifat alami dari Tathagata dan, ikuti cara bijaksana yang sebelumnya, berdayakan [diri Anda] dengan Mantra dan Guhya Mudra. Kemudian, dengan pikiran pemberian Dharma (dharmadana), bacalah dengan suara keras Vaipulya Sutra dari Mahayana atau bacakanlah di dalam pikiran Anda dan undang para Dewata surga dan sebagainya untuk mendengarnya. Seperti yang dikatakan di dalam syair-gatha ini:

"Dalam Sarva Tathagata Tattva Samgraha Sutra diajarkan bahwa Avalokitesvara, yang bermata bunga teratai,
Sama persis dengan semua Buddha, tubuh dari perhiasan yang tidak habis-habisnya.
Atau sebagai kemungkinan lain, gunakan Guru Pembimbing dunia, yang berdaulat atas semua dharma,
Dan, ambil salah satu dari nama-nama Mereka, lakukan pemberdayaan dengan sifat alami asli Mereka."

Bija Hrdaya dari Avalokitesvara adalah: Namah samanta buddhānām, sah. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! SAH !).

Arti sesungguhnya dari pintu gerbang huruf ini adalah bahwa semua dharma adalah yang tanpa noda:
Dengan mengucapkan bunyi suara itu, Anda harus melakukan visualisasi seperti itu.
Penampilan tubuh mistik untuk ini adalah yang disebut sebagai Mudra bunga teratai,
Sama seperti kursi yang dipersembahkan sebelumnya, Saya sudah menjelaskannya secara terpisah.

Selanjutnya, Mantra dari Avalokitesvara adalah: Namah samanta-buddhānām, sarva-tathagatāvalokita karunāmaya ra ra ra hum jah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Tatapan dari semua Tathagata! Yang terbentuk dari belas-kasih! RA RA RA HUM JAH! Swaha! ).

Sama seperti sebelumnya, tempatkan Hrdaya-bija dari dharmadhatu (yaitu, RAM) di atas kepala Anda, gunakan Mantra dan Guhya Mudra ini untuk pemberdayaan, dan untuk yang terbaik dari kemampuan Anda, bacakanlah Sutra Dharma atau bangunlah Caitya, Mandala, dan seterusnya. Ketika apa yang harus dilakukan telah diselesaikan, selanjutnya, bangkitlah dari kursi Anda, dan dengan wajah yang damai Anda harus hadir untuk urusan manusia.

Kemudian, untuk mendapatkan makanan bagi tubuh Anda, pergilah ber-pindapatra untuk makanan, atau itu diperoleh melalui undangan dari dānapati atau di dalam Sangha. Anda harus menghindari ikan, daging, sayuran yang berbau kuat, dan sisa-sisa persembahan kepada Dewata dan Buddha, serta berbagai macam sisa yang tidak bersih. Anda juga harus tidak menelan minuman keras anggur atau jus dari buah pohon yang dapat memabukkan orang.

Selanjutnya, sajikan potongan makanan lezat, persembahkan kepada Dewata Anda, dan lakukan ritual makanan sesuka Anda. Jika ada makanan yang tersisa, maka sisihkan sejumlah kecil untuk menghilangkan kelaparan dan yang membutuhkan. Anda harus membangkitkan pikiran ini: "Dalam rangka mempertahankan organ fisik Saya dan berlatih Jalan dalam ketenangan, Saya menerima potongan makanan ini, sama seperti pasak roda kereta yang diminyaki agar untuk membuatnya mencapai tujuan tanpa mogok. Saya harus tidak dikarenakan oleh rasa makanan menjadi terombang-ambing dalam pikiran dan tidak menimbulkan pikiran dari kenikmatan atau menghias tubuh. "Kemudian visualisasikan Hrdaya-Bija dari dharmadhatu, sepenuhnya memurnikan makanan, dan dengan Karma Vajra berdayakanlah diri Anda sendiri : Bija untuk ini adalah sama seperti Mantra untuk huruf VAM yang telah dijelaskan [dalam Bab III]. Kemudian bacalah Vidya untuk menganugerahkan sepuluh kekuatan sebanyak delapan kali, dan makanlah makanan itu. Vidya ini adalah: Namah sarva buddha bodhisattvānām, om balam dade tejomālini svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha dan Bodhisattva! OM, sang Pemberi kekuatan! Yang dilingkari dalam kemegahan! Svaha!)

Tinggallah berdiam demikian, pertama, capailah yoga dari Dewata Anda. Ketika Anda telah selesai makan, berikan sisa makanan yang telah tersentuh kepada orang yang berhak untuk memakannya dengan Mantra-hati untuk mencapai semua perbuatan. Anda harus menggunakan Mantra dari Arya Acala, yang mutlak sempurna dan paling murka. Anda harus membacanya sekali, dan penerima itu akan bersukacita, terus mengikuti sang yogin, dan berpikir untuk melindunginya. Mantra itu adalah: Namah samanta vajrānām, trat amogha canda mahārosana sphotaya hum tramaya tramaya hum trat ham mam. (Menyembah hormat kepada semua Vajra! TRAT, yang mutlak sempurna, ganas, murka besar! Belah berkeping-keping! HUM! Bingungkan, bingungkan! HUM TRAT HAM MAM!)

Setelah selesai makan, beristirahatlah sebentar, dan kemudian Anda harus kembali menyembah para Buddha dan bertobat dari dosa-dosa Anda untuk memurnikan pikiran Anda. Lakukan tindakan rutin dengan cara ini, serta bacalah Sutra dengan keras seperti sebelumnya, dan selalu berkutat dengan demikian. Begitu juga di dalam bagian hari terakhir.

Pada waktu pertama dan waktu akhir dari malam hari, pikirkanlah Mahayana secara tidak terputus. Saat mencapai waktu tengah malam, pakailah baju perisai Vajra dengan Karma Vajra sama seperti sebelumnya dan beri penghormatan kepada semua Buddha dan Maha Bodhisattva. Lalu Anda harus membuat persembahan dengan pikiran sesuai dengan aturan dan bentuklah pikiran ini: "Karena Saya mencari penyebab dan kondisi yang paling penting (yaitu, Bodhi) demi semua makhluk, Saya akan tidur sebentar untuk menjaga tubuh ini. Ini bukanlah karena mendambakan kesenangan tidur."

Pertama, Anda harus mengatur sikap tubuh Anda dan berbaringlah di sisi kanan Anda dengan kedua kaki ditempatkan satu di atas yang lain. Jika anggota tubuh Anda menjadi lelah, Anda bisa berbalik sesuka Anda tanpa pelanggaran. Agar untuk membuat diri Anda bangun dengan cepat, Anda harus selalu menetapkan pikiran pada sesuatu yang terang. Selain itu, Anda harus tidak berbaring di tempat tidur.

Selanjutnya, pada hari-hari lain juga berlatih dengan cara ini. Sang Mantra-yogin, dengan tidak mengabaikan aturan dan berlatih dengan tekun tanpa gangguan, memperoleh pengangkatan sebagai Yang mengolah praktik Bodhisattva melalui Mantrayana. Jika, dalam ritual pembacaan dengan jumlah, kali, perwujudan dari tanda-tanda, dan seterusnya, Anda melakukan cara bijaksana pendahuluan dan mempraktekkan secara penuh tindakan khusus, tetapi tetap saja tidak berhasil, Anda harus menegur diri sendiri dan melipatgandakan usaha Anda; Jangan menimbulkan pikiran rendah diri dan berkata, "Cara ini tidak cocok untuk Saya." Dengan cara ini, Anda mengembangkan kemauan, menguntungkan diri sendiri dan menguntungkan orang lain, dan tidak pernah menghabiskan waktu Anda dalam kesia-siaan. Karena Yogin adalah yang tekun dan tidak pernah beristirahat, para Makhluk suci menerangi pikirannya, dimana Dia mengalami pembentukan kedewataan yang mengagumkan dan memperoleh kebebasan dari hambatan.

Dalam hal ini, ada dua hal yang Anda harus tidak tinggalkan. Yaitu, Anda harus tidak meninggalkan para Buddha dan Bodhisattva, maupun pikiran membawa keuntungan kepada para makhluk yang tidak habis-habisnya. Pikiran Anda tidak pernah goyah dalam keinginan untuk sarvajnana, dan untuk alasan ini, Anda pasti akan mencapai Siddhi yang tepat.

Selalu mengandalkan ritual bagian dalam untuk mandi;
Anda harus tidak melekat pada ritual untuk pemurnian bagian luar.
Timbulkan keraguan tentang makanan yang telah tersentuh dan sebagainya:
tidak ada [makanan] seperti itu yang harus dipertimbangkan.
Jika untuk menjaga tubuh,
mandilah setiap saat untuk menghapus kotoran,
Dalam arus sungai dan sebagainya sesuai dengan petunjuk ritual
dan dalam hubungannya dengan Mantra dan Mudra.
Dengan Hrdaya dari dharmadhatu memurnikan air
dan gunakan Acala dan Trailokyavijaya dengan sesuai,
lindungi penjuru arah dan sebagainya dengan Mantra dan Mudra Mereka,
dan tinggal berdiam di dalam meditasi pada sifat alami diri dari Dewata Anda.
Lalu Anda harus me-Mantrai tanah bumi yang bersih tiga kali
dan terus-menerus terlibat dengan pikiran tunggal di dalam pemikiran yang tepat.
Mengingat Mantra dari Arya Acala dan sebagainya,
Orang bijak harus mandi dalam keheningan.

Hrdaya Bija dari dharmadhatu yang murni dan Bija dari Acalanatha dan Mudra pedang-Nya semuanya sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Hrdaya Bija dari Trailokyavijaya adalah: Namah samanta vajrānām, Hah. (Menyembah hormat kepada semua Vajra! HAH !)

Prinsip dari pintu gerbang huruf HA di sini adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya;
Sedikit perbedaannya adalah bahwa itu menandakan aspek pemurnian.
Dalam ritual untuk tubuh mistik [segel] dari Bhagavan Trailokyavijaya,
Anda harus menggunakan Mudra lima kebijaksanaan Vajra untuk mencapai [semua] perbuatan.

Selanjutnya, Mantra dari Trailokyavijaya adalah: Namah samanta vajranam, ha ha ha vismaye sarva-tathāgata-visaya-sambhava trailokyavijaya hum jah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Vajra! Ha ha ha! Yang Menakjubkan! Anda yang lahir dari wilayah dari semua Tathagata! Pemenang Atas Tiga Dunia [Trailokyavijaya]! hūm jah! svāhā!)

Setelah demikian mandi dan memercikkan [air pada diri sendiri] untuk pemurnian, dan diberkahi dengan Samaya [Mudra], lindungi [semua] bagian tubuh Anda;
Pikirkan yang sangat banyak para Dewata suci yang tidak habis-habisnya,
dan, tiga kali mengayung air, persembahkan kepada Mereka.
Untuk memurnikan tubuh dan pikiran Anda dan menguntungkan orang lain,
berikan penghormatan kepada para Tathagata dan anak-anak yang lahir dari Jina,
Dan jauh dari pembedaan dari tiga racun dan sebagainya,
dan dengan organ indera Anda tenang terkendali, pergilah sendiri ke ruang meditasi yang hening.
Atau sebagai kemungkinan lain, ikuti cara bijaksana yang berbeda untuk ruang air,
pikiran tinggal berdiam sesuai dengan aturan sebelumnya dari penahanan diri,
Dan buatlah tiga kesetaraan Anda sendiri dengan ukuran untuk mencari yang lebih tinggi, menengah, dan ritual yang lebih rendah.
Ketika Yogin melakukan pembacaan dengan cara ini,
seluruh aliran arus dari dosa-dosanya akan berhenti untuk selamanya,
Dia pasti akan berhasil menghancurkan hambatan,
dan keadaan Sarvajnana akan berkumpul dalam dirinya.
Dia mendasarkan dirinya pada "Pencapaian Dunia (Bab 5)" atau penjelasan di dalam Sutra lain,
Dan unsur-unsur pemujaan dan berbagai macam cara yang bijaksana dipraktekkan sesuai dengan prosedurnya.
Karena Dia belum terbebas dari karakteristik dari yang berkondisi, ini disebut Siddhi duniawi.
Selanjutnya, yang paling unggul, yang tanpa karakteristik, dijelaskan, diamati oleh Mereka yang memiliki keyakinan dan pemahaman.
Jika orang dengan kebijaksanaan yang mendalam mengenai Mantrayana mencari hasil yang tidak tertandingi dalam kehidupan ini,
Dia harus berlatih perenungan sesuai dengan keyakinan dan pemahamannya,
seperti dalam aturan sebelumnya untuk penyembahan dari pikiran (citta-puja)
Dan mendasarkan dirinya pada ritual yoga
dalam bagian "Perwujudan dari Siddhi (Bab 6)" dan "Pembacaan Duniawi dan Yang Melampaui Duniawi (Bab 30)".
Di dalam keadaan kebenaran, dari kemunculan yang saling bergantungan,
pikiran dalamnya dengan bagiannya [dari pembacaan] akan terbebas dari objek tujuan pengartian,
Dengan mengalami dan mempraktekkan atas dasar dari cara bijaksana ini,
Dia akan selalu mendapatkan pencapaian yang melampaui duniawi.

Seperti yang dikatakan dalam syair Udana yang telah diajarkan:
Dharma yang tanpa karakteristik, paling mendalam,
tidak cocok untuk orang-orang yang berkecerdasan yang lebih rendah.
Dalam rangka untuk memenuhi mereka, ada juga pengajaran yang memiliki karakteristik.

Ritual Penyembahan Dari Kitab Suci Penerangan Sempurna, Perubahan Gaib, dan Pemberdayaan dari Mahavairocana, yang dikumpulkan oleh Acarya, telah selesai dengan ini.