OM AH HUM VAJRA GURU PADMA SIDDHI HUM
Gulungan Ke Tujuh
Bab XXXII
Disiplin Sila Dari Perbuatan Mantra Didalam SAMAYA-DHARMA Dari Pemujaan-Pembacaan
Saya bersujud kepada sang Buddha Vairocana,
Mata-Nya yang murni terbuka lebar seperti bunga teratai biru (nilotpala).
Dengan dasar dari Mahavairocana Sutra Indra Raja,
Saya akan menjelaskan aturan ritual yang membantu untuk pemujaan.
Agar mencapai tata cara Mantra,
Sehingga orang mungkin mencapai penyelesaian yang cepat sesuai dengan itu,
Dan dalam rangka untuk membuat pikiran sendiri terbebas dari noda,
Sekarang Saya akan mengumumkannya dalam ringkasan.
Pertama, cara bijaksana (upaya) dari sumpah tiada tandingan dari pengetahuan,
Untuk penyelesaian dari memberi manfaat kepada diri sendiri dan orang lain:
Meskipun cara bijaksana untuk mencapainya adalah tidak terukur,
Pembangkitan Siddhi tergantung pada keyakinan dan pemahaman.
Semua Tathagata dan anak-anak yang lahir dari Jina,
Yang telah memenuhi sumpah yang sangat baik dari siddhi,
Bentuk-bentuk Mantra dari tubuh Buddha Mereka,
Berbagai macam Mudra dan tata cara perilaku yang Mereka huni,
Jalur khusus dimana Mantra dipraktekkan,
Dan kendaraan yang luas (Vaipulyayana) - milikilah keyakinan yang jelas dalam semua ini.
Dalam keyakinan dan pemahaman dari makhluk hidup, ada yang lebih tinggi,
Yang menengah, dan yang lebih rendah,
Dan sang Bhagavan telah mengajarkan cara untuk mewujudkan dan mengolahnya;
Kasihanlah para makhluk yang di dalam perpindahan enam keberadaan (sadgati),
Dia menjelaskannya untuk memberikan manfaat yang sesuai dengan mereka.
Anda harus menghormati dengan pikiran yang teguh,
Dan membangkitkan pikiran ketulusan yang rajin dan keyakinan yang mendalam.
Orang yang berada di dalam Kendaraan tertinggi yang luas,
Mengetahui praktek Mantra yang menakjubkan dari disiplin diri (vinaya),
Mengikuti aturan terpisah yang tidak tertandingi (Pratimoksa) untuk membaca Vidya,
Yang dipraktekkan oleh anak-anak dari sang Sugata,
Memahami perlengkapan penuh untuk Mandala, dan telah
menerima pengakuan untuk memberikan Ajaran dan seterusnya.
Jika Anda melihat Acarya seperti ini, dengan hormat buatlah penyembahan kepadanya,
dan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, berdiamlah di dalam pikiran terkonsentrasi.
Lihatlah Dia seolah-olah adalah sang Pembimbing dunia
atau sebagai teman baik atau kerabat;
Bangkitkan pikiran khusus dari ketekunan,
sembahlah Dia, layani Dia, dan ikuti tindakannya.
Patuhi keinginan sang Acarya, buatlah Dia bersukacita,
dan ketika menghadap Dia, terima kasih sayang-Nya,
Tanyakan kepadanya dengan kepala tertunduk untuk praktek yang sangat unggul dari sang Sugata:
"Saya mohon Anda, Guru, untuk mengajar Saya sesuai keinginan Anda."
Sang Acarya akan secara bebas membangun,
Maha Karuna Garbha Udbhava Mandala dan seterusnya,
Dia akan melantik kedalam Mandala itu sesuai dengan aturan,
dan Dia akan memberikan Samaya sesuai dengan kemampuan murid,
Mandala, Sutra, Mantra, dan Mudra,
Secara lisan oleh sang Acarya dihadapan Vairocana;
Dengan memperoleh Samaya dan perlindungan yang sangat unggul,
sang Murid harus berlatih seperti yang diajarkan.
Lebih lanjut, apa yang diajarkan dalam Sutra ini meliputi praktek yang benar dari Samaya dari Mantra;
Dengan belas kasihan untuk murid dengan kecerdasan rendah,
Ritual secara bertahap dibedakan.
Dewa di antara para dewa kemenangan yang diciptakan,
Anak yang lahir dari pikiran dari Samyaksambuddha,
Dan Dewata duniawi di bawah, dengan Mudra dari tubuh dan ucapan Mereka,
Masuk kedalam Mantrayana tertinggi ini.
Mereka yang bertindak sebagai model, memberikan bimbingan dalam praktik guhya,
semuanya harus dihormati dan tidak diremehkan;
Karena Mereka mampu memberikan manfaat bagi semua dunia,
Anda harus tidak menimbulkan pikiran untuk menjauhi Mereka.
Anda harus selalu fokus tanpa terputus,
Pada kebajikan Mereka yang luas,
Dan sesuai dengan apa yang cocok dengan kemampuan Anda,
Harus melayani dan menyembah Mereka semua.
Para Sravaka dan Pratyekabuddha dari sang Buddha,
Penjelasan ajaran Mereka tentang jalan memadamkan penderitaan,
Guru yang memberikan sila dan brahmacarya, dan sesama Pravrajita -
Terhadap tidak satu pun dari Orang-orang ini kamu akan memikirkan penghinaan.
Hati-hati mengamati apa yang harus dilakukan pada waktu yang tepat,
Layani Mereka dengan hormat.
Jangan terlibat di dalam dharma dari perilaku bodoh dan yang kekanak-kanakan,
juga tidak menimbulkan dendam terhadap Dewata.
Seperti yang diajarkan dalam Sutra dari sang Lokavinayaka,
Tidak ada yang lebih buruk dari kemarahan yang merugikan manfaat besar;
Penyebab dan kondisi dari waktu seketika dari pikiran akan benar-benar membakar habis yang telah diolah dengan baik selama koti kalpa besar.
Oleh karena itu, Anda harus selalu sungguh-sungguh menolak akar dari yang tidak menguntungkan ini.
Permata cintamani dari pikiran bodhi yang murni mengabulkan keinginan duniawi dan yang diluar duniawi;
Penghapusan keraguan akhirnya berujung dalam perolehan Samādhi,
Dan manfaat diri sendiri dan manfaat pada orang lain dihasilkan dari ini.
Oleh karena itu, Anda harus menjaganya dua kali lipat lebih dari hidup Anda sendiri.
Amatilah bagaimana Anda memiliki harta dari kebajikan yang luas.
Jika tubuh, ucapan, atau pikiran Anda mengganggu makhluk,
Bahkan pada tingkat terkecil, Anda harus menghindari semua itu,
Kecuali banyak yang dapat dibantu dengan cara bijaksana lainnya,
Dalam hal ini Anda tinggal berdiam dalam hati di dalam pikiran belas kasih sambil mewujudkan kemarahan.
Terhadap makhluk hidup yang tidak berterima kasih,
Selalu mendukung kesabaran, mengabaikan kesalahan mereka.
Selanjutnya, selalu memiliki pikiran yang tidak terukur dari kebaikan besar dan belas kasihan,
Serta sukacita dan keseimbangan batin.
Berikan Dharma dan makanan yang dibuat dari kemampuan terbaik Anda
Ajari makhluk hidup melalui praktek kedermawan dari kasih sayang,
Atau, dengan pikiran Anda selaras dengan keuntungan besar,
Tetap acuh tak acuh, menunggu waktu yang tepat.
Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk memberikan manfaat yang luas,
Amatilah pikiran bodhi, patuhi aturan;
Sang Buddha telah mengajarkan bahwa itu diberkahi dengan praktik yang sangat banyak,
dan memenuhi dharma yang bersih dan murni.
Dengan cara danaparamita dan pintu gerbang pembebasan lainnya,
Merangkul makhluk hidup ke dalam Mahayana,
Membuat mereka tinggal di dalamnya, menegakkannya, melafalkannya, dan seterusnya,
Serta berpikir tentang hal itu dan mempraktekkannya dengan benar.
Orang bijak menahan enam organ indera,
Dan, pikirannya tenang, Dia harus selalu mengolah samahita.
Perusak perbuatan adalah minuman memabukkan,
Akar dari semua dharma yang tidak baik;
Sama seperti racun, api, pedang, es, hujan es, dan seterusnya,
Oleh karena itu, Anda harus menjaga jarak dan tidak mendekatinya.
Selanjutnya, karena sang Buddha telah mengajarkan bahwa hal ini meningkatkan keangkuhan diri,
Anda harus tidak duduk atau berbaring di tempat tidur yang tinggi dan mewah.
Singkatnya, Dia yang memiliki kebijaksanaan,
menolak semua hal-hal yang merugikan dirinya sendiri atau merugikan orang lain.
Mendasarkan diri pada jalur Samaya yang tepat,
Saya sekarang telah dalam urutan yang sesuai mengumumkannya secara singkat,
Menjelaskan Sutra yang diajarkan oleh sang Buddha,
Untuk memperluas pemahaman dan menghasilkan tekad.
Tinggal secara tepat pada dasar ini di dalam sila dari kesetaraan (samaya),
Anda harus selanjutnya memisahkan diri dari penyebab pelanggaran,
Yaitu, kebiasaan pada pikiran jahat, kemalasan, angan-angan khayalan, ketakutan, bicara, dan sebagainya.
Dia yang pikirannya telah terbangkitkan pada Mantrayana yang menakjubkan,
Dengan begitu tinggal berdiam di dalam Samaya itu,
Harus menyebabkan hambatan terpadamkan secara bertahap,
Sehingga pahala kebajikannya dapat meningkat.
Dengan berkeinginan memasuki Siddhi dalam hidup ini,
Dia berpikir tentang hal itu sebagaimana layaknya,
Dan menerima secara pribadi cara Vidya dari Acarya,
Mengamati apa yang tepat untuk melaksanakan pencapaian.
Dia harus sendiri tinggal berdiam di dalam praktek Mantra,
Sesuai dengan tata cara aturan untuk Vidya yang telah dijelaskan.
Pertama, Dia membuat penghormatan kepada Acarya,
yang akan meng-abhiseka Dirinya dan mengajarkan ajaran.
Mintalah perbuatan-perbuatan yang dipraktekkan dengan Mantra.
Setelah menerima izin dari Acarya,
Orang bijak harus menempatkan dirinya di tempat dari permukaan yang cocok:
Gunung yang bagus, cekungan diantara bukit, dalam jurang, dalam berbagai macam gua, di antara dua bukit,
Dimanapun keheningan-tenang dapat diperoleh setiap saat,
Kolam yang sepenuhnya terhiasi dengan bunga teratai dan teratai biru,
Sungai besar dengan arus yang mengalir, gundukan pasir, dan tepi sungai,
Yang jauh dari keributan dan teriakan orang-orang;
Di mana ada pohon-pohon yang menyenangkan pikiran dengan dedaunan lebat,
Dan banyak pohon getah susu dan rumput kusa,
Di mana tidak ada nyamuk atau lalat, tidak ada penderitaan dari dingin atau panas,
Dan tidak ada gangguan oleh binatang jahat atau serangga beracun,
Atau di mana para Tathagata dan murid-murid-Nya yang suci pernah, pada zaman dahulu jelajahi dan berdiam,
Dan di vihara, stupa, aranya, dan kamar dari para Resi zaman dahulu.
Dia harus menempatkan dirinya sendiri di tempat di mana hati dan pikirannya bersuka cita.
Dia meninggalkan kehidupan rumah tangga, menjauhi kehidupan sosial,
Dan berusaha untuk menghindari rintangan dan jeratan yang disebabkan 'lima nafsu keinginan (bentuk, suara, bau, rasa, sentuhan)';
Bersungguh-sungguh dan secara mendalam bersukacita pada rasa dari Dharma,
Dia memelihara pikirannya untuk mencari Siddhi.
Selain itu, Dia selalu diberkahi dengan kebijaksanaan dari ketekunan,
dan mampu menghilangkan kelelahan dan rasa sakit dari lapar dan haus.
Dia memiliki teman yang baik dalam menjalani kehidupan yang murni atau, jika Dia tidak memiliki teman,
selalu bersama dengan gulungan Sutra Saddharma.
Orang yang mengikuti praktik dari para Buddha dan Bodhisattva,
Memiliki keyakinan yang kuat dan pemahaman pada Mantra yang benar,
Memiliki kekuatan dari kebijaksanaan yang murni,
Tekun dan bersemangat, tidak mencari keduniawian,
Selalu berkeinginan untuk menjadi yang berpendirian teguh, tidak segan,
Mencapai Siddhi untuk diri sendiri dan orang lain dalam hidup ini,
Jangan mengikuti dewa lain, dan merupakan dukungan keberanian.
Orang yang diberkahi dengan [kualitas] ini disebut Teman Yang Baik.