Author Topic: Maha Vairocana Abhisambodhi Vikurvit Adhisthana Vaipulya Sutrendraraja Nama Mahayana Suttram  (Read 2425 times)

  • Administrator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 350
    • View Profile



Bija Samaya


Bab XIV
Delapan Mudra Rahasia

Kemudian Bhagavan Vairocana kembali menatap pada seluruh perkumpulan majelis besar dan menyapa Vajradhara Guhyakadipati, dengan mengatakan, "Putra Buddha, ada delapan Guhya Mudra yang adalah yang paling rahasia. [Ketika digunakan dalam] pangkalan dari para Mahluk suci [di Mandala], kedewataannya yang mengagumkan adalah sama [seperti yang dari para Mahluk suci itu]; Mereka disimbolkan dengan Mantrayana Mereka sendiri dan memiliki Mandala [sendiri], dan Orang harus saling bersesuaian dengan Mereka seperti dengan Dewatanya sendiri. Jika Mereka mengandalkan ajaran ritual [ini], para Bodhisattva yang mengolah budidaya praktik Bodhisattva melalui Mantrayana harus tahu bahwa diri Mereka sendiri harus tinggal berdiam dalam bentuk Dewatanya sendiri, teguh dan tak bergerak, dan setelah mengetahui [keadaan] Dewatanya sendiri, Mereka akan tinggal berdiam di dalam cara Dewatanya sendiri dan memperoleh Siddhi.

"Apakah delapan Mudra itu? Dengan tangan kanan dan tangan kiri membentuk 'samputa-anjali (genggaman tangan berongga)' dan bentangkan jari-jari kecil dan jari-jari telunjuk terpisah seolah memancarkan nyala cahaya. Ini adalah Mudra 'Lahir dari Keagungan Wibawa sang Bhagavan'. "Mandalanya adalah segitiga dan memiliki sinar cahaya. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānām, ram rah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Ram! Rah! SWAHA!)

"Lalu dengan Mudra [yang sama] ini, tekuk jari telunjuk [ke bawah] di atas puncak ibu jari seperti bentuk huruf [Sansekerta] Vam. Ini adalah Mudra 'Vajra yang tidak bisa dihancurkan dari sang Bhagavan.' Mandalanya adalah seperti huruf Vam dalam penampilan (yaitu, bulat) dan memiliki cahaya Vajra. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhanam, vam vah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Vam! Vah! SWAHA!)

"Kemudian, dengan Mudra yang pertama, bentangkan jari manis dan jari tengah terpisah. Ini disebut 'Padma-garbha Mudra (Segel Rahim Bunga Teratai)'. Mandalanya adalah seperti 'candra-cakra (lingkaran bulan)' dalam penampilan dan dikelilingi oleh bunga padma. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānām, sam sah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Sam! Sah! SWAHA!)

"Kemudian, dengan Mudra [yang sama] ini, tekuk dua jari kelingking dan masukkan mereka kedalam di antara telapak tangan. Ini adalah Mudra 'Penghiasan dengan kebajikan yang tidak terhitung dari Tathāgata.' Mandalanya seperti bulan sabit dalam bentuknya dan dikelilingi oleh 'mahanusvara (titik besar kekosongan)'. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānām, ham hah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Ham! Hah! SWAHA!)

"Kemudian, dengan tangan kiri dan tangan kanan bentuk genggaman tangan [anjali yang berongga] seperti bunga teratai yang belum terbuka, angkat naik dua jempol, dan bengkokkan mereka sedikit. Ini adalah Mudra 'Lahir dari semua anggota badan Tathāgata'. Mandalanya adalah dalam bentuk seperti sebuah Kalasa, [bulat seperti] bulan purnama, dan dikelilingi oleh Vajra. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānam, am ah svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Am! Ah! SWAHA!)

"Kemudian, dengan Mudra [yang sama] ini, tekuk jari tengah; Tampilan jari yang tersisa adalah sama seperti sebelumnya. Ini adalah Mudra 'Dharani dari sang Bhagavan'. Mandalanya seperti pelangi, dan itu benar-benar sepenuhnya dikelilingi [oleh simbol lencana disekitar Mandala sebelumnya] dan digantung dengan bendera Vajra. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānām, buddha-dhārani smrti-bala dhānakari dharaya sarvam bhagavati ākāravati samaye svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Ingatan Buddha! Anda yang bertindak sebagai wadah dari kekuatan Ingatan! Tegakkan semuanya! Bhagavati dari bentuk [yang baik]! Berjanji! SWAHA!)

"Lalu, dengan 'genggaman tangan berongga (samputa-anjali)', buka sebarkan jari-jari tengah terpisah, sementara jari-jari kelingking dan jempol bergabung bersama-sama untuk saling mendukung. Ini disebut 'Mudra Keadaan Tathagata yang tinggal berdiam di dalam Dharma'. "Mandalanya adalah seperti ruang angkasa kosong, dikelilingi oleh warna-warna yang beraneka ragam, dan ia memiliki dua titik kekosongan. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānām, āh vedavide svaha (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Ā! Anda yang mahir dengan pengetahuan [suci]! SWAHA!).

"Seperti sebelumnya, buat samputa-anjali dan, dengan tangan kanan dan tangan kiri ditempatkan bersama-sama, putar mereka. Ini disebut 'Mudra Dukungan yang sangat cepat dari sang Bhagavan'. Mandalanya adalah sama lagi seperti ruang angkasa kosong; menggunakan titik-titik warna biru untuk menghiasnya. Mantranya adalah: Namah samanta-buddhānam, mahāyoga - yogini yogeśvari khāñjalike svaha. (Menyembah hormat kepada semua Buddha! Yogini dari yoga yang besar! Nyonya yoga! Anda yang genggaman tangan berongga! SWAHA!)

"Guhyakadipati, ini disebut Mudra rahasia Tathagata, dan mereka adalah yang tertinggi dan rahasia. Anda harus tidak memberikannya tanpa pandang bulu kepada orang-orang, kecuali kepada mereka yang telah di abhiseka, yang bisa menyesuaikan diri didalam sifat alami, yang rajin dan teguh, yang telah membuat sumpah khusus, yang menghormati guru mereka, yang memikirkan orang-orang yang mereka berhutang budi, yang murni dalam dan luar, dan yang meninggalkan tubuh mereka sendiri dan hidup dalam mencari Dharma. "