81
Arya SriSaddharma Pundarika Nama Dharmaparyaya Mahayana Suttram / Re: Bodhisattvaprthivi virasamudgama Parivartah Parivartah Dharmaparyaya Suttram
« Last post by ajita on June 03, 2017, 10:47:52 am »Kemudian Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, maka bersabdalah Beliau dalam Syair:
"Wahai Ajita ! Engkau ketahuilah !
Seluruh Bodhisattva-Bodhisattva Agung ini,
Dan sekian kalpa yang tak terbatas,
Telah mempelajari Kebijaksanaan Sang Buddha.
Seluruhnya adalah Pengikut-Pengikut-Ku
Yang Aku buat Mereka agar menginginkan Jalan Agung.
Inilah Putera-Putera-Ku
Yang tinggal di dalam Dunia Buddha ini.
Selalu melaksanakan Perbuatan-Perbuatan Dhuta,
Dengan penuh kegembiraan bertekun di tempat yang sunyi,
Menjauhkan Diri dari keramaian mahluk,
Dan tiada suka banyak bicara.
Putera-Putera seperti ini
Sedang mempelajari Hukum Kesunyataan dari Jalan-Ku,
Selalu bersemangat siang dan malam,
Demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan;
Mereka tinggal di Kawasan
Di bawah Dunia Saha.
Teguh Daya Kemauan dan Ingatan-Nya,
Selalu dengan rajin mencari Kebijaksanaan,
Mereka mengkhotbahkan segala macam
Hukum-Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan,
Tanpa merasa gentar dalam Hati-Nya.
Aku, di dekat Kota Gaya,
Duduk di bawah Pohon Bodhi,
Mencapai Penerangan Agung;
Dan sesudah memutar Roda Hukum Kesunyataan Yang Agung,
Kemudian Aku mengajar dan mentakbiskan Mereka
Dan membuat Mereka terlebih dahulu untuk bercita-cita mencapai Jalan Agung.
Sekarang Semua-Nya telah tinggal di dalam keadaan Yang Pantang Kembali
Dan seluruh-Nya akan menjadi Buddha.
Apa yang Aku sabdakan sekarang ini adalah benar adanya;
Percayalah Pada-Ku dengan sepenuh Hati !
Dari dahulu kala, Aku
Tetap memberi Petunjuk pada seluruh Kelompok ini."
Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya beserta Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlah-Nya dan Lain-Lain-Nya, Semua-Nya di liputi dengan Perasaan Ragu dan bimbang dan dengan merenungkan Hal yang aneh ini, Mereka membayangkan demikian:"Bagaimana mungkin dalam waktu yang sedemikian singkat Yang Maha Agung telah mengajar sekian Asamkhyeya Yang Tak Terhitung dan Tak Terbatas dari Para Bodhisattva Mahasattva Agung seperti itu serta membuat Mereka mencapai Penerangan Agung ?" Kemudian dengan menyapa Sang Buddha, Mereka berkata :"Yang Maha Agung ! Ketika Sang Tathagata masih Seorang Pangeran, Beliau telah meninggalkan Istana Sakya dan tiada jauh dari Kota Gaya, Beliau mengambil Tempat Duduk-Nya di atas Teras Kebijaksanaan serta mencapai Penerangan Agung. Dan sejak saat itu, 40 tahun telah berlalu. Yang Maha Agung! Di dalam waktu yang sedemikian singkat itu, bagaimana Engkau telah dapat melaksanakan Perbuatan-Perbuatan Buddha Yang Agung itu, dan dengan Daya Sang Buddha dan Jasa Sang Buddha, Engkau telah mengajar Sekelompok Para Bodhisattva Terkemuka yang tak terhitung jumlah-Nya untuk mencapai Penerangan Agung itu? Yang Maha Agung! Seandainya Seseorang menghitung jumlah dari Kelompok Para Bodhisattva Terkemuka ini selama ribuan koti kalpa, maka Ia tidak akan dapat selesai atau mencapai batasnya. Semenjak dahulu kala, Mereka Semua Yang Termasuk Para Buddha Yang Tak Terhitung dan Tak Terbatas Jumlah-Nya ini, telah menanam Akar Kebajikan dan Menyempurnakan Jalan KeBodhisattvaan sehingga Mereka hidup dalam Kehidupan Mulia dengan Tiada Putus-Putus-Nya. Yang Maha Agung! Hal semacam ini akan sangat sukar bagi dunia untuk mempercayai-Nya.
"Seandainya saja terdapat seorang yang berwajah tampan dan berambut hitam serta berusia 25 tahun yang menunjuk orang-orang yang sudah lanjut usia dengan berkata :"Inilah Anak-Anak-Ku !" Dan jika orang-orang yang sudah lanjut usia itu juga menunjuk si orang muda itu dengan berkata :"Inilah Ayah Kita Semua." Maka hal ini sulit untuk di percaya. Demikian jugalah dengan Sang Buddha yang Pencapaian Jalan Agung-Nya benar-benar belum begitu lama. Namun Kelompok Besar dari Para Bodhisattva yang selama ribuan koti kalpa yang tak terbatas ini, demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan, telah mencurahkan Diri-Nya dengan penuh semangat dan Mereka telah menelaah dengan dalam-dalam, keluar dari, dan tinggal di dalam ratusan ribu koti yang tak terbatas dari Renungan-Renungan, dan Mereka telah pula mencapai Kemampuan Ghaib Yang Agung serta telah lama Hidup Mulia. Mereka juga telah mampu setindak demi setindak mempelajari segala macam Hukum-Hukum Kesunyataan Yang Baik dan Mereka juga Ahli dalam pertanyaan dan jawaban serta Mereka merupakan sumber Kekayaan dan Hal-Hal Yang Paling Aneh di seluruh dunia. Hari ini Yang Maha Agung baru saja bersabda bahwa ketika Beliau mencapai Jalan KeBuddhaan, Beliau dari semula telah membuat Mereka agar mencapai Penerangan Agung, memberi-Nya Petunjuk dan Memimpin-Nya, serta menyebabkan Mereka Semua maju ke arah Penerangan Agung. Hal ini tidak begitu lama sejak Sang Buddha menjadi Seorang Buddha, namun demikian, Beliau telah mampu melaksanakan Perbuatan Agung yang bermanfaat ini. Meskipun Kita masih tetap percaya bahwa apa yang telah di khotbahkan Sang Buddha dengan baik dan Titah-Titah apa yang telah di sabdakan oleh Sang Buddha, Semua-Nya tidak pernah salah, begitu juga dengan Pengetahuan Sang Buddha yang telah Kita resapi. Namun begitu, jika Para Bodhisattva yang baru saja di takbiskan mendengar Pernyataan ini sesudah Kemokshaan Sang Buddha nanti, mungkin Mereka tidak akan mempercayai-Nya dan hal ini akan dapat membangkitkan sebab-sebab tindakan yang salah sehingga merusak Hukum Kesunyataan. Oleh karenanya, Yang Maha Agung, sudilah kiranya untuk menjelaskan-Nya agar keragu-raguan Kami ini sirna sehingga Putera-Putera-Mu yang baik di generasi yang mendatang, tidak akan timbul pula rasa ragu dan bimbang ketika mendengar hal ini."
Kemudian Sang Maitreya Bodhisattva Mahasattva yang ingin untuk memaklumkan Ajaran ini kembali, maka berkatalah Beliau dalam Syair:
"Sang Buddha Yang Tertua dari Marga Sakya
Meninggalkan kediaman-Nya dan di dekat Kota Gaya
Mengambil Tempat Duduk-Nya di bawah Pohon Bodhi;
Dari waktu itu tidaklah begitu lama.
Putera-Putera Sang Buddha ini,
Yang jumlah-Nya Tak Terbatas,
Telah lama menjalankan Jalan KeBuddhaan,
Semua-Nya teguh KekuasaanKebijaksanaan-Nya Yang Ghaib;
Mereka telah Ahli dalam Jalan KeBodhisattvaan,
Dan Semua-Nya bersih dari Hal-Hal Keduniawian
Seperti Bunga Teratai di dalam air;
Bermunculan dari dalam Bumi,
Semua-Nya dengan Perasaan Hormat
Ketika Mereka berdiri di hadapan Yang Maha Agung.
Hal ini sangat sulit di pahami;
Bagaimana mungkin Hal itu di percaya ?
Karena baru saja Sang Buddha telah mencapai Jalan Agung
Dan banyak Hal yang Beliau sempurnakan bersamaan.
Sudilah kiranya menyingkirkan segala kebimbangan,
Jelaskanlah dan beritahukanlah Kami tentang Makna Yang Sebenar-Nya !
Seperti halnya Seorang laki-laki yang muda dan perkasa,
Baru berusia 25 tahun,
Menunjuk Putera-Putera-Nya yang berusia sangat lanjut;
Dengan rambut yang telah memutih dan wajah yang berkeriput
Berkata, "Mereka Semua-Nya ini Aku Peranakan."
Sang Anak juga berkata, "Inilah Ayah Kami."
Sang Ayah muda dan Sang Anak Tua,
Seluruh dunia tidak akan mempercayai-Nya.
Begitu jugalah dengan Yang Maha Agung;
Baru sajalah Beliau mencapai Jalan Agung.
Namun seluruh Para Bodhisattva ini
Semua-Nya Kokoh Kemauan-Nya, Berani dan Perkasa,
Dan dari sekian kalpa yang tak terbatas
Telah mengikuti Jalan KeBodhisattvaan;
Ahli dalam menjawab Pertanyaan-Pertanyaan yang rumit,
Jiwa Mereka tiada kenal takut;
Tegas dalam Jiwa Mereka Yang Sabar,
Bermartabat dan Mulia,
Mereka di Puja oleh Para Buddha Seluruh Semesta;
Pandai mempertimbangkan dan berkhotbah,
Mereka tidak menikmati keramaian,
Tetapi senantiasa senang bermeditasi;
Demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan,
Mereka berdiam di Kawasan Bawah.
Kami, setelah mendengar-Nya dari Sang Buddha,
Tidak beragu Hati dalam masalah ini;
Tetapi Kami memohon pada Sang Buddha, bagi
Pendengar-Pendengar yang mendatang,
Akan menjelaskan agar Mereka mengerti.
Jika Seseorang berbimbang Hati
Dan tidak mempercayai Sutta Dharmaparyaya ini,
Dia akan terjatuh ke dalam jalan kedurhakaan,
Mohon menerangkan-Nya kepada mereka sekarang ini,
Bagaimana Para Bodhisattva Mahasattva Yang Tak Terbatas ini,
Dalam waktu yang sedemikian singkat,
Telah di beri Petunjuk dan di takbiskan
Serta tinggal di dalam tingkat yang tiada pernah bersurut.
Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Tentang Muncul-Nya Bodhisattva Dari Bumi, Bab 14.
"Wahai Ajita ! Engkau ketahuilah !
Seluruh Bodhisattva-Bodhisattva Agung ini,
Dan sekian kalpa yang tak terbatas,
Telah mempelajari Kebijaksanaan Sang Buddha.
Seluruhnya adalah Pengikut-Pengikut-Ku
Yang Aku buat Mereka agar menginginkan Jalan Agung.
Inilah Putera-Putera-Ku
Yang tinggal di dalam Dunia Buddha ini.
Selalu melaksanakan Perbuatan-Perbuatan Dhuta,
Dengan penuh kegembiraan bertekun di tempat yang sunyi,
Menjauhkan Diri dari keramaian mahluk,
Dan tiada suka banyak bicara.
Putera-Putera seperti ini
Sedang mempelajari Hukum Kesunyataan dari Jalan-Ku,
Selalu bersemangat siang dan malam,
Demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan;
Mereka tinggal di Kawasan
Di bawah Dunia Saha.
Teguh Daya Kemauan dan Ingatan-Nya,
Selalu dengan rajin mencari Kebijaksanaan,
Mereka mengkhotbahkan segala macam
Hukum-Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan,
Tanpa merasa gentar dalam Hati-Nya.
Aku, di dekat Kota Gaya,
Duduk di bawah Pohon Bodhi,
Mencapai Penerangan Agung;
Dan sesudah memutar Roda Hukum Kesunyataan Yang Agung,
Kemudian Aku mengajar dan mentakbiskan Mereka
Dan membuat Mereka terlebih dahulu untuk bercita-cita mencapai Jalan Agung.
Sekarang Semua-Nya telah tinggal di dalam keadaan Yang Pantang Kembali
Dan seluruh-Nya akan menjadi Buddha.
Apa yang Aku sabdakan sekarang ini adalah benar adanya;
Percayalah Pada-Ku dengan sepenuh Hati !
Dari dahulu kala, Aku
Tetap memberi Petunjuk pada seluruh Kelompok ini."
Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Maitreya beserta Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlah-Nya dan Lain-Lain-Nya, Semua-Nya di liputi dengan Perasaan Ragu dan bimbang dan dengan merenungkan Hal yang aneh ini, Mereka membayangkan demikian:"Bagaimana mungkin dalam waktu yang sedemikian singkat Yang Maha Agung telah mengajar sekian Asamkhyeya Yang Tak Terhitung dan Tak Terbatas dari Para Bodhisattva Mahasattva Agung seperti itu serta membuat Mereka mencapai Penerangan Agung ?" Kemudian dengan menyapa Sang Buddha, Mereka berkata :"Yang Maha Agung ! Ketika Sang Tathagata masih Seorang Pangeran, Beliau telah meninggalkan Istana Sakya dan tiada jauh dari Kota Gaya, Beliau mengambil Tempat Duduk-Nya di atas Teras Kebijaksanaan serta mencapai Penerangan Agung. Dan sejak saat itu, 40 tahun telah berlalu. Yang Maha Agung! Di dalam waktu yang sedemikian singkat itu, bagaimana Engkau telah dapat melaksanakan Perbuatan-Perbuatan Buddha Yang Agung itu, dan dengan Daya Sang Buddha dan Jasa Sang Buddha, Engkau telah mengajar Sekelompok Para Bodhisattva Terkemuka yang tak terhitung jumlah-Nya untuk mencapai Penerangan Agung itu? Yang Maha Agung! Seandainya Seseorang menghitung jumlah dari Kelompok Para Bodhisattva Terkemuka ini selama ribuan koti kalpa, maka Ia tidak akan dapat selesai atau mencapai batasnya. Semenjak dahulu kala, Mereka Semua Yang Termasuk Para Buddha Yang Tak Terhitung dan Tak Terbatas Jumlah-Nya ini, telah menanam Akar Kebajikan dan Menyempurnakan Jalan KeBodhisattvaan sehingga Mereka hidup dalam Kehidupan Mulia dengan Tiada Putus-Putus-Nya. Yang Maha Agung! Hal semacam ini akan sangat sukar bagi dunia untuk mempercayai-Nya.
"Seandainya saja terdapat seorang yang berwajah tampan dan berambut hitam serta berusia 25 tahun yang menunjuk orang-orang yang sudah lanjut usia dengan berkata :"Inilah Anak-Anak-Ku !" Dan jika orang-orang yang sudah lanjut usia itu juga menunjuk si orang muda itu dengan berkata :"Inilah Ayah Kita Semua." Maka hal ini sulit untuk di percaya. Demikian jugalah dengan Sang Buddha yang Pencapaian Jalan Agung-Nya benar-benar belum begitu lama. Namun Kelompok Besar dari Para Bodhisattva yang selama ribuan koti kalpa yang tak terbatas ini, demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan, telah mencurahkan Diri-Nya dengan penuh semangat dan Mereka telah menelaah dengan dalam-dalam, keluar dari, dan tinggal di dalam ratusan ribu koti yang tak terbatas dari Renungan-Renungan, dan Mereka telah pula mencapai Kemampuan Ghaib Yang Agung serta telah lama Hidup Mulia. Mereka juga telah mampu setindak demi setindak mempelajari segala macam Hukum-Hukum Kesunyataan Yang Baik dan Mereka juga Ahli dalam pertanyaan dan jawaban serta Mereka merupakan sumber Kekayaan dan Hal-Hal Yang Paling Aneh di seluruh dunia. Hari ini Yang Maha Agung baru saja bersabda bahwa ketika Beliau mencapai Jalan KeBuddhaan, Beliau dari semula telah membuat Mereka agar mencapai Penerangan Agung, memberi-Nya Petunjuk dan Memimpin-Nya, serta menyebabkan Mereka Semua maju ke arah Penerangan Agung. Hal ini tidak begitu lama sejak Sang Buddha menjadi Seorang Buddha, namun demikian, Beliau telah mampu melaksanakan Perbuatan Agung yang bermanfaat ini. Meskipun Kita masih tetap percaya bahwa apa yang telah di khotbahkan Sang Buddha dengan baik dan Titah-Titah apa yang telah di sabdakan oleh Sang Buddha, Semua-Nya tidak pernah salah, begitu juga dengan Pengetahuan Sang Buddha yang telah Kita resapi. Namun begitu, jika Para Bodhisattva yang baru saja di takbiskan mendengar Pernyataan ini sesudah Kemokshaan Sang Buddha nanti, mungkin Mereka tidak akan mempercayai-Nya dan hal ini akan dapat membangkitkan sebab-sebab tindakan yang salah sehingga merusak Hukum Kesunyataan. Oleh karenanya, Yang Maha Agung, sudilah kiranya untuk menjelaskan-Nya agar keragu-raguan Kami ini sirna sehingga Putera-Putera-Mu yang baik di generasi yang mendatang, tidak akan timbul pula rasa ragu dan bimbang ketika mendengar hal ini."
Kemudian Sang Maitreya Bodhisattva Mahasattva yang ingin untuk memaklumkan Ajaran ini kembali, maka berkatalah Beliau dalam Syair:
"Sang Buddha Yang Tertua dari Marga Sakya
Meninggalkan kediaman-Nya dan di dekat Kota Gaya
Mengambil Tempat Duduk-Nya di bawah Pohon Bodhi;
Dari waktu itu tidaklah begitu lama.
Putera-Putera Sang Buddha ini,
Yang jumlah-Nya Tak Terbatas,
Telah lama menjalankan Jalan KeBuddhaan,
Semua-Nya teguh KekuasaanKebijaksanaan-Nya Yang Ghaib;
Mereka telah Ahli dalam Jalan KeBodhisattvaan,
Dan Semua-Nya bersih dari Hal-Hal Keduniawian
Seperti Bunga Teratai di dalam air;
Bermunculan dari dalam Bumi,
Semua-Nya dengan Perasaan Hormat
Ketika Mereka berdiri di hadapan Yang Maha Agung.
Hal ini sangat sulit di pahami;
Bagaimana mungkin Hal itu di percaya ?
Karena baru saja Sang Buddha telah mencapai Jalan Agung
Dan banyak Hal yang Beliau sempurnakan bersamaan.
Sudilah kiranya menyingkirkan segala kebimbangan,
Jelaskanlah dan beritahukanlah Kami tentang Makna Yang Sebenar-Nya !
Seperti halnya Seorang laki-laki yang muda dan perkasa,
Baru berusia 25 tahun,
Menunjuk Putera-Putera-Nya yang berusia sangat lanjut;
Dengan rambut yang telah memutih dan wajah yang berkeriput
Berkata, "Mereka Semua-Nya ini Aku Peranakan."
Sang Anak juga berkata, "Inilah Ayah Kami."
Sang Ayah muda dan Sang Anak Tua,
Seluruh dunia tidak akan mempercayai-Nya.
Begitu jugalah dengan Yang Maha Agung;
Baru sajalah Beliau mencapai Jalan Agung.
Namun seluruh Para Bodhisattva ini
Semua-Nya Kokoh Kemauan-Nya, Berani dan Perkasa,
Dan dari sekian kalpa yang tak terbatas
Telah mengikuti Jalan KeBodhisattvaan;
Ahli dalam menjawab Pertanyaan-Pertanyaan yang rumit,
Jiwa Mereka tiada kenal takut;
Tegas dalam Jiwa Mereka Yang Sabar,
Bermartabat dan Mulia,
Mereka di Puja oleh Para Buddha Seluruh Semesta;
Pandai mempertimbangkan dan berkhotbah,
Mereka tidak menikmati keramaian,
Tetapi senantiasa senang bermeditasi;
Demi untuk mencari Jalan KeBuddhaan,
Mereka berdiam di Kawasan Bawah.
Kami, setelah mendengar-Nya dari Sang Buddha,
Tidak beragu Hati dalam masalah ini;
Tetapi Kami memohon pada Sang Buddha, bagi
Pendengar-Pendengar yang mendatang,
Akan menjelaskan agar Mereka mengerti.
Jika Seseorang berbimbang Hati
Dan tidak mempercayai Sutta Dharmaparyaya ini,
Dia akan terjatuh ke dalam jalan kedurhakaan,
Mohon menerangkan-Nya kepada mereka sekarang ini,
Bagaimana Para Bodhisattva Mahasattva Yang Tak Terbatas ini,
Dalam waktu yang sedemikian singkat,
Telah di beri Petunjuk dan di takbiskan
Serta tinggal di dalam tingkat yang tiada pernah bersurut.
Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan, Tentang Muncul-Nya Bodhisattva Dari Bumi, Bab 14.
Recent Posts




