71
Arya SriSaddharma Pundarika Nama Dharmaparyaya Mahayana Suttram / Dharmabhanakanusamsa Parivartah Dharmaparyaya Suttram
« Last post by ajita on June 05, 2017, 08:02:42 am »SUTTA BUNGA TERATAI DARI KEGHAIBAN HUKUM KESUNYATAAN YANG MENAKJUBKAN
BAB XVIII

Namo Bhagavate Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
PAHALA BAGI PENGKHOTBAH HUKUM KESUNYATAAN BUNGA TERATAI
Kemudian Sang Buddha menyapa Sang Bodhisattva Mahasattva Satatasamitabhiyukta :"Jika terdapat Seorang Putera maupun Puteri Yang Baik YangBAB XVIII

Namo Bhagavate Bhaisajya Guru Vaidurya Prabha Raja Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
PAHALA BAGI PENGKHOTBAH HUKUM KESUNYATAAN BUNGA TERATAI
Mendengar dan Memelihara Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan ini atau membaca, atau meresapi-Nya, atau mengajarkan-Nya atau menurun-Nya, maka Orang itu akan memperoleh 800 Pahala Mata, 1200 Pahala Telinga, 800 Pahala Hidung, 1200 Pahala Lidah, 800 Pahala Tubuh dan 1200 Pahala Pikiran sehingga dengan seluruh Pahala-Pahala ini Ia akan dapat mendaya gunakan Keenam Sadindriyanya yang semuanya menjadi sempurna. Putera maunpun Puteri dengan Kesempurnaan Mata dagingnya yang terlahir dari Ibu Bapanya itu, akan melihat apapun yang ada di dalam dan diluar satu miliar sistem dunia dengan empat benua pada tiap-tiap alamnya (Trisahasra Mahasahasra Lokadhatu), pegunungan, hutan, sungai dan lautan, ke bawah sampai pada neraka avici ke atas sampai pada puncak asal mula perwujudan, dan Ia pun akan melihat seluruh mahluk yang berada di dalamnya serta Ia akan melihat dan mengetahui pula segala sebab-sebab karma mereka dan pahala penitisannya nanti secara terperinci."
Kemudian Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, bersabdalah Beliau dalam Syair :
"Jika Seseorang di dalam Persidangan Agung,
Dengan jiwa yang tiada gentar,
Mengkhotbahkan Sutta Bunga Teratai Dari Keghaiban Hukum Kesunyataan Yang Menakjubkan ini, maka
Dengarkanlah Pahala-Pahalanya.
Orang itu akan memperoleh 800
Pahala Penglihatan Yang Tiada Tara;
Karena Karunia-Karunia ini
Matanya akan benar-benar menjadi sempurna.
Dengan mata yang terlahir dari Ibu Bapanya,
Ia akan melihat seluruh miliaran sistem dunia,
Di dalam dan diluarnya, Gunung Meru,
Sumeru dan Lingkaran Besinya,
Dan pegunungan serta hutan-hutan yang lain,
Samudra-samudra luas, sungai dan air,
Menurun sampai pada neraka avici,
Keatas sampai pada Puncak Asal Mula Perwujudan;
Para mahluk yang berada ditengah-tengahnya
Semuanya terlihat olehnya;
Meskipun belum mencapai daya penglihatan yang sempurna,
Mata dagingnya telah memiliki Kekuatan seperti ini."
"Dan lagi, Wahai Satatasamitabhiyukta ! Jika terdapat Seorang Putera maupun Seorang Puteri Yang Baik yang menerima dan memelihara Sutta Dharmaparyaya ini, membaca atau meresapi-Nya, menurun atau mengajarkan-Nya, maka Ia akan memperoleh Karunia 1200 Pahala Telinga. Dengan Telinga yang sempurna ini, Ia akan mampu mendengar apapun juga yang ada di dalam miliaran sistem dunia, kebawah sampai ke neraka avici dan keatas sampai pada Puncak Asal Mula Perwujudan, di dalam dan diluarnya, dan Ia pun akan mendengar segala suara dan perkataan, suara-suara gajah, kuda, lembu, kereta, ratapan, kesedihan, nafiri, genderang, gong, gentha, suara-suara tawa, khotbah, manusia, wanita, anak laki-laki, anak perempuan, Suara Suara Yang Penuh Hukum Kesunyataan (Dharma) dan yang tidak berHukum Kesunyataan, suara-suara penderitaan, kesukariaan, suara-suara orang awam, Orang-Orang suci, suara-suara yang senang dan yang tidak senang, suara-suara para dewa, naga, yaksa, raksasa, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia, yang bukan manusia, suara-suara api, air, angin, neraka, hewan, jiwa-jiwa yang lapar, Suara Para Bhiksu, Bhiksuni, Sravaka, PratyekaBuddha, Para Bodhisattva dan Suara Para Buddha. Pada Hakekatnya, suara apapun yang ada baik di dalam maupun diluar miliaran sistem dunia, meskipun Ia belum memperoleh Telinga Surga dan hanya menggunakan Telinga Sempurna biasa yang di dapatkan sejak kelahirannya dari Ibu Bapanya, namun Ia dapat memperbedakan segala ragam suara tanpa merugikan organ pendengarannya."
Kemudian Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, bersabdalah Beliau dalam Syair :
"Telinganya, yang dilahirkan oleh ayah bundanya,
Semuanya sempurna dan tiada cela.
Dengan telinga-telinga biasa ini Ia mendengar
Suara-Suara di dalam miliaran sistem dunia,
Suara-suara gajah, kuda, kereta dan lembu,
Suara-suara Gong, gentha, nafiri, dan genderang,
Suara-suara kecapi dan harpa,
Suara-suara seruling dan peluit,
Suara-suara lagu yang suci dan merdu,
Ia dapat mendengarnya tanpa mahluk-mahluk itu menyadari,
Ia mendengar suara-suara dari semua jenis manusia yang tanpa hitungan,
Dan Ia dapat memahami segala apa yang Ia dengar;
Ia juga mendengar suara-suara para dewa,
Dan suara-suara lagu yang penuh mistik,
Ia mendengar suara orang laki-laki dan perempuan,
Dan suara-suara para pemuda dan gadis-gadis.
Di pegunungan, sungai serta ngarai,
Suara-suara Burung Kalavinka,
Burung ming-ming dan suara-suara burung lainnya.
Suara-suara penderitaan yang amat sangat dari para umat di neraka
Dan suara-suara kesengsaraan mereka;
Suara-suara jiwa lapar yang dikendalikan oleh ketidakpuasan
Dan suara-suara dari permohonan mereka;
Para asura dan yang lain-lainnya,
Yang mendiami pantai-pantai samudra,
Ketika mereka berbincang bersama-sama,
Meneriakkan jeritan mereka.
Seorang Pengkhotbah seperti ini,
Dengan damai tinggal ditengah-tengahnya,
Mendengar suara-suara ini dari kejahuan
Tanpa mengubah alat pendengarannya.
Di dalam dunia di segala penjuru,
Burung-burung dan binatang saling bersahutan,
Dan Sang Pengkhotbah berdiam disini
Mendengarkannya dengan terperinci.
Seluruh surga-surga Brahma diatas sana,
Dari Dhyana Surga Tingkat II dan Tingkat III
Sampai ke Surga, Puncak Dari Asal Mula Perwujudan,
Suara-suara percakapan Mereka,
Sang Pengkhotbah yang berada disini,
Mendengarkannya dengan terperinci.
Seluruh kelompok Para Bhiksu dan Bhiksuni
Yang sedang membaca maupun menghafal Sutta ini,
Atau sedang mengkhotbahkan-Nya kepada orang-orang lainnya,
Sang Pengkhotbah yang berada disini,
Mendengar semuanya secara terperinci.
Lalu terdapat Para Bodhisattva
Yang membaca dan menghafalkan Hukum Kesunyataan Sutta ini,
Atau mengkhotbahkan-Nya kepada orang lain,
Menyusun dan memaparkan makna-Nya, maka
Segala suara semacam ini,
Ia mendengarnya secara terperinci.
Para Buddha, Yang Maha Agung,
Perubah semua umat,
Yang di dalam Persidangan Agung-Nya,
Memaklumkan Hukum Kesunyataan Agung,
Ia Yang Memelihara Hukum Kesunyataan Bunga Teratai ini
Mendengar-Nya secara terperinci.
Di dalam miliaran sistem dunia,
Suara-suaranya yang berada di dalam maupun diluar,
Ke bawah sampai pada neraka avici,
ke atas sampai pada puncak surga,
Semua suara-suara ini akan didengarnya
Tanpa merubah indera pendengarannya.
Dan karena telinga-telinga sangat sempurna,
Ia dapat membeda-bedakannya dan mengetahui seluruhnya.
Ia yang memelihara Hukum Kesunyataan Bunga Teratai ini,
Meskipun belum memiliki Telinga-Telinga Surga
Dan hanya mempergunakan telinga-telinga alaminya saja,
Telah memiliki karunia-karunia seperti ini."
"Lebih-lebih lagi Wahai Satatasamitabhiyukta ! Seandainya terdapat Seorang Putera maupun Seorang Puteri Yang Baik Yang Menerima dan Memelihara Sutta Dharmaparyaya ini, membaca atau menghafalkan-Nya, mengajarkan atau menurun-Nya, maka Ia akan memperoleh karunia 800 Pahala hidung. Dengan indera yang sempurna ini, di dalam maupun diluarnya, Ia akan mencium segala macam bebauan, harumnya Bunga-Bunga Samana, Bunga-Bunga Jatika, Bunga-Bunga Mallika, Bunga-Bunga Campaka, Bunga-Bunga Patala, Teratai Merah, Teratai Biru, Teratai Putih, pepohonan yang sedang berkembang dan pepohonan yang sedang berbuah, kayu cendana dan kayu gaharu, Bunga-Bunga Tamalapattra, Tagara, dan ribuan paduan wewangian, bubuk, butiran kecil ataupun di dalam salep. Ia yang memelihara Sutta Dharmaparyaya meskipun sedang berada di tempat ini, dapat mencium semuanya ini. Lagi, Ia akan dapat mencium segala bebauan dari seluruh mahluk hidup, bebauan gajah, kuda, ternak, kambing dan sebagainya, ia juga dapat mencium bau orang laki-laki, perempuan, pemuda, gadis, bebauan rumput, pohon, semak dan kekayuan, baik jauh maupun dekat, dan berupa bau apapun juga, Ia mampu mengenali semuanya serta merasakannya tanpa salah sedikitpun. Ia yang memelihara Sutta Dharmaparyaya ini meskipun sedang berada disini, akan mampu pula mengenal bau dari para dewa surga, bau parijata dan kovidara, bau Bunga Mandarawa, Maha Mandarawa, manyusaka dan Bunga Maha Manyusaka, Ia pun mengenal bebauan dari segala serbuk kayu cendana dan kayu gaharu serta bebauan dari banyak paduan bunga-bunga. Segala bau yang tertebar dari paduan wewangian surga semacam itu, semuanya dapat diresapi dan dikenalnya tanpa salah sedikitpun. Dan Iapun akan mengenal bebauan dari tubuh para dewa, bebauan dari Sang Sakra Dewa Indra di dalam Istana-Nya Yang Megah yang sedang memanjakan kelima nafsunya serta menghibur Diri dengan riang-Nya; baik Ia sedang berada di dalam Ruang Dharmasula-Nya dan sedang mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan kepada para dewa dari Tavatimsa, maupun Ia sedang berjalan-jalan menikmati teman-Nya. Juga bebauan dari tubuh para dewa pria dan wanita yang lain, semuanya ini Ia mengenalnya dari kejahuan. Ia pun mencium segala bebauan dari Tubuh para dewa, dari dunia Brahma sampai puncak asal mula perwujudan. Disamping itu, Ia juga mencium bebauan harumnya dupa yang sedang dibakar oleh para dewa, dan mencium pula bebauan dari Para Sravaka, PratyekaBuddha, Bodhisattva, dan Tubuh Para Buddha. Semuanya ini Ia dapat menciumnya dari kejahuan serta mengetahui letak dimana mereka berada. Meskipun Ia mencium segala bebauan ini, tetapi indera penciumannya tidaklah dirubah atau diganti dan seandainya Ia ingin menegaskannya kepada orang lain, ingatannya tidak bakal keliru."
Kemudian Sang Buddha yang ingin memaklumkan Ajaran ini kembali, bersabdalah Beliau dalam Syair :
Recent Posts

