61
Arya SriSaddharma Pundarika Nama Dharmaparyaya Mahayana Suttram / Re: Gadgadasvara Parivartah Dharmaparyaya Suttram
« Last post by ajita on June 05, 2017, 08:12:53 am »Sang Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna juga menyampaikan salamNya kepada Sang Tathagata Prabhutaratna. "Apakah Engkau baik-baik saja? Apakah Engkau suka hati tinggal lama." Yang Maha Agung! Sekarang Kami ingin melihat Tubuh Sang Tathagata Buddha Prabhutaratna dan berkenanlah Engkau duhai Yang Maha Agung untuk menampakkan diri dan mengizinkan Kami melihatNya."
Kemudian Sang Sakyamuni Buddha berkata pada Sang Buddha Prabhutaratna : "Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini ingin berbincang-bincang."Dengan serta merta Sang Buddha Prabhutaratna menyapa Sang Gadgadasvara : "Bagus sekali, bagus sekali! Bahwasanya Engkau telah dapat datang kemari untuk memuliakan Sang Sakyamuni Buddha dan untuk mendengarkan Hukum Sutra Bunga Teratai serta menemui Sang Manjusri dan lain-lainNya."
Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini telah menanam akar Kebajikan yang bagaimana serta jasa-jasa apa yang telah Ia bina sehingga Ia memiliki kekuatan Ghaib seperti ini?" Sang Buddha menjawab Sang Bodhisattva Padmasri:"Dahulu kala, pada asamkhyeya yang tak terhingga, adalah Seorang Buddha yang bernama Megadundubhisvararaja Tathagato'rhan samyaksambuddho, loka udapadi, Pemilik Pikiran Dan Perbuatan Sempurna, Yang Terbahagiah, Maha Tahu Dunia, Sang Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Sang Bhagavan Buddho, Yang KawasanNya disebut Sarvarupasamdarsana, dan Kalpa Nya disebut Priyadarsana. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selama 1200 tahun telah memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan Ratusan Ribu jenis musik dan mempersembahkan pula 84 ribu Kendaraan dari 7 Benda Berharga. Karena Pahala dari semuanya ini, sekarang Ia dilahirkan didalam Kawasan Sang Buddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna dan memiliki kekuatan Ghaib seperti itu. "Wahai Padmasri! Bagaimanakah pendapatMu tentang Sang Bodhisattva Gadgadasvara yang pada saat itu memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan dendang dan lagu serta persembahan Kendaraan-Kendaraan berharga tadi? Apakah kiranya Ia itu Orang lain adanya? Sesungguhnyalah Dia itu Sang Bodhisattva Mahasattva Suara Menakjubkan adanya.
Wahai Padmasri! Sebelum Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara ini memuliakan dan bergaul erat dengan Para Buddha yang tak terhitung jumlahNya, Ia telah sekian lama membina akar-akar Kebajikan dan telah bertemu dengan Ratusan Ribu Koti Nayuta dari Para Buddha yang banyakNya seperti pasir-pasir Sungai Gangga. Wahai Padmasri! Disini Engkau hanya melihat satu bentuk tubuh saja dari Sang Bodhisattva Gadgadasvara karena Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selalu muncul dalam berbagai wujud Tubuh dimanapun jua Ia mengkhotbahkan Sutra ini kepada Para Umat. Kadang-kadang Ia muncul sebagai seorang Brahma, atau muncul sebagai seorang Rudra, atau muncul sebagai Sakra, atau muncul sebagai Isvara , atau muncul sebagai Senapati, atau muncul sebagai Vaisravana, atau muncul sebagai Raja Pemutar Roda Suci, atau muncul sebagai Kotaraja, atau muncul sebagai Seorang Tua, atau muncul sebagai Grhapati, atau muncul sebagai Naigama, atau muncul sebagai Brahmana serta mengkhotbahkan Saddharma Pundarika Dharmaparyaya Sutta ini. Ia mampu menyelamatkan mahluk apapun yang berada didalam Neraka, atau alam iblis-iblis lapar, alam binatang dan semuanya yang berada didalam kesengsaraan. Bahkan didalam istana seorang raja, Ia mengkhotbahkan Sutra ini dengan merubah diriNya menjadi seorang wanita.
Wahai Padmasri! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini adalah seorang yang mampu menyelamatkan dan melindungi semua umat didunia saha ini. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini, dengan merubah dirinya sedemikian rupa muncul dalam berbagai cara di dunia saha ini untuk mengkhotbahkan Sutta ini kepada semua umat. Tidak pernah akan terjadi kemunduran didalam daya Ghaib penjelmaan dan kebijaksanaanNya itu. Dengan begitu banyak cara, Sang Bodhisattva ini telah membuat benderangnya dunia sehingga setiap umat telah memperoleh pengetahuannya. Didalam dunia-dunia lain di segala penjuru yang banyaknya seperti pasir-pasir sungai Gangga, Ia telah berbuat hal yang sama.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Bodhisattva, maka Ia muncul sebagai seorang Bodhisattva dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Sravaka, maka Ia muncul sebagai seorang Sravaka dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang PratyekaBuddha, maka Ia muncul sebagai seorang PratyekaBuddha dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Tathagata, maka Ia muncul sebagai seorang Tathagata dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Dengan berbagai cara seperti ini, Ia selalu muncul sesuai dengan cara yang harus Ia tempuh untuk menyelamatkan umat.Bahkan kepada mereka yang harus Ia selamatkan dengan Kemokshaan, maka Ia akan membuat dirinya menjadi moksha. Wahai Padmasri! Sedemikianlah besarnya kekuatan Ghaib dan Kebijaksanaan yang telah diperoleh Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara."
Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini sungguh-sungguh telah menanam dengan dalamnya akar-akar KebajikanNya." Yang Maha Agung! Didalam Perenungan yang bagaimanakah Sang Bodhisattva ini berada sehingga Ia mampu menjelma dan merubah dirinya sedemikian rupa sesuai dengan keadaan untuk menyelamatkan mahluk?" Sang Buddha mejawab Sang Padmasri Bodhisattva:"Putera Yang Baik! Perenungan itu disebut Samadhi Sarvarupasamdarsana. Didalam Perenungan inilah Sang Bodhisattva Gadgadasvara berada sehingga Ia mampu berbuat sedemikian itu untuk menyelamatkan para umat yang tak terhitung jumlahnya."
Pada saat persoalan Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini dikhotbahkan, 84 Ribu orang telah datang bersama-sama dengan Sang Bodhisattva Gadgadasvara, semuanya mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana dan Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlahNya didalam dunia saha ini juga memperoleh Perenungan ini dan mencapai Dharani.
Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara yang telah selesai memuliakan Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Sakyamuni dan Dhatu Stupa dari Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Prabhutaratna, kemudian kembali keNegeriNya sendiri. Negeri-negeri yang Ia lewati tergetar dalam enam cara yang berbeda dan menghujani Bunga-Bunga Teratai indah serta mengalunkan Ratusan Ribu Koti jenis musik. Setelah tiba dikawasannNya sendiri, kemudian Ia bersama dengan 84 Ribu Bodhisattva yang mengelilingiNya, pergi menghadap Sang Bhagavantam Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna Arhantam SamyakSambuddha dan berkata kepadaNya: "Yang Di Hormati Dunia! Aku telah mengunjungi Dunia Saha dan telah berbuat Kebajikan kepada Mahluk-Mahluk Nya, dan Aku telah melihat Sang Sakyamuni serta Stupa dari Sang Buddha Prabhutaratna dan telah memuliakan serta menghormatiNya. Aku juga telah melihat Sang Bodhisattva Manjusri, Putera dari Sang Raja Hukum Kebenaran, begitu juga Sang Bodhisattva BhaisajyaRaja, Sang Bodhisattva Yang Telah Memperoleh Ketulusan dan Semangat, Sang Bodhisattva Pradanasura dan lain-lainNya. Aku telah pula membuat ke 84 Ribu Bodhisattva itu mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana."
Pada saat hal tentang Pergi dan DatangNya Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara dikhotbahkan, 42 Ribu Putera-Putera Surga memperoleh Penetapan untuk tidak terlahir kembali, dan Sang Bodhisattva Padmasri memperoleh Perenungan yang disebut Samadhi Hukum Kesunyataan Bunga Teratai Yang Menakjubkan.
Demikianlah Sang Bunga Teratai dari Keghaiban Hukum Kesunyataan, Gadgadasvara Parivartah, BAB 23.
Kemudian Sang Sakyamuni Buddha berkata pada Sang Buddha Prabhutaratna : "Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini ingin berbincang-bincang."Dengan serta merta Sang Buddha Prabhutaratna menyapa Sang Gadgadasvara : "Bagus sekali, bagus sekali! Bahwasanya Engkau telah dapat datang kemari untuk memuliakan Sang Sakyamuni Buddha dan untuk mendengarkan Hukum Sutra Bunga Teratai serta menemui Sang Manjusri dan lain-lainNya."
Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini telah menanam akar Kebajikan yang bagaimana serta jasa-jasa apa yang telah Ia bina sehingga Ia memiliki kekuatan Ghaib seperti ini?" Sang Buddha menjawab Sang Bodhisattva Padmasri:"Dahulu kala, pada asamkhyeya yang tak terhingga, adalah Seorang Buddha yang bernama Megadundubhisvararaja Tathagato'rhan samyaksambuddho, loka udapadi, Pemilik Pikiran Dan Perbuatan Sempurna, Yang Terbahagiah, Maha Tahu Dunia, Sang Pemimpin Tiada Tandingan, Guru Dewa dan Manusia, Sang Bhagavan Buddho, Yang KawasanNya disebut Sarvarupasamdarsana, dan Kalpa Nya disebut Priyadarsana. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selama 1200 tahun telah memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan Ratusan Ribu jenis musik dan mempersembahkan pula 84 ribu Kendaraan dari 7 Benda Berharga. Karena Pahala dari semuanya ini, sekarang Ia dilahirkan didalam Kawasan Sang Buddha Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna dan memiliki kekuatan Ghaib seperti itu. "Wahai Padmasri! Bagaimanakah pendapatMu tentang Sang Bodhisattva Gadgadasvara yang pada saat itu memuliakan Sang Buddha Megadundubhisvararaja dengan dendang dan lagu serta persembahan Kendaraan-Kendaraan berharga tadi? Apakah kiranya Ia itu Orang lain adanya? Sesungguhnyalah Dia itu Sang Bodhisattva Mahasattva Suara Menakjubkan adanya.
Wahai Padmasri! Sebelum Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara ini memuliakan dan bergaul erat dengan Para Buddha yang tak terhitung jumlahNya, Ia telah sekian lama membina akar-akar Kebajikan dan telah bertemu dengan Ratusan Ribu Koti Nayuta dari Para Buddha yang banyakNya seperti pasir-pasir Sungai Gangga. Wahai Padmasri! Disini Engkau hanya melihat satu bentuk tubuh saja dari Sang Bodhisattva Gadgadasvara karena Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini selalu muncul dalam berbagai wujud Tubuh dimanapun jua Ia mengkhotbahkan Sutra ini kepada Para Umat. Kadang-kadang Ia muncul sebagai seorang Brahma, atau muncul sebagai seorang Rudra, atau muncul sebagai Sakra, atau muncul sebagai Isvara , atau muncul sebagai Senapati, atau muncul sebagai Vaisravana, atau muncul sebagai Raja Pemutar Roda Suci, atau muncul sebagai Kotaraja, atau muncul sebagai Seorang Tua, atau muncul sebagai Grhapati, atau muncul sebagai Naigama, atau muncul sebagai Brahmana serta mengkhotbahkan Saddharma Pundarika Dharmaparyaya Sutta ini. Ia mampu menyelamatkan mahluk apapun yang berada didalam Neraka, atau alam iblis-iblis lapar, alam binatang dan semuanya yang berada didalam kesengsaraan. Bahkan didalam istana seorang raja, Ia mengkhotbahkan Sutra ini dengan merubah diriNya menjadi seorang wanita.
Wahai Padmasri! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini adalah seorang yang mampu menyelamatkan dan melindungi semua umat didunia saha ini. Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini, dengan merubah dirinya sedemikian rupa muncul dalam berbagai cara di dunia saha ini untuk mengkhotbahkan Sutta ini kepada semua umat. Tidak pernah akan terjadi kemunduran didalam daya Ghaib penjelmaan dan kebijaksanaanNya itu. Dengan begitu banyak cara, Sang Bodhisattva ini telah membuat benderangnya dunia sehingga setiap umat telah memperoleh pengetahuannya. Didalam dunia-dunia lain di segala penjuru yang banyaknya seperti pasir-pasir sungai Gangga, Ia telah berbuat hal yang sama.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Bodhisattva, maka Ia muncul sebagai seorang Bodhisattva dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Sravaka, maka Ia muncul sebagai seorang Sravaka dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang PratyekaBuddha, maka Ia muncul sebagai seorang PratyekaBuddha dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Kepada mereka yang harus Ia selamatkan dalam wujud seorang Tathagata, maka Ia muncul sebagai seorang Tathagata dan mengkhotbahkan Hukum Kebenaran.
Dengan berbagai cara seperti ini, Ia selalu muncul sesuai dengan cara yang harus Ia tempuh untuk menyelamatkan umat.Bahkan kepada mereka yang harus Ia selamatkan dengan Kemokshaan, maka Ia akan membuat dirinya menjadi moksha. Wahai Padmasri! Sedemikianlah besarnya kekuatan Ghaib dan Kebijaksanaan yang telah diperoleh Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara."
Kemudian Sang Bodhisattva Padmasri berkata kepada Sang Buddha : "Yang Maha Agung! Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini sungguh-sungguh telah menanam dengan dalamnya akar-akar KebajikanNya." Yang Maha Agung! Didalam Perenungan yang bagaimanakah Sang Bodhisattva ini berada sehingga Ia mampu menjelma dan merubah dirinya sedemikian rupa sesuai dengan keadaan untuk menyelamatkan mahluk?" Sang Buddha mejawab Sang Padmasri Bodhisattva:"Putera Yang Baik! Perenungan itu disebut Samadhi Sarvarupasamdarsana. Didalam Perenungan inilah Sang Bodhisattva Gadgadasvara berada sehingga Ia mampu berbuat sedemikian itu untuk menyelamatkan para umat yang tak terhitung jumlahnya."
Pada saat persoalan Sang Bodhisattva Gadgadasvara ini dikhotbahkan, 84 Ribu orang telah datang bersama-sama dengan Sang Bodhisattva Gadgadasvara, semuanya mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana dan Para Bodhisattva yang tak terhitung jumlahNya didalam dunia saha ini juga memperoleh Perenungan ini dan mencapai Dharani.
Kemudian Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara yang telah selesai memuliakan Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Sakyamuni dan Dhatu Stupa dari Sang Tathagata Arahat SamyakSambuddha Prabhutaratna, kemudian kembali keNegeriNya sendiri. Negeri-negeri yang Ia lewati tergetar dalam enam cara yang berbeda dan menghujani Bunga-Bunga Teratai indah serta mengalunkan Ratusan Ribu Koti jenis musik. Setelah tiba dikawasannNya sendiri, kemudian Ia bersama dengan 84 Ribu Bodhisattva yang mengelilingiNya, pergi menghadap Sang Bhagavantam Kamaladalavimalanaksatrarajasamkusumitabhijna Arhantam SamyakSambuddha dan berkata kepadaNya: "Yang Di Hormati Dunia! Aku telah mengunjungi Dunia Saha dan telah berbuat Kebajikan kepada Mahluk-Mahluk Nya, dan Aku telah melihat Sang Sakyamuni serta Stupa dari Sang Buddha Prabhutaratna dan telah memuliakan serta menghormatiNya. Aku juga telah melihat Sang Bodhisattva Manjusri, Putera dari Sang Raja Hukum Kebenaran, begitu juga Sang Bodhisattva BhaisajyaRaja, Sang Bodhisattva Yang Telah Memperoleh Ketulusan dan Semangat, Sang Bodhisattva Pradanasura dan lain-lainNya. Aku telah pula membuat ke 84 Ribu Bodhisattva itu mencapai Perenungan tentang Sarvarupasamdarsana."
Pada saat hal tentang Pergi dan DatangNya Sang Bodhisattva Mahasattva Gadgadasvara dikhotbahkan, 42 Ribu Putera-Putera Surga memperoleh Penetapan untuk tidak terlahir kembali, dan Sang Bodhisattva Padmasri memperoleh Perenungan yang disebut Samadhi Hukum Kesunyataan Bunga Teratai Yang Menakjubkan.
Demikianlah Sang Bunga Teratai dari Keghaiban Hukum Kesunyataan, Gadgadasvara Parivartah, BAB 23.
Recent Posts