11
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« Last post by ajita on December 08, 2018, 12:49:13 am »
Arya Avalokita Isvara

Padmakula
Bab 15
Dasavasa parivartah
Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, di 'berdayakan (adhisthana)' oleh sang Buddha, memasuki 'konsentrasi yang bernama Teknik Tanpa Batas Dari Bodhisattva (Bodhisattvanantopayakosalya nama samadhim)'; Melalui kekuatan Samadhi itu, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Dharmaprajna. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvanantopayakosalya Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kekuatan akar kebajikan yang telah Anda praktekkan, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi meningkatkan pengetahuan Buddha, memasuki dharmadhatu secara mendalam, memahami dengan baik alam-alam para makhluk hidup, tanpa rintangan memasuki apapun, tanpa halangan dalam semua kegiatan, mencapai upaya-kausalya yang tiada bandingan, memasuki intisari Sarvajnajnana, menyadari semua gejala kejadian, mengetahui semua indera, mampu mempertahankan dan menjelaskan semua Dharma, yaitu, menghasilkan 'sepuluh kediaman dari Bodhisattva (Bodhisattvadasavasa)'. Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini!"
Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Dharmaprajna Bodhisattva pengetahuan yang tidak terhalang, pengetahuan yang tidak melekat, pengetahuan tidak terputus, pengetahuan yang tidak terperdaya, pengetahuan yang tidak membedakan, pengetahuan yang tanpa kesalahan, pengetahuan yang tidak terbatas, pengetahuan yang tiada tanding, pengetahuan yang tiada lalai, dan pengetahuan yang tidak bisa diambil. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.
Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Dharmaprajna Bodhisattva; Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, tempat kediaman dari Bodhisattva sangatlah luas, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa. Kulaputra, Bodhisattva tinggal berdiam di dalam rumah para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan tempat kediaman Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis tempat kediaman dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu? Yaitu :
Kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad.
Kediaman dari mempersiapkan dasar.
Kediaman dari praktek.
Kediaman dari kelahiran mulia.
Kediaman dari pencapaian upaya-kausalya.
Kediaman dari keadaan pikiran yang benar.
Kediaman dari yang tanpa kemunduran.
Kediaman dari usia muda yang murni.
Kediaman dari pangeran Dharma.
Kediaman dari abhiseka mahkota.
"Inilah yang dinamakan sepuluh kediaman dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."
"Kulaputra, apakah kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva melihat Bhagavan Buddha yang bentuk-rupa-Nya agung, yang tanda-tanda tubuh-Nya sempurna dan menyenangkan untuk dilihat, yang sulit di jumpai, dan yang kekuatan-Nya sangat besar; Atau melihat kekuatan batin-Nya, atau mendengar ramalan mencapai Bodhi, atau mendengar ajaran Dharma-Nya, atau melihat makhluk hidup yang mengalami penderitaan parah, atau mendengar Maha Vaipulya Buddhadharma dari sang Tathagata, lalu menghasilkan 'Pikiran Bodhi (Bodhicitta)' dan mencari 'Pengetahuan Yang Mengetahui Semua (Sarvajnajnana)'. "
“Bodhisattva membangkitkan tekad yang dikondisikan oleh sepuluh Dharma yang sulit didapatkan. Apakah sepuluh itu? Yaitu: pengetahuan tentang apa yang demikian dan yang bukan demikian; pengetahuan tentang akibat dari karma baik dan buruk; pengetahuan tentang indera yang unggul atau yang lebih rendah; pengetahuan tentang perbedaan dari berbagai jenis alam; pengetahuan tentang berbagai jenis pemahaman yang berbeda; pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan; pengetahuan tentang semua dhyana, vimoksa, dan samadhi; pengetahuan tentang kehidupan masa lalu; pengetahuan tentang Mata Surga yang tanpa halangan; dan pengetahuan tentang seluruhnya mengakhiri arus keluar di tiga masa waktu. Inilah sepuluh itu.”
"Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: rajin memberikan persembahan kepada para Buddha; senang tinggal berdiam di dalam dunia; membimbing para orang duniawi untuk melenyapkan karma buruk; terus-menerus mengajar dengan menggunakan Saddharma; memuji Dharma yang tiada tanding; mempelajari kebajikan Buddha; terlahir di hadapan para Buddha dan selalu diterima dalam perkumpulan majelis-Nya; dengan upaya-kausalya mengumumkan Samadhi yang hening-tenang; memuji pelepasan dari perputaran kelahiran dan kematian; menjadi tempat perlindungan bagi para makhluk yang menderita; Mengapa begitu? Demi memperluas pikiran Bodhisattva dalam Buddhadharma dan agar mampu memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari mempersiapkan dasar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menghasilkan sepuluh jenis pikiran terhadap semua makhluk hidup. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Pikiran memberi manfaat; pikiran belas kasih yang besar; pikiran memberi kebahagiaan; pikiran memberi tempat tinggal yang damai; pikiran mengasihani; pikiran peduli; pikiran memberi perlindungan; pikiran mengenali ciri; pikiran bertindak sebagai guru; dan pikiran menjadi pemandu. Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: belajar dan mempraktekkan pengetahuan; senang dalam keheningan-tenang; berteman dekat dengan para bijaksana; berbicara halus dan menyenangkan; berbicara pada waktu yang tepat; tiada takut; memahami Dharma secara menyeluruh; bertindak sesuai dengan Dharma; menjauhi kebodohan dan khayalan; dan tinggal berdiam dengan damai dan tidak bergerak. Mengapa begitu? Demi meningkatkan belas kasih besar Bodhisattva terhadap semua makhluk hidup dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari praktek dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva merenungkan semua gejala kejadian melalui sepuluh jenis praktek. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Merenungkan semua gejala kejadian sebagai yang tidak abadi; semua gejala kejadian sebagai penderitaan; semua gejala kejadian sebagai yang kosong; semua gejala kejadian adalah yang tanpa diri; semua gejala kejadian tanpa ciptaan; semua gejala kejadian tanpa rasa; semua gejala kejadian tidak bisa disamakan dengan nama; semua gejala kejadian tanpa lokasi; semua gejala kejadian terpisah dari pembedaan; dan semua gejala kejadian tiada keberadaan. Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: merenungkan alam makhluk hidup, dharmadhatu, alam duniawi; merenungkan alam tanah, alam air, alam api, alam angin; merenungkan kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Mengapa begitu? Demi menyebabkan pengetahuan Bodhisattva bersinar terang dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari kelahiran mulia dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva lahir dari ajaran yang bijaksana dan menyempurnakan sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Tiada kemunduran; secara mendalam menghasilkan keyakinan murni di hadapan para Buddha; merenungkan gejala kejadian dengan teliti; secara menyeluruh mengetahui semua makhluk hidup, negara, dunia, perbuatan, ganjaran, kelahiran dan kematian, dan Nirvana. Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui semua Dharma dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; mempraktekkan dan mengumpulkan semua Dharma dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; menyempurnakan semua Dharma dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; dan mengetahui kesamaan semua Buddha. Mengapa begitu? Demi membuat kemajuan dalam masa lampau - masa depan - masa sekarang dan mendapatkan kesamaan pikiran (dengan Tathagata) dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari pencapaian upaya-kausalya dari Bodhisattva? Semua akar kebajikan yang diolah oleh Bodhisattva adalah demi menyelamatkan semua makhluk hidup; menguntungkan semua makhluk hidup; membuat semua makhluk hidup bahagia; berbelas kasihan kepada semua makhluk hidup; membebaskan semua makhluk hidup; menyebabkan semua makhluk hidup terpisah dari semua bencana; menyebabkan semua makhluk hidup lolos dari penderitaan kelahiran dan kematian; menyebabkan semua makhluk hidup menghasilkan keyakinan murni; menaklukkan semua makhluk hidup; dan menyebabkan semua makhluk hidup masuk ke Nirvana.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui makhluk hidup yang tidak terbatas; mengetahui makhluk hidup yang tidak terhingga; mengetahui makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya; mengetahui makhluk hidup yang tidak terbayangkan; mengetahui bentuk-rupa makhluk hidup yang tanpa batas; mengetahui makhluk hidup yang tidak terukur; mengetahui makhluk hidup adalah yang kosong; mengetahui makhluk hidup tidak menciptakan apapun; mengetahui makhluk hidup tiada keberadaan; dan mengetahui makhluk hidup tiada sifat alami. Mengapa begitu? Demi menyebabkan pikiran meningkat dalam kebebasan, tanpa kemelekatan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari keadaan pikiran yang benar dari Bodhisattva? Pikiran Bodhisattva setelah mendengar sepuluh jenis gejala kejadian, berada dalam samadhi dan tidak bergerak. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mendengar sang Buddha dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Dharma dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Bodhisattva dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Praktek Bodhisattva dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup adalah yang terbatas atau tidak terbatas, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup adalah yang kotor atau bersih, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup mudah dibebaskan atau sulit dibebaskan, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa dharmadhatu memiliki batas atau tanpa batas, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan tentang pembentukan atau peluruhan dharmadhatu, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa dharmadhatu ada atau tidak ada, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: semua gejala kejadian adalah yang tiada tanda; semua gejala kejadian adalah yang tidak memiliki intisari; semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa diolah; semua gejala kejadian adalah yang tiada keberadaan; semua gejala kejadian adalah yang tiada kenyataan yang sesungguhnya; semua gejala kejadian adalah yang kosong; semua gejala kejadian tiada sifat alami diri; semua gejala kejadian seperti khayalan; semua gejala kejadian seperti mimpi; semua gejala kejadian tiada perbedaan; Mengapa begitu? Demi menyebabkan pikiran meningkat dalam keadaan tanpa kemunduran dari anutpattikadharmaksanti dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari yang tanpa kemunduran dari Bodhisattva? Pikiran Bodhisattva setelah mendengar sepuluh jenis gejala kejadian, teguh dan tidak mundur. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Mendengar bahwa ada atau tiada sang Buddha, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Dharma, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Bodhisattva, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada praktek Bodhisattva, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa para Bodhisattva melalui prakteknya mencapai atau tidak mencapai pembebasan, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Buddha di masa lalu, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa akan ada atau tidak akan ada Buddha di masa depan, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tidak ada Buddha di masa sekarang, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa pengetahuan Buddha adalah yang terbatas atau yang tidak terbatas, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa masa lalu - masa sekarang - masa depan adalah yang sama atau yang tidak sama, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Maha Vaipulya Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: menjelaskan bahwa satu adalah banyak; menjelaskan bahwa banyak adalah satu; tulisan sesuai dengan makna; makna sesuai dengan tulisan; ketidakberadaan adalah keberadaan; keberadaan adalah ketidakberadaan; tiada bentuk adalah bentuk; bentuk adalah tiada bentuk; tiada sifat alami adalah sifat alami; sifat alami adalah tiada sifat alami. Mengapa begitu? Demi meningkat maju hingga mampu terbebas dari semua gejala kejadian dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari usia muda yang murni dari Bodhisattva? Bodhisattva tinggal berdiam di dalam sepuluh jenis 'perbuatan (karma)'. Apakah sepuluh itu? Yaitu: perbuatan tubuh yang tanpa kesalahan; perbuatan ucapan yang tanpa kesalahan; perbuatan pikiran yang tanpa kesalahan; mengambil kelahiran sesuai keinginan; mengetahui berbagai macam kecenderungan makhluk hidup; mengetahui berbagai macam pemahaman makhluk hidup; mengetahui berbagai macam alam makhluk hidup; mengetahui berbagai macam karma makhluk hidup; mengetahui pembentukan dan peluruhan dunia; pergi kemanapun dengan bebas melalui kekuatan batin; Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui semua Buddhaksetra; menggerakkan semua Buddhaksetra; mempertahankan semua Buddhaksetra; mengamati semua Buddhaksetra; mengunjungi semua Buddhaksetra; bepergian melalui dunia-dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menerima Buddhadharma yang tidak terhitung jumlahnya; menampilkan tubuh dengan perubahan wujud yang bebas; memancarkan suara yang besar dan meliputi semua; dan dalam satu 'kshana (kecepatan kilat)', melayani dan memberikan persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung jumlahnya. Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam upaya-kausalya dengan semua Dharma dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari sebagai pangeran Dharma dari Bodhisattva? Bodhisattva dengan mahir mengetahui sepuluh jenis gejala kejadian. Apakah sepuluh itu? Yaitu: dengan terampil mengetahui bagaimana makhluk hidup mengalami kelahiran kembali; dengan terampil mengetahui asal mula dari penderitaan; dengan terampil mengetahui kekuatan kebiasaan yang berkelanjutan; dengan terampil mengetahui praktek upaya-kausalya; dengan terampil mengetahui Dharma yang tanpa batas; dengan terampil mengetahui semua sikap yang mulia; dengan terampil mengetahui perbedaan dunia; dengan terampil mengetahui peristiwa masa lalu dan masa depan; dengan terampil mengetahui bagaimana menjelaskan makna dari kebenaran biasa; dan dengan terampil mengetahui bagaimana menjelaskan makna dari kebenaran tertinggi; Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: upaya-kausalya dalam kedudukan sebagai Dharmaraja; aturan dari kedudukan sebagai Dharmaraja; tempat tinggal dari Dharmaraja; usaha dari Dharmaraja; perenungan Dharmaraja; abhiseka Dharmaraja; pemeliharaan dengan kekuatan Dharmaraja; keberanian Dharmaraja; ketenangan Dharmaraja; dan pujian Dharmaraja. Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam pikiran yang tanpa hambatan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
“Kulaputra, apakah kediaman dari abhiseka mahkota dari Bodhisattva? Bodhisattva menyempurnakan sepuluh jenis pengetahuan. Apakah sepuluh itu? Yaitu: menggoncang dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menyinari dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menyokong dunia yang tidak terhitung jumlahnya; pergi ke dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menghiasi dan memurnikan dunia yang tidak terhitung jumlahnya; mengajar makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; mengamati makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; mengetahui indera makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; menyebabkan makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya berjuang memasuki Bodhi; menjinakkan dan menundukkan makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; Inilah sepuluh itu.”
“Kulaputra, tubuh Bodhisattva ini dan perbuatan tubuh-Nya, tampilan dari berbagai perubahan wujud dari kekuatan batin-Nya, pengetahuan masa lalu - masa depan - masa kini-Nya, pengembangan Buddhaksetra-Nya, keadaan pikiran-Nya, alam pengetahuan-Nya, semuanya itu tidak dapat diketahui. Bahkan Bodhisattva di tingkat Dharmaraja tidak dapat mengetahuinya.”
“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh jenis pengetahuan Buddha. Apakah sepuluh itu? Yaitu: pengetahuan masa lampau - masa depan - masa sekarang; pengetahuan Buddhadharma; pengetahuan dharmadhatu yang tanpa halangan; pengetahuan dharmadhatu yang tanpa batas; pengetahuan yang memenuhi semua dunia; pengetahuan yang menyinari semua dunia; pengetahuan yang menyokong semua dunia; pengetahuan yang mengetahui semua makhluk hidup; pengetahuan yang mengetahui semua gejala kejadian; pengetahuan yang mengetahui semua Buddha yang tanpa batas; Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam pengetahuan tentang semua cara khusus pembebasan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."
Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, disetiap sepuluh penjuru arah banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra bergoncang dalam enam cara, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru.
Ada turun hujan bunga surga, bubuk candana surga, karangan bunga surga, wewangian surga, pakaian permata surga, dan perhiasan surga; Musik surga bermain spontan tanpa henti, dengan pancaran cahaya dan suara yang indah. Sama seperti di dunia ini diatas puncak gunung Sumeru di dalam istana Devendra, sepuluh tempat kediaman dijelaskan dengan menampilkan perubahan wujud ajaib, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia.
Lagi, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, di setiap sepuluh penjuru arah, melewati banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, ada datang para Bodhisattva yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra ke tempat ini, memenuhi sepuluh penjuru, Mereka berkata: “Sadhu, Sadhu, Kulaputra, sangat baik Anda membabarkan Dharma ini! Kami semua juga memiliki nama yang sama, Kebijaksanaan Dharma, dan ksetra tempat Kami berasal semuanya memiliki nama yang sama, Megha Dharma. Para Tathagata dari ksetra itu semuanya bernama Saddharma. Di dalam semua Buddhaksetra tempat kami berasal, Sepuluh Tempat Kediaman juga dibabarkan, dan perkumpulan majelis dan pengiringnya, kata dan ungkapannya semuanya juga sama seperti ini, tanpa tambahan atau pengurangan.”
"Kami, Kulaputra, menerima kekuatan batin sang Buddha, telah datang dan memasuki perkumpulan majelis ini untuk memberikan Anda kesaksian. Sama seperti yang ada di perkumpulan majelis ini, di semua dunia di seluruh sepuluh penjuru arah adalah juga begitu."
Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru di seluruh dharmadhatu, mengucapkan syair-gatha ini :
Melihat tubuh yang indah dari sang Bijaksana Tertinggi,
Yang dilengkapi dengan hiasan tanda dan kemurnian,
Yang sangat terhormat dan jarang dijumpai,
Para Bodhisattva dengan berani membuat tekad pertama kali.
Melihat kekuatan batin besar yang tiada bandingnya,
Mendengar ramalan, dan mengingat Dharma,
Dan karena penderitaan yang tidak terbatas dari makhluk hidup,
Para Bodhisattva untuk pertama kali membuat tekad.
Mendengar para Tathagata dimana-mana dimuliakan tertinggi,
Yang telah menyempurnakan semua kualitas kebajikan,
Yang sama seperti ruang angkasa, tiada perbedaan,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Sebab dan akibat dari masa lalu - sekarang - masa depan dinamakan tempat.
Sifat alami diri dan gejala kejadian adalah yang tanpa tempat.
Ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dari masa lalu, masa depan, dan masa sekarang,
Semua karma yang baik atau buruk.
Ingin mengetahui selengkapnya yang tiada habisnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua Dhyana, Vimoksa, dan Samadhi,
Yang kotor, yang murni, dan yang tidak terbatas jenisnya.
Ingin mengetahui semuanya, memasukinya, tinggal berdiam, dan keluar,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Sesuai dengan ketajaman atau ketumpulan indera para makhluk,
Kekuatan semangat mereka juga beranekaragam.
Ingin memahami dan mengetahui semua keanekaragamannya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Pemahaman makhluk hidup adalah yang beranekaragam,
Kecenderungan pikiran mereka masing-masing berbeda.
Ingin mengetahui semua kecenderungan yang tidak terbatas ini,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Alam makhluk hidup adalah yang berbeda-beda,
Dan semua dunia adalah yang tidak terbatas.
Ingin mengetahui zat dan sifat alaminya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Jalan dari semua perbuatan yang berkondisi,
Masing-masing memiliki tujuannya.
Ingin mengetahui sifat alaminya yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Para makhluk hidup di semua dunia,
Mengalir menurut karma mereka tanpa henti.
Ingin mencapai Mata Surga untuk melihat semuanya dengan jelas,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dari semua yang ada di alam masa lalu,
Zatnya, sifat alaminya, dan tandanya sebagaimana apa adanya.
Ingin mengetahui kehidupan mereka sebelumnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Kemunculan yang berkelanjutan dan kekuatan kebiasaan
Dari belenggu angan-angan khayalan dari semua makhluk hidup.
Ingin mengetahui sepenuhnya pada akhirnya menghabiskannya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dari semua berbagai macam ajaran dan percakapan
Yang dibentuk oleh para makhluk hidup.
Ingin mengetahui kebenaran duniawi seperti itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua gejala kejadian melampaui ucapan.
Sifat alaminya adalah yang kosong, diam tenang, nirvana, tidak dihasilkan.
Ingin sepenuhnya memahami dan menembus maknanya yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin mengguncang dunia-dunia di sepuluh penjuru,
Dan menggulingkan semua lautan besar,
Diberkahi dengan Maha Abhijna Bala dari semua Buddha,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin memancarkan cahaya dari satu pori,
Yang menyeluruh menerangi ksetra yang tidak terhitung di sepuluh penjuru,
Dan oleh setiap sinar cahaya itu semuanya menjadi terbangkitkan,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin banyak Buddhaksetra yang tidak terbayangkan,
Dibawa ditelapak tangan namun tanpa bergerak,
Mengetahui ini sama seperti khayalan ilusi,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin para makhluk hidup dari ksetra yang tidak terbatas,
Meletakkannya di ujung rambut namun tidak terbatasi,
Mengetahui semua perwujudan tubuh dan tiada diri,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin dengan sehelai rambut mengambil air laut,
Sampai semua Maha Samudra sepenuhnya kering,
Dan mengetahui dengan tepat berapa banyak tetes yang diperlukan.
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Mengurangi semua hingga menjadi butiran debu,
Dunia-dunia yang banyaknya tidak terbayangkan,
Ingin benar-benar jelas mengetahui jumlahnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dalam kalpa yang tidak terbatas di masa lalu dan masa depan,
Tanda-tanda pembentukan dan peluruhan semua dunia.
Ingin benar-benar memahami dan menghabiskan batas-batasnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dalam tiga masa waktu, semua Tathagata,
Semua Pratyekabuddha dan semua Sravakabuddha.
Ingin mengetahui Dharma mereka sepenuhnya tanpa terkecuali,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua dunia yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Ingin dengan satu helai rambut mengangkat mereka,
Sepenuhnya memahami zat dan tanda mereka sebagaimana apa adanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Lingkaran pegunungan yang tidak terbatas dan tidak terhitung jumlahnya
Ingin membuatnya masuk sepenuhnya ke dalam satu pori rambut,
Mengetahui besarnya mereka sebagaimana apa adanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Dengan satu suara halus yang hening-tenang dan damai
Ingin berkhotbah sesuai dengan semua jenis makhluk di sepuluh penjuru,
Dan menyebabkan semua memahami dengan jelas dan murni,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Segala sesuatu yang diucapkan oleh semua makhluk hidup
Mengungkapkannya dalam satu kata,
Ingin mengetahui sifat alami diri mereka,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Menghasilkan semua ucapan suara dunia
Menyebabkan semua orang menyadari kedamaian nirvana,
Ingin mencapai lidah yang menakjubkan seperti itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua dunia di sepuluh penjuru arah,
Dengan tanda-tanda pembentukan dan peluruhannya,
Ingin semua bisa melihat dan mengetahui bahwa itu dihasilkan dari gagasan pikiran,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua dunia di sepuluh penjuru arah,
Dipenuhi dengan para Tathagata.
Ingin mengetahui semua Dharma dari para Buddha itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Tubuh yang tidak terhitung dari perubahan wujud yang bervariasi,
Setara dengan banyaknya butiran debu di semua dunia,
Ingin sepenuhnya memahaminya bahwa itu muncul dari pikiran,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Di masa lalu, masa depan, dan sekarang,
Ada para Tathagata yang tidak terbatas, tidak terhitung jumlah-Nya,
Ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua-Nya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin menjelaskan satu ucapan Dharma,
Selama asamkhyeya kalpa tanpa habis-habisnya,
Dan namun setiap ungkapan dan artinya tidak sama,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Semua makhluk hidup di sepuluh penjuru,
Memiliki tanda perputaran kelahiran dan kematian,
Ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui semuanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Ingin dengan perbuatan dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
Pergi ke mana pun di sepuluh penjuru tanpa halangan,
Dan memahami bahwa tiga masa waktu adalah yang kosong dan tiada,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.
Setelah membangkitkan tekad Bodhi,
Mereka harus pergi ke semua ksetra di sepuluh penjuru,
Untuk memuliakan dan memberikan persembahan kepada semua Tathagata,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.
Bodhisattva dengan berani mencari Jalan Buddha,
Tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian tanpa lelah,
Dan berkhotbah kepada orang lain agar mengikuti Dharma,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.
Di dalam ksetra yang tanpa batas di sepuluh penjuru,
Di setiap itu bertindak sebagai Pemimpin Yang Terhormat.
Mengajarkan seperti ini kepada semua Bodhisattva,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.
Yang Tertinggi, paling mulia, dan paling utama,
Yang Mendalam, Dharma yang halus dan murni,
Mendorong para Bodhisattva untuk mengajarkannya kepada orang-orang,
Oleh sebab itu, menjadi terpisah dari penderitaan.
Alam kemenangan yang tidak tergoyahkan,
Tiada bandingan di semua dunia,
Selalu memuji itu kepada para Bodhisattva,
Oleh sebab itu, menyebabkan mereka mencapai Avaivartika.
Buddha, sang Lokanatha yang berkekuatan besar,
Dipenuhi dengan semua kualitas kebajikan,
Membuat para Bodhisattva tinggal berdiam disini,
Dengan cara itu mengajar Mereka menjadi Yang Unggul.
Tempat para Buddha yang tidak terbatas dan tidak terhitung berdiam,
Berangkat ke sana mengunjungi-Nya.
Selalu bergabung dalam perkumpulan majelis para Buddha,
Oleh sebab itu mencapai Avaivartika.
Semua samadhi yang hening-tenang,
Dijelaskan sepenuhnya tanpa pengecualian,
Membabarkannya kepada para Bodhisattva,
Oleh sebab itu mencapai Avaivartika.
Menghancurkan roda kelahiran dan kematian,
Memutar roda Dharma yang murni dan indah,
Tidak melekati semua dunia,
Yang seperti ini adalah ajaran untuk Bodhisattva.
Semua makhluk hidup jatuh ke jalan jahat,
Terikat dan tertekan oleh penderitaan yang tidak terbatas.
Menjadi tempat perlindungan dan penyelamat mereka:
Adalah ajaran untuk Bodhisattva.
Demikianlah Kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad dari Bodhisattva,
Dengan satu pikiran mencari Jalan Yang Tiada Tanding.
Sama seperti Dharma yang saya ucapkan,
Begitu juga Dharma dari semua Buddha.
Dalam kediaman kedua dari mempersiapkan dasar,
Para Bodhisattva harus memunculkan pikiran seperti ini:
"Semoga semua makhluk hidup yang di sepuluh penjuru arah,
Mengikuti Dharma dari para Tathagata.”
Pikiran memberi manfaat, menyayangi, menentramkan,
Pikiran mendirikan mereka dengan damai, mengasihi, dan menerima,
Pikiran melindungi makhluk hidup, menganggapnya sama dengan diri sendiri,
Pikiran tentang sebagai Guru Pembimbing.
Setelah tinggal berdiam dalam keadaan pikiran yang unggul ini,
Kemudian Mereka diarahkan belajar dan berlatih,
Selalu senang dalam meditasi yang benar dan hening-tenang,
Dan mendekati semua teman yang berkebajikan.
Berbicara halus dan menyenangkan, tanpa kasar.
Selalu berbicara pada waktu yang tepat dan juga tanpa takut.
Memahami makna dari Dharma dan bertindak dengan sesuai,
Menjauh dari ketidaktahuan dan kebingungan, pikiran tidak bergerak.
Begitulah pembelajaran awal dari Bodhisattvacarya.
Mereka yang dapat mempraktikkan perilaku ini adalah putra Buddha sejati.
Sekarang saya sudah menjelaskan apa yang harus dipraktekkan,
Para putra Buddha harus rajin belajar dengan cara ini.
Bodhisattva di Kediaman ketiga dari praktek,
Harus mengandalkan ajaran Sang Buddha untuk merenungkan dengan tekun
Semua gejala kejadian sebagai yang tidak abadi, penderitaan, dan yang kosong,
Tanpa diri atau perwujudan tubuh (pudgala), dan tanpa ciptaan.
Semua gejala kejadian tidak bisa dinikmati;
Mereka tidak memiliki nama seperti itu, dan tiada lokasi.
Mereka tanpa pembedaan, dan tidak nyata.
Orang yang merenungkan dalam cara ini disebut Bodhisattva.
Kemudian Mereka dibuat merenungkan alam makhluk hidup
Dan didorong untuk merenungkan dharmadhatu;
Semua perbedaan dunia yang beranekaragam,
Semua ini Mereka harus didorong untuk merenungkannya.
Di dunia sepuluh penjuru, dan ruang angkasa,
Seluruh tanah, air, api, dan angin,
Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu,
Mereka harus didorong untuk merenungkan semua ini.
Memeriksa setiap perbedaan dari alam-alam itu.
Zat dan sifat alaminya hingga menyeluruh.
Memperoleh ajaran seperti ini dan rajin mengolahnya,
Mereka kemudian disebut putra Buddha sejati.
Bodhisattva di kediaman keempat dari kelahiran mulia,
Terlahir dari semua ajaran yang bijaksana.
Sepenuhnya memahami semua keberadaan sebagai yang tiada,
Dia melampaui gejala kejadian dan lahir di dharmadhatu.
Keyakinannya pada Buddha adalah yang kukuh dan tidak dapat dihancurkan.
Merenungkan gejala kejadian sebagai yang diam dan nirvana, pikirannya damai.
Terhadap semua makhluk hidup, Dia sepenuhnya mengerti,
Bahwa sifat alami mereka kosong, dan tidak nyata.
Dunia, ksetra, karma, dan ganjaran,
Kelahiran, kematian, dan nirvana, adalah yang juga begitu.
Para putra Buddha yang merenungkan gejala kejadian dalam cara ini,
Adalah yang lahir dari Buddha dan disebut putra Buddha.
Semua Buddhadharma dari masa lalu,
Masa depan, dan masa sekarang,
Memahaminya, mengumpulkannya dan menyempurnakannya.
Dalam cara ini, pembelajarannya menjadi yang tertinggi.
Semua Tathagata dari masa lalu, masa depan, dan sekarang,
Bisa merenungkan semua-Nya sebagai yang sama,
Berbagai macam perbedaan tidak dapat ditemukan.
Orang yang merenungkan dalam cara itu, menembus tiga masa waktu.
Seperti sekarang Saya menyatakan dan memuji
Semua kualitas kebajikan dari kediaman keempat,
Jika orang mengandalkan Dharma dengan rajin mempraktekkannya,
Maka akan cepat menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi.
Selanjutnya, kediaman Kelima dari Bodhisattva,
Disebut Kediaman dari pencapaian upaya-kausalya.
Secara mendalam memasuki upaya-kausalya yang tanpa batas,
Dan menghasilkan karma kualitas kebajikan tertinggi.
Himpunan kualitas kebajikan yang dikembangkan oleh para Bodhisattva,
Adalah untuk menyelamatkan semua makhluk hidup.
Dengan pikiran terkonsentrasi, membantu dan melimpahkan kebahagiaan,
Dengan satu tujuan, oleh belas-kasihan, membebaskan mereka.
Demi semua makhluk, menghilangkan banyak kesulitan,
Memimpin mereka semua keluar dari keberadaan dan membahagiakan mereka,
Menaklukkan mereka semua tanpa kehilangan satupun,
Menyebabkan mereka dipenuhi kebajikan menuju Nirvana.
Semua makhluk hidup tidak terbatas,
Tidak terhingga, tidak terhitung, dan tak terbayangkan banyaknya.
juga tidak dapat diukur, atau dibandingkan.
Para Bodhisattva menerima Dharma ini dari Tathagata.
Para putra Buddha di Kediaman Kelima ini,
Menyempurnakan upaya-kausalya untuk menyelamatkan makhluk hidup.
Sang Bhagavan yang berpengetahuan besar, dengan semua kebajikan,
Membangkitkan Mereka dengan Dharma ini.
Kediaman keenam dari penyempurnaan pikiran yang benar.
Tiada kebingungan tentang sifat alami diri dari gejala kejadian.
Bermeditasi dengan perhatian yang benar dan terpisah dari pembedaan.
Semua dewa dan manusia tidak dapat mengganggunya.
Mendengar pujian atau fitnah kepada Buddha atau Buddhadharma,
Atau kepada para Bodhisattva dan perilaku yang Mereka praktekkan,
Atau bahwa makhluk hidup adalah yang terbatas atau tanpa batas,
Atau tercemar atau tidak tercemar, sulit atau mudah diselamatkan,
Atau dharmadhatu itu besar atau kecil, diciptakan atau dihancurkan,
Atau itu ada atau tidak ada, pikiran Mereka tidak bergerak.
Di masa lalu, masa depan, dan masa sekarang,
Pikiran Mereka yang cermat selalu pasti.
Bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa ciri-ciri,
Tanpa zat, tanpa sifat alami diri, kosong dan tidak nyata,
Seperti ilusi, seperti mimpi, melampaui gagasan pikiran:
Mereka selalu senang mendengar ajaran seperti itu.
Para Bodhisattva di kediaman ketujuh dari yang tanpa kemunduran,
Tidak pernah mundur walaupun mendengar apapun,
Tentang Buddha, Dharma, atau Bodhisattva,
Apakah Mereka ada atau tidak, meloloskan diri atau tidak meloloskan diri,
Apakah ada atau tidak ada para Buddha,
Di masa lalu, masa depan, masa sekarang,
Apakah pengetahuan Buddha terbatas atau tidak terbatas,
Apakah masa lalu - masa depan - masa sekarang memiliki satu tanda atau beranekaragam,
Satu adalah banyak, banyak adalah satu,
Ungkapan sesuai dengan makna, makna sesuai dengan ungkapan;
Demikianlah itu terjadi secara saling bergantungan:
Inilah yang harus dijelaskan oleh Mereka yang tanpa kemunduran.
Apakah gejala kejadian memiliki tanda atau tidak,
Apakah gejala kejadian memiliki sifat alami atau tidak;
Berbagai macam perbedaan saling menggolongkannya:
Orang begitu mendengar ini, mencapai yang tertinggi.
Para Bodhisattva di Kediaman kedelapan dari usia muda yang murni,
Menyelesaikan tindakan dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
Semuanya murni, dan tanpa kesalahan.
Mereka bebas mengambil kelahiran sesuai yang dikehendaki,
Dan mengetahui kecenderungan pikiran makhluk hidup,
Berbagai macam pemahaman mereka, yang masing-masing berbeda,
Dan setiap kualitas yang mereka miliki,
Dan Tanda-tanda penciptaan dan penghancuran ksetra di sepuluh penjuru,
Hingga dengan cepat memperoleh kekuatan batin yang menakjubkan,
Pergi ke mana saja sesuai dengan pikiran dalam sekejap,
Mendengar Dharma di hadapan para Buddha,
Dan memuji praktek Mereka tanpa lelah.
Memahami semua Buddhaksetra,
Menggoncang, menyokong, merenungkannya,
Pergi melampaui Buddhaksetra yang tidak terhitung,
Berkelana di dunia-dunia yang tidak terbatas,
Demi memeriksa Dharma yang tidak terhitung banyaknya;
Dengan bebas mengambil perwujudan tubuh sesuai keinginan,
Keterampilan berbicaranya meliputi semua tempat,
Saat melayani semua Buddha yang tidak terhitung jumlah-Nya.
Para Bodhisattva di Kediaman kesembilan dari pangeran Dharma,
Bisa melihat kelahiran berbeda-beda yang dialami para makhluk hidup;
Memahami penderitaan dan kebiasaan mereka,
Mengetahui Upaya-kausalya yang cocok untuk diterapkan.
Semua Dharma yang berbeda-beda, dan cara sikapnya,
Perbedaan dunia, masa lampau dan masa depan,
Kebenaran biasa dan tertinggi dari itu,
Semuanya diketahui tanpa kecuali.
Pendirian upaya-kausalya dari Dharmaraja,
Dan Dharma yang dibuat-Nya sesuai dengan posisi itu,
Istana Dharmaraja dan pintu masuknya,
Dan juga yang terlihat didalamnya,
Dharma abhiseka Mahkota Dharmaraja,
Dan kekuatan batin-Nya, adhisthana-Nya, keberanian-Nya,
Tempat istirahat-Nya, dan pujian kepada-Nya,
Dengan ini Mereka menggunakannya untuk mengajar para Dharmaputra.
Menjelaskan semua ini kepada mereka, yang tidak habis-habisnya,
Dan menyebabkan pikiran mereka menjadi tanpa kemelekatan.
Dengan memahami ini, dan mengolah perhatian yang benar,
Semua Buddha muncul di hadapan mereka.
Para putra Buddha sejati di Kediaman kesepuluh dari abhiseka mahkota,
Menyempurnakan Dharma yang paling tinggi.
Semua dunia yang tak terhitung jumlahnya di sepuluh penjuru,
Bisa dibuatnya berguncang, dan memancarkan cahaya yang menyinari seluruhnya.
Menyokong dan menjelajahi semuanya tanpa kecuali.
Sepenuhnya memurnikan dan menghiasi semuanya.
Mereka mengajar para makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya,
Mengamati dan mengetahui indera mereka dengan lengkap.
Juga, membangunkan dan menundukkan para makhluk yang tidak terbatas.
Menyebabkan mereka semua cenderung menuju Maha Bodhi.
Mengamati seluruh dharmadhatu,
Pergi ke semua ksetra di sepuluh penjuru.
Perwujudan tubuh dan perbuatan Mereka disana,
Kekuatan batin dan perubahan wujud Mereka adalah yang tidak terukur.
Semua sulit dipahami.
Semua keadaan Buddhaksetra diseluruh tiga masa waktu,
Bahkan Pangeran Dharma tidak bisa mengerti.
Pengetahuan tiga masa waktu dari Dia Yang Melihat Semua,
Pengetahuan yang memahami semua Buddhadharma,
Pengetahuan Dharmadhatu yang tidak terhalang dan tidak terbatas,
Pengetahuan yang sepenuhnya mengisi semua dunia,
Pengetahuan yang menerangi dan menopang dunia,
Pengetahuan yang mengetahui semua kualitas makhluk hidup,
Dan Pengetahuan yang mengetahui Samyaksambodhi yang tanpa batas.
Sang Tathagata menjelaskannya terperinci penuh kepada mereka semua.
Dalam cara ini, semua Bodhisattva di Kediaman kesepuluh
Dilahirkan dari perubahan wujud dari Dharma sang Tathagata.
Praktek yang sesuai dengan kualitas kebajikan Mereka,
Tidak dapat dipahami oleh para dewa dn manusia.
Di masa lalu, masa depan, dan saat ini,
Tekad Mereka untuk mencari KeBuddhaan tidak memiliki batas.
Memenuhi semua ksetra di sepuluh penjuru,
Semuanya bertekad mencapai Sarvajnajnana.
Semua ksetra tidak memiliki batas;
Keadaan dari dunia dan makhluk hidup adalah juga begitu.
Ketidaktahuan, perbuatan, dan kecenderungannya masing-masing berbeda.
Berdasarkan itu, Mereka memunculkan niat untuk Bodhi.
Pikiran saat untuk pertama kali mencari Jalan Buddha,
Para makhluk biasa yang duniawi dan,
Bahkan yang dari dua kendaraan tidak bisa tahu seperti apa,
Apalagi praktek kebajikan yang lainnya!
Jika bisa mengangkat dengan sehelai rambut,
Semua dunia yang ada di sepuluh penjuru,
Orang bisa mengetahui para Putra Buddha ini,
Kemajuan Mereka pada kebijaksanaan Tathagata.
Jika bisa menghabiskan tetesan dengan sehelai rambut,
Air dari semua lautan besar di sepuluh penjuru,
Orang bisa mengetahui para Putra Buddha ini,
Praktek kebajikan Mereka dalam sekejap pikiran.
Jika bisa menghaluskan semua dunia menjadi debu,
Mengetahui jumlah setiap butirnya,
Orang seperti itu bisa melihat,
Jalan yang dilalui oleh para Putra Buddha ini.
Para Buddha dari masa lalu, masa depan, dan masa kini di sepuluh penjuru,
Semua Pratyekabuddha, dan Sravakabuddha,
Sepenuhnya dengan berbagai macam 'kekuatan kefasihan (pratibhanabala)',
Mengajarkan tentang pertama kali menghasilkan pikiran Bodhi.
Kebajikan dari menghasilkan tekad ini tidak dapat diukur;
Sepenuhnya mengisi semua alam makhluk hidup,
Kebijaksanaan yang sangat banyak, tidak bisa menghabiskannya dalam kata,
Apalagi semua praktek menakjubkan yang dilaksanakannya!”
Recent Posts
















