Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - ajita

Pages: [1] 2 3 ... 24
1
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: November 27, 2019, 07:53:27 am »

Guan Yin Pusa



Bodhidharma

Bab 25
Dasaparinamana parivartah

Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, di 'berdayakan (adhisthana)' oleh sang Buddha, memasuki 'konsentrasi yang bernama Cahaya Pengetahuan Dari Bodhisattva (Bodhisattvajnanaprabha nama samadhim)'; Melalui kekuatan Samadhi itu, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Vajraketu. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Vajraketu Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvajnanaprabha Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seratus ribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kemurnian dari pengetahuan dan kebijaksanaan Anda, juga oleh kekuatan akar kebajikan Bodhisattva, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi membuat para Bodhisattva mencapai keberanian yang murni, memiliki kekuatan kefasihan yang tanpa rintangan, memasuki keadaan pengetahuan yang tanpa halangan, tinggal berdiam di dalam pikiran besar dari Sarvajnajnana, menyempurnakan kebajikan yang tidak terhitung, menyelesaikan jalan murni yang tanpa halangan, memasuki seluruh penjuru dharmadhatu, mewujudkan kebebasan batin dari semua Buddha, mempertahankan pengetahuan dan kebijaksanaan sebelumnya, memperoleh perlindungan semua indera dari semua Buddha, menjelaskan secara luas Dharma yang sangat banyak melalui Upaya-kausalya yang tidak terhitung, memahami dan mengingat Dharma yang didengar, mencakup semua akar kebajikan dari Bodhisattva, menyelesaikan bantuan menuju jalan yang melampaui dunia, mencegah Sarvajnajnana lenyap, mengembangkan Maha Pranidhana, mengartikan makna yang sesungguhnya, mengetahui dharmadhatu, menyebabkan semua Bodhisattva bergembira, mengolah akar kebajikan yang sama dengan kebajikan dari semua Buddha, melindungi dan mempertahankan silsilah dari semua Tathagata; Oleh karena itu, jelaskanlah sepuluh pembaktian dari Bodhisattva."

"Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini, memperoleh perlindungan dari para Buddha, tinggal berdiam di dalam rumah para Buddha, meningkatkan kebajikan yang melampaui, mencapai cahaya Samadhi, memasuki keadaan Buddha yang tanpa halangan, menyinari dharmadhatu dengan cahaya besar, menghimpun jalan murni yang tanpa cacat, tinggal berdiam di dalam alam pengetahuan besar, mencapai cahaya Dharma yang tanpa rintangan."

Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Vajraketu Bodhisattva pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa batas, kefasihan yang tanpa rintangan dan tidak terhentikan, keahlian dalam membedakan ungkapan dan makna, cahaya Dharma yang tanpa halangan, tubuh kebijaksanaan yang sama dengan Buddha, suara murni dengan aneka nada yang tanpa batas, Samadhi yang tidak terbayangkan dari pengamatan terampil dari Bodhisattva, pengetahuan tentang pembaktian akar semua kebajikan yang tidak bisa hancur, keterampilan sempurna dalam pengamatan memeriksa semua gejala kejadian, dan kekuatan kefasihan yang tanpa henti untuk menjelaskan semua gejala kejadian di semua tempat. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan kebajikan dari memasuki Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.

Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Vajraketu Bodhisattva; Kemudian Vajraketu Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, Maha Pranidhana dari Bodhisattva Mahasattva sangatlah luas, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa, mampu menyelamatkan semua makhluk hidup. Kulaputra, Bodhisattva belajar dan mempraktekkan pembaktian dari para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan pembaktian Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis pembaktian dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu? Yaitu :

Pembaktian menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup.
Pembaktian yang tidak bisa dihancurkan.
Pembaktian yang sebanding dengan semua Buddha.
Pembaktian mencapai semua tempat.
Pembaktian gudang kebajikan yang tiada habis-habisnya.
Pembaktian menyebabkan semua akar kebajikan bertahan.
Pembaktian secara sama menyesuaikan dengan semua makhluk hidup.
Pembaktian dengan ciri-ciri Tathata yang sesungguhnya.
Pembaktian yang tanpa kemelekatan, tidak terikat, yang bebas.
Pembaktian tanpa batas yang sebanding dengan dharmadhatu.

"Inilah yang dinamakan sepuluh pembaktian dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."

"Kulaputra, apakah Pembaktian menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempraktekkan Dana Paramita, memurnikan Sila Paramita, mengolah Ksanti Paramita, membangkitkan Virya Paramita, memasuki Dhyana Paramita, tinggal berdiam dalam Prajna Paramita, Maha Karuna, Maha Maitri, Maha Mudita, Maha Upeksha. Dengan mengolah akar kebajikan yang tanpa batas seperti ini, Dia berpikir : 'Semoga akar kebajikan secara menyeluruh menguntungkan semua makhluk hidup, menyebabkan mereka termurnikan, mencapai paramita, dan selamanya meninggalkan duka dari alam neraka, preta, tiryagyoni.' Ketika Bodhisattva Mahasattva menanam kusala-mula ini, Dia membaktikan kusala-mula-Nya demikian : 'Saya harus menjadi rumah untuk semua makhluk hidup, membuat mereka terlepas dari semua duka. Saya harus menjadi pelindung untuk semua makhluk hidup, membuat mereka semua terbebas dari semua kekotoran batin. Saya harus menjadi tempat berlindung untuk semua makhluk hidup, membebaskan mereka semua dari semua ketakutan. Saya harus menjadi tujuan untuk semua makhluk hidup, menyebabkan mereka mencapai pengetahuan semesta. Saya harus membuat tempat istirahat untuk semua makhluk hidup, membuat mereka menemukan tempat yang damai sentosa. Saya harus menjadi cahaya untuk semua makhluk hidup, membuat mereka mencapai cahaya pengetahuan untuk melenyapkan kegelapan ketidaktahuan. Saya harus menjadi obor untuk semua makhluk hidup, untuk menghancurkan semua kegelapan batin. Saya harus menjadi lampu untuk semua makhluk hidup, menyebabkan mereka tinggal berdiam di alam kemurnian tertinggi. Saya harus menjadi pembimbing untuk semua makhluk hidup, memimpin mereka kedalam Dharma. Saya harus menjadi Maha Nayaka untuk semua makhluk hidup, memberikan mereka pengetahuan.' Bodhisattva membaktikan semua akar kebajikan dalam cara ini, demi secara sama menguntungkan semua makhluk hidup dan pada yang tertinggi menyebabkan mereka semua mencapai Samantajnana."

"Pembaktian dan perlindungan dari Bodhisattva kepada mereka yang bukan keluarga atau teman adalah yang sama dengan untuk keluarga dan temannya. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva memasuki kesamaan sifat alami dari semua gejala kejadian, Dia tidak mengandung satu pikiranpun tentang bukan keluarga atau teman. Bahkan jika para makhluk hidup yang bermaksud jahat terhadap Bodhisattva, masih juga sang Bodhisattva memandang mereka dengan mata belas-kasih dan tidak pernah marah. Dia adalah teman yang baik kepada semua makhluk hidup, yang menjelaskan Dharma kepada mereka, sehingga mereka bisa belajar mempraktekkannya. Sama seperti lautan tidak bisa dirubah atau dihancurkan oleh semua racun, begitu juga Bodhisattva, beranekaragam tekanan kekotoran batin dari semua yang tidak tahu, yang tidak bijaksana, yang tidak tahu berterima kasih, yang marah, mereka yang teracuni oleh ketamakan, yang sombong dan congkak, yang batinnya buta dan tuli, mereka yang tidak tahu apa yang baik, dan para makhluk hidup jahat yang lainnya, tidak bisa mengganggu sang Bodhisattva."

"Sama seperti matahari yang muncul di dunia, tidak tersembunyi karena mereka yang terlahir buta tidak melihatnya, dan tidak menghilang oleh halangan seperti pembayangan udara, gerhana, pohon, gunung tinggi, jurang yang dalam, debu, kabut, asap, atau awan, dan juga tidak tersembunyi oleh perubahan musim, begitu juga dengan Bodhisattva, memiliki kebajikan besar, pikirannya luas dan mendalam, mengamati dengan samyak-smrti tanpa bosan; karena Dia menginginkan kebajikan dan pengetahuan tertinggi, pikirannya bercita-cita pada Dharma tertinggi; Cahaya Dharma menyinari dimana-mana dan Dia mengetahui makna dari semua gejala kejadian. Pengetahuannya dengan bebas memerintah semua jalan Dharma, dan selalu mempraktekkan jalan kebajikan demi menguntungkan semua makhluk hidup, tidak pernah mengandung pikiran tentang meninggalkan para makhluk hidup. Dia tidak menolak para makhluk hidup dan tidak gagal mengolah pembaktian kebajikan karena kejahatan sifat para makhluk hidup, atau karena pandangan salah mereka, maksud jahat, dan kebingungan yang sulit di padamkan. Bodhisattva hanya menyusun diri sendiri dengan baju perisai Maha Pranidhana dari Bodhisattva, menyelamatkan para makhluk hidup tanpa pernah mundur; tidak mundur dari Bodhisattvacarya atau meninggalkan jalan Bodhi hanya karena para makhluk hidup tidak tahu berterima kasih, tidak muak pada para makhluk hidup yang bodoh yang semuanya menyerah dari akar kebajikan yang sesuai dengan kenyataan, atau karena mereka berulang-ulang melakukan pelanggaran jahat yang sulit di tanggung. Mengapa begitu? Sama seperti matahari tidak muncul di dunia hanya untuk satu hal, begitu juga Bodhisattva tidak mengolah akar kebajikan dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi hanya demi satu makhluk hidup. Itu adalah demi menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup dimana-mana bahwa Dia mengolah akar kebajikan dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi. Dalam cara yang sama, itu bukanlah hanya demi memurnikan satu Buddhaksetra, bukan hanya untuk memahami satu Dharma bahwa Dia membangkitkan tekad untuk Maha Jnana dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi. Itu adalah demi memurnikan semua Buddhaksetra, atas dasar keyakinan pada semua Buddha, untuk melayani semua Buddha, untuk memahami semua Buddhadharma bahwa Dia memulai Maha Pranidhana, mengolah kusala-mula, dan membaktikannya untuk Anuttara Samyaksambodhi."       

"Bodhisattva fokus pada semua Buddhadharma, mengembangkan pikiran yang luas dan tekad yang besar, tekad tidak pernah mundur, dan melalui kalpa yang tidak terhitung mengolah dan mengumpulkan cintamani yang langka, yang sulit di peroleh, yang sama dengan dari semua Buddha. Dengan mengamati akar kebajikan, pikiran keyakinan Bodhisattva menjadi murni, belas-kasih besarnya menjadi kukuh dan bertahan, Dia bersungguh-sungguh membaktikannya kepada para makhluk hidup dengan tujuan paling mendalam, pikiran yang bergembira, pikiran yang murni, pikiran yang menaklukkan semua, pikiran yang halus, pikiran belas-kasih yang baik, pikiran simpati, dengan maksud untuk melindungi, untuk menguntungkan, dan untuk memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, Dia melakukan ini dengan sungguh-sungguh dan dalam kenyataan, bukan hanya dalam ucapan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan, Dia berpikir dalam cara ini : 'Melalui akar kebajikan-Ku, semoga semua makhluk hidup termurnikan, semoga mereka dipenuhi dengan kebajikan yang tidak bisa dihancurkan dan yang tidak habis-habisnya. Semoga mereka selalu mendapat hormat. Semoga mereka memiliki samyak-smrti dan ingatan yang tiada gagal. Semoga mereka mencapai pengetahuan pasti. Semoga mereka dipenuhi dengan pengetahuan yang tidak terukur. Semoga semua kebajikan dari tubuh, ucapan, dan pikiran sepenuhnya menghiasi mereka.' Juga, Dia berpikir : 'Melalui akar kebajikan ini, saya akan menyebabkan semua makhluk hidup melayani semua Buddha, untuk keuntungan mereka yang tanpa gagal. Saya akan menyebabkan keyakinan murni mereka menjadi tidak bisa dihancurkan; Saya akan menyebabkan mereka mendengar Saddharma, memotong putus semua keraguan dan ketidaktahuan, mengingat Dharma tanpa melupakannya dan bertindak sesuai dengan Dharma. Saya akan menyebabkan mereka mengembangkan hormat kepada Buddha, bertindak dengan kemurnian, bertumpu dengan aman pada akar kebajikan besar yang tidak terhitung, selamanya terbebas dari kemiskinan, sepenuhnya dilengkapi dengan tujuh kekayaan suci (sapta-arya-dhana) : keyakinan, sila, malu, kesadaran, belajar, dermawan, dan kebijaksanaan. Selalu belajar dari para Buddha, menyempurnakan akar kebajikan tertinggi, mencapai pemahaman yang tidak membeda-bedakan, tinggal berdiam dalam Sarvajnajnana, memandang semua makhluk hidup secara sama dengan mata yang tanpa halangan, menghiasi tubuh mereka dengan semua Maha Laksana, yang tanpa cacat, memiliki suara indah dan murni yang dipenuhi dengan semua kualitas baik, menguasai indera, menyelesaikan Dasa-bala, dipenuhi dengan keinginan yang baik, tidak menghuni atau bergantung pada apapun, menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kegembiraan dari Buddhatva, mencapai Bhumi yang tanpa batas, dan tinggal berdiam di dalam kediaman para Buddha.'"

"Ketika Bodhisattva melihat para makhluk hidup melakukan seua jenis kejahatan dan menderita semua jenis penderitaan dan kesakitan, dan oleh sebab ini menjadi terhalangi dari melihat Buddha, mendengar Dharma, dan mengenali Sangha, sang Bodhisattva berpikir : 'Saya harus dalam keadaan dukkha itu menanggung berbagai macam penderitaan sebagai pengganti dari para makhluk hidup, demi membebaskan mereka.' Ketika Bodhisattva menderita kesakitan dalam cara ini, Dia menjadi bahkan lebih kukuh, tidak menyerah atau melarikan diri, tidak terkejut atau takut, tidak patah semangat atau gentar, dan tidak bosan. Mengapa begitu? Karena sesuai dengan Pranidhana-Nya, Dia bertekad membebaskan semua makhluk hidup. Pada saat itu, Bodhisattva berpikir dalam cara ini : 'Semua makhluk hidup berada di dalam alam penderitaan dan dipersulit oleh kelahiran, usia tua, sakit, dan mati, berputar berulang-ulang sesuai dengan paksaan karma mereka, ketidaktahuan, pandangan salah, kehilangan kualitas kebajikan. Saya harus menyelamatkan dan membuat mereka mencapai moksha.'"

"Juga, para makhluk hidup diselimuti oleh jaring kemelekatan, terselubung oleh ketidaktahuan, melekati semua keberadaan, mengejarnya tanpa henti, memasuki kandang penderitaan, bertindak seperti kecanduan, sepenuhnya tanpa kebajikan atau pengetahuan, selalu penuh keraguan dan kebingungan; Tidak melihat tempat kedamaian, tidak mengetahui jalan pembebasan, berputar dalam kelahiran dan kematian tanpa henti, selalu tenggelam dalam lumpur penderitaan. Bodhisattva, melihat ini, mengandung Maha Karuna dan ingin menolong mereka, mau membuat semua makhluk hidup mencapai pembebasan; hingga akhirnya Dia membaktikan semua kebajikannya, membaktikannya dengan pikiran dermawan besar, sesuai dengan pembaktian yang dipraktekkan oleh para Bodhisattva dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, sesuai dengan pembaktian yang dijelaskan di dalam Sutra, mengharapkan semua makhluk hidup sepenuhnya termurnikan dan pada akhirnya menyelesaikan pengetahuan tentang semua cara pembebasan. Dia juga berpikir, 'Apa yang Saya praktekkan adalah demi membuat semua makhluk hidup menjadi penguasa pengetahuan tertinggi; Saya tidak mencari pembebasan untuk diri sendiri, namun hanya untuk melayani semua makhluk hidup, menyebabkan mereka semua mencapai pikiran Sarvajna, menyeberangi arus kelahiran dan kematian, dan terbebas dari semua penderitaan.'"

"Dia juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus menerima semua penderitaan demi semua makhluk hidup, dan membuat mereka lolos dari lubang dukkha yang tidak terhitung dari kelahiran dan kematian. Saya harus menerima semua penderitaan demi semua makhluk hidup di semua dunia, dalam semua keadaan dukkha, selamanya dan selalu mengolah akar kebajikan demi semua makhluk. Mengapa begitu? Saya lebih memilih menanggung semua penderitaan ini pada diri sendiri daripada membiarkan para makhluk hidup jatuh ke dalam naraka. Saya harus menjadi jaminan di dalam tempat-tempat berbahaya di naraka, alam binatang, preta. Sebagai penebus untuk menyelamatkan semua makhluk hidup di dalam keadaan dukkha dan membuat mereka memperoleh pembebasan.'

"Dia juga membentuk pikiran ini : 'Saya berikrar untuk melindungi semua makhluk hidup dan tidak pernah meninggalkan mereka. Apa yang saya katakan adalah sungguh-sungguh, tanpa dusta. Mengapa begitu? Karena Saya telah membangkitkan Bodhicitta demi membebaskan semua makhluk hidup; Saya tidak mencari Jalan Tiada Tanding demi kepentingan sendiri. Juga, Saya tidak mengolah Bodhisattvacarya untuk mencari pemuasan nafsu indriya. Mengapa begitu? Karena semua kenikmatan duniawi adalah penderitaan, alam dari para gila, yang di dambakan oleh orang bodoh namun ditolak oleh para Buddha; Semua penderitaan timbul dari itu. Kemarahan, perkelahian, fitnah, dan kejahatan lainnya dari alam naraka, preta, binatang, dan alam rendah adalah yang semuanya disebabkan oleh kemelekatan serakah pada objek nafsu keinginan. Dengan kecanduan pada nafsu keinginan, orang menjadi menjauh dari para Buddha dan terhalang dari kelahiran di surga, apalagi pada Anuttara Samyaksambodhi.' Dengan mengamati bagaimana para orang duniawi, disebabkan oleh keserakahan untuk sedikit rasa dari apa yang mereka inginkan, mengalami penderitaan yang tidak terhitung, para Bodhisattva sama sekali tidak mencari Anuttara Samyaksambodhi dan mengolah Bodhisattvacarya demi mengejar nafsu indriya; Itu hanya demi membawa kedamaian dan ketentraman kepada semua makhluk hidup bahwa Dia membangkitkan Bodhicitta dan mempraktekkan penyempurnaan Maha Pranidhana untuk memotong belenggu dukkha para makhluk hidup dan membuat mereka mencapai pembebasan."

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini : 'Saya harus membaktikan akar kebajikan dalam cara ini untuk membuat semua makhluk hidup mencapai kebahagiaan tertinggi, kebahagiaan yang menguntungkan, kebahagiaan dari tiada menerima, kebahagiaan dari keheningan-tenang yang tanpa nafsu, kebahagiaan dari tiada ketergantungan, kebahagiaan dari kedamaian, kebahagiaan yang tidak terukur, kebahagiaan dari tidak menolak kelahiran dan kematian namun tidak mundur dari Nirvana, kebahagiaan yang tiada kematian, dan kebahagiaan dari Samantajnana.'"

"Dia juga berpikir, 'Demi semua makhluk hidup, Saya harus menjadi seperti kusir, pemimpin, memegang obor pengetahuan besar dan memperlihatkan jalan yang aman dan damai, membebaskan mereka dari kemarahan, menggunakan cara yang tepat untuk memberitakan Dharma kepada mereka; Dan juga, di dalam lautan kelahiran dan kematian, menjadi seperti kapten kapal yang terampil mengetahui semua, untuk menyeberangkan para makhluk hidup ke pantai seberang.'"

"Dalam cara ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikannya, yaitu, menyelamatkan semua makhluk hidup melalui upaya kausalya yang tepat sesuai keadaan untuk membuat mereka keluar dari kelahiran dan kematian, melayani dan memuja semua Buddha, mencapai Sarvajnajnana yang tanpa rintangan, meninggalkan semua orang yang kecanduan dan teman yang jahat, mendekati semua Bodhisattva dan teman yang baik, melenyapkan semua kekeliruan dan perbuatan salah, menyempurnakan kelakuan yang murni, dan menyempurnakan Maha Pranidhana dan kebajikan dari para Bodhisattva yang tidak terhitung banyaknya."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva telah tepat membaktikan akar kebajikan-Nya, Dia membentuk pikiran ini : 'Matahari yang banyak tidak muncul dikarenakan makhluk hidup yang sangat banyak jumlahnya di empat benua, hanya satu matahari yang muncul, namun itu mampu menerangi semua makhluk hidup. Juga, para makhluk hidup tidak mengetahui siang dan malam, atau berkelana, atau melihat, atau melakukan pekerjaan melalui cahaya tubuh mereka sendiri. Penyelesaian hal-hal ini semuanya bergantung pada timbulnya matahari; Namun matahari hanyalah satu, bukan dua.' Dalam cara yang sama, Bodhisattva Mahasattva mengolah dan mengumpulkan akar kebajikan, berpikir demikian saat membaktikannya : 'Para makhluk hidup tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri, bagaimana bisa mereka menyelamatkan yang lainnya? Hanya Saya sendiri yang memiliki tekad yang unik ini.' Dia mengolah dan menghimpun akar kebajikan dan membaktikannya dalam cara ini, untuk membebaskan semua makhluk hidup, menerangi semua makhluk hidup, membimbing semua makhluk hidup, membangkitkan semua makhluk hidup, mengawasi dan menemani semua makhluk hidup, menjaga semua makhluk hidup, menyempurnakan semua makhluk hidup, menggembirakan semua makhluk hidup, membawa kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, dan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi terbebas dari keraguan."

"Bodhisattva Mahasattva juga berpikir, 'Saya harus seperti matahari, menyinari semua tanpa mencari terima kasih atau hadiah, mampu menjaga semua makhluk hidup bahkan jika mereka buruk, tidak pernah menyerah dari Pranidhana pada hal ini, tidak meninggalkan semua makhluk hidup dikarenakan oleh satu makhluk hidup yang jahat, hanya rajin mempraktekkan pembaktian akar kebajikan untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kedamaian dan ketenangan. Bahkan jika akar kebajikan ku hanya sedikit, Saya akan menaungi semua makhluk hidup dan membuat pembaktian yang besar dengan pikiran gembira. Jika orang memiliki akar kebajikan namun tidak ingin menguntungkan semua makhluk hidup, itu tidak dinamakan Pembaktian. Ketika setiap akar kebajikan diarahkan kepada semua makhluk hidup, inilah yang dinamakan Pembaktian.'"
       
"Dia mengolah pembaktian untuk menempatkan para makhluk hidup di dalam sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian dimana tiada kemelekatan, pembaktian yang melihat sifat alami diri dari para makhluk hidup yang tidak berubah, pembaktian yang tanpa bergantung atau melekati pembaktian, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada kemunculan akar kebajikan, pembaktian yang tanpa gagasan salah tentang sifat alami dari ganjaran karma, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ciri-ciri dari panca skandha dari bentuk-rupa dan pembentukan pikiran, pembaktian yang tanpa menghancurkan ciri-ciri dari panca skandha, pembaktian yang tanpa melekati karma, pembaktian yang tanpa mencari hadiah, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada hubungan sebab dan akibat, pembaktian yang tanpa membayangkan apa yang dihasilkan dari hubungan sebab dan akibat, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ketenaran, tanpa melekat pada lokasi, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada gejala kejadian yang tidak nyata, pembaktian tanpa kemelekatan pada bentuk-rupa dari para makhluk hidup, dunia, atau pikiran, pembaktian tanpa menciptakan angan-angan khayalan tentang pikiran, atau angan-angan khayalan tentang gagasan, atau angan-angan khayalan tentang pandangan, pembaktian yang tanpa kemelekatan pada ucapan, pembaktian yang mengamati sifat alami yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian, pembaktian yang mengamati aspek dimana semua makhluk hidup adalah yang sama, pembaktian yang menandai semua akar kebajikan dengan Mudra dari dharmadhatu, pembaktian yang mengamati semua gejala kejadian tanpa membeda-bedakan; Dia memahami bahwa semua gejala kejadian tiada perambatan dan akar kebajikan adalah yang juga seperti itu; Dia mengamati bahwa gejala kejadian adalah yang tiada mendua, tidak diciptakan, dan tidak musnah, dan begitu juga dengan pembaktian."

"Dengan membaktikan akar kebajikan seperti itu, Dia mengolah dan mempraktekkan cara yang murni tentang menyembuhkan penyakit batin. Semua akar kebajikan-Nya sesuai dengan Paramita, namun Dia tidak memikirkannya sebagai yang mendua. Itu tidak dalam perbuatan Dia mengolah Sarvajnajnana, namun itu tidak terpisah dari perbuatan Dia membaktikan untuk Sarvajnajnana; Sarvajnajnana tidak sama dengan karma, namun Sarvajnajnana juga tidak dicapai terpisah dari karma. Karena karma-Nya semurni cahaya, ganjaran-Nya juga semurni cahaya; karena ganjaran semurni cahaya, Sarvajnajnana juga semurni cahaya. Terpisah dari semua kebingungan dan pikiran tentang diri dan kepemilikan, Dia sempurna mengetahui dalam cara ini dan secara terampil membaktikan semua akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, membebaskan para makhluk hidup tanpa henti, Dia tidak tinggal berdiam pada bentuk-rupa; Walaupun mengetahui bahwa di dalam semua gejala kejadian tiada karma dan tiada ganjaran, namun Dia mampu secara terampil menghasilkan semua karma dan ganjaran, tanpa pertentangan atau perdebatan. Dalam cara ini, Dia dengan upaya-kausalya mempraktekkan pembaktian. Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia terbebas dari semua kesalahan dan dipuji oleh semua Buddha. Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang pertama dari menyelamatkan semua makhluk hidup tanpa melihat Diri dari para makhluk hidup."

"Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva melihat seluruh perkumpulan majelis di sepuluh penjuru, diseluruh dharmadhatu; memasuki makna dan ungkapan yang mendalam, mengolah karma tertinggi dengan pikiran yang tanpa batas, meliputi semua makhluk dengan Maha Karuna, mempertahankan silsilah Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, memasuki gudang kualitas kebajikan dari semua Buddha, menghasilkan Dharmakaya dari semua Buddha, mampu memahami pikiran dari semua makhluk hidup, mengetahui akar kebajikan yang ditanamnya telah matang, sambil tinggal berdiam di dalam Dharmakaya Dia mewujudkan Nirmanakaya yang murni untuk mereka dan, di adhisthana oleh sang Buddha, Dia mengucapkan syair-gatha ini :

Mengolah Marga selama kalpa yang tidak terbayangkan,
Semangat kukuh, pikiran tanpa rintangan,
Selalu mencari kualitas kebajikan para Buddha
Untuk menguntungkan para makhluk hidup.

Sang Penjinak dunia yang tiada tanding
Secara menyeluruh memurnikan pikirannya;
Bertekad menyelamatkan semua makhluk yang sadar,
Bisa memasuki gudang pembaktian dengan baik.

Kekuatan keberanian dan semangatnya sempurna,
Pengetahuannya jelas, pikirannya murni,
Dia menyelamatkan semua makhluk dimana-mana,
Pikirannya tetap, tidak gentar.

Pikirannya bisa berdiam penuh damai, tanpa bandingan;
Pikirannya selalu murni dan penuh kegembiraan.
Bersungguh-sungguh demi para makhluk hidup,
Dia sama seperti bumi, menerima semuanya.

Tidak mencari kesenangan untuk diri sendiri;
Hanya mau menyelamatkan para makhluk hidup;
Dengan begitu mengembangkan pikiran Maha Karuna,
Cepat memperoleh jalan masuk ke keadaan tanpa halangan.

Mampu menerima semua makhluk
Di semua dunia di sepuluh penjuru;
Mengukuhkan pikiran untuk menyelamatkan makhluk,
Dalam cara ini mengolah pembaktian.

Mempraktekkan berdana dengan kegembiraan
Dan mempertahankan karma murni, tanpa pelanggaran;
Keberanian, pikiran semangat-Nya tanpa hambatan,
Dia membaktikan ini untuk Bodhi Sarvajnajnana.

Pikirannya luas tanpa batas,
Kesabarannya kukuh, tidak tergoyahkan;
Meditasinya paling mendalam, selalu bersinar,
Kebijaksanaannya halus tidak terbayangkan.

Di semua dunia di sepuluh penjuru
Dia sepenuhnya mengolah praktek yang murni:
Semua kebajikan ini Dia baktikan
Untuk kedamaian dan kebahagiaan semua makhluk.

Sang Maha Vira rajin mempraktekkan perbuatan baik,
Yang tidak terukur, tanpa batas, tidak terhitung:
Semua ini digunakan untuk menguntungkan para makhluk hidup
Dan menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam pengetahuan tertinggi yang tidak terbayangkan.

Bertindak demi keuntungan semua makhluk hidup
Dia menghabiskan banyak kalpa yang tidak terbayangkan di dalam naraka;
Ini dilakukannya tanpa kena lelah atau mundur,
Selalu mempraktekkan pembaktian dengan keberanian dan keteguhan.

Tidak mencari bentuk-rupa, suara, bau atau rasa,
Dan tidak mencari perasaan senang:
Hanya demi membebaskan semua makhluk hidup
Dia selalu mencari pengetahuan tertinggi.

Pengetahuan dan kebijaksanaannya semurni ruang angkasa,
Mempraktekkan Bodhisattvacarya yang tanpa batas;
Upaya-kausalya yang dilakukan para Buddha
Dia selalu mempelajari dan mempraktekkannya.

Sang Maha Vira, berkelana di seluruh dunia,
Mampu memberikan kedamaian dan keamanan pada semua makhluk,
Menyebabkan semuanya bergembira,
Tanpa kenal lelah mengolah Bodhisattvacarya.

Menghancurkan semua racun batin,
Merenungkan dan mengolah pengetahuan tertinggi,
Tidak mencari kenyamanan untuk diri-Nya sendiri;
Hanya menginginkan para makhluk hidup terbebas dari sakit.

Pembaktian Dia adalah yang tertinggi,
Pikirannya selalu murni dan terbebas dari racun:
Ditugaskan oleh para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Dia tinggal berdiam di dalam benteng Dharma yang mulia.

Tidak pernah melekat pada bentuk-rupa
Atau perasaan, tanggapan penglihatan, kebiasaan, atau kesadaran;
Pikiran-Nya selamanya melampaui keberadaan,
Sambil semua kebajikan-Nya dibaktikan kepada yang lainnya.

Semua makhluk hidup yang dilihat oleh para Buddha
Dia asuh tanpa pengecualian,
Berikrar membuat mereka semua terbebaskan;
Demi mereka, Dia berjuang dengan kegembiraan besar.

Pikiran-Nya tetap seimbang,
Pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya luas tiada banding.
Sungguh penuh kesadaran, terbebas dari ketidaktahuan, selalu tenang,
Dan semua karma mereka sepenuhnya murni.

Para Bodhisattva itu, walau di dunia,
Tidak melekat pada gejala kejadian dalam atau luar;
Seperti angin melintas tanpa halangan di angkasa
Begitu juga pikiran Bodhisattva Mahasattva.

Karma tubuh-Nya sepenuhnya murni,
Semua ucapan-Nya tanpa kesalahan;
Pikiran-Nya selalu berlindung pada Buddha,
Dan bisa menggembirakan semua Buddha.

Di dalam dunia yang tidak terbatas di sepuluh penjuru,
Dimanapun ada para Buddha, Dia pergi kesana;
Disana, melihat Bhagavan yang Maha Karuna,
Dia tatap dengan penuh hormat.

Pikiran-Nya selalu murni dan tanpa noda,
Memasuki semua dunia tanpa takut;
Telah berada di jalan Buddha yang tiada tanding,
Dia bertindak sebagai bejana Dharma untuk semua makhluk.

Dengan rajin mengamati dan memeriksa semua gejala kejadian,
Dia merenungkan keberadaan dan ketidakberadaan dengan sesuai;
Dengan demikian Dia mengejar Dharma,
Dan memperoleh jalan masuk ke alam tanpa pertikaian yang paling mendalam.

Dengan ini, Dia mengolah Jalan yang kukuh
Dimana tiada makhluk hidup yang bisa merusaknya;
Mampu dengan baik memahami sifat alami dari semua gejala kejadian,
Tanpa kemelekatan di semua dunia.

Maka Dia membaktikan untuk mencapai pantai seberang,
Membuat semua makhluk terbebas dari kekotoran;
Selamanya menyingkirkan semua ketergantungan,
Dia memasuki alam pembebasan tertinggi.

Dalam bahasa dari semua makhluk hidup
Sesuai dengan perbedaan jenis mereka,
Bodhisattva bisa secara berbeda-beda menjelaskan
Sambil pikiran-Nya tidak melekat dan tanpa halangan.

Maka Bodhisattva mempraktekkan pembaktian:
Tidak terbayangkan banyaknya kebajikan dan cara-Nya;
Dia mendapat pujian dari semua Buddha
Di dalam semua dunia di sepuluh penjuru.

"Kulaputra, apakah Pembaktian yang tidak bisa dihancurkan dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam para Tathagata dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, karena Dia melayani semua Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam para Bodhisattva, bahkan yang baru saja bertekad mencari Sarvajnajnana untuk pertama kali, karena Dia berikrar untuk mengolah semua akar kebajikan Bodhisattva tanpa kenal lelah. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua kualitas Buddha, karena Dia memikirkan cita-cita yang mendalam. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua Buddhadharma, karena Dia tinggal berdiam di dalamnya dan mempertahankannya. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua makhluk hidup, karena Dia menatap mereka secara sama dengan mata belas-kasih dan membaktikan akar kebajikan demi keuntungan mereka semua. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua jalan yang murni, karena di semua tempat Dia mengumpulkan akar kebajikan yang tidak terbatas. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam jalan pembaktian Bodhisattva, karena Dia memenuhi cita-cita mulia-Nya. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam semua Guru jalan Bodhisattva, karena Dia menganggap Bodhisattva seperti Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam kekuatan batin dari semua Buddha, karena Dia secara mendalam percaya dalam yang tidak terbayangkan dari para Buddha. Mencapai keyakinan yang tidak bisa dihancurkan dalam praktek Upaya-Kausalya yang di latih oleh semua Bodhisattva, karena Dia mencakup beranekaragam alam karma yang tidak terhitung."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam keyakinan yang tidak bisa dihancurkan, Dia menanam akar kebajikan, yang tidak terhitung dan tidak terbatas, di dalam beranekaragam alam dari para Buddha, Bodhisattva, Sravakabuddha, Pratyekabuddha, Buddhadharma dan para makhluk hidup, menyebabkan Bodhicitta makin bertumbuh lebih. Maitri dan Karuna-Nya besar dan luas, Dia mengamati tanpa membeda-bedakan. Dengan sesuai mempraktekkan perbuatan Buddha, mencakup semua akar kebajikan yang murni. Memasuki Dharma, menghimpun praktek kebajikan, melaksanakan perbuatan besar dari berdana, dan mengolah kualitas kebajikan, melihat masa lalu - masa depan - masa sekarang sebagai yang sama."

"Bodhisattva Mahasattva membaktikan kebajikan seperti itu untuk Sarvajnajnana, bercita-cita ingin selalu melihat para Buddha. Berhubungan dengan kalyanamitra dan hidup diantara para Bodhisattva. Tetap menjaga pikiran pada Sarvajnajnana, menerima dan mempertahankan Buddhadharma, dengan teliti menjaganya, serta mengajar dan mengembangkan semua makhluk hidup, pikirannya selalu dibaktikan pada jalan yang terbebas dari duniawi. Mengurus dan melayani semua guru Dharma. Memahami prinsip Dharma, Dia mempertahankannya dalam ingatan; Mengolah dan mempraktekkan Maha Pranidhana, membuat seluruhnya tersempurnakan."

"Demikian juga Bodisattva mengumpulkan akar kebajikan, menyelesaikan akar kebajikan, mengembangkan akar kebajikan, merenungkan akar kebajikan, berkonsentrasi pada akar kebajikan, memeriksa akar kebajikan, bergembira dalam akar kebajikan, mengolah akar kebajikan, dan tinggal berdiam dalam akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva telah menghimpun beranekaragam akar kebajikan dalam cara ini, Dia mengolah Bodhisattvacarya melalui buah hasil dari akar kebajikan ini. Dalam waktu berturut-turut Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, serta mengurus dan melayani Mereka sesuai dengan kebutuhan. Menyediakan yang tidak terhitung banyaknya permata, bunga, karangan bunga, pakaian, payung, bendera, panji, perhiasan, pelayan, tempat yang indah, wewangian, bubuk dupa, campuran wewangian, dupa yang menyala, keyakinan mendalam, cita-cita, pikiran murni, hormat, pujian, puja, kursi permata, kursi bunga, kursi dupa, kursi karangan bunga, kursi candana, kursi pakaian, kursi vajra, kursi mani, kursi pita permata, kursi berwarna permata, taman berhiaskan permata, taman bunga, taman wangi, taman yang banyak digantung karangan bunga, taman yang bertabur jubah, taman yang bertabur permata, taman yang dihiasi dengan pita dari semua permata, taman dengan pohon dari semua permata, taman dengan birai dari semua permata, taman yang ditutupi dengan jaring lonceng dari semua permata, istana dengan semua permata, istana dengan semua jenis bunga, istana dengan semua jenis dupa, istana dengan semua jenis karangan bunga, istana dengan semua jenis candana, istana dengan semua jenis minyak wangi, istana dengan semua jenis vajra, istana dengan semua jenis mani, semuanya luar biasa indah, melampaui yang ada di surga; pohon yang tidak terhitung banyaknya bercampur dengan permata, pohon dari beranekaragam wewangian, pohon dari pakaian permata, pohon musik, pohon permata yang mempesona, pohon pita yang bertabur permata, pohon cincin permata, pohon yang terhiasi dengan bendera, panji, dan kanopi dengan wewangian dari semua bunga; pohon-pohon seperti itu, dengan dedaunan yang rimbun saling memantulkan, menghiasi istana itu; Istana itu juga dihiasi dengan yang tidak terhitung banyaknya kisi-kisi, jendela, pintu, balkon, bulan sabit, dan tirai, jaring emas yang tidak terhitung menyelimutinya, wewangian yang tidak terhitung menghembus melalui itu mengharumkan semuanya, dan jubah yang tidak terhitung banyaknya tersebar di lantai."

"Bodhisattva dengan hormat memberikan persembahan ini dengan pikiran murni memuja semua Buddha yang tidak terhitung, selama kalpa yang tidak terhitung, tidak pernah mundur, tidak pernah berhenti; Dan setelah setiap Buddha itu parinirvana, Dia juga dengan hormat membuat persembahan yang sama kepada sarira-Nya, agar menyebabkan semua makhluk hidup mengembangkan keyakinan yang murni, mengandung semua akar kebajikan, terbebas dari semua dukkha, memiliki pemahaman yang luas, terhiasi dengan hiasan besar, terhiasi dengan hiasan yang tidak terbatas, menyempurnakan semua usaha, mengetahui alangkah jarang bertemu seorang Buddha di dunia, menyelesaikan kekuatan Buddha yang tidak terukur, menghiasi dan memuja Caitya para Buddha, dan mempertahankan semua Buddhadharma."

"Pemujaan yang dilakukannya kepada para Buddha dan sarira Mereka tidak pernah bisa sepenuhnya diceritakan bahkan dalam masa waktu yang tidak terhitung. Pengolahan dan penghimpunan kebajikan seperti itu seluruhnya adalah untuk mengembangkan dan mematangkan para makhluk hidup, tanpa mundur, tanpa akhir, tanpa kenal lelah, tanpa kemelekatan, terbebas dari semua hayalan pikiran, tanpa henti dimanapun, selamanya melampaui semua ketergantungan, terpisah dari diri dan apapun yang berhubungan dengan diri. Dia menyegel semua aspek kegiatannya dengan Mudra dari Dharma, menyadari yang tiada dilahirkan, tinggal berdiam dalam kediaman Buddhatva, dan mengamati sifat alami dari yang tiada dilahirkan secara pasti menandai semua objek. Dalam asuhan dari para Buddha, Dia mengarahkan pikiran pada pembaktian, pembaktian yang sesuai dengan sifat alami dari gejala kejadian, pembaktian memasuki gejala kejadian yang tidak diciptakan namun menyempurnakan upaya-kausalya yang diciptakan, pembaktian usaha membuang kemelekatan pada gagasan pikiran tentang gejala kejadian, pembaktian tinggal berdiam dalam upaya kausalya Buddha yang tidak terhitung, pembaktian selamanya pergi dari semua alam keberadaan, pembaktian penerapan upaya-kausalya dari praktek yang tanpa kemelekatan pada bentuk-rupa, pembaktian yang mencakup semua akar kebajikan, pembaktian besar yang memurnikan karma dari semua Bodhisattva, pembaktian membangkitkan Bodhicitta, pembaktian hidup dengan semua akar kebajikan, pembaktian menyempurnakan keyakinan tertinggi."

"Ketika Bodhisattva membaktikan akar kebajikan seperti itu, walaupun menyelusuri kelahiran dan kematian, Dia tidak berubah: Mencari Sarvajnajnana tanpa pernah mundur; saat berada di dalam beranekaragam alam keberadaan, pikiran-Nya tidak terganggu; mampu membebaskan semua makhluk hidup; tidak tercemar oleh gejala kejadian yang berkondisi; tidak kehilangan pengetahuan yang tanpa rintangan; penyempurnaan sebab dan kondisi Bodhisattvacarya dan Bhumi-Nya adalah yang tidak habis-habisnya; gejala kejadian duniawi tidak bisa merubah atau memindahkan-Nya; menyempurnakan jalan yang murni dari Paramita; mampu menyelesaikan semua pengetahuan dan kekuatan. Demikian juga Bodhisattva menyingkirkan kegelapan ketidaktahuan, mengembangkan Bodhicitta dan mengungkapkan cahayanya, meningkatkan jalan yang murni, membaktikan jalan tertinggi, menyempurnakan semua praktek."

"Dengan kecerdasan yang murni dan jelas, mampu dengan terampil menganalisa dan memahami semua gejala kejadian sebagai yang muncul sesuai dengan pikiran; mengetahui karma sama seperti khayalan, hasil dari karma sama seperti lukisan, semua kegiatan sama seperti tipuan magis, gejala kejadian yang terlahir dari sebab dan kondisi semuanya sama seperti gema, dan Bodhisattvacarya seluruhnya sama seperti pantulan. Dia menghasilkan mata Dharma yang murni dan jelas, melihat alam yang luas dari yang tidak diciptakan; menyadari intisarinya yang kosong, Dia memahami yang tiada mendua dari gejala kejadian dan menemukan aspek yang sesungguhnya dari gejala kejadian. Menyempurnakan Bodhisattvacarya tanpa kemelekatan pada semua bentuk-rupa. Mampu melaksanakan semua perbuatan biasa tanpa pernah meninggalkan prinsip dan praktek yang murni. Terbebas dari semua kemelekatan, tetap tidak melekat dalam karma."

"Demikian juga Bodhisattva berpikir secara luwes, tanpa bingung atau berhayal, tanpa bertentangan dengan kenyataan, tanpa menghancurkan sebab yang bekerja, membaktikan dengan sesuai, dengan tanggapan penglihatan yang jelas pada kebenaran yang sesungguhnya. Dia mengetahui sifat alami diri dari gejala kejadian, namun melalui kekuatan upaya-kausalya menyelesaikan hasil dari karma dan mencapai pantai seberang. Dengan pengetahuan dan kebijaksanaan memeriksa semua gejala kejadian dan mencapai pengetahuan tentang indera batin (panca indriya - keyakinan, semangat, perhatian, konsentrasi, kebijaksanaan). Kebajikan dari perbuatan-Nya dilaksanakan tanpa usaha, sesuai dengan keinginan bebas-Nya."

"Bodhisattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini karena mau membebaskan semua makhluk hidup, menjaga silsilah para Buddha agar tidak rusak, selamanya menyingkirkan kegiatan mara, dan melihat Sarvajnajnana. Cita-cita-Nya yang tanpa batas tidak pernah terbuang; terpisah dari objek duniawi dan memotong putus semua percampuran kondisi dan kekotoran batin. Juga, menginginkan para makhluk hidup mencapai pengetahuan murni, secara mendalam memasuki cara pembebasan, pergi dari kelahiran dan kematian, mencapai akar kebajikan Buddhatva, selamanya mengakhiri semua kegiatan yang palsu, menyegel semua karma dengan Mudra dari Upeksha, bertekad memasuki pengetahuan tentang semua jalan pembebasan, dan menyelesaikan semua kualitas yang melampaui duniawi. Inilah, Kulaputra, yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang kedua dari yang tidak bisa dihancurkan."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia bisa melihat semua Buddha yang tidak terhitung banyaknya dan menguasai Dharma yang murni dan agung, yang tidak terhitung jumlahnya. Mencapai kesamaan terhadap semua makhluk hidup, dan tanpa keraguan tentang apapun. Diperkuat dengan kekuatan batin dari semua Buddha, Dia mengatasi semua mara dan selamanya menyingkirkan pengaruh mereka. Mencapai kelahiran yang mulia dan menyempurnakan Bodhicitta. Mencapai pengetahuan yang tidak terhalang, bisa menjelaskan makna dari semua Dharma tanpa bergantung pada yang lain untuk pemahaman. Mampu memahami kekuatan pikiran untuk memasuki semua ksetra; menyinari para makhluk hidup dimana-mana, menyebabkan mereka semua menjadi termurnikan. Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan dari pembaktian yang tidak bisa dihancurkan, mewujudkan semua akar kebajikan dan membaktikannya dalam cara ini."

Kemudian pada saat itu, Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva setelah mencapai tekad yang tidak bisa hancur ini,
Melaksanakan semua perbuatan yang baik;
Oleh sebab itu, mampu menggembirakan para Buddha:
Mereka yang bijaksana membaktikan ini.

Membuat pemujaan kepada para Buddha yang tidak terbatas,
Berdana. dengan pengendalian diri, menaklukkan inderanya,
Berkeinginan untuk menguntungkan semua makhluk hidup,
Menyebabkan mereka semua termurnikan.

Semua jenis bunga yang wangi dan indah,
Jubah mewah yang berbeda-beda tidak terhitung,
Kanopi permata dan perhiasan,
Di persembahkan kepada semua Buddha.

Demikian juga Dia memuja para Buddha
Selama kalpa yang tidak terbayangkan dan tidak terhitung;
Dengan penuh hormat, selalu bergembira,
Tidak pernah memiliki pikiran bosan.

Memusatkan pikiran pada para Buddha,
Lampu Yang Besar Dan Terang untuk semua dunia:
Semua Tathagata dari sepuluh penjuru
Muncul dihadapannya, seperti bertatap muka.

Selama kalpa yang tidak terbatas dan tidak terbayangkan
Dia berdana dalam semua cara, dengan pikiran tidak kenal lelah:
Selama ratusan juta kalpa
Mempraktekkan ajaran yang baik dalam cara yang sama.

Setelah Parinirvana para Buddha,
Dia memuja sarira-Nya tanpa kenal lelah:
Dengan beranekaragam hiasan yang bagus untuk semua
Membangun Stupa yang banyaknya tidak terbayangkan.

Dibangun dalam bentuk yang unggul tanpa bandingan,
Terhiasi dengan permata dan emas,
Stupa yang menakjubkan, besarnya seperti gunung,
Jumlahnya miliaran tidak terhitung.

Setelah membuat persembahan dengan pikiran murni dan hormat,
Juga memikirkan tekad untuk menggembirakan dan menguntungkan yang lain;
Selama kalpa yang tidak terbayangkan, tinggal berdiam di dalam dunia,
Menyelamatkan para makhluk hidup dan membebaskan mereka.

Mengetahui bahwa para makhluk hidup adalah tidak nyata
Dan tidak membeda-bedakan diantara mereka,
Namun mampu membedakan indera para makhluk
Dan bertindak demi keuntungan semua makhluk hidup.

Bodhisattva mengolah dan membangun kebajikan
Yang luas, besar, tertinggi tiada banding;
Memahami itu sebagai yang pada intisarinya tiada keberadaan,
Dalam cara ini membaktikannya semua dengan pasti.

Mengamati semua gejala kejadian dengan pengetahuan tertinggi,
Tiada satupun yang dilahirkan;
Demikian juga Dia sementara mengolah pembaktian,
Kebajikan yang tidak terbatas, yang tiada habisnya.

Melalui cara ini memurnikan pikiran,
Sebanding dengan semua Buddha,
Kekuatan upaya-kausalya ini adalah yang tiada habisnya;
Oleh sebab itu hasil yang sangat tepat tidak memiliki batas.

Memulai tekad untuk Anuttara Samyaksambodhi,
Tanpa bergantung pada apapun di dunia,
Pergi ke semua dunia di sepuluh penjuru
Dan tidak terhalang oleh apapun.

Semua Buddha muncul di dunia
Karena ingin membimbing pikiran para makhluk;
Memeriksa sifat alami sejati dari pikiran
Dan menemukan itu pada yang tertinggi tidak ditemukan.

Semua gejala kejadian, tanpa pengecualian,
Termasuk dalam tathata, tiada svabhava;
Membaktikan dengan mata yang murni ini
Membuka penjara kelahiran dan kematian di dunia.

Meskipun Dia memurnikan semua keberadaan,
Namun tanpa gagasan pikiran tentang keberadaan;
Mengetahui sifat alami keberadaan tiada keberadaan
Memurnikan pikiran bergembira.

Tidak bergantung pada apapun di satu Buddhaksetra,
Maupun di semua Buddhaksetra,
Dan tidak melekat pada gejala kejadian yang berkondisi,
Mengetahui gejala kejadian tiada asal-mula.

Dengan ini mengolah Sarvajnajnana;
Dengan ini pengetahuan tertinggi menghiasi-Nya;
Dengan ini semua Buddha bergembira;
Inilah pekerjaan Bodhisattva pada Pembaktian.

Bodhisattva memusatkan pikiran pada para Buddha,
Pengetahuan tertinggi, kebijaksanaan, dan upaya-kausalya Mereka.
Sama seperti para Buddha, Dia tidak bergantung pada apapun:
Semoga Kami menyempurnakan kebajikan ini.

Berkonsentrasi pada menyelamatkan semua,
Dia menyebabkan orang meninggalkan perbuatan jahat;
Dengan begitu menguntungkan para makhluk hidup,
Dia merenungkan dengan perhatian tanpa meninggalkan mereka.

Tinggal berdiam dalam keadaan pengetahuan dan menjaga Dharma,
Dia tidak menempuh Nirvana melalui kendaraan lain
Hanya berikrar untuk mencapai Jalan Tiada Tanding dari Buddha;
Inilah pembaktian dari Bodhisattva.

Tidak melekati ketidaknyataan yang palsu
Yang diucapkan oleh para makhluk hidup,
Namun meski tidak bergantung pada ucapan
Dia masih tidak melekati duniawi.

Semua Tathagata di sepuluh penjuru
Memahami semua gejala kejadian tanpa kecuali;
Namun meski mengetahui semua gejala kejadian adalah yang kosong,
Dia tidak menghasilkan gagasan pikiran tentang kekosongan.

Dengan satu hiasan menghiasi semua
Namun tidak membeda-bedakan gejala kejadian
Dia membangkitkan semua makhluk hidup:
Semuanya tanpa sifat alami diri, tanpa objek.

"Kulaputra, apakah Pembaktian yang sebanding dengan semua Buddha dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva mengikuti dan mengolah jalan pembaktian dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang. Ketika mempraktekkan dan mempelajari jalan pembaktian dalam cara ini, ketika merasakan semua objek indera, apakah yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan, Dia tidak memikirkan suka atau tidak suka, pikirannya bebas, tanpa cacat, luas, murni, gembira, bahagia, terbebas dari semua kesedihan dan masalah. Pikirannya lentur, inderanya murni dan tenang."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memperoleh kedamaian dan kebahagiaan seperti itu, Dia menjadi bahkan lebih bertekad, membaktikan tekadnya untuk para Buddha, dengan pikiran ini : 'Dengan akar kebajikan yang sekarang ditanam, Saya berikrar untuk menyebabkan kebahagiaan dari para Buddha terus meningkat, yaitu, kebahagiaan dari tempat kediaman para Buddha yang tidak terbayangkan, kebahagiaan dari samadhi para Buddha yang tiada tanding, kebahagiaan dari belas-kasih yang tanpa batas, kebahagiaan dari pembebasan dari semua Buddha, kebahagiaan dari kekuatan yang besar - tertinggi - tidak terukur, kebahagiaan dari keheningan-tenang yang terpisah dari semua pengartian, kebahagiaan dari tinggal berdiam di dalam keadaan yang tanpa halangan, selalu berkonsentrasi dengan benar, kebahagiaan dari melaksanakan praktek dari tiada mendua yang tanpa berubah.'"

"Saat Bodhisattva Mahasattva telah membaktikan akar kebajikannya kepada para Buddha, Dia juga membaktikan kebajikan ini kepada para Bodhisattva: yaitu, demi menyebabkan yang belum menyempurnakan Pranidhana menjadi menyempurnakannya, menyebabkan yang pikirannya masih belum murni mencapai kemurnian, menyebabkan yang belum menyempurnakan Paramita menjadi menyempurnakannya, menempatkan Mereka dalam Bodhicitta yang tidak bisa hancur, agar tidak mundur dari jalan menuju Sarvajnajnana, tidak menyerah dari usaha besar, mempertahankan semua akar kebajikan dari pintu gerbang Bodhi, dan mampu menyebabkan para makhluk hidup menghentikan kesombongan, mengarahkan pikiran ke Bodhi, menyempurnakan cita-cita, tinggal berdiam di dalam tempat kediaman dari semua Bodhisattva, mencapai indera yang jelas dan tajam dari Bodhisattva, mengolah akar kebajikan, dan menyadari Sarvajnajnana."

"Setelah seperti itu membaktikan akar kebajikannya kepada para Bodhisattva, sang Bodhisattva Mahasattva lalu membaktikannya kepada semua makhluk hidup, berharap agar akar kebajikan dari semua makhluk hidup, bahkan yang terkecil, bahkan melihat seorang Buddha, mendengar Dharma, atau menghormati para Bhiksu suci, hanya selama waktu membunyikan jari, semuanya terbebas dari rintangan, agar mereka merenungkan pada kesempurnaan para Buddha, pada teknik Dharma, dan pada kemurnian dan kepentingan Sangha, agar tidak terpisah dari penglihatan Buddha, agar pikiran mereka menjadi murni, agar mencapai kualitas Buddhatva, memperluas kebajikan yang tidak terukur, memurnikan kekuatan batin, menghentikan keraguan tentang Dharma dan hidup sesuai dengan Dharma. Saat membuat pembaktian seperti itu kepada para makhluk hidup, Dia juga membuat pembaktian seperti itu untuk para Sravaka dan Pratyekabuddha."

"Juga, Dia berharap semoga semua makhluk hidup selamanya meninggalkan semua tempat kesedihan seperti naraka, preta, tiryagyoni, dan seterusnya, agar mereka lebih lanjut mengembangkan tekad tertinggi untuk Bodhi, memusatkan pikiran mereka pada kesungguhan mencari pengetahuan tentang semua cara pembebasan, tidak pernah menolak Saddharma dari para Buddha, mencapai kedamaian dari para Buddha, termurnikan tubuh dan pikiran, dan menyadari Sarvajnajnana."

"Akar kebajikan dari Bodhisattva Mahasattva semuanya secara benar dimulai, diperbanyak, dan dikembangkan dengan Maha Pranidhana, menyebabkan semuanya diperluas, dan sepenuhnya disempurnakan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva hidup di rumah dengan istri dan anak, Dia tidak pernah sesaat pun menyerah dari tekad Bodhi; Dengan samyak-smrti bermeditasi pada alam Sarvajna, membebaskan diri sendiri dan yang lainnya, membuat mereka mencapai yang tertinggi. Menggunakan upaya-kausalya mengubah anggota rumahnya sendiri, menyebabkan mereka memasuki pengetahuan Bodhisattva dan menyebabkan mereka mengembangkan kematangan dan mencapai pembebasan. Walaupun hidup bersama, pikirannya tiada kemelekatan. Melalui Maha Karuna yang utama, Dia menetap dalam kehidupan rumah, dan disebabkan oleh Maitrinya, Dia menyelaraskan dengan istri dan anaknya, dengan tanpa hambatan menuju jalan yang murni dari Bodhisattva."

"Walaupun Bodhisattva Mahasattva berada di dalam kehidupan rumah dan bekerja pada beraneka pekerjaan, tidak pernah sesaat pun menyerah dari tekad untuk Sarvajnajnana; Yakni, apakah sedang berpakaian, makan, berobat, mencuci, melihat sekeliling, berjalan, berdiri diam, duduk, bersandar, berbicara, berpikir, tidur atau bangun, apapun yang dikerjakannya, pikirannya selalu membaktikan pada jalan Sarvajnajnana. Dia berkonsentrasi dan merenungkan tanpa henti-hentinya, karena mau menolong semua makhluk hidup dan menempatkan mereka dalam Bodhi; Dengan Maha Pranidhana yang tidak terukur, Dia mewujudkan Maha Kusala-mula yang tidak terhitung, rajin mengolah kebajikan untuk menyelamatkan semua orang. Selamanya berpisah dari kesombongan dan pemuasan nafsu, dan dengan pasti terus menuju keadaan Sarvajnajnana, tidak pernah memikirkan maksud apapun tentang beralih ke jalan yang lain. Selalu merenungkan Bodhi dari semua Buddha, selamanya meninggalkan semua jalan yang tidak murni. Mengolah praktek yang dipelajari semua Bodhisattva, tanpa mengalami hambatan pada jalan Sarvajnajnana dan berdiam pada tingkat pengetahuan. Dia membaktikan pada membaca dan belajar, dan mengumpulkan akar kebajikan melalui cara pengetahuan yang tidak terukur. Pikirannya tidak tertarik pada semua alam duniawi, juga tidak tergoda dengan apa yang dipraktekkan. Dengan sepenuh hati menerima dan menjaga Sila dari Buddhadharma. Dengan begitu, Bodhisattva hidup di rumah mengolah dan memperdalam akar kebajikan dalam segala cara, menyebabkannya bertumbuh, dan membaktikannya pada Anuttara Samyaksambodhi, yang merupakan intisari dari para Buddha." 

"Pada saat itu, Bodhisattva ketika sedang memberi makan binatang, bahkan membuat Pranidhana ini: 'Saya harus menyebabkan makhluk ini untuk meninggalkan alam binatang, tertolong, terhibur, dan pada yang tertinggi menjadi terbebaskan, selamanya menyeberang dari lautan penderitaan, senantiasa melenyapkan perasaan sakit, selamanya menghapus penderitaan tubuh dan pikiran, senantiasa memotong putus perasaan sakit - himpunan sakit - tindakan yang menyakitkan - penyebab sakit - akar penderitaan - dan keadaan yang menderita. Semoga semua makhluk hidup ini mampu pergi dari ini.' Begitulah Bodhisattva memusatkan pikiran-Nya pada semua makhluk hidup; dengan akar kebajikan-Nya di dalam bagian terdepan, Dia membaktikannya untuk pengetahuan tentang cara pembebasan bagi semua makhluk."

"Ketika Bodhisattva pertama kali membangkitkan Bodhicitta, Dia mencakup semua makhluk hidup, mengolah akar kebajikan dan membaktikannya demi menyebabkan semua makhluk hidup meninggalkan penderitaan dari kelahiran dan kematian selamanya, mencapai kebahagiaan dari Buddha yang tanpa rintangan, keluar dari lautan penderitaan, mempraktekkan jalan dari Buddhadharma, memenuhi semua tempat dengan Maitri, memiliki kekuatan Maha Karuna, menyebabkan semua mencapai kebahagiaan yang murni, mempertahankan akar kebajikan, mendekati kualitas Buddhatva, pergi dari alam Mara dan memasuki alam para Buddha, memotong putus benih duniawi dan menanam benih Bodhi, tinggal berdiam di dalam Dharma yang sama di dalam masa lampau - masa depan - masa sekarang."

"Bodhisattva membaktikan semua akar kebajikan yang telah dihimpun, akan dihimpun, dan sedang dihimpun-Nya dalam cara ini, membentuk pikiran ini: 'Seperti para Buddha dan Bodhisattva dari masa lampau telah praktekkan, dengan penuh hormat melayani semua Tathagata, membebaskan semua makhluk hidup agar selamanya terbebaskan, dan rajin mengolah dan mempraktekkan semua akar kebajikan dan membaktikannya semua tanpa kemelekatan, tanpa bergantung pada bentuk-rupa, tanpa kemelekatan pada perasaan, tanpa gagasan pikiran yang keliru, tanpa menciptakan pola tertentu, tanpa melekati kesadaran, terpisah dari indera, tidak tinggal berdiam pada gejala kejadian di dunia, senang dalam yang melampaui, mengetahui bahwa semua gejala kejadian adalah yang kosong seperti ruang angkasa, tidak datang dari manapun, tidak dilahirkan dan tidak musnah, dan tiada kenyataan yang sesungguhnya; tiada kemelekatan, Dia menghindari semua pandangan yang membeda-bedakan, tenang dan tidak tergoyahkan oleh apapun, tidak pernah kehilangan kesadaran atau ketenangan, tinggal berdiam di dalam kenyataan yang tanpa bentuk-rupa, terpisah dari semua wujud, semua menjadi satu; dengan begitu Dia secara mendalam memasuki sifat alami dari semua gejala kejadian, selalu bahagia mempraktekkan semua kebajikan, dan melihat perkumpulan dari semua Buddha. Sama seperti para Tathagata dari masa lampau itu membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Saya juga akan mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, memahami prinsip ini, mewujudkan prinsip ini, dan, berdasarkan pada prinsip ini memastikan untuk belajar dan bertindak, tidak melanggar aturan yang jelas dari ajaran, mengetahui bahwa apa yang dipraktekkan adalah yang sama seperti ilusi, seperti bayangan, seperti bulan yang terpantul di air, seperti pantulan cermin, yang terwujud oleh gabungan dari sebab dan kondisi, terus hingga tingkat tertinggi dari Bodhi.'"   

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini: 'Sama seperti para Buddha dari masa lampau, ketika mengolah Bodhisattvacarya, membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, dan begitu juga dengan para Buddha dari masa depan dan sekarang, Saya juga akan membangkitkan tekad dan membaktikan akar kebajikan sama seperti para Buddha itu, dengan pembaktian yang terutama, pembaktian yang terunggul, pembaktian yang tertinggi, pembaktian yang lebih hebat, pembaktian yang tidak terkalahkan, pembaktian yang tiada taranya, pembaktian yang tiada bandingnya, pembaktian yang tiada tanding, pembaktian yang terhormat, pembaktian yang mulia, pembaktian yang tidak membeda-bedakan, pembaktian yang jujur, pembaktian yang berkebajikan luhur, pembaktian yang menjangkau jauh, pembaktian yang baik, pembaktian yang murni, pembaktian yang terbebas dari mara, pembaktian yang tiada kesalahan.'"

"Ketika Bodhisattva telah membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Dia menyempurnakan karma yang murni dari tubuh, ucapan, dan pikiran, dan tinggal berdiam di dalam tempat tinggal para Bodhisattva tanpa ada kesalahan. Dengan mempraktekkan karma yang baik, menyingkirkan perbuatan dan ucapan yang jahat. Pikiran-Nya tanpa cacat atau kekotoran batin; Dia mengolah Sarvajnajnana, tinggal berdiam di dalam pikiran yang luas dan tidak terukur, dan mengetahui semua gejala kejadian tidak menciptakan apapun. Tinggal berdiam di dalam keadaan yang melampaui duniawi dan tidak terpengaruh oleh gejala kejadian dunia. Memeriksa dan memahami karma yang tidak terhitung banyaknya dan sepenuhnya mengembangkan upaya-kausalya dari pembaktian, melenyapkan akar kemelekatan selamanya. Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang ketiga dari yang sebanding dengan semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia secara mendalam memasuki perbuatan dari semua Tathagata, lalu lanjut menuju kualitas Buddha yang menakjubkan dan tertinggi, memasuki alam pengetahuan murni yang mendalam, tidak pergi dari pekerjaan Bodhisattva, mampu membedakan dengan terampil, makna yang halus dari pembebasan, memasuki dharmadhatu yang mendalam, mengetahui dengan baik cara bekerja dari Bodhisattvacarya, memasuki Buddhakula, dan dengan upaya-kausalya memeriksa dan memahami semua gejala kejadian. Walaupun Dia muncul mewujudkan tubuh, terlahir di dalam dunia, namun pikiran-Nya tidak melekat pada gejala kejadian dunia."

Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan adhisthana dari sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva Mahasattva itu
Mempraktekkan Jalan Pembaktian Buddha masa lalu,
Dan juga mengolah Praktek
Dari semua Nayaka masa depan dan sekarang.

Dia mencapai kedamaian dan ketenteraman dalam semua alam,
Yang dipuji oleh semua Tathagata;
Cahaya-Nya yang luas dan mata yang murni,
Dibaktikannya semua kepada para Maha Resi.

Tubuh kebahagiaan dari Bodhisattva,
Dan begitu juga semua inderanya;
Kegembiraan menakjubkan yang tertinggi dan tidak terukur itu
Semuanya dibaktikan untuk yang tertinggi.

Semua jalan yang baik di dunia
Dan yang telah disempurnakan para Buddha,
Semuanya dikembangkan tanpa meniadakan satupun,
Dan cara itulah Dia bergembira menguntungkan para makhluk.

Kegembiraan-Nya di dunia adalah yang tidak terbatas:
Ini dibaktikannya untuk para makhluk hidup,
Berikrar membuat mereka semua dipenuhi
Dengan kebahagiaan dari Narasimha.

Beranekaragam kegembiraan yang diketahui dan dirasakan
Oleh para Buddha dari semua ksetra
Dia berikrar mengembangkannya pada para makhluk hidup
Dan menjadi Lampu Besar yang menerangi dunia.

Kegembiraan tertinggi yang murni dari Bodhisattva
Dibaktikannya kepada semua makhluk hidup:
Walaupun membaktikan untuk menguntungkan para makhluk hidup,
Namun Dia tanpa kemelekatan pada pembaktian.

Bodhisattva mempraktekkan pembaktian ini,
Menghasilkan pikiran belas-kasih yang tanpa batas;
Kebajikan dari pembaktian yang dipraktekkan para Buddha
Dia berikrar untuk mengolah dan menyempurnakan dalam cara yang sama.

Kebahagiaan yang halus dari kendaraan Sarvajna
Seperti yang dicapai oleh yang tertinggi,
Juga kebahagiaan tanpa batas dari Bodhisattvacarya
Yang dilaksanakan saat di dalam dunia,
Kebahagiaan dari kedamaian saat muncul di dunia,
Kebahagiaan dari keheningan-tenang, selalu menjaga indera,
Semuanya dibaktikan kepada para makhluk hidup
Demi menyebabkan semua mengembangkan pengetahuan yang tiada tanding.

Pekerjaan-Nya bukanlah tubuh, ucapan, atau pikiran,
Namun tidak terpisah dari ini;
Dia hanya menghancurkan ketidaktahuan melalui upaya-kausalya
Dan dengan begitu mengembangkan pengetahuan tertinggi.

Karma yang dipraktekkan Bodhisattva 
Menambah kebajikan unggul yang tidak terukur;
Mengikuti sang Bodhisattva, terlahir di dalam Buddhakula,
Tanpa memihak dan tenang, membaktikan dengan benar.

Menjaga semua makhluk hidup
Yang ada di dunia sepuluh penjuru,
Membaktikan akar kebajikan kepada mereka,
Berikrar memenuhi mereka dengan kebahagiaan dari kedamaian.

Tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri;
Mau menyebabkan semua menjadi tentram.
Tidak pernah menghibur gagasan pikiran yang tanpa kejelasan:
Hanya mengamati semua gejala kejadian sebagai yang kosong dan tanpa diri.

Terhadap semua Kulaputra
Yang dilihat oleh para Tathagata di sepuluh penjuru
Dia membaktikan semua akar kebajikan,
Berikrar mempercepat Anuttara Samyaksambodhi.

Para makhluk yang berkesadaran di semua dunia
Dia cakup tanpa membeda-bedakan, tanpa kecuali;
Dengan karma baik yang dilakukan-Nya sendiri
Dia menyebabkan para makhluk itu segera menjadi Buddha.

Maha Pranidhana yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Yang dijelaskan oleh para Nayaka yang tiada tanding
Berikrar bahwa semua Putra Buddha menjadi murni
Dan menyempurnakan semua cita-cita Mereka.

Mengamati semua dunia di sepuluh penjuru,
Menyumbangkan semua kebajikan-Nya kepada mereka,
Dia berikrar menyebabkan mereka semua terhiasi dengan menakjubkan:
Dengan begitu Bodhisattva mempraktekkan pembaktian.

Pikiran-Nya tidak menimbang gejala kejadian yang mendua;
Dia hanya terus menyadari yang tiada mendua dari gejala kejadian.
Dalam semua gejala kejadian, apakah mendua atau tanpa mendua,
Pada yang tertinggi Dia tanpa kemelekatan.

Semua dunia di sepuluh penjuru
Adalah bentukan gagasan pikiran para makhluk hidup;
Dengan tidak menangkap apapun dalam gagasan pikiran atau tiada gagasan pikiran,
Begitulah gagasan pikiran dipahami.

Tubuh Bodhisattva termurnikan,
Jadi pikiran-Nya murni, tanpa cacat:
Ucapan-Nya sudah murni dan tanpa cacat,
Ketahuilah bahwa pikiran-Nya murni tanpa kemelekatan.

Dengan pikiran tunggal memikirkan para Buddha masa lampau
Dan juga para Nayaka masa depan,
Dan juga para Bhagavan masa sekarang:
Mempelajari Dharma yang dijelaskan Mereka semua.

Semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Memiliki pengetahuan penembusan yang jelas, pikiran-Nya tidak terhalang;
Karena mau menolong para makhluk hidup
Membaktikan banyak perbuatan untuk Bodhi.

Dia yang berkebijaksanaan terkemuka, kebijaksanaan besar,
Kebijaksanaan yang terbebas dari kesalahan, tanpa khayalan,
Tanpa membeda-bedakan, kebijaksanaan sejati, kebijaksanaan murni,
Dan kebijaksanaan tertinggi, menjelaskan cara ini.

"Kulaputra, apakah Pembaktian yang mencapai semua tempat dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mengolah semua akar kebajikan dengan berpikir, 'Semoga kekuatan kebajikan dari akar kebajikan ini mencapai semua tempat, sama seperti gejala kejadian membentang dimana-mana tanpa kecuali, mencapai segala sesuatu, semua dunia, semua makhluk hidup, semua ksetra, semua gejala kejadian, semua ruang angkasa, semua waktu, semua yang berkondisi dan yang tidak berkondisi, semua ucapan dan suara; semoga akar kebajikan ini dalam cara yang sama mencapai tempat tinggal dari semua Buddha, dan menjadi persembahan kepada semua Buddha itu, kepada para Buddha masa lampau yang ikrar-Nya seluruhnya tersempurnakan, para Buddha masa depan yang sepenuhnya terhiasi, dan para Buddha masa sekarang, ksetra-Nya, Bodhimanda-Nya, dan Sangha-Nya, mengisi semua alam diseluruh ruang angkasa. Saya bercita-cita, melalui kebajikan dari kekuatan keyakinan, kebajikan dari pengetahuan besar yang tanpa rintangan, kebajikan dari pembaktian dari semua akar kebajikan, mempersembahkan puja seperti yang dari para devata itu, memenuhi dunia-dunia yang tidak terbatas.'"

"Bodhisattva Mahasattva juga membentuk pikiran ini: 'Para Buddha meliputi semua alam ruang angkasa, dunia-dunia dari semua lokadhatu yang tidak terbayangkan banyaknya di sepuluh penjuru yang dihasilkan melalui beranekaragam karma, Buddhaksetra yang tidak terbayangkan banyaknya, Buddhavisaya, semua jenis dunia, dunia-dunia yang tidak terbatas, dunia-dunia yang tanpa batas, dunia-dunia yang berputar, dunia-dunia yang menyamping, dunia-dunia yang menghadap atas dan bawah, di dalam semua dunia seperti ini, Dia mewujudkan jangka hidup dan menampilkan beranekaragam pertunjukan kekuatan batin. Ada para Bodhisattva disana yang melalui kekuatan tekad muncul sebagai Buddha di dalam semua dunia demi kepentingan para makhluk hidup yang bisa diajar; Dengan pengetahuan dari tujuan semua jalan, Dia memperlihatkan di semua tempat kebebasan yang tanpa batas dan kekuatan batin Buddha, Dharmakaya membentang dimana-mana tanpa perbedaan, secara sama memasuki semua dharmadhatu, tubuh keBuddhaan yang tidak lahir dan tidak musnah, namun melalui upaya-kausalya muncul di seluruh dunia, disebabkan oleh menyadari sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian, yang melampaui semua, karena pencapaian Avaivartika-bala, karena terlahir diantara orang yang berkekuatan besar dengan penglihatan Buddha yang tanpa halangan.'"

"Bodhisattva Mahasattva melalui semua akar kebajikan yang telah ditanam-Nya, berikrar membuat pemujaan kepada semua Buddha itu, dengan bunga indah yang sangat banyak, jumlah yang sangat banyak dan menakjubkan dari dupa, karangan bunga, payung, bendera, panji, pakaian, lampu, dan semua perhiasan yang lainnya, dan melalukan hal yang sama untuk patung, stupa, dan caitya dari para Buddha. Akar kebajikan yang dibaktikan-Nya dalam cara ini, dengan pembaktian yang tanpa kebingungan, pembaktian yang memusatkan satu pikiran, pembaktian yang tidak bergantung pada yang lain, pembaktian yang penuh hormat, pembaktian yang tidak tergoyahkan, pembaktian yang tiada gangguan pikiran, pembaktian yang bebas, pembaktian yang tanpa pemikiran orang duniawi, pembaktian yang tanpa terburu atau pergumulan, pembaktian dengan pikiran yang hening-tenang."

"Dia juga berpikir, 'Di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, di dalam semua kalpa masa lampau - masa depan - masa sekarang, para Bhagavan Buddha mencapai Sarvajnajnana dan menjadi Buddha; Dengan nama berbeda-beda yang tidak terhitung banyaknya, pada beranekaragam masa waktu, mewujudkan pencapaian Samyaksambodhi, semua-Nya tinggal berdiam selama rentang waktu, di seluruh masa depan, masing-masing menghiasi diri dengan hiasan dari dharmadhatu, Bodhimanda dan Sangha-Nya meliputi dharmadhatu; Di dalam semua ksetra, muncul sesuai waktu dan melaksanakan perbuatan Buddha. Kepada semua Buddha ini Saya membaktikan akar kebajikan; Saya berikrar dengan hormat mempersembahkan yang tidak terhitung banyaknya kanopi wewangian, bendera wewangian, panji wewangian, tirai wewangian, jaring wewangian, patung wewangian, cahaya wewangian, api wewangian, awan wewangian, taktha wewangian, taman wewangian, tempat berlindung wewangian, dunia wewangian, gunung wewangian, lautan wewangian, sungai wewangian, pohon wewangian, jubah wewangian, bunga teratai wewangian, istana wewangian, bunga wewangian; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari bunga, bendera dari bunga, panji dari bunga, tirai dari bunga, jaring dari bunga, patung dari bunga, cahaya dari bunga, api dari bunga, awan dari bunga, taktha dari bunga, taman dari bunga, tempat berlindung dari bunga, dunia dari bunga, gunung dari bunga, lautan dari bunga, sungai dari bunga, pohon dari bunga, jubah dari bunga, bunga teratai dari bunga, istana dari bunga; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari karangan bunga, bendera dari karangan bunga, panji dari karangan bunga, tirai dari karangan bunga, jaring dari karangan bunga, patung dari karangan bunga, cahaya dari karangan bunga, api dari karangan bunga, awan dari karangan bunga, taktha dari karangan bunga, taman dari karangan bunga, tempat berlindung dari karangan bunga, dunia dari karangan bunga, gunung dari karangan bunga, lautan dari karangan bunga, sungai dari karangan bunga, pohon dari karangan bunga, jubah dari karangan bunga, bunga teratai dari karangan bunga, istana dari karangan bunga; yang tanpa bandingan banyaknya kanopi dari bubuk dupa, bendera dari bubuk dupa, panji dari bubuk dupa, tirai dari bubuk dupa, jaring dari bubuk dupa, patung dari bubuk dupa, cahaya dari bubuk dupa, api dari bubuk dupa, awan dari bubuk dupa, taktha dari bubuk dupa, taman dari bubuk dupa, tempat berlindung dari bubuk dupa, dunia dari bubuk dupa, gunung dari bubuk dupa, lautan dari bubuk dupa, sungai dari bubuk dupa, pohon dari bubuk dupa, jubah dari bubuk dupa, bunga teratai dari bubuk dupa, istana dari bubuk dupa; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari minyak wangi, bendera dari minyak wangi, panji dari minyak wangi, tirai dari minyak wangi, jaring dari minyak wangi, patung dari minyak wangi, cahaya dari minyak wangi, api dari minyak wangi, awan dari minyak wangi, taktha dari minyak wangi, taman dari minyak wangi, tempat berlindung dari minyak wangi, dunia dari minyak wangi, gunung dari minyak wangi, lautan dari minyak wangi, sungai dari minyak wangi, pohon dari minyak wangi, jubah dari minyak wangi, bunga teratai dari minyak wangi, istana dari minyak wangi; yang tidak terhitung banyaknya kanopi dari pakaian, bendera dari pakaian, panji dari pakaian, tirai dari pakaian, jaring dari pakaian, patung dari pakaian, cahaya dari pakaian, api dari pakaian, awan dari pakaian, taktha dari pakaian, taman dari pakaian, tempat berlindung dari pakaian, dunia dari pakaian, gunung dari pakaian, lautan dari pakaian, sungai dari pakaian, pohon dari pakaian, jubah dari pakaian, bunga teratai dari pakaian, istana dari pakaian; yang tidak terbayangkan banyaknya kanopi dari permata, bendera dari permata, panji dari permata, tirai dari permata, jaring dari permata, patung dari permata, cahaya dari permata, api dari permata, awan dari permata, taktha dari permata, taman dari permata, tempat berlindung dari permata, dunia dari permata, gunung dari permata, lautan dari permata, sungai dari permata, pohon dari permata, jubah dari permata, bunga teratai dari permata, istana dari permata; yang tidak terukur banyaknya kanopi dari permata, bendera dari permata, panji dari permata, tirai dari permata, jaring dari permata, patung dari permata, cahaya dari permata, api dari permata, awan dari permata, taktha dari permata, taman dari permata, tempat berlindung dari permata, dunia dari permata, gunung dari permata, lautan dari permata, sungai dari permata, pohon dari permata, jubah dari permata, bunga teratai dari permata, istana dari permata; yang tidak terukur banyaknya kanopi dari lampu, bendera dari lampu, panji dari lampu, tirai dari lampu, jaring dari lampu, patung dari lampu, cahaya dari lampu, api dari lampu, awan dari lampu, taktha dari lampu, taman dari lampu, tempat berlindung dari lampu, dunia dari lampu, gunung dari lampu, lautan dari lampu, sungai dari lampu, pohon dari lampu, jubah dari lampu, bunga teratai dari lampu, istana dari lampu; yang tidak terkatakan banyaknya kanopi dari perhiasan, bendera dari perhiasan, panji dari perhiasan, tirai dari perhiasan, jaring dari perhiasan, patung dari perhiasan, cahaya dari perhiasan, api dari perhiasan, awan dari perhiasan, taktha dari perhiasan, taman dari perhiasan, tempat berlindung dari perhiasan, dunia dari perhiasan, gunung dari perhiasan, lautan dari perhiasan, sungai dari perhiasan, pohon dari perhiasan, jubah dari perhiasan, bunga teratai dari perhiasan, istana dari perhiasan; yang tidak terkatakan dari yang tidak terkatakan banyaknya kanopi, bendera, panji, tirai, jaring, patung, cahaya, api, awan, taktha, taman, tempat berlindung, dunia, gunung, lautan, sungai, pohon, jubah, bunga teratai, dan istana, yang semuanya terbuat dari maniratna, semuanya tidak terkatakan banyaknya: Di setiap objek ini, ada yang tidak terhitung banyaknya birai, istana, kamar hias, pintu, bulan sabit, palang pembatas, jendela, permata murni, dan perhiasan. Semua persembahan sepeti itu Saya berikan kepada para Buddha itu, menginginkan agar membuat semua dunia menjadi termurnikan dan semua makhluk hidup mencapai pembebasan, tinggal berdiam di dalam tingkat Dasa-bala dan mencapai pemahaman Dharma yang tanpa rintangan; Demi menyebabkan semua makhluk hidup sepenuhnya menjadi terhiasi dengan Kusala-mula, demi memperoleh pembebasan yang lengkap, memiliki pikiran yang tanpa batas seperti ruang angkasa, pergi ke semua ksetra dengan tanpa pergi kemana-mana, memasuki semua ksetra, menyebarkan jalan yang baik, selalu bisa melihat para Buddha, menanam Kusala-mula, menyempurnakan Mahayana, tidak melekat pada apapun, dipenuhi dengan kebajikan, mendirikan praktek yang tidak terhitung banyaknya, memasuki semua dharmadhatu yang tanpa batas, mengembangkan indera dari para Buddha, dan mencapai Sarvajnajnana dari para Buddha. Sama seperti ketiadaan diri mencakup semua gejala kejadian, begitu juga akar kebajikan-Ku mencakup semua Buddha melalui membuat persembahan kepada Mereka semua; mencakup semua Dharma melalui memahaminya tanpa hambatan; mencakup semua Bodhisattva melalui pada yang tertinggi memiliki akar kebajikan yang sama; mencakup semua Bodhisattvacarya melalui penunaian kekuatan Mula-Pranidhana Saya; mencakup semua pemahaman Bodhisattva pada gejala kejadian melalui memahami semua gejala kejadian tanpa hambatan; mencakup semua Maha-abhijna-bala dari para Buddha melalui menyempurnakan akar kebajikan yang tidak terhitung banyaknya; mencakup semua kekuatan dan keberanian dari para Buddha melalui mengembangkan tekad yang tidak terukur dan menunaikannya semua; mencakup semua cara meditasi dari Bodhisattva, kekuatan kefasihannya, dan Dharani melalui mampu menjelaskan dan memahami yang tiada mendua; mencakup upaya-kausalya Buddha melalui mewujudkan Maha-abhijna-bala dari para Buddha; mencakup semua kelahiran dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang di dunia, pencapaian Samyaksambodhi-Nya, pemutaran Saddharmacakra-Nya, penjinakan para makhluk hidup, dan memasuki Parinirvana, melalui dengan hormat memberikan persembahan kepada Mereka semua dimana-mana; mencakup semua dunia di sepuluh penjuru melalui menghiasi dan memurnikan Buddhaksetra hingga tingkat tertinggi; mencakup semua kalpa melalui muncul didalamnya dan mengolah Bodhisattvacarya tanpa henti; mencakup semua alam makhluk melalui muncul terlahir didalamnya; mencakup semua alam makhluk hidup melalui menunaikan praktek Samantabhadra Bodhisattva; mencakup semua kekuatan kebiasaan palsu melalui menggunakan upaya-kausalya untuk membersihkannya semua; mencakup perbedaan indera yang tidak terhitung banyaknya dari para makhluk hidup melalui mengetahuinya semua; mencakup pemahaman dan kecenderungan dari semua makhluk hidup melalui menyebabkan mereka menyingkirkan kebingungan dan kekotoran batin serta mencapai kemurnian; mencakup semua kegiatan yang mengubah para makhluk hidup melalui muncul dalam bentuk-rupa yang sesuai dengan kebutuhan; mencakup semua jalan dari menanggapi para makhluk hidup dengan sesuai melalui memasuki semua alam dari para makhluk hidup; dan mencakup intisari pengetahuan dari semua Tathagata melalui melestarikan Buddhadharma.'"

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, Dia menggunakan ketiadaan objek dari pencapaian sebagai caranya: tidak membeda-bedakan akibat di dalam karma, tidak membeda-bedakan karma di dalam akibat; walaupun tanpa membeda-bedakan, Dia memasuki seluruh dharmadhatu; walaupun tanpa usaha, namun selalu tinggal berdiam di dalam akar kebajikan; walaupun tidak memulai apapun, namun rajin mempraktekkan Dharma yang unggul; tidak mempercayai gejala kejadian, namun mampu memasukinya secara mendalam; tidak menganggap gejala kejadian sebagai yang ada, namun mengetahui dan melihatnya semua; Yang diciptakan dan yang bukan ciptaan keduanya tidak bisa dipahami. Dia mengetahui bahwa sifat alami semua gejala kejadian tidak pernah tanpa ketergantungan. walaupun melihat semua gejala kejadian, namun tidak melihat apapun; Dia mengetahui segala sesuatu tanpa mengetahui apapun."
 
"Demikian juga Bodhisattva memahami dunia tujuan, mengetahui bahwa semua gejala kejadian berdasarkan pada sebab dan kondisi. Dia melihat Dharmakaya dari semua Buddha dan mencapai kenyataan tertinggi yang murni dari semua gejala kejadian. Memahami semua dunia adalah yang sama seperti penampakan magis. Dengan jelas menyadari bahwa makhluk hidup hanyalah satu gejala kejadian dan tidak memiliki dua sifat alami. Tidak meninggalkan karmadhatu: dengan upaya-kausalya Dia memperlihatkan yang tidak diciptakan di tengah-tengah alam dari gejala kejadian yang berkondisi, tanpa menghancurkan ciri-ciri dari gejala kejadian yang berkondisi; Memperlihatkan gejala kejadian yang berkondisi di tengah-tengah alam dari gejala kejadian yang tidak berkondisi. Jadi, Bodhisattva selalu mengamati semua gejala kejadian sebagai pada yang tertinggi adalah yang tiada dan kosong. Dia mengembangkan semua akar kebajikan yang murni dan membangkitkan tekad untuk menyelamatkan dan melindungi para makhluk hidup. Pengetahuan-Nya dengan jelas menyadari lautan dari semua Dharma. Selalu bergembira mengolah praktek untuk menyingkirkan ketidaktahuan. Telah sepenuhnya menyelesaikan kebajikan yang melampaui duniawi, dan tidak lagi mempraktekkan jalan duniawi. Telah mencapai mata pengetahuan yang murni, menghapuskan semua kegelapan dari ketidaktahuan, dan dengan upaya-kausalya Dia mempraktekkan jalan dari Pembaktian."

"Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, sesuai dengan keinginan dari semua Buddha, memperindah dan memurnikan semua Buddhaksetra, mengajar, mengubah, dan mematangkan semua makhluk hidup, sepenuhnya menerima dan mempertahankan semua Buddhadharma, menjadi lapangan kebajikan tertinggi untuk semua makhluk hidup, menjadi pemandu bagi semua pengembara, menjadi matahari yang murni untuk semua dunia. Semua akar kebajikan-Nya memenuhi dharmadhatu, mampu menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka dipenuhi dengan kualitas kebajikan yang murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia mampu melestarikan silsilah dari semua Buddha, mengembangkan semua makhluk hidup hingga matang, memperindah dan memurnikan semua ksetra, menghindari kerusakan semua pekerjaan, sepenuhnya memahami semua gejala kejadian, secara tanpa membeda-bedakan mengamati yang tiada mendua dari semua gejala kejadian, pergi kesemua ksetra di sepuluh penjuru, memahami kenyataan tertinggi yang terpisah dari nafsu keinginan, mencapai keyakinan yang murni, dan memiliki indera yang tajam dan jelas."

"Inilah yang dinamakan Pembaktian Bodhisattva Mahasattva yang keempat dari mencapai semua tempat. Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam pembaktian ini, Dia mencapai karma tubuh yang menjangkau semua tempat, mampu muncul dengan cepat di dalam semua dunia; mencapai karma ucapan yang menjangkau semua tempat, menjelaskan Dharma di semua tempat; mencapai karma pikiran yang menjangkau semua tempat, menerima dan mempertahankan Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha; mencapai kekuatan batin penjelajahan yang menjangkau semua tempat, pergi menanggapi pikiran para makhluk; mencapai kekuatan ingatan dan penjelasan yang menjangkau semua tempat, mampu menggembirakan para makhluk sesuai dengan pikiran mereka; memperoleh jalan masuk kedalam dharmadhatu yang menjangkau semua tempat, mampu memasuki semua dunia dalam satu pori; mencapai jalan masuk kedalam tubuh yang menjangkau semua tempat, mampu memasuki tubuh dari semua makhluk di dalam tubuh dari satu makhluk; mencapai tanggapan penglihatan kalpa menyeluruh yang menjangkau semua tempat, di dalam semua kalpa selalu melihat semua Buddha; mencapai tanggapan penglihatan menyeluruh dalam sekejap mencapai semua tempat, dari waktu ke waktu melihat semua Buddha muncul dihadapannya. Ketika Bodhisattva Mahasattva mencapai pembaktian yang menjangkau semua tempat, Dia mampu membaktikan akar kebajikan dalam cara ini."


Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Terhadap semua dunia bagian dalam dan luar
Bodhisattva tiada kemelekatan sama sekali,
Namun tidak meninggalkan pekerjaan menguntungkan para makhluk hidup:
Maha Purusa mengolah pengetahuan ini.

Di dalam semua ksetra di sepuluh penjuru
Dia tidak bergantung atau menghuni pada apapun;
Tidak melekati gejala kejadian, seperti mata pencaharian,
Dan tidak berubah-rubah menciptakan pembedaan.

Dia berurusan dengan semua makhluk hidup
Di dalam semua dunia di sepuluh penjuru;
Mengamati sifat alami mereka yang tiada keberadaan,
Dia mempratekkan pembaktian yang mencapai semua tempat.

Berurusan dengan semua gejala kejadian yang berkondisi dan tidak berkondisi,
Tidak menghibur pikiran yang mengembara tentang itu,
Atau yang berhubungan dengan apapun di dunia:
Sang Lampu Yang Menyinari Dunia terbangkitkan dalam jalan ini.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh para Bodhisattva
Berbeda dalam tingkat yang unggul, menengah, dan lebih rendah;
Didalam semua itu, Mereka membaktikan akar kebajikan
Kepada semua Buddha di sepuluh penjuru.

Bodhisattva, melalui pembaktian, mencapai Paramita,
Menyelesaikan apa yang dipelajari dari para Buddha;
Selalu berpikir dengan baik berdasarkan pengetahuan yang halus
Dan menjelmakan kualitas manusia yang terbaik.

Akar kebajikan-Nya yang murni dibaktikan secara menyeluruh,
Untuk menolong yang tertipu, tidak pernah meninggalkan mereka:
Membuat semua makhluk hidup untuk menjadi
Lampu Tiada Tanding yang menerangi dunia.

Tidak pernah membentuk gagasan pikiran tentang makhluk hidup
Juga tidak memikirkan gejala kejadian dengan khayalan palsu;
Walaupun di dunia, Dia tanpa kemelekatan,
Namun juga tidak meninggalkan para makhluk yang sadar.

Bodhisattva selalu menikmati kekosongan yang hening-tenang
Dengan mengikuti pencapaian alam Nirvana;
Namun tidak meninggalkan alam makhluk hidup:
Dia telah mencapai pengetahuan halus ini.

Bodhisattva tidak membentuk gagasan pikiran tentang karma,
Dan tidak melekati hasilnya:
Semua dunia terlahir dari kondisi
Gejala kejadian tidak bisa dilihat terpisah dari sebab-akibat.

Secara mendalam memasuki alam seperti itu,
Tidak menciptakan pembedaan yang sia-sia didalamnya:
Para Penjinak semua makhluk hidup
Dalam ini memahami pembaktian yang terampil.

"Kulaputra, apakah Pembaktian gudang kebajikan yang tiada habis-habisnya dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan yang dihasilkan melalui pertobatan dan penghapusan rintangan yang disebabkan oleh karma masa lampau, akar kebajikan yang dihasilkan melalui menghormati semua Buddha, akar kebajikan yang dihasilkan melalui memohon semua Buddha untuk mengajar, akar kebajikan yang dihasilkan melalui mendengar Buddhadharma, rajin mempraktekkannya, dan menyadari alam luas yang tidak terbayangkan, akar kebajikan yang dihasilkan melalui bergembira pada kebajikan dari semua Buddha dan semua makhluk hidup dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, akar kebajikan dari semua Buddha, akar kebajikan yang dicapai melalui praktek yang rajin dari para Bodhisattva yang tidak terbatas, akar kebajikan yang dihasilkan melalui pengetahuan para Bodhisattva bergembira dalam pencapaian Samyaksambodhi dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, pengajaran Dharma Mereka, dan penjinakkan para makhluk hidup, akar kebajikan dalam bergembira pada pengolahan Bodhisattvacarya dari Mula-Pranidhana dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, pencapaian Anuttara Samyaksambodhi Mereka, pada akhirnya penampilan dari memasuki Parinirvana, dan setelah Nirvana Mereka, Saddharma bertahan di dunia hingga habis; Demikianlah Bodhisattva berpikir tentang alam para Buddha yang tidak dapat dijelaskan, juga, alam-Nya sendiri dan alam Buddha yang tanpa rintangan. Akar kebajikan berbeda-beda yang sangat besar dan banyak seperti itu, semuanya dihimpun oleh-Nya, semuanya diyakini-Nya, semuanya disenangi-Nya, semuanya disempurnakan-Nya, semuanya diselesaikan-Nya, semuanya dipraktekkan-Nya, semuanya dicapai-Nya, semuanya disadari-Nya, semuanya diwujudkan-Nya, semuanya dikembangkan-Nya, dibaktikan-Nya untuk menghiasi semua Buddhaksetra, seperti alam karma dari semua Buddha di dalam semua dunia di kalpa masa lampau yang tanpa batas, yaitu, sistem dunia Buddha yang tidak terhitung dan tidak terhingga banyaknya, yang dikenal oleh pengetahuan para Buddha, yang dilihat oleh para Bodhisattva, yang dirasakan oleh Maha Citta, yang dihasilkan dari karma yang murni menghiasi Buddhaksetra, muncul menanggapi para makhluk hidup, yang diciptakan oleh praktek yang murni dari Samantabhadra Bodhisattva, yang mana semua Buddha mencapai Bodhi dan mewujudkan beranekaragam kekuatan batin yang bebas, dan seperti Buddhaksetra yang murni terhiasi, yang akan dicapai saat samyaksambodhi dari para Buddha di seluruh masa depan, yang meliputi dharmadhatu, yang tanpa batas, tidak terhingga, tiada ujung, tiada akhir, semuanya dilahirkan dari pengetahuan para Buddha, terhiasi dengan harta kekayaan yang indah yang tidak terhitung banyaknya, hiasan dari semua wewangian, semua bunga, semua pakaian, semua harta yang berkualitas baik, semua kekuatan Buddha, dan perhiasan dari semua Buddhaksetra; Kota besar dari para Tathagata, dihuni oleh kumpulan orang-orang yang murni dan tidak terbayangkan dengan hubungan yang sudah ada melalui praktek yang sama yang akan mencapai Samyaksambodhi di masa depan, yang dikembangkan oleh semua Buddha, yang tidak terlihat di dunia, yang hanya bisa dilihat oleh mata yang murni dari para Bodhisattva. Para Bodhisattva ini memiliki Maha Bala dan telah menanam kusala-mula di masa lampau; dengan mengetahui semua gejala kejadian adalah yang sama seperti khayalan ilusi, Mereka mengolah karma yang murni dari para Bodhisattva, memasuki Dhyana di dalam kebebasan yang tidak terbayangkan, dan dengan upaya-kausalya bisa melaksanakan pekerjaan Buddha, memancarkan cahaya Buddha dan menerangi dunia dimana-mana tanpa batas. Semua Buddha dari masa sekarang juga menghiasi dunia dalam cara ini, dengan bentuk rupa, cahaya, dan warna yang tanpa batas; semua yang tercipta dari kebajikan: wewangian yang tidak terhitung banyaknya, permata yang tidak terhitung banyaknya, pohon yang tidak terhitung banyaknya, perhiasan yang tidak terhitung banyaknya, istana yang tidak terhitung banyaknya, suara yang tidak terhitung banyaknya, bercampur sesuai dengan hubungan dari masa lampau, mewujudkan hiasan dari semua kualtas mulia, yang tanpa akhir, hiasan dari semua wewangian, karangan bunga, bubuk dupa, permata, panji, pita berwarna-warni dari sutera permata, birai dari permata, perhiasan yang tidak terhitung banyaknya dari jaring emas, sungai, awan dan hujan, dan musik, hiasan seperti itu yang tidak terhitung banyaknya menghiasi banyak Buddhaksetra di dalam semua dunia diseluruh ruang angkasa, yang diciptakan dari beranekaragam karma, yang diketahui para Buddha dan yang diberitakan oleh para Buddha: yaitu, Buddhaksetra dari perhiasan, Buddhaksetra dari kemurnian, Buddhaksetra dari ketenangan, Buddhaksetra dari pemurnian yang halus, Buddhaksetra dari kebajikan yang menakjubkan, Buddhaksetra yang sangat luas, Buddhaksetra dari kedamaian dan kebahagiaan, Buddhaksetra dari Vajra, Buddhaksetra dari yang tidak habis-habisnya, Buddhaksetra yang tidak terbatas, Buddhaksetra dari yang tidak tergoyahkan, Buddhaksetra dari keberanian, Buddhaksetra dari cahaya, Buddhaksetra  yang terbebas dari pertentangan, Buddhaksetra dari kesenangan, Buddhaksetra dari kecemerlangan yang menerangi semua, Buddhaksetra dari kemuliaan, Buddhaksetra dari keindahan yang halus, Buddhaksetra dari keterampilan yang menakjubkan, Buddhaksetra yang terunggul, yang terbaik, yang luar biasa, yang tertinggi, yang mutlak tertinggi, yang melampaui, yang tiada tanding, yang tiada tara, yang tiada banding, yang tidak terbayangkan. Untuk meniru hiasan-hiasan dari semua Buddhaksetra dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, Bodhisattva Mahasattva ingin membaktikan akar kebajikan-Nya sendiri untuk menghiasi dunia dalam cara yang sama, dengan hiasan yang murni dari semua Buddhaksetra dari masa lampau, masa depan, dan sekarang, untuk menghasilkan memurnikan, mengumpulkan, mewujudkan, menyusun, dan mempertahankan semua hiasan seperti yang ada di semua Buddhaksetra itu, dan melakukan hal yang sama untuk semua dunia di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, maka Dia dipenuhi dengan beranekaragam hiasan dari semua Buddhaksetra dari masa lampau - masa depan - sekarang."
       
"Juga, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua Buddhaksetra yang Saya olah dipenuhi dengan para Bodhisattva Mahasattva yang sungguh sejati, dengan pengetahuan yang luas, mampu membedakan semua dunia dan makhluk hidup, secara mendalam memasuki dharmadhatu dan ruang angkasa, melenyapkan ketidaktahuan dan menyempurnakan ingatan tentang Buddha, ingatan tentang kebenaran dari Dharma, ingatan tentang ketidakterbatasan dari Sangha, hadir disemua tempat, dan juga mengingat ketenangan, matahari Dharma yang sepenuhnya bulat, cahaya pengetahuan menyinari semua, melihat tanpa hambatan, terlahir dari tiada proses penjelmaan, menghasilkan semua aspek dari Buddhatva, memiliki sangat banyak akar kebajikan yang tertinggi, membangkitkan tekad untuk Anuttara Samyaksambodhi, tinggal berdiam di dalam kekuatan Buddha, menuju ke Sarvajnajnana, menghancurkan perbuatan mara, memurnikan alam para makhluk hidup, secara mendalam memasuki intisari sifat alami dari gejala kejadian, selamanya menyingkirkan angan-angan khayalan, memberhasilkan semua akar kebajikan dan Maha Pranidhana; semoga para Bodhisattva seperti itu memenuhi ksetra itu, terlahir di tempat itu, memiliki kebajikan seperti itu, selalu melaksanakan pekerjaan Buddhatva, mencapai cahaya Samyaksambodhi, menguasai pengetahuan dharmadhatu, mewujudkan kekuatan indriya, memenuhi semua alam dengan satu tubuh, mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar, memasuki wilayah Sarvajnajnana, mampu membedakan yang tidak terbatas dan tidak terhitung ungkapan makna dari dharmadhatu, tiada kemelakatan dalam semua ksetra, namun mampu muncul di dalam semua Buddhaksetra, pikirannya sama seperti ruang angkasa, tidak bergantung pada apapun, namun mampu membedakan seluruh dharmadhatu, mampu memasuki dan keluar dari samadhi yang mendalam dan tidak terbayangkan, bertujuan pada Sarvajnajnana, tinggal berdiam di dalam Buddhaksetra, mencapai kekuatan Buddhatva, menjelaskan Dharma yang tidak terhitung tanpa takut, menyesuaikan dengan akar kebajikan dari para Buddha dari masa lampau - masa depan - sekarang, sepenuhnya menyinari dharmadhatu dari semua Tathagata, mampu menerima dan menjaga semua Buddhadharma, mengetahui cara bicara yang tidak terhitung, mampu melafalkan banyak suara berbeda yang tidak terbayangkan, memasuki tingkat kebebasan yang tiada tanding dari para Buddha, menjelajahi seluruh dunia di sepuluh penjuru tanpa halangan, mempraktekkan ketiadaan pertentangan dan ketiadaan ketergantungan, tidak salah membedakan apapun, mengolah, mempraktekkan, dan memperbesar tekad Bodhi, mencapai pengetahuan tentang Upaya-kausalya, ucapan dan makna, mampu menjelaskannya secara bertahap. Saya berikrar menyebabkan para Bodhisattva yang seperti itu untuk menghiasi ksetra itu, menyebar keseluruh itu, tinggal berdiam dalam kedamaian dan kesesuaian, terlatih dengan baik, sangat terlatih dengan baik, murni, sangat murni, hening-tenang. Semoga ada di dalam setiap dan seluruh wilayah dari satu Buddhaksetra para Bodhisattva Mahasattva seperti itu yang jumlahnya tidak terbatas memenuhi itu, dan semoga semua Buddhaksetra diseluruh ruang angkasa dharmadhatu, seluruhnya dipenuhi dengan Bodhisattva Mahasattva dalam cara yang sama.'"
   
"Bodhisattva Mahasattva dengan cara bijaksana membaktikan semua akar kebajikan kepada semua Buddhaksetra, untuk semua Bodhisattva, untuk semua Buddha, untuk Samyaksambodhi dari semua Buddha, untuk semua Maha Pranidhana, untuk semua jalan penting dari pembebasan, untuk memurnikan semua alam makhluk hidup, untuk selalu melihat kemunculan Buddha di semua dunia, untuk selalu melihat kehidupan para Tathagata yang tidak terbatas, dan untuk selalu melihat para Buddha yang meliputi dharmadhatu memutar Roda Dharma yang tanpa kemunduran dan tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini, karena Dia memasuki semua Buddhaksetra, maka semua Buddhaksetra menjadi termurnikan; karena Dia menjangkau semua alam makhluk hidup, semua Bodhisattva menjadi termurnikan; karena Dia menginginkan kemunculan para Buddha di semua Buddhaksetra, di dalam semua Buddhaksetra di semua lokadhatu perwujudan yang sukar dipahami dari Buddha tampil."

"Melalui pembaktian yang tiada banding seperti itu, Bodhisattva Mahasattva terus menuju Sarvajnajnana, pikiran-Nya besar dan luas seperti ruang angkasa, tanpa batasan apapun; memasuki yang tidak terbayangkan, Dia mengetahui semua karma dan hasil akibatnya adalah yang kosong, sehingga pikiran-Nya selalu tenang. Tiada batas apapun, Dia mampu memasuki semua dharmadhatu."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia tidak membayangkan diri atau kepemilikan, tidak membayangkan Buddha atau Buddhadharma, tidak membayangkan ksetra atau perhiasan, tidak membayangkan makhluk hidup atau peradaban, tidak membayangkan karma atau hasil dari karma; Dia tidak melekat pada pikiran atau apa yang dihasilkan oleh pikiran, tidak menyangkal sebab dan akibat, tidak melekati gejala kejadian, tidak melekati Dharma, tidak berkata kelahiran dan kematian memiliki kegiatan pikiran, tidak berkata Nirvana adalah keheningan-tenang yang abadi, tidak berkata Buddha mencapai Buddhatva - tiada gejala kejadian terkecilpun yang ada dengan kenyataan."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia memberikan semua akar kebajikan kepada para makhluk hidup, untuk memastikan perkembangan mereka menuju kematangan, mengajar dan mengubah mereka secara tidak membeda-bedakan, tanpa gambaran pikiran, tanpa pembentukan, tanpa penaksiran, tanpa kebohongan, menghindari semua pembedaan yang sia-sia dan kemelekatan gagasan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva telah membuat pembaktian ini, Dia mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya: yaitu, mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena mempertahankan semua Bodhisattva di dalam pikiran; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memurnikan Buddhaksetra; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memurnikan semua alam makhluk hidup; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memasuki dharmadhatu secara mendalam; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena mengolah pikiran yang tidak terukur yang sebanding dengan ruang angkasa; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memahami alam dari semua Buddha secara mendalam; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena rajin mengolah pekerjaan Bodhisattva; mencapai akar kebajikan yang tidak habis-habisnya karena memahami masa lampau, masa depan, dan masa sekarang."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikan dalam cara ini, Dia memahami bahwa semua alam makhluk hidup tiada makhluk hidup; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa kehidupan; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa pencipta; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa perwujudan diri; memahami bahwa semua gejala kejadian tanpa pertentangan; melihat bahwa semua gejala kejadian timbul dari kondisi dan tanpa hunian; mengetahui bahwa semua gejala kejadian tiada dasar; mengetahui semua ksetra tiada lokasi; mengamati praktek Bodhisattva juga tiada tempat; Dia melihat semua objek tiada keberadaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasttva mempraktekkan pembaktian seperti itu, mata-Nya tidak pernah melihat Buddhaksetra yang tidak murni, juga tidak melihat para makhluk hidup berbeda ciri-ciri; tiada gejala kejadian terkecilpun yang dimasuki pengetahuan, juga tiada pengetahuan terkecilpun yang memasuki gejala kejadian. Dia memahami tubuh Buddha adalah yang bukan seperti ruang angkasa kosong, karena itu disempurnakan oleh semua kebajikan dan kualitas agung yang tanpa batas, dan karena di dalam semua tempat itu menyebabkan para makhluk hidup menghimpun akar kebajikan yang cukup."

"Dari waktu ke waktu Bodhisattva Mahasattva ini mencapai tingkat Dasa-bala yang jumlahnya tidak terkatakan, dipenuhi dengan semua kebajikan, sepenuhnya mengembangkan akar kebajikan yang murni, dan menjadi 'lapangan kebajikan (punya-ksetra)' bagi semua makhluk hidup. Bodhisattva Mahasattva ini mengembangkan gudang kebajikan seperti permata Cintamani, memperolah semua kesenangan yang dibutuhkan, mampu menghiasi semua ksetra dimanapun Dia pergi, memurnikan para makhluk hidup yang jumlahnya tidak terkatakan dimanapun Dia pergi, ini disebabkan oleh merangkul kebajikan, mengolah dan menguasai praktek."
 
"Ketika Bodhisattva Mahasattva mempraktekkan pembaktian dalam cara ini, Dia mengolah praktek dari semua Bodhisattva, kebajikan-Nya luar biasa, penampilan-Nya tiada bandingan, kekuatan batin dan pancaran-Nya melampaui semua duniawi, sehingga para mara dan tirthika tidak bisa menatap-Nya. Akar kebajikan-Nya lengkap, Maha Pranidhana-Nya terselesaikan, pikiran-Nya semakin meluas, sebanding dengan Sarvajnajnana. Dalam sekejap satu pikiran, Dia bisa meliputi Buddhaksetra yang tidak terhitung banyaknya. Kekuatan pengetahuan-Nya tidak terukur, dan telah tiba di wilayah dari semua Buddha. Memiliki keyakinan yang mendalam dalam semua Buddha, dan tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tanpa batas, kekuatan dari tekad Bodhi-Nya seluas dharmadhatu, sebesar ruang angkasa."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam dalam pembaktian ini, Dia mencapai sepuluh gudang yang tidak habis-habisnya : mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari melihat para Buddha, karena di dalam satu pori Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung banyaknya muncul di dunia; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari jalan masuk kedalam Dharma, karena melalui kekuatan dari pengetahuan Buddha Dia melihat semua gejala kejadian di dalam satu Dharma; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari ingatan, karena Dia mempertahankan Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha tanpa melupakan apapun; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kebijaksanaan yang pasti, karena Dia mengetahui teknik rahasia dalam Dharma yang dijelaskan oleh semua Buddha; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari memahami makna dan maksud, karena Dia mengetahui perbedaan dari prinsip Dharma; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari pencapaian yang tanpa batas, karena Dia memahami semua gejala kejadian dari masa lampau-masa depan-masa sekarang melalui cara dari pengetahuan yang seperti ruang angkasa; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kebajikan yang sangat tepat, karena Dia memuaskan keinginan dari semua makhluk hidup tanpa henti; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kesadaran dan pengetahuan yang tanpa takut, karena Dia mampu menghapus dan menghancurkan kegelapan batin ketidaktahuan dari semua makhluk hidup; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari kekuatan kefasihan yang pasti, karena Dia menjelaskan Dharma yang tiada membeda-bedakan dari semua Buddha sehingga semua semua makhluk hidup mengerti; mencapai gudang yang tidak habis-habisnya dari 'sepuluh kekuatan (dasa-bala)' dan 'empat keberanian (catur-vaisaradya)', karena Dia menymepurnakan semua praktek Bodhisattva, membungkus kepala dalam serban ketiadaan kekotoran batin, dan tiba di Sarvajnajnana yang tanpa rintangan; Ketika Bodhisattva Mahasattva membaktikan semua akar kebajikan, Dia mencapai sepuluh gudang yang tidak habis-habisnya ini."
 
Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bodhisattva menyempurnakan kekuatan batin yang mendalam,
Mencapai penguasaan dari semua Dharma;
Kebajikan dari permohonan dan pengetahuan-Nya,
Dibaktikan-Nya melalui cara yang tanpa rintangan.

Para Tathagata dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Memperindah Buddhaksetra diseluruh dharmadhatu:
Bodhisattva menyempurnakan semua kebajikan,
Membaktikan-Nya untuk memurnikan ksetra dalam cara yang sama.

Buddhadharma dari masa lampau-sekarang-masa depan
Bodhisattva merenungkannya dengan teliti,
Mengumpulkannya semua kedalam pikiran-Nya,
Dengan begitu menghiasi Buddhaksetra.

Jika kebajikan dari semua Buddhaksetra di ucapkan pujian
Diseluruh kalpa dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Kalpa dari masa lampau-sekarang-masa depan mungkin habis
Namun kebajikan dari Buddhaksetra tiada akhir.

Semua Buddhaksetra yang seperti itu
Adalah yang dilihat oleh Bodhisattva:
Yang dalam sekejap menghiasi satu Buddhaksetra
Dan semua Buddhaksetra sama juga dalam cara ini.

Ada para putra Buddha yang pikirannya murni,
Semuanya dilahirkan dari perwujudan Buddhadharma,
Dengan semua kebajikan menghiasi pikiran Mereka,
Yang memenuhi semua Buddhaksetra.

Para Bodhisattva itu semuanya diberkahi
Dengan tubuh yang terhiasi dengan Maha Laksana yang tanpa batas;
Dengan kekuatan kefasihan Dharma-Nya memenuhi dunia,
Tidak habis-habisnya seperti samudra.

Bodhisattva tinggal berdiam dalam banyak samadhi
Dan telah menyempurnakan semua praktek penting;
Pikiran-Nya murni melampaui perbandingan
Dan cahaya-Nya menyinari semua dunia.

Demikianlah semua Buddhaksetra
Dipenuhi dengan para Bodhisattva seperti itu:
Mereka tidak pernah memikirkan Sravakayana
Atau mencari Pratyekabuddhayana.

Demikianlah pikiran yang murni dari Bodhisattva,
Membaktikan kebajikan kepada semua makhluk hidup,
Mau menyebabkan semua menjadi sungguh tercerahkan
Dan sepenuhnya mengetahui Buddhadharma.

Semua mara dan musuh di sepuluh penjuru
Ditaklukkan oleh kekuatan Bodhisattva yang menakjubkan;
Kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya yang berani adalah yang tiada tanding
Saat Dia mempraktekkan Jalan Tertinggi dengan kepastian.

Dikarenakan kekuatan semangat Besar dari Bodhisattva
Pembaktian-Nya tidak bisa dihalangi;
Dia memasuki gudang kebajikan yang tidak habis-habisnya
Yang selamanya tanpa akhir, diseluruh masa lampau-masa depan-sekarang.

Bodhisattva mengamati semua gejala kejadian yang berkondisi
Dan memahami sifat alaminya yang tidak berdiri sendiri;
Dengan memahami sifat alami gejala kejadian adalah seperti ini
Tidak secara salah melekati karma atau hasilnya.

Tiada gejala kejadian dengan bentuk-rupa, juga tiada gejala kejadian tak berbentuk;
Tidak ada gagasan pikiran tentang makhluk atau bukan makhluk;
Keberadaan dan tiada keberadaan adalah yang tidak ada;
Dia menyadari semuanya adalah yang tidak bisa dilekati.

Semua gejala kejadian terlahir dari sebab dan kondisi
Sifat alami pokoknya adalah yang bukan keberadaan juga bukan ketidakberadaan;
Dan di dalam sebab dan kondisi, apa yang dihasilkan
Pada yang tertinggi, tiada kemelekatan sama sekali.

Dari apa yang diucapkan semua makhluk hidup
Pada yang tertinggi Dia tidak melekati apapun;
Dia mengetahui nama dan ciri-ciri semuanya adalah kegiatan pikiran
Dan dengan jelas memahami gejala kejadian adalah yang tiada ciri.

Seperti sifat alami makhluk hidup yang pada dasarnya adalah kosong,
Begitu juga Dia mengetahui semua gejala kejadian adalah yang kosong;
Semua gejala kejadian di masa lampau-sekarang-masa depan,
Ksetra dan karma, semuanya adalah yang sama.

Pengetahuan seperti itulah yang Dia baktikan,
Karma kebajikan lahir sesuai dengan pemahaman-Nya:
Ciri-ciri dari kebajikan ini juga Dia pahami demikian,
Bahwa tiada apapun yang untuk dilekati didalamnya.

Demikianlah pikiran pembaktian-Nya yang tiada noda;
Tidak pernah menghitung sifat alami dari gejala kejadian,
Memahami sifat alaminya yang adalah bukan sifat alami,
Dia tidak tinggal berdiam di dunia, namun tidak meninggalkannya.

Karma baik yang Dia lakukan
Dibaktikan-Nya kepada semua makhluk hidup,
Tanpa gagal menyadari sifat alami sejatinya,
Mengosongkan perbedaan.

Semua pandangan salah yang ada
Dikosongkan seluruhnya;
Terbebas dari penderitaan yang membakar, selalu sejuk,
Dia tinggal berdiam di dalam keadaan pembebasan yang tidak terhalang.

Bodhisattva tidak menghancurkan apapun
Atau menghapus sifat alami dari gejala kejadian:
Dia memahami semua gejala kejadian adalah yang sama seperti gema
Dan tidak memiliki kemelekatan pada itu sama sekali.

Dia mengetahui semua makhluk hidup dari masa lampau-masa depan-sekarang
Datang dari gabungan sebab dan kondisi:
Juga mengetahui kecenderungan dan kebiasaan mereka
Dan tidak pernah menghapus apapun.

Dia menyadari sifat alami karma adalah bukan karma
Dan namun tidak membantah ciri-ciri dari gejala kejadian,
Dan tidak menghancurkan hasil dari karma,
Namun menjelaskan sifat alami dari gejala kejadian sebagai yang berkondisi.

Dia memahami para makhluk hidup tiada kelahiran
Dan tiada makhluk hidup yang berpindah:
Tidak ada makhluk hidup nyata yang untuk dikatakan,
Namun menyesuaikan dengan kebiasaan awam, Dia mengajar sementara.
 
"Kulaputra, apakah Pembaktian menyebabkan semua akar kebajikan bertahan dari Bodhisattva Mahasattva? Yaitu, Bodhisattva menjadi Penguasa dari negara yang besar, kebajikan-Nya membentang ke semua, ketenaran-Nya mengguncang dunia: semua musuh tunduk kepada-Nya, dan semua perintah-Nya berdasarkan pada Dharma. Dia memegang satu kanopi yang meneduhkan seluruh penjuru, dan bepergian ke semua tempat sebagai Pemimpin ksetra, tidak terhambat kapanpun Dia beralih, mengikat serban kemurnian. Dia adalah Dharmaraja, dan semua yang melihat-Nya menjadi tunduk. Tidak menyiksa atau menghukum orang, namun membuat semuanya patuh, digerakkan oleh kebajikan-Nya. Dengan kemurahan hati, ucapan yang baik, tindakan bermanfaat, dan kerja sama berhubungan dengan para makhluk hidup; sebagai Cakravati, Dia melayani semua orang." 

"Bodhisattva yang tinggal berdiam dalam kebajikan yang berkuasa seperti itu, memiliki pengikut besar; Dia tidak bisa dikacaukan, menyingkirkan semua kesalahan. Tiada seorangpun yang bosan melihat-Nya, yang terhiasi dengan kebajikan yang sangat tepat, Maha Laksana-Nya dan perhiasan-Nya sepenuhnya berkembang. Tubuh dan anggota tubuh-Nya terbentuk dengan baik, dan kuat, sehat, tubuh manusia yang sempurna. Kekuatan besar-Nya sempurna dan tidak bisa dibatasi atau dikalahkan oleh semua orang. Dia mencapai karma yang murni dan terbebas dari semua rintangan yang disebabkan oleh karma."

"Dia sepenuhnya mempraktekkan berdana menyeluruh; kadang berdana makanan dan minuman, kadang berdana makanan lezat, kadang berdana kereta, atau pakaian, atau karangan bunga, atau dupa dan wewangian, tempat tidur, kursi, rumah, lampu, obat, bejana permata, kereta permata, gajah yang terlatih dan kuda, yang semuanya itu terhiasi dengan sangat indah, semua itu diberikan dengan gembira. Jika ada orang yang datang dan meminta takhta, atau kanopi, atau payung, bendera, panji, harta, atau perhiasan lainnya, atau mahkota permata yang di kepala-Nya, atau permata berkilau yang di jambul-Nya, atau bahkan kedudukan sebagai penguasa, Dia tiada menyesal. Jika melihat para makhluk hidup yang di penjara, Dia menyerahkan harta, istri, anak, pengikut, dan bahkan tubuh-Nya sendiri, demi menyelamatkan dan membebaskan mereka. Jika melihat tahanan yang akan di hukum mati, Dia menyerahkan tubuh-Nya sebagai pengganti nyawa tahanan itu. Lagi, jika melihat siapapun yang datang memohon kepada-Nya, memohon bahkan untuk daging atau rambut-Nya, Dia dengan gembira memberikannya tanpa dendam; mata, telinga, hidung, lidah, gigi, kepala, tangan, kaki, darah, daging, tulang, sumsum, organ dalam, kulit, jari tangan, jari kaki, dan kuku, semua itu diberikan-Nya dengan pikiran gembira." 

"Dalam usaha pencarian Dharma, Dia tidak pernah mendengar akan melemparkan diri sendiri kedalam lubang api. Demi melestarikan Saddharma dari para Buddha, Dia akan menanggung semua jenis penderitaan. Dalam pencarian Dharma, bahkan hanya untuk satu kata, Dia mampu menyerahkan segala sesuatu yang ada di dalam empat samudra. Terus-menerus mendidik dan membimbing para makhluk hidup melalui cara dari Saddharma, menyebabkan mereka mengolah praktek kebajikan dan mengosongkan kejahatan. Jika melihat para makhluk hidup melukai yang lainnya, Dia dengan kebaikan menolong dan menyebabkan mereka untuk menyerah dari perbuatan salah."

"Jika melihat Buddha mencapai Anuttara Samyaksambodhi, Dia memuji-Nya, menyebabkan semua orang mendengar dan mengetahui tentang-Nya. Dia mungkin berdana ksetra dan menyediakan untuk-Nya dan melayani-Nya. Dia mungkin memberikan tubuhnya sendiri kepada yang meminta, atau memberikannya kepada para Buddha. Disebabkan oleh usaha pencarian Dharma-nya, Dia sangat bergembira; Dia melayani dan mendukung para makhluk hidup. Mungkin menyerahkan takhta kerajaan, kota, kampung, desa, istana, kebun dan taman, istri, anak, dan romgongan pengiringnya, mengabulkan semua permintaan. Kadang memberikan semua kebutuhan hidup untuk mendirikan perkumpukan majelis dari berdana, yang mana tiada seorangpun yang dilarang, dan menyediakan kebutuhan dari semua makhluk hidup yang datang, semua jenis dari Punyaksetra, apakah mereka datang dari jauh atau dekat, apakah mereka pandai atau bodoh, tidak masalah bagaimana penampilan mereka, apakah laki-laki atau perempuan, apakah manusia atau bukan manusia, yang pola pikiran mereka berbeda-beda, yang masing-masing berbeda kebutuhan; Bodhisattva memberikan seluruhnya untuk memuaskan semua orang."   

"Ketika Bodhisattva berdana dalam cara ini, Dia mengembangkan pikiran dari pengendalian yang baik, yang mana mempraktekkan pembaktian: mengendalikan tubuh dengan baik, mengendalikan perasaan, tanggapan penglihatan, perbuatan, dan juga kesadaran, mengendalikan kekuasaan dengan baik, mengendalikan para pengikut dengan baik, mengendalikan cara penghidupan dengan baik, mengendalikan berdana dengan baik, dengan sesuai menyebabkan semua akar kebajikan menjadi kukuh dan bertahan."

"Apapun yang diberikan Bodhisattva Mahasattva, kemurahan hati-Nya tanpa batas, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: ketika berdana makanan yang enak kepada para makhluk hidup, pikiran-Nya murni dan tanpa ketamakan atau kemelekatan terhadap apa yang dia berikan, juga Dia tidak menyesali apapun; Dia mempraktekkan berdana menyeluruh, mendoakan semoga semua makhluk hidup memperoleh makanan dari pengetahuan dan kebijaksanaan, pikiran-Nya tidak terhalang, memahami sifat alami makanan dan tiada keserakahan atau kemelekatan, hanya menikmati makanan dari Dharma dan makanan dari Vimoksa, dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, dengan kukuh tinggal berdiam dalam Dharma, mewujudkan akar kebajikan, dengan Dharmakaya dan Prajnakaya berkelana dalam kemurnian; mengasihani para makhluk hidup, menjadi Punyaksetra dengan tampil per-Pindapatra menerima makanan padat. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana makanan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan minuman, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: Dia berdoa semoga semua makhluk hidup minum air rasa Dharma, rajin mengolah seluruh Bodhisattvacarya, memotong putus kehausan dunia, selalu mencari pengetahuan Buddha, meninggalkan kamadhatu, mencapai kebahagiaan dan kesenangan Dharma, menghasilkan tubuh dari Dharma yang murni, selalu mengatur dan mengendalikan pikiran melalui 'konsentrasi (samadhi)', memasuki lautan pengetahuan, menghasilkan awan Dharma yang besar, menurunkan hujan Dharma. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana minuman."   

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam rasa - pedas, asam, asin, lunak, dan juga manis, beranekaragam kaya rasa, mampu menyebabkan unsur tubuh menjadi tenang dan harmonis, kulit tubuh berkembang dengan baik, semangat menjadi kuat, pikiran menjadi jernih dan murni dan selalu gembira; tidak menyebabkan muntah ketika makan, membuat indera menjadi jelas dan tajam, organ dalam sepenuhnya berkembang dan kebal terhadap racun dan penyakit, tanpa kesukaran, selamanya mencapai kenyamanan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa tertinggi dari 'nektar (amrta)'; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari pengetahuan Dharma, dan memahami cara kerja dari semua rasa; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari Dharma yang tanpa batas, mengetahui dharmadhatu, dan tinggal berdiam pada kedamaian di dalam benteng besar dari Dharma di dalam Paramartha; semoga semua makhluk hidup menghasilkan awan Dharma yang besar di seluruh dharmadhatu, menurunkan hujan Dharma dimana-mana, mengajar, mengubah, dan mendidik semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari pengetahuan tertinggi, yang mana kebahagiaan Dharma yang tiada tanding memenuhi pikiran dan tubuh mereka; semoga semua makhluk hidup memperoleh semua rasa yang unggul dari ketiadaan kemelekatan, dan tidak kecanduan pada rasa duniawi, namun selalu rajin mengolah dan mempraktekkan semua aspek dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari satu Dharma dan menyadari bahwa semua Buddhadharma adalah yang tanpa perbedaan; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari kemenangan tertinggi dan mengendarai Sarvajnajnana, tidak pernah berbalik kembali; semoga semua makhluk hidup memperoleh rasa dari jalan masuk kedalam kesamaan dari semua Buddha, dan mampu membedakan semua indera; semoga semua makhluk hidup mencapai peningkatan dari rasa Dharma dan selalu mampu menyempurnakan Buddhadharma yang tanpa rintangan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana rasa, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mengolah kebajikan dan semuanya menjadi sepenuhnya diberkahi dengan tubuh pengetahuan yang tanpa halangan."   

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kendaraan, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari Sarvajnajnana yang lengkap, dan mengendarai Mahayana, kendaraan Vajra, kendaraan terunggul, kendaraan tertinggi, kendaraan yang cepat, kendaraan Maha-bala, kendaraan yang dipenuhi dengan kebajikan, kendaraan yang meninggalkan keduniawian, kendaraan yang menghasilkan para Bodhisattva yang tidak terhitung banyaknya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan pakaian, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh pakaian dari malu dan hati nurani untuk menutupi tubuh mereka; semoga mereka meninggalkan praktek yang salah dari para tirthika yang menelanjangi tubuh; semoga warna mereka menjadi berkilau dan kulit halus dan lembut; semoga mereka mencapai kegembiraan yang terutama dari para Buddha, dan mencapai pengetahuan yang paling murni dan luas tentang jalan pembebasan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana pakaian."

"Bodhisattva Mahasattva terus-menerus memberikan beranekaragam bunga yang indah - bunga wewangian yang halus, bunga beranekaragam warna, bunga luar biasa yang tidak terhitung banyaknya, bunga yang cantik, bunga yang menyenangkan, bunga dari semua musim, bunga surga, bunga dari dunia manusia, bunga yang berharga tinggi, bunga yang sangat wangi dan menyenangkan; bunga cantik yang tidak terhitung banyaknya itu Dia persembahkan kepada para Buddha dan kepada stupa dari para Buddha yang telah nirvana, kepada Mereka yang menjelaskan Dharma, kepada para Bhiksu, kepada semua Bodhisattva, kepada para Guru yang baik, kepada para Sravaka, kepada para Pratyekabuddha, kepada orang tua, keluarga, bahkan diri sendiri, juga kepada semua yang miskin. Ketika berdana, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mencapai bunga samadhi dari para Buddha, mampu menyebabkan semua Dharma menjadi berkembang; semoga semua makhluk hidup menjadi bahagia dan senang tanpa henti terhadap semua yang dijumpai, sama seperti para Buddha; semoga semua makhluk hidup puas oleh apa yang dilihat, dan terbebas dari kekacauan dan gejolak; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya melaksanakan karma murni yang menjangkau jauh; semoga semua makhluk hidup selalu mengingat kalyana-mitra, pikirannya tidak berubah; semoga semua makhluk hidup menjadi seperti obat yang menyembuhkan semua penyakit, mampu melenyapkan racun dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Maha Pranidhana dan semuanya menjadi penguasa yang berpengetahuan tiada tanding; semoga semua makhluk hidup, dengan cahaya matahari dari pengetahuan dan kebijaksanaan, menghancurkan kegelapan batin ketidaktahuan; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Bodhi di bulan purnama; semoga semua makhluk hidup memasuki ksetra dari harta yang besar, bertemu para Vidya sejati, dan sepenuhnya mengembangkan semua akar kebajikan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana bunga, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang murni dan tanpa halangan."   
 
"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan karangan bunga, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup menjadi yang menyenangkan dilihat oleh semua orang, sehingga semua yang melihatnya memujinya, semua yang melihatnya merasa akrab terhadapnya, semua yang melihatnya menyukainya, semua yang melihatnya mencarinya, semua yang melihatnya terbebas dari kegelisahan, semua yang melihatnya menjadi gembira, semua yang melihatnya menjadi meninggalkan kejahatan, semua yang melihatnya akan selalu mendekati para Buddha, dan semua yang melihatnya menjadi termurnikan dan mencapai Sarvajnajnana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana karangan bunga."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan dupa, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup dipenuhi dengan wangi sila, dan mencapai tingkat dari tidak menjadi kurang perhatian, tidak menjadi tidak murni, tidak tercemar, tiada apapun yang untuk disesalkan, menjadi terbebas dari ikatan, tidak tanpa kendali, tanpa pelanggaran, tidak berlebihan, pembebasan dari duniawi, dan Paramita dari Bodhisattva. Semoga semua makhluk hidup, melalui petunjuk ini, semuanya mencapai tubuh sila dari semua Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana dupa, untuk menyebabkan semua makhluk hidup bisa menyempurnakan tubuh sila yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan wewangian, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kedermawanan (Dana)', mampu memberikan apapun yang dimiliki. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'disiplin (Sila)', mencapai sila murni tertinggi dari Buddha. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kesabaran (Ksanti)', menghentikan semua maksud jahat. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'semangat (Virya)', selalu memakai baju perisai dari pejuang Vira dari Mahayana. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'konsentrasi (Samadhi)', tinggal berdiam penuh damai di dalam Pratyutpanna-buddha-sammukhavasthita samadhi. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebijaksanaan (Prajna)', dalam sekejap menjadi penguasa pengetahuan tiada tanding. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebenaran (Dharma)', mencapai keberanian di dalam Dharma tertinggi. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebajikan (punya)', mengembangkan semua pengetahuan dari kualitas kebajikan yang besar. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian dari 'kebangkitan (bodhi)', mencapai dasa-bala dari Buddhatva, dan mencapai pantai seberang. Semoga semua makhluk hidup diharumkan dengan wewangian agung dari jalan yang murni dan selamanya menghapuskan semua kualitas yang buruk.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana wewangian."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat tidur, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur surga dan menyadari pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari para bijaksana, menghentikan pikiran awam dan tinggal berdiam di dalam cita-cita untuk Bodhi; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kedamaian dan kebahagiaan, selamanya berpisah dari semua penderitaan dari lahir dan mati; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari yang tertinggi dan melihat kekuatan batin yang bebas dari para Buddha; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kesamaan, dan selalu mengolah semua jalan kebajikan; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keunggulan dan menyempurnakan karma murni yang tiada banding di dunia; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keheningan-tenang, menyadari Dharma dan mencapai kenyataan tertinggi; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari kemurnian, dan mengolah wilayah pengetahuan Buddha yang murni; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari keamanan dan tetap dilindungi oleh para guru yang baik; Semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tidur dari singa dan berbaring di sisi kanan sama seperti sikap Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat tidur."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat berlindung, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh tempat tinggal yang damai di dalam Buddhaksetra yang murni dan rajin mengolah semua kebajikan, tinggal berdiam dalam alam samadhi yang mendalam dan mengentikan semua kemelekatan pada tempat tinggal, menyadari semua tempat tinggal tiada keberadaan, berpisah dari semua dunia, tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, memasuki tempat tinggal dari semua Buddha, tinggal di dalam kediaman yang damai dan nyaman dari jalan tertinggi, selalu bertumpu pada akar kebajikan yang sangat murni, dan tidak pernah meninggalkan kediaman yang tiada tanding dari para Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat berlindung, karena Dia ingin menguntungkan semua makhluk hidup dan berpikir tentang bagaimana menolong sesuai dengan kebutuhan mereka."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan tempat hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memperoleh apa yang sungguh baik untuk mereka, pikiran menjadi bahagia dan damai; Semoga semua makhluk hidup berpenghidupan sesuai dengan Buddha, sesuai dengan pengetahuan yang besar, sesuai dengan guru yang baik, sesuai dengan apa yang paling layak dihormati, sesuai dengan perbuatan yang baik, sesuai dengan kebaikan yang besar, sesuai dengan belas kasih yang besar, sesuai dengan Sadparamita, sesuai dengan Bodhicitta yang besar, dan sesuai dengan jalan dari semua Bodhisattva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tempat hidup, karena Dia mau menyebabkan kebajikan, keadaan tertinggi, pengetahuan, jalan, prinsip, sila, cita-cita, keyakinan, ikrar, dan semua kualitas indera mereka menjadi murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan lampu - lampu mentega, lampu minyak, lampu permata, lampu mani, lampu tutup, lampu api, lampu gaharu, lampu candana, lampu dari semua wewangian, lampu dengan cahaya yang berwarna tanpa batas, saat memberikan lampu seperti itu yang banyaknya tidak terhitung, untuk menguntungkan semua makhluk hidup, untuk mencakup semua makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya tanpa batas dan menyinari Saddharma dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya murni, dan dengan jelas melihat bentuk yang paling halus dan kecil di dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tidak tertutup, dan menyadari bahwa alam dari para makhluk hidup adalah yang kosong, tanpa keberadaan; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya tanpa batas, sehingga tubuh mereka memancarkan cahaya halus yang menyinari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang menyinari semua, dan pikiran mereka tidak pernah mundur dari Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya murni dari para Buddha, muncul di semua ksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tanpa halangan, satu cahaya yang menyinari segala sesuatu di dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang tidak terhentikan, menyinari Buddhaksetra, cahayanya tidak terputus; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya dari bendera pengetahuan, menerangi dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya yang berwarna tanpa batas, menyinari semua ksetra dan mewujudkan kekuatan batin.' Demikianlah Bodhisattva, ketika memberikan lampu, ingin menguntungkan semua makhluk hidup, memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup, mengikuti semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, merangkul semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, menyebarkan kepada semua makhluk hidup akar kebajikan ini, memperlakukan semua makhluk hidup dengan baik melalui akar kebajikan ini, memuaskan semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, menyelamatkan semua  makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, memusatkan pikiran pada para makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, secara sama menguntungkan semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini, dan mengamati semua makhluk hidup melalui akar kebajikan ini. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana lampu. Dia membaktikannya tanpa hambatan, menyebabkan para makhluk hidup tinggal berdiam pada akar kebajikan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan obat, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai pembebasan tertinggi dari semua selubung dan ikatan; semoga semua makhluk hidup selamanya menyingkirkan tubuh penyakit dan mencapai tubuh Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi obat yang besar untuk dirinya sendiri, melenyapkan semua penyakit yang tidak baik; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan obat yang menyembuhkan semua penyakit dan tinggal berdiam dengan aman di dalam tingkat tanpa kemunduran dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mengembangkan obat dari Bodhi dan mampu mencabut panah beracun dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup mendekati para bijaksana, melenyapkan dukkha, dan mengolah praktek yang murni; semoga semua makhluk hidup menjadi Maha Bhaisajya, selamanya melenyapkan semua penderitaan dan tidak membiarkan itu timbul kembali; semoga semua makhluk hidup menjadi pohon obat vajra, yang mampu menyembuhkan semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya Sarvajnajnana dan mencabut panah penderitaan yang sangat banyak; semoga semua makhluk hidup mengetahui bagaimana menyusun resep obat duniawi, untuk menyembuhkan penyakit disana.' Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan obat, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini untuk menyebabkan semua makhluk hidup selamanya terbebas dari penyakit, mencapai yang tidak habis-habisnya tubuh yang sehat, mencapai tubuh vajra, mencapai tubuh yang kuat, mencapai kesempurnaan kenyamanan dari Buddhatva, yang tidak bisa dirampas, dan mencapai tubuh yang bebas dan kuat dari semua Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva mampu dengan murah hati memberi semua jenis bejana: bejana emas yang diisi penuh dengan permata, bejana perak yang diisi penuh dengan permata, bejana lapis lazuli yang diisi penuh dengan beranekaragam permata, bejana kaca yang diisi penuh dengan perhiasan permata, bejana mani yang diisi penuh dengan permata mani merah, bejana akik yang diisi penuh dengan karang, bejana giok putih yang diisi penuh dengan makanan lezat yang sangat banyak, bejana candana yang diisi penuh dengan baju surga, bejana vajra yang diisi penuh dengan sangat banyak wewangian agung, semua jenis bejana permata yang tidak terhitung banyaknya, yang diisi penuh dengan beranekaragam harta; Diberikannya kepada para Buddha, karena percaya lapangan kebajikan Buddha adalah yang tidak terbayangkan; Diberikannya kepada para Bodhisattva, karena mengetahui bahwa guru yang bijaksana adalah yang sulit ditemukan; Diberikannya kepada para Bhiksu suci, untuk menyebabkan Buddhadharma tetap bertahan di dunia; Diberikannya kepada para Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, karena memiliki keyakinan yang murni dalam para Bijaksana; Diberikannya kepada orang tuanya, karena menghormati; Diberikannya kepada para guru dan pendahulunya, karena mereka selalu mengajar untuk mendorong pengolahan kebajikan sesuai dengan perintah dari para Bijaksana; Diberikannya kepada para orang miskin, karena menganggap semua makhluk hidup adalah yang sama dengan mata cinta kasih dari Maha Maitri dan Karuna; Diberikannya demi pembaktian untuk penyempurnaan Dana Paramita dari semua Bodhisattva dari masa lampau - sekarang - masa depan; Dia memberikan segala sesuatu kepada semua orang, karena tidak pernah menolak para makhluk hidup. Ketika berdana dalam cara ini, Dia tiada kemelekatan pada pemberian atau penerima."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam bejana permata yang terisi penuh dengan sangat banyak permata seperti ini, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang sama dengan wadah ruang angkasa yang tanpa batas, dengan kekuatan ingatan luas yang mampu menyerap dan mempertahankan semua ajaran dunia dan yang melampaui dunia, tanpa melupakan apapun; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana murni yang mampu memahami Saddharma yang sangat mendalam dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana permata tiada tanding yang mampu menerima dan mempertahankan Buddhadharma dari masa lampau - masa depan - sekarang; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana Buddhadharma yang sangat luas dengan keyakinan sekeras Vajra memahami Bodhisattvacarya dari para Buddha masa lampau - masa depan - sekarang; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang terhiasi dengan harta tertinggi, tinggal berdiam di dalam Bodhicitta yang paling kuat; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang mewadahi kebajikan, mengembangkan keyakinan murni di dalam pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha yang tanpa batas; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari jalan masuk ke Sarvajnajnana dan pada yang tertinggi mencapai pembebasan Buddha yang tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari Bodhisattvacarya diseluruh masa depan, mampu menyebabkan semua makhluk hidup tinggal berdiam dengan aman di dalam kekuatan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana dari kualitas tertinggi dari Buddhakula dari masa lampau - masa depan - sekarang, mampu menerima dan mempertahankan apa yang diucapkan oleh para Buddha dalam suara agung Mereka; semoga semua makhluk hidup menjadi bejana yang mengandung Sangha dan Bodhimanda dari semua Buddha dari semua dunia diseluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, menjadi Maha Purusa, Pemimpin yang memuji para Buddha dan memohon Mereka untuk memutar Saddharmacakra.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana bejana, karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup untuk mampu menyempurnakan bejana dari praktek dan pranidhana dari Samantabhadra Bodhisattva."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beranekaragam kereta yang terhiasi dengan permata kepada para Buddha, Bodhisattva, guru, sangha, sravakabuddha dan pratyekabuddha, dan beranekaragam punyaksetra seperti itu yang sangat banyak, termasuk kepada para orang miskin. Dari antara orang ini, ada yang datang dari jauh, ada yang datang dari dekat; ada yang datang karena mendengar tentang Bodhisattva, ada yang datang karena mendengar tentang ikrar kedermawanan yang dibuat para Bodhisattva di masa lampau, ada yang datang atas permintaan dari Bodhisattva. Pada saat itu, Bodhisattva mungkin memberikan kereta permata atau kereta emas, semuanya terhiasi dengan indah, diselimuti dengan jaring lonceng, dengan pita permata menggantung; mungkin memberikan kereta dari lapis lazuli terbaik, yang terhiasi dengan hiasan langka yang tidak terhitung banyaknya; mungkin memberikan kereta perak diselimuti dengan jaring emas, yang ditarik oleh kuda yang tangkas; mungkin memberikan kereta yang terhiasi dengan campuran permata yang tidak terhitung, diselimuti dengan jaring permata, yang ditarik oleh gajah; mungkin memberikan kereta candana, dengan roda dari permata mulia, kanopi dari campuran permata, dengan simhasana dari permata tampil dalam susunan yang indah dengan ratusan ribu perempuan duduk dalam barisan disana, kereta dikendarai oleh ratusan ribu lelaki yang kuat; atau mungkin memberikan kereta dari permata mani yang terang, terhiasi dengan campuran batu permata, dipenuhi dengan para perempuan yang cantik, diselimuti dengan tirai permata, dengan spanduk dan panji di sisinya; mungkin memberikan kereta dari kumpulan batu akik, diperindah dengan semua permata, diharumkan dengan beranekaragam wewangian, terhiasi dengan semua jenis bunga yang indah, dengan ratusan ribu perempuan memegang perhiasan permata, kereta itu ditarik oleh kuda yang sama terlatih dengan baik, mampu menjelajahi tempat berbahaya dengan mudah; atau mungkin memberikan kereta dari wewangian yang padat, dengan roda dari permata, dengan hiasan indah berjumlah besar, diselimuti dengan tirai permata, jaring permata menggantung, didalamnya bertabur beranekaragam jubah permata, memancarkan wangi yang menyenangkan, murni, dan baik, diikuti oleh para devata yang tidak terhitung banyaknya saat berjalan, yang menyediakan semua jenis permata setiap saat; mungkin memberikan kereta dari permata yang berkilau, warna yang indah dari beranekaragam permata sepenuhnya terang, diselimuti dengan jaring permata yang sangat banyak dan indah, dengan perhiasan dari campuran permata yang menggantung di semua sisi, ditaburi dengan bubuk dupa, wangi dan bersih di dalam dan diluar, dikendarai oleh para lelaki dan perempuan yang mempesona."   

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta dari banyak permata yang indah seperti ini kepada para Buddha, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mampu membuat persembahan kepada Punya-ksetra yang tertinggi, memberikan kepada para Buddha dengan keyakinan mendalam, dan mencapai pahala tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mengalihkan seluruh pikiran mereka kepada Buddha, dan selalu berjumpa Punya-ksetra yang murni dan tanpa batas; semoga semua makhluk hidup tiada iri kepada para Buddha, dan sepenuhnya menyempurnakan pikiran dari pelepasan besar; semoga semua makhluk hidup mempraktekkan berdana kepada para Buddha, menghentikan cita-cita dari dua kendaraan yang lebih kecil, dan mencapai pembebasan yang tanpa halangan dan Sarvajnajnana dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup mempraktekkan berdana tanpa akhir kepada para Buddha dan memasuki pengetahuan dan kebijaksanaan dari para Buddha, dengan kebajikan yang tanpa batas; semoga semua makhluk hidup memasuki pengetahuan tertinggi dari para Buddha dan mempu menjadi penguasa pengetahuan yang murni dan tiada tanding; semoga semua makhluk hidup mencapai indera Buddha yang menjangkau semua tempat tanpa halangan, dan pergi kemanapun yang diinginkannya dengan bebas; semoga semua makhluk hidup memasuki Mahayana secara mendalam, mencapai pengetahuan yang tak terukur, dan tidak tergoyahkan didalamnya, tidak dapat diganggu; semoga semua makhluk hidup mampu menimbulkan jalan menuju Sarvajnajnana dan menjadi Punya-ksetra tertinggi bagi para dewa dan manusia; semoga semua makhluk hidup tanpa pertentangan terhadap para Buddha, rajin menanam akar kebajikan, dan senang mencari pengetahuan Bodhi; semoga semua makhluk hidup secara spontan mampu pergi ke semua Buddhaksetra, menjelajahi seluruh dharmadhatu dalam sekejap pikiran tanpa lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai indera yang bebas dari para Bodhisattva, menyebarkan tubuh ke seluruh ruang angkasa, mengunjungi dan membuat persembahan kepada semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tiada bandingan, pergi ke semua tempat di sepuluh penjuru, tanpa lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang luas terbang dengan cepat kemanapun yang dikehendaki, tidak pernah lesu; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan pembebasan tertinggi dari semua Buddha, dalam sekejap pikiran mewujudkan kekuatan batin Buddha dan penampilan ajaib di seluruh ruang angkasa; semoga semua makhluk hidup mengolah praktek yang penuh kebahagiaan dan kedamaian, mengikuti jalan dari semua Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mencapai kecepatan dalam karma, dan menyelesaikan pengetahuan dan kemampuan batin dari dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memasuki semua ksetra di dalam dharmadhatu, meniadakan perbatasan sehingga sama dan tanpa perbedaan; semoga semua makhluk hidup melaksanakan praktek dari Samantabadra dan kebijaksanaan, tidak pernah mundur, mencapai pantai seberang, dan mencapai Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup menaiki kendaraan dari pengetahuan tiada tanding dan, mengikuti sifat alami dari gejala kejadian, melihat kenyataan yang sesungguhnya sebagaimana apa adanya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada semua Buddha sekarang atau kepada Caitya dari para Buddha setelah Nirvana Mereka; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup memperoleh kendaraan pembebasan tertinggi dari Buddha yang tanpa halangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Guru yang baik seperti para Bodhisattva, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup selalu mengingat ajaran dari para Bijaksana dan rajin berkonsentrasi melestarikannya agar itu tidak hilang; semoga semua makhluk hidup berbagi keuntungan yang sama, seperti Guru yang baik, yang mencakup semua, dan memiliki akar kebajikan yang sama; semoga semua makhluk hidup mendekati Guru yang baik, menghormati dan melayani mereka, memberikan semua yang dimiliki untuk membahagiakan mereka; semoga semua makhluk hidup mengembangkan cita-cita yang baik dan mengikuti kalyanamitra, tidak pernah meninggalkan mereka; semoga semua makhluk hidup selalu berjumpa Guru yang baik, sepenuh hati melayaninya, dan tidak menentang perintahnya; semoga semua makhluk hidup menyukai Guru yang baik, tidak pernah menolaknya, jadi tiada pengucilan, tiada kebingungan, dan tiada kekeliruan; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan diri sendiri kepada Guru yang baik, mengikuti perintahnya tanpa pertentangan; semoga semua makhluk hidup diterima oleh Guru yang baik, mengolah Maha-Karuna, dan berpisah dari semua kejahatan; semoga semua makhluk hidup mengikuti Guru yang baik dan mendengar Dharma yang diucapkan oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki akar kebajikan yang sama seperti para Guru itu, dengan hasil karma yang murni, dan mempraktekkan Pranidhana yang sama seperti para Bodhisattva, pada akhirnya menyelesaikan Dasa-bala; semoga semua makhluk hidup mampu menerima dan menerapkan cara dari Guru yang baik, dan mencapai alam dari semua samadhi, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup mampu menerima dan mempertahankan semua Saddharma, mempraktekkannya, dan mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup mengendarai Mahayana, tanpa halangan atau gangguan, dan pada akhirnya menyempurnakan jalan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup berhasil menaiki kendaraan Sarvajna dan mencapai tingkat kedamaian, tanpa pernah kembali lagi; semoga semua makhluk hidup mengetahui bagaimana bertindak sesuai dengan kenyataan, dan mencapai yang tertinggi dari semua Buddhadharma yang didengarnya, tanpa pernah melupakannya; semoga semua makhluk hidup diterima oleh para Buddha dan mencapai pengetahuan Paramartha yang tanpa hambatan; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin yang bebas, yang tidak pernah pudar, dan mampu pergi kemanapun mereka mau dalam sekejap satu pikiran; semoga semua makhluk hidup datang dan pergi dengan bebas, mengajar dan membimbing secara luas, menyebabkan yang lainnya tinggal berdiam di dalam Mahayana; semoga karma semua makhluk hidup bermanfaat, diangkut oleh kendaraan pengetahuan menuju tingkat yang tertinggi; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan yang tanpa halangan dan mencapai semua tempat melalui pengetahuan yang tanpa rintangan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana beranekaragam kereta kepada para Guru yang baik; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup dipenuhi dengan kebajikan yang sama dengan para Buddha dan Bodisattva."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Bhiksu, Dia membangkitkan tekad untuk mempraktekkan berdana semua, ingin memahami sepenuhnya melalui pengetahuan, ingin memurnikan kualitas kebajikan, pikiran yang sesuai dengan pelepasan, pikiran bahwa para Bhiksu sejati adalah yang sulit dijumpai, pikiran dari keyakinan mendalam di dalam sangha, dan tekad untuk mendukung Saddharma. Tinggal berdiam di dalam cita-cita tertinggi, hingga ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Melaksanakan kumpulan besar dari berdana, menghasilkan kebajikan besar yang tidak terukur, dengan keyakinan mendalam di dalam Buddhadharma yang tidak bisa dirusak. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup secara luas memasuki Buddhadharma dan mengingatnya dalam pikiran; semoga semua makhluk hidup meninggalkan keadaan dari orang awam yang tidak tahu dan memasuki alam dari para bijaksana; semoga semua makhluk hidup cepat memasuki tingkat dari para bijaksana dan mampu menggunakan Buddhadharma untuk membangkitkan dan membimbing secara bertahap; semoga semua makhluk hidup dihormati dan dipercaya oleh semua dunia; semoga semua makhluk hidup memasuki kesamaan dari semua gejala kejadian dan mengetahui bahwa sifat alami diri dari gejala kejadian adalah yang tiada mendua; semoga semua makhluk hidup terlahir dari alam pengetahuan Bodhi dan dikelilingi oleh para orang yang patuh dan rukun; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam melalui cara dari menghapus kekotoran batin, menyingkirkan noda dari semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup mampu membentuk sangha tertinggi, meninggalkan keadaan dari orang awam dan memasuki perkumpulan dari para Arhan; semoga semua makhluk hidup rajin mempraktekkan Sila yang baik, mencapai pengetahuan yang tanpa halangan, dan diberkahi dengan kualitas seperti Resi; semoga semua makhluk hidup mencapai kebijaksanaan, tidak melekati masa lampau, sekarang, atau masa depan, dan bebas seperti Raja diantara orang banyak; semoga semua makhluk hidup mengendarai kendaraan pengetahuan dan kebijaksanaan, memutar Saddharmacakra; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan kualitas indera dan mampu pergi ke banyak dunia yang tidak terhitung dalam sekejap satu pikiran; semoga semua makhluk hidup mengendarai tubuh ruang angkasa, pikirannya tidak terhalang di semua dunia; semoga semua makhluk hidup memasuki perkumpulan dari semua Buddha di seluruh ruang angkasa dharmadhatu, dan menyelesaikan praktek Paramita yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup mencapai kelegaan dan kebebasan tubuh, dan pengetahuan dan kebijaksanaan yang luar biasa, dan mampu memasuki semua Buddhaksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan penjelajahan pikiran yang terampil dan tidak terbatas, mewujudkan tubuh mereka di dalam semua ksetra; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tidak bergantung pada apapun, muncul di mana-mana seperti pantulan, melalui kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin yang bebas dan tidak terbayangkan, tampil dihadapan oarng yang bisa diajar, diubah dan dibimbing oleh mereka; semoga semua makhluk hidup mencapai cara masuk kedalam dharmadhatu tanpa halangan, dalam sekejap satu pikiran menjelajahi seluruh ksetra di sepuluh penjuru.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada para Bhiksu; Ini untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mengendarai kereta pengetahuan yang murni dan tiada tanding, dan di dalam semua dunia memutar roda pengetahuan Dharma yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada para Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, Dia membangkitkan pikiran ini: kesadaran dari Punya-ksetra, rasa hormat; kesadaran dari lautan kebajikan; kesadaran dari kemampuan untuk menghasilkan kebajikan dan kebijaksanaan; kesadaran dari kelahiran melalui kekuatan kebajikan dari Buddha; kesadaran dari pengolahan selama asamkhyeya-kalpa; kesadaran dari kemampuan mengolah Bodhisattvacarya selama kalpa yang tidak terhitung banyaknya; kesadaran dari terlepas dari belenggu semua angan-angan khayalan; kesadaran dari penghancuran semua mara; kesadaran dari cahaya kebijaksanaan yang menyinari Dharma yang tiada tanding. Akar kebajikan dalam berdana kereta Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra tertinggi, dipercaya oleh dunia, menyempurnakan Dana Paramita yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menghentikan ucapan yang tidak berguna, selalu menikmati kesunyian, dan tanpa pikiran mendua; semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra yang paling unggul dan murni, menerima semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka mengolah karma yang menghasilkan kebahagiaan mutlak; semoga semua makhluk hidup menjadi sumber kebijaksanaan dan mampu melimpahkan kepada para makhluk hidup, ganjaran dari akar kebajikan yang tidak terukur dan tidak terhitung banyaknya; semoga semua makhluk hidup tetap gigih dalam tindakan yang tanpa halangan, sepenuhnya mengembangkan Punya-ksetra yang unggul dan murni; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam tanpa pertikaian, menyadari bahwa semua gejala kejadian tiada keberadaan dan intisarinya adalah yang tanpa intisari; semoga semua makhluk hidup selalu dekat pada Punya-ksetra yang tertinggi, sepenuhnya mengolah kebajikan yang tidak terhitung; semoga semua makhluk hidup mampu mewujudkan kekuatan batin yang tidak terukur dan memasukkan semua makhluk yang sadar ke dalam Punya-ksetra yang murni; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan Punya-ksetra dari kebajikan yang tidak habis-habisnya, mampu melimpahkan kepada para makhluk, Dasa-bala dari Buddha, buah dari kendaraan yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup menjadi Punya-ksetra yang murni dan subur, dan mengembangkan himpunan kebajikan dari semua pengetahuan yang tidak habis-habisnya; semoga semua makhluk hidup mencapai jalan pemadaman karma buruk, dan mampu menerima dan mempertahankan ucapan dan makna dari Buddhadharma yang tidak pernah di dengar mereka; semoga semua makhluk hidup selalu rajin mendengar dan menyerap semua Buddhadharma, dan memahami segala sesuatu yang didengar, sehingga itu tidak sia-sia; semoga semua makhluk hidup mendengar ajaran para Buddha, memahami makna tertingginya, dan mampu menjelaskannya sesuai dengan yang didengarnya; semoga semua makhluk hidup percaya dan mempraktekkan petunjuk dari Buddha, dan selamanya menghentikan semua pandangan salah tentang ajaran yang keliru; semoga semua makhluk hidup selalu melihat para Arhan dan Resi, dan mengembangkan semua akar kebajikan yang paling unggul; semoga semua makhluk hidup selalu mempercayai orang yang bertindak bijaksana, dan berhubungan dan menghormati para Resi; semoga semua makhluk hidup, mendengar nama para Buddha, tidak membiarkannya sia-sia, namun semuanya melihat dengan mata mereka apa yang telah di dengarnya; semoga semua makhluk hidup memeriksa dan mengetahui dengan baik Buddhadharma, dan mampu melindungi mereka yang menjaga Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup selalu menikmati mendengar semua Buddhadharma, menyerap dan mempertahankannya, membaca dan melafalkannya, menjelaskannya, meneranginya, dan memahaminya; semoga semua makhluk hidup percaya dan memahami kebajikan sejati dari Buddhadharma, dan memberikan apapun yang mereka miliki dalam puja yang penuh hormat.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana beraneka kereta permata kepada para Sravakabuddha atau Pratyekabuddha, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan dari pengetahuan tertinggi yang murni dan kekuatan batin, mengolah praktek dengan rajin, dan mencapai 'pengetahuan yang mengetahui semua (sarvajnajnana)', 'kekuatan (bala)', dan 'keberanian (abhaya)'."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kereta permata kepada Punya-ksetra termasuk para orang miskin, yang kekurangan, dan yatim piatu, Dia dengan gembira dan tenpa lelah memberi apapun yang dibutuhkan, dan bahkan minta maaf kepada orang-orang itu, 'Saya seharusnya datang kepadamu untuk memberikan perbekalan, daripada menyusahkan anda datang dari jauh dengan lelah.' Kemudian Dia berlutut dihadapan mereka, bertanya tentang kesehatan mereka, dan memberikan apapun yang dibutuhkan. Terkadang Dia memberikan kereta permata mani dengan para perempuan terbaik di ksetra; Terkadang memberikan kereta lapis lazuli dengan para perempuan yang menari; Terkadang memberikan kereta dari beraneka permata yang luar biasa dengan para gadis yang seperti dewi; Terkadang memberikan kereta yang terhiasi dengan permata yang tidak terhitung banyaknya, dengan perempuan berhiaskan permata, lembut dan cemerlang, fasih dan cerdas; Terkadang memberikan kereta candana untuk dikendarai; Terkadang memberikan kereta permata mani dengan para perempuan berhiasan permata di dalamnya, yang kecantikannya tiada bandingan, berpakaian jubah mewah, menyenangkan semua yang melihatnya; Terkadang memberikan kereta akik, dengan pengeran mengendarainya; Terkadang memberikan kereta minyak wangi dengan semua putra dan putrinya di dalamnya; Terkadang memberikan kereta yang terhiasi dengan semua permata, dengan para kerabat dan teman baik, yang sulit untuk di serahkan, mengendarainya."

"Bodhisattva Mahasattva dengan penuh hormat berdana kereta permata yang tidak terhitung banyaknya seperti itu ketika diminta, untuk memuaskan semua keinginan dan membuat orang bahagia dan puas. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta samanta, yang berjalan tanpa rintangan dan tidak pernah mundur kembali, untuk mencapai pohon Bodhi yang tidak terbayangkan; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta pengetahuan dari Maha Dharma, berdasarkan pada sebab yang murni, dan mengolah Bodhisattvacarya diseluruh masa depan, tidak pernah mundur kembali; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari tiada keberadaan dari semua gejala kejadian, selamanya berpisah dari semua kemelekatan pikiran, dan selalu mempraktekkan jalan Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kebenaran dan kejujuran, tanpa rayuan atau tipuan, dan pergi ke semua Buddhaksetra dengan bebas, tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mengikuti dan tinggal berdiam di kereta Sarvajnajnana, saling menggembirakan dengan ajaran Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari praktek Bodhisattva yang murni dan menyempurnakan semua jalan pembebasan dan kebahagiaan dari Bodhisattva Samadhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari empat roda, yaitu, hidup di ksetra yang baik, tinggal berdiam dengan orang yang baik, membangun kebajikan yang unggul, dan membuat Maha Pranidhana, dengan ini menyempurnakan praktek yang murni dari semua Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup memperoleh kereta dari cahaya Dharma yang menyinari dimana-mana diseluruh sepuluh penjuru, dan mengolah kekuatan pengetahuan dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta Buddahdharma, dan tiba di pantai seberang dari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Dharma yang tidak terbayangkan dari kebajikan yang sangat banyak dan tepat, dan memperlihatkan jalan yang benar dari kedamaian dan ketenangan diseluruh sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup mengendarai kendaraan dari kedermawanan yang besar, melenyapkan kekotoran dari kekikiran; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari sila yang murni, mempertahankan sila yang murni yang tanpa batas seperti dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kesabaran, dan selalu terbebas dari noda kemarahan terhadap para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Maha Virya yang tanpa kemunduran, dengan kukuh mengolah praktek yang unggul, dan terus maju ke jalan Bodhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari Dhyana Samadhi, dengan cepat mencapai Bodhimanda, dan menyadari pengetahuan Bodhi; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari kebijaksanaan dan upaya-kausalya, dan memancarkan tubuh yang memenuhi alam para Buddha di seluruh dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari penguasaan Dharma, pengembangan keberanian, dan terus-menerus menyebarkan kepada semua orang ajaran dari cara mencapai Sarvajnajnana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari pengetahuan tanpa kemelekatan dan mampu memasuki sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian di semua tempat di sepuluh penjuru, dan tidak terganggu oleh apapun; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari semua Buddhadharma, muncul terlahir di dalam semua ksetra di seluruh sepuluh penjuru, tanpa kehilangan jalan dari Mahayana; semoga semua makhluk hidup mengendarai kereta dari harta tertinggi dari Sarvajnajnana, dan menyempurnakan praktek dan pranidhana dari Samantabhadra Bodhisattva, tanpa kenal lelah.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kereta permata kepada Punya-ksetra, termasuk para orang miskin dan yatim-piatu, untuk menyebabkan para makhluk hidup memiliki pengetahuan yang tidak terukur, bergembira dan lega, dan semuanya pada akhirnya mencapai kendaraan dari pengetahuan samanta."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan gajah, yang patuh, sempurna tubuhnya dan dalam usia terbaiknya, dengan enam gading, murni dan bersih, mulutnya seperti bunga teratai merah, tubuhnya putih murni, seperti gunung salju; terhiasi dengan spanduk emas, diselimuti dengan jaring permata, dengan beraneka permata yang sangat indah menghiasi badannya; semua orang menatapnya dengan terus penuh gembira; ia bisa berjalan ribuan yojana tanpa lelah. Juga, Bodhisattva memberikan kuda dengan seluruh ciri-cirinya seperti kuda surga, dengan lingkaran bulan dari permata yang sangat indah seperti perhiasan yang berkilau, diselimuti dengan jaring dari lonceng emas, ia melangkah dengan seimbang dan lurus sehingga penunggangnya nyaman, pergi kemanapun yang diinginkan secepat angin, berkelana dengan bebas dan tanpa rintangan diseluruh empat benua. Bodhisattva memberikan gajah dan kuda ini kepada orang tua-Nya, guru-Nya, dan kepada para orang miskin, dan yang menderita; Pikiran-Nya luas, tanpa menyesal atau menggerutu, namun hanya meningkat dalam kegembiraan dan merasakan belas-kasih yang semakin besar saat Dia mengolah kebajikan Bodhisattva dan memurnikan Bodhicitta. Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam kendaraan dari kerukunan dan kepatuhan, dan meningkat di dalam semua ciri-ciri kualitas kebajikan dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mencapai kendaraan dari keterampilan pembebasan dan mampu menghasilkan semua Buddhadharma yang penting; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari keyakinan yang teguh, menerangi semua tempat melalui kekuatan pengetahuan Buddha yang tanpa hambatan; semoga semua makhluk hidup mencapai kendaraan dari ikrar, dan mampu memahami semua Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan yang sama dari Paramita, dan sepenuhnya menyempurnakan semua akar kebajikan yang sama; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan dari gudang harta, menyandang harta pengetahuan dari semua kebenaran Buddhatva yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan kendaraan dari hiasan praktek Bodhisattva, menyebabkan bunga dari meditasi Bodhisattva menjadi berkembang; semoga semua makhluk hidup memperoleh kendaraan dari kecepatan tanpa batas, memurnikan Bodhicitta dan bersungguh-sungguh merenungkan selama kalpa yang tidak terhitung, memahami semua gejala kejadian; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Mahayana dari 'penguasaan diri tertinggi (parama-aisvarya)', dengan upaya-kausalya menyempurnakan Bodhisattvabhumi; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan Mahayana yang tertinggi, terluas, terkukuh, mampu membawa semua makhluk hidup ke tingkat dari Sarvajnajnana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana gajah dan kuda, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mengendarai kendaraan dari pengetahuan yang tidak terhalang, kendaraan yang menyempurnakan penyelesaian tiba ke Buddhatva."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan kursi atau simhasana untuk duduk, kursi itu tinggi dan lebar, dan sangat indah, dengan tungkainya dari lapis lazuli, terbentang pakaian yang halus-lembut terbuat dari benang emas, terhiasi dengan bendera permata, diharumkan dengan beraneka wewangian yang halus, diperindah dengan hiasan dari beraneka permata yang tidak terhitung banyaknya, atasnya diselimuti dengan jaring emas dan lonceng permata yang berbunyi dalam tiupan angin dan menghasilkan suara yang sangat indah, dengan sangat menakjubkan memperindah seluruh sekeliling dengan hiasan dari pola yang langka dan sangat banyak, yang dihormati oleh semua orang, hanya diduduki oleh Cakravartin yang mengumumkan Dharma yang diikuti oleh semua negara dengan hormat. Cakravartin itu juga dihiasi dengan permata yang indah, permata yang berkilau, vaidurya, maha vaidurya, maniratna dari tambang terbaik, yang cemerlang dan terang seperti matahari, murni dan sejuk seperti bulan; mengelilingi dalam jumlah yang berlimpah, seperti bintang yang sangat banyak, perhiasan yang keindahannya terunggul, lautan permata yang tiada banding, lautan harta yang seperti panji yang padat, dengan pola yang luar biasa dan tampilan yang langka; kepalanya dimahkotai dengan serban emas terbaik dan permata yang murni, menerima pengangkatan abhiseka, memerintah jambudvipa, diberkahi dengan kekuatan pesona yang tidak terukur, membuat sila kebaikan, menaklukkan semua yang bermusuhan dan berlawanan menjadi patuh pada perintahnya di manapun. Bodhisattva Mahasattva menjadi Cakravartin, lalu memberikan tahta yang terhiasi permata seperti itu kepada para Buddha, yang adalah Punyaksetra yang paling unggul, dan kepada para Bodhisattva, para Satyaguru, para Bhiksu yang bijaksana dan suci, para pengkhotbah Dharma, orang tua, saudara, Sravakabuddha dan Pratyekabuddha, dan juga kepada mereka yang berangkat menuju Bodhisattvayana, dan juga yang menuju Stupa dari para Buddha, dan kepada semua orang miskin, yatim piatu dan tuna wisma, Dia memberikan segala sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup duduk di Bodhimanda dan sepenuhnya terbangkitkan pada Dharma yang dicapai oleh semua Buddha; semoga semua makhluk hidup duduk di kursi pembebasan dan mencapai kebebasan dari gejala kejadian, yang mana bahkan mampu meratakan gunung vajra, dan mampu menghancurkan dan menaklukkan semua gerombolan angan-angan khayalan; semoga semua makhluk hidup memperolah simhasana Buddha dari pembebasan, yang ditatap oleh semua makhluk; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang terhiasi dengan beraneka permata sangat indah yang banyaknya tidak terbayangkan, menjadi penguasa Dharma, dan membimbing para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai tahta yang tertinggi di semua dunia, terhiasi dengan Maha Kusala-mula; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang meliputi dunia yang banyaknya tidak terbayangkan, seperti yang tidak bisa sepenuhnya di ucapkan dalam pujian selama kalpa yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari kebajikan rahasia yang mendalam, dan tubuh mereka memenuhi semua dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari semua jenis permata yang banyaknya tidak terbayangkan , dan secara luas melaksanakan Dharmadana kepada para makhluk hidup apapun yang dipertimbangkan dalam pranidhana masa lampau-Nya; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi yang termurnikan dengan halus dan mewujudkan kekuatan batin dari para Buddha yang tidak terkatakan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kursi dari semua permata, dari semua dupa, dari semua bunga, dari semua jubah, dari semua karangan bunga, dari semua maniratna, dan seterusnya, kursi dari banyak beraneka permata yang tidak terbayangkan, kursi dari dunia yang banyaknya tidak terhitung, kursi yang murni dari hiasan semua dunia, kursi dari semua vajra, dan mewujudkan kekuatan pembebasan dari para Buddha, dan menyempurnakan Samyaksambodhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kursi permata, untuk menyebabkan para makhluk hidup memperoleh kursi dari Maha Bodhi yang melampaui dunia dan secara spontan menyadari Dharma yang dicapai oleh semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan beraneka kanopi permata, kanopi ini luar biasa, digunakan oleh para Arya, terhiasi dengan beraneka Maha Ratna, yang paling unggul diantara jutaan kanopi yang baik, dengan tumpuan yang terbuat dari semua permata, diselimuti dengan jaring yang halus, dengan lonceng emas di tali permata bergantungan di seluruh sekeliling dan dihiasi dengan kalung mani yang membuat suara indah dalam keselarasan dengan tiupan angin, semuanya terhiasi dengan harta dari maniratna, dipenuhi dengan beraneka kelangkaan yang tidak terhitung banyaknya, diharumkan dengan candana dan gaharu, sepenuhnya diperindah dengan permata yang tidak terbatas yang seperti emas murni yang berkilau: kanopi seperti itu Dia berikan dengan pikiran yang murni kepada para Buddha, atau kepada Stupa Buddha setelah parinirvana-Nya, atau, demi kepentingan Dharma, diberikan kepada para Bodhisattva, Guru yang baik, para Dharmaduta yang terkenal; atau diberikan kepada orang tuanya, atau kepada para Bhiksu, atau kepada semua Buddhadharma, atau kepada beraneka makhluk hidup yang seperti Punyaksetra, atau kepada para pemimpin brahmana atau yang terampil, atau orang yang baru saja membangkitkan Bodhicitta, dan kepada semua yang miskin, yatim piatu, dan tuna wisma, kepada semua yang mencari, Dia berikan. Akar kebajikan ini Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup mengolah akar kebajikan yang mana menyelimuti tubuh mereka, dan selalu dilindungi para Buddha; semoga semua makhluk hidup membuat kebajikan dan kebijaksanaan sebagai kanopi mereka dan selamanya berpisah dari semua penderitaan dunia; semoga semua makhluk hidup menaungi diri mereka sendiri dengan kebajikan dan menyingkirkan debu dan kotoran dan api penderitaan dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai harta pengetahuan dan kebijaksanaan, menyebabkan semua orang selalu senang melihat mereka; semoga semua makhluk hidup menaungi diri mereka sendiri dengan jalan murni dari keheningan-tenang yang tanpa nafsu, dan semuanya mencapai keadaan Buddhatva yang tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup melindungi tubuh mereka dengan kebajikan dan pada yang tertinggi mencapai Dharmakaya yang murni dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup menjadi kanopi semesta dan menaungi seluruh dunia dengan pengetahuan Dasa-bala; semoga semua makhluk hidup mencapai kebijaksanaan agung, melampaui dunia, terbebas dari kemelekatan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi dari Arhan, menjadi Punya-ksetra terunggul, dan menerima semua persembahan; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi tertinggi, mencapai pengetahuan tiada tanding, dan secara alami menyadari Bodhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kanopi, payung, dan parasol, untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi pembebasan dan mampu menegakkan semua jalan kebajikan; untuk menyebabkan semua makhluk hidup mampu menaungi semua ksetra di dalam ruang angkasa dharmadhatu, dan mewujudkan kekuatan batin yang bebas dari para Buddha, tanpa kemunduran; untuk menyebabkan semua makhluk hidup agar mampu menghiasi semua dunia di sepuluh penjuru dengan satu kanopi, dan mempersembahkannya kepada sang Buddha; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memberikan spanduk, panji, dan kanopi permata yang indah kepada semua Tathagata; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi dari hiasan semesta dan menaungi semua Buddhaksetra; semoga semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang luas untuk menaungi para makhluk hidup di semua tempat dan menyebabkan mereka semua untuk membangkitkan keyakinan dalam Buddha; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memberikan kanopi yang tidak terhitung banyaknya yang terhiasi dengan permata yang menakjubkan kepada satu Buddha, dan melakukan hal yang sama kepada para Buddha yang tidak terhitung banyaknya; untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kanopi yang luas dan tinggi dari Bodhi para Buddha, yang menaungi semua Tathagata; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang terhiasi dengan semua permata, kanopi yang terhiasi dengan semua perhiasan, kanopi yang terhiasi dengan wewangian padat, kanopi dengan hiasan murni dari beraneka permata, kanopi dengan hiasan murni dari permata yang tidak terhitung banyaknya, kanopi yang sangat luas dengan hiasan dari permata murni, diselimuti dengan jaring permata, digantung dengan lonceng permata yang melambai dalam tiupan angin menghasilkan suara yang indah, menaungi tubuh para Buddha di semua dunia di dalam ruang angkasa dharmadhatu; untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh kanopi yang terhiasi dengan pengetahuan yang tanpa hambatan dan tidak terhalang, menaungi semua Tathagata; Juga, karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tertinggi; Dan karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai hiasan kebajikan dari Buddhatva; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai harta dari pikiran bebas yang tanpa batas dan tidak terukur; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup dipenuhi dengan pengetahuan bebas tentang semua gejala kejadian; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menaungi semua dengan kebajikan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menyempurnakan kanopi dari pengetahuan tertinggi; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menyempurnakan kanopi yang menaungi semua dari Dasa-bala; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mampu menaungi semua Buddhaksetra di dalam dharmadhatu; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menguasai semua Buddhadharma; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pikiran bebas dari Maha-abhijna-bala; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan luas yang permanen; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kebajikan tertinggi yang tidak terukur, menaungi semua; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup menaungi pikiran mereka dengan kualitas kebajikan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup melindungi semua makhluk hidup dengan pikiran yang tidak membeda-bedakan; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai upaya-kausalya dari pembaktian; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pikiran yang murni dari cita-cita tertinggi; karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai keinginan murni dengan tujuan yang baik; Dan karena Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup mencapai 'Pembaktian Yang Besar (Maha-parinamana)' menaungi semua makhluk hidup."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan beraneka spanduk dan panji yang sangat bagus, tiangnya terbuat dari beraneka permata, panji yang terbuat dari sutera permata, spanduk dengan beraneka campuran warna dan pola, dihiasi dengan jaring permata, memancarkan warna yang memenuhi dimana-mana, lonceng permata bergoyang dengan lembut, berbunyi dalam keselarasan, dengan permata langka yang berbentuk seperti bulan sabit dan emas yang lebih berkilau daripada matahari dipasang dipuncak semua bendera itu, dihiasi dengan beraneka benda yang menakjubkan yang muncul melalui hasil karma dalam beraneka dunia; spanduk dan panji yang menakjubkan seperti itu, koti nayuta asamkhyeya banyaknya, pancaran cahayanya bergabung saling menerangi, cahayanya murni, memenuhi semua Buddhaksetra di alam ruang angkasa di sepuluh penjuru, Bodhisattva Mahasattva, dengan pikiran keyakinan murni memberikannya kepada Buddha yang muncul sekarang, atau kepada Stupa-Nya, atau kepada Gudang Dharma, atau kepada Sangha, atau kepada Bodhisattva, atau kepada Sravakabuddha, atau kepada Pratyekabuddha, atau kepada kumpulan orang banyak, atau kepada orang tertentu, kepada semua yang datang mencari sumbangngannya, dan membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mampu mendirikan spanduk kebajikan diatas semua akar kebajikan, sehingga itu tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk penguasaan semua Dharma, menghormati, mengagumi, dan dengan rajin melestarikannya; semoga semua makhluk hidup menulis Saddharma diatas sutera permata, melestarikan gudang Dharma dari para Buddha dan Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk yang tinggi dan luar biasa, dan menyalakan lampu kebijaksanaan, menyinari semua dunia; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk kesabaran dan mampu menghancurkan semua karma dan kegilaan dari angan-angan khayalan; semoga semua makhluk hidup mendirikan spanduk dari kekuatan pengetahuan, yang tiada angan-angan khayalan yang bisa merusaknya; semoga semua makhluk hidup mencapai spanduk dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar, menghancurkan semua bendera kesombongan duniawi; semoga semua makhluk hidup memperoleh spanduk dari cahaya matahari pengetahuan besar, dan menyinari seluruh dharma dhatu dengan cahaya matahari pengetahuan itu; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan spanduk yang terhiasi dengan permata yang tidak terhitung banyaknya, memenuhi semua dunia di sepuluh penjuru, dan mempersembahkannya kepada para Buddha; semoga semua makhluk hidup memperoleh spanduk pencapaian tathata, dan menghancurkan semua pandangan salah tentang jalan sesat.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana spanduk dan panji, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai jalan yang murni dari spanduk Bodhisattvacarya yang sangat mendalam, agung, dan menjangkau luas, dan spanduk karma kekuatan batin dari Bodhisattva."

"Bodhisattva Mahasattva membuka gudang ratusan koti nayuta permata langka dan indah untuk semua makhluk hidup yang tidak terhitung, memberikan apapun yang mereka inginkan tanpa menyesal. Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup selalu melihat gudang harta dari Buddha, menghentikan ketidaktahuan dan mengolah samyak-smrti; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya diberkahi dengan cahaya dari permata Dharma dan melestarikan permata dari semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mampu mendukung seluruh permata Sangha, tanpa kenal lelah melayani kebutuhan Mereka; semoga semua makhluk hidup mencapai permata tertinggi dari pikiran, Sarvajnajnana, dan semoga Bodhicitta mereka yang murni tidak pernah surut; semoga semua makhluk hidup mencapai permata pengetahuan, memasuki semua gejala kejadian tanpa ragu atau bingung; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan permata kualitas kebajikan Bodhisattva, mengungkapkan dan menjelaskan pengetahuan yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup mencapai permata kualitas mulia yang tidak terukur, mengolah dan mencapai pengetahuan Dasa-bala dari samyak-smrti; semoga semua makhluk hidup mencapai permata dari enambelas pengetahuan tentang meditasi murni, dan pada yang tertinggi menyempurnakan pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar dan luas; semoga semua makhluk hidup mengembangkan permata dari Punya-ksetra tertinggi, dan terbangkitkan pada pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha yang tiada tanding; semoga semua makhluk hidup menjadi penguasa atas permata yang paling unggul, dan menjelaskan semua Dharma dengan kecerdasan yang tidak habis-habisnya.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana permata, untuk menyebabkan semua makhluk hidup memperoleh permata dari pengetahuan yang tertinggi dan lengkap, permata dari mata Buddha yang murni dan tidak terhalang."

"Bodhisattva Mahasattva mungkin memberikan beraneka hiasan, hiasan untuk semua tubuh, menyebabkan tubuh menjadi indah dan menyenangkan semua. Bodhisattva Mahasattva menganggap semua makhluk di dunia secara sama, seperti anak tunggalnya, dan mau menyebabkan mereka semua memiliki hiasan yang memurnikan tubuh, mencapai kedamaian dan kenyamanan tertinggi, mencapai kegembiraan dari pengetahuan Buddha, tinggal berdiam di Buddhadharma dan menguntungkan para makhluk hidup. Dengan beraneka hiasan permata yang sangat indah dan tidak terhitung banyaknya seperti ini, Dia rajin mempraktekkan dana, dan ketika berdana, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhuk hidup mengembangkan hiasan yang menakjubkan dan tiada tanding, dan menghiasi deva dan manusia dengan pengetahuan dan kebajikan yang murni; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang murni, menghiasi diri mereka sendiri dengan kebajikan murni yang sangat tepat; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang paling mulia, dan menghiasi diri mereka sendiri dengan semua tanda kebajikan; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan yang tanpa kebingungan, menghiasi diri mereka sendiri dengan semua tanda Buddhatva; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan ucapan yang murni dan baik, diberkahi dengan semua jenis dari kekuatan kecerdasan yang tanpa batas; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan suara dengan semua kualitas yang baik, suaranya murni dan jelas, menyenangkan semua yang mendengarnya; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan ucapan yang menyenangkan dari para Buddha, menyebabkan para makhluk hidup untuk mendengar Dharma, bergembira di dalamnya, dan mengolah praktek yang murni; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan pikiran, secara mendalam memasuki Dhyana-samadhi dan melihat para Buddha; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan penguasaan pikiran yang seluruhnya, menyinari Saddharma dari semua Buddha; semoga semua makhuk hidup mencapai ciri dari hiasan pengetahuan dan kebijaksanaan, menghiasi pikiran mereka dengan pengetahuan dan kebijaksanaan Buddhatva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana semua jenis perhiasan, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan hiasan dari penyempurnaan semua kualitas Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menyempurnakan pengetahuan dan kebajikan, dan selamanya melepaskan semua kesombongan dan pemanjaan diri."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan kepada semua makhluk hidup mahkota permata dan permata jambul yang diterima-Nya ketika di mahkotai sebagai Raja Yang Bebas, tanpa penyesalan dalam pikiran-Nya, selalu mengolah diri dengan rajin menjadi penyumbang yang dermawan, mempelajari kebijaksanaan dari berdana, mengembangkan indera dari pelepasan; dengan pengetahuan dan upaya-kausalya, pikiran-Nya luas dan dermawan, Dia memberi kepada semua, dan membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup dimahkotai dengan Buddhadharma dan mencapai pengetahuan samanta; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang paling utama dan mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup menyelamatkan para makhluk  dengan permata dari pengetahuan yang agung dan menyebabkan mereka semua untuk menyempurnakan puncak kebajikan; semoga semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan  mahkota permata dari pengetahuan dan kebijaksanaan dan menjadi yang layak dihormati dunia; semoga semua kepala semua makhluk hidup dimuliakan dengan mahkota dari pengetahuan dan menjadi Raja yang berkuasa dan Dharmaraja; semoga semua makhluk hidup mengikat permata pengetahuan yang terang di kepala mereka, yang tidak terlihat oleh semua orang duniawi; semoga semua makhluk hidup menjadi yang layak dipuja dunia, menyempurnakan puncak kebijaksanaan, dan menyinari Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup dimahkotai dengan mahkota yang terhiasi dengan dasa-bala, dipenuhi dengan kemurnian dari lautan permata pengetahuan dan kebijaksanaan; semoga semua makhluk hidup mencapai puncak Bodhi dari Maha Resi, mencapai Sarvajnajnana, menyempurnakan dasa-bala, dan menghancurkan pita kegilaan puncak kamadhatu; semoga semua makhluk hidup berusaha mencapai puncak tertinggi dari kekuasaan, dan mencapai puncak pancaran dari Sarvajnajnana, yang tidak bisa dilampaui.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana mahkota permata, untuk menyebabkan para makhluk hidup mencapai alam kemurnian sepenuhnya dari pengetahuan tertinggi, dan mahkota dari permata kebijaksanaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat para makhluk hidup di dalam penjara atau bawah tanah, yang gelap dan suram, dibelenggu dan dirantai, tidak bisa berdiri atau duduk dengan nyaman, diserang kesakitan yang sangat banyak, tanpa saudara atau teman, tanpa tempat berlindung atau penyelamatan, telanjang, lapar, kurus, mengalami siksaan yang tidak tertahankan, sang Bodhisattva setelah melihat ini, memberikan apa yang dimiliki-Nya, semua kekayaan-Nya, istri, anak, dan rumah, dan bahkan tubuh-Nya sendiri, untuk menyelamatkan makhluk itu dalam penjara, sama seperti yang dilakukan oleh Maha Karuna Bodhisattva dan Sunetraraja Bodhisattva; Dan, setelah menyelamatkan mereka, Dia memberikan apapun yang mereka inginkan, menghilangkan penderitaan mereka, membuat meteka memperoleh kedamaian dan kenyamanan, setelah itu, memberikan kepada mereka permata Dharma tertinggi, menyebabkan mereka menghentikan pemanjaan diri, dengan kukuh mendirikan akar kebajikanm dan tidak menyusut atau mundur dari Buddhadharma. Ketika Bodhisattva Mahasattva menyelamatkan para makhluk hidup dari penjara, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup pada akhirnya terbebas dari belenggu ketamakan dan pendambaan; semoga semua makhluk hidup memotong putus arus kelahiran dan kematian dan naik ke pantai kebijaksanaan; semoga semua makhluk hidup menyingkirkan kegelapan ketidaktahuan, mengembangkan pengetahuan dan kebijaksanaan, dan melepaskan belenggu penderitaan; semoga semua makhluk hidup menghancurkan belenggu dari kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, mencapai pengetahuan samanta dan pada akhirnya terbebaskan; semoga semua makhluk hidup selamanya memotong putus semua belenggu penderitaan dan mencapai pantai seberang dari pengetahuan dan kebijaksanaan, tingkat dari tanpa halangan, dimana tiada penderitaan; semoga semua makhluk hidup terbebas dari pikiran yang kacau, melamun, dan pembedaan yang sia-sia, dan memasuki alam dari pengetahuan yang tenang dan tidak dapat diganggu; semoga semua makhluk hidup melepaskan ikatan nafsu keinginan, selamanya meninggalkan semua idaman duniawi, dan tiada kemelekatan dalam kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu; semoga semua makhluk hidup mencapai cita-cita tertinggi dan selalu diajari oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran yang terbebaskan, dengan tiada kemelekatan dan tanpa belenggu, besar dan luas seperti dharmadhatu, mencakup luas seperti ruang angkasa; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan batin dari Bodhisattva, menjinakkan para makhluk di dalam semua dunia, menyebabkan mereka terlepas dari duniawi dan tinggal berdiam di dalam Mahayana.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyelamatkan para makhluk hidup yang menderita dalam penjara, untuk membuat para makhluk hidup memasuki alam pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva, melihat para tawanan yang tangan dan kaki diikat, menderita semua jenis kesakitan, dipukul dan tertekan oleh penjaga penjara, di pinggir jurang kematian, telah menghentikan semua kesenangan duniawi, selamanya berpisah dari saudara dan teman, dibawa keluar ke tempat pembantaian untuk di koyak, atau tertusuk pancang kayu, atau disiram minyak dan dibakar, sang Bodhisattva setelah melihat mereka tertekan oleh siksaan seperti itu, menyerahkan tubuh-Nya sendiri untuk menggantikan tempat mereka, seperti yang dilakukan oleh Aparajita Bodhisattva, Uttamakarmaraja Bodhisattva, dan para Maha Bodhisattva yang lainnya yang menyerahkan hidup Mereka sendiri untuk menyelamatkan yang lainnya, memikul penderitaan berat menggantikan mereka. Pada saat itu, Bodhisattva berkata kepada kepala penjara, 'Saya mau menyerahkan tubuh-Ku untuk menggantikan nyawa mereka. anda bisa menerapkan siksaan itu kepada Saya. Sama seperti anda melakukannya kepada para orang itu, anda bisa melakukan apa yang anda mau, terhadap Saya, bahkan lebih. Saya akan menanggung bahkan tidak terhitung banyaknya, agar mereka bisa di bebaskan. Jika Saya melihat mereka akan dibunuh dan tidak menyerahkan nyawa-Ku untuk menebus mereka dari penderitaan mereka, maka Saya tidak bisa dikatakan tinggal berdiam di dalam pikiran Bodhisattva. Mengapa begitu? Karena Saya telah membuat tekad Bodhi Sarvajnajnana demi tujuan menyelamatkan semua makhluk.'"

"Ketika Bodhisattva Mahasattva menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan para makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidup tertinggi dan tanpa akhir, dan selamanya terbebas dari bencana, penindasan, dan penderitaan; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam dengan para Buddha, menerima pengetahuan samanta, menyempurnakan dasa-bala, dan menerima vyakarana Bodhi; semoga semua makhluk hidup menyelamatkan para makhluk yang sadar dimana-mana, menyebabkan mereka terbebas dari ketakutan dan selamanya meninggalkan keadaan dari duka; semoga semua makhluk hidup mencapai kehidupan penuh dan memasuki alam pengetahuan yang abadi; semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari permusuhan dan kebencian, tiada bencana, dan selalu di perhatikan oleh para Buddha dan Guru yang baik; semoga semua makhluk hidup meninggalkan semua senjata dan peralatan dari kejahatan dan penderitaan, dan mempraktekkan semua jenis karma yang baik dan murni; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ketakutan dan menghancurkan tentara Mara dibawah pohon Bodhi; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua ancaman, pikirannya murni dan tanpa gentar terhadap Dharma tertinggi, dan mampu mengaumkan Simhanada yang tertinggi; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa rintangan seperti singa, dan mengolah 'perbuatan yang benar (samyak-karmanta)' di dalam semua dunia; semoga semua makhluk hidup mencapai alam keberanian dan selalu melayani keselamatan dan perlindungan para makhluk hidup yang menderita.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyerahkan hidup-Nya sendiri demi menyelamatkan para terpenjara yang akan di hukum mati, untuk menyebabkan para makhluk hidup terbebas dari kesakitan lahir dan mati dan mencapai kegembiraan Buddha yang agung."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan ushnisha diatas kepala-Nya kepada pengemis seperti yang dilakukan oleh Ratnosnisharaja Bodhisattva, Paramottamakaya Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, melihat pengemis datang, pikiran sang Bodhisattva bergembira dan berkata, 'Jika anda membutuhkan ushnisha, ambillah dari-Ku, punya-Ku adalah yang terbaik di ksetra.' Dan ketika mengatakan ini, pikiran-Nya tidak terganggu, tidak memikirkan tindakan yang lainnya; Dia melepaskan duniawi dan mencari keheningan-tenang yang tanpa nafsu; pada yang tertinggi murni, rajin, jujur, bertekad pada Sarvajnajnana. Kemudian Dia mengambil pisau yang tajam dan memotong ushnisha di kepala-Nya; dengan lutut kanan menyentuh lantai, beranjali dan memberikan ushnisha-Nya dengan pikiran terkonsentrasi, memikirkan praktek dari semua Buddha dan Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan, mengandung kegembiraan besar, meningkat dalam kebulatan tekad. Dengan cerdas Dia terampil memeriksa dan memahami gejala kejadian, dan tidak melekati rasa sakit, mengetahui bahwa perasaan sakit tiada ciri dan tiada asal-mula, bahwa semua perasaan timbul dari hubungan saling bergantungan dan tiada satupun yang abadi. Oleh karena itu, Dia mengembangkan keyakinan besar yang penuh kegembiraan bahwa Dia harus mempraktekkan pelepasan yang besar seperti semua Bodhisattva dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang, mencari pengetahuan samanta tanpa mundur, tanpa bergantung pada ajaran yang lain atau kekuatan dari guru."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melaksanakan dana ini, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mahkota yang tidak terlihat dan mengembangkan ushnisha yang sama seperti stupa dari Bodhisattva; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, dan mampu memadamkan semua penderitaan para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang mengkilap, rambut yang tebal, rambut yang tidak tumbuh di dahi; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang seperti Buddha dan selamanya terbebas dari semua penderitaan dan ikatan kebiasaan; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang bersinar, memancarkan cahaya yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut yang rapi, bersih seperti sang Buddha; semoga semua makhluk hidup mengembangkan rambut yang seperti stupa dari Muni, sehingga bagi semua yang melihatnya menjadi sama seperti sedang melihat rambut sang Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki rambut seperti Buddha, tanpa noda, tanpa kemelekatan, selamanya menyingkirkan semua kotoran debu yang menggelapkan.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana ushnisha, untuk menyebabkan pikiran para makhluk hidup menjadi hening-tenang dan tanpa nafsu, menyempurnakan semua dhyana samadhi, dan mewujudkan pengetahuan Buddha tentang semua jalan pembebasan dan dasa-bala."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya kepada mereka yang datang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Pramodyacarita Bodhisattva, Candraprabharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan mata-Nya, Dia membangkitkan pikiran murni untuk berdana mata; membangkitkan pikiran tentang mata pengetahuan yang murni; membangkitkan pikiran yang tinggal berdiam pada 'cahaya Dharma (dharmaloka)'; membangkitkan pikiran yang menyaksikan jalan Buddha yang tiada tanding; membangkitkan pikiran pembaktian untuk pengetahuan yang besar; membangkitkan pikiran untuk berdana dengan kesabaran yang sebanding dengan para Bodhisattva dari masa lampau, sekarang, dan masa depan; membangkitkan mata yang tidak terhalang; membangkitkan pikiran keyakinan murni yang tidak bisa dihancurkan; membangkitkan pikiran kesabaran yang penuh gembira sehubungan dengan mereka yang meminta. Untuk menyempurnakan semua kekuatan batin, untuk menghasilkan mata Buddha, untuk meningkatkan dan memperluas tekad besar Bodhi, untuk mengolah Maha Karuna, dan menguasai indera, Dia menetapkan pikiran pada hal ini."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana mata, Dia memikirkan Maha Maitri untuk mereka yang meminta, dan mendirikan amal untuk mereka, meningkatkan kekuatan Dharma, menghentikan pandangan duniawi dan pemanjaan diri, memotong putus ikatan nafsu keinginan, mengolah Bodhi, dan dengan ramah memuaskan permintaan mereka dengan pikiran tidak gentar, selalu sesuai dengan praktek kesabaran yang tiada mendua. Akar kebajikan ini Dia baktikan demikian: 'semoga semua makhluk hidup mencapai mata tertinggi dan membimbing semua orang; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang tanpa halangan dan membuka permata pengetahuan samanta; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni, cahayanya menembus, tidak mungkin dihalangi; semoga semua makhluk hidup mencapai mata divya yang murni, melihat kelahiran dan kematian dan buah karma dari semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kesamaan yang murni dan mampu memasuki alam dari yang menyadari tathata; semoga semua makhluk hidup mencapai mata kebijaksanaan dan meninggalkan semua ketamakan dan kemelekatan; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan mata Buddha, mampu sepenuhnya menyadari dan memahami semua gejala kejadian; semoga semua makhluk hidup menyempurnakan mata samanta, memahami semua alam tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dan tidak tergelapkan, menyadari alam para makhluk hidup adalah yang kosong dan tiada keberadaan; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya diberkahi dengan mata murni yang tidak terhalang dan semuanya mampu mewujudkan dasa-bala dari Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana mata, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai mata yang murni dari pengetahuan samanta."

"Bodhisattva Mahasattva mampu memberikan telinga dan hidung kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan oleh Paramakarmaraja Bodhisattva, Aparajita Bodhisattva, dan para Bodhisattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika berdana, Dia mengantarkannya sendiri kepada mereka yang meminta, dengan pikiran tunggal mengolah Bodhisattvacarya, diberkahi dengan benih sifat alami Buddhatva, terlahir di dalam rumah Buddha. Mengingat perbuatan berdana yang dipraktekkan oleh para Bodhisattva, Dia terus berjuang untuk mengaktifkan indera yang murni dari Bodhi para Buddha, kebajikan dan kebijaksanaan Mereka. Mengamati semua alam keberadaan, Dia melihat bahwa tiada satu pun yang permanen. Bercita-cita untuk selalu mampu melihat para Buddha dan Bodhisattva. Mengingat semua Buddhadharma sesuai dengan situasi. Mengetahui tubuh adalah yang tidak nyata, kosong, tanpa keberadaan, tiada apapun yang untuk dilekati. Jadi, ketika Bodhisattva menyumbangkan telinga dan hidung, pikiran-Nya selalu tenang dan damai; Dia telah menjinakkan indera-Nya. Dia menyelamatkan para makhluk hidup dari bahaya kejahatan, mengembangkan semua pengetahuan dan kebajikan, memasuki lautan kedermawanan yang besar, memahami makna dari Dharma, sepenuhnya mengolah jalan yang ditunjukkan, bertindak sesuai dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, mencapai penguasaan Dharma, dan mengganti tubuh yang bisa binasa dengan tubuh yang tidak bisa hancur."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan telinga, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mendengar semua suara yang membabarkan Dharma; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan mampu memahami semua suara; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga Buddha dan mengetahui semua tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni, tidak menghasilkan pembedaan yang keliru berdasarkan pendengaran; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tanpa ketulian, menyebabkan kesadaran ketidaktahuan tidak timbul; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang meliputi dharmadhatu dan mengetahui suara Dharma dari semua Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak terhalang dan menyadari semua jalan tanpa rintangan; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang tidak bisa hancur, tiada seorangpun yang bisa merusak ajaran dari guru yang baik; semoga semua makhluk hidup mencapai telinga yang mendengar semua, telinga yang menjangkau jauh dan murni, yang tertinggi dari semuanya; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan telinga divya dan telinga Buddha.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai telinga yang murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberikan hidung, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai hidung yang tinggi dan lurus, hidung yang lembut, hidung yang terbentuk dengan baik, hidung yang indah, hidung yang menyenangkan, hidung yang murni, hidung yang halus, hidung yang luar biasa, hidung yang menaklukkan musuh, hidung Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai wajah yang bebas dari kemarahan, wajah dari semua Dharma, wajah yang tanpa halangan, wajah yang indah dilihat, wajah yang halus, wajah yang bersih murni, wajah yang sempurna, wajah yang bulat penuh seperti sang Buddha, wajah yang meliputi semua tempat, wajah yang keindahannya tidak terukur.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana hidung, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memperoleh jalan masuk ke semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya menyerap semua Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya memahami Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya tinggal berdiam di Buddhadharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya selalu melihat Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup mencapai kesadaran sila dari Buddha, untuk menyebabkan para makhluk hidup pada akhirnya mengembangkan pikiran Vajra, untuk menyebabkan para makhluk hidup menghiasi semua Buddhaksetra, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mencapai tubuh berkekuatan besar dari para Tathagata. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana telinga dan hidung."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam dengan kukuh di dalam keadaan kebebasan yang tidak bisa dihancurkan, mampu memberikan gigi kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Puspadamstraraja Bodhisattva, Saddantaraja Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana gigi, pikiran-Nya murni, hingga ke tingkat yang sulit dijumpai, yaitu: Dia berdana dengan pikiran yang tidak habis-habisnya, berdana dengan pikiran keyakinan besar, berdana dengan pikiran pada semua tahap mencapai pelepasan yang tidak terukur, berdana dengan pikiran dalam pengendalian indera, berdana dengan pikiran yang melepaskan semua, berdana dengan pikiran yang bercita-cita pada pengetahuan samanta, berdana dengan pikiran untuk menghibur para makhluk hidup, berdana dengan kedermawanan yang besar, kedermawanan terbaik, kedermawanan yang unggul, kedermawanan tertinggi, berdana dengan pikiran melepaskan kebutuhan tubuhnya sendiri tanpa kebencian."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang putih dan tajam, menjadi stupa tertinggi yang menerima persembahan dari para dewa dan manusia; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang rata, sama seperti yang dari sang Buddha, tanpa celah apapun; semoga semua makhluk hidup memiliki pikiran yang terkendali dengan baik dan dengan upaya-kausalya melaksanakan praktek Paramita dari Bodhisattva; semoga mulut dari semua makhluk hidup menjadi murni dan bersih, giginya putih cemerlang, memperlihatkan dengan jelas; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi dengan hiasan yang mengesankan, mulutnya murni dan bersih, tanpa tampilan kotor; semoga semua makhluk hidup memiliki gigi yang lengkap, selalu menghasilkan wewangian yang sangat menarik dan langka; semoga semua makhluk hidup memiliki kecerdasan yang terkendali dengan baik dan giginya bersih cemerlang, sama seperti bunga teratai putih, membentuk pola divya; semoga mulut dan bibir dari semua makhluk hidup segar dan bersih, giginya bersih dan putih, memancarkan cahaya yang tidak terhitung banyaknya menyinari semua; semoga gigi dari semua makhluk hidup bagus dan tajam, sehingga tiada satupun gandum tersisa di makanannya ketika mereka makan dan juga tiada kemelekatan pada rasa dan menjadi Punya-ksetra yang terunggul; semoga semua makhluk hidup selalu memancarkan cahaya dari antara gigi mereka, memberikan ramalan Bodhi yang terunggul untuk Bodhisattva.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana gigi, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan Sarvajnajnana, pengetahuan tentang semua gejala kejadian menjadi murni dan jelas."

"Jika orang datang kepada Bodhisattva Mahasattva meminta lidah-Nya, Dia dengan belas-kasih mengucapkan kata yang baik dan lembut kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh Sumanaraja Bodhisattva, Avaivartika Bodhisattva, dan para Bodhisattva masa lampau yang lainnya. Ketika Bodhisattva Mahasattva terlahir di dalam beranekaragam alam keberadaan, saat para makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya datang kepada-Nya meminta lidah, Dia menempatkan para orang itu diatas Simhasana, dan dengan pikiran yang terbebas dari kemarahan, kebencian, dan dendam, dengan pikiran berkekuatan besar, pikiran yang terlahir dari intisari para Buddha, pikiran yang tinggal berdiam di dalam tempat para Bodhisattva, pikiran yang tidak pernah tercemar atau terganggu, pikiran yang tinggal berdiam didalam kekukatan besar, pikiran yang tanpa kemelekatan pada tubuh, dan pikiran yang tanpa kemelekatan pada ucapan, Dia berlutut di lantai, membuka mulut-Nya, memperlihatkan lidah-Nya kepada si peminta, dan berkata kepada mereka dengan ucapan yang baik dan lembut, 'Tubuh-Ku ini seluruhnya milik anda, silahkan ambil lidah-Ku dan gunakanlah sesuai keinginanmu, untuk mengabulkan keinginanmu.'"

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai lidah samanta dan mampu menjelaskan semua sila dari ucapan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang bisa mencakup wajahnya, dan semoga ucapannya tiada mendua dan semuanya benar sesuai dengan kenyataan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang meliputi semua Buddhaksetra, mempertunjukkan kekuatan batin yang bebas dari para Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang tipis dan lembut, selalu mengecap rasa yang murni dan baik; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang fasih, mampu memotong putus jaring keraguan dari semua makhluk; semoga semua makhluk hidup memiliki lidah yang bercahaya, mampu memancarkan koti nayuta asamkhyeya sinar cahaya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah dari kepastian yang jelas, tidak habis-habisnya menjelaskan segala sesuatu dengan kecerdasan; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah penguasaan penuh, mampu mengungkapkan semua misteri pokok, menyebabkan semua menerima dan percaya apa yang dikatakannya; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah kefasihan samanta, mampu memasuki lautan dari semua bahasa; semoga semua makhluk hidup mencapai lidah yang mampu menjelaskan semua aspek Dharma, sepenuhnya mencapai penyempurnaan tertinggi dari pengetahuan tentang ucapan kata.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana lidah, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang tanpa halangan."

"Bodhisattva memberikan kepala-Nya kepada mereka yang meminta, sama seperti yang dilakukan oleh Paramajnana Bodhisattva, Mahaprabha Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang lainnya. Dana yang dipraktekkan oleh Bodhisattva Mahasattva itu dikarenakan oleh kemauan untuk mengembangkan kepala dari pengetahuan tertinggi yang memahami semua Dharma, kemauan untuk mengembangkan kepala yang menyadari Maha Bodhi dan menyelamatkan para makhluk hidup, kemauan untuk memiliki kepala tertinggi yang melihat segala sesuatu, kemauan untuk mencapai kepala dari pengetahuan murni yang melihat yang sesungguhnya, kemauan untuk mengembangkan kepala yang tanpa halangan, yang terbebas dari rintangan, kemauan untuk menyadari kepala yang mencapai keadaan tertinggi, mencari kepala dari pengetahuan tertinggi di dunia, kemauan untuk mengembangkan kepala dari kebijaksanaan murni, mahkota yang tidak bisa dilihat oleh siapapun di dalam kamadhatu, rupadhatu, atau arupadhatu, kemauan untuk mencapai kepala dari penguasaan pengetahuan yang muncul diseluruh sepuluh penjuru, dan karena kemauan untuk menyempurnakan kepala dari pembebasan yang tidak bisa dihancurkan oleh apapun."

"Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam melalui praktek ini dan rajin menerapkannya, kemudian, karena telah memasuki Buddhakula, meniru peraktek berdana dari para Buddha. Memikirkan keyakinan yang murni dalam para Buddha, mengembangkan dan mematangkan akar kebajikan, dan menyebabkan mereka yang sedang membutuhkan semuanya terpuaskan dengan bahagia. Pikiran-Nya sendiri murni dan bergembira melampaui ukuran; dengan keyakinan murni dan pemahaman Dia degan jelas menerangi Buddhadharma, membangkitkan Bodhicitta, dan tinggal berdiam di dalam ketenangan dan kesunyian. Semua indera-Nya penuh bahagia; kualitas kebajikan-Nya bertumbuh dan berkembang, menimbulkan cita-cita yang baik, dan selalu suka mempraktekkan kedermawanan memberi."

"Pada saat itu, Bodhisattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini : 'semoga semua makhluk hidup mencapai kepala Bodhi, dan mencapai mahkota yang tidak terlihat, yang tiada seorangpun yang bisa lampaui, kepala tertinggi di dalam semua Buddhaksetra, rambut yang melingkar ke kanan, bersinar, bersih, berkilau, terhiasi dengan swastika, keajaiban dunia; semoga mereka diberkahi dengan kepala dari para Buddha, kepala menyempurnakan pengetahuan, kepala terunggul di dunia, dan kepala dari kelengkapan, kemurnian, dan pengetahuan luas duduk di Bodhimanda.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kepala, untuk membuat para makhluk hidup mencapai Dharma tertinggi dan mencapai kebijaksanaan besar yang tiada tanding."

"Bodhisattva Mahasattva memberikan tangan dan kaki-Nya kepada para makhluk hidup, sama seperti yang dilakukan Nityodyukta Bodhisattva, Apasokharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya memberikan tangan dan kaki-Nya di dalam beranekaragam tempat kelahiran di dalam semua alam keberadaan. Menggunakan tangan keyakinan, Dia memulai pekerjaan yang bermanfaat, datang dan pergi, menjangkau semua tempat, rajin mempraktekkan Dharma sejati, bercita-cita mencapai tangan penghasil permata, memberikan tangan-Nya, menyempurnakan Bodhisattvacarya tanpa melakukan apapun dalam kesia-siaan. Selalu mengulurkan tangan untuk memperoleh kebijaksanaan yang besar, dan berjalan penuh damai saat pergi, berani tanpa takut. Melalui kekuatan keyakinan yang murni, Dia menyempurnakan usaha rajin, untuk menghancurkan keadaan yang bukan kebajikan dan untuk menyempurnakan Bodhi."   

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia membuka pintu Dharma yang murni dengan pikiran kedermawanan yang tidak terukur, memasuki lautan Buddhatva, menyempurnakan tangan berdana, dan melayani semua di dalam sepuluh penjuru. Dengan kekuatan tekad, mempertahankan jalan sarvajna, dan tinggal berdiam di dalam pikiran yang sepenuhnya terbebas dari kotoran, di dalam Dharmakaya, dan Jnanakaya yang tanpa akhir dan tanpa peluruhan. Tidak bisa digoyahkan oleh pengaruh yang menyesatkan; mengikuti Guru yang baik, membuat pikiran-Nya menjadi kukuh dan stabil, dan mengolah praktek Dana Paramita, sama seperti semua Bodhisattva."

"Ketika Bodhisatttva Mahasattva memberikan tangan-Nya dan kaki-Nya, mencari Sarvajnajnana demi kepentingan semua makhluk hidup, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup di berkahi dengan kekuatan batin, dan semuanya mencapai tangan yang menghasilkan permata, saling menghormati sebagai Punya-ksetra, dan saling memberi semua jenis permata, dan juga memberi permata yang tidak terhitung banyaknya kepada para Buddha, menghasilkan awan permata yang menakjubkan yang menyelimuti semua Buddhaksetra.' Dia menyebabkan para makhluk hidup menjadi baik terhadap semua dan tidak saling melukai. Pergi menjelajahi Buddhaksetra, kukuh dalam keberanian, secara alami diberkahi dengan kekuatan batin terbaik, Dia juga menyebabkan semua mencapai tangan yang menghasilkan permata, tangan yang menghasilkan bunga, tangan yang menghasilkan pakaian, tangan yang menghasilkan kanopi, tangan yang menghasilkan karangan bunga, tangan yang menghasilkan dupa, tangan yang menghasilkan perhiasan, tangan yang tanpa batas, tangan yang tidak terukur, tangan samanta, dan, setelah mencapai tangan ini, selalu rajin menjelajahi semua Buddhaksetra melalui kekuatan batin. Dia bisa menyentuh semua Buddhaksetra dengan satu tangan, dan memegang semua makhluk hidup dengan tangan pembebasan. Dia mencapai tangan yang berciri mulia, memancarkan cahaya yang tidak terukur. Dia bisa mencakup semua makhluk hidup dengan satu tangan. Mencapai tangan yang seperti Buddha, dengan selaput di jari dan kuku tembaga. Pada sekarang ini, Bodhisattva meliputi semua makhluk hidup dengan tangan Maha Pranidhana, mendoakan semoga semua makhluk hidup mengarahkan pikiran yang selalu gembira mencari Anuttara Samyaksambodhi, menghasilkan lautan dari semua kebajikan, bergembira ketika melihat orang datang meminta, tidak pernah kenal lelah terhadap mereka, memasuki lautan Buddhatva, dengan akar kebajikan yang sama seperti Buddha. Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tangan dan kaki."

"Bodhisattva Mahasattva melukai diri-Nya sendiri dan memberikan darah kepada para makhluk hidup, seperti yang dilakukan oleh Karmatattva Bodhisattva, Maitrindra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya di dalam beraneka alam keberadaan. Ketika berdana darah, Dia membangkitkan pikiran untuk mencapai Sarvajnajnana, pikiran yang menginginkan Maha Bodhi, pikiran bergembira dalam mengolah Bodhisattvacarya, pikiran yang tidak melekati perasaan sakit, pikiran gembira melihat peminta, pikiran yang tidak menolak peminta, pikiran yang diarahkan pada jalan dari semua Bodhisattva, pikiran melestarikan ketenangan dari semua Bodhisattva, pikiran meningkatkan dan memperluas kedermawanan menyumbang dari Bodhisattva, pikiran yang tanpa kemunduran, pikiran tak kenal lelah, pikiran yang terbebas dari mencintai diri. Akar kebajikan itu Dia baktikan dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai penyempurnaan Dharmakaya dan Jnanakaya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh Vajra yang tidak kenal lelah; semoga semua makhluk hidup mencapai Vajrakaya yang tidak bisa dilukai apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai Nirmanakaya yang muncul diseluruh dunia tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mencapai Sambhogakaya yang bersih, indah, kuat, dan sehat; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terlahir dari dharmadhatu, sama seperti Buddha, tidak bergantung pada apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang seperti pancaran dari permata yang indah, yang tiada orang duniawi yang bisa lampaui; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang adalah permata pengetahuan, dan menyadari kebebasan di dalam 'Amrta (keabadian)'; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari lautan permata, yang tanpa gagal berguna untuk semua yang melihatnya; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh ruang angkasa, yang tiada satupun masalah dunia yang bisa mempengaruhi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana darah dari tubuh-Nya dengan pikiran Mahayana, pikiran yang murni, pikiran yang luas, pikiran yang bergembira, pikiran bahagia, pikiran semangat, pikiran terkendali, pikiran damai, dan pikiran yang tanpa noda."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang yang datang dan meminta sumsum dan daging tubuh-Nya, Dia bergembira dan berkata dengan lembut kepada mereka, memberitahu mereka untuk mengambil sumsum dan daging tubuh-Nya seperti yang diinginkan, seperti yang dilakukan Hitaisin Bodhisattva, Sarvadanendra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya memberikan sumsum dan daging di dalam berbagai keadaan di dalam beraneka alam keberadaan. Ketika memberi kepada mereka yang meminta, kegembiraan-Nya besar, kedermawanan-Nya bertumbuh; Dia mengolah akar kebajikan yang sama seperti semua Bodhisattva, berpisah dari debu dan kotoran duniawi, dan mencapai tekad yang mendalam. Memberikan tubuh-Nya kepada semua, pikiran-Nya tidak habis-habisnya; diberkahi dengan akar kebajikan besar yang tidak terukur, Dia mewujudkan permata dari semua kebajikan. Sesuai dengan sila Bodhisattva, tanpa kenal lelah mempraktekkannya, pikiran-Nya selalu bergembira di dalam kebajikan dari memberi. Dia memberikan semua tanpa menyesal, dengan jelas mengamati bahwa segala sesuatu berasal dari kondisi dan tiada zat; tiada keserakahan untuk tindakan berdana atau untuk hadiah dari berdana, Dia berdana secara sama kepada siapapun yang dijumpai-Nya."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, semua Buddha muncul kepada-Nya, karena Dia berpikir tentang Mereka sebagai orang tua-Nya dan menerima perlindungan Mereka; semua makhluk hidup muncul kepada-Nya, karena Dia menyebabkan semuanya hidup dalam kedamaian melalui Dharma yang murni; semua dunia muncul kepada-Nya, karena Dia melayani semuanya dengan Maha Karuna; semua kualitas Buddha muncul kepada-Nya, karena Dia suka mengamati dasa-bala dari para Tathagata; semua Bodhisattva dari masa lampau - sekarang - dan masa depan muncul kepada-Nya, karena Dia berbagi akar kebajikan yang lengkap dan sama; semua keberanian muncul kepada-Nya, karena Dia mampu membuat Simhanada tertinggi; seluruh masa lampau - sekarang - dan masa depan muncul kepada-Nya, karena Dia telah mencapai pengetahuan tentang kesamaan mengamati semua; semua dunia muncul kepada-Nya, karena Dia memulai ikrar besar yang menjangkau jauh untuk mengolah Bodhi diseluruh masa depan; praktek Bodhisattva yang tidak kenal lelah semuanya muncul kepada-Nya, karena Dia mengembangkan Maha Pranidhana yang tanpa batas."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva memberi sumsum dan daging tubuh-Nya, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh vajra; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh magis yang bertahan, yang tidak pernah menyusut; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang dihasilkan dari pikiran, terhiasi dan murni seperti tubuh Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terhiasi dengan semua tanda kebajikan dan tanda Maha Laksana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang terhiasi dengan indah dengan semua jenis perhiasan, diberkahi dengan dasa-bala, yang tidak bisa dihancurkan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari mereka menyadari tathata, yang sepenuhnya murni, tidak mungkin dibatasi atau diukur; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh kekukuhan dan kestabilan, yang tiada mara atau musuh yang bisa lukai; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh kesatuan, dan menyatu dengan para Buddha dari masa lampau - masa depan - dan sekarang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang tidak terhalang, meliputi ruang angkasa dengan Dharmakaya yang murni; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari Buddhagarbha, mampu mengandung semua dunia.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana sumsum dan daging, mencari pengetahuan samanta, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai tubuh yang sepenuhnya murni dan tanpa batas dari yang telah menyadari tathata."

"Bodhisattva Mahasattva memberi jantung-Nya kepada mereka yang datang dan meminta kepada-Nya, seperti yang dilakukan oleh Anutka Bodhisattva, Aniruddha Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika memberikan jantung-Nya kepada para peminta, Dia mengolah pikiran tentang berdana bebas, mengembangkan pikiran tentang berdana sepenuhnya, mempelajari pikiran tentang melaksanakan Dana Paramita, menyempurnakan pikiran tentang Dana Paramita, mengolah pikiran tentang berdana dari semua Bodhisattva, pikiran yang tidak habis-habisnya melepaskan semua, pikiran yang terbiasa dengan berdana seluruhnya, pikiran tentang melakukan praktek berdana dari semua Bodhisattva, pikiran samyak-smrti pada perwujudan dari semua Buddha, pikiran berdana kepada semua yang datang meminta tanpa henti."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, pikiran-Nya murni : demi membebaskan semua makhluk hidup, demi mencapai alam Buddha dengan dasa-bala, demi mengolah praktek yang sesuai dengan Maha Pranidhana-Nya, karena mau tinggal berdiam dalam kedamaian di jalan Bodhisattva, karena mau mengembangkan Sarvajnajnana, dan karena tidak menyerah dari Mula Pranidhana-Nya, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran permata vajra, dari semua gunung vajra yang tidak bisa hancur; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran vajradhatu, terhiasi dengan svastika rahasia; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak tergoyahkan, mencapai pikiran yang tidak gentar; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak habis-habisnya untuk menguntungkan dunia; semoga mereka mencapai pikiran permata pengetahuan dan kebijaksanaan, ditandai oleh keberanian besar; semoga mereka mencapai pikiran yang ditandai oleh kekuatan yang kukuh; semoga mereka mencapai pikiran tanpa batas seperti lautan para makhluk hidup; semoga mereka mencapai pikiran yang tiada apapun yang bisa merusaknya; semoga mereka mencapai pikiran yang menghancurkan semua kegiatan khayalan dan tentara mara; semoga mereka mencapai pikiran berani; semoga mereka mencapai pikiran dari kekuatan batin yang besar; semoga mereka mencapai pikiran dari semangat yang tetap; semoga mereka mencapai pikiran keberanian besar; semoga mereka mencapai pikiran yang tidak bisa dikejutkan; semoga mereka mencapai pikiran dengan perisai vajra; semoga mereka mencapai pikiran tertinggi dari Bodhisattva; semoga mereka mencapai pikiran cahaya penuh Bodhi kedalam Buddhadharma; semoga mereka mencapai pikiran duduk di bawah pohon Bodhi, tinggal berdiam di Saddharma dari semua Buddha, berpisah dari semua khayalan, dan mencapai Sarvajnajnana; semoga mereka mencapai pikiran yang tersempurnakan di dalam dasa-bala.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana pikiran, untuk menyebabkan semua makhluk hidup tidak ternoda oleh dunia dan menjadi diberkahi dengan pikiran dasa-bala dari Buddha."

"Jika ada orang yang datang kepada Bodhisattva Mahasattva meminta organ dalam-Nya, Dia akan memberikan semua, seperti yang dilakukan Sudadin Bodhisattva, Maravasankararaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika mempraktekkan berdana ini, Dia gembira melihat orang yang datang memohon dan menatap mereka dengan cinta-kasih; dalam pencarian Bodhi, Dia memberikan apa yang mereka minta tanpa ada pikiran menyesal apapun. Dengan mengamati bahwa tubuh ini adalah yang tidak abadi atau stabil, dan merenungkan bahwa seharusnya menyerahkan tubuh ini dan mendapatkan tubuh vajra. Juga, Dia penuh kesadaran bahwa tubuh ini pada akhirnya akan meluruh, menjijikkan bagi semua yang melihatnya, dan akan dimakan oleh binatang, bahwa tubuh ini tidak abadi, pada akhirnya ditinggalkan dan dimakan oleh yang lain, tanpa kesadaran atau pengetahuan. Ketika Bodhisattva melakukan pengamatan ini, Dia mengetahui bahwa tubuh adalah yang sementara dan merupakan puncak kekotoran; memahami Dharma ini, Dia menjadi sangat gembira. Dengan pikiran penuh hormat, Dia melihat mereka yang datang meminta kepada-Nya seperti kalyanamitra yang datang melindungi mereka, dan berdana apapun yang mereka minta, mengganti tubuh yang tidak stabil menjadi yang abadi."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia membaktikan semua akar kebajikan itu agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata pengetahuan, yang murni luar dan dalam; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata kebajikan, mampu mempertahankan ikrar untuk Sarvajnajnana; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang sangat menakjubkan, yang didalamnya penuh dengan wewangian yang agung, yang diluarnya memancarkan cahaya; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang tanpa buncit, bagian atas dan bawahnya lurus, anggota tubuh dan sendi terhubung dengan baik; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari pengetahuan dan kebijaksanaan, dipenuhi dengan kegembiraan, diperkaya dan disuburkan dengan rasa dari Buddhadharma; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang tidak habis-habisnya dan mengolah kediaman yang penuh damai didalam sifat alami yang paling mendalam dari gejala kejadian; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari permata Dhyana dan Samadhi yang murni, dan menjelaskan semua Dharma dengan kefasihan yang menakjubkan; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari kemurnian, tubuh dan pikiran yang bagian dalam dan luarnya murni; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh dari praktek perenungan yang mendalam dengan pengetahuan tentang pencapaian tathata, dipenuhi dengan kebijaksanaan, menurunkan hujan Dharma; agar semua makhluk hidup bisa mencapai tubuh yang bagian dalamnya hening-tenang sedangkan bagian luarnya merupakan perwujudan tertinggi dari pengetahuan bagi para makhluk hidup, memancarkan cahaya besar yang menyinari segala sesuatu di semua tempat. Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana organ dalam, untuk menyebabkan para makhluk hidup menjadi murni luar dan dalam dan semuanya mencapai kekukuhan didalam pengetahuan yang tanpa halangan."

"Bodhisattva Mahasattva berdana anggota tubuh, sendi, dan tulang kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan Dharmaratna Bodhisattva, Prabharaja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Ketika berdana anggota tubuh, sendi, dan tulang, saat melihat orang yang datang memohon, Dia menimbulkan cinta-kasih, gembira, keyakinan murni, pikiran damai, keberanian, kebaikan hati, pikiran yang tidak terhalang, pikiran yang murni, pikiran yang memberikan apapun yang mereka minta. Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana anggota tubuh dan tulang, Dia membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mencapai Nirmanakaya , dan tiada lagi mendapat tubuh yang bertulang, berdaging, dan darah; semoga semua makhluk hidup mencapai Vajrakaya yang tidak terkalahkan; semoga semua makhluk hidup mencapai Dharmakaya, dipenuhi dengan semua pengetahuan, terlahir didalam alam yang tiada belenggu, tiada kemelekatan, tiada penghalang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan pengetahuan, semua indera sempurna, sepenuhnya berkembang, tidak terganggu dan tidak bisa dirusak; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan Dharma, dengan kekuatan pengetahuan bebas yang mencapai pantai seberang; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang sehat dan abadi, yang tegak dan sejati, tidak pernah meluruh; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang mampu menanggapi kebutuhan, untuk mengajar dan mendidik semua makhluk; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang diwangikan dengan keabijaksanaan, dengan kekuatan besar dari tubuh yang kuat; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang kekal abadi, selamanya terbebas dari semua kelelahan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang stabil dari kekuatan yang besar, mampu memenuhi kekuatan semangat dan usaha yang besar; semoga semua makhluk hidup mencapai Dharmakaya yang muncul di semua tempat secara sama dan tinggal berdiam didalam alam pengetahuan tertinggi yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari kekuatan kebajikan, berguna untuk semua yang melihatnya, terhapuskan dari semua kejahatan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang bebas, yang tidak bertumpu pada apapun, dan semuanya diberkahi dengan pengetahuan yang tanpa kemelekatan dan tiada ketergantungan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang dilindungi oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang berguna untuk semua makhluk hidup, mampu memasuki semua alam keberadaan; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari perwujudan samanta, yang mampu mencerminkan semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh yang diberkahi dengan semangat, yang rajin berkonsentrasi pada mengolah praktek dari pengetahuan Mahayana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh murni yang bebas dari kebanggaan dan kesombongan, pengetahuan mereka selalu stabil dan tidak tergoyahkan oleh apapun; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh dari karma yang kukuh, menyelesaikan pekerjaan dari pengetahuan samanta dari Mahayana; semoga semua makhluk hidup mencapai tubuh didalam rumah dari para Buddha, selamanya meninggalkan semua kelahiran dan kematian duniawi.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana anggota tubuh dan tulang, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai Sarvajnajnana dan senantiasa murni."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang-orang yang membawa pisau datang kepada-Nya dan meminta kulit-Nya, pikiran-Nya menjadi penuh gembira, indera-Nya bahagia, seperti seseorang yang telah mengerjakan bantuan yang besar; Dia menyambut mereka, mengundang mereka, mempersiapkan kursi kepada mereka, dan berlutut kepada mereka dengan penuh hormat, dengan berpikir, 'Para pencari ini adalah yang paling langka; mereka datang mencari pertolongan dari-Ku, bekerja untuk menyempurnakan ikrar-ku demi Sarvajnajnana.' Penuh gembira, dengan persetujuan yang lembut, Dia berkata kepada mereka, 'Tubuh-Ku ini Saya lepaskan seluruhnya, ambillah kulit-Ku sebanyak yang anda butuhkan,' seperti yang dilakukan oleh Suddharatna Bodhisattva, Suvarnabhujamirgaraja Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya di masa lampau yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, sang Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang halus, sama seperti Buddha, warnanya murni dan terang, sehingga orang tidak pernah bosan melihatnya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang tidak bisa dihancurkan, sama seperti Vajra, yang tiada apapun yang bisa menghancurkannya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit emas, sama seperti emas asli yang terbaik, murni, dan terang; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang terang berkilau, diberkahi dengan kehalusan dan kemurnian dari Resi, ciri-ciri dari Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai kulit berwarna terbaik, yang murni dalam sifat alaminya, warna dan cirinya tiada bandingan; semoga semua makhluk hidup mengembangkan kulit berwarna murni dari Buddha, yang terhiasi dengan tanda dan perhiasan dari Maha Purusa; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang berwarna sangat indah, memancarkan cahaya besar, menyinari segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang sama seperti jala yang berkilau, seperti spanduk agung dari dunia, yang memancarkan bidang cahaya yang tidak terbayangkan banyaknya; semoga semua makhluk hidup memiliki kulit yang berkilau, warna dan cirinya seluruhnya murni.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kulit, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai semua Buddhaksetra yang terhiasi dengan murni dan diberkahi dengan kebajikan besar dari Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva berdana jari tangan dan jari kaki kepada mereka yang meminta, seperti yang dilakukan Utsaha Bodhisattva, Jambudvipadhipati Bodhisattva,  dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, wajah dari para Bodhisattva penuh damai dan bahagia, pikiran-Nya stabil dan sehat, tanpa angan-angan khayalan apapun. Mengendarai Mahayana, Dia tidak mencari pemuasan nafsu keinginan berahi, juga tidak demi nama dan ketenaran; Hanya memikirkan Maha Pranidhana dari para Bodhisattva, menyingkirkan semua kekotoran batin dari keserakahan dan kecemburuan, beralih sepenuh hati ke Saddharma yang agung dari para Tathagata."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva berdana dalam cara ini, Dia memusatkan akar kebajikan itu dan membaktikannya demikian : 'Semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang ramping dan panjang, tidak berbeda dari Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki bundaran jari yang rata, bagian atas dan bawahnya sebanding; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dengan kuku tembaga merah, kuku yang bulat dan berkilau; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dari Sarvavid-Parama Purusa, mampu menjaga semua Dharma; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dengan kemurnian dari jari Buddha, dan terhiasi dengan dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memiliki jari dari Maha Purusa, lembut dan rata; semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang ditandai dengan svastika bunga teratai, terhiasi dengan tanda dan perhiasan yang dihasilkan dari perbuatan dasa-bala; semoga semua makhluk hidup memiliki jari tambang cahaya, yang memancarkan sinar cahaya besar menerangi banyak Buddhaksetra yang tidak terbayangkan; semoga semua makhluk hidup memiliki jari yang sebanding dengan baik, terhiasi dengan ciri-ciri dari jari Buddha.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana jari tangan dan jari kaki, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kemurnian pikiran."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mencari Dharma, jika ada orang yang berkata, 'Jika Anda bisa memberikan kuku jari, saya akan memberikan Dharma,' Bodhisattva menjawab, 'berikanlah Dharma, dan kamu bisa mengambil dan menggunakan kuku jari saya sesuai keinginan,' seperti yang dilakukan Dharmarthinesvara Bodhisattva, Aksaya Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva lainnya yang tidak terhitung banyaknya. Dalam pencarian Saddharma, dan disebabkan oleh keinginan untuk menjelaskan Saddharma demi menguntungkan para makhluk hidup, untuk menyebabkan mereka semua tersempurnakan, Dia memberikan kuku jari-Nya kepada mereka yang memintanya. Pada saat itu, sang Bodhisattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'semoga semua makhluk hidup memiliki kuku tembaga merah yang merupakan ciri dari Buddha; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang berkilau, terhiasi dengan perhiasan; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang bersih mengkilap, jelas seperti cermin, yang terbaik dari semua; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dari Sarvajnajnana, dan diberkahi dengan tanda dari Maha Purusa; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang tiada bandingnya, tidak tercemar atau melekat pada dunia apapun; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dengan hiasan yang menakjubkan, dengan cahaya yang menerangi semua dunia; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang tidak bisa dihancurkan, murni, bersih, dan sempurna; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang di tandai oleh pintu masuk kedalam upaya-kausalya dari semua Buddhadharma, pengetahuan yang luas dan kebijaksanaan yang sepenuhnya murni; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku yang terbentuk dengan baik, buah dari perbuatan Bodhi, semuanya murni luhur; semoga semua makhluk hidup memiliki kuku dari Pembimbing Sarvajnajnana Yang Besar, yang memancarkan permata cahaya indah dari warna yang tanpa batas.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana kuku dalam mencari Dharma, untuk menyebabkan para makhluk hidup diberkahi dengan kekuatan yang tidak terhalang dari kuku Sarvajnajnana dari semua Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva mencari permata Buddhadharma dengan takzim dan hormat, memikirkannya sebagai yang sulit ditemukan. Jika ada orang yang sanggup menjelaskannya datang kepada-Nya dan berkata, 'jika Anda sanggup menjatuhkan diri Anda kedalam lubang api dengan kedalaman tujuh puluh yojana, Aku akan memberikan Anda Dharma,' sang Bodhisattva mendengar ini, melompat bergembira dan merenungkan, 'Saya akan tinggal berdiam selamanya bahkan di dalam tempat yang menyedihkan seperti neraka avici dan mengalami penderitaan yang tidak terukur demi kepentingan Dharma; Lebih siap lagi Saya akan melompat kedalam api dari dunia manusia untuk mendengar Dharma. Alangkah menakjubkan bahwa Saddharma sangatlah mudah diperoleh; tanpa menderita siksaan yang tanpa batas dari neraka, orang bisa mendengarnya hanya dengan memasuki lubang api. Jelaskanlah kepada Saya, dan Saya akan memasuki lubang api,' dan sama seperti yang dilakukan oleh Saddharmanvesaraja Bodhisattva, dan Vajrasamadhi Bodhisattva, Dia memasuki lubang api dalam pencarian Dharma."

"Pada saat ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam Dharma dari Samantajnana, tempat hunian dari para Buddha, dan tidak pernah mundur dari Anuttara Samyaksambodhi; semoga semua makhluk hidup terbebas dari semua mara bahaya dan mengalami kedamaian dan ketenteraman dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran berani dan terbebas dari semua ketakutan; semoga semua makhluk hidup selalu bergembira mencari Dharma, dipenuhi dengan kebahagiaan, terhiasi dengan Dharma; semoga semua makhluk hidup meninggalkan jalan mara dan memadamkan kobaran api dari tiga racun; semoga semua makhluk hidup selalu di dalam kedamaian dan kebahagiaan, dipenuhi dengan kesenangan murni yang tertinggi dari Buddha; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran Bodhisattva dan selamanya terpisah dari api mendamba, kemarahan, dan ketidaktahuan; semoga semua makhluk hidup mencapai kesenangan dari Samadhi dari Bodhisattva dan melihat para Buddha dimana-mana, pikirannya dipenuhi kegembiraan; semoga semua makhluk hidup dengan terampil menjelaskan Saddharma, hingga akhirnya tidak pernah melupakan Sila; semoga semua makhluk hidup memiliki kesenangan agung dari kekuatan batin Bodhisattva dan pada akhirnya tinggal berdiam di dalam pengetahuan dari semua jalan Bodhi.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika terjun kedalam lubang api dalam mencari Saddharma, demi tujuan untuk menyebabkan para makhluk hidup berhenti dari karma yang merintangi dan semuanya mencapai berkat penuh dari api kebijaksanaan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva di dalam pencarian Saddharma, menganalisa dan menjelaskan jalan Bodhisattva, menunjukkan jalan Bodhi, lanjut menuju pengetahuan tertinggi, rajin mengolah dasa-bala, memperluas pikiran dari pengetahuan samanta, mencapai keadaan pengetahuan yang tanpa halangan, memurnikan para makhluk hidup, tinggal berdiam di dalam wilayah perbuatan Bodhisattva, bersungguh-sungguh mengolah pengetahuan besar, dan melestarikan Samyaksambodhi, Dia mengalami penderitaan siksaan yang tidak terukur, sama seperti yang dilakukan oleh Saddharmanvesaka Bodhisattva, Surendra Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang tidak terhitung jumlahnya. Demi menyelamatkan bahkan orang yang paling jahat, yang menolak Dharma, yang terselubung oleh karma buruk, yang berada dalam cengkraman ketidaktahuan, Bodhisattva demi kepentingan Dharma, menerima orang-orang seperti itu, menanggung penderitaan dari semua siksaan. Akar kebajikan itu Dia baktikan dalam cara ini : 'Semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari semua penderitaan dan penindasan, dan mencapai kedamaian dan kebahagiaan, kebebasan dan kekuatan batin; semoga semua makhluk hidup selamanya terbebas dari semua penderitaan dan mencapai semua kebahagiaan; semoga semua makhluk hidup melenyapkan tubuh dari himpunan penderitaan, mencapai tubuh cahaya, dan selalu mengalami ketenteraman dan kebahagiaan; semoga semua makhluk hidup lolos dari penjara penderitaan dan menyempurnakan perbuatan bijaksana; semoga semua makhluk hidup melihat jalan kedamaian dan pergi menjauh dari semua jalan mara; semoga semua makhluk hidup mencapai kegembiraan Dharma dan selamanya mengakhiri semua penderitaan; semoga semua makhluk hidup memusnahkan semua penderitaan, saling menyayangi, dan tanpa maksud jahat; semoga semua makhluk hidup mencapai kebahagiaan Buddha dan meninggalkan penderitaan dari kelahiran dan kematian; semoga semua makhluk hidup mencapai kemurnian, kedamaian dan ketenteraman yang tiada banding, tidak mempan terhadap semua penderitaan dan gangguan; semoga semua makhluk hidup mencapai semua kebahagiaan tertinggi, pada akhirnya dipenuhi dengan kegembiraan dari Buddhatva yang tanpa halangan.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menerima penderitaan demi kepentingan Dharma, karena Dia ingin menyelamatkan semua makhluk dan mengantar mereka menuju keselamatan, membebaskan mereka dari mara bahaya dan kesusahan dan menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam alam Sarvajnajnana, dalam kebebasan yang tanpa rintangan."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva menduduki jabatan sebagai Raja dan mencari Saddharma, Dia memikirkan bahkan satu kalimat, satu kata, satu frasa, satu ajaran yang sulit diperoleh, dan akan menyerahkan segala sesuatu didalam lautan, daratan yang dekat atau jauh, kota, kampung, rakyat, gudang, taman, kolam, rumah, hutan, bunga, hasil bumi termasuk semua jenis permata yang langka, istana, bungalo, istri, anak, rombongan pengiring, bahkan takhta raja, Dia mampu menyerahkan semuanya, mencari yang bertahan sambil berada di tengah-tengah ketidakkekalan; karena ingin menguntungkan semua makhluk hidup, Dia bersungguh-sungguh mencari jalan Buddha dari pembebasan yang tanpa halangan dan pengetahuan samanta yang murni dan tertinggi, sama seperti yang dilakukan oleh Mahasilabala Bodhisattva, Paramagunesvara Bodhisattva, dan para Bodhisattva Mahasattva yang tidak terhitung jumlahnya. Dia rajin mencari Saddharma, bahkan yang sangat sedikit; untuk setiap satu kata Dia mensujudkan diri ketanah. Sepenuhnya merenungkan Dharma dari semua Buddha masa lampau, sekarang dan masa depan, dengan setia mempraktekkannya, tidak pernah serakah demi ketenaran atau keuntungan. Dia meninggalkan kekuasaan raja dari semua alam duniawi untuk mencari penguasaan Dharma sendiri. Tiada kemelekatan terhadap kenikmatan duniawi, dan memelihara pikirannya dengan Dharma yang melampaui duniawi, selamanya meninggalkan semua pemikiran yang tidak pasti dan kebodohan dunia, tinggal berdiam di dalam Buddhadharma yang terbebas dari kebodohan."

"Pada saat ini, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup selalu senang memberi dengan murah hati, melepaskan segala sesuatu; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan apapun yang dimiliki tanpa penyesalan; semoga semua makhluk hidup selalu mencari Dharma tanpa menyesali hidupnya atau nafkahnya; semoga semua makhluk hidup memperoleh keuntungan dari Dharma dan mampu menghentikan keraguan dan kebingungan semua orang; semoga semua makhluk hidup mampu menyerahkan hidup dan kekuasaan demi mencari Buddhadharma, mengolah Bodhi tertinggi dengan Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup menghormati Saddharma dengan cita-cita yang sungguh mendalam, tidak menyesali kehidupan tubuhnya; semoga semua makhluk hidup melestarikan Buddhadharma yang paling sulit ditemukan, selalu mempraktekkannya dengan rajin; semoga semua makhluk hidup mencapai cahaya Bodhi Buddha, menyelesaikan Bodhisattvacarya, terbangkitkan tanpa bergantung pada yang lain untuk pemahaman; semoga semua makhluk hidup selalu mampu menganalisa semua Buddhadharma, mencabut panah keraguan, dan mencapai kedamaian pikiran.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika menyerahkan kerajaan dan kotanya demi mencari Saddharma, demi menyebabkan pengetahuan dan wawasan para makhluk hidup tersempurnakan, dan selalu menetap di jalan kedamaian."
 
"Bodhisattva Mahasattva menjadi Cakravarti atas maha nagara, sebagai Dharmesvara, menyebarluaskan perintah untuk melenyapkan perbuatan membunuh: di dalam semua kota, kampung, dan desa, semua penyembelihan dan penjagalan dilarang - terhadap semua makhluk, yang tanpa kaki, dua kaki, empat kaki, atau yang banyak kaki, Dia memberikan kebebasan dari rasa takut dan serangan. Secara luas mengolah pratek dari semua Bodhisattva, Dia memperlakukan para makhluk dengan kebaikan hati dan kesamaan, tidak bertindak melukai atau menyerang. Dia mengandung tekad permata yang menakjubkan untuk memberi kedamaian kepada para makhluk hidup, dan mendirikan tekad yang mendalam untuk Buddhatva; selalu menempatkan diri-Nya tinggal berdiam di tiga jenis sila yang murni, juga menyebabkan para makhluk hidup melakukan hal yang sama seperti itu."

"Bodhisattva Mahasattva menyebabkan para makhluk hidup tinggal berdiam di Panca Sila dan selamanya menghentikan perbuatan membunuh, membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup membangkitkan Bodhicitta, dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan, dan melestarikannya selamanya; semoga semua makhluk hidup hidup selama kalpa yang tidak terukur, membuat pemujaan kepada semua Buddha, dengan penuh hormat rajin mengolah untuk meningkatkan usia lebih panjang; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya mempraktekkan cara dari menghapus usia tua dan kematian, sehingga bencana dan racun tidak dapat mengancam hidupnya; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya mengembangkan tubuh yang terbebas dari penyakit dan penderitaan, sehingga bisa hidup selama yang diinginkannya; semoga semua makhluk hidup mencapai usia yang tidak habis-habisnya, dan selamanya tinggal berdiam di Bodhisattvacarya, mengajar dan menjinakkan semua makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup menjadi pintu kehidupan, dimana akar yang baik dari dasa-bala bertumbuh; semoga semua makhluk hidup dipenuhi dengan akar kebajikan, mencapai usia tanpa batas, dan menyempurnakan Maha Pranidhana; semoga semua makhluk hidup melihat semua Buddha dan melayani-Nya, dan hidup tanpa batas, mengolah dan mendirikan akar kebajikan; semoga semua makhluk hidup mempelajari dengan baik apa yang untuk dipelajari dari Bodhi, mencapai kegembiraan dari jalan Resi dan hidup tanpa batas; semoga semua makhluk hidup mencapai akar kehidupan yang abadi, tidak menua atau sakit, maju berkembang dengan semangat dan keberanian untuk memasuki pengetahuan dan kebijaksanaan dari Buddhatva.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika tinggal berdiam di tiga tubuh dari sila yang murni dan selamanya berhenti membunuh, demi menyebabkan para makhluk hidup mencapai sepuluh kekuatan pengetahuan Buddha yang lengkap."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva melihat orang yang dengan kejam mengebiri binatang, membuat tubuhnya tidak lengkap, dan menyakitinya, Dia tergerak untuk berbelas kasih dan menyelamatkan binatang itu karena kasihan, dan memerintahkan semua orang di ksetra itu untuk menghentikan praktek ini. Kemudian sang Bodhisattva berkata kepada orang itu, 'Mengapa kamu melakukan hal yang jahat seperti itu? Saya memiliki harta yang dipenuhi dengan semua jenis kemudahan yang akan Saya berikan kepada kamu sesuai dengan kebutuhanmu. Yang telah kamu lakukan itu adalah salah dan Saya meminta kamu tidak melakukannya. Pekerjaan kamu ini adalah yang tidak benar maupun tak masuk akal, bahkan jika kamu memperoleh sesuatu, apa gunanya itu? Menyakiti yang lain demi keuntunganmu bagaimanapun juga adalah yang tidak benar. Semua karma buruk seperti ini adalah yang dicela oleh Buddha.' Dan setelah berkata begitu, Dia memberikan semua hartanya, dan juga menjelaskan Saddharma dengan kata-kata yang baik untuk menggembirakan mereka : yaitu, Dia menunjukkan jalan kedamaian dan keheningan-tenang kepada mereka, menyebabkan mereka percaya dan menerima, menyingkirkan apa yang tidak baik, mempraktekkan karma yang murni, menjadi baik terhadap satu sama lain, dan tidak saling mencelakai. Para orang itu setelah mendengar ini, selamanya menghentikan kejahatan."

"Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup memiliki tubuh yang lengkap; semoga semua makhluk hidup menjadi berani dan mengolah brahmacarya yang murni; semoga semua makhluk hidup menjadi gagah berani, selalu menjadi pemimpin, dan tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tanpa halangan, tidak pernah mundur; semoga semua makhluk hidup selamanya meninggalkan nafsu mengidam dan tiada kemelekatan; semoga semua makhluk hidup mengembangkan kejujuran dan kecerdasan, dan meningkat pengetahuan, menjadi yang layak dipuji oleh para Buddha; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan kekuatan dari Maha Purusa dan selalu mampu mengolah akar kebajikan dari dasa-bala; semoga semua makhluk hidup tidak pernah dilemahkan, selalu mengolah kualitas kebajikan dan pengetahuan yang langka; semoga semua makhluk hidup tiada kemelekatan pada nafsu berahi, mencapai kebebasan pikiran, terpisah dari duniawi dan tinggal berdiam di dalam Bodhisattvacarya; semoga semua makhluk hidup menjadi orang yang berpengetahuan dan berkebijaksanaan tertinggi, dipercaya dan dipatuhi oleh semua; semoga semua makhluk hidup sepenuhnya memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan besar dari Bodhisattva, segera menjadi Buddha.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika melarang semua pengebirian, untuk menyebabkan para makhluk hidup memiliki tubuh yang sehat, dan semuanya mampu melindungi manusia yang baik, terlahir di dalam keluarga dari para Resi yang mulia, dipenuhi kecerdasan, selalu mengolah praktek yang baik, dengan kemampuan yang baik, diberkahi dengan benih yang baik dari Bodhi, Saddharma, keberanian, semangat, kebijaksanaan, dan kemurnian dari manusia sejati."

"Jika Bodhisattva Mahasattva melihat seorang Buddha muncul di dunia dan menjelaskan Saddharma, Dia akan mengumumkan kepada semua orang dengan suara nyaring, 'Seorang Buddha telah muncul di dunia ! Seorang Buddha telah muncul di dunia !' Ini adalah untuk menyebabkan para makhluk hidup untuk mendengar nama dari sang Buddha dan menghentikan semua kesombongan dan kebodohan. Juga, Dia menasihati dan memimpin mereka untuk segera berjumpa dengan sang Buddha, untuk mengingat sang Buddha, untuk berlindung pada sang Buddha, untuk berkonsentrasi pada sang Buddha, untuk merenungkan sang Buddha, untuk memuji sang Buddha; Juga, Dia secara luas menjelaskan kepada mereka betapa langkanya untuk menjumpai seorang Buddha, yang muncul hanya sekali di dalam kankara niyuta kalpa. Oleh sebab ini, para makhluk hidup bisa melihat sang Buddha, menimbulkan keyakinan yang murni, menari dengan gembira, dan dengan hormat melayani sang Buddha. Juga, dari sang Buddha itu, mereka mendengar nama dari banyak Buddha dan pergi menjumpai para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menanam akar kebajikan, mengolah dan mengembangkannya."

"Kemudian, asamkhyeya nayuta makhluk hidup, disebabkan oleh melihat sang Buddha, semuanya mencapai kemurnian dan kedamaian tertinggi. Para makhluk hidup menganggap Bodhisattva sebagai teman yang paling unggul dan dermawan, karena disebabkan oleh Bodhisattva, mereka mencapai kualitas Buddha dan membagikan akar kebajikan yang telah ditanamnya selama kalpa yang tidak terhitung keseluruh dunia, dengan begitu melaksanakan perbuatan Buddha."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva mengajar para makhluk hidup dan mendorong mereka untuk melihat sang Buddha, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup pergi melihat para Buddha atas kemauan sendiri, tanpa perlu didorong untuk melakukannya, dan semoga mereka melayani, memuja, dan menggembirakan-Nya semua; semoga semua makhluk hidup selalu menikmati melihat para Buddha, tanpa ada perasaan penolakan; semoga semua makhluk hidup selalu rajin megolah pengetahuan yang luas, menyerap dan melestarikan permata dari semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup memahami semua Buddhadharma yang didengarnya dan mengolah Bodhisattvacarya selama kalpa yang tidak terukur; semoga semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam samyak-smrti, dan selalu melihat kemunculan Buddha dengan mata pengetahuan; semoga semua makhluk hidup tidak berpikir tentang kesibukan yang lain, namun selalu berpikir tentang melihat Buddha dan rajin mengolah dasa-bala; semoga semua makhluk hidup selalu melihat para Buddha disemua tempat, memahami bahwa pencapaian dari Tathātā meliputi dharmadhatu; semoga semua makhluk hidup diberkahi dengan tubuh kebebasan dari Buddhatva, menyadari Bodhi dan menjelaskan Dharma diseluruh sepuluh penjuru; semoga semua makhluk hidup berjumpa Guru yang baik, selalu mendengar Buddhadharma, dan mencapai keyakinan yang tidak bisa hancur dalam para Buddha; semoga semua makhluk hidup mampu memuji kemunculan para Buddha, dan menyebabkan mereka yang melihat-Nya menjadi mencapai kemurnian samanta.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva dari memuji kemunculan para Buddha di dunia, untuk menyebabkan para makhluk hidup melihat semua Buddha, melayani dan memuja-Nya, dan mencapai kemurnian tertinggi di dalam Dharma tertinggi."

"Bodhisattva Mahasattva menyumbangkan wilayah ksetra, mungkin disumbangkan kepada Buddha untuk arama, atau disumbangkan kepada para Bodhisattva dan Guru, untuk digunakan sesuai keinginan, atau disumbangkan kepada Bhiksu Sangha untuk tempat tinggal, atau disumbangkan kepada orang tuanya, atau kepada orang lain, kepada Sravakabuddha, kepada Pratyekabuddha, kepada beranekaragam punyaksetra, termasuk orang miskin, yatim-piatu, yang tunawisma, dan yang lainnya. Dia memberikan apapun yang diinginkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Juga, membangun Stupa Buddha, dan menyediakan segala perlengkapan untuk tempat itu, agar bisa digunakan sesuai keinginan tanpa ragu atau kuatir."

"Ketika Bodhisattva Mahasattva menyumbangkan wilayah ksetra, Dia membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup sepenuhnya menyadari tingkat kemurnian dari Sarvajna dan tiba di penyempurnaan dari praktek Samantabhadra; semoga semua makhluk hidup mencapai tingkat dari penguasaan pikiran dan menerima dan melestarikan semua Buddhadharma dengan samyak-smrti; semoga semua makhluk hidup mencapai kekuatan penopang dan mampu melestarikan semua Buddhadharma; semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran yang sama seperti Prthivi, dengan maksud yang sungguh murni dan terbebas dari pikiran jahat terhadap para makhluk hidup; semoga semua makhluk hidup mempertahankan silsilah Buddha, menyelesaikan proses dari Bodhisattvabhumi, tanpa terhenti; semoga semua makhluk hidup menjadi tempat kediaman yang aman bagi semua, menyebabkan semua menjadi selaras dan tenang dan tinggal berdiam di dalam jalan kemurnian; semoga semua makhluk hidup menguntungkan dunia sama seperti para Tathagata, menyebabkan semuanya rajin melatih diri dan tinggal berdiam dengan mantap di dalam kekuatan dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup disukai oleh semua dunia dan menyebabkan semua orang tinggal berdiam di dalam kebahagiaan tertinggi dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mencapai upaya-kausalya dari pembebasan dan tinggal berdiam di dalam kekuatan keberanian dari Buddhatva; semoga semua makhluk hidup mencapai pengetahuan yang sama seperti Prthivi dan dengan bebas mempraktekkan semua Buddhadharma.' Inilah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana ksetra, untuk menyebabkan para makhluk hidup semuanya mencapai penyempurnaan tertinggi dari keadaan yang murni dari semua Tathagata."

"Bodhisattva Mahasattva berdana pelayan sebagai persembahan kepada semua Buddha dan Bodhisattva, Satyaguru; Atau mungkin didanakan kepada Sangha, atau kepada orang tuanya, punya-ksetra, atau mungkin didanakan kepada para makhluk hidup yang menderita penyakit, untuk memenuhi kebutuhannya dan melestarikan hidupnya, atau mungkin didanakan kepada yang miskin dan yang tanpa penolong dan semua orang yang tanpa pelayan, atau mungkin mendanakan para pelayan yang setiap saat mencari Stupa dan Caitya para Buddha, atau menulis Saddharma dari para Buddha. Para pelayan itu semuanya terampil dan cerdas, patuh sifat alaminya, selalu rajin dan tidak pernah malas, dengan pikiran jujur, pikiran gembira dan damai, pikiran yang menguntungkan yang lainnya, pikiran cinta-kasih dan dermawan, pikiran penuh hormat, pikiran yang terbebas dari kebencian dan permusuhan, mampu menyesuaikan terhadap kebiasaan dari orang yang dilayaninya, mampu menjadi yang menguntungkan semua orang. Juga, dari pengaruh karma yang murni dari Bodhisattva, mereka memiliki bakat dan kesenian, dan menguasai kerajinan dan ilmu hitung. Mereka ahli dalam melayani dan menggembirakan."

"Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup mencapai pikiran yang terjinakkan, mengolah akar kebajikan dengan semua Buddha; semoga semua makhluk hidup dengan patuh menyediakan pemujaan kepada semua Buddha dan mampu mendengar dan menyerap ajaran Buddha; semoga semua makhluk hidup diterima oleh para Buddha, selalu mengamati para Buddha, tanpa ada pikiran yang lain; semoga semua makhluk hidup tidak merusak benih Buddhatva, rajin mengolah semua akar kebajikan yang sesuai dengan para Buddha; semoga semua makhluk hidup selalu rajin melayani semua Buddha, tidak membuang waktu dengan sia-sia; semoga semua makhluk hidup menjaga Saddharma dari para Buddha, perkataannya murni, mengembara tanpa takut; semoga semua makhluk hidup selalu senang melihat para Buddha, tidak kenal lelah, tidak menyesali hidupnya untuk para Buddha; semoga semua makhluk hidup bisa melihat para Buddha, pikirannya tanpa kegemaran atau kemelekatan, terbebas dari ketergantungan duniawi; semoga semua makhluk hidup berlindung hanya kepada sang Buddha dan selamanya meninggalkan semua jalan yang salah; semoga semua makhluk hidup mengikuti jalan Buddha, pikirannya selalu bergembira merenungkan Buddhadharma yang tertinggi.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana pelayan, untuk menyebabkan para makhluk hidup menyingkirkan kekotoran batin, membersihkan permukaan Buddhatva, dan mampu mewujudkan tubuh yang bebas dari Buddha."

"Bodhisattva Mahasattva berdana tubuh kepada orang yang datang memintanya; ketika memberi, Dia membangkitkan pikiran rendah hati, pikiran yang sama seperti prthivi, pikiran yang memikul semua penderitaan tanpa berubah atau tergoyahkan, pikiran melayani para makhluk hidup tanpa kenal lelah, pikiran yang menganggap semua makhluk hidup sama seperti ibu yang baik, menyerahkan semua kebajikan kepada mereka, pikiran pemaaf terhadap beranekaragam penipuan dan penyerangan dari para makhluk jahat yang gelap batin, dan bertumpu pada akar kebajikan, rajin melaksanakan pelayanan."

"Pada saat itu, Bodhisattva Mahasattva membaktikan akar kebajikan itu dalam cara ini: 'Semoga semua makhluk hidup tidak pernah kekurangan pada yang dibutuhkan, mengolah Bodhisattvacarya tanpa henti, tidak menghentikan buah dari semua Bodhisattva, tetap menempuh jalan yang ditempuh oleh para Bodhisattva, memahami sifat alami yang nyata dan yang sama dari para Bodhisattva, menjadi bagian dari Buddhakula, tinggal berdiam pada ucapan yang benar, menyokong Bodhisattvacarya, menyebabkan semua para duniawi menjadi mampu menjelaskan Buddhadharma, meyakininya secara mendalam, dan menyadari kesempurnaan tertinggi dari Dharma, dan menyebabkan para makhluk hidup untuk menghasilkan akar kebajikan yang unggul dan murni, tinggal berdiam di dalam kebajikan yang besar, dan menyempurnakan pengetahuan samanta. Juga, dengan akar kebajikan ini Saya akan menyebabkan semua makhuk hidup selalu bisa menjumpai semua Buddha, memahami semua Dharma-Nya, mendukung Dharma, membaca dan melafalkannya, tidak pernah melupakannya atau membiarkannya hilang atau cerai berai, pikirannya terjinakkan dengan baik. Mereka yang tiada pengendalian diri akan Saya jinakkan, melatih mereka dengan cara dari keheningan tenang. Saya akan menyebabkan para makhluk hidup di hadapan para Buddha, untuk gigih di dalam hal-hal ini. Juga, melalui akar kebajikan ini, Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi Stupa yang paling unggul, yang layak untuk menerima beranekaragam puja dari dunia. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi punya-ksetra yang tertinggi, mencapai pengetahuan Buddha, dan membangkitkan semuanya. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi 'penampung (bhajana)' yang terbaik, yang mampu menguntungkan semua makhluk hidup. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi dermawan yang terbaik, yang mampu mengembangkan hiasan dari semua akar kebajikan. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi penerima puja yang terbaik, yang mampu menyebabkan para pemberi untuk memperoleh pahala yang tanpa batas. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup mencapai pembebasan dari kamadhatu, rupadhatu dan arupadhatu. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup menjadi para pemimpin yang terunggul, mampu memperlihatkan kepada dunia jalan yang sesuai dengan Dharma. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup mencapai penguasaan pikiran penuh yang menakjubkan, sepenuhnya menjaga semua Saddharma dari para Buddha. Saya akan menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kesadaran dari dharmadhatu yang utama dan tanpa batas, dan menyempurnakan jalan yang sesungguhnya tanpa terhalang sama seperti ruang angkasa.' Ini adalah pembaktian akar kebajikan Bodhisattva Mahasattva ketika berdana tubuh, untuk menyebabkan semua makhluk hidup mencapai tubuh dari pengetahuan yang tanpa batas dari para Resi."

2
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: November 08, 2019, 07:37:54 am »

Ciu Ku Ciu Nan Guan Yin Pusa



Lokesvararaja

Bab 24
Tusitastava parivartah

Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan batin sang Buddha, ada datang berkumpul para Maha Bodhisattva dari setiap sepuluh penjuru arah, masing-masing didampingi oleh para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, datang dari dunia-dunia yang jauh, melampaui ksetra yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, semuanya menuju ke tempat sang Bhagavan berada. Nama-nama Mereka yaitu : Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, Drdhaketu Bodhisattva Mahasattva, Viraketu Bodhisattva Mahasattva, Prabhaketu Bodhisattva Mahasattva, Jnanaketu Bodhisattva Mahasattva, Ratnaketu Bodhisattva Mahasattva, Viryaketu Bodhisattva Mahasattva, Vimalaketu Bodhisattva Mahasattva, Naksatraketu Bodhisattva Mahasattva, dan Dharmaketu Bodhisattva Mahasattva. Nama-nama dunia asal Mereka yaitu : Suratna, Sugita, Surajata, Suvarna, Sumani, Suvajra, Supadma, Sotpala, Sucandana, Sugandha. Mereka semua telah mengolah brahmacarya yang murni dihadapan para Buddha; Nama-nama para Buddha itu adalah : Aksayaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vayuketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimokshaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vibhavaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Laksanajnanaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Nityaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Paramottamaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Ksemaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimalaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Dhyanaketu Tathagata Arhan Samyaksambuddha.

Ketika para Bodhisattva itu tiba di tempat sang Bhagavan, Mereka berlutut ke Kaki sang Bhagavan, dan lalu Masing-masing, di setiap penjuru asal Mereka, menciptakan Simhasana Permata yang sangat indah yang diselimuti dengan jaring permata disekeliling, duduk dalam sikap bunga teratai. Tubuh Mereka semua memancarkan seratus ribu juta nayuta asamkhyeya cahaya terang yang murni. Cahaya yang tanpa batas ini timbul dari Maha Pranidhana dari permata pikiran murni Bodhisattva, yang terpisah dari para Mara. Mereka mengungkapkan gejala kejadian yang murni dari kekuatan semua Buddha. Melalui kekuatan penglihatan yang sama dari semua Bodhisattva, Mereka mampu secara menyeluruh menyelamatkan semua makhluk hidup. Mereka menggembirakan yang melihatnya di dalam semua dunia; Orang yang melihat Mereka tidak akan sia-sia, semuanya akan mencapai keseimbangan keheningan yang tenang.

Para Bodhisattva itu semuanya telah menyempurnakan kebajikan yang tidak terhitung, yaitu, berkelana ke semua Buddhaksetra tanpa rintangan; melihat Dharmakaya yang murni yang tidak menghuni pada apapun; dengan tubuh pengetahuan, mewujudkan banyak tubuh yang tidak terhitung yang pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk melayani para Buddha; masuk kedalam kekuatan para Buddha yang tidak terbayangkan, yang tanpa batas, yang tidak terhitung; tinggal berdiam dalam wilayah Sarvajnajnana; melalui cahaya kebijaksanaan, Mereka memahami segala sesuatu; telah mencapai keberanian dalam semua hal; pergi kemana-mana mengajar, kekuatan kefasihan Mereka selamanya tidak habis-habisnya; dengan pengetahuan kebijaksanaan yang besar, Mereka membuka pintu gerbang Dhyana dan Samadhi; dengan mata kebijaksanaan, Mereka memasuki dharmadhatu yang mendalam; alam pengetahuan Mereka adalah yang tanpa batas dan sepenuhnya murni, sama seperti ruang angkasa.

Sama seperti para Bodhisattva itu berkumpul di istana Tusita di dalam dunia ini, begitu juga hal yang sama terjadi di semua surga Tusita di sepuluh penjuru. Nama-nama dari para Bodhisattva-nya, dunia-nya, Buddha-nya semuanya sama seperti ini.

Kemudian pada saat itu, dari tanda cakra pada lutut sang Bhagavan, memancarkan seratus ribu juta nayuta sinar cahaya yang menerangi seluruh ruang angkasa dharmadhatu di sepuluh penjuru. Seluruh Bodhisattva itu di dalam semua dunia melihat pertunjukkan ajaib dari sang Buddha. Dan para Bodhisattva juga melihat pertunjukkan ajaib dari semua Tathagata di dunia lainnya. Para Bodhisattva ini semuanya sama-sama telah menanam akar kebajikan di masa lampau bersama dengan sang Vairocana Tathagata, mengolah Bodhisattvacarya; Mereka semua telah terbangkitkan dan memasuki pembebasan dari para Buddha yang sangat mendalam, dan telah mencapai tubuh dharmadhatu yang tidak membeda-bedakan, memasuki semua ksetra tanpa menghuni dimanapun. Melihat para Buddha yang tidak terhitung dan pergi melayani Mereka semua. Dalam sekejap satu pikiran menjelajahi seluruh dharmadhatu dengan bebas tanpa rintangan. Kecerdasan pikiran Mereka murni sama seperti permata tak ternilai. Para Tathagata yang tidak terhitung banyaknya selalu menjaga mereka penuh perhatian dan memberikan kekuatan. Mereka telah mencapai Paramita tertinggi; Melalui perhatian penuh yang murni, terus-menerus menetap di dalam Anuttara Samyaksambodhi; Dalam seluruh pikiran, terus-menerus memasuki alam Sarvajnajnana; Memasuki yang kecil dalam yang besar dan yang besar dalam yang kecil, sepenuhnya bebas, tanpa rintangan apapun. Telah mencapai tubuh Buddha dan tinggal berdiam dalam kediaman yang sama dengan para Buddha; Telah mencapai Sarvajnajnana dan menghasilkan tubuh dari Sarvajnajnana. Mereka mampu memasuki wilayah perbuatan dari semua Tathagata. Mereka membuka pintu gerbang pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak terhitung banyaknya, mencapai paramita dari pengetahuan besar yang tidak bisa hancur, mencapai Vajra Samadhi, dan memotong putus semua keraguan dan kebingungan. Telah mencapai penguasaan kekuatan batin dari para Buddha, mengajar dan menjinakkan para makhluk hidup yang jumlahnya tidak terhitung di dalam ksetra di sepuluh penjuru. Walaupun tidak melekat pada gejala kejadian apapun, Mereka mampu belajar dan mengembangkan upaya-kausalya tertinggi dalam menggunakan Dharma dan mendirikan semua Dharma yang cocok untuk Bodhi.

Seratus ribu juta nayuta para Bodhisattva yang murni, yang tidak terbayangkan, yang tidak habis-habisnya, yang merupakan gudang dari semua kualitas kebajikan, dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, semuanya datang berkumpul di tempat sang Buddha. Disebabkan oleh cahaya ini, Mereka bisa melihat semua tempat Buddha dalam cara yang sama.

Kemudian Vajraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata tidaklah muncul di dunia.
Dan juga tidak memasuki Nirvana;
Melalui kekuatan Maha Mula-Pranidhana-Nya,
Dia mewujudkan kebebasan-Nya.

Dharma ini adalah yang tidak terbayangkan,
Tidak terletak di dalam wilayah pikiran.
Ketika pengetahuan mencapai pantai seberang,
Maka bisa melihat alam para Buddha.
   
Bentuk-rupa bukanlah sang Buddha,
Begitu juga dengan suara.
Namun tidak berpisah dari bentuk-rupa dan suara
Kekuatan batin sang Buddha bisa dilihat.

Yang sedikit kebijaksanaan tidak bisa mengetahui
Alam para Buddha yang sesungguhnya;
Setelah mengolah pemurnian karma dalam waktu yang lama
Maka bisa memahaminya.

Samyaksambuddha tidak datang dari manapun,
Juga tidak pergi kemanapun.
Bentuk-rupa-Nya yang murni dan indah
Diwujudkan melalui kekuatan batin.

Dalam sistem dunia yang tidak terbatas,
Tubuh Tathagata di wujudkan.
Secara luas menjelaskan Dharma yang halus,
Pikiran-Nya tiada kemelekatan.

Pengetahuan-Nya yang tanpa batas,
Memahami semua gejala kejadian;
Memasuki dharmadhatu secara menyeluruh,
Dia mewujudkan kekuatan yang bebas.

Semua gejala kejadian dan makhluk hidup
Dia pahami tanpa rintangan;
Dimana-mana mewujudkan bentuk-rupa-Nya,
Muncul meliputi semua ksetra.

Jika mau melihat Sarvajnajnana
Dan cepat mencapai Anuttara Samyaksambodhi,
Harus dengan pikiran murni yang terang
Mengolah Bodhisattvacarya.

Jika ada yang melihat kekuatan batin
Yang dari Tathagata,
Dia harus membuat pemujaan kepada sang Bhagavan
Dan tidak menimbulkan ragu.

Kemudian Drdhaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata adalah yang tiada banding,
Yang paling mendalam, tidak terbayangkan,
Melampaui semua ungkapan bahasa,
Kemurnian-Nya sama seperti ruang angkasa.

Lihatlah sang Nara Simha,
Kekuatan batin-Nya yang bebas,
Yang Melampaui perbedaan,
Namun menyebabkan tanggapan penglihatan yang berbeda-beda.

Demi menjelaskan secara terperinci,
Dharma yang mendalam dan halus,
Sang Nayaka, sesuai kondisi,
Mewujudkan tubuh yang tiada banding.

Ini adalah pengetahuan besar,
Alam dari semua Buddha,
Jika ada yang ingin memahaminya,
Maka harus terus mendekati para Buddha.

Dengan karma pikiran yang tetap murni,
Membuat pemujaan kepada semua Tathagata.
Dengan tiada pernah kenal lelah,
Orang mampu memasuki jalan Buddha.

Dipenuhi dengan kualitas kebajikan yang tidak habis-habisnya,
Dengan kukuh tinggal berdiam dalam Bodhicitta.
Oleh karena itu jaring keraguan terlenyapkan,
Dan merenungkan para Buddha tanpa kenal lelah.

Dengan memahami semua gejala kejadian,
Maka menjadi putra Buddha sejati.
Orang seperti ini bisa mengetahui,
Kekuatan Buddha yang bebas.

Seperti yang dijelaskan oleh Yang Berkebijaksanaan Besar,
Keinginan adalah akar dari semua Dharma;
Orang harus menimbulkan cita-cita tertinggi,
Bertekad mencari Anuttara Samyaksambodhi.

Jika ada yang menghormati Buddha,
Dan mau membalas kebaikan Buddha,
Orang itu tidak akan pernah berpisah
Dari tempat tinggal semua Buddha.

Bagaimana mungkin orang bijaksana
Setelah melihat atau mendengar sang Buddha,
Tidak melaksanakan ikrar murni
Dan menjejaki jalan yang dilalui sang Buddha?

Kemudian Viraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sama seperti mata yang jelas,
Bisa melihat bentuk-rupa disebabkan oleh matahari,
Begitu juga dengan pikiran yang murni,
Bisa melihat sang Tathagata melalui kekuatan Buddha.

Sama seperti dengan kekuatan semangat (viryabala)
Bisa mengukur dalamnya lautan,
Begitu juga dengan kekuatan pengetahuan (jnanabala)
Bisa melihat para Buddha yang tidak terhitung.

Sama seperti tanah lapang yang subur
Pasti akan menumbuhkan tanaman apapun,
Begitu juga dengan pokok pikiran yang murni
Menghasilkan semua Buddhadharma.

Sama seperti orang yang menemukan tambang permata
Selamanya terbebas dari kemiskinan,
Bodhisattva yang memperoleh Buddhadharma
Terbebas dari kekotoran batin, pikirannya termurnikan.

Sama seperti obat Agada
Yang mampu melenyapkan semua racun,
Sama halnya juga dengan Buddahdharma
Yang melenyapkan semua penderitaan.

Guru sejati yang sesungguhnya
Yang dipuji oleh para Tathagata,
Dikarenakan oleh kekuatan batin-Nya
Kita bisa mendengar Buddhadharma.

Bahkan jika selama kalpa yang tidak terhitung
Orang mungkin menyumbang permata kepada sang Buddha,
Namun jika tidak mengetahui sifat alami Buddha yang sesungguhnya
Ini masih tidak dinamakan berdana.

Tanda bentuk-rupa yang tidak terbatas
Menghiasi tubuh sang Buddha;
Namun itu bukan melalui tanda bentuk-rupa,
Bahwa sang Buddha bisa dilihat.

Tathagata Arhan Samysaksambuddha
Adalah yang tenang, tidak bergerak,
Namun bisa mewujudkan tubuh-Nya
Meliputi semua dunia di sepuluh penjuru.

Sama seperti ruang angkasa
Yang tidak dilahirkan dan tidak binasa,
Begitu juga dengan semua Buddhadharma
Pada yang tertinggi adalah yang tanpa lahir dan mati.

Kemudian Prabhaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Di alam deva dan manusia,
Di dalam semua dunia,
Bisa melihat sang Tathagata ada dimana-mana,
Bentuk tubuh-Nya yang murni dan indah.

Sama seperti kekuatan dari satu pikiran
Bisa menghasilkan beranekaragam pikiran,
Begitu juga satu tubuh Buddha
Bisa mewujudkan semua Buddha dimana-mana.

Bodhi adalah yang tiada duanya
Dan juga tiada tanda;
Namun di dalam alam yang mendua
Diwujudkan tubuh yang terhiasi dengan tanda.

Memahami sifat alami gejala kejadian adalah yang kosong,
Kemunculannya sama seperti ilusi,
Alam perbuatannya adalah yang tidak habis-habisnya;
Dalam cara inilah sang Nayaka muncul.

Semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Memiliki Dharmakaya yang sepenuhnya murni.
Menyesuaikan dengan orang yang akan diajar,
Mereka mewujudkan bentuk-rupa yang menakjubkan dimana-mana.

Sang Tathagata tidak berpikir :
'Saya akan menghasilkan tubuh seperti ini'
Namun itu diwujudkan secara spontan,
Tanpa pernah menimbulkan pembeda-bedaan.

Tidak membeda-bedakan dharmadhatu,
Juga tidak berlandaskan padanya.
Namun di dalam dunia,
Mewujudkan tubuh yang tidak terhitung.

Tubuh Buddha adalah yang tidak berubah,
Dan juga tidak lain dari perubahan wujud;
Namun di dalam gejala kejadian yang tidak berubah,
Menampilkan bentuk-rupa dari perubahan wujud.

Samyaksambodhi adalah yang tidak bisa diukur,
Itu sama dengan ruang angkasa dari dharmadhatu,
Yang mendalam, luas, tanpa dasar,
Sepenuhnya melampaui ucapan kata.

Sang Tathagata mahir memahami,
Mempraktekkan sang jalan di semua tempat,
Berkelana dengan bebas tanpa rintangan
Melewati banyak ksetra di dharmadhatu.

Kemudian Jnanaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Jika orang bisa percaya dan menerima
Sarvajnajnana yang tanpa rintangan,
Dan mempraktekkan Bodhisattvacarya,
Pikirannya akan menjadi yang tidak terukur.

Di dalam semua ksetra,
Sang Buddha mewujudkan tubuh yang tidak terhitung,
Namun tubuh itu tiada menghuni,
Dan juga tidak tinggal berdiam di dalam gejala kejadian.

Semua Tathagata,
Mewujudkan tubuh melalui kekuatan batin.
Bahkan melalui kalpa yang tidak terbayangkan,
Itu tidak bisa dihitung jumlahnya.

Sama seperti semua makhluk hidup di masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Banyaknya jumlah mereka bisa sepenuhnya diketahui,
Namun jumlah perwujudan tubuh para Tathagata,
Tidak bisa diketahui.

Kadang kala Mereka memperlihatkan satu atau dua,
Hingga banyak tubuh yang tidak terhitung jumlahnya.
Muncul dimana-mana di semua ksetra,
Namun sungguh tiada duanya.

Misalkan dalam sekejap bulan purnama yang jelas,
Yang dimana-mana muncul di semua perairan.
Walaupun pantulannya adalah yang tidak terbatas,
Pada asalnya, bulan itu tiada duanya.

Begitu juga dengan Dia yang pengetahuan-Nya tanpa rintangan,
Yang menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi.
Walau Dia muncul dimana-mana di semua ksetra,
Tubuh sang Buddha adalah yang tiada duanya.

Itu bukanlah satu, atau dua;
Juga bukanlah tidak terbatas,
Hanyalah menyesuaikan dengan mereka yang akan diajar,
Diwujudkan tubuh yang banyaknya tidak terbatas.

Tubuh sang Buddha bukanlah masa lampau,
Juga bukan dari masa depan.
Dalam sekejap satu pikiran Dia muncul dilahirkan,
Menyelesaikan Marga, dan memasuki Nirvana.

Sama seperti bentuk-rupa yang dihasilkan dari magis,
Yang tidak dilahirkan dan tanpa asal mula,
Begitu juga dengan tubuh Buddha;
Itu diwujudkan tanpa dihasilkan.

Kemudian Ratnaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh Buddha adalah yang tanpa batas
Namun bisa mewujudkan tubuh yang terbatas.
Menyesuaikan dengan apa yang diperlukan untuk terlihat,
Sang Nayaka muncul dengan sesuai.

Tubuh Buddha tiada lokasi,
Namun memenuhi semua tempat,
Sama seperti ruang angkasa, tiada batas.
Seperti itulah yang tidak terbayangkan.

Itu bukanlah tempat pikiran bekerja,
Juga pikiran tidak timbul di dalamnya.
Di dalam keadaan Buddha,
Pada yang tertinggi, tiada kelahiran atau kematian.

Sama seperti yang terlihat oleh mata yang terselimuti,
Adalah bukan yang didalam atau yang diluar,
Demikian juga anda harus mengetahui,
Penglihatan orang dunia pada sang Buddha.

Demi menguntungkan para makhluk hidup,
Tathagata datang ke dalam dunia.
Para makhluk hidup melihat kemunculan-Nya,
Namun pada kenyataan, tidak ada hal seperti itu.

Sang Buddha tidak bisa dilihat
Di dalam negara, siang atau malam.
Juga tidak mungkin melihat-Nya
Dalam tahun, bulan, atau satu kshana.

Para makhluk hidup berkata:
"Pada hari itu, sang Buddha mencapai Bodhi";
Namun Samyaksambodhi dari sang Tathagata
Pada kenyataan tidak terikat pada waktu.

Sang Tathagata adalah yang melampaui pembedaan:
Bukan dari dunia, Dia melampaui semua perhitungan.
Semua Nayaka dari masa lampau - masa depan - masa sekarang
Muncul dalam cara ini.

Sama seperti bola matahari yang murni
Tidak menyatu dengan kegelapan malam,
Namun kita mengatakan siang hari dan malam hari,
Begitu juga dengan Buddhadharma;

Seluruh kalpa masa lampau - masa depan - masa sekarang
Tidak menyatu dengan para Tathagata,
Namun kita mengatakan para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Seperti itulah Dharma dari para 'Nayaka (Pembimbing)'.

Kemudian Viryaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua tubuh para Nayaka adalah sama,
Begitu juga dengan makna Mereka;
Dimana-mana di ksetra di sepuluh penjuru,
Menyesuaikan dengan kebutuhan, muncul dalam berbagai cara.

Renungkanlah sang Bhagavan Muni:
Perbuatan-Nya adalah yang sangat langka.
Dia sepenuhnya memenuhi dharmadhatu,
Dan tiada satupun yang tertinggal.

Tubuh Buddha bukanlah di dalam
Dan juga bukan diluar;
Itu diwujudkan dari kekuatan batin;
Seperti itulah Dharma sang Nayaka.

Menyesuaikan dengan berbagai macam makhluk hidup
Dan karma yang mereka himpun di masa lampau,
Beranekaragam Tubuh seperti itu muncul,
Dan setiapnya berbeda.

Begitulah tubuh dari para Buddha
Tidak terbatas, tidak terhitung.
Dengan pengecualian Bodhisattva Mahasattva
Tiada seorangpun yang bisa memahaminya.

Sama seperti diri yang sulit dipahami,
Pikiran dan karmanya tidak bisa dipahami;
Begitu juga sang Buddha yang tidak terbayangkan,
Itu bukan melalui karma pikiran Dia muncul.

Sama seperti ksetra yang tidak bisa dipahami,
Namun kemurnian hiasannya bisa dilihat;
Begitu juga sang Buddha yang tidak terbayangkan,
Semua ciri-ciri-Nya muncul tanpa pengecualian.

Sama seperti semua gejala kejadian
Timbul dari sejumlah kondisi,
Begitu juga dengan melihat sang Buddha
Bergantung pada banyak karma baik.

Sama seperti 'Cintamani (permata pengabul keinginan)'
Bisa memuaskan pikiran para makhluk hidup,
Begitu juga dengan Buddhadharma
Sepenuhnya memuaskan semua cita-cita.

Di dalam ksetra yang tidak terbatas
Sang Nayaka muncul di dalam dunia;
Sesuai dengan kekuatan Pranidhana-Nya
Dia menanggapi seluruh sepuluh penjuru.

Kemudian Vimalaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Cahaya Pengetahuan Besar dari sang Tathagata
Dimana-mana memurnikan semua dunia.
Ketika dunia ini termurnikan,
Dia menjelaskan Buddhadharma.

Misalkan ada orang yang ingin melihat
Para Buddha yang banyaknya seperti jumlah makhluk hidup,
Sang buddha menanggapi keinginan mereka
Namun pada kenyataan tiada tenpat yang Dia datangi.

Dengan sang Buddha sebagai objek perhatian
Berkonsentrasi dalam pikiran terus-menerus,
Maka bisa melihat para Buddha
Sebanyak jumlah yang dipikirkan.

Melaksanakan Dharma yang murni,
Menyempurnakan semua kualitas kebajikan,
Maka bisa berkonsentrasi penuh
Tanpa pernah meninggalkan Sarvajnajnana.

Sang Nayaka menjelaskan Dharma
Kepada para makhluk sesuai kebutuhan mereka;
Menyesuaikan dengan yang bisa diajar,
Dia mewujudkan tubuh tertinggi.

Tubuh dari sang Buddha dan dari para makhluk dunia
Semuanya adalah yang tanpa diri.
Menyadari ini, bisa mencapai Samyaksambodhi;
Dan selanjutnya mengumumkannya kepada para makhluk hidup.

Semua Nara Simha,
Dengan kekuatan bebas yang tanpa batas
Mewujudkan tubuh yang sebanding pikiran,
Setiap tubuh itu berbeda-beda.

Sama seperti tubuh dari para makhluk dunia,
Begitu juga dengan tubuh para Buddha;
Ketika sungguh mengetahui sifat alami diri,
Itulah yang dinamakan Buddha.

Sang Tathagata melihat dan mengetahui semua,
Sepenuhnya memahami segala sesuatu.
Buddhahdarma dan Bodhi
Keduanya tidak bisa dipahami.

Sang Nayaka tidak datang dan tidak pergi
Dan juga tiada tempat menghuni;
Berpisah dari semua khayalan
Adalah yang dinamakan Samyaksambodhi.

Kemudian Naksatraketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Tathagata tiada tempat tinggal berdiam,
Namun dimana-mana tinggal berdiam di semua ksetra
Menjelajahi semua ksetra
Dia bisa dilihat di semua tempat.

Sang Buddha menyesuaikan dengan pikiran para makhluk hidup,
Dimana-mana mewujudkan semua tubuh.
Menyelesaikan Marga, memutar Dharmacakra,
Dan lalu memasuki Parinirvana.

Para Buddha adalah yang tidak terbayangkan.
Siapa yang bisa memahami sang Buddha?
Siapa yang bisa melihat Samyaksambodhi?
Siapa yang bisa mewujudkan Tubuh Tertinggi?

Semua gejala kejadian adalah seperti itu;
Begitu juga dengan keadaan dari semua Buddha,
Tiada satu hal pun di dalam Tathata
Yang memiliki kelahiran atau kematian.

Para makhluk hidup secara salah membedakan :
"Inilah sang buddha," "Inilah dunia."
Bagi yang menyadari sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian
Tidak ada Buddha dan tiada dunia.

Sang Tathagata dimana-mana muncul dihadapan semua,
Menyebabkan semua makhluk hidup percaya dan bergembira.
Namun keberadaan dari Buddha adalah yang tidak bisa dipahami,
Juga yang tidak bisa dilihat.

Jika orang bisa di dalam dunia,
Berpisah dari semua kemelekatan,
Dan pikiran bergembira tanpa rintangan,
Maka akan terbangkitkan pada Dharma.

Apa yang muncul melalui kekuatan batin
Adalah yang dinamakan Buddha.
Meski mencarinya di seluruh masa lampau - masa depan - masa sekarang,
Dia sungguh tiada keberadaan.

Jika orang bisa mengerti dalam cara ini,
Maka pikiran dan semua gejala kejadian
Sepenuhnya dipahami dan terlihat;
Dan segera akan menjadi Tathagata.

Dalam ucapan kata menjelaskan
Kekuatan dari para Buddha;
Namun Samyaksambodhi adalah yang melampaui ucapan kata,
Walapun itu dijelaskan melalui ucapan sementara.

Kemudian Dharmaketu Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Lebih baik terus-menerus menanggung
Semua penderitaan di dunia,
Daripada terpisah dari Tathagata
Dan tidak melihat kekuatan batin-Nya.

Jika ada para makhluk hidup
Yang pikirannya belum bertekad pada Bodhi,
Saat mereka mendengar nama Buddha
Mereka pasti mencapai Bodhi.

Orang dengan pengetahuan dan kebijaksanaan,
Yang dalam sekejap membangkitkan Bodhicitta,
Pasti akan menjadi Bhagavan Buddha;
Tiada keraguan pada itu.

Kekuatan pembebasan dari Tathagata
Adalah yang sulit dijumpai dalam kalpa tak terhitung.
Jika anda membangkitkan satu pikiran percaya
Segera akan naik ke Jalan Tertinggi.

Bahkan jika dalam setiap saat pikiran
Memberikan persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung,
Jika tidak mengetahui Dharma yang sesungguhnya
Ini tidak dinamakan berdana.

Jika anda mendengar Dharma seperti ini,
Yang melahirkan semua Buddha,
Walaupun mengalami penderitaan yang tanpa batas,
Anda tidak akan berhenti dari Bodhisattvacarya.

Setelah mendengar tentang Maha Jnana,
Keadaan yang dimasuki oleh para Buddha,
Dimana-mana diseluruh dharmadhatu,
Anda akan menjadi Nayaka dari masa lampau - masa depan - masa sekarang.

Walaupun orang mungkin menghabiskan batas masa depan
Berkelana menjelajahi semua Buddhaksetra;
Jika tidak mencari Saddharma ini,
Tidak akan pernah menyelesaikan Bodhi.

Dari masa lampau yang tanpa awal, para makhluk hidup
Telah lama berputar dalam kelahiran dan kematian,
Tidak mengetahui Dharma yang sesungguhnya;
Oleh sebab ini, Buddha datang ke dunia.

Dharma tidak bisa dihancurkan,
Dan tiada seorangpun yang bisa menghancurkannya.
Sinar cahaya yang besar dari kekuatan ajaib itu,
Dimana-mana tampil di semua dunia.

3
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: September 08, 2019, 09:50:03 am »

Lien Hua Guan Shi Yin Pusa Mohosa



Padmapani Bodhisattva Mahasattva

Bab 23
Tusitarohana parivartah

"Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan sang Tathagata, di dalam setiap benua Jambudvipa dari semua sistem dunia di sepuluh penjuru, terlihat sang Tathagata sedang duduk di bawah pohon Bodhi, di setiap tempat itu ada para Bodhisattva yang menerima kekuatan sang Buddha, sedang menjelaskan Dharma, semuanya berpikir hanya Mereka yang sedang berhadapan dengan sang Buddha di saat itu."

"Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan kembali melalui kekuatan batin-Nya, tanpa melangkahkan kaki-Nya meninggalkan pohon Bodhi dan istana Suyama di atas puncak Sumeru, naik keatas menuju Istana Yang Terhiasi Permata di surga kebahagiaan Tusita. Raja surga Tusita, melihat sang Buddha sedang datang dari jauh, dengan kekuatan magis menciptakan Tahta Singa dari tumpukan permata didalam istananya; Simhasana itu dibuat dari himpunan permata surga yang diperoleh dari akar kebajikan yang diolah di masa lampau, diwujudkan oleh kekuatan batin dari semua Buddha, dilahirkan dari ratusan ribu juta nayuta jenis akar kebaikan, diciptakan oleh Dharma yang murni dari semua Buddha, dihiasi oleh kekuatan kebajikan yang tanpa batas. Karena dihasilkan dari karma yang murni, itu tidak bisa dihancurkan, menggembirakan semua yang melihatnya tanpa henti. Kualitasnya yang sukar dipahami tidak terpengaruh duniawi. Walaupun semua makhluk hidup datang menatapnya, tiada seorangpun yang bisa mengukur sampai habis kemuliaannya. Ada seratus ribu nayuta tingkat perhiasan yang berkilau, seratus ribu nayuta jaring emas yang menutupinya, seratus ribu nayuta tirai bunga yang menutupinya, seratus ribu nayuta tirai permata, seratus ribu nayuta tirai karangan bunga, dan seratus ribu nayuta tirai wewangian. Karangan bunga bergantungan, kewangiannya menyebar kesemua penjuru. Ada seratus ribu nayuta kanopi dari bunga, seratus ribu nayuta kanopi dari karangan bunga, dan seratus ribu nayuta kanopi dari permata, yang di pegang oleh berbagai macam Deva yang berjajar dalam barisan di semua empat penjuru. seratus ribu nayuta jubah permata tersebar diatasnya. Seratus ribu nayuta balkon yang bersinar menghiasinya, dengan seratus ribu nayuta jaring mutiara dan seratus ribu nayuta jaring permata menutupi atasnya, sedangkan seratus ribu nayuta jaring kalung digantung di seluruh empat sisi. Seratus ribu nayuta jaring perhiasan, seratus ribu nayuta jaring kanopi, seratus ribu nayuta jaring jubah, dan seratus ribu nayuta jaring kain permata digantung diatas. Seratus ribu nayuta jaring bunga teratai permata yang mekar sempurna dengan cahaya yang agung, seratus ribu nayuta jaring dupa dengan wewangian yang sangat istimewa menyenangkan semua orang, seratus ribu nayuta tirai lonceng permata bergoyang pelan menghasilkan suara yang indah, seratus ribu nayuta tirai candana permata yang wanginya mengharumkan udara, seratus ribu nayuta tirai bunga permata yang mekar sempurna, seratus ribu nayuta tirai pakaian dari beranekaragam warna yang indah, yang jarang ditemukan di dunia, seratus ribu nayuta tirai yang memperlihatkan para Bodhisattva, seratus ribu nayuta tirai yang beranekaragam corak, seratus ribu nayuta tirai emas, seratus ribu nayuta tirai lapis lazuli, dan seratus ribu nayuta tirai dari berbagai jenis permata, semuanya digantung diatas."

"Seratus ribu nayuta tirai dari semua permata terhiasi dengan Maha Cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta bunga dari permata yang sangat indah disekeliling dalam susunan yang indah. Seratus ribu nayuta tirai yang berkilau, yang sangat indah, ditempatkan berselang-seling. Seratus ribu nayuta karangan bunga dari permata dan seratus ribu nayuta karangan bunga dari wewangian digantung di seluruh empat sisi. Seratus ribu nayuta wewangian surga menyebar mengharumkan semua. Seratus ribu nayuta hiasan dari perhiasan surga, seratus ribu nayuta perhiasan dari bunga permata, seratus ribu nayuta perhiasan permata dari tambang yang paling bagus, seratus ribu nayuta perhiasan dari cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta perhiasan dari Cintamani yang berasal dari lautan, menghiasi tubuh dari Tahta itu. Seratus ribu nayuta permadani sulam dari permata yang sangat indah terhampar dibawahnya seperti pita. Seratus ribu nayuta jaring brahma dari vajra, seratus ribu nayuta cintamaniratna, dan seratus ribu nayuta harta emas yang sangat indah ditempatkan berselang-seling sebagai hiasan." 

"Seratus ribu nayuta permata berkilau dan seratus ribu nayuta vaidurya yang bersinar dan seratus ribu nayuta permata mani yang tidak bisa dihancurkan membentuk jendela; seratus ribu nayuta permata yang berkualitas murni memancarkan warna yang indah, dan seratus ribu nayuta permata dari tambang yang murni dan indah membentuk pintu; seratus ribu nayuta permata bulan sabit yang paling indah di dunia, seratus ribu nayuta Cintamaniraja, seratus ribu nayuta emas jambunada, seratus ribu nayuta permata dari gudang yang murni, dan seratus ribu nayuta permata yang melambangkan kekuasaan, semuanya bercahaya terang menutupi bagian atas; seratus ribu nayuta permata diatur dalam emas putih yang murni dan seratus ribu nayuta permata yang melambangkan gunung sumeru menghiasi tumpukan bunga teratainya."

"Seratus ribu nayuta perhiasan mani, seratus ribu nayuta perhiasan lapis lazuli, seratus ribu nayuta perhiasan ratnaraja, seratus ribu nayuta perhiasan cintamani, seratus ribu nayuta perhiasan cahaya permata, seratus ribu nayuta perhiasan dari beranekaragam tambang permata, seratus ribu nayuta perhiasan zonamani yang sangat menyenangkan dipandang, seratus ribu nayuta perhiasan permata dari harta dengan bentuk dan warna yang tanpa batas, seratus ribu nayuta perhiasan dari permata yang tiada bandingan yang sangat munri, dan seratus ribu nayuta perhiasan dari permata yang kecemerlangan terbaik, semuanya di gantung di seluruh sekeliling sebagai hiasan."

"Seratus ribu nayuta hiasan dari permata yang indah dan langka, seratus ribu nayuta permata yang berbentuk deva yang sangat indah, seratus ribu nayuta wewangian yang sangat baik dari sepuluh penjuru, seratus ribu nayuta dupa candana hitam, seratus ribu nayuta wewangian dari alam yang tidak terbayangkan, seratus ribu nayuta wewangian yang paling unggul, dan seratus ribu nayuta dupa yang sangat menyenangkan, semuanya memancarkan udara yang wangi, yang mengharumkan sepuluh penjuru. Seratus ribu nayuta dupa khusus yang disebarkan di seluruh sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta wewangian dari cahaya murni yang mengharumkan para makhluk hidup; seratus ribu nayuta dupa beraneka warna tanpa batas yang mengharumkan semua Buddhaksetra, yang tidak pernah memudar; seratus ribu nayuta parfum, seratus ribu nayuta aroma wangi, seratus ribu nayuta dupa menyala yang mengharumkan semua. Seratus ribu nayuta parfum gaharu dari tumpukan bunga teratai menghasilkan suara yang besar, seratus ribu nayuta hembusan wewangian dengan kekuatan yang mengubah pikiran para makhluk hidup, dan Seratus ribu nayuta wewangian dengan kekuatan Bodhi menyebar meliputi semua, menyebabkan semua indera dari mereka yang menyadarinya menjadi hening-tenang dan tanpa nafsu. Juga, ada seratus ribu nayuta beraneka hiasan wewangian yang tiada banding, Raja diantara wewangian."

"Ada berhujanan seratus ribu nayuta awan bunga-bunga surga, seratus ribu nayuta awan wewangian surga, seratus ribu nayuta awan bubuk dupa surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai biru surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai merah surga, seratus ribu nayuta awan bunga teratai putih surga, seratus ribu nayuta awan bunga mandarava surga, seratus ribu nayuta awan dari semua jenis 'bunga surga (divya-puspa)', seratus ribu nayuta awan jubah surga, seratus ribu nayuta awan permata surga, seratus ribu nayuta awan kanopi surga, seratus ribu nayuta awan bendera surga, seratus ribu nayuta awan mahkota surga, seratus ribu nayuta awan perhiasan surga, seratus ribu nayuta awan karangan bunga surga, seratus ribu nayuta awan kalung permata surga, seratus ribu nayuta awan dupa candana surga, dan seratus ribu nayuta awan dupa gaharu surga."

"Ada digantung seratus ribu nayuta spanduk permata, seratus ribu nayuta panji permata, seratus ribu nayuta pita permata; ada seratus ribu nayuta dupa yang menyala; ada seratus ribu nayuta karangan bunga permata yang disebarkan; ada diangkat seratus ribu nayuta kipas permata, seratus ribu nayuta kipas emas; ada digantung seratus ribu nayuta jaring lonceng permata yang menghasilkan suara yang sangat indah ketika di hembus angin; ada seratus ribu nayuta birai permata yang mengelilingi tahta itu, seratus ribu nayuta pohon palem permata tersusun berbaris; ada seratus ribu nayuta jendela berbingkai permata yang sangat indah terbuat dari hiasan yang menakjubkan; ada seratus ribu nayuta pohon permata yang menaungi seluruh sekeliling; ada seratus ribu nayuta menara permata yang menghiasi selatan hingga utara dan timur hingga barat; ada seratus ribu nayuta pintu yang dihiasi dengan karangan bunga; ada seratus ribu nayuta lonceng emas yang menghasilkan musik yang indah; ada seratus ribu nayuta perhiasan berbentuk simbol bertanda baik yang menghiasi dalam susunan yang agung; ada seratus ribu nayuta manivarman yang mampu menyingkirkan semua mara, seratus ribu nayuta anyaman emas dari jalinan benang emas, seratus ribu nayuta payung permata dengan pegangannya terbuat dari permata diangkat dalam barisan, dan seratus ribu nayuta jaring dari semua jenis perhiasan permata yang tersusun berselang-seling."
 
"Ada seratus ribu nayuta permata cemerlang yang memancarkan beranekaragam cahaya; ada seratus ribu nayuta sinar cahaya yang menerangi semua; ada seratus ribu nayuta suryamani dan seratus ribu nayuta candramani, yang semuanya membentuk himpunan permata yang berwarna tanpa batas; ada seratus ribu nayuta api wangi yang bersinar dengan cahaya mani yang terang; ada seratus ribu nayuta tumpukan bunga teratai yang bermekaran sangat indah; ada seratus ribu nayuta jaring permata, seratus ribu nayuta jaring bunga, dan seratus ribu nayuta jaring dupa yang menutupi atas."

"Ada seratus ribu nayuta jubah permata, seratus ribu nayuta jubah nilamani, seratus ribu nayuta jubah kuning dewa, seratus ribu nayuta jubah merah dewa, seratus ribu nayuta jubah dewa yang langka, seratus ribu nayuta jubah dewa yang luar biasa terbuat dari beranekaragam maniratna, seratus ribu nayuta jubah yang wangi, seratus ribu nayuta jubah yang terbuat dari semua maniratna, dan seratus ribu nayuta jubah putih yang murni, semuanya itu disebarkan dengan teliti, menyenangkan semua yang melihatnya."

"Ada seratus ribu nayuta bendera dari lonceng surga dan seratus ribu nayuta bendera dari jala emas yang menghasilkan suara yang indah. Ada seratus ribu nayuta bendera dari sulaman surga yang mengandung semua warna, seratus ribu nayuta bendera wangi yang ditutupi dengan jaring wewangian, seratus ribu nayuta bendera bunga yang menurunkan hujan semua jenis bunga, seratus ribu nayuta bendera dari pakaian yang mengikuti jubah yang sangat indah, seratus ribu nayuta bendera permata surga yang bertabur semua jenis permata, seratus ribu nayuta bendera perhiasan surga yang terhiasi dengan segala cara penghiasan, seratus ribu nayuta bendera karangan bunga surga dengan karangan bunga dari beranekaragam jenis bunga yang tersusun di empat penjuru, seratus ribu nayuta bendera kanopi dengan lonceng permata yang berbunyi selaras, menyenangkan semua yang mendengarnya."

"Ada seratus ribu nayuta keong surga yang menghasilkan suara yang menakjubkan, seratus ribu nayuta genderang surga yang menghasilkan bunyi dentuman yang besar, seratus ribu nayuta seruling surga yang menghasilkan suara yang halus, seratus ribu nayuta gendang surga yang menghasilkan suara keras yang indah, seratus ribu nayuta alat musik yang dimainkan serentak, seratus ribu nayuta gandharva menghasilkan suara indah yang memenuhi semua Buddhaksetra, seratus ribu nayuta musik surga ajaib yang bunyinya seperti gema, yang menanggapi segala sesuatu, seratus ribu nayuta gendang surga menghasilkan suara yang menakjubkan saat di pukul, seratus ribu nayuta jenis musik surga ajaib yang menghasilkan keselarasan yang spontan, dan seratus ribu nayuta himpunan surga yang menghasilkan musik menakjubkan yang memadamkan semua penderitaan."

"Ada seratus ribu nayuta suara menyenangkan yang memuji 'menyumbang (Dana)'; seratus ribu nayuta suara yang meliputi semua yang memuji 'menolong (upakriya)'; seratus ribu nayuta suara yang sangat mendalam yang memuji 'cara terampil (upaya-kausalya)'; seratus ribu nayuta suara halus yang memuji 'buah dari perbuatan Buddha (Buddhacarya-phala)'; seratus ribu nayuta suara lembut yang memuji 'Dharma yang sesuai dengan kenyataan'; seratus ribu nayuta suara Dharma tanpa rintangan yang memuji 'praktek para Buddha masa lampau'; seratus ribu nayuta suara murni yang memuji 'pemujaan kepada para Buddha di masa lampau'; seratus ribu nayuta suara Dharma yang memuji 'keberanian tertinggi dari para Buddha'; seratus ribu nayuta suara tanpa batas yang memuji 'kebajikan Bodhisattva yang tanpa batas'; seratus ribu nayuta suara dari Bodhisattvabhumi yang memuji 'pengungkapan praktek yang sesuai dengan semua Bodhisattvabhumi'; seratus ribu nayuta suara tanpa halangan yang memuji 'kebajikan Buddha yang tanpa akhir'; seratus ribu nayuta suara selaras yang memuji 'praktek melihat Buddha'; seratus ribu nayuta suara tentang Dharma yang sangat mendalam yang memuji 'prinsip yang sesuai dengan pengetahuan yang tanpa hambatan terhadap semua gejala kejadian'; seratus ribu nayuta suara besar yang memenuhi semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta suara murni tanpa rintangan yang menyebabkan semua bergembira sesuai dengan kecenderungan masing-masing; seratus ribu nayuta suara dari tiada menghuni di triloka yang menyebabkan semua pendengar secara mendalam memasuki sifat alami dari kenyataan; seratus ribu nayuta suara kegembiraan yang menyebabkan pikiran dari semua pendengar menjadi tanpa halangan dengan keyakinan mendalam dan hormat; seratus ribu nayuta suara dari Buddhadhatu yang mengungkapkan makna dari segala sesuatu; seratus ribu nayuta suara dari dharani yang menjelaskan perbedaan dari semua ajaran, yang secara pasti mengandung harta rahasia dari para Tathagata; seratus ribu nayuta suara dari semua Dharma, yang lembut dan menyenangkan, menyelaraskan semua musik."

"Ada seratus ribu nayuta Bodhisattva baru yang bersemangat, yang segera setelah melihat tahta ini, melipatgandakan tekad Mereka untuk Sarvajnajnana; seratus ribu nayuta Bodhisattva mengolah Bhumi, pikiran Mereka murni dan bergembira; seratus ribu nayuta Bodhisattva berlatih, pemahaman Mereka murni dan jelas; seratus ribu nayuta Bodhisattva ksatria mulia, tinggal berdiam dalam semangat tertinggi; seratus ribu nayuta Bodhisattva dilengkapi dengan upaya-kausalya, mejalankan Mahayana; seratus ribu nayuta Bodhisattva dalam kediaman dari Samyak-smrti, dengan rajin mengolah jalan dari semua Bodhisattva; seratus ribu nayuta Bodhisattva Avaivartika memurnikan semua Bodhisattvabhumi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang muda sifat alaminya mencapai cahaya samadhi dari semua Bodhisattva; seratus ribu nayuta Bodhisattva kumarabhuta memasuki wilayah dari semua Buddha yang tidak terbayangkan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah di abhiseka mampu mewujudkan Dasa-bala dari para Tathagata yang tidak terbatas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menguasai Rddhi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang berpemahaman murni; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan Bodhicitta; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan keyakinan mendalam yang tidak bisa dihancurkan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjelaskan makna Dharma, menyebabkan kepastian pengetahuan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan samyak-smrti yang tidak terganggu; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan pengetahuan pasti; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan kekuatan mempertahankan apa yang di dengar, mempertahankan semua Buddhadharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva menghasilkan Mahajnanaprajna yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva tinggal berdiam di dalam indera keyakinan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Sila Paramita sepenuhnya menjaga semua Sila; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Dana Paramita mampu menyumbang segalanya; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Ksanti Paramita pikirannya tidak mengembara dan mampu menerima semua Buddhadharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Virya Paramita mampu mengemban usaha pembebasan yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Dhyana Paramita dikarunia dengan cahaya cemerlang dari dhyana yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai Prajna Paramita, cahaya kebijaksanaan Mereka mampu menyinari semua; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menyempurnakan Maha Pranidhana, semuanya murni; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai lampu pengetahuan, dengan jelas menyinari Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva disinari dengan cahaya Dharma dari para Buddha di sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjelaskan jalan menyingkirkan ketidaktahuan di seluruh sepuluh penjuru; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang memasuki semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang Dharmakaya mereka mencapai semua Buddhaksetra; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai suara Buddha dan mampu membangkitkan orang banyak; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai upaya-kausalya menghasilkan semua pengetahuan; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah menyelesaikan semua aspek Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang telah mencapai pengetahuan yang sejati, sama seperti panji permata, mampu menjelaskan semua Buddhadharma; Dan seratus ribu nayuta Bodhisattva mampu sepenuhnya mengungkapkan alam Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta Raja Deva dari beranekaragam surga mensujudkan diri mereka dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja Naga menatap tanpa bergerak; seratus ribu nayuta Raja Yaksha menggabungkan telapak tangan beranjali diatas kepala mereka; seratus ribu nayuta Raja Gandharva mengembangkan pikiran keyakinan yang murni; seratus ribu nayuta Raja Asura memotong putus kesombongan mereka; seratus ribu nayuta Raja Garuda mengangkat panji di mulut mereka; seratus ribu nayuta Raja Kinnara menari dengan penuh gembira; seratus ribu nayuta Raja Mahoraga menatap dengan gembira; seratus ribu nayuta Pemimpin dunia membungkuk dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Trayastimsa menatap tanpa berkedip; seratus ribu nayuta Raja surga Suyama dengan gembira menyanyikan pujian; seratus ribu nayuta Raja surga Tusita mensujudkan tubuh mereka; seratus ribu nayuta Raja surga Nirmanarati membungkukkan kepala mereka ke lantai dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Paranirmitavasavarti menggabungkan telapak tangan beranjali dengan hormat; seratus ribu nayuta Raja surga Brahma menatap dengan satu pikiran; seratus ribu nayuta Raja Deva berkekuatan besar dengan hormat membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menyanyikan pujian dengan nyaring; seratus ribu nayuta Devi dengan satu pikiran membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Devata dengan cita-cita yang sama menari dengan gembira; seratus ribu nayuta Deva yang hidup di tempat yang sama dalam jaman dahulu menyanyikan pujian dengan suara yang indah; seratus ribu nayuta Deva Brahmakayika mensujudkan diri mereka dengan hormat; seratus ribu nayuta Deva Brahmapurohita menggabungkan telapak tangan beranjali di mahkota mereka; seratus ribu nayuta Deva Brahmaparsadya berputar di sekeliling sebagai penjaga; seratus ribu nayuta Deva Mahabrahma menyanyikan pujian tentang kebajikan yang tanpa batas; seratus ribu nayuta Deva dari surga Abhana menjatuhkan diri mereka ke lantai; seratus ribu nayuta Deva dari surga Parittabha menyanyikan pujian tentang sulitnya menjumpai kemunculan seorang Buddha di dunia dalam kalpa;  seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanabha membungkuk kepada sang Buddha dari jauh; seratus ribu nayuta Devata dari surga Abhasvara menyanyi tentang langkanya menemui seorang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari alam Subhakin datang kesini bersama dengan gedung rumah mereka; seratus ribu nayuta Devata dari surga Parittasubha membungkukkan kepala mereka dengan pikiran yang murni; seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanasubha turun dengan keinginan melihat sang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Subhakrtsna datang dengan penuh hormat membuat pemujaan; seratus ribu nayuta Devata dari alam Brhat merenungkan akar kebajikan masa lampau; seratus ribu nayuta Devata dari surga Parittabrihat merenungkan kelangkaan sang Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Apramanabrihat dengan perhatian pasti, memulai semua perbuatan baik; seratus ribu nayuta Devata dari surga Brihatphala membungkuk dengan hormat; seratus ribu nayuta Devata dari surga Avrha membungkuk penuh hormat dengan keyakinan kukuh dan tetap; seratus ribu nayuta Devata dari surga Atapa menggabungkan telapak tangan beranjali dan merenungkan sang Buddha tanpa kenal lelah; seratus ribu nayuta Devata dari surga Sudrsa membungkukkan kepala mereka ke lantai; seratus ribu nayuta Devata dari surga Sudarsana terus bermeditasi pada memuja dan melayani para Buddha; seratus ribu nayuta Devata dari surga Akanistha membungkuk dengan penuh hormat."

"Ada seratus ribu nayuta devata dari beranekaragam surga menyanyikan pujian dengan kegembiraan besar; seratus ribu nayuta devata semuanya dengan teliti menimbang dan membuat hiasan; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjaga tahta sang Buddha, tanpa henti memperindahkannya; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa bunga menurunkan hujan semua jenis bunga; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa dupa menurunkan hujan semua jenis dupa wangi; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa karangan bunga menurunkan hujan semua jenis karangan bunga; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa bubuk dupa menurunkan hujan semua jenis bubuk dupa; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa wewangian menurunkan hujan semua jenis wewangian; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa pakaian menurunkan hujan semua jenis pakaian; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa payung menurunkan hujan semua jenis payung; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa spanduk menurunkan hujan semua jenis spanduk; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa panji menurunkan hujan semua jenis panji; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa permata menurunkan hujan semua jenis permata; seratus ribu nayuta Bodhisattva yang membawa perhiasan menurunkan hujan semua jenis perhiasan."

"Ada seratus ribu nayuta devata datang dari istana mereka menuju Bodhimanda; seratus ribu nayuta devata dengan pikiran berbakti yang murni datang dengan istana mereka; seratus ribu nayuta devata ksatria mendukung tahta itu dengan tubuh mereka; seratus ribu nayuta devata yang berkonsentrasi menopang tahta itu dengan seluruh tubuh mereka."

"Ada seratus ribu nayuta Bodhisattva bermeditasi merenungkan dengan penuh hormat; seratus ribu nayuta Bodhisattva ksatria membangkitkan kemurnian pikiran; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjadi penuh gembira dalam semua indera; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan pikiran keyakinan yang mendalam termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan tekad dan keyakinan termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva dengan karma termurnikan; seratus ribu nayuta Bodhisattva bisa mengambil kelahiran dengan bebas; seratus ribu nayuta Bodhisattva bersinar dengan cahaya Dharma; seratus ribu nayuta Bodhisattva menyempurnakan Bodhisattvabhumi; seratus ribu nayuta Bodhisattva menjadi mampu mengajar dan menaklukkan semua makhluk hidup."

"Dilahirkan dari seratus ribu nayuta akar kebaikan, dilindungi oleh seratus ribu nayuta Buddha, disempurnakan oleh seratus ribu nayuta kebajikan, dimurnikan oleh seratus ribu nayuta cita-cita yang agung, diperindah oleh seratus ribu nayuta Maha Pranidhana, dihasilkan oleh seratus ribu nayuta karma baik, distabilkan oleh seratus ribu nayuta kualitas kebajikan, diwujudkan melalui seratus ribu nayuta kekuatan batin, dikembangkan oleh seratus ribu nayuta pencapaian kebajikan, dipuji dengan seratus ribu nayuta kualitas yang layak dipuji adalah tahta singa itu. Sama seperti di dalam dunia ini sang Raja Deva Tusita dengan hormat menciptakan Simhasana seperti ini untuk sang Tathagata, begitu juga dengan para Raja Deva Tusita di semua dunia menciptakan Simhasana dengan hiasan seperti itu, dengan upacara seperti itu, dengan keyakinan seperti itu, dengan kemurnian pikiran seperti itu, dengan kesenangan seperti itu, dengan kegembiraan seperti itu, dengan kehormatan seperti itu, dengan kelangkaan seperti itu, dengan tarian seperti itu, dengan kasih seperti itu, semuanya sama seperti itu."

"Kemudian Raja Deva Tusita, setelah menciptakan tahta untuk sang Tathagata, dengan hormat menyambut sang Buddha bersama dengan para devata Tusita yang tidak terhitung banyaknya; Dengan pikiran murni, mereka menurunkan hujan awan bunga yang warnanya tidak terhitung, awan dupa yang warnanya tidak terbayangkan, awan karangan bunga yang warnanya beranekaragam, awan besar dari candana yang murni, awan dari beranekaragam payung yang tidak terhitung, awan dari pakaian dewa yang indah, awan permata indah yang tanpa batas, awan dari perhiasan dewa, awan dari semua jenis dupa yang tidak terhitung, awan dari semua jenis candana dan gaharu. Ketika semua devata itu menghasilkan awan-awan ini dari tubuh mereka, seratus ribu nayuta asamkhyeya devata dari surga Tusita, dan juga para devata yang lainnya di dalam perkumpulan majelis itu, sangat bergembira dan membungkuk penuh hormat. Para devi yang tidak terhitung banyaknya menari dengan menanti penuh gembira, menatap sang Tathagata. Di dalam istana surga Tusita, ada kumpulan banyak Bodhisattva yang tidak terbayangkan yang melayang di angkasa, dan dengan virya dan samadhi menghasilkan persembahan yang melampaui semua deva dan memberikannya kepada sang Tathagata, membungkuk dengan penuh hormat, sambil beranekaragam musik yang tidak terhitung semuanya dimainkan secara serentak."

"Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin yang besar dari sang Buddha, disebabkan oleh penembusan akar kebaikan masa lampau-Nya, dan disebabkan oleh kekuatan ajaib-Nya yang tidak terbayangkan, semua deva dan devi di dalam istana Tusita melihat sang Buddha dari jauh terasa seperti berada dihadapan-Nya. Mereka semua memiliki pikiran yang sama : 'Kemunculan sang Tathagata di dunia adalah yang jarang dijumpai, sekarang kami bisa melihat sang Sarvajna, yang memiliki pengetahuan sejati tanpa halangan pada segala sesuatu.' Dengan berpikir begitu, mengamati begitu, bersama-sama dengan kelompok yang lainnya mereka semua menyambut sang Buddha, semuanya melimpahkan jubah deva serta semua jenis bunga, wewangian, permata, perhiasan, candana dan gaharu surga, dupa permata deva, semua bunga wewangian deva, dan bunga Mandarava dari semua surga, disebarkan sebagai persembahan kepada sang Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata Tusita melayang di angkasa, semuanya menganggap sang Buddha sebagai alam kebijaksanaan dan pengetahuan, mereka menyalakan semua jenis dupa, menghasilkan awan wangi, menghiasi angkasa. Juga, memikirkan sang Buddha dengan gembira, mereka menurunkan hujan awan bunga surga, menghiasi angkasa. Juga, memikirkan sang Buddha dengan hormat, mereka menurunkan hujan awan kanopi surga, menghiasi angkasa. Juga, ingin membuat persembahan kepada sang Buddha, mereka menyebarkan awan dari semua jenis karangan bunga surga, menghiasi angkasa. Juga, membangkitkan keyakinan teguh kepada sang Buddha, mereka menabur jala emas yang tidak terhitung banyaknya di angkasa, dengan lonceng dari semua jenis permata yang terus-menerus menghasilkan nada yang indah. Juga, dengan merenungkan sang Buddha sebagai 'lapangan kebajikan (Punyaksetra)' yang tertinggi, mereka menghiasi angkasa dengan tirai yang tidak terhitung dan menurunkan hujan awan dari semua jenis permata tanpa henti. Juga, menaruh keyakinan mendalam pada sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan gedung surga yang tidak terhitung, memainkan semua jenis musik surga, menghasilkan nada yang merdu dan halus. Juga, merenungkan alangkah jarang menjumpai seorang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan awan dari jubah surga semua jenis warna, menurunkan hujan beranekaragam jubah indah yang tiada bandingan. Juga, pikiran mereka melompat dengan kegembiraan yang tanpa batas pada sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan mahkota permata surga yang tidak terhitung, menurunkan hujan mahkota surga yang tidak terhitung membentuk awan yang besar. Juga, memikirkan kegembiraan besar terhadap sang Buddha, mereka menghiasi angkasa dengan permata beranekaragam warna yang tidak terhitung, tanpa henti menurunkan hujan awan dari semua jenis permata."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata yang semuanya mengandung keyakinan murni pada sang Buddha, menyebarkan bunga surga beraneka warna yang tidak terhitung dan menyalakan beraneka dupa surga sebagai persembahan kepada sang Buddha. Juga, memikirkan sang Buddha sebagai kemunculan ajaib yang menakjubkan, mereka membawa dupa candana surga beraneka warna yang tidak terhitung banyaknya dan dengan hormat menaburkannya dihadapan sang Buddha. Juga, pikiran mereka melompat dengan kegembiraan pada sang Buddha, mereka mengikuti sang Buddha dengan membawa jubah permata surga beraneka warna dan menyebarkannya di atas jalan sebagai persembahan kepada sang Buddha. Juga, menghormati sang Buddha dengan pikiran yang murni, mereka menyambut sang Buddha dengan membawa panji permata surga beraneka warna yang tidak terhitung. Juga, mengandung kegembiraan tertinggi pada perenungan terhadap sang Buddha, mereka membawa hiasan surga beraneka warna untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha. Juga, membangkitkan keyakinan yang tidak bisa dihancurkan kepada sang Buddha, mereka membawa karangan bunga permata surga yang tidak terhitung untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha. Juga, kegembiraan yang tiada bandingan dalam merenungkan sang Buddha, mereka membawa bendera panjang permata surga beraneka warna yang tidak terhitung untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha."

"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya devata dengan pikiran yang tenang dan terjinakkan, yang terbebas dari pemanjaan diri, membawa tidak terhitung beranekaragam alat musik surga yang menghasilkan nada yang mulia untuk dipsersembahkan kepada sang Buddha."
   
"Ada seratus ribu nayuta asamkhyeya Bodhisattva yang sudah tinggal berdiam di dalam istana surga Tusita, dengan persembahan yang melampaui semua yang dari para deva itu, yang dihasilkan dari Dharma yang melampaui kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu, yang dihasilkan dari pengetahuan luas yang tanpa batas, yang dikembangkan dari keyakinan murni yang kukuh, yang dihasilkan dari karma yang terbebas dari kekotoran batin, yang dihasilkan dari pikiran yang meliputi semua tanpa halangan, yang dihasilkan dari prinsip mendalam dari upaya-kausalya, yang dihasilkan dari akar kebaikan yang tidak terbayangkan, yang disempurnakan dengan pertunjukkan upaya-kausalya yang tidak terhitung, yang diungkapkan dari keinginan untuk membuat persembahan kepada sang Buddha, yang Mudra-nya adalah Dharma tentang 'yang tidak diciptakan (anutpada)', persembahan ini diberikan kepada sang Buddha. Mereka mempersembahkan kepada sang Buddha payung dari semua zat permata yang dilahirkan dalam paramita, tirai dari semua jenis bunga yang dilahirkan dari pemahaman yang murni pada alam dari semua Buddha, semua jenis pakaian yang dilahirkan dari 'kesabaran menerima gejala kejadian sebagai yang tidak dihasilkan (anutpattikadharmaksanti)', semua jenis jaring lonceng yang dilahirkan dari pikiran yang tanpa rintangan memasuki keadaan yang tidak bisa dihancurkan, semua jenis wewangian padat yang dilahirkan dari pikiran yang memahami semua gejala kejadian sebagai yang sama seperti ilusi, tahta indah yang terbuat dari zat permata yang sangat banyak dari semua Buddha yang dilahirkan dari pikiran yang meliputi semua tahta para Buddha di dalam semua Buddhaksetra, panji dari semua permata yang dilahirkan dari pikiran tanpa kenal lelah membuat persembahan kepada para Buddha, istana dari semua permata tempat tinggal berdiam para Buddha yang dilahirkan dari pikiran bergembira yang memahami semua gejala kejadian adalah yang sama seperti mimpi, awan bunga teratai dari semua permata yang dilahirkan dari akar kebajikan yang tanpa kemelekatan dan dari akar kebajikan yang tidak diciptakan, awan dari semua dupa padat, awan dari bunga semua warna yang tanpa batas, awan dari semua pakaian beraneka warna yang sangat indah, awan dari dupa candana murni yang tidak terbatas, awan dari kanopi permata dengan semua jenis perhiasan, awan dari semua dupa yang menyala, awan dari semua jenis karangan bunga yang indah, awan dari semua jenis hiasan murni, semuanya itu memenuhi dharmadhatu, jangakaunnya hingga melampaui semua surga."

"Para Bodhisattva itu semuanya menghasilkan dari tubuh Mereka seratus ribu nayuta asamkhyeya Bodhisattva yang tidak terbayangkan, memenuhi ruang angkasa dharmadhatu, pikiran Mereka sama dengan semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang; Dengan cara pengembangan Dharma yang terbebas dari angan-angan khayalan dan diperkuat dengan kekuatan yang tidak terbatas dari para Tathagata, Mereka memperlihatkan kepada semua makhluk jalan kedamaian; Dilengkapi dengan banyak ungkapan penuh makna yang tidak terbayangkan, Mereka memasuki benih dari semua Dharani dan Samadhi yang mengandung Dharma yang tidak terbatas, dan menghasilkan gudang kekuatan pengetahuan yang tidak habis-habisnya; pikiran Mereka tanpa takut, memikirkan kegembiraan yang besar, dan dengan pujian kebenaran yang tanpa batas dan tidak terbayangkan Mereka tanpa kenal lelah memuji sang Tathagata."

"Kemudian semua Devata dan Bodhisattva itu melihat sang Tathagata Arhan Samyaksambuddho, sang Vira yang tidak terbayangkan, tubuh-Nya yang tanpa batas dan tidak terhitung mewujudkan banyak Vikurvana yang beraneka ragam perbedaan yang tidak terbayangkan, menyebabkan pikiran dari para makhluk hidup yang tidak terhitung menjadi dipenuhi kegembiraan, meliputi seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, terhiasi dengan perhiasan dari Buddhatva, menyebabkan semua makhluk hidup tinggal bediam di dalam akar kebaikan, menampilkan kekuatan batin yang tidak terbatas dari para Buddha, yang melampaui semua bentuk dari ucapan, yang dikagumi dan dihormati oleh semua Bodhisattva Mahasattva, menyebabkan Mereka semua bergembira sesuai dengan apa yang dibutuhkan untuk diajarkan kepada Mereka, tinggal berdiam di dalam tubuh yang luas dari para Buddha, semua kualitas dan akar kebaikan menjadi termurnikan, yang paling unggul dalam penampilan, yang tidak bisa dilampaui oleh semua orang."

"Wilayah pengetahuan Buddha adalah yang tidak habis-habisnya, yang dilahirkan dari Samadhi yang tiada banding. Tubuh-Nya adalah yang tanpa batas, muncul dimana-mana dalam tubuh semua makhluk hidup. Dia menyebabkan kegembiraan besar kepada para makhluk yang tidak terbatas. Dia menyebabkan silsilah para Sarvajna terus berlanjut tanpa kerusakan. Tinggal berdiam di dalam tempat hunian tertinggi dari para Buddha, terlahir di dalam keluarga para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, Dia menyebabkan keyakinan dari para makhluk hidup yang tidak terhitung menjadi termurnikan, dan menyebabkan pengetahuan dan kebijaksanaan dari semua Bodhisattva menjadi tersempurnakan. Semua indera-Nya penuh kegembiraan. Awan Dharma-Nya menyelimuti seluruh ruang angkasa dharmadhatu, mengajar dan menjinakkan tanpa kelalaian, memuaskan semua makhluk hidup sesuai dengan pikiran mereka, menyebabkan mereka tinggal berdiam di dalam pengetahuan yang tidak membeda-bedakan. Dia melampaui semua makhluk hidup."

"Setelah mencapai Sarvajnajnana, Dia memancarkan Maha Prabha, menyebabkan akar kebajikan-Nya dari masa lampau menjadi jelas terwujud, Dia membangkitkan tekad besar dalam semua orang dan menyebabkan semua makhluk hidup tinggal berdiam di dalam pengetahuan Samantabhadra yang tidak bisa dihancurkan. Tinggal berdiam dimana-mana di semua ksetra makhluk hidup, terlahir dari Saddharma yang tanpa kemunduran, Dia tinggal berdiam di dalam kesempurnaan kesamaan dharmadhatu. Dengan jelas memahami apa yang sesuai dengan pikiran dari para makhluk hidup, Dia mewujudkan banyak tubuh Buddha yang berbeda-beda dan tidak terbayangkan, yang melampaui kekuatan ucapan duniawi untuk pujian, mampu menyebabkan semuanya selalu memikirkan sang Buddha, memenuhi dharmadhatu, membebaskan jumlah besar para makhluk hidup. Sesuai dengan bantuan yang mereka perlukan, Dia memberikan Dharma kepada mereka, menyebabkan mereka ditenangkan dan keyakinan mereka menjadi murni, mewujudkan bentuk-rupa yang tidak terbayangkan."

"Memandang semua makhluk hidup secara sama, pikiran-Nya tanpa kemelekatan. Dia tinggal berdiam di dalam kediaman yang tanpa halangan dan telah mencapai dasa-bala dari Buddha tanpa rintangan. Pikiran-Nya selalu tenang dan stabil, tidak pernah teralihkan atau terganggu. Tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, Dia mampu mengungkapkan semua jenis Dharma. Mampu sepenuhnya memasuki lautan pengetahuan yang tanpa batas, Dia menghasilkan harta kebajikan dan kebijaksanaan yang tanpa batas. Dengan matahari Bodhi, Dia terus-menerus menyinari seluruh dharmadhatu."

"Sesuai dengan kekuatan dari Mula Pranidhana-Nya, Dia selalu mewujudkan diri, tidak pernah menghilang, selalu tinggal berdiam di dalam dharmadhatu, tinggal berdiam di dalam kediaman dari para Buddha, tanpa berubah. Dia tanpa kemelekatan pada diri atau kepemilikan. Dia tinggal berdiam dalam keadaan yang melampaui duniawi dan tidak terpengaruh oleh gejala kejadian duniawi. Di dalam semua dunia, Dia mendirikan panji pengetahuan dan kebijaksanaan, pengetahuan-Nya luas dan besar, melampaui dunia, tanpa kemelekatan. Dia menyelamatkan para makhluk hidup dari kesusahan, menempatkan mereka di tingkat kebijaksanaan yang tertinggi. Semua kualitas kebajikan-Nya menguntungkan para makhluk hidup namun tidak pernah habis."

"Dia sepenuhnya mengetahui pengetahuan dan kebijaksanaan dari semua Bodhisattva, keyakinan dan tujuan Mereka, kepastian Mereka mencapai Bodhi. Melalui Maha Karuna, Dia mewujudkan tubuh Buddha dengan hiasan yang tanpa batas. Dengan suara yang menakjubkan, Dia menjelaskan Dharma yang tidak terbatas, memuaskan para makhluk hidup sesuai dengan pikiran mereka. Di masa lampau - masa depan - masa sekarang pikiran-Nya selalu murni. Dia menyebabkan semua makhluk hidup menjadi tidak melekati objek. Dia terus-menerus meramalkan pencapaian Bodhi dari semua Bodhisattva, menyebabkan Mereka memasuki Buddhakula, dilahirkan dalam rumah para Buddha, dan mencapai abhiseka dari para Buddha."

"Dia selalu berkelana di seluruh sepuluh penjuru, tidak pernah beristirahat, tidak pernah mengidam atau melekat pada apapun. Mampu hidup di semua Buddhaksetra di dalam dharmadhatu, Dia mengetahui pikiran dari semua makhluk hidup. Semua kebajikan-Nya adalah yang melampaui duniawi dan yang murni. Tidak tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian, namun Dia muncul diseluruh dunia, sama seperti pantulan. Dia menyinari seluruh dharmadhatu melalui bulan pengetahuan dan menyadari bahwa segala sesuatu adalah yang tidak bisa dipahami. Melalui kebijaksanaan-Nya, Dia terus-menerus menyadari bahwa semua dunia adalah yang sama seperti ilusi, seperti pantulan, seperti mimpi, seperti perbuatan magis, bahwa semuanya adalah pikiran sebagai sifat alami dirinya. Tinggal berdiam dalam cara ini, Dia mewujudkan tubuh Buddha sesuai dengan perbedaan dari akibat karma dari para makhluk hidup, perbedaan kecenderungan pikiran mereka, dan perbedaan indera mereka masing-masing."

"Sang Tathagata selalu berhubungan dengan para makhluk hidup yang tidak terhitung, menjelaskan kepada mereka bahwa segala sesuatu di dunia berasal dari asal-mula yang saling bergantungan. Dia mengetahui bahwa tanda dari semua gejala kejadian adalah yang tanpa tanda, inilah ciri-ciri tunggalnya, dasar dari kebijaksanaan. Dia mau menyebabkan semua makhluk hidup terlepas dari semua tanda, bentuk-rupa, dan ciri-ciri. Dia memperlihatkan dengan jelas semua sifat alami dan ciri-ciri dari dunia, dengan begitu melampaui dunia; Demi mengungkapkan Anuttara Samyaksambodhi, ingin menyelamatkan semua makhluk hidup, Dia muncul di dunia dan memperlihatkan jalan Bodhi. Dia menyebabkan mereka melihat tubuh Buddha, berkonsentrasi pada itu dan bermeditasi pada itu, dengan rajin mengolah dan mengembangkan diri mereka sendiri untuk melenyapkan penderitaan duniawi, mengolah Bodhisattvacarya dengan pikiran yang tidak tergoyahkan, dan mencapai penyempurnaan semua aspek dari Mahayana, mencapai Buddhaphala."

"Dia mampu mengamati akar kebajikan dari para makhluk hidup, dan tidak membiarkan hasil dari karma murni mereka lenyap. Pengetahuan-Nya jelas dan sempurna memasuki masa lampau - masa depan - masa sekarang, selamanya berpisah dari semua pembedaan duniawi. Dia memancarkan jaring cahaya yang sepenuhnya menyinari semua dunia di sepuluh penjuru."

"Yang melihat-Nya tidak akan pernah bosan menatap kemurnian yang indah dari bentuk-rupa-Nya. Melalui kebajikan besar, pengetahuan, kebijaksanaan, dan kekuatan batin, Dia menghasilkan semua jenis Bodhisattvacarya. Bidang indera-Nya bebas dan sempurna, bundar dan penuh. Mengerjakan perbuatan Buddha, dan ketika selesai mengerjakannya, Dia menghilang."

"Dia mampu memperlihatkan jalan dari semua pengetahuan masa lampau - masa depan - masa sekarang. Untuk para Bodhisattva, Dia menurunkan hujan dharani yang tidak terhitung, menyebabkan Mereka mengembangkan kegembiraan besar, menerimanya, mempertahankannya, dan mempraktekkannya, dan menyempurnakan kebajikan dari semua Buddha, dalam kemuliaan penuh, dengan wujud menakjubkan yang tanpa batas, menghiasinya."

"Dia melihat segala sesuatu di semua dunia, dan selamanya menyingkirkan semua rintangan. Telah mencapai makna sejati yang murni tentang semua kebenaran. Telah mencapai penguasaan kualitas kebajikan, dan adalah sang Maha Dharmaraja, sama seperti matahari menyinari semua. Menjadi Punyaksetra untuk dunia, Dia memiliki kemuliaan, wibawa, dan kebajikan yang besar."

"Dia mewujudkan pancaran tubuh dalam semua dunia, memancarkan cahaya kebijaksanaan, menyebabkan semua menjadi terbangkitkan. Hendak menyebabkan semua makhluk hidup mengetahui kebajikan tanpa batas yang dimiliki sang Buddha, Dia mengambil serban tanpa rintangan, mengikat di kepala-Nya, dan menerima tingkat Buddhatva. Menyesuaikan dengan dunia, Dia membimbing melalui upaya-kausalya, menyenangkan para makhluk dengan tangan kebijaksanaan. Sebagai Maha Bhaisajya, Dia dengan terampil menyembuhkan semua penyakit, mampu pergi ke semua ksetra yang tidak terhitung di semua dunia tanpa istirahat."

"Mata kebijaksanaan-Nya yang murni dan jelas adalah yang terbebas dari semua rintangan, mampu dengan jelas melihat semua. Para makhluk hidup ber-karma buruk Dia jinakkan dalam berbagai cara, menyebabkan mereka memasuki sang Jalan, dengan terampil menggunakan kesempatan yang tepat untuk mendidik dan mengajar mereka, tidak pernah berhenti. Jika para makhluk hidup mengembangkan upeksha, pikiran yang tidak membeda-bedakan, maka Dia akan memperlihatkan kepada mereka ganjaran dari perbuatan yang tidak membeda-bedakan. Sesuai dengan kecenderungan, karma, dan hasil mereka, Dia mewujudkan beranekaragam kekuatan batin dari tubuh Buddha kepada mereka, untuk menjelaskan Dharma dan membangkitkan mereka, agar mereka bisa mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan dari Dharma, dan agar pikiran dan indera mereka bergembira, agar mereka melihat para Buddha yang tidak terhitung, mengembangkan keyakinan yang mendalam, dan menghasilkan akar kebajikan, tanpa kemunduran."

"Semua makhluk hidup, sesuai dengan keterlibatan dan jebakan karma mereka, tertidur selamanya dalam kelahiran dan kematian; Sang Tathagata, muncul di dunia, bisa membangunkan mereka semua, menghibur pikiran mereka, dan menyebabkan mereka menjadi tanpa takut. Semua yang melihat-Nya Dia buat menjadi menyadari pengetahuan yang bebas tentang kebenaran. Dengan pengetahuan dan upaya-kausalya Dia memahami dunia tujuan. Tanda-Nya yang indah dan perhiasan-Nya tidak bisa digelapkan. Gunung kebijaksanaan dan ajaran-Nya seluruhnya termurnikan."

"Kadang-kadang Dia mewujudkan diri sebagai Bodhisattva, Kadang-kadang Dia muncul sebagai Buddha, menyebabkan semua makhluk hidup tiba di alam tanpa kesedihan. Terhiasi dengan kebajikan yang tidak terhitung, dibangun dari karma terapan, Dia muncul di dunia. Hiasan dan kemurnian dari semua Buddha terselesaikan melalui pekerjaan dari Sarvajnajnana."

"Selalu menjaga Mula Pranidhana-Nya, Dia tidak meninggalkan dunia, menjadi Dermawan yang kukuh bagi para makhluk hidup. Cahaya-Nya yang murni dan tertinggi menjadikan diri-Nya terlihat oleh semua makhluk hidup. Melalui kekuatan batin, sang Buddha selalu mengikuti para makhluk hidup dari enam alam keberadaan duniawi, yang tanpa batas dan tidak terhitung, tidak pernah meninggalkan mereka. Jika ada yang telah menanam akar kebajikan di masa lampau, Dia membuat mereka semua menjadi termurnikan, namun tanpa berhenti dari Mula Pranidhana-Nya terhadap semua makhluk hidup dari 'enam alam keberadaan duniawi (saddhatu : alam neraka, alam hantu kelaparan, alam binatang, alam manusia, alam asura, alam dewa)'. Dia tidak menipu seorangpun, secara tepat berhubungan dengan mereka dalam jalan kebajikan, menyebabkan mereka mempraktekkan karma yang murni dan menghentikan pertikaian."

"Dari alam yang tanpa rintangan, Dia menghasilkan Maha Bala. Tiada apapun yang menghalangi gudang cahaya-Nya yang tertinggi. Dia mewujudkan pantulan dalam alam dari pikiran yang murni, dimana semua dunia melihat. Dia memberikan banyak beranekaragam Dharma kepada para makhluk hidup. Sang Buddha adalah gudang cahaya yang tanpa batas; Kekuatan, pengetahuan, dan kebijaksanaan-Nya adalah yang sepenuhnya sempurna. Dia terus menyinari semua makhluk hidup dengan Maha Prabha, menyebabkan mereka semua terkabul sesuai dengan cita-cita mereka. Melampaui semua kebencian, Dia adalah 'lapangan kebajikan tertinggi (Parama Punya-ksetra)', yang diandalkan oleh semua makhluk hidup; Jika ada yang berdana, Dia menyebabkan mereka menjadi murni, dan menerima berkat yang tanpa batas dari melakukan sedikit kebajikan. Dia menyebabkan semua mampu memasuki tingkat pengetahuan yang tidak habis-habisnya. Dia adalah sang Natha yang ber-pikiran murni, yang menanam akar kebajikan kepada semua makhluk hidup. Dia yang Lapangan Yang Paling Subur dan Unggul yang menghasilkan kualitas kebajikan untuk makhluk hidup. Pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya adalah yang dalamnya melampaui batas; dengan upaya-kausalya Dia bisa menyelamatkan semua dari penderitaan dari keadaan sedih dari keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan."

"Dengan percaya, mengamati, memasuki kedalaman pengetahuan, berjuang dalam lautan kebajikan, tiba di kebijaksanaan yang seperti ruang angkasa, mengetahui lapangan kebajikan para makhluk hidup, merenungkan dalam pikiran, mengamati perbuatan, tanda dan perhiasan dari Buddha, mengamati kemunculan Buddha diseluruh dunia, mengamati kekuatan ajaib sang Buddha seperti itu, 'Perkumpulan majelis besar (Maha Samaya)' itu pada saat itu juga melihat seluruh pori-pori sang Buddha memancarkan seratus ribu nayuta asamkhyeya sinar cahaya, seluruh sinar cahaya itu memiliki warna yang tidak terhitung, kemurnian yang tidak terhitung, pancaran yang tidak terhitung, menyebabkan para makhluk yang tidak terhitung menyaksikannya, bergembira, menjadi bahagia, keyakinan bertambah, cita-cita menjadi murni, indera termurnikan dan tenang, dan menyebabkan para makhluk yang tidak terhitung mengembangkan sikap hormat dan puja."

"Kemudian pada saat itu, seluruh Maha Samaya melihat tubuh sang Buddha memancarkan seratus ribu nayuta asamkhyeya Maha Prabha yang tidak terbayangkan, seluruh cahaya dengan banyak warna yang tidak terbayangkan dan banyak sinar yang tidak terbayangkan yang menyinari dharmadhatu yang tidak terbayangkan, melalui kekuatan batin sang Buddha, menghasilkan suara besar yang indah yang mengucapkan pujian yang tidak terbatas dalam kata yang melampaui semua dunia, yang disempurnakan oleh kebajikan yang melampaui dunia. Dia juga mewujudkan seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya hiasan indah yang tidak terbayangkan, yang tidak pernah bisa dijelaskan sepenuhnya bahkan di dalam seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya kalpa, semuanya itu dihasilkan dari kekuatan batin sang Buddha yang tidak habis-habisnya. Dia juga mewujudkan banyak para Tathagata yang tidak terbayangkan muncul di dunia dan memimpin para makhluk hidup masuk ke pintu kebijaksanaan agar memahami Dharma yang paling mendalam. Juga, Dia mewujudkan vikurvana dari para Tathagata diseluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, menyebabkan semua makhluk duniawi menjadi sama termurnikan. Semua ini dipancarkan dari Sarvajnajnana yang tidak terhalang yang sang Buddha tinggal berdiam. Itu juga dilahirkan dari kebajikan terunggul yang tidak terbayangkan yang sang Buddha praktekkan. Juga, Dia mewujudkan seratus ribu nayuta kankara asamkhyeya permata menyala yang indah, yang berasal dari kusala-mula dari Maha Pranidhana masa lampau-Nya. Bisa melakukannya begitu karena Dia telah memuja dan melayani para Tathagata yang tidak terhitung, karena telah mengolah praktek yang murni tanpa kendur, karena pikiran Sarvajna-Nya yang tanpa rintangan menghasilkan kusala-mula, demi mengungkapkan keseluruhan kekuatan Tathagata, memotong putus keraguan dari semua makhluk hidup, membuat mereka semua mampu melihat sang Tathagata, membuat para makhluk hidup yang tidak terbatas tinggal berdiam dalam kebajikan, memperlihatkan kekuatan batin Buddha tidak bisa dilampaui, membuat semua makhluk hidup mampu memasuki lautan Parama, membuat para Bodhisattva dari semua Buddhaksetra datang berkumpul, dan karena Dia mau mengungkapkan Buddhadharma yang tidak terbayangkan."

"Kemudian pada saat itu, sang Tathagata dengan Maha Karuna-Nya yang meliputi semua, mempertunjukkan hiasan dari Sarvajnajnana, hendak membuat para makhluk hidup di dalam dunia yang tidak terhitung yang tidak percaya menjadi percaya, menyebabkan mereka yang percaya menjadi berkembang, yang berkembang menjadi murni, yang murni menjadi matang, yang matang menjadi menguasai pikiran dan merenungkan Dharma yang mendalam, dipenuhi dengan cahaya pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa batas, mengembangkan pikiran luas yang tidak terukur, pikiran Sarvajna, tanpa kemunduran, tidak melanggar sifat alami pokok dari gejala kejadian, tidak takut pada Paramartha, menyadari Satya Dharma, menyempurnakan semua Paramita, memurnikan semua kebajikan yang melampaui duniawi, sama seperti Samantabhadra, mencapai kebebasan dari Buddhatva, meninggalkan alam Mara dan memasuki alam para Buddha, memahami Dharma yang mendalam dan mencapai pengetahuan yang tidak terbayangkan, tidak pernah mundur dari sumpah pembebasan semesta, selalu melihat para Buddha, tidak pernah meninggalkan Mereka, menyempurnakan pengetahuan pengamatan, menyadari kebenaran yang tidak terbatas, dipenuhi dengan kekuatan dari gudang kebajikan yang tanpa batas, mengembangkan pikiran gembira, memasuki alam yang tanpa keraguan, berpisah dari Mara dan menjadi murni, tidak gentar melihat gejala kejadian dikarenakan oleh Sarvajnajnana, memperoleh pintu masuk ke Samaya dari semua Bodhisattva, dan selalu dilahirkan di dalam Tathagatakula dari masa lampau - masa depan - masa sekarang."

"Hiasan ini yang diwujudkan oleh sang Buddha seluruhnya tercipta dari akar kebajikan yang terhimpun di masa lampau, bertujuan untuk menyelaraskan dan mendidik semua makhluk hidup, mengungkapkan kekuatan kebajikan yang besar dari Tathagata, menyalakan gudang pengetahuan dan kebijaksanaan yang tanpa halangan, memperlihatkan sinar yang luar biasa dari kebajikan tertinggi yang tanpa batas dari Tathagata, memperlihatkan pertunjukan kekuatan batin besar yang tidak terbayangkan dari Tathagata, mewujudkan tubuh Buddha di dalam semua dunia makhluk melalui kekuatan batin, memperlihatkan kekuatan Rddhi dan Vikurvana dari Tathagata, menyempurnakan semua Mula Pranidhana-Nya, memperlihatkan pengetahuan dan kebijaksanaan yang berani dari Tathagata yang bisa pergi kesemua tempat, menjadi Dharmaraja yang bebas dalam semua hal, menghasilkan semua jalan pengetahuan, mewujudkan kemurnian tubuh Tathagata, dan juga mengungkapkan kemuliaan tertinggi dari tubuh-Nya, mewujudkan pencapaian dari kesamaan dari semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, mengungkapkan gudang akar kebajikan yang murni, mewujudkan bentuk-rupa yang paling agung yang mana tiada satupun di dunia yang bisa seperti-Nya, memperlihatkan ciri-ciri dari penguasaan penuh atas Dasa-bala, menyebabkan yang melihat-Nya tidak pernah bosan, menjadi Matahari bagi dunia, menyinari masa lampau - masa depan - masa sekarang. Semua kualitas kebajikan dari sang Dharmaraja diwujudkan melalui akar kebajikan dari masa lampau; Bahkan jika semua Bodhisattva akan memuji dan menceritakannya di seluruh masa waktu, Mereka tidak akan pernah bisa memberitakannya hingga habis."

"Kemudian sang Deva Tusita itu, setelah mengatur semua puja ini untuk sang Tathagata, bersama dengan para devata Tusita yang tidak terhitung membungkukkan diri dan beranjali, dengan hormat menghadap sang Bhagavan Buddha, dan berkata : "Sadhu, Bhagavan, Sadhu, Sugata, Sadhu, Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Tolong berbelas-kasih untuk singgah di Istana ini."
   
"Kemudian sang Bhagavan, menghiasi diri-Nya sendiri dengan hiasan Buddhatva, dipenuhi dengan kebajikan yang menakjubkan, demi menggembirakan semua makhluk, agar semua Bodhisattva mengembangkan pemahaman yang mendalam, agar semua devata Tusita meningkatkan tekad, agar Raja Tusita tidak pernah bosan berdana dan melayani, agar para makhluk memusatkan perhatian mereka kepada sang Buddha dan menjadi terdorong untuk mencari Bodhi, agar para makhluk yang jenisnya tidak terhitung melihat akar kebaikan dan kualitas kebajikan Buddha yang tanpa akhir, agar mereka selalu mampu membangkitkan keyakinan yang murni, agar setelah melihat sang Buddha, mereka melayani tanpa mencari apapun, agar semua cita-cita mereka menjadi murni, agar mereka rajin mengumpulkan akar kebaikan tanpa kendur, dan agar mereka berikrar untuk mencari Sarvajnajnana, sang Buddha menerima undangannya, memasuki gedung yang terhiasi dengan semua permata. Sama seperti di dunia ini, hal yang sama juga terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru."

"Pada saat itu, gedung yang terhiasi dengan semua permata itu secara alami memiliki hiasan indah yang menakjubkan, melampaui seluruh surga, dan di puncak hiasan itu ada jaring dari semua permata yang menyelimuti semua, menurunkan hujan awan dari semua permata terbaik di semua tempat, menurunkan hujan awan dari semua jenis perhiasan, awan dari semua jenis pakaian permata, awan dari semua jenis dupa candana, awan dari semua jenis wewangian yang padat, awan dari kanopi yang terhiasi dengan semua permata, dan awan dari kumpulan banyak bunga yang tidak terbayangkan, ada dihasilkan dimana-mana musik yang tidak terbayangkan yang memuji pengetahuan tentang semua cara pembebasan dari sang Tathagata, yang semua itu sesuai dengan Dharma yang mulia. Semua puja ini melampaui yang dari para deva."

"Kemudian di dalam istana Tusita, ada banyak musik dan nyanyian yang berlanjut terus tanpa henti. Melalui kekuatan batin sang Buddha, pikiran dari Raja deva Tusita menjadi tenang tidak tergoyahkan; akar kebajikan masa lalu-nya seluruhnya mencapai kesempurnaan, kualitas kebaikannya menjadi lebih kukuh dan stabil, keyakinan murni-nya meningkat, dia membangkitkan semangat besar, merasakan kegembiraan besar, cita-cita-nya yang mendalam termurnikan, telah membuat tekad untuk Bodhi, dan menempatkan perhatian-nya yang kukuh pada Dharma, mengingatnya dengan kukuh dalam pikiran. Kemudian, melalui kekuatan batin sang Buddha, sang Tusita Devaraja mengingat bagaimana dirinya menanam 'akar kebajikan (kusala-mula)' kepada para Buddha di masa lampau, lalu mengucapkan syair-gatha ini :   

Dahulu ada Aniruddhacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Mahajnana Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung keemasan ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.   

Dahulu ada Samantanetra Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Musaragalva Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung tambang permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Vidyasimha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung raja gunung ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Suryaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung bunga ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Amitaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung hiasan pohon ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Dharmadhvaja Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung istana permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Jnanadipa Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung gunung wewangian ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dahulu ada Gunaprabha Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata mani ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sama seperti di dalam dunia ini, Raja surga Tusita, melalui kekuatan sang Buddha, memuji kebajikan dari sepuluh Buddha masa lampau, begitu juga dengan semua Raja surga Tusita di dunia-dunia dari sepuluh penjuru yang juga memuji kebajikan para Buddha.

"Kemudian sang Bhagavan duduk bersila di atas Simhasana permata di dalam gedung yang terhiasi dengan semua permata itu. Dharmakaya-Nya murni, karma-Nya yang tidak terbayangkan bebas. Dia ada di alam yang sama dengan semua Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang, tinggal berdiam di dalam Sarvajnajnana, memasuki satu intisari yang sama dengan semua Buddha. Mata Buddha-Nya jelas sempurna, melihat segala sesuatu tanpa halangan. Dia memiliki Maha Rddhi-bala, menjelajah dimana-mana diseluruh dharmadhatu tanpa henti. Dia memiliki Maha-abhijna-bala, mampu pergi kemanapun yang ada para makhluk yang bisa diajar. Tubuh-Nya terhiasi dengan perhiasan dari semua Buddha yang tanpa halangan. Dia mengetahui dengan baik kapan waktu yang tepat untuk menjelaskan Dharma kepada orang-orang."

"Para Bodhisattva yang banyaknya tidak terbayangkan datang dari berbagai ksetra di kawasan lain berkumpul; Samaya menjadi murni, Dharmakaya Mereka tiada mendua; Mereka tidak tinggal berdiam, dan secara bebas melaksanakan perbuatan Buddha." 

"Ketika sang Bhagavan telah duduk di Simhasana ini, di dalam gedung itu, ada secara spontan muncul hiasan yang tidak terhitung yang melampaui semua persembahan dari para devata. Yaitu : Bunga, kalung bunga, jubah, wewangian, dupa, payung permata, bendera, panji, musik, dan nyanyian. Semuanya itu tidak bisa dihitung. Dengan penghormatan besar puja ini diberikan kepada sang Buddha. Hal yang sama ini juga terjadi di semua surga Tusita di sepuluh penjuru."

4

Guan Yin Pusa



Putuo San

Bab 22
Dasaksayakosa parivartah

Kemudian pada saat itu, Punyavana Bodhisattva Mahasattva berkata kepada para Bodhisattva: "Kulaputra, para Bodhisattva Mahasattva mempunyai sepuluh jenis gudang harta yang telah dijelaskan, akan dijelaskan, dan sedang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, masa depan, dan sekarang. Apakah sepuluh itu? Yaitu : Gudang Keyakinan, Gudang Sila, Gudang Malu, Gudang Penyesalan, Gudang Pembelajaran, Gudang Memberi, Gudang Kebijaksanaan, Gudang Perhatian Penuh, Gudang Pemeliharaan, dan Gudang Kefasihan. Inilah sepuluh itu.”

"Kulaputra, apakah Gudang Keyakinan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang kosong, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa tanda, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tiada nafsu keinginan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak diciptakan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa perbedaan, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa dasar pendukung, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa diukur, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak terlampaui, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang sulit dilampaui, percaya bahwa semua gejala kejadian adalah yang tidak dihasilkan."

“Jika Bodhisattva mampu dalam cara ini membangkitkan keyakinan yang murni yang sesuai dengan semua gejala kejadian, ketika mendengar bahwa semua Buddhadharma adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa semua Buddha adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa alam makhluk hidup adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa dharmadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa akasadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa nirvanadhatu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa lalu adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa depan adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa masa kini adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut; Ketika mendengar bahwa memasuki semua kalpa adalah yang tidak terbayangkan, pikirannya tidak takut."

"Mengapa begitu? Bodhisattva ini, yang tinggal berdiam di tempat para Buddha, memiliki keyakinan yang sangat kuat. Dia tahu bahwa kebijaksanaan dan pengetahuan Buddha adalah yang tidak terbatas dan tidak ada habisnya. Di semua dunia yang tidak terhitung di sepuluh penjuru, ada para Buddha yang tidak terhitung yang telah mencapai, akan mencapai, atau sekarang mencapai Anuttarasamyaksambodhi, yang telah datang - yang sekarang datang - atau yang akan datang ke dunia, yang telah memasuki - yang sekarang memasuki - atau yang akan memasuki Nirvana. Kebijaksanaan dan pengetahuan dari para Buddha itu tidak meningkat, tidak berkurang, tidak dihasilkan, tidak dihancurkan, tidak berkembang, tidak mundur, tidak dekat, tidak jauh, tanpa hubungan dan tidak tanpa hubungan. Sang Bodhisattva memasuki kebijaksanaan dan pengetahuan Buddha dan mengembangkan keyakinan yang tanpa batas dan tidak habis-habisnya."

"Setelah Dia telah mencapai keyakinan ini, pikirannya tidak mengalami kemunduran, pikirannya tidak menjadi bingung. Dia tidak bisa dihancurkan dan tiada kemelekatan. Selalu mempunyai dasar, Dia mengikuti para Bijaksana, dan tinggal berdiam di dalam rumah para Tathagata, mempertahankan benih sifat alami dari semua Buddha, meningkatkan keyakinan dan keteguhan dari semua Bodhisattva, menyesuaikan dengan akar kebajikan dari semua Tathagata, dan membangkitkan upaya-kausalya dari semua Buddha. Inilah yang dinamakan Gudang Keyakinan dari Bodhisattva Mahasattva. Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam Gudang Keyakinan ini, Dia bisa mendengar dan mempertahankan semua Buddhahdarma, menjelaskannya kepada para makhluk hidup, dan menyebabkan mereka semua terbangkitkan pada pemahaman."

"Kulaputra, apakah Gudang Sila dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva menyempurnakan Sila dari menguntungkan semua, Sila dari tidak menerima aturan yang salah, Sila dari tidak tinggal berdiam, Sila dari tidak menyesal atau dendam, Sila dari tiada pertikaian, Sila dari tiada melukai, Sila dari tanpa kotoran batin, Sila dari tanpa ketamakan, Sila dari tanpa kesalahan, dan Sila dari tidak pernah melanggar aturan."

"Apa itu Sila dari menguntungkan semua? Bodhisattva menerima dan menjunjung Sila yang murni yang pada dasarnya demi menguntungkan semua makhluk hidup."

"Apa itu Sila dari tidak menerima aturan yang salah? Bodhisattva tidak menerima atau mempraktekkan aturan yang diluar Marga; Secara alami bersemangat dalam mempertahankan Sila yang murni dan yang sama dari semua Buddha Tathagata dari masa lampau - masa depan - dan masa sekarang."

"Apa itu Sila dari tidak tinggal berdiam? Bodhisattva menerima dan menjaga Sila moral, pikirannya tidak tinggal berdiam di dalam kamadhatu, tidak tinggal berdiam di dalam rupadhatu, tidak tinggal berdiam di dalam arupadhatu. Mengapa begitu? Karena Dia tidak menjaga Sila sambil mengharap untuk di lahirkan di dalam alam itu."

"Apa itu Sila dari tidak menyesal atau dendam? Bodhisattva selalu tinggal berdiam penuh kedamaian dalam keadaan pikiran yang terbebas dari penyesalan atau dendam. Mengapa begitu? Karena Dia tidak melakukan pelanggaran berat, tidak mempraktekkan rayuan atau penipuan, dan tidak melanggar Sila yang murni."

"Apa itu Sila dari tiada pertikaian? Bodhisattva tidak menyangkal apa yang telah sebelumnya didirikan, dan tidak membangun sesukanya. Pikirannya selalu mengikuti Sila yang mengarah ke Nirvana, sepenuhnya menerima dan menjaganya tanpa melanggarnya. Tidak menyakiti makhluk lain melalui menjaga Sila, Dia menjaga Sila hanya demi ingin semua makhluk berbahagia."

"Apa itu Sila dari tiada melukai? Bodhisattva tidak melukai para makhluk hidup karena Sila, atau melalui mempelajari Mantra, atau membuat racun. Dia hanya menjaga Sila untuk tujuan menyelamatkan dan melindungi semua makhluk hidup."

"Apa itu Sila dari tanpa kotoran batin? Bodhisattva tidak melekat pada pandangan keliru atau yang berlebihan, tidak menjaga Sila yang tidak murni; Dia hanya merenungkan 'kemunculan yang saling bergantungan (Pratityasamutpada) dan menjaga Sila yang melampaui duniawi."

"Apa itu Sila dari tanpa ketamakan? Bodhisattva tidak menampilkan tanda luar biasa untuk membuat pertunjukkan kebajikan; Dia hanya menjaga Sila demi tujuan menyempurnakan jalan pembebasan."

"Apa itu Sila dari tanpa kesalahan? Bodhisattva tidak menyombongkan diri dengan berkata, 'Saya menjaga Sila.' Ketika melihat mereka yang melanggar Sila, Dia tidak menghina atau mempermalukan mereka. Dia hanya membuat mereka memusatkan pikiran tunggal menjaga Sila."

"Apa itu Sila dari tidak pernah melanggar aturan? Bodhisattva selamanya berhenti dari membunuh, mencuri, bersetubuh, salah berbicara, menipu, memfitnah, berbicara tanpa makna, serakah, membenci, dan pandangan salah: Dia sepenuhnya menerima Sila dari 'sepuluh perbuatan baik (dasa-kusala-karma)'. Ketika Bodhisattva mengamati Sila dari tidak pernah melanggar aturan ini, Dia berpikir, 'Para makhluk hidup melanggar Sila yang murni semuanya disebabkan oleh angan-angan khayalan. Hanya Bhagavan Buddha yang bisa mengetahui penyebab dan kondisi yang membuat para makhluk hidup tertipu dalam angan khayalan sehingga melanggar Sila yang murni. Saya harus menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi dan secara luas menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup, untuk membebaskan mereka dari angan-angan khayalan.' Inilah yang dinamakan Gudang harta kedua dari Sila dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Malu dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengingat kesalahan yang telah dilakukan di masa lampau dan merasa malu. Yaitu, Dia berpikir, 'Sejak masa lampau yang tanpa awal, semua makhluk hidup dan saya telah saling menjadi ayah, ibu, abang yang lebih tua, abang muda, kakak yang lebih tua, kakak muda, putra, dan putri satu sama lain: karena dipenuhi keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan, kebanggaan, kesombongan, ketidak jujuran, tipu muslihat, dan semua penderitaan yang lain, Kami telah saling melukai, merampok, asusila, dan membunuh, melakukan semua jenis kejahatan. Semua makhluk hidup adalah sama seperti ini - karena nafsu dan kekotoran batin, mereka tidak saling menghormati atau menghargai, tidak saling sesuai atau patuh, tidak saling turut, tidak saling membimbing, tidak saling peduli - mereka terus saling membunuh dan melukai, saling menjadi musuh dan penjahat. Merenungkan diri sendiri dan juga para makhluk hidup yang lain, Kami bertindak tanpa malu di masa lampau, masa depan, dan sekarang, sementara para Buddha dari tiga masa waktu melihat dan mengetahuinya semua. Sekarang jika saya tidak berhenti dari kelakukan yang tanpa malu ini, para Buddha dari tiga masa waktu juga akan melihat saya. Mengapa saya masih tidak berhenti dari perbuatan seperti itu? Ini tidak boleh terjadi. Oleh karena itu, saya harus memusatkan pikiran tunggal pada melenyapkan kejahatan itu dan menyadari Anuttarasamyaksambodhi, demi menjelaskan Dharma kepada semua makhluk.' Inilah yang dinamakan Gudang harta ketiga dari Malu dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Penyesalan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva menyesali keserakahan memanjakan diri dalam mengejar lima nafsu keinginan tanpa bosan atau puas dimasa lampau. Oleh karena itu, ketamakan, kebencian, kebodohan, dan berbagai jenis kekotoran batin menjadi meningkat. Dia berpikir, 'Saya harus tidak melakukan hal ini lagi.' Juga, Dia berpikir, 'Para makhluk hidup tidak bijaksana, dan mengembangkan 'kekotoran batin (klesa)', mereka melakukan semua jenis hal-hal buruk. Tidak saling menghormati atau menghargai, dan berkembang menjadi penjahat dan saling memusuhi. Telah melakukan semua jenis kejahatan dan merasa senang, mencari pujian. Mereka buta, tanpa mata kebijaksanaan, memasuki rahim dalam perut Ibu dan mengalami kelahiran, menjadi makhluk yang bertubuh kotor, pada akhirnya rambut memutih dan wajah berkerut. Mereka yang bijaksana mengamati ini sebagai sesuatu yang hanya disebabkan oleh terlahir dari nafsu berahi. Para Buddha dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang melihat dan mengetahui semua ini. Jika sekarang saya masih melakukan hal ini, maka saya sedang mencoba menipu para Buddha. Oleh karena itu, saya harus mengolah penyesalan, segera mencapai Anuttarasamyaksambodhi, dan secara luas menjelaskan Dharma kepada semua makhluk.' Inilah yang dinamakan Gudang harta keempat dari Penyesalan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Pembelajaran dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengetahui bahwa ada gejala kejadian karena ada gejala kejadian yang lain, dan bahwa tidak ada gejala kejadian karena tidak ada gejala kejadian yang lain; bahwa gejala kejadian timbul karena ada gejala kejadian lain yang timbul, dan bahwa gejala kejadian lenyap karena ada gejala kejadian lain yang lenyap; Baik itu adalah gejala kejadian duniawi atau gejala kejadian yang melampaui dunia, gejala kejadian yang berkondisi atau gejala kejadian yang tidak berkondisi, gejala kejadian yang pasti atau gejala kejadian yang tidak tentu."

"Apa itu ada gejala kejadian karena ada gejala kejadian yang lain? Itu adalah ketika ada ketidaktahuan, maka ada pembentukan kondisi.
Apa itu tidak ada gejala kejadian karena tidak ada gejala kejadian yang lain? Itu adalah ketika tiada kesadaran yang membeda-bedakan, maka tiada nama dan rupa.
Apa itu gejala kejadian timbul karena ada gejala kejadian lain yang timbul? Itu adalah ketika mengidam timbul, maka penderitaan timbul.
Apa itu gejala kejadian lenyap karena ada gejala kejadian lain yang lenyap? Itu adalah ketika proses penjelmaan lenyap, maka kelahiran lenyap.
Apa itu gejala kejadian duniawi? Itu adalah bentuk-rupa, perasaan, tanggapan penglihatan, kegiatan, dan kesadaran.
Apa itu gejala kejadian yang melampaui dunia? Itu adalah 'disiplin (Sila)', 'konsentrasi (Samadhi)', 'kebijaksanaan (Prajna)', 'pembebasan (Vimoksa)', serta wawasan dan pengetahuan dari pembebasan.
Apa itu gejala kejadian yang berkondisi? Itu adalah 'alam nafsu (kamadhatu)', 'alam bentuk-rupa (rupadhatu)', 'alam tanpa bentuk-rupa (arupadhatu)', dan alam dari para makhluk hidup.
Apa itu gejala kejadian yang tidak berkondisi? Itu adalah ruang angkasa kosong, Nirvana, kepunahan yang melibatkan menganalisa kondisi, kepunahan yang tidak melibatkan menganalisa kondisi, tinggal berdiam dalam sifat alami gejala kejadian, dan kemunculan yang saling ketergantungan.
Apa itu gejala kejadian yang pasti? Itu adalah 'Empat Kebenaran Mulia (Catvari Aryasatya)', Empat Buah Pencapaian Dari Sramana, 'Empat Pengetahuan Fasih Yang Tanpa Rintangan (catur-pratisamvidya)', Empat Keberanian, Empat Kediaman Dari Perhatian Penuh, Empat Usaha Yang Benar, 'Empat Dasar Kekuatan Batin (Catur rddhipada)', Lima Indera, Lima Kekuatan, 'Tujuh Cabang Kebangkitan (sapta-bodhyanga)', dan 'Delapan Cabang Jalan Dari Bijaksana (Aryastangamarga).'

Apa itu gejala kejadian yang tidak pasti? Itu adalah apakah dunia terbatas atau tidak terbatas, atau dua-duanya, atau bukan dua-duanya;
apakah dunia abadi atau tidak abadi, atau dua-duanya, atau bukan dua-duanya;
apakah Tathagata ada setelah Nirvana atau tidak, apakah Tathagata ada dan tiada atau bukan ada maupun bukan tiada setelah Nirvana;
apakah diri dan makhluk hidup ada atau tidak, apakah diri dan makhluk hidup ada dan tiada atau bukan ada maupun bukan tiada.
Berapa banyak Tathagata yang Parinirvana dan berapa banyak Sravaka dan Pratyekabuddha yang Parinirvana dimasa lampau?
Berapa banyak Buddha, Sravaka, Pratyekabuddha dan makhluk hidup yang akan ada di masa depan?
Berapa banyak Buddha, Sravaka, Pratyekabuddha dan makhluk hidup yang akan ada sekarang?
Tathagata apa yang pertama muncul di dunia, Sravaka dan Pratyekabuddha apa yang pertama muncul di dunia, makhluk hidup apa yang pertama muncul di dunia?
Tathagata apa yang terakhir muncul di dunia, Sravaka dan Pratyekabuddha apa yang terakhir muncul di dunia, makhluk hidup apa yang terakhir muncul di dunia?
Gejala kejadian apa yang pertama terjadi, dan gejala kejadian apa yang terakhir?
Dari manakah dunia berasal, dan kemanakah tujuannya?
Berapa banyak sistem dunia yang timbul, dan berapa banyak yang hancur?
Dari manakah sistem dunia berasal, dan kemanakah tujuannya?
Apa batas awal dari kelahiran dan kematian, dan apa batas akhirnya?
Inilah yang dinamakan gejala kejadian yang tidak pasti."
 
"Bodhisattva Mahasattva membuat pikiran ini, 'para makhluk hidup ditengah kelahiran dan kematian tidak belajar dan tidak mampu memahami semua gejala kejadian ini. Saya harus bertekad mempertahankan gudang pembelajaran dan mencapai Anuttarasamyaksambodhi, dan menjelaskan Dharma secara terperinci kepada para makhluk hidup.' Inilah yang dinamakan Gudang harta kelima dari Pembelajaran dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Memberi dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mempraktekkan sepuluh jenis dana. Dia berdana sebagian, berdana hingga habis, berdana kekayaan dalam, berdana kekayaan luar, berdana kekayaan dalam dan luar, berdana sepenuhnya, berdana masa lampau, berdana masa depan, berdana masa sekarang, dan berdana yang terakhir."

"Kulaputra apa itu berdana sebagian dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva suka menolong dan berbelas-kasih oleh sifat alami-Nya, dan memberi dengan baik. Jika mendapat makanan yang enak, Dia tidak menyimpannya untuk diri sendiri, namun memberikannya kepada para mahluk hidup dan setelah itu memakan sebagiannya. Dalam cara yang sama berlaku juga dengan semua objek materi yang diterima-Nya."

"Ketika makan, Dia berpikir: 'Ada di dalam tubuh saya delapan puluh ribu mikroorganisme yang hidupnya tergantung pada saya. Jika tubuh saya kenyang, begitu juga mereka. Jika tubuh saya menderita lapar, begitu juga mereka. Semoga makanan ini yang saya terima membuat semua makhluk menjadi kenyang; Saya sendiri memakan ini demi menyalurkannya kepada mereka, tanpa serakah demi rasa.' Juga, Dia berpikir, 'sepanjang malam yang panjang dari ketidaktahuan, saya telah melekat pada tubuh ini dan ingin memuaskannya, jadi mengambil makanan dan minuman. Sekarang, saya memberikan makanan ini kepada para makhluk hidup, dan berikrar selamanya mengakhiri ketamakan dan kemelekatan.' Inilah yang dinamakan berdana sebagian."

"Kulaputra apa itu berdana hingga habis dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva memperoleh semua jenis makanan dan minuman yang sangat enak, dupa wangi, bunga, pakaian, dan kebutuhan hidup lainnya. Jika digunakan untuk dirinya sendiri, bisa makmur, bahagiah, dan panjang umur. Jika diberikan kepada orang, maka menjadi miskin, menderita, dan mati muda. Jika pada saat itu, ada orang yang datang berkata, 'Anda harus memberikan semua milikmu kepadaku,' Bodhisattva berpikir pada dirinya sendiri, 'sejak masa lampau yang tanpa awal, saya mati kelaparan tidak terhitung banyaknya tanpa ada kesempatan untuk menolong orang lain sama sekali walau hanya sehelai rambut manfaat. Sekarang, saya harus kembali menyerahkan hidup saya seperti di masa lampau, agar saya bisa melakukannya demi menolong para makhluk hidup.' Jadi, Dia menyerahkan semua yang dimilikinya, bahkan hingga akhir hidupnya tanpa kekikiran. Inilah yang dinamakan berdana hingga habis."

"Kulaputra apa itu berdana kekayaan dalam dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika muda, sehat, indah dipandang, terhiasi dengan pakaian yang indah, bunga-bunga yang wangi, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'Maha Cakravartin, saya tua dan lemah, terserang penyakit parah, sendiri, tanpa pertolongan, tak berdaya, mendekati kematian. Jika saya mendapat tangan, kaki, darah, daging, kepala, mata, tulang, dan sumsum dari tubuh Raja, aku bisa terus hidup. Mohon jangan menghitung dan menyesal oleh saya ini, tataplah saya dengan belas-kasih dan berikan kepada saya.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Tubuh saya ini pada akhirnya pasti akan mati, tanpa manfaat apapun. Saya harus mengambil kesempatan ini dengan segera menyerahkannya untuk menyelamatkan makhluk hidup.' Dengan pikiran ini, Dia memberi tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan dalam."

"Kulaputra apa itu berdana kekayaan luar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'saya miskin dan tertekan oleh semua penderitaan, tolong berbaik-hati dan berbelas-kasih menyerahkan kekuasaan Anda kepada saya, sehingga saya bisa memerintah dan merasakan kebahagiaan sebagai raja.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'semua kekayaan yang megah pasti akan merosot dan berakhir. Ketika itu merosot dan berakhir, tidak akan mungkin bisa lagi menguntungkan para makhluk hidup. Saya harus memuaskan orang ini seperti yang dimintanya.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan kekuasaannya tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan luar."
 
"Kulaputra apa itu berdana kekayaan dalam dan luar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, jika ada orang yang datang dan berkata, 'Anda telah lama menjadi Cakravartin, dan saya tidak pernah seperti itu. Tolong serahkanlah takhta Anda kepada saya, dan Anda, Raja, jadilah pelayan saya.' Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Tubuhku, kekayaanku, permata dan juga jabatanku, adalah semua gejala kejadian yang tidak abadi dan menuju peluruhan. Sekarang saya dalam usia terbaik, kaya-raya, menguasai seluruh dunia. Karena pengemis ini telah muncul, saya akan menggunakan gejala kejadian yang fana ini untuk mencari dharma yang abadi.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan segalanya kepada orang itu dan melayaninya dengan penuh hormat tanpa menyesal. Inilah yang dinamakan berdana kekayaan dalam dan luar."

"Kulaputra apa itu berdana sepenuhnya dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika di usia terbaiknya, dengan tubuh yang sempurna, dipenuhi dengan semua tanda kemuliaan, terhiasi dengan bunga-bunga yang indah dan pakaian yang unggul, dan baru saja menerima abhiseka sebagai Cakravartin, memiliki semua tujuh permata Cakravartin, memerintah empat benua, pada satu waktu, para orang miskin yang tidak terhitung banyaknya datang dan berkata, 'Maha Cakravartin, ketenaran Anda menyebar dan terdengar di seluruh sepuluh penjuru, dan kami telah datang karena nama baik Anda. Kami semua memiliki permintaan dan berharap Anda akan berbelas-kasih mengabulkannya.' Kemudian para orang miskin itu meminta beranekaragam kepada Cakravartin : ada yang meminta negara, istri, atau anak, atau tangan dan kaki, darah, daging, jantung, paru-paru, kepala, mata, sumsum, dan otak. Pada saat itu, sang Bodhisattva berpikir, 'Semua yang dicintai pada akhirnya pasti berpisah dan tiada menguntungkan makhluk hidup. Sekarang saya ingin meninggalkan semua kemelekatan, dan menggunakan segala sesuatu ini yang pada akhirnya pasti lenyap untuk mengabulkan keinginan para makhluk hidup.' Dengan pikiran ini, Dia memberikan semua yang mereka inginkan tanpa menyesal, ataupun menghina atau jijik terhadap para makhluk hidup itu.
Inilah yang dinamakan berdana sepenuhnya."

"Kulaputra apa itu berdana masa lampau dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika mendengar tentang kualitas kebajikan dari para Buddha dan Bodhisattva di masa lampau, tidak melekatinya, Dia menyadari itu tiada keberadaan. Dia tidak membuat pembedaan, tidak serakah, tidak mengidam, tidak mencari. Tidak bergantung pada apapun, Dia melihat gejala kejadian sebagai mimpi, yang tiada zat padat. Dia tidak memikirkan akar kebajikan sebagai keberadaan, dan juga tidak bergantung padanya; Namun, Dia menyempurnakan Buddhadharma dan menjelaskannya demi mengajar dan mengubah para makhluk hidup yang tercengkram kemelekatan. Juga, Dia merenungkan semua gejala kejadian di masa lampau, mencarinya ke seluruh sepuluh penjuru, dan mneyadari bahwa itu tidak bisa dipahami. Setelah merenungkan begitu, Dia sepenuhnya melepaskan semua gejala kejadian di masa lampau. Inilah yang dinamakan berdana masa lampau."
 
"Kulaputra apa itu berdana masa depan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika mendengar tentang praktek dari para Buddha masa depan, Dia menyadari itu sebagai yang tiada keberadaan; Dia tidak melekati ciri-cirinya, tidak secara khusus senang terlahir di dalam Buddhaksetra, tidak memanjakan diri, tidak melekat, dan namun tidak meremehkannya; Tidak membaktikan kebajikan disana, namun juga tidak mundur dari akar kebajikan, Dia selalu rajin mengolah praktek, tidak pernah menyerah, hanya ingin mengumpulkan para makhluk hidup di dalam alam itu, menjelaskan Dharma kepada mereka, dan menyebabkan mereka menguasai Buddhadharma. Namun gejala kejadian ini tiada lokasi, juga tidak tanpa lokasi. Itu tidak di dalam, juga tidak diluar, tidak dekat, juga tidak jauh. Dia juga berpikir, 'Jika gejala kejadian adalah yang tidak ada, maka saya tidak akan gagal melepaskannya.' Inilah yang dinamakan berdana masa depan."
 
"Kulaputra apa itu berdana masa sekarang dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva ketika mendengar tentang kualitas kebajikan dari para dewa di surga catur-maharajika, juga yang di Trayastimsa, Suyama, Tusita, Nirmanarati, Paranirmitavasavarti, Brahmakayika, Brahmapurohita, Brahmaparsadya, Mahabrahma, Parittabha, Apramanabha, Abhasvara, Parittasubha, Apramanasubha, Subhakrtsna, Parittabrihat, Apramanabrihat, Brihatphala, Anabhraka, Sudarsi, Sudarsana, Akanistha, serta kualitas kebajikan dari para Sravaka-Pratyekabuddha, pikirannya tidak bingung atau terpikat, juga tidak terpusat atau terpencar: Dia hanya mengamati semua karma sebagai mimpi yang tidak nyata, tidak mengidam atau melekatinya. Demi menyebabkan para makhluk hidup berpisah dari jalan kejahatan, Dia mempraktekkan Bodhisattvacarya dengan pikiran tanpa membeda-bedakan, menyempurnakan Buddhahdarma, dan menjelaskannya. Inilah yang dinamakan berdana masa sekarang."   

"Kulaputra apa itu berdana yang terakhir dari Bodhisattva? Yaitu, jika para mahluk hidup yang sangat banyak ada yang tidak punya mata, ada yang tidak punya telinga, ada yang tidak punya hidung, atau lidah, atau tangan, atau kaki, datang kepada sang Bodhisattva dan berkata, 'Tubuhku cacat, indera rusak dan tidak lengkap. Saya berharap Anda berbelas kasih menggunakan upaya-kausalya dan melepaskan milik Anda agar membuat saya lengkap.' Ketika Bodhisattva mendengar ini, Dia segera memberikannya kepada mereka. Bahkan jika karena ini Dia harus bertubuh cacat selama kalpa yang tidak terhitung, namun pikirannya tidak pernah timbul penyesalan."

"Dia hanya merenungkan tubuh ini dari pertama memasuki rahim yang memliki rupa yang kotor, dengan orang indera yang terbentuk, yang lahir, menua, sakit, dan mati. Juga, merenungkan tubuh sebagai yang tidak nyata, tidak senonoh, tanpa kebijaksanaan dan tidak murni, bau, kotor dan tidak bersih. Itu disokong oleh tulang dan bergabung serta ditutupi oleh darah dan daging, dengan sembilan lubang yang terus mengalir dengan kotoran, yang dibenci oleh orang. Setelah merenungkan begitu, Dia tidak menimbulkan satupun pikiran kemelekatan."

"Dia juga berpikir demikian, 'Tubuh ini rapuh, tidak stabil, tidak untuk dilekati, harus diberikan untuk memuaskan keinginan yang lainnya, dan melalui perbuatan ini akan membimbing semua makhluk hidup dan menyebabkan mereka menjadi tidak melekati tubuh dan pikiran, membuat mereka mengembangkan tubuh kebijaksanaan yang murni.' Inilah yang dinamakan berdana yang terakhir. Inilah yang dinamakan Gudang harta keenam dari Memberi dari Bodhisattva Mahasattva."
 
"Kulaputra, apakah Gudang Kebijaksanaan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mengetahui bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya bentuk-rupa sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya ketidaktahuan sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui himpunan dari nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui punahnya nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui jalan menuju punahnya nafsu mengidam sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Sravaka sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Pratyekabuddha sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dia mengetahui Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Dharma dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui pengembangan dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya, mengetahui Nirvana dari Bodhisattva sebagaimana yang sesungguhnya."

"Dengan cara apakah Dia mengetahui hal ini? Dia tahu bahwa kegiatan yang dihasilkan dari karma masa lampau, yang dihasilkan dari sebab dan kondisi, semuanya adalah yang tidak nyata dan kosong, tanpa diri, tanpa wujud, tiada satupun gejala kejadian yang bisa dibuat. Karena ingin menyebabkan para makhluk hidup mengetahui sifat alami yang sesungguhnya dari gejala kejadian, Dia menjelaskan secara luas kepada mereka. Apa yang dijelaskan-Nya? Dia menjelaskan bahwa semua gejala kejadian tidak bisa dihancurkan. Gejala kejadian apa yang tidak bisa dihancurkan? Bentuk-rupa tidak bisa dihancurkan; perasaan, pikiran, kegiatan, dan kesadaran tidak bisa dihancurkan; ketidaktahuan tidak bisa dihancurkan. Dharma dari Sravaka tidak bisa dihancurkan; Dharma dari Pratyekabuddha tidak bisa dihancurkan; Dan Dharma dari Bodhisattva tidak bisa dihancurkan; Mengapa begitu? Karena semua gejala kejadian tidak diciptakan, tanpa pencipta, tidak bisa dijelaskan, tiada lokasi, tidak dilahirkan, tiada asal-mula, tidak diberikan, tidak diambil, tidak bergerak, dan tiada fungsi."

"Bodhisattva yang mengembangkan Gudang Kebijaksanaan yang tanpa batas seperti ini, memahami semua gejala kejadian melalui upaya-kausalya yang sedikit, secara spontan memahaminya dengan jelas dan tanpa bergantung para Bodhisattva yang lainnya."

"Gudang Kebijaksanaan yang tidak habis-habisnya ini disebut sebagai yang tidak habis-habisnya karena ia memiliki sepuluh jenis yang tidak habis-habisnya, yaitu :
Karena keterampilan dari Bodhisattva yang terpelajar adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena berhubungan dengan para orang bijaksana adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena menganalisa makna ucapan yang tepat adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena masuk kedalam dharmadhatu yang mendalam adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena hiasan pengetahuan yang satu rasa adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena penghimpunan semua kebajikan tanpa kenal lelah adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena memasuki pintu gerbang dari semua dharani adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena kemampuan membedakan suara ucapan dari semua makhluk hidup adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena kemampuan memotong putus keraguan dan kebingungan dari semua makhluk hidup adalah yang tidak habis-habisnya;
Karena mewujudkan kekuatan batin dari semua Buddha demi semua makhluk hidup, untuk mengajar, mengubah, dan menjinakkan mereka,
dan menyebabkan mereka mempraktekkan Dharma tanpa gangguan adalah yang tidak habis-habisnya;"

"Inilah yang dinamakan Gudang harta ketujuh dari Kebijaksanaan dari Bodhisattva Mahasattva. Mereka yang tinggal berdiam di dalam Gudang harta ini mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak habis-habisnya, dan mampu membangkitkan semua makhluk hidup."

"Kulaputra, apakah Gudang Perhatian Penuh dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva membuang ketidaktahuan dan kebingungan, mencapai kesadaran penuh. Dia mengingat satu kehidupan masa lampau, dua kehidupan, bahkan sepuluh kehidupan, seratus kehidupan, seribu kehidupan, seratus ribu kehidupan, ratusan ribu masa hidup-Nya yang tidak terhitung di masa lampau, kalpa dari pembentukan, kalpa dari peluruhan, dan kalpa dari pembentukan dan peluruhan. Dan tidak hanya satu kalpa pembentukan, tidak hanya satu kalpa peluruhan, tidak hanya satu kalpa pembentukan dan peluruhan, namun ratusan kalpa, ribuan kalpa, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."
   
"Dia mengingat nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat kemunculan dari satu Buddha di dunia dan vyakarana-Nya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kemunculan dari para Bhagavan Buddha di dunia dan vyakarana-Nya yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat kemunculan dari satu Buddha di dunia dan pengajaran Sutra-Nya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kemunculan dari para Bhagavan Buddha di dunia dan pengajaran Sutra-Nya yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Sama seperti pengajaran Sutra-Nya, begitu juga dengan Geya, Vyakarana, Gatha, Udana, Nidana, Avadana, Itivuttaka, Jataka, Vaipulya, Adbhuta-dharma, dan Upadesa-Nya."

"Dia mengingat satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat penjelasan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, penjelasan Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu indera, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari indera yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu penderitaan, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mengingat berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"'Perhatian Penuh (smrti)' ini terdiri dari sepuluh, yaitu : Smrti yang yang hening-tenang tanpa nafsu, yang murni, yang tidak kacau, yang sepenuhnya jelas, yang terpisah dari kotoran batin, yang terpisah dari berbagai macam kotoran batin, yang tanpa noda, yang bercahaya, yang menyenangkan, yang tanpa halangan."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam Smrti ini, tiada satupun dari semua dunia yang bisa mengganggu-Nya. Tiada perbedaan pendapat apapun yang bisa merubah-Nya. Akar kebajikan-Nya yang dari masa lampau seluruhnya termurnikan, Dia tidak terpengaruh atau melekati gejala kejadian duniawi. Para Mara dan Tirthika tidak bisa menghancurkan-Nya. Dia bisa terlahir kembali dalam bentuk-rupa yang berbeda tanpa melupakan apapun. Pembabaran Dharma-Nya adalah yang tidak habis-habisnya diseluruh masa lampau, sekarang, dan masa depan. Tinggal berdiam bersama dengan para makhluk hidup di semua dunia tanpa pernah membuat kesalahan. Memasuki perkumpulan majelis di Bodhimanda dari semua Buddha tanpa rintangan, dan mampu berhubungan dengan semua Buddha. Inilah yang dinamakan Gudang harta kedelapan dari Perhatian Penuh dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Pemeliharaan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva mempertahankan ajaran dari para Buddha, ungkapannya, maknanya, prinsipnya, tanpa melupakan atau menghilangkannya selama satu kehidupan, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, masa kehidupan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Dia mempertahankannya selama satu kalpa, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan vyakarana dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, vyakarana dari para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan satu Sutra, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sutra yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan penjelasan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, penjelasan Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari indera yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia mempertahankan berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Kulaputra, Gudang Pemeliharaan ini adalah yang tanpa batas, sulit diselesaikan, sulit mencapai kedalamannya, sulit didekati, tidak bisa dikuasai. Itu adalah yang tidak terukur dan tanpa batas, yang tidak habis-habisnya, dan berkekuatan besar. Itu adalah keadaan dari Buddha, yang hanya sang Buddha yang bisa memahaminya. Inilah yang dinamakan Gudang harta kesembilan dari Pemeliharaan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Kulaputra, apakah Gudang Kefasihan dari Bodhisattva Mahasattva? Bodhisattva memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan yang mendalam, mengetahui kenyataan yang sesungguhnya, secara luas menjelaskan segala sesuatu kepada para makhluk hidup tanpa bertentangan dengan Sutra dari semua Buddha. Dia menjelaskan satu bagian Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, bagian dari Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan nama dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, nama para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dalam cara yang sama, Dia menjelaskan satu dunia, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, banyak dunia yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan vyakarana dari satu Buddha, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, vyakarana dari para Bhagavan Buddha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Sutra, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sutra yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Sangha, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Sangha yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan satu Dharma, ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, Dharma yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu indera yang tidak terhitung banyaknya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami indera yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu penderitaan yang tidak terhitung banyaknya, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, berbagai macam sifat alami penderitaan yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Dia menjelaskan berbagai macam sifat alami dari satu Samadhi, dari ratusan, ribuan, ratusan ribu juta nayuta, hingga yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, sifat alami Samadhi yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan."

"Mungkin Dia menjelaskannya selama satu hari, atau selama dua minggu, atau selama sebulan, atau selama seratus tahun, atau selama seribu tahun, atau selama seratus ribu tahun, atau selama satu kalpa, atau selama seratus kalpa, atau selama seribu kalpa, atau selama seratus ribu kalpa, atau selama satu milyar nayuta kalpa, atau selama yang tidak terhitung, yang tidak terukur, yang tidak terbatas, yang tiada banding, yang tidak terandaikan, yang tidak terkatakan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terduga, yang tidak terungkapkan, kalpa yang melampaui ungkapan yang tidak terkatakan. Jumlah dari kalpa itu bisa dihabiskan, namun makna dan prinsip dalam satu kata dan ucapannya adalah yang sulit dihabiskan."

"Mengapa begitu? Karena Bodhisattva telah mengembangkan sepuluh jenis gudang harta yang tidak habis-habisnya ini, dan bisa memahami semua gejala kejadian; Cara dari konsentrasi Dharani menjadi jelas dipahami oleh-Nya, yang mencakup jutaan Dharani yang tidak terhitung banyaknya. Setelah mencapai penguasaan pikiran dari Dharani ini, Dia bisa secara luas menjelaskan gejala kejadian kepada para makhluk hidup melalui cahaya Dharma. Ketika berkhotbah, dengan lidah samanta, Dia menghasilkan suara yang menakjubkan yang meliputi semua dunia di sepuluh penjuru, memuaskan semuanya sesuai dengan indera dan sifat alami mereka, sehingga pikiran mereka menjadi bahagia dan terbebas dari jeratan noda dari semua penderitaan."

"Kekuatan kecerdasan dan penjelasan dari Bodhisattva mampu memasuki semua ungkapan bahasa, yang diucapkan dan yang tertulis, menyebabkan semua makhluk hidup meneruskan silsilah benih Buddha. Kemurnian pikirannya berlanjut, dan Dia menjelaskan Dharma tanpa henti melalui cahaya Dharma, tanpa kenal lelah."

"Mengapa begitu? Karena Bodhisattva telah mengembangkan tubuh tanpa batas yang luasnya seperti ruang angkasa, meliputi dharmadhatu. Inilah yang dinamakan Gudang harta kesepuluh dari Kefasihan dari Bodhisattva Mahasattva."

"Gudang harta ini adalah yang tidak habis-habisnya, tidak bisa hancur, tidak bisa diganggu, tidak berubah, tanpa halangan, tanpa kemunduran. Itu sangatlah mendalam, tanpa akhir, dan sulit dimasuki. Itu menuju ke pintu dari semua Buddhahdarma."

"Sepuluh Gudang Harta yang tidak habis-habisnya ini memiliki sepuluh jenis kualitas yang tidak habis-habisnya, yang membuat Bodhisattva pada yang tertinggi mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Apakah sepuluh itu? Yaitu, menguntungkan semua makhluk hidup; terampil mengabdikan ikrar mulanya; praktek tanpa henti disepanjang seluruh kalpa; pikiran bodhi yang tanpa batas yang menghabiskan seluruh alam ruang angkasa; pengabdiannya melibatkan perjuangan namun tiada kemelekatan; dengan sekejap satu pikiran mencakup gejala kejadian yang tanpa batas; pikiran dari Maha Pranidhana-Nya tidak pernah berubah; terampil berkonsentrasi dalam semua Dharani; dilindungi oleh semua Buddha; memahami semua gejala kejadian sebagai yang sama seperti ilusi. Inilah sepuluh kualitas yang tidak habis-habisnya yang bisa membuat yang melaksanakannya di semua dunia mencapai Maha Gudang Harta Tertinggi Yang Tidak Habis-Habisnya."


5

Guan Yin Pusa



Manjughosa - Lokesvararaja - Guhyakadipati

Bab 21
Dasacarya parivartah


Kemudian pada saat itu, Punyavana Bodhisattva Mahasattva, di adhisthana oleh sang Buddha, memasuki Samadhi yang bernama Keterampilan Meditasi Dari Bodhisattva (Bodhisattvakosalyadhyana nama samadhim)'; Ketika Dia telah memasuki Samadhi ini, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Punyavana. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Punyavana Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvakosalyadhyana Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari sepuluh ribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kekuatan akar kebajikan Bodhisattva, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi meningkatkan pengetahuan Buddha, memasuki dharmadhatu secara mendalam, memahami dengan baik alam-alam para makhluk hidup, tanpa rintangan memasuki apapun, tanpa halangan dalam semua kegiatan, mencapai upaya-kausalya yang tiada bandingan, memasuki intisari Sarvajnajnana, menyadari semua gejala kejadian, mengetahui semua indera, mampu mempertahankan dan menjelaskan semua Dharma, yaitu, menghasilkan 'sepuluh jenis praktek dari Bodhisattva (Bodhisattvadasacarya)'. Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini!"

Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Punyavana Bodhisattva pengetahuan yang tidak terhalang, pengetahuan yang tidak melekat, pengetahuan tidak terputus, pengetahuan yang tidak terperdaya, pengetahuan yang tidak membedakan, pengetahuan yang tanpa kesalahan, pengetahuan yang tidak terbatas, pengetahuan yang tiada tanding, pengetahuan yang tiada lalai, dan pengetahuan yang tidak bisa diambil. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.

Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Punyavana Bodhisattva; Kemudian Punyavana Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, praktek dari Bodhisattva adalah yang tidak terbayangkan, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva mengolah praktek yang sama seperti yang dari para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan praktek dari Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis praktek dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu? Yaitu :

Praktek dari memberikan kegembiraan.
Praktek dari yang bermanfaat.
Praktek dari tiada perselisihan.
Praktek dari kegigihan.
Praktek dari tiada kebingungan.
Praktek dari perwujudan yang baik.
Praktek dari tiada kemelekatan.
Praktek dari yang sulit dicapai.
Praktek dari ajaran yang baik.
Praktek dari Kebenaran.

"Inilah yang dinamakan sepuluh praktek dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."

"Kulaputra, apakah praktek dari memberikan kegembiraan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva adalah Pemberi yang murah hati, memberikan apapun yang dimilikinya dengan pikiran yang tenang, tanpa penyesalan, tanpa mengharapkan hadiah, tanpa mencari kehormatan, tanpa mendambakan keuntungan materi, namun hanya untuk menolong dan melindungi semua makhluk hidup, untuk memasukkan semua makhluk hidup kedalam pengasuhannya, untuk menguntungkan semua makhluk hidup, untuk meniru praktek yang asli dari semua Buddha, untuk mengingat kembali praktek yang asli dari semua Buddha, bergembira di dalam praktek yang asli dari semua Buddha, memurnikan praktek yang asli dari semua Buddha, lebih lanjut mengembangkan praktek yang asli dari semua Buddha, mewujudkan praktek yang asli dari semua Buddha, dan menjelaskan praktek yang asli dari semua Buddha, untuk menyebabkan semua makhluk hidup terbebas dari kesakitan dan penderitaan dan mencapai ketentraman dan kebahagiaan."

"Ketika Bodhisattva mengolah praktek ini, Dia menyebabkan semua makhluk hidup bergembira dan senang. Di semua tempat yang ada kemiskinan dan kekurangan, Dia pergi kesana melalui kekuatan virya untuk terlahir mulia dan kaya, sehingga bahkan jika ada satu saat para makhluk yang tidak terhitung datang kepada sang Bodhisattva dan berkata, 'Maitri, kami miskin dan sedang membutuhkan, tanpa makanan, lapar dan lemah, lusuh dan menyedihkan, sedang di pinggir jurang kematian; Tolong kasihanilah kami dan berikan daging anda untuk makanan agar kami bisa tetap hidup,' sang Bodhisattva akan segera memberikannya kepada mereka, untuk menggembirakan dan memuaskan mereka. Bahkan jika ratusan ribu para makhluk hidup yang tidak terhitung datang memohon dalam cara ini, sang Bodhisattva tidak akan mundur, namun akan meningkat bahkan lebih besar kebaikan dan belas-kasihnya. Tentu saja, karena semua makhluk hidup datang mencarinya, sang Bodhisattva, melihat mereka, akan menjadi lebih gembira, dan berpikir, 'Saya telah memperoleh anugerah yang baik; para makhluk hidup ini adalah lapangan kebajikan Saya, mereka adalah teman baik dan penderma Saya, tanpa Saya meminta, mereka datang untuk menyebabkan Saya memasuki Buddhadharma. Sekarang Saya harus mengolah pembelajaran dalam cara ini, tidak menyangkal keinginan para makhluk hidup.' Dia juga akan membentuk pikiran ini: 'Semoga semua kebajikan yang telah Saya lakukan, sedang lakukan, dan akan lakukan, menyebabkan Saya di masa depan, di dalam semua dunia, di antara semua makhluk hidup, memperoleh tubuh yang sangat besar, sehingga bisa memuaskan semua makhluk yang kelaparan dengan daging dari tubuh ini, dan semoga Saya tidak mati selama bahkan jika hanya tinggal satu makhluk kecil yang masih belum kenyang, dan semoga daging yang Saya potong tidak bisa habis. Melalui kebajikan ini, semoga Saya mencapai Anuttara Samyaksambodhi, dan mengalami Maha Parinirvana; Dan semoga mereka yang memakan daging Saya juga mencapai Anuttara Samyaksambodhi, mencapai pengetahuan yang tidak membeda-bedakan, menunaikan semua Buddhadharma, secara luas melaksanakan pekerjaan Buddha hingga memasuki Nirvana tanpa sisa. Jika ada hati dari bahkan hanya satu makhluk hidup yang tidak terpenuhi, Saya tidak akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi.'

"Begitulah Bodhisattva menguntungkan para makhluk, namun tanpa gagasan pikiran tentang diri, atau gagasan pikiran tentang makhluk hidup, atau gagasan pikiran tentang keberadaan, atau gagasan pikiran tentang kehidupan, tanpa beranekaragam gagasan pikiran, tanpa gagasan pikiran tentang 'kepribadian diri (pudgala)', tanpa gagasan pikiran tentang orang, tanpa gagasan pikiran tentang manusia, tanpa gagasan pikiran tentang pelaku atau penerima, Dia hanya mengamati ketidakterbatasan dari dharmadhatu dan alam makhluk hidup, kekosongannya, ketiadaan keberadaan, ketiadaan tanda, ketiadaan wujud, ketidakpastian, tiada ketergantungan, dan yang tidak diciptakan."

"Ketika melaksanakan perenungan ini, Dia tidak melihat dirinya sendiri, tidak melihat apapun yang diberikan, tidak melihat penerima, tidak melihat lapangan kebajikan, tidak melihat perbuatan, tidak melihat hadiah apapun, tidak melihat hasil apapun, tidak melihat hasil yang besar, tidak melihat hasil yang kecil."

"Kemudian sang Bodhisattva mengamati semua tubuh yang dimiliki oleh para makhluk hidup di masa lampau, masa depan, dan sekarang yang pada akhirnya binasa; Kemudian Dia membentuk pikiran ini : 'Sungguh luar biasa itu, alangkah bodoh dan gelap batin para makhluk hidup; Dalam kelahiran dan kematian mereka menerima tubuh yang tidak terhitung banyaknya, yang bisa binasa dan tidak kekal, dengan cepat kembali ke kerusakan dan kematian; Setelah mati, sekarang mati, dan masih juga akan mati, mereka masih tidak bisa menggunakan tubuh yang bisa hancur itu untuk mencari tubuh yang tidak bisa hancur. Saya harus mempelajari semua yang dipelajari para Buddha, untuk menyadari Sarvajnajnana, mengetahui semua kebenaran, dan menjelaskan kepada para makhluk hidup tentang sifat alami yang tidak bisa hancur dari kenyataan, yang adalah sama di masa lampau, sekarang, dan masa depan, dan yang sesuai dengan keheningan-tenang yang tertinggi, untuk menyebabkan mereka secara abadi mencapai kedamaian dan kebahagiaan.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang pertama dari memberikan kegembiraan."
 
"Kulaputra, apakah praktek dari yang bermanfaat dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempertahankan pengendalian diri yang murni, dan pikirannya tidak memiliki kemelekatan pada warna atau bentuk-rupa, suara, wewangian, selera, maupun perasaan. Juga, Dia mengkhotbahkan hal ini kepada para makhluk hidup. Dia tidak mencari kekuatan, status sosial, kekayaan, penampilan, atau kekuasaan. Tiada kemelekatan pada apapun, namun hanya dengan kuat menjunjung tinggi perilaku yang murni, dengan berpikir, 'Saat Saya mempertahankan Sila yang murni, pasti akan menyingkirkan semua belenggu, siksaan dari idaman, penindasan, fitnah, gangguan, dan akan mencapai kebenaran yang tidak membeda-bedakan yang dipuji oleh para Buddha.'"

"Ketika Bodhisattva mempertahankan Sila yang murni dalam cara ini, bahkan jika para mara datang menghampirinya dalam satu hari, masing-masing membawa para dewi yang tidak terhitung banyaknya, semuanya ahli dalam seni kenikmatan, cantik dan memikat, dengan beranekaragam hiburan demi mengacaukan perhatian Bodhisattva pada sang Jalan, sang Bodhisattva berpikir, 'nafsu keinginan ini adalah penghalang menuju sang Jalan dan menghambat Anuttara Samyaksambodhi.' Oleh karena itu, Dia tidak membayangkan bahkan satu pikiran tentang nafsu berahi; Pikirannya semurni Buddha. Dengan pengecualian dalam hal upaya-kausalya untuk mengajar dan mengubah para makhluk hidup, namun Dia masih tidak melepaskan tekad untuk Sarvajnajnana."

"Bodhisattva tidak menyakiti satupun makhluk hidup dalam pengejaran keinginannya sendiri; Dia lebih memilih mati daripada melakukan apapun yang menyakiti satu makhluk hidup pun."

"Setelah Bodhisattva telah melihat sang Buddha, Dia tidak pernah menimbulkan satupun pikiran tentang nafsu keinginan, apalagi berbuat atas nafsu keinginan."

"Pada saat ini, Bodhisattva berpikir, 'semua makhluk hidup, sepanjang malam, berpikir tentang nafsu keinginan, mengejar nafsu keinginan, dan melekati nafsu keinginan; Pikiran mereka tertuju pada cara mereka sendiri dan melekat pada nafsu keinginan, terus berputar di dalam itu, tidak memiliki kebebasan apapun. Saya harus menyebabkan para Mara dan dewi ini, dan semua makhluk hidup, untuk tinggal berdiam pada Sila yang tiada tanding; Sekali mereka tinggal berdiam di dalam Sila yang murni, pikiran mereka tidak akan pernah berpaling dari arah menuju Sarvajnajnana, dan pada akhirnya akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi, dan memasuki Parinirvana. Mengapa begitu? Ini adalah pekerjaan yang harus dilakukan. Harus mengikuti para Buddha dalam mengolah pembelajaran ini, dan setelah mengerjakan itu, terpisah dari semua karma buruk dan menyingkirkan kebodohan pada gagasan tentang diri, memasuki semua Buddhadharma melalui pengetahuan, dan menjelaskannya kepada para makhluk hidup, untuk menyingkirkan angan-angan khayalan mereka, sementara itu mengetahui bahwa tiada angan-angan khayalan yang terpisah dari makhluk hidup dan tiada makhluk hidup yang terpisah dari angan-angan khayalan, tiada makhluk hidup di dalam angan-angan khayalan dan tiada angan-angan khayalan di dalam makhluk hidup, dan juga bukan angan-angan khayalan adalah makhluk hidup atau makhluk hidup adalah angan-angan khayalan; Angan-angan khayalan bukanlah sesuatu yang di dalam atau diluar. Mengetahui semua gejala kejadian adalah yang tidak nyata, tiba-tiba timbul dan tiba-tiba lenyap, tiada kepadatan atau ketetapan, sama seperti mimpi, seperti pentulan, seperti khayalan, seperti ilusi, yang mengelabui para orang bodoh. Mereka yang mengerti dalam cara ini akan mampu memahami semua karma, menguasai kelahiran dan kematian juga Nirvana, menyadari Bodhi, menyelamatkan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya memperoleh keselamatan, membebaskan diri mereka sendiri dan membuat yang lainnya memperoleh pembebasan, menaklukkan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya ditaklukkan, menjadi hening-tenang dan membuat yang lainnya menjadi hening-tenang, mengamankan diri mereka sendiri dan membuat yang lainnya aman, terbebas dari kekotoran batin dan menyebabkan yang lainnya terbebas dari kekotoran batin, memurnikan diri mereka sendiri dan menyebabkan yang lainnya menjadi murni, terbebas dari nafsu dan menyebabkan yang lainnya terbebas dari nafsu, berbahagia dan menyebabkan yang lainnya berbahagia.'"

"Bodhisattva juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus mengikuti semua Tathagata, terpisah dari semua perbuatan duniawi, menyempurnakan semua kualitas keBuddhaan, tinggal berdiam di dalam ketenangan tertinggi, tidak membeda-bedakan terhadap semua makhluk, dengan jelas memahami alam tujuan, menyingkirkan semua kesalahan, memotong putus semua gagasan pikiran, berpisah dari semua kemelekatan, dan dengan terampil mengusahakan pembebasan, pikiran selalu tinggal berdiam dalam kebijaksanaan yang paling mendalam, yang tanpa bentuk-rupa, yang tidak habis-habisnya, yang tanpa batas, yang tidak terukur, yang abadi, yang bebas, yang tidak terbayangkan, yang tiada tanding.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kedua dari yang bermanfaat."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada perselisihan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva selalu mempraktekkan 'kesabaran (ksanti)', rendah hati dan hormat, tidak menyakiti diri sendiri, orang lain, atau keduanya; tidak mencuri atau menyebabkan yang lainnya mencuri, tidak melekat pada diri sendiri, orang lain, atau keduanya; tidak mencari ketenaran atau kekayaan. Dia hanya berpikir, 'Saya harus selalu menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup, menyebabkan mereka berpisah dari semua kejahatan, memotong putus ketamakan, kemarahan, kebodohan, kesombongan, kemunafikan, kekikiran, kecemburuan, perbudakan, dan ketidakjujuran, dan menyebabkan mereka selalu tinggal berdiam dengan damai di dalam kesabaran dan kerukunan.'"

"Ketika sang Bodhisattva mencapai kesabaran ini, bahkan jika para makhluk yang tidak terhitung jumlahnya datang kepadanya dan semua makhluk itu menghasilkan perkataan yang tidak terhitung banyaknya - perkataan yang tidak menyenangkan, perkataan yang tidak baik, perkataan yang memuakkan, perkataan yang tidak diinginkan, perkataan yang bukan dari mereka yang baik atau berkebajikan, perkataan yang bukan dari mereka yang berkebijaksanaan, perkataan yang tidak sesuai dengan akal sehat, perkataan yang tidak di dekati oleh para orang bijak, perkataan yang menjijikkan, dan perkataan yang tidak tertahankan - bahkan jika mereka mencaci maki sang Bodhisattva dengan perkataan seperti itu, dan lalu jika mereka semua dengan tangan yang tidak terhitung banyaknya menggenggam gada menyerang dan melukai sang Bodhisattva, tanpa belas kasihan, selama kalpa yang tidak terhitung, sang Bodhisattva menjumpai siksaan seperti itu, rambutnya berdiri, hidupnya akan segera berakhir, Dia membentuk pikiran ini: 'Jika pikiran Saya terganggu oleh penderitaan ini, maka Saya tidak menguasai diri Saya sendiri, tidak mengendalikan diri, tidak memahami diri, tidak mengolah, tidak stabil, tidak damai, ceroboh, menimbulkan kemelekatan - bagaimana Saya bisa menyebabkan yang lainnya mencapai kemurnian pikiran?'"

"Kemudian sang Bodhisattva juga berpikir, 'Sejak waktu yang tanpa awal, Saya telah tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian dan mengalami kesakitan dan gangguan', dengan merenungkan begitu, Dia memperbanyak usahanya, memurnikan pikirannya, dan mencapai kegembiraan. dengan terampil menyesuaikan dan berkonsentrasi, dan mampu tinggal berdiam dalam Buddhadharma, Dia juga membuat para makhluk hidup mencapai kondisi yang sama. Selanjutnya Dia merenungkan, 'tubuh ini kosong dan tiada, tanpa diri atau kepemilikan, tanpa kenyataan, kosong oleh sifat alaminya, tiada duanya. Sakit atau senang adalah yang tidak ada, karena semua gejala kejadian adalah yang kosong. Saya harus menjelaskan Dharma ini kepada para makhluk, untuk membuat semua makhluk hidup menyingkirkan pandangan mereka. Oleh karena itu, walau mengalami penderitaan hari ini, Saya harus menerimanya dengan kesabaran, berbelas-kasih kepada para makhluk, menguntungkan para makhluk, menenangkan para makhluk, menyayangi para makhluk, menjaga para makhluk dan tidak meninggalkan mereka, agar Saya mencapai Bodhi dan juga membuat yang lainnya mencapai Bodhi, sehingga pikiran Saya tidak akan pernah mundur, dan agar mencapai kemajuan dalam jalan menuju Buddhatva.'"
 
"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang ketiga dari tiada perselisihan."

"Kulaputra, apakah praktek dari kegigihan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva mempraktekkan berbagai macam 'semangat (virya)', semangat yang terutama, semangat yang besar, semangat yang unggul, semangat yang luar biasa, semangat yang tertinggi, semangat yang agung, semangat yang mulia, semangat yang tiada tanding, semangat yang tiada bandingan, semangat yang luas. Dia secara alami terbebas dari tiga racun keserakahan-kebencian-khayalan; secara alami terbebas dari kebanggaan dan kesombongan, secara alami tidak munafik, secara alami tidak kikir atau cemburu, secara alami tidak berdusta, secara alami sangat teliti. Pada yang tertinggi, Dia tidak membuat usaha apapun yang akan menyakiti satupun makhluk hidup. Dia hanya membuat usaha untuk memotong putus semua penderitaan, mencabut habis akar dari semua kebingungan, menyingkirkan semua kekuatan dari kebiasaan, mengetahui semua alam makhluk hidup, mengetahui dimana semua makhluk mati dan dilahirkan, mengetahui penderitaan dari semua makhluk hidup, mengetahui kecenderungan dari semua makhluk hidup, mengetahui pandangan dari semua makhluk hidup, mengetahui keunggulan dan kelemahan indera dari semua makhluk hidup, mengetahui kegiatan pikiran dari semua makhluk hidup, mengetahui seluruh dharmadhatu, mengetahui sifat alami dasar dari semua kualitas Buddha, mengetahui kesamaan sifat alami dari semua kualitas Buddha, mengetahui kesamaan sifat alami dari masa lampau-sekarang-masa depan, mencapai cahaya pengetahuan dari semua Buddhadharma, merasakan pengetahuan dari semua Buddhahdarma, mengetahui ketidakterbatasan dari semua Buddhadharma, mencapai pengetahuan mutlak yang menjangkau jauh dari upaya-kausalya dari semua Buddhahdarma, dan mencapai pengetahuan yang menganalisa dan menjelaskan ucapan dan makna dari semua Buddhadharma."

"Ketika sang Bodhisattva telah menyempurnakan praktek dari semangat ini, bahkan jika ada orang yang akan berkata kepadanya, 'Bisakah Anda melewati kalpa yang tidak terhitung menanggung kesakitan dari neraka avici demi semua makhluk di dalam dunia yang tidak terhitung, menyebabkan semua makhluk itu berjumpa dengan para Buddha yang tidak terhitung di dunia, dan melalui melihat para Buddha itu mencapai kebahagiaan mutlak dan pada akhirnya memasuki Parinirvana, setelah itu baru diri Anda sendiri mencapai Anuttara Samyaksambodhi?' Dia akan menjawab 'Saya bisa.' Lagi, jika ada orang yang akan berkata kepadanya, 'Ada lautan yang tidak terhitung yang Anda harus habiskan tetes demi tetes dengan sehelai ujung rambut; Ada dunia yang tidak terhitung yang Anda harus pecahkan menjadi butiran debu; dengan menghitung seluruh tetes air laut itu dan butiran debu dunia itu, jumlah banyaknya itu adalah jumlah kalpa yang Anda harus lalui dalam menanggung penderitaan yang tidak henti-hentinya demi para makhluk hidup.' Sang Bodhisattva tidak akan menyesal atau membenci saat mendengar kata-kata seperti itu, Dia hanya akan menjadi lebih bergembira, merasakan kebahagiaan yang mendalam dan beruntung bahwa telah mencapai keuntungan yang besar sehingga mampu melalui kekuatannya sendiri membuat para makhluk hidup terbebaskan selamanya dari penderitaan. Bodhisattva melalui menerapkan cara ini, membuat semua makhluk di semua dunia pada akhirnya mencapai Nirvana."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang keempat dari kegigihan."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada kebingungan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan 'pemusatan perhatian yang benar (samyak-smrti)', pikirannya terbebas dari kebingungan dan gangguan, kukuh dan tidak bisa diganggu, sepenuhnya murni, luasnya tidak terukur, tanpa satupun khalayan atau kebingungan. Melalui kebajikan dari pemusatan perhatian yang benar ini, Dia mengerti dengan baik semua ucapan duniawi dan mampu mengingat kata penjelasan tentang Dharma yang melampaui dunia. Yaitu, mampu mengingat penjelasan tentang makna dari sifat alami dasar dari perasaan (vedana), tanggapan penglihatan (samjna), pembentukan (samskara), kesadaran (vijnana), tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Di dunia, Dia meninggal di satu tempat dan terlahir di tempat lain tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia memasuki rahim dan meninggalkan rahim tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia membangkitkan Bodhicitta tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia mengikuti Guru tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia bersungguh-sungguh mempraktekkan Buddhadharma tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia melihat perbuatan mara tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia berpisah dari kegiatan mara tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Dia mengolah Bodhisattvacarya selama kalpa yang tidak terhitung tanpa ada kebingungan dalam pikirannya. Sang Bodhisattva setelah mengembangkan samyak-smrti yang tidak terukur ini, menghabiskan kalpa yang tidak terhitung mendengar bimbingan Dharma dari Buddha, Dharma yang mendalam tentang kekosongan, Dharma yang luas tentang kegiatan di dalam dunia yang saling berhubungan, Dharma tentang hiasan oleh kualitas kebajikan, Dharma tentang semua jenis susunan kualitas dari dharmadhatu, semua yang saling berhubungan, Dharma yang menjelaskan beranekaragam bentuk kata, susunan kata dan kalimat, Dharma tentang penghiasan dari Bodhisattva, Dharma tentang keunggulan kekuatan batin dan pancaran dari Buddha, Dharma tentang kemurnian dari pencarian yang benar dari pemahaman tertentu, Dharma tentang tiada kemelekatan pada semua dunia, Dharma yang menjelaskan semua dunia, Dharma tentang cakupan yang sangat luas, Dharma tentang menghapus ketidaktahuan dari orang buta dan memahami semua makhluk, Dharma tentang apa yang biasa dan apa yang tidak, Dharma tentang keunggulan dari pengetahuan Bodhisattva, Dharma tentang kebebasan dari Sarvajnajnana."

"Setelah mendengar Dharma ini, Bodhisattva mengingatnya terus-menerus selama masa waktu yang tidak terhitung. Mengapa begitu? Ketika Bodhisattva Mahasattva mengolah praktek selama kalpa yang tidak terhitung, Dia tidak pernah menyakiti satupun makhluk hidup, yang mana akan menyebabkan kehilangan samyak-smrti; Dia tidak menghancurkan Dharma, dan tidak memotong putus akar kebaikan, pikirannya selalu memperluas pengetahuan. Lagi, Bodhisattva ini tidak bisa dibingungkan atau diganggu oleh semua jenis suara, suara yang keras, suara yang kasar dan kacau, suara yang mengerikan, suara yang menyenangkan, suara yang tidak menyenangkan, suara yang memecahkan telinga, suara yang melemahkan. Ketika Bodhisattva mendengar suara yang baik atau yang buruk seperti itu yang tidak terhitung, bahkan jika suara itu memenuhi dunia-dunia yang tidak terhitung banyaknya, Dia tidak pernah terganggu atau bingung sekejappun. Yaitu, samyak-smrti-nya tidak terganggu, kediamannya tidak terganggu, konsentrasinya tidak terganggu, masuk kedalam kekosongan dengan tidak terganggu, praktek Bodhisattvacarya-nya tidak terganggu, ingatannya tentang Buddha tidak terganggu, perenungannya pada Dharma tidak terganggu, pengetahuannya dalam mengembangkan para makhluk hidup tidak terganggu, pengetahuannya dalam memurnikan para makhluk hidup tidak terganggu, pemahaman pastinya tentang makna dari yang mendalam tidak terganggu."

"Karena tidak melakukan kejahatan, Dia tanpa rintangan kebiasaan jahat; Karena tidak menghasilkan penderitaan, Dia tanpa rintangan penderitaan; Karena tidak nengabaikan Dharma, Dia tanpa rintangan pada Dharma; Karena tidak memfitnah dan tidak menolak Dharma, Dia tanpa rintangan ganjaran."

"Bahkan jika suara yang keras, suara yang kasar dan kacau, suara yang mengerikan, suara yang menyenangkan, suara yang tidak menyenangkan, suara yang memecahkan telinga, suara yang melemahkan memenuhi dunia yang tidak terhitung tanpa henti selama kalpa yang tidak terhitung, yang semua itu mampu menghancurkan indera, tubuh, dan pikiran dari para makhluk hidup, itu masih tidak bisa merusak pikiran dari sang Bodhisattva. Bodhisattva memasuki Samadhi, tinggal berdiam dalam Dharma dari Muni, dan bermeditasi memeriksa semua suara, menjadi sepenuhnya mengetahui ciri-ciri dari asal mula, keberadaan, dan kelenyapan dari semua suara, dan menjadi sepenuhnya mengetahui sifat alami dari asal mula, keberadaan, dan kelenyapan dari semua suara: Setelah mendengarnya, Dia tidak menimbulkan ketamakan atau kebencian, dan tidak kehilangan samyak-smrti. Dia memahami ciri-ciri [suara] itu dengan tepat tanpa terpengaruh atau melekat padanya. Dia mengetahui semua suara adalah yang tiada keberadaan dan yang dalam kenyataan adalah yang tidak bisa dipahami, bahwa itu adalah yang tiada penciptanya dan tanpa asal-mula, bahwa itu adalah yang sama dengan nirvana dan tiada perbedaan."

"Dengan begitu, Bodhisattva menyempurnakan karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang penuh damai dan hening-tenang, yang tanpa kemunduran, hingga mencapai Sarvajnajnana. Dia dengan mahir memasuki semua jenis dari Dhyana-Samadhi dan mengetahui bahwa semua Samadhi adalah yang sama dari satu intisari. Dia memahami bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa batas dan mencapai pengetahuan yang sesungguhnya tentang semua gejala kejadian. Dia mencapai samadhi yang mendalam terpisah dari semua suara. Dia mencapai beranekaragam samadhi yang tidak terhitung banyaknya. Dia terus maju mengembangkan pikiran Maha Karuna yang luas dan tanpa batas."

"Pada tingkat ini, Bodhisattva mencapai samadhi yang tidak terhtung banyaknya dalam sekejap satu pikiran, dan saat mendengar suara seperti itu, tidak terganggu - Dia secara bertahap meningkatkan dan memperluas konsentrasinya. Dia membentuk pikiran ini: 'Saya harus membuat semua makhluk tinggal berdiam dengan damai di dalam perhatian yang murni dan tiada tanding, agar mereka bisa mencapai avaivartika dalam menuju Sarvajnajnana, dan pada yang tetringgi mencapai Parinirvana.'"

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kelima dari tiada kebingungan."

"Kulaputra, apakah praktek dari perwujudan yang baik dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva murni dalam tubuh, ucapan, dan pikiran; Dia tinggal berdiam di dalam tiada keserakahan, dan mempertunjukkan tubuh, ucapan, dan pikiran yang tiada keserakahan. Dia mengetahui bahwa karma tubuh, ucapan, dan pikiran tiada keberadaan nyata. Karena terbebas dari ketidakbenaran, Dia terbebas dari belenggu. Apa yang Dia pertunjukkan adalah yang tanpa sifat alami diri dan tiada ketergantungan pada apapun. Dia tinggal berdiam dalam pikiran yang sesuai dengan kenyataan. Dia mengetahui sifat alami hakiki dari pikiran yang tidak terbatas. Dia mengetahui sifat alami diri dari semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa dipahami, tidak berbentuk, sangat mendalam dan sulit ditembus. Dia tinggal berdiam di dalam keadaan mutlak, kenyataan apa adanya yang sesungguhnya (Tathātā), intisari dari gejala kejadian; Dia muncul dalam kehidupan melalui upaya-kausalya, namun tiada ganjaran karma. Tidak lahir dan tidak mati, Dia tinggal berdiam di dalam yang tiada nafsu, sifat alami yang hening tenang dari nirvanadhatu. Dia tinggal berdiam di dalam sifat alami dari Tathata, tiada keberadaan diri. Dia melampaui kekuatan ucapan dalam menjelaskan penuh, melampaui semua dunia dan tidak bergantung pada apapun. Dia memasuki Dharma yang terbebas dari pembedaan, belenggu, dan kemelekatan. Dia memasuki Dharma sejati dari pengetahuan tertinggi. Dia memasuki Paramita yang tidak bisa dipahami atau diketahui oleh para duniawi. Yang seperti ini adalah ciri-ciri dari upaya-kausalya perwujudan kehidupan Bodhisattva."

"Bodhisattva membentuk pikiran ini : 'Sifat alami dari semua makhluk hidup adalah tiada sifat alami; sifat alami dari semua gejala kejadian adalah tidak diciptakan; Bentuk dari semua ksetra adalah tiada bentuk, di dalam semua dunia hanya ada ungkapan lisan, dan ungkapan lisan tidak memiliki dasar dalam kenyataan.' Begitulah Bodhisattva memahami bahwa segala sesuatu adalah kosong, dan semua dunia adalah kesunyian. Semua Buddhadharma tidak menambah apapun, Buddhadharma tidak berbeda dari gejala kejadian di dunia, dan gejala kejadian di dunia tidak berbeda dari Buddhahdarma. Buddhadharma dan gejala kejdaian dunia tidak bercampur juga tidak berbeda. Dengan mengetahui bahwa sifat alami unsur adalah yang sama, masuk ke seluruh triloka, tidak pernah menyerah dari tekad Maha Bodhi, tidak pernah mundur dari tekad untuk mengubah para makhluk hidup, bersungguh-sungguh memperluas dan meningkatkan Maha Karuna, Dia adalah penyokong bagi semua makhluk hidup."

"Kemudian Bodhisattva juga membentuk pikiran ini : 'Jika saya tidak mengembangkan dan mematangkan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak menenangkan dan mendidik para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak mengajar dan memperbarui para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak membangkitkan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Jika saya tidak memurnikan para makhluk hidup, siapa lagi yang akan? Ini adalah tanggung jawab saya, tugas saya.' Dia juga membentuk pikiran ini : 'Jika saya sendiri yang memahami Dharma yang mendalam ini, maka hanya saya yang akan mencapai pembebasan dalam Anuttara Samyaksambodhi, sementara semua makhluk hidup yang buta akan memasuki jalan yang penuh bahaya, terbelenggu oleh penderitaan, sama seperti orang yang sakit keras terus-menerus menderita kesakitan. Di dalam penjara dari mengidam dan melekat, mereka tak mampu mengeluarkan diri mereka sendiri. Mereka tidak akan pergi dari alam neraka, preta, binatang, atau alam yang rendah; Mereka tidak bisa memadamkan penderitaan atau meninggalkan karma buruk. Selamanya di dalam kegelapan dari ketidaktahuan, tidak melihat kenyataan. Berputar dalam kelahiran dan kematian, mereka tidak memiliki cara pembebasan. Hidup di dalam delapan keadaan yang sulit, diselimuti oleh semua jenis kekotoran batin, segala macam penderitaan menutupi pikiran mereka. Tersesatkan oleh pandangan salah, mereka tidak menjalani jalan yang benar.' Dengan merenungkan para makhluk hidup begitu, sang Bodhisattva berpikir, 'Akan tidak pantas bagi saya untuk meninggalkan para makhluk hidup ini sementara mereka masih belum berkembang, belum matang, dan tidak terkendali, dan diri saya sendiri mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Pertama saya harus mengubah para makhluk hidup ini, mempraktekkan Bodhisattvacarya selama banyak kalpa yang tidak terbayangkan, lebih dulu mengembangkan yang belum berkembang, dan menjinakkan yang tidak terkendali.'"

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam melalui praktek ini, jika para dewa, mara, sramana, brahmana, atau penghuni semua dunia, yaksha, gandharva, asura, garuda, kinnara, mahoraga, manusia, bukan manusia, akan melihat-Nya, atau tinggal berdiam dengan-Nya sebentar, dan menghormati-Nya dan memuja-Nya, melayani-Nya dan memberikan persembahan kepada-Nya, atau bahkan mendengar tentang-Nya, saat telah melintasi pikiran mereka, karma ini tidak akan sia-sia, mereka pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang keenam dari perwujudan yang baik."

"Kulaputra, apakah praktek dari tiada kemelekatan dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva dengan pikiran yang terbebas dari kemelekatan, bisa dalam setiap sekejap pikiran berturut-turut memasuki dunia yang tidak terhitung banyaknya dan menghiasi dan memurnikan dunia yang tidak terhitung banyaknya ini, pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada apapun yang ada di dunia ini. Dia mengunjungi para Buddha yang tidak terhitung banyaknya, menghormat, menunggu, dan memberikan persembahan berupa bunga, wewangian, karangan bunga, salep wangi, bubuk candana, baju, permata, bendera, payung, dan beranekaragam hiasan yang lain, semuanya tidak terhitung banyaknya. Persembahan ini adalah demi Dharma tertinggi yang tidak diciptakan, demi tinggal berdiam di dalam Dharma yang tidak terbayangkan. Dalam setiap sekejap pikiran, Dia melihat para Buddha yang tidak terhitung; Pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada tempat sang Buddha, dan Dia tiada kemelekatan pada Buddhaksetra juga. Dia juga tiada kemelekatan pada tanda pembeda dari para Buddha, dan sambil melihat lingkaran cahaya Buddha dan mendengar sang Buddha berkhotbah, namun Dia tiada kemelekatan. Juga, Dia tiada kemelekatan pada perkumpulan para Buddha dan Bodhisattva di dunia-dunia di sepuluh penjuru."

"Setelah mendengar Buddhadharma, pikiran-Nya bergembira, dan kekuatan Virya-Nya meningkat besar, sehingga mampu mencakup dan melaksanakan Bodhisattvacarya; Namun tiada kemelekatan."

"Bodhisattva ini, melalui kalpa yang banyaknya tidak terbayangkan, melihat para Buddha yang tidak terhitung muncul di dunia; Dia melayani dan menyokong semua Buddha selama kalpa yang tidak terhitung, tanpa kenal lelah. Melihat para Buddha, mendengar Dharma Mereka, dan melihat susunan hiasan yang menakjubkan dari perkumpulan majelis para Bodhisattva, Dia tidak melekati itu semua. Dan ketika melihat dunia yang tidak murni, Dia tanpa kebencian. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva ini mengamati sesuai dengan Buddhadharma. Dalam Buddhadharma, tiada kekotoran atau kemurnian, tiada kegelapan atau cahaya, tiada perbedaan atau persatuan, tiada kebenaran atau kesalahan, tiada keamanan atau bahaya, tiada jalan yang benar atau jalan yang salah."

"Begitulah Bodhisattva memasuki dharmadhatu secara mendalam, mengajar dan mengubah para makhluk hidup tanpa membentuk kemelekatan pada para makhluk hidup. Dia menerima dan mempertahankan Dharma, namun tidak membentuk kemelekatan pada Dharma. Dia membangkitkan Bodhicitta dan tinggal berdiam di dalam kediaman para Buddha, namun tidak membentuk kemelekatan pada kediaman para Buddha. Walaupun berbicara, pikiran-Nya tiada kemelekatan pada ucapan. Dia memasuki beranekaragam alam dengan pikiran tanpa kemelekatan pada alam itu. Dia memahami Samadhi, bisa masuk dan tinggal berdiam dalam Samadhi, namun tanpa kemelekatan pada Samadhi. Pergi mengunjungi Buddhaksetra yang tidak terhitung, Dia bisa masuk, melihat, atau tinggal berdiam di dalamnya, namun pikiran-Nya tanpa kemelekatan pada Buddhaksetra, dan ketika pergi, Dia tidak merindukannya."

"Karena Bodhisattva Mahasattva mampu tanpa kemelekatan dalam cara ini, pikiran-Nya tiada rintangan pada Buddhadharma. Dia memahami Samyaksambodhi dari para Buddha, menyadari Sila dari Dharma, tinggal bediam dalam Dharma yang benar dari para Buddha dan mengolah Bodhisattvacarya, merenungkan cara pembebasan dari Bodhisattva. Pikiran-Nya terbebas dari kemelekatan pada tempat tinggal Bodhisattva, dan juga tanpa kemelekatan pada Bodhisattvacarya. Dia membersihkan jalan Bodhisattva dan menerima vyakarana pencapaian Bodhi yang diberikan kepada para Bodhisattva. Setelah menerima vyakarana, Dia merenungkan, 'Para makhluk hidup bodoh dan gelap batin, tanpa pengetahuan atau penglihatan, tanpa keyakinan atau pemahaman, tanpa tindakan yang cerdas, serakah dan tidak jujur, iri hati dan melekat, berputar dalam kelahiran dan kematian, tidak mencari Buddha, tidak mengikuti ajaran Buddha, tidak percaya pada Buddha; Tersesat dalam kesalahan, keliru memasuki jalan yang berbahaya; Tidak menghormati kekuasaan dari Dasabala, tidak menyadari kemurahan hati dari para Bodhisattva. Melekat pada tempat tinggal, dan ketika mendengar bahwa segala sesuatu adalah kosong, pikiran mereka terkejut dan ketakutan, dan mereka menjauhkan diri dari Dharma sejati dan tinggal berdiam dalam ajaran yang salah; Dia pergi dari Bhumi, bahkan dari Marga, dan memasuki jalan yang berbahaya dan susah. mereka menolak pikiran tentang Buddha dan mengejar pikiran tentang Mara. Mereka melekati keberadaan dengan kuat dan tanpa henti.' Dengan begitu mengamati para makhluk hidup, Bodhisattva meningkat dalam Maha Karuna dan mengembangkan akar kebajikan, namun tanpa kemelekatan."

"Pada waktu ini, Bodhisattva juga berpikir, 'Saya harus, demi semua makhluk hidup di semua ksetra di dunia di sepuluh penjuru, menghabiskan kalpa yang tidak terhitung banyaknya mengajar dan mengembangkan semua makhluk hidup dengan sama tanpa kenal lelah atau menyerah.'"

"Lagi, mengukur seluruh dharmadhatu dengan sehelai ujung rambut, dalam sekejap Dia melewati kalpa yang banyaknya tidak terbayangkan dengan mengajar, mengubah, dan mendidik semua makhluk, dan juga melakukan begitu juga di semua tempat di dalam dharmadhatu. Tidak pernah sebentar pun Dia melekat pada diri atau menghibur setiap gagasan pikiran tentang diri, atau kepemilikan. Pada setiap waktu Dia mengolah Bodhisattvacarya diseluruh kalpa masa depan, tidak melekat pada tubuh, tidak melekat pada gejala kejadian, tidak melekat pada ingatan, tidak melekat pada ikrar, tidak melekat pada samadhi, tidak melekat pada dhyana, tidak melekat pada kestabilan yang hening-tenang, tidak melekat pada bidang atau objek, tidak melekat pada mengajar dan melatih para makhluk hidup, dan tidak melekat pada memasuki dharmadhatu."

"Mengapa begitu? Bodhisattva membentuk pikiran ini : 'Saya harus melihat semua alam tujuan sama seperti khayalan, semua Buddha sama seperti pantulan, praktek Bodhisattva sama seperti mimpi, khotbah Buddha sama seperti gema; semua dunia sama seperti ilusi, karena itu ditopang oleh akibat karma; tubuh-tubuh yang berbeda adalah sama seperti bayangan, karena itu dihasilkan melalui kekuatan karma; semua makhluk hidup sama seperti pikiran, karena mereka tercemar oleh berbagai macam pengaruh; semua gejala kejadian adalah sama seperti 'batas kenyataan (bhutakoti)', karena itu tidak bisa berubah.'"

"Dia juga membentuk pikiran ini: 'Saya harus melaksanakan Bodhisattvacarya di dalam semua ksetra, di dalam semua dunia di seluruh ruang angkasa, dari waktu ke waktu dengan jelas menyadari semua Dharma yang diajarkan Buddha, dengan pikiran yang teliti, terbebas dari kemelekatan.'"

"Begitulah Bodhisattva mengamati bahwa tubuh tiada diri, dan Dia melihat Buddha tanpa halangan. Agar mengubah para makhluk hidup, Dia menjelaskan berbagai macam Dharma, menyebabkan mereka memiliki kegembiraan tanpa batas dan keyakinan yang murni di dalam Buddhadharma. Dia menyelamatkan semua tanpa pikiran lelah. Karena Dia tidak kenal lelah, jika ada setiap makhluk hidup di semua dunia yang belum matang atau tidak terkendali dalam segala cara, Dia pergi kesana dan menerapkan upaya-kausalya untuk mengubah dan membebaskan mereka. Melalui kebajikan dari tanggung jawab besar dan semangat, Dia tinggal menetap dengan kukuh diantara para makhluk yang beranekaragam bahasa, perbuatan, kemelekatan, perlengkapan, perkumpulan, kebiasaan, kegiatan, pandangan, kelahiran, dan kematian, dan mengajar mereka, tidak membiarkan pikiran mereka terganggu atau patah semangat, dan tidak pernah sekejap pun membentuk pikiran kemelekatan. Mengapa begitu? Karena Dia telah mencapai kebebasan dan tiada kemelekatan. Keuntungannya sendiri dan keuntungan orang lain terpenuhi dengan kemurnian."
 
"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang ketujuh dari tiada kemelekatan."

"Kulaputra, apakah praktek dari yang sulit dicapai dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan akar kebajikan yang sulit dicapai, akar kebajikan yang tidak terkalahkan, akar kebajikan yang tertinggi, akar kebajikan yang tidak bisa dihancurkan, akar kebajikan yang tiada tanding, akar kebajikan yang tidak terbayangkan, akar kebajikan yang tidak habis-habisnya, akar kebajikan yang berkekuatan bebas, akar kebajikan yang berpengaruh besar, akar kebajikan yang sama intisarinya dengan semua Buddha."

"Ketika Bodhisattva melaksanakan praktek ini, Dia mencapai pemahaman tertinggi pada Buddhadharma, mencapai pemahaman yang luas pada Bodhi para Buddha. Dia tidak pernah menyerah dari ikrar Bodhisattva, dan selama seluruh kalpa pikiran-Nya tidak pernah lelah. Dia tidak gentar pada penderitaan, dan tidak bisa diubah oleh semua Mara. Dibawah asuhan semua Buddha, Dia sepenuhnya melaksanakan semua perbuatan Bodhisattva yang sulit. Dalam mengolah Bodhisattvacarya, Dia rajin dan bersemangat, tidak pernah malas. Dia tidak pernah mundur dari ikrar menyelamatkan semua."

"Saat Bodhisattva tinggal berdiam dalam praktek yang sulit dicapai ini, Dia mampu mengambil perubahan wujud selama kalpa yang tidak terhitung dalam kelahiran dan kematian dalam sekejap satu pikiran, tanpa menyerah dari Ikrar besar Bodhisattva. Jika ada para makhluk hidup yang melayani dan menyokong Dia, atau bahkan melihat atau mendengar tentang-Nya, maka mereka semua akan mencapai avaivartika di jalan menuju Anuttara Samyaksambodhi."

"Walaupun Bodhisattva memahami bahwa makhluk hidup bukan keberadaan, namun Dia tidak meninggalkan alam makhluk hidup. Dia seperti kapten kapal, yang tidak tinggal berdiam di pantai ini, tidak tinggal berdiam di pantai yang lainnya, tidak tinggal berdiam di pertengahan, namun mampu menyeberangkan para makhluk hidup dari pantai ini ke pantai yang lainnya, karena Dia selalu berkelana ke belakang dan maju. Dalam cara yang sama, Bodhisattva tidak tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian, tidak tinggal berdiam dalam Nirvana, dan juga tidak tinggal berdiam di tengah arus kelahiran dan kematian, sementara itu Dia mampu menyeberangkan para makhluk hidup dari pantai ini ke pantai yang lainnya, yang aman dan terjamin, tanpa duka cita atau masalah. Dan Dia tanpa kemelekatan terhadap banyak makhluk hidup, tidak meninggalkan satu makhluk demi kemelekatan pada banyak makhluk, dan tidak meninggalkan banyak makhluk demi kemelekatan pada satu makhluk. Dia tidak menambah atau mengurangi alam para makhluk hidup; Juga tidak menghabiskan atau meneruskan alam para makhluk hidup; Juga tidak membedakan atau membagi alam para makhluk hidup; Mengapa begitu? Bodhisattva memasuki alam para makhluk hidup secara mendalam seperti dharmadhatu; Alam para makhluk hidup dan dharmadhatu adalah yang bukan dua. Di dalam yang tiada duanya, tidak ada bertambah atau berkurang, tidak ada awal atau kehancuran, tidak ada keberadaan atau bukan keberadaan, tiada cengkraman dan tiada ketergantungan, tiada kemelekatan dan tiada mendua. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva menyadari bahwa semua gejala kejadian dan dharmadhatu adalah yang tiada duanya."

"Demikianlah yang dilakukan Bodhisattva, melalui upaya-kausalya, masuk kedalam dharmadhatu yang mendalam dan tinggal berdiam di dalam ketiadaan bentuk-rupa sambil menghiasi tubuhnya dengan wujud yang murni. Dia memahami bahwa gejala kejadian tiada 'sifat alami diri (svabhava)', namun Dia mampu membedakan ciri-ciri dari semua gejala kejadian. Dia tidak melekat pada para makhluk hidup, namun mampu mengetahui jumlah dari para makhluk hidup. Dia tidak melekat pada dunia, namun mewujudkan tubuh di dalam Buddhaksetra. Dia tidak membeda-bedakan Dharma, namun dengan terampil masuk kedalam Buddhadharma; Dia memahami secara mendalam makna dan sila dan menjelaskan secara luas khotbah Dharma. Dia memahami kesamaan kenyataan dari semua gejala kejadian, namun tidak berhenti dari jalan Bodhisattva. Dia tidak mundur dari Bodhi, selalu dengan rajin mengolah praktek yang tidak habis-habisnya. Dia secara bebas memasuki dharmadhatu yang murni."

"Itu bisa disamakan seperti menggesek kayu untuk menghasilkan api, api bisa jadi tidak terbatas namun api itu tidak padam. Dalam cara yang sama, Bodhisattva membebaskan para makhluk tanpa akhir, namun Dia tetap tinggal di dunia selamanya tanpa memasuki Nirvana. Dia tidak mencapai maupun juga bukan tidak mencapai Parinirvana, tidak maupun juga bukan tidak melekat, tidak maupun juga bukan tidak bergantung, bukan duniawi maupun juga bukan Buddha, bukan orang awam maupun juga bukan Bodhisattva." 

"Ketika Bodhisattva menyelesaikan keadaan pikiran yang sulit dicapai ini, dan mengolah Bodhisattvacarya, Dia tidak mengkhotbahkan ajaran dari dua kendaraan, tidak mengkhotbahkan keBuddhaan, tidak berkata tentang dunia, tidak menjelaskan ajaran duniawi, tidak menjelaskan tentang makhluk hidup,  tidak berkata bahwa tidak ada makhluk hidup, tidak berkata tentang kemurnian atau kekotoran. Mengapa begitu? Karena Bodhisattva mengetahui semua gejala kejadian tiada kotoran dan tiada kemelekatan, tidak maju dan tidak mundur."

"Ketika Bodhisattva mempraktekkan Dharma yang melampaui semua, yang sangat mendalam, yang halus, dan yang sama ini, Dia tidak berpikir 'Saya sedang mengolah praktek ini, telah mengolah praktek ini, akan mengolah praktek ini.' Dia tidak melekat pada unsur pikiran atau tubuh, atau pada indera, menyadari kesadaran, atau menyadari objek, atau dunia bagian luar atau bagian dalam. Maha Pranidhana yang Dia laksanakan, Paramita-Nya, dan semua upaya-kausalya-Nya adalah yang tanpa kemelekatan. Mengapa begitu? Karena di dalam dharmadhatu, tiada nama yang berhubungan dengan kenyataan; Di dalam Sravakayana dan PratyekaBuddhayana tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam Bodhisattvayana tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam Samyaksambodhi tiada nama yang sesungguhnya; Di dalam dunia para orang awam, tiada nama yang sesungguhnya, juga tidak ada di dalam kemurnian atau kekotoran, di dalam kelahiran dan kematian maupun nirvana. Mengapa begitu? Karena semua gejala kejadian adalah yang tiada duanya, namun tiada satupun yang bukan dua. Itu sama seperti ruang angkasa, yang ada diseluruh dharmadhatu, baik masa lampau, sekarang, atau masa depan, tidak bisa dipahami, namun itu bukanlah bahwa tidak ada ruang angkasa. Begitulah para Bodhisattva mengamati semua gejala kejadian menjadi yang tidak bisa dipahami, namun itu bukan yang tiada keberadaan. Dia melihat gejala kejadian sebagaimana apa adanya, tanpa mengabaikan tugas, dimana-mana mempertunjukkan praktek Bodhisattvacarya; Dia tidak menyerah dari Maha Pranidhana, mendidik para makhluk hidup, memutar roda Saddharma. Dia tidak melanggar sebab dan akibat dan tidak menyangkalnya, dan tidak menyimpang dari kebenaran yang tidak membeda-bedakan. Sama dengan para Buddha dari masa lampau, masa depan, masa sekarang, Dia tidak memotong putus silsilah keBuddhaan, tidak melanggar ciri-ciri dari kenyataan. Memasuki Dharma secara mendalam, kemampuan penjelasan-Nya adalah yang tanpa batas. Dia mendengar Dharma tanpa kemelekatan; mencapai kedalaman Dharma yang mendalam, Dia mampu menjelaskannya secara terampil, pikirannya tanpa takut. Dia tidak menyerah dari kediaman para Buddha, namun tidak melanggar 'hukum alam (niyama)'; Dia muncul di seluruh dunia, namun tidak melekat pada dunia."

"Begitulah Bodhisattva mencapai pikiran kebijaksanaan yang sulit dicapai. Mengolah berbagai jenis praktek, Dia membebaskan para makhluk hidup dari tiga keadaan yang menyedihkan dari neraka, preta, dan tiryagyona, mengajar dan membangkitkan mereka, menaklukkan dan mendidik mereka, menempatkan mereka pada jalan keBuddhaan dari masa lampau, sekarang, masa depan, membuat mereka tidak tergoyahkan."

"Selanjutnya, Dia membentuk pikiran ini : 'Para makhluk di dunia tidak tahu berterima kasih dan bahkan saling bermusuhan; Dengan pandangan salah dan kemelekatan yang mencengkram, ilusi dan angan-angan khayalan, mereka bodoh dan tidak bijaksana; Tidak memiliki keyakinan, mereka mengikuti teman yang jahat, dan mengembangkan berbagai jenis kepandaian jahat. Mereka dipenuhi oleh berbagai jenis penderitaan, seperti mengidam dan ketidaktahuan. Oleh inilah Saya mengolah Bodhisattvacarya. Jika para orang yang tahu berterima kasih, yang cerdas, bijaksana dan yang tahu, memenuhi dunia, Saya tidak akan mengolah Bodhisattvacarya disana. Mengapa begitu? Saya tiada kesukaan atau pertentangan terhadap para makhluk hidup, Saya tidak mencari apapun dari mereka, Saya tidak mencari bahkan hanya satu kata pujian.' Dengan mengolah Bodhisattvacarya selamanya, Dia tidak pernah ada satu pikiranpun tentang melakukannya demi diri sendiri, Dia hanya ingin membebaskan semua makhluk hidup, membuat mereka menjadi murni dan mencapai pembebasan yang abadi. Mengapa begitu? Karena Orang yang mau menjadi Bodhisattva harus demikian - tidak melekat, tidak mencari, hanya mempraktekkan jalan Bodhisattva demi para makhluk, membuat mereka mencapai kedamaian, pantai seberang yang aman, dan mencapai Anuttara Samyaksambodhi."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kedelapan dari yang sulit dicapai."

"Kulaputra, apakah praktek dari ajaran yang baik dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva bertindak sebagai kolam Dharma yang murni dan sejuk demi para makhluk di semua dunia, termasuk para dewa dan manusia, mara, sramana dan brahmana. Mempertahankan Saddharma, Dia tidak membiarkan benih keBuddhaan terputus. Karena telah mencapai dharani cahaya murni, dalam mengajar dan meramal pencapaian Bodhi, kekuatan kecerdasan-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani makna yang sempurna, pemahaman makna-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani pencapaian Saddharma, pemahaman Dharma-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani ungkapan penjelasan, pemahaman kata-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani makna yang tanpa halangan dan tidak habis-habisnya dari ungkapan kata yang tanpa batas, pemahaman-Nya yang tanpa rintangan tidak habis-habisnya. Karena telah di abhiseka oleh dharani abhiseka Buddha, kefasihan-Nya yang menyenangkan tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani Bodhi yang tanpa bergantung pada yang lain, pancaran khotbah-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani penjelasan yang sesuai, khotbah-Nya yang sesuai tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani kefasihan dan analisa semua jenis bentuk kata, ungkapan, dan kalimat, kefasihan penjelasan-Nya tidak habis-habisnya. Karena telah mencapai dharani kepandaian yang tanpa batas, kefasihan-Nya yang tanpa batas tidak habis-habisnya."

"Maha Karuna dari Bodhisattva ini kuat dan kukuh, menjangkau semua makhluk. Diseluruh dharmadhatu, Dia mengubah tubuh-Nya menjadi berwarna emas dan melaksanakan perbuatan Buddha di sepanjang waktu; Menyesuaikan dengan indera, sifat alami, dan kecenderungan para makhluk hidup, dengan lidah samanta dalam satu suara, Dia mewujudkan suara yang tanpa batas, mengajar sesuai dengan kesempatan, menggembirakan semua. Bahkan jika ada para makhluk yang tidak terhitung dalam kondisi yang tanpa batas, semuanya ada didalam perkumpulan majelis yang sama, perkumpulan majelis itu sangat luas dan memenuhi dunia yang tidak terbayangkan, dan semuanya memiliki mulut yang tanpa batas mampu menghasilkan jutaan suara, dan semuanya bertanya kepada sang Bodhisattva pertanyaan yang berbeda-beda secara serentak bersamaan, sang Bodhisattva akan mampu menerima semua pertanyaan itu dalam sekejap satu pikiran dan menjawab mereka dan menyebabkan keraguan mereka lenyap. Sama seperti kecocokan dari satu perkumpulan majelis, begitu juga dengan perkumpulan majelis yang tidak terhitung banyaknya."

"Lagi, bahkan jika semua titik tempat yang sebesar ujung rambut dalam seluruh waktu yang berturut-turut menghasilkan banyak yang tidak terbayangkan dari jumlah perkumpulan majelis yang tidak terbayangkan diseluruh kalpa masa depan, kalpa itu bisa saja dihabiskan, namun perkumpulan majelis itu adalah yang tidak terbatas, dan mereka semua dalam seluruh waktu bertanya pertanyaan yang berbeda-beda dalam kata yang berbeda-beda, Bodhisattva bisa menerimanya semua dalam sekejap satu pikiran, tanpa takut atau segan, tanpa ragu atau silap, berpikir, 'Bahkan jika semua makhluk hidup datang dan bertanya kepada Saya, Saya akan menjelaskan kebenaran kepada mereka tanpa henti, tanpa akhir, menyebabkan mereka semua bergembira dan tinggal berdiam di dalam jalan kebajikan, dan juga menyebabkan mereka memahami semua kata dan ungkapan dan mampu menjelaskan berbagai macam Dharma kepada para makhluk hidup, namun tanpa membeda-bedakan dalam hal bahasa. Bahkan jika mereka datang dan bertanya pertanyaan sulit dalam beranekaragam cara berbicara yang tidak terhitung, Saya akan menerimanya semua sekaligus dan menjawab semuanya dalam satu suara, menyebabkan mereka semua mengerti, tanpa menghilangkan apapun.' Ini adalah karena Dia telah di abhiseka dengan Sarvajnajnana, telah menemukan permata yang tanpa halangan yang memungkinkan pencapaian Bodhi, telah mencapai bidang cahaya dari semua Dharma, dan dipenuhi dengan Samantajnana."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam dalam praktek dari ajaran yang baik, Dia bisa memurnikan dirinya sendiri, dan juga menguntungkan semua makhluk hidup melalui upaya-kausalya yang tepat tanpa kemelekatan, dengan tidak melihat bahwa ada makhluk hidup yang mencapai pembebasan."
 
"Sama seperti yang Dia lakukan di dalam lokadhatu ini, begitu juga di dalam lokadhatu yang tidak terhitung banyaknya Dia mewujudkan tubuh-Nya menjadi berwarna emas dan dilengkapi dengan suara yang menakjubkan, dengan tanpa halangan pada Dharma apapun, melaksanakan perbuatan Buddha."

"Bodhisattva ini mengembangkan sepuluh jenis tubuh, yaitu : tubuh yang melampaui, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh melenyapkan semua keduniawian; tubuh yang tetap ada, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh kelahiran di dalam semua dunia; tubuh yang tidak dilahirkan, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh tinggal berdiam di dalam kesamaan dari yang tidak dilahirkan; tubuh yang abadi, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh semua ungkapan tentang nirvana adalah yang tidak bisa dipahami; tubuh yang tidak nyata, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh pencapaian yang sesuai dengan kenyataan; tubuh yang tanpa kesalahan, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh penyesuaian penampilan; tubuh yang tidak berubah, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh terhapus dari kematian dan kelahiran kembali; tubuh yang tidak bisa hancur, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh sifat alami dari dharmadhatu adalah yang tidak bisa hancur; tubuh yang tetap, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh melampaui semua cara ucapan, masa lampau, sekarang, atau masa depan; tubuh yang tiada bentuk, yang memasuki alam yang tanpa batas, yang disebabkan oleh kemampuan mengamati ciri-ciri dari gejala kejadian."

"Dengan mengembangkan sepuluh tubuh ini, Bodhisattva adalah Rumah bagi semua makhluk hidup, karena Dia membangkitkan semua akar kebajikan; Dia adalah Penyelamat bagi semua makhluk hidup, karena membuat mereka mencapai kedamaian yang besar; Dia adalah Tempat Perlindungan bagi semua makhluk hidup, karena bertindak sebagai andalan besar untuk mereka; Dia adalah Pemandu bagi semua makhluk hidup, karena membuat mereka mencapai pembebasan yang tiada tanding; Dia adalah Guru bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan mereka memasuki Dharma; Dia adalah Lampu bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan mereka melihat jelas akibat dari karma; Dia adalah Cahaya bagi semua makhluk hidup, karena menyebabkan Dharma yang sangat menakjubkan dan mendalam menjadi tersinari; Dia adalah Obor bagi semua makhluk hidup di sepanjang waktu, karena menyebabkan mereka memahami Dharma dengan jelas; Dia adalah Pancaran Sinar bagi semua makhluk hidup di semua dunia, karena menyebabkan mereka memasuki tingkat pancaran cahaya; Dia adalah Penjelas semua alam makhluk, karena mengungkapkan kekuatan Buddha."

"Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kesembilan dari ajaran yang baik. Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam praktek ini, Dia adalah kolam Dharma yang murni dan sejuk bagi semua makhluk hidup, karena mampu mengukur sumber dari semua Buddhadharma."

"Kulaputra, apakah praktek dari Kebenaran dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menyempurnakan ucapan yang benar, mampu bertindak sesuai dengan apa yang dikatakan, dan mampu berkata sesuai dengan apa yang dilakukan. Bodhisattva ini mempelajari kata-kata yang benar dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, memasuki sifat alami dari keturunan dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, menyamai akar kebajikan dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, memahami ucapan yang tidak mendua dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan. Dengan belajar dari para Tathagata, pengetahuan dan kebijaksanaannya tersempurnakan."

"Bodhisattva ini mengembangkan pengetahuan tentang apa yang begitu dan apa yang tidak begitu sehubungan dengan para makhluk hidup; pengetahuan tentang akibat karma dari masa lampau - masa depan - masa sekarang; pengetahuan tentang ketajaman dan ketumpulan dari semua indera; pengetahuan tentang beranekaragam alam; pengetahuan tentang beranekaragam pemahaman; pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan; pengetahuan tentang kekotoran atau kemurnian dan waktu yang tepat atau tidak tepat dari semua dhyana, vimoksa, dan samadhi; pengetahuan tentang tempat tinggal masa lampau di dalam semua dunia; pengetahuan tentang ramalan; Dan pengetahuan tentang akhir dari semua noda, namun Dia tidak menyerah dari Bodhisattvacarya, mengapa begitu? Karena Dia ingin mengajar dan membangkitkan semua makhluk hidup dan memurnikan mereka."

"Bodhisattva juga memahami tekad yang sangat besar ini : 'Jika saya mencapai Anuttara Samyaksambodhi pertama kali tanpa telah mendirikan semua makhluk hidup di jalan pembebasan yang tiada tanding, tentu melanggar Pranidhana saya, itu tidak boleh terjadi, saya harus pertama-tama menyebabkan semua makhluk hidup mencapai Anuttara Samyaksambodhi dan Parinirvana, lalu setelah itu menyempurnakan Buddhatva. Mengapa begitu? Para makhluk hidup belum meminta saya mengarahkan pikiran ke Buddhatva, saya sendiri menyesuaikan tindakan sebagai teman yang tanpa diminta terhadap para makhluk hidup, menginginkan pertama-tama menyebabkan semua makhluk sepenuhnya mengembangkan kekuatan kebajikan dan mencapai Sarvajna. Inilah mengapa saya adalah yang terunggul karena saya tidak melekati semua dunia. Saya adalah yang tertinggi karena saya tinggal berdiam di dalam keadaan pengendalian diri yang tiada tanding. Saya adalah yang terbebas dari semua kebutaan karena saya mengerti bahwa para makhluk hidup adalah yang tanpa batas. Saya sudah selesai karena Pranidhana saya terselesaikan. Saya serba guna karena hiasan kebajikan dari Bodhisattva. Saya adalah yang dapat diandalkan karena penerimaan para Buddha dari masa lampau - masa depan - masa sekarang.'"

"Karena Bodhisattva tidak menyerah dari ikrar dasarnya, Dia memperoleh jalan masuk menuju hiasan dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang tiada tanding. Dia menguntungkan para makhluk hidup, dan menyebabkan mereka semua terpenuhi; Dia mencapai penyempurnaan akhir dari ikrar awal-Nya. Pengetahuan-Nya bebas memasuki semua Dharma. Dia menyebabkan semua makhluk hidup mencapai kemurnian. Dalam sekejap Dia menjelajahi seluruh dunia di sepuluh penjuru, dalam sekejap mengunjungi Buddhaksetra yang tidak terhitung, dalam sekejap melihat para Buddha yang tidak terhitung dan Buddhaksetra yang murni dan terhiasi. Dia memperlihatkan kekuatan batin Buddha yang bebas dan meliputi dharmadhatu."

"Bodhisattva ini mewujudkan tubuh yang tidak terhitung banyaknya, memasuki semua dunia tanpa bergantung pada apapun. Dalam tubuh itu Dia mewujudkan semua ksetra, semua makhluk, semua gejala kejadian, dan semua Buddha. Bodhisattva ini mengetahui beranekaragam pikiran, keinginan, pemahaman, hasil dari karma, dan akar kebajikan dari semua makhluk hidup, dan muncul dihadapan mereka sesuai dengan kebutuhan agar mendidik dan menjinakkan mereka. Dia memandang para Bodhisattva sama seperti khayalan, semua gejala kejadian sama seperti tipuan magis, kemunculan Buddha di dunia sama seperti pantulan, semua dunia sama seperti mimpi. Dia mencapai gudang makna dan ungkapan yang tidak habis-habisnya. Dia menguasai pemusatan perhatian yang benar, dan memiliki pengetahuan yang pasti tentang semua Dharma. Kebijaksanaan-Nya adalah yang tertinggi dan memasuki ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua Samadhi, dan tinggal berdiam di dalam keadaan yang tiada mendua dari satu intisari."

"Karena semua makhluk hidup melekat pada yang mendua, maka Bodhisattva Mahasattva tinggal berdiam di dalam Maha Karuna; Dengan mengolah ajaran ini untuk melenyapkan penderitaan, Dia mencapai dasa-bala dari Buddhatva dan memasuki dharmadhatu yang sama seperti Indrajala. Dengan menyelesaikan pembebasan dari Buddha yang tanpa halangan, Dia adalah yang berani diantara manusia; Mengumandangkan Simhanada, Dia mencapai keberanian, dan mampu memutar roda Dharma yang murni dan yang tanpa rintangan. Mencapai pembebasan dari kecerdasan, Dia mengetahui keseluruhan semua objek di dalam dunia. Menghentikan arus perputaran lahir dan mati, Dia memasuki lautan kebijaksanaan. Mempertahankan Saddharma dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan demi semua makhluk hidup, Dia mencapai sumber dari ciri-ciri yang sesungguhnya dari lautan semua Buddhadharma."

"Ketika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam praktek kebenaran ini, semua makhluk yang bersekutu dengan-Nya dibuat terbuka pemahaman mereka, menjadi penuh kegembiraan dan sepenuhnya murni. Inilah yang dinamakan Praktek Bodhisattva yang kesepuluh dari Kebenaran."

Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, disetiap sepuluh penjuru arah banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam Buddhaksetra bergoncang dalam enam cara, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru. Ada turun hujan bunga surga, bubuk candana surga, karangan bunga surga, wewangian surga, pakaian permata surga, dan perhiasan surga; Musik surga bermain spontan tanpa henti, dengan pancaran cahaya dan suara yang indah. Sama seperti di dunia ini di dalam surga Suyama, sepuluh praktek dijelaskan, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru.

Lagi, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, di setiap sepuluh penjuru arah, melewati banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra, ada datang para Bodhisattva yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra ke tempat ini, memenuhi sepuluh penjuru, Mereka berkata: “Sadhu, Sadhu, Kulaputra, sangat baik Anda mahir membabarkan praktek Bodhisattva ini! Kami semua juga memiliki nama yang sama, 'Hutan Kebajikan (Punyavana)', dan ksetra tempat Kami berasal semuanya memiliki nama yang sama, Punyadhvaja. Para Tathagata dari ksetra itu semuanya bernama Samantapunya. Di dalam semua Buddhaksetra tempat kami berasal, Sepuluh praktek Bodhisattva juga dibabarkan, dan perkumpulan majelis dan pengiringnya, kata dan ungkapannya semuanya juga sama seperti ini, tanpa tambahan atau pengurangan. Kami, Kulaputra, menerima kekuatan batin sang Buddha, telah datang dan memasuki perkumpulan majelis ini untuk memberikan Anda kesaksian. Sama seperti yang ada di perkumpulan majelis ini, di semua dunia di seluruh sepuluh penjuru arah adalah juga begitu."

Kemudian Punyavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati seluruh perkumpulan majelis di sepuluh penjuru di seluruh dharmadhatu. Karena Dia ingin menyebabkan silsilah para Buddha berlanjut, memurnikan keluarga Bodhisattva, membuat mereka yang melaksanakan ikrar tidak mundur, menyebabkan para pelaksana praktek menjadi tekun, menyebabkan semua orang di tiga masa waktu menjadi sama, berhubungan dengan semua keturunan Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang, menjelaskan akar kebajikan yang telah dipraktekkan, mengamati dan memeriksa semua indera, dan menjelaskan Bodhi dari semua Buddha, mengucapkan syair-gatha ini :

Sepenuh hati menghormati sang Penguasa Dasa-bala,
Yang tiada noda, sepenuhnya murni, sang Resi yang tanpa halangan,
Alam-Nya sangat mendalam dan menjangkau jauh, melampaui perbandingan,
Tinggal berdiam di dalam jalan ruang angkasa.

Yang Tertinggi diantara manusia di masa lampau,
Dengan kebajikan yang tidak terukur, terbebas dari kemelekatan,
Yang Terkemuka dalam keberanian, tiada bandingannya.
Mereka yang melampaui debu menjelajahi jalan ini.

Sekarang di dalam ksetra di sepuluh penjuru,
Paramartha mampu dijelaskan;
Terbebas dari semua kesalahan, sepenuhnya murni,
Mereka yang bebas menjelajahi jalan ini.

Singa diantara manusia di masa depan,
Menjelajahi semua di seluruh dharmadhatu;
Membangkitkan pikiran Karuna dari Buddha,
Para dermawan menjelajahi jalan ini.

Sang Bhagavan yang tiada bandingan di tiga masa waktu,
Secara alami melenyapkan kegelapan ketidaktahuan,
Sama terhadap semua gejala kejadian;
Mereka yang berkekuatan besar menjelajahi jalan ini.

Dia melihat semua dunia yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Semua makhluk hidupnya dan kondisinya,
Namun setelah melihat tidak keliru membedakannya;
Mereka yang tidak bisa diganggu menjelajahi jalan ini.

Memahami segala sesuatu di dalam dharmadhatu,
Yang paling jelas tentang Paramartha,
Selamanya melenyapkan kemarahan, kesombongan, dan kebodohan;
Mereka yang berkebajikan menjelajahi jalan ini.

Dengan tepat membedakan para makhluk hidup,
Masuk kedalam sifat alami yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian,
Mengerti secara spontan tanpa bergantung pada yang lain;
Mereka yang seperti ruang angkasa menjelajahi jalan ini.

Ke semua ksetra di seluruh ruang angkasa,
Pergi kesana dan mengajar dengan banyak contoh,
Apa yang diajarkan-Nya adalah yang murni dan tak terbantahkan;
Para Bijaksana tertinggi menjelajahi jalan ini.

Sepenuhnya stabil, tanpa kemunduran,
Menyempurnakan Dharma tertinggi dan mulia;
Dengan kekuatan semangat yang tidak habis-habisnya mencapai pantai seberang:
Para praktisi yang baik menjelajahi jalan ini.

Semua bhumi yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Alam yang halus, mendalam, dan luas,
Semuanya diketahui dan dilihat tanpa kecuali;
Para Singa filsafat menjelajahi jalan ini.
 
Memahami makna tentang semua ungkapan,
Menghancurkan semua perselisihan,
Pasti terdirikan dalam Dharma tanpa keraguan;
Para Maha Muni menjelajahi jalan ini.

Menyingkirkan kesalahan dan kesusahan di dunia,
Memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua makhluk,
Mampu menjadi Maha Nayaka yang tiada bandingannya;
Mereka yang kebajikannya unggul menjelajahi jalan ini.

Selalu berdana sama-rata kepada para makhluk,
Menyebabkan mereka semua bergembira,
Pikirannya murni, terbebas dari semua noda;
Mereka yang tiada tanding menjelajahi jalan ini.

Karma pikirannya murni dan tersesuaikan dengan baik;
Berpisah dari pikiran sesat, berbicara tanpa kesalahan.
Lingkaran cahayanya yang menakjubkan dikagumi semua orang;
Yang tertinggi menjelajahi jalan ini.

Memasuki Dharma, mencapai pantai seberang,
Tinggal berdiam dalam kebajikan, pikiran selamanya berhenti,
Para Buddha selalu melindunginya;
Mereka para pemadam menjelajahi jalan ini.

Terpisah dari diri, terbebas dari penderitaan,
Selalu mengumumkan Dharma dengan nyaring,
Mencapai semua ksetra di sepuluh penjuru;
Mereka yang tiada bandingannya menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan Dana Paramita,
Terhiasi dengan ratusan tanda kebajikan,
Semua yang melihatnya menjadi gembira:
Sang Bijaksana Tertinggi menjelajahi jalan ini.

Keadaan pikiran yang sulit dimasuki,
Dia bisa menghuninya melalui kebijaksanaan yang halus,
Pikirannya pada akhirnya tidak bisa diganggu;
Mereka yang kukuh dalam praktek menjelajahi jalan ini.

Mampu memasuki semua alam makhluk di dharmadhatu,
Dan menemukan yang tertinggi dimanapun yang dimasuki,
Kekuatan batinnya bebas dan meliputi semua;
Mereka yang disinari oleh kebenaran menjelajahi jalan ini.

Maha Muni yang tiada bandingan,
Mengolah samadhi yang tiada mendua,
Pikirannya selalu seimbang, menikmati keheningan-tenang;
Sang semua Resi menjelajahi jalan ini.

Peresapan dan perbedaan,
Dari ksana dan maha-ksetra,
Semua diketahui oleh-Nya dalam dunia yang sebenarnya;
Raja Gunung Pengetahuan menjelajahi jalan ini.

Kecerdasannya selalu jelas dan bersih,
Tanpa kemelekatan dalam dunia;
Dengan menjaga sila, mencapai pantai seberang;
Sang Pikiran Murni menjelajahi jalan ini.

Pengetahuan dan kebijaksanaannya tanpa batas, tak terbayangkan,
Meliputi ruang angkasa dari dharmadhatu,
Mahir dalam pembelajaran untuk tinggal berdiam di dalamnya;
Mereka yang berkebijaksanaan Vajra menjelajahi jalan ini.

Pengetahuannya memasuki dan meliputi,
Alam dari semua Buddha masa lampau - masa depan - sekarang,
Tidak pernah sekejap pun mengenal lelah atau bosan;
Yang Tertinggi menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan baik memahami unsur dari Dasa-bala,
Mengetahui kemana tujuan dari semua jalan;
Perbuatannya tanpa rintangan dan bebas;
Mereka yang mengandung kebajikan menjelajahi jalan ini.

Semua makhluk hidup yang ada,
Di dalam dunia yang tidak terbatas di sepuluh penjuru
Akan Dia selamatkan tanpa meninggalkan mereka:
Sang Pemberani menjelajahi jalan ini.

Bersungguh-sungguh mempraktekkan Buddhadharma,
Pikirannya selalu bersemangat dan tanpa kenal lelah,
Dia memurnikan semua dunia:
Maha Naga Raja menjelajahi jalan ini.

Mengetahui perbedaan indera para makhluk,
Dan perbedaan yang tidak terhitung dalam kecenderungan dan pemahaman,
Dia dengan jelas memahami semua jenis alam:
Mereka yang pergi ke semua tempat menjelajahi jalan ini. 

Ksetra yang tidak terbatas di dunia di sepuluh penjuru,
Dia pergi dan terlahir kembali sebanyak tidak terhitung,
Dengan pikiran tidak pernah kenal lelah atau meremehkan;
Mereka yang bergembira menjelajahi jalan ini.   

Memancarkan jaring cahaya yang tidak terhitung,
Menyinari semua dunia,
Memasuki sifat alami dari kenyataan dimanapun cahaya itu bersinar;
Sang Pikiran yang baik menjelajahi jalan ini.   

Menyebabkan ksetra di sepuluh penjuru bergetar,
Yang banyaknya tidak terhitung milyar triliunan,
Dia tidak membuat para makhluk takut;
Sang Dermawan dunia menjelajahi jalan ini.   

Memahami semua dasar dari bahasa,
Dia sempurna terampil dalam ucapan,
Kecerdasannya yang unggul mengetahui semua:
Para Pemberani menjelajahi jalan ini.   

Memahami beranekaragam ksetra dengan berbagai pedoman,
Melihat, berpikir, menemukan yang tertinggi,
Membuat semua tinggal berdiam dalam keadaan yang tidak habis-habisnya:
Mereka yang kecerdasannya unggul menjelajahi jalan ini.   

Kebajikannya adalah yang sangat banyak tanpa batas,
Dia mengolahnya semua dalam mencari jalan Buddha,
Dan mencapai pantai seberang dari itu semua:
Para Pejuang yang tidak kenal lelah menjelajahi jalan ini.   

Para Filsafat yang melampaui dunia,
Dengan kefasihan tertinggi mengaumkan Simhanada,
Membuat semua makhluk hidup mencapai pantai seberang;
Sang Pikiran Murni menjelajahi jalan ini. 

Dia telah di mahkotai,
Dengan Buddhadharma yang tertinggi;
Pikirannya selalu tinggal berdiam di dalam Dharma:
Sang Pikiran yang luas menjelajahi jalan ini. 

Para makhluk hidup memiliki perbedaan yang tidak terhitung;
Dia sepenuhnya memahami pikiran mereka,
Mempertahankan kepastian gudang Buddhadharma:
Sang Sumeru menjelajahi jalan ini. 

Mampu mengungkapkan suara yang tidak terhitung,
Di dalam setiap dan seluruh kata,
Memungkinkan para makhluk mengerti sesuai dengan jenisnya:
Sang Resi yang tanpa hambatan menjelajahi jalan ini.   

Pengetahuannya secara sama memasuki
Semua aturan dari bahasa,
Sambil tinggal berdiam di dalam dharmadhatu;
Mereka yang melihat intisari menjelajahi jalan ini.   

Tinggal berdiam dengan damai dalam lautan Dharma yang mendalam,
Mampu memeriksa semua keadaan yg sesungguhnya
Memahami aspek yang sesungguhnya dari ketiadaan tanda dari gejala kejadian;
Mereka yang melihat Dharma menjelajahi jalan ini.   

Pergi ke semua Buddhaksetra,
Selama kalpa yang tidak terhitung dan tanpa batas,
Merenungkan dan bermeditasi tanpa henti:
Mereka yang tidak kenal lelah menjelajahi jalan ini.

Para Buddha yang tidak terhitung dan tak terbatas,
Nama Mereka yang masing-masing berbeda,
Dia dengan jelas melihat di ruang angkasa dari satu titik:
Mereka yang berkebajikan murni menjelajahi jalan ini.

Dia melihat para Buddha di ruang angkasa dari satu titik,
Jumlahnya melampaui ukuran atau perkataan,
Hal yang sama berlaku untuk semua gejala kejadian;
Para Putra Buddha menjelajahi jalan ini. 

Kalpa yang tidak terukur, tanpa batas, tak terhitung,
Dengan jelas Dia lihat dalam sekejap,
Dan mengetahui panjangnya tidak memiliki ciri yang tetap:
Yang Terbebaskan menjelajahi jalan ini. 

Mampu menyebabkan semua yang melihat diri-Nya memperoleh keuntungan,
Semuanya menanam hubungan dengan Buddhadharma,
Namun tanpa kemelekatan pada tindakannya:
Yang Paling Unggul menjelajahi jalan ini.

Bertemu para Buddha selama koti kalpa,
Dengan pikiran yang tidak pernah bosan,
Kegembiraan dalam pikirannya meningkat lebih:
Mereka yang tidak melihat dengan sia-sia menjelajahi jalan ini.

Mengamati alam dari semua makhluk,
Melewati kalpa yang tidak terhitung dan tak terbatas,
Dia tidak pernah melihat satupun makhluk yang ada:
Para Pahlawan yang kukuh menjelajahi jalan ini. 

Mengolah gudang pengetahuan dan kebajikan yang tanpa batas,
Dia adalah kolam kebajikan semesta yang murni dan sejuk,
Yang menguntungkan semua makhluk:
Sang Manusia yang paling terkemuka menjelajahi jalan ini.

Beranekaragam makhluk di dharmadhatu,
Yang memenuhi ruang angkasa, yang tidak terhitung,
Dia mengetahui semua itu ada dalam hal penamaan:
Para Simhanada menjelajahi jalan ini. 

Mampu dalam setiap satu samadhi,
Memasuki samadhi yang tidak terhitung banyaknya,
Tiba di Dharma yang mendalam dan sulit di mengerti:
Candrapravacana menjelajahi jalan ini. 

Dengan kekuatan ksanti, melakukan praktek sungguh-sungguh dan mencapai pantai seberang,
Mampu menerima Dharma tertinggi tentang nirvana,
Pikirannya seimbang dan tidak bisa diganggu:
Mereka yang pengetahuannya tanpa batas menjelajahi jalan ini. 

Di satu kediaman dalam satu dunia,
Tubuhnya tidak berpindah, selalu hening-tenang,
Namun Dia mewujudkan tubuh di mana-mana;
Mereka yang tubuhnya tanpa batas menjelajahi jalan ini. 

Ksetra yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Dibuatnya measuk kedalam satu butiran debu sekaligus,
Yang mampu mengandung semua tanpa hambatan:
Mereka yang pikirannya tanpa batas menjelajahi jalan ini. 

Memahamai apa yang begitu dan apa yang bukan,
Dia mampu memasuki alam dasa-bala,
Dan menyelesaikan kekuatan Buddha yang tertinggi:
Yang Terkemuka dalam kekuatan menjelajahi jalan ini.

Akibat Karma yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Di masa lampau, masa depan, dan sekarang,
Selalu dipahaminya melalui pengetahuan:
Mereka yang sempurna pemahamannya menjelajahi jalan ini.
 
Memahami waktu yang tepat dan yang tidak di dunia,
Dia mendidik para makhluk sesuai dengan keperluan,
Dalam segala hal menyesuaikan dengan kebutuhan mereka;
Mereka yang paham menjelajahi jalan ini.

Menjaga perbuatan tubuh, ucapan dan pikiran dengan baik,
Selalu membuat penerapan Dharma dalam praktek,
Berpisah dari semua kemelekatan dan menaklukkan semua mara;
Yang bijaksana menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan terampil menyesuaikan Dharma,
Mampu memasuki kesamaan dari Tathata,
Kefasihan penjelasannya adalah yang tidak habis-habisnya;
Yang melakukan praktek Buddha menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan cara penguasaan pikiran,
Mampu tinggal berdiam dalam gudang [Dharma] tanpa halangan,
Dia memahami seluruh dharmadhatu;
Mereka yang mencapai kedalaman menjelajahi jalan ini.

Sama dalam pikiran, sama dalam pengetahuan
Seperti semua Buddha dari masa lampau, masa depan, dan sekarang,
Mereka adalah yang dari satu sifat alami dan satu ciri:
Yang tanpa rintangan menjelajahi jalan ini.

Setelah melenyapkan semua selubung ketidaktahuan,
Dan secara mendalam memasuki lautan pengetahuan,
Dia menganugerahkan mata yang murni pada semua makhluk:
Mereka yang dengan mata menjelajahi jalan ini.

Setelah menyempurnakan kesamaan,
Praktek kekuatan batin yang tidak mendua dari semua Nayaka,
Dia mencapai kekuatan Buddha yang bebas:
Mereka yang mengolah dengan baik menjelajahi jalan ini.

Dia berkelana melalui semua dunia,
Dimana-mana menurunkan hujan Saddharma yang tanpa batas,
Menyebabkan semua memperoleh pemahaman yang pasti tentang makna:
Meghadharma menjelajahi jalan ini.

Mampu menghasilkan keyakinan murni yang tanpa kemunduran,
Dalam pembebasan dan pengetahuan Buddha,
Menghasilkan akar pengetahuan dan kebijaksanaan melalui keyakinan:
Mereka yang belajar dengan baik menjelajahi jalan ini.

Mampu mengetahui dalam sekejap satu pikiran,
Semua makhluk hidup tanpa kecuali,
Memahami sifat alami diri dari pikiran makhluk:
Yang menyadari ketiadaan sifat alami menjelajahi jalan ini.

Ke seluruh ksetra di dalam dharmadhatu yang tidak terhitung,
Dia bisa menjelajahinya melalui pancaran,
Tubuhnya adalah yang paling halus, melampaui perbandingan:
Tindakan yang tiada bandingannya menjelajahi jalan ini.

Buddhaksetra adalah yang tanpa batas dan tidak terhitung;
Ada para Buddha yang tidak terbatas di dalamnya:
Para Bodhisattva muncul dihadapan Mereka semua,
Menghadiri, melayani, membangkitkan rasa hormat.

Para Bodhisattva bisa dengan satu tubuh,
Memasuki Samadhi, menjadi seimbang dalam keheningan-tenang,
Pikirannya murni, selalu bahagia,
Mampu menyebabkan semua makhluk bergembira.

Perbedaan dalam indera dan upaya-kausalya,
Dengan jelas terlihat pada pengetahuannya,
Namun Dia menyadari semua indera adalah yang tanpa dasar:
Para Penjinak atas yang tidak terkendali menjelajahi jalan ini.

Mampu dengan upaya-kausalya membeda-bedakan,
Dia adalah Tuan atas semua Dharma yang serba guna.
Dunia di sepuluh penjuru masing-masing berbeda:
Dia hidup disana dan melaksanakan perbuatan Buddha.

Inderanya halus, begitu juga perbuatannya;
Mampu menjelaskan Dharma secara luas kepada para makhluk:
Siapa yang tidak bergembira mendengarnya?
Mereka yang sama dengan ruang angkasa menjelajahi jalan ini.

Mata pengetahuannya murni, tiada tanding,
Dia melihat semua gejala kejadian dengan jelas,
Pengetahuan ini dengan terampil membeda-bedakannya:
Yang tiada tanding menjelajahi jalan ini.

Semua kebajikan besar yang tidak habis-habisnya,
Telah diolahnya hingga sempurna,
Demi membuat semua makhluk menjadi murni:
Yang tiada bandingan menjelajahi jalan ini.

Mendorong semua untuk mengolah bantuan menuju 'sang jalan (Marga)',
Menyebabkan semua tinggal berdiam di tingkat Marga,
Dia membebaskan para makhluk yang tidak terhitung,
Tanpa pernah membentuk gagasan pikiran tentang makhluk.

Memgamati semua kesempatan dan persamaan,
Pertama melindungi pikiran, menjadikannya tiada pertentangan,
Menunjukkan kepada semua makhluk hidup tempat kedamaian;
Yang Terampil menjelajahi jalan ini.
 
Menyempurnakan yang terbesar, pengetahuan tertinggi,
Dipenuhi dengan pengetahuan yang tanpa batas, tak terukur,
Dia adalah yang berani diantara semua kelompok orang:
Yang mengetahui cara menjelajahi jalan ini.

Semua dunia dan semua gejala kejadian,
Bisa dimasukinya dengan kebebasan;
Juga memasuki semua perkumpulan majelis
Dan membebaskan para makhluk yang tak terhitung.

Di semua ksetra di sepuluh penjuru,
Dia memukul genderang Dharma yang besar dan membangkitkan para makhluk;
Sebagai pemberi Dharma, Dia adalah yang tiada tandingan:
Yang abadi menjelajahi jalan ini.

Dengan satu tubuh duduk bersila dengan tegak lurus,
Dia memenuhi dunia yang tidak terhitung di sepuluh penjuru,
Namun menyebabkan tubuhnya tidak terkerumuni:
Mereka yang dengan Dharmakaya menjelajahi jalan ini.

Dalam satu ajaran, satu pernyataan,
Dia bisa menjelaskan prinsip yang tanpa batas,
Dan tiada batas dari itu yang bisa ditemukan:
Mereka yang dengan pengetahuan tanpa batas menjelajahi jalan ini.

Mempelajari pembebasan Buddha dengan baik,
Mencapai pengetahuan Buddha tanpa halangan,
Mengembangkan keberanian dan menjadi yang gagah berani di dunia:
Yang terampil menjelajahi jalan ini.

Mengetahui lautan dunia di sepuluh penjuru,
Dan juga mengetahui lautan semua Buddhaksetra,
Dan memahami lautan pengetahuan Dharma;
Semua yang melihat Dia menjadi penuh gembira.

Kadang memperlihatkan memasuki rahim, kadang kelahiran,
Kadang pencapaian Bodhi,
Begitulah Dia menyebabkan semua makhluk duniawi melihat:
Yang tanpa ikatan menjelajahi jalan ini.

Dalam miliaran ksetra yang tidak terhitung,
Mewujudkan dirinya sendiri memasuki Nirvana,
Namun sungguh Dia tidak menyerah dari ikrarnya untuk Nirvana:
Para Pahlawan Filsafat menjelajahi jalan ini.

Tubuh Vajra rahasia yang unik dan indah,
Adalah yang sama dengan para buddha, tanpa perbedaan,
Namun semua makhluk hidup melihatnya berbeda-beda:
Sang Dharmakaya menjelajahi jalan ini. 

Dhamradhatu seluruhnya sama, tanpa perbedaan,
Mengandung makna yang tanpa batas dan tidak terhitung;
Dia menikmati merenungkan yang satu, dengan pikiran tidak bergerak:
Yang Mengetahui Semua Waktu menjelajahi jalan ini.
 
Dalam hal ajaran makhluk hidup dan Bodhisattva,
Pembangunan dan pemberdayaannya adalah yang sempurna;
Kekuatan pendukungnya adalah yang sama seperti para Buddha:
Paramadharmadhara menjelajahi jalan ini.

Kekuatan penjelajahan pikirannya adalah yang tanpa rintangan, seperti para Buddha,
Mata Divya-nya tanpa halangan dan sepenuhnya murni,
Indera pendengarannya tanpa hambatan, bisa mendengar dengan baik:
Mereka yang pikirannya tanpa halangan menjelajahi jalan ini.

Semua kekuatan batinnya sepenuhnya sempurna,
Seluruhnya dikembangkan sesuai dengan pengetahuannya;
Dia mengetahui semua, tiada tandingan:
Yang Bijaksana menjelajahi jalan ini. 

Pikirannya terkonsentrasi dengan benar, tak tergoyahkan,
Pengetahuannya luas tanpa batas,
Dia memahami semua alam:
Sang Sarvaresi menjelajahi jalan ini.   

Setelah tiba di pantai seberang dari semua kebajikan,
Dia bisa menyeberangkan para makhluk satu persatu,
Pikirannya pada yang tertinggi tidak pernah bosan:
Dia yang tetap rajin menjelajahi jalan ini.

Mengetahui dan melihat Dharma,
Dari para Buddha masa lampau, masa depan, sekarang,
Dan terlahir di dalam Buddhakula:
Putra Buddha menjelajahi jalan ini. 

Telah sepenuhnya mengembangkan ucapan yang menyesuaikan
Dan dengan terampil menyangkal semua pertentangan,
Dan selalu mampu maju terus menuju Bodhi:
Mereka yang kebijaksanaannya tanpa batas menjelajahi jalan ini. 

Satu cahaya bersinar tanpa batas,
Memenuhi semua ksetra di sepuluh penjuru,
Menyebabkan semua dunia mendapat kecerahan besar:
Penghancur kegelapan menjelajahi jalan ini. 

Sesuai dengan apa yang harus dilihat dan disokong
Dia mewujudkan tubuh Buddha yang murni,
Mengajar dan mengubah miliaran para makhluk
Dan menghiasi Buddhaksetra dalam cara yang sama.

Agar membuat para makhluk hidup melampaui dunia
Dia mengolah semua praktek yang unggul;
Perbuatan ini luasnya tanpa batas:
Bagaimana bisa orang mampu mengetahuinya?

Bahkan jika tubuh dihasilkan kembali dalam jumlah yang tak terbayangkan,
Yang sama dengan ruang angkasa dari dharmadhatu,
Dan semua itu akan bersama-sama memuji kebajikan-Nya,
Mereka tidak akan mampu menghabiskannya dalam miliaran kalpa.
Kebajikan Bodhisattva adalah yang tanpa batas;
Karena Dia telah menyempurnakan semua pengolahan praktek:

Bahkan para Buddha yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Tidak bisa menceritakan itu semua dalam kalpa yang tidak terukur,
Apalagi para Dewa dan manusia di dunia,
Maupun para Sravaka dan Pratyekabuddha,
tidak akan mampu dalam kalpa yang tanpa batas,
Menyanyikan pujiannya untuk itu hingga habis.

6

Guan Yin Pusa



Amoghaphasavalokitesvara

Bab 20
Suyamastava parivartah

Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan batin sang Buddha, ada datang berkumpul para Maha Bodhisattva dari setiap sepuluh penjuru arah, masing-masing didampingi oleh para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di Buddhaksetra, datang dari dunia-dunia yang jauh, melampaui ksetra yang banyaknya seperti butiran debu di dalam seratus ribu Buddhaksetra. Nama-nama Mereka yaitu : Punyavana Bodhisattva Mahasattva, Prajnavana Bodhisattva Mahasattva, Vijayavana Bodhisattva Mahasattva, Abhayavana Bodhisattva Mahasattva, Manasvana Bodhisattva Mahasattva, Viryavana Bodhisattva Mahasattva, Balavana Bodhisattva Mahasattva, Caryavana Bodhisattva Mahasattva, Smrtivana Bodhisattva Mahasattva, Jnanavana Bodhisattva Mahasattva. Nama-nama dunia asal Mereka yaitu : Gambhiraprajna, Mudraprajna, Ratnaprajna, Paramaprajna, Dipaprajna, Vajraprajna, Ksemaprajna, Suryaprajna, Diptaprajna, dan Vimalaprajna. Mereka semua telah mengolah brahmacarya yang murni dihadapan para Buddha; Nama-nama para Buddha itu adalah : Nityacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Anuttaracaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Asthanacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Aksobhyacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Divyacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimoksacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Dharmabhodakacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Rupavijnanacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Paramacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Nilacaksu Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Ketika para Bodhisattva itu tiba di tempat sang Bhagavan, Mereka berlutut ke Kaki sang Bhagavan, dan lalu Masing-masing, di setiap penjuru asal Mereka, menciptakan Simhasana Permata, duduk dalam sikap bunga teratai.

Sama seperti para Bodhisattva itu berkumpul di surga Suyama di dalam dunia ini, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia. Nama-nama dari para Bodhisattva-nya, dunia-nya, Buddha-nya semuanya sama seperti ini.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan memancarkan ratusan ribu miliar sinar cahaya yang berwarna indah dari ujung jari kaki-Nya, yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru, sehingga para Buddha dan perkumpulan majelis di dalam istana Suyama di semua dunia bisa terlihat.

Kemudian Punyavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha memancarkan cahaya besar,
Menerangi sepuluh penjuru;
Semuanya melihat sang Bhagavan di surga dan di bumi,
Bebas, tanpa rintangan.

Sang Buddha duduk di dalam istana Suyama,
Namun meliputi semua dunia di dharmadhatu;
Peristiwa ini adalah yang paling luar biasa,
Dunia menjadi takjub ingin tahu.

Raja surga Suyama,
Telah memuji sepuluh Buddha dalam gatha;
Apa yang terlihat di perkumpulan majelis ini
Semuanya sama dimana-mana.

Kumpulan para Bodhisattva itu,
Semuanya memiliki nama yang sama seperti kami;
Di semua wilayah di sepuluh penjuru,
Mereka menjelaskan Dharma yang tiada tanding.

Dunia-dunia asal Mereka,
Juga bernama sama seperti kami punya;
Semua dari Mereka, dengan para Buddhanya,
Menyempurnakan Brahmacarya.

Nama dari semua Buddha itu,
Juga sama seperti yang kami punya;
Negaranya makmur dan bahagia,
Kekuatan batinnya tanpa ketergantungan.

Dimana-mana di sepuluh penjuru,
Mereka berpikir sang Buddha ada disana;
Ada yang melihat-Nya di dunia manusia,
Ada yang melihat-Nya di surga.

Sang Buddha tinggal berdiam dimana-mana,
Di dalam semua ksetra yang beranekaragam;
Kami sekarang melihat sang Buddha,
Di dalam pertemuan surga ini.

Dia membuat ikrar Bodhi
Yang menjangkau semua dunia di dharmadhatu;
Inilah sebabnya kekuatan sang Buddha
Meliputi semua, tidak terbayangkan.

Telah membuang nafsu duniawi,
Dia menyemurnakan kebajikan yang tanpa batas;
Oleh sebab itu, memperoleh kekuatan batin,
Dan terlihat oleh semua makhluk.

Dia menjelajahi semua dunia di dharmadhatu,
Sama seperti ruang angkasa, tanpa rintangan;
Dengan satu tubuh, banyak tubuh yang tidak terbatas,
Wujud-Nya tidak bisa dipahami.

Kebajikan Buddha adalah yang tanpa batas;
Adalah yang tidak bisa diukur;
Apakah tinggal berdiam atau pergi,
Dia meliputi dharmadhatu.

Kemudian Prajnavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Maha Lokanatha,
Sang Bhagavan yang bebas dari kotoran batin,
Adalah yang sulit dijumpai,
Bahkan dalam kalpa yang tidak terhitung.

Sang Buddha memancarkan cahaya besar
Bisa terlihat di semua dunia;
Berkhotbah secara luas kepada orang banyak,
Menguntungkan semua makhluk hidup.

Sang Buddha muncul di dunia,
Menghapus kegelapan dari ketidaktahuan;
Sang Lampu dunia ini,
Adalah yang langka dan sulit terlihat.

Setelah mengolah Dana, Sila, Ksanti,
Juga Virya, dan Dhyana,
Dan yang tertinggi Prajna-paramita,
Dengan itu, Dia menerangi dunia.

Sang Buddha tiada bandingannya;
Tiada satupun pembanding yang bisa ditemukan.
Tanpa memahami kebenaran yang sesungguhnya,
Tiada seorangpun yang bisa mengetahui-Nya.

Tubuh Buddha dan kekuatan batin-Nya,
Adalah yang bebas dan tidak terbayangkan;
Tidak pergi, tidak datang,
Dia mengucapkan kebenaran untuk membebaskan.

Jika ada yang bisa melihat dan mendengar,
Sang Guru yang murni atas manusia dan dewa,
Maka akan selamanya meninggalkan duka,
Dan membuang semua kesengsaraan.

Selama kalpa yang tidak terhitung dan tidak terukur,
Dia mengolah Bodhisattvacarya;
Yang tidak mengetahui makna ini,
Tidak bisa mencapai Buddhatva.

Jika orang bisa mengetahui makna ini,
Maka kebajikan akan jauh melampaui
Mereka yang membuat persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung
Selama kalpa yang tidak terbayangkan.

Bahkan jika orang berdana kepada sang Buddha,
Ksetra yang tidak terhitung, yang dipenuhi permata,
Jika orang itu tidak mengetahui makna ini,
Tidak akan pernah mencapai Bodhi.

Kemudian Vijayavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sama seperti di musim panas,
Dengan langit yang terang dan tak berawan,
Matahari menyala dengan kobaran cahaya,
Memenuhi sepuluh penjuru,
Cahaya itu tanpa batas,
Tidak mungkin diukur,
Bahkan oleh mereka yang memiliki mata,
Apalagi orang yang buta;
Begitu juga para Buddha,
Kebajikan Mereka adalah yang tanpa batas;
Bahkan dalam kalpa yang tidak terbayangkan,
Tiada seorangpun yang bisa mengetahui selengkapnya.

Semua gejala kejadian tiada asal-mula,
Dan tiada seorangpun yang bisa menciptakannya;
Tiada tempat asal itu dilahirkan,
Itu tidak bisa dibeda-bedakan.

Semua gejala kejadian tiada asal-mula,
Oleh karena itu, itu tidak dilahirkan;
Karena tiada kelahiran,
Maka tiada kepunahan yang bisa ditemukan.

Semua gejala kejadian tiada lahir,
Dan juga tiada kepunahan;
Orang yang memahami dalam cara ini,
Akan melihat sang Buddha.

Karena gejala kejadian tiada lahir,
'Sifat alami diri (svabhava)' adalah yang tidak ada;
Orang yang menganalisa dan mengetahui ini,
Akan tiba di Dharma yang mendalam.

Karena gejala kejadian tiada svabhava,
Tiada seorangpun yang bisa memahaminya;
Ketika memahami gejala kejadian dalam cara ini,
Pada yang tertinggi, tiada apapun yang di mengerti.

Yang dikatakan memiliki kelahiran,
adalah untuk mewujudkan ksetra.
Jika bisa mengetahui sifat alami ksetra,
Pikiran tidak akan bingung;
Memeriksa sesuai dengan kebenaran,
Sifat alami dari dunia dan ksetra,
Jika orang mampu mengetahui ini,
Maka bisa menjelaskan semua gejala kejadian.

Kemudian Abhayavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Tubuh sang Buddha yang sangat besar,
Menjangkau batas dharmadhatu;
Tanpa meninggalkan tempat duduk-Nya,
Dia meliputi semua tempat.

Siapapun yang mendengar Dharma ini,
Yang menghormati dan meyakininya,
Akan selamanya terlepas dari semua penderitaan,
Dari keadaan duka.

Bahkan pergi ke banyak dunia,
Yang sangat banyak dan tidak terhitung,
Dengan satu pikiran ingin mendengar,
Tentang kekuatan sang Buddha,
Dan kualitas dari Buddha ini,
Anuttara Samyaksambodhi-Nya,
Bahkan ingin mendengar dalam sesaat,
Tiada seorangpun yang bisa.

Jika ada yang dimasa lampau,
Meyakini aspek dari Buddha ini,
Maka Dia telah menjadi Buddha,
Dan sang Lampu Dunia.

Jika ada yang akan mendengar,
Tentang kekuatan bebas dari sang Buddha,
Dan setelah mendengar lalu meyakininya,
Dia juga akan menjadi Buddha.

Jika ada yang di masa sekarang,
Mampu meyakini ajaran Buddha ini,
Dia juga akan menjadi Buddha,
Dan menjelaskan Dharma tanpa takut.

Ajaran ini sulit ditemukan,
Bahkan di dalam kalpa yang tidak terhitung;
Jika ada yang mendengarnya,
Ketahuilah bahwa itu adalah kekuatan ikrar masa lalu.

Jika ada yang bisa menerima dan mempertahankan,
Buddhadharma seperti ini,
Dan menjunjungnya, juga menyebarkannya,
Maka Dia akan menjadi Buddha.

Apalagi bagi Dia yang berjuang dengan rajin,
Dengan pikiran yang kukuh, dan tidak menyerah;
Anda harus tahu, bahwa orang seperti itu,
Pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi.

Kemudian Manasvana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Jika orang bisa mendengar,
Ajaran pembebasan yang langka ini,
Dan bisa menghasilkan pikiran gembira,
Dia akan segera menghapus jaring keraguan.

Orang yang mengetahui dan melihat semua,
Mengucapkan kata-kata ini dalam dirinya :
'Tiada apapun yang sang Buddha tidak ketahui',
Oleh sebab itu, akan menjadi yang tidak terbayangkan.

Tidak pernah dari yang tidak berkebijaksanaan,
Kebijaksanaan dilahirkan;
Para duniawi selalu di dalam kegelapan,
Oleh sebab itu, tiada yang bisa menghasilkannya.

Sama seperti bentuk dan tiada bentuk
Adalah yang dua dan bukan satu;
Begitu juga pengetahuan dan ketidaktahuan,
Yang pada dasarnya adalah berbeda.

Sama seperti tanda dan tiada tanda,
Lahir-mati dan nirvana,
Adalah yang berbeda dan tidak sama;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan.

Ketika dunia pertama kali terjadi,
Tiada tanda peluruhan;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Ciri-cirinya tidak serentak.

Sama seperti keadaan pertama dari pikiran Bodhisattva,
Tidak berdampingan dengan keadaan akhir dari pikiran;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Dua pikiran ini tidak berdampingan.

Sama seperti tubuh dan kesadaran,
Adalah yang tersendiri dan tidak bergabung;
Begitu juga dengan pengetahuan dan ketidaktahuan,
Pada yang tertinggi tidak menyatu.

Sama seperti obat mujarab,
Bisa melenyapkan semua racun;
Begitu juga dengan pengetahuan,
Menghapuskan semua ketidaktahuan.

Sang Buddha adalah yang tidak terkalahkan,
Dan juga yang tiada tanding;
Dia sama sekali tiada bandingannya,
Oleh sebab itu, sangat sulit dijumpai.

Kemudian Viryavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua gejala kejadian tiada perbedaan,
Tiada seorangpun yang mengetahuinya;
Hanya diantara para Buddha itu diketahui,
Karena pengetahuan Buddha adalah yang tertinggi.

Sama seperti emas dan warna emas
Adalah yang tidak berbeda intisarinya;
Begitu juga dengan gejala kejadian dan yang bukan gejala kejadian,
Adalah yang tidak berbeda intisarinya;

Makhluk hidup dan yang bukan makhluk hidup,
Dua-duanya adalah yang tanpa kenyataan;
Dalam cara ini, sifat alami dari segala sesuatu,
Hakekatnya adalah yang tiada keberadaan.

Sama seperti masa depan,
Tidak memiliki tanda masa lampau;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Tidak memiliki tanda apapun.

Sama seperti tanda kelahiran dan kematian,
Semua itu adalah yang tidak nyata;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Kosong sifat alaminya.

Nirvana tidak bisa dipahami,
Namun ketika diucapkan, ada dua jenis;
Begitu juga dengan semua gejala kejadian,
Ketika dibeda-bedakan, itu berbeda.

Sama seperti berdasarkan pada sesuatu yang dihitung,
Ada cara menghitung,
Sifat alaminya adalah yang tiada;
Begitulah gejala kejadian secara sempurna diketahui.

Sama seperti cara menghitung,
Menambah satu hingga jumlah yang tanpa batas;
Angka itu tidak memiliki sifat alami yang berwujud,
Itu dibeda-bedakan disebabkan oleh daya pikir.

Sama seperti dunia memiliki akhir,
Ketika terbakar di akhir kalpa,
Namun ruang angkasa tidak hancur;
Begitu juga dengan pengetahuan Buddha.

Para makhluk hidup di lokadhatu ini,
Semuanya melekati ciri-ciri ruang angkasa;
Begitu juga terhadap para Buddha,
Para duniawi membayangkan-Nya sesuka hati.

Kemudian Balavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Semua alam makhluk hidup,
Ada di masa lampau, sekarang, masa depan;
Para makhluk hidup dari masa lampau, sekarang, masa depan,
Semuanya tinggal berdiam di dalam panca skandha.

Panca skandha itu berdasarkan pada perbuatan,
Perbuatan berdasarkan pada pikiran;
Gejala kejadian pikiran adalah sama seperti khayalan,
Dan begitu juga dengan dunia.

Dunia tidak tercipta dengan sendirinya,
Juga tidak diciptakan oleh orang lain;
Namun itu memiliki pembentukan,
dan juga memiliki peluruhan.

Walaupun dunia memiliki pembentukan,
Dan peluruhan,
Orang yang memahami dunia,
Tidak akan mengucapkan dalam cara ini.

Apa itu dunia?
Apa itu yang bukan dunia?
Dunia dan yang bukan dunia,
Hanyalah pembedaan tentang nama.

Tiga masa waktu dan panca skandha,
dinamakan dunia,
Kepunahannya adalah "yang bukan dunia";
Begitulah itu hanyalah penamaan sementara.

Bagaimana skandha dijelaskan?
Apa sifat alami yang dimilikinya?
Sifat alami skandha adalah yang tidak bisa dihancurkan,
Oleh karena itu dinamakan yang tidak lahir.

Menganalisa skandha ini,
Sifat alaminya pada dasarnya kosong dan tiada;
Karena itu adalah kosong, itu tidak bisa dihancurkan;
Inilah makna dari tiada lahir.

Karena para makhluk hidup adalah begitu,
Demikian juga para Buddha;
Buddha dan Buddhadharma,
Yang pada dasarnya tiada keberadaan.

Jika ada yang mengetahui hal ini,
Dengan benar, tanpa khayalan,
Dia Yang Mengetahui dan Melihat Semua,
Akan selalu dihadapan orang itu.

Kemudian Caryavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Seperti di dalam semua dunia,
Semua unsur yang padat,
Tiada keberadaan yang berdiri sendiri,
Namun ditemukan dimana-mana,
Begitu juga dengan tubuh Buddha,
Meliputi semua dunia,
Bentuk-rupa-Nya yang beranekaragam,
Tanpa tempat tinggal dan asal-mula.

Hanya dikarenakan oleh kegiatan,
Kita mengucapkan nama "makhluk hidup",
Dan tiada 'tindakan (karma)' yang ditemukan,
Terpisah dari makhluk hidup.

Sifat alami karma adalah yang pada dasarnya kosong dan tiada,
Namun itulah landasan para makhluk,
Dimana-mana menghasilkan semua bentuk-rupa,
Dan namun tidak datang dari manapun.

Inilah kekuatan yang bekerja dari bentuk-rupa,
Tidak mungkin untuk dipahami;
Jika orang memahami dasar itu,
Didalamnya tiada objek yang terlihat.

Tubuh Buddha adalah yang juga seperti ini;
Itu tidak bisa dipahami;
Bentuk-rupa-Nya yang beranekaragam,
Muncul di semua ksetra di dharmadhatu.

Tubuh bukanlah Buddha,
Juga bukan Buddha adalah tubuh;
Hanya kenyataan adalah tubuh,
Yang meliputi segala sesuatu.

Jika orang bisa melihat tubuh Buddha,
Yang semurni sifat alami kenyataan,
Orang seperti itu tidak memiliki ragu,
Atau kebingungan tentang Buddha.

Jika orang melihat semua gejala kejadian,
Seperti dalam intisarinya sama dengan Nirvana,
Ini adalah melihat sang Buddha,
Yang pada yang tertinggi tanpa tempat tinggal.

Jika orang mengolah 'kesadaran yang benar (samyak-smrti)',
Dan dengan jelas melihat 'Kebangkitan yang sesungguhnya (Samyaksambodhi)',
Yang tiada tanda, tanpa pembedaan,
Ini adalah pewarisan kebenaran.

Kemudian Smrtivana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :
 
Itu adalah sama seperti pelukis,
Menyebarkan beranekaragam warna;
Hayalan menangkap bentuk-rupa yang berbeda-beda,
Namun unsur itu tidak memiliki perbedaan.

Di salam unsur tiada bentuk-rupa,
Dan di dalam bentuk-rupa tiada unsur;
Dan namun terpisah dari unsur,
Tiada bentuk-rupa yang bisa ditemukan.

Di dalam pikiran tiada gambaran,
Di dalam gambaran tiada pikiran;
Namun terpisah dari pikiran,
Tiada gambaran yang ditemukan.

Pikiran itu tidak pernah berhenti,
Mewujudkan semua bentuk-rupa,
Tidak terhitung, tidak terbayangkan banyaknya,
Tidak mengenal satu sama lain.

Sama seperti pelukis,
Tidak bisa mengetahui pikirannya sendiri,
Namun melukis disebabkan oleh pikiran,
Begitu juga dengan sifat alami semua gejala kejadian.

Pikiran sama seperti seniman,
Mampu melukis dunia;
Panca skandha seluruhnya terlahir karena itu;
Tiada apapun yang tidak diciptakannya.

Sama seperti pikiran, begitu juga Buddha;
Sama seperti Buddha, begitu juga makhluk hidup;
Ketahuilah bahwa Buddha dan pikiran,
Adalah pada intisarinya yang tidak habis-habisnya.

Jika orang mengetahui perbuatan dari pikiran
Yang menciptakan semua dunia;
Orang itu akan melihat sang Buddha,
Dan memahami sifat alami Buddha yang sesungguhnya.

Pikiran tidak tinggal berdiam di dalam tubuh,
Juga tubuh tidak tinggal berdiam di dalam pikiran;
Namun itu mampu melaksanakan perbuatan Buddha,
Secara bebas, tanpa pendahuluan.

Jika orang ingin sungguh mengetahui,
Semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Orang itu harus merenungkan sifat alami dharmadhatu,
Yang seluruhnya adalah dari pembentukan pikiran.

Kemudian Jnanavana Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :
 
Yang dipahami tidak bisa dipahami,
Yang terlihat tidak bisa dilihat,
Yang terdengar tidak bisa didengar;
Satu pikiran adalah yang tidak terbayangkan.

Yang terbatas dan yang tidak terbatas,
Dua-duanya tidak bisa dipahami;
Jika orang mau memahaminya,
Pada yang tertinggi, dia tidak memahami apapun.

Mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakan,
Adalah penipuan diri;
Ketika tugasnya sendiri belum selesai,
Orang tidak bisa menggembirakan yang lain.

Orang yang ingin memuji sang Buddha,
Serta Tubuh-Nya yang tanpa batas, wujud-Nya yang menakjubkan,
Tidak bisa mengungkapkannya sepenuhnya,
Bahkan di dalam kalpa yang tidak terhitung.

Sama seperti permata Cintamani,
Bisa mewujudkan semua warna,
Ia tidak berwarna namun menampilkan warna,
Begitu juga dengan semua Buddha.

Juga, sama seperti ruang angkasa yang cerah,
Tanpa bentuk-rupa dan tidak bisa dilihat,
Dan meskipun ia memperlihatkan semua bentuk-rupa,
Tiada seorangpun yang bisa melihat ruang angkasa,
Begitu juga dengan para Buddha;
Mereka mewujudkan bentuk-rupa tanpa batas dimana-mana,
Namun tidak didalam wilayah kegiatan pikiran,
Sehingga orang tidak bisa melihat Mereka.

Walaupun suara Buddha terdengar,
Suara itu bukanlah sang buddha;
Dan namun tidak terpisah dari suara,
Sang Buddha bisa diketahui.

Buddha tidak datang maupun tidak pergi;
Dia terpisah dari semua pembedaan;
Maka bagaimana bisa orang
Mengatakan bahwa bisa melihat-Nya?

Buddha tidak memiliki Dharma,
Bagaimana bisa Buddha memiliki penjelasan?
Itu adalah sesuai dengan pikiran orang,
Bahwa orang berpikir sang Buddha menjelaskan Dharma.


7

Guan Yin Pusa



Sahassrabhuja-Sahassranetra Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva

Bab 19
Suyamarohana parivartah

Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan sang Tathagata, di semua dunia di sepuluh penjuru, di Jambudvipa di setiap empat penjuru, dan diatas puncak Sumeru, terlihat sang Tathagata sedang berada di tengah-tengah perkumpulan majelis, dimana para Bodhisattva, disebabkan oleh kekuatan sang Buddha, menjelaskan Dharma, semuanya merasa sedang berhadapan dengan sang Buddha di sepanjang waktu.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan, tanpa melangkahkan kaki-Nya meninggalkan pohon Bodhi dan puncak Sumeru, naik keatas menuju gedung Yang Terhiasi Permata di Istana Suyama. Raja surga suyama, melihat sang Buddha sedang datang dari jauh, dengan kekuatan magis menciptakan Tahta Singa dari tumpukan bunga teratai permata didalam istananya, dengan jutaan tingkat perhiasan yang berkilau, jutaan jaring emas yang menutupinya, jutaan tirai bunga yang menutupinya, jutaan tirai karangan bunga, jutaan tirai wewangian, dan jutaan tirai permata, dikelilingi oleh jutaan kanopi yang semuanya dari bunga, karangan bunga, wewangian, dan permata; jutaan cahaya menyinarinya. Jutaan Raja Deva di Suyama membungkuk dengan hormat, jutaan Raja Brahma menari bergembira, jutaan Bodhisattva menyanyikan pujian. Jutaan alat musik surga memainkan jutaan nada Dharma, terus-menerus tanpa berhenti; Ada jutaan awan dari beranekaragam bunga, jutaan awan dari beranekaragam karangan bunga, jutaan awan dari beranekaragam perhiasan, jutaan awan dari beranekaragam jubah, menyelimuti seluruh sekeliling; jutaan awan dari beranekaragam permata cintamani yang berkilau. Tahta itu dilahirkan dari jutaan jenis akar kebaikan, yang dilindungi oleh jutaan Buddha, diperbanyak dengan jutaan jenis kebajikan, dimuliakan dan dimurnikan dengan jutaan jenis keyakinan dan jutaan jenis ikrar, dihasilkan oleh jutaan jenis karma, didirikan dengan jutaan jenis Dharma, diciptakan dari jutaan jenis kekuatan batin, selalu menghasilkan jutaan jenis suara yang mengungkapkan semua Dharma.

Kemudian sang Devaraja itu, setelah mengatur tahta ini untuk sang Tathagata, membungkukkan diri dan beranjali, dengan hormat menghadap sang Bhagavan Buddha, dan berkata : "Sadhu, Bhagavan, Sadhu, Sugata, Sadhu, Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Tolong berbelas-kasih untuk singgah di Istana ini."

Kemudian sang Buddha, menerima undangannya, memasuki gedung permata. Hal ini juga terjadi ditempat yang sama di semua dunia di sepuluh penjuru.

Kemudian, melalui kekuatan batin sang Buddha, sang Devaraja mengingat bagaimana dirinya menanam 'akar kebajikan (kusala-mula)' kepada para Buddha di masa lampau, lalu mengucapkan syair-gatha ini :

Yasas Tathagata, terkenal diseluruh sepuluh penjuru,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Ratnaraja Tathagata, lampu dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang murni ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sukhinetra Tathagata, dengan penglihatan yang tanpa halangan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dipamkara Tathagata, menerangi dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang luar biasa ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Hitaisin Tathagata, penolong dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang tanpa noda ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sujnana Tathagata, yang tanpa guru,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung permata wangi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Devatikranta Tathagata, sang lampu dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung agung yang wangi ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Anirgama Tathagata, sang pahlawan pengetahuan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung mata semesta ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Aparajita Tathagata, dipenuhi dengan semua kebajikan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung yang terhiasi dengan sangat baik ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Muni Tathagata, yang menguntungkan dunia,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Telah datang ke gedung perhiasan semesta ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sama seperti di dalam dunia ini, Raja surga Suyama, melalui kekuatan sang Buddha, memuji kebajikan dari sepuluh Buddha masa lampau, begitu juga dengan semua Raja surga Suyama di dunia-dunia dari sepuluh penjuru yang juga memuji kebajikan para Buddha. Kemudian sang Bhagavan Buddha memasuki gedung Ratnavyuha itu dan duduk dengan sikap bunga teratai diatas Simhasana bunga teratai permata. Gedung ini tiba-tiba menjadi sangat luas, sama seperti tempat tinggal dari semua rombongan para dewa. Hal yang sama ini juga terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru.

8

Guan Yin Pusa



Kumuda

Bab 18
Dharmabhodaka parivartah

Kemudian pada saat itu, Viryaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata kepada Dharmaprajna Bodhisattva: "Kulaputra, ketika para Bodhisattva Mahasattva pertama kali membangkitkan 'Pikiran (Citta)' untuk mencari 'Pengetahuan Yang Mengetahui Semua (Sarvajnajnana)', Mereka menyempurnakan kebajikan yang tidak terbatas, dipenuhi dengan hiasan yang besar, naik ke kendaraan Sarvajna, memasuki keadaan yang benar dari Bodhisattva, meninggalkan segala sesuatu yang duniawi, dan mencapai kebenaran dari para Buddha yang melampaui duniawi, masuk kedalam perkumpulan para Buddha dari masa lalu-sekarang-masa depan, dan pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Bagaimanakah seharusnya para Bodhisattva itu mempraktekkan Buddhadharma agar membuat semua Tathagata menjadi bergembira, memasuki tempat kediaman dari semua Bodhisattva, mencapai kemurnian dari semua perbuatan besar, menyempurnakan semua ikrar besar, memperoleh gudang harta yang luas dari para Bodhisattva, selalu mengajar sesuai dengan keadaan yang diperlukan dan yang bisa dirubah tanpa pernah menyerah dari praktek Paramita, menyebabkan semua makhluk hidup dalam penjagaan Mereka untuk mencapai pembebasan, dan melanjutkan silsilah Triratna tanpa kerusakan, akar kebajikan serta Upaya Kausalya Mereka tidak disia-siakan? Kulaputra, melalui Upaya-kausalya apakah bisa Mereka menyebabkan hal-hal ini terpenuhi? Tolong ulurkan belas-kasih Anda untuk menjelaskan ini kepada Kami, semua orang dalam perkumpulan majelis ini ingin mendengar."

"Lagi, jika para Bodhisattva selalu rajin mengolah praktek, demi melenyapkan semua kegelapan dari ketidaktahuan, menaklukkan mara dan musuh dan mengendalikan tirthika, selamanya membersihkan semua penderitaan yang mengotori pikiran, Mereka akan mampu menyempurnakan semua akar kebaikan, selamanya terlepas dari kesusahan dari semua alam yang menyedihkan, memurnikan semua wilayah pengetahuan besar, menyelesaikan semua tingkat Bodhi dan kebajikan yang murni, Paramita, penguasaan ingatan, samadhi, enam pengetahuan super, dan empat keberanian, menghiasi semua Buddhaksetra; Kemurnian dari tubuh, ucapan, dan pikiran mereka akan tersempurnakan. Akan mengetahui semua kekuatan, keberanian, kualitas unik, sarvajna, dan wilayah perbuatan dari semua Tathagata. Agar mengembangkan dan mematangkan semua makhluk hidup sesuai dengan kecenderungan pikirannya, pergi ke Buddhaksetra yang tepat dan menjelaskan Dharma yang diperlukan sesuai dengan indera para makhluk dan sesuai dengan waktu dan keadaan. Akan menyempurnakan beranekaragam pekerjaan besar dari para Buddha yang tidak terukur, juga beranekaragam kebajikan yang lainnya, berbagai macam praktek, jalan, dan alam, dan segera akan menjadi sama dengan para Tathagata. Mereka bisa mempertahankan dan melindungi semua harta Dharma yang dikumpulkan oleh para Tathagata selama ratusan ribu kalpa yang tidak terbayangkan saat mengolah praktek Bodhi, dan bisa menjelaskannya dengan tanpa halangan dan tidak bisa diganggu oleh mara dan tirthika. Mereka akan menjaga Saddharma selamanya, dan ketika sedang mengajar di semua dunia, Mereka akan dilindungi oleh para dewa, raja yaksha, raja gandharva, raja asura, raja garuda, raja kinnara, raja mahoraga, raja manusia, raja brahma, dan para Bodhisattva Raja Dharma. Semua dunia akan menghormati dan menyokong Mereka, seperti mentakhtakan Mereka. Selalu akan diperhatikan oleh para Buddha, dan juga akan dicintai dan dihormati oleh semua Bodhisattva. Dengan mencapai kekuatan akar kebajikan, akan meningkatkan jalan kebajikan, menjelaskan harta Buddhadharma yang mendalam, dan menjaga Saddharma, dengan ini akan menghiasi diri Mereka sendiri. Tolong jelaskanlah cara dari Bodhisattvacarya."
 
Kemudian Viryaprajna Bodhisattva Mahasattva, ingin mengulangi maksudnya, mengucapkan syair-gatha ini :

Yang Termasyhur, sungguh baik penjelasan Anda
Pada kebajikan yang disempurnakan oleh para Bodhisattva,
Secara mendalam memasuki Maha karma yang tanpa batas
Menyempurnakan pengetahuan murni yang tanpa guru.

Jika Bodhisattva pada saat tekad pertamanya,
Menyelesaikan praktek dari kebajikan dan kebijaksanaan,
Memasuki tingkat yang terbebas dari kelahiran, melampaui dunia,
Secara menyeluruh mencapai dasar dari kebangkitan yang sejati,
Maka bagaimanakah Dia, di dalam Buddhadharma,
Tetap kukuh mengolah dengan rajin untuk maju,
Demi menyebabkan semua Tathagata bergembira,
Agar mampu dengan cepat memasuki keadaan para Buddha,
Menyempurnakan semua ikrar murni yang dilaksanakan,
Mencapai gudang pengetahuan dan kebijaksanaan yang luas,
Dan juga mampu mengajarkan Dharma untuk membebaskan para makhluk
Tanpa pikirannya bergantung atau melekat pada apapun,
Menyempurnakan semua Bodhisattva Paramita,
Menyelamatkan dan membebaskan semua makhluk dalam perlindungannya,
Selamanya mempertahankan silsilah para Buddha tanpa kerusakan,
Sehingga semua yang dilakukannya adalah yang pasti tidak sia-sia,
Dan menyelesaikan semua tugas dan mendapat pembebasan.
Tolong jelaskanlah jalan yang murni ini,
Sesuai dengan yang dipraktekkan semua Jina,
Demi selamanya menghancurkan kegelapan dari ketidaktahuan.
Meruntuhkan semua mara dan tirthika,
Membersihkan semua kotoran,
Agar mampu mendekati pengetahuan dan kebijaksanaan besar dari Tathagata,
Dan selamanya meninggalkan bahaya dari jalan jahat,
Untuk memurnikan wilayah pengetahuan besar yang luar biasa,
Mencapai kekuatan dari jalan agung, disisi sang Bhagavan,
Untuk menyempurnakan semua kebajikan,
Mencapai pengetahuan tertinggi dari Tathagata,
Tinggal di ksetra yang tidak terhitung,
Dan menjelaskan Dharma sesuai dengan kecenderungan pikiran makhluk disana,
Dan melaksanakan berbagai macam perbuatan besar dari para Buddha.

Bagaimanakah Dia bisa mencapai jalan yang menakjubkan
Dan menjelaskan gudang Saddharma dari Tathagata,
Selalu mampu menerima dan mempertahankan Buddhadharma,
Yang tiada tanding dan tanpa bandingannya?
Bagaimanakah Dia bisa berani seperti singa,
Perbuatannya murni seperti bulan purnama?
Bagaimanakah Dia bisa mempraktekkan kebajikan Buddha,
Seperti bunga teratai yang tidak dilekati oleh air?

Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata kepada Viryaprajna Bodhisattva: "Sadhu, Kulaputra, Anda telah bertanya tentang praktek murni yang diolah oleh para Bodhisattva, demi keuntungan orang banyak, demi kebahagiaan orang banyak, untuk belas kasihan kepada dunia, untuk kesejahteraan dan kebahagiaan orang banyak, para dewa dan manusia. Anda, Kulaputra, tinggal berdiam dalam Dharma, menggiatkan semangat besar, meningkat tanpa kemunduran, telah mencapai kebebasan, mampu mengajukan pertanyaan ini, sama seperti sang Buddha. Dengarlah dengan jelas, pikirkanlah dengan baik pada hal ini; Sekarang, melalui kekuatan batin sang Buddha, Saya akan menjelaskan sedikit kepada Anda. Kulaputra, saat Bodhisattva telah mengembangkan tekad untuk Sarvajnajnana, Dia harus meninggalkan kegelapan dari ketidaktahuan, dan rajin menjaga diri sendiri dari kegemaran dan kelalaian. Jika Bodhisattva tinggal berdiam dalam sepuluh dharma, itu dinamakan tiada kegemaran: Pertama, menjaga Sila tingkah-laku; Kedua, meninggalkan kebodohan dan memurnikan tekad Bodhi; Ketiga, menyukai kejujuran dan menolak rayuan serta tipuan; Keempat, bersungguh-sungguh mengolah kebajikan tanpa kemunduran; Kelima, terus-menerus merenungkan Pranidhana-nya; Keenam, tidak bersenang-senang berhubungan dengan orang-orang biasa baik itu perumahtangga atau Bhiksu; Ketujuh, melakukan perbuatan baik tanpa mengharapkan hadiah duniawi; Kedelapan, selamanya meninggalkan kendaraan yang lebih kecil dan mempraktekkan jalan Bodhisattva; Kesembilan, dengan senang mempraktekkan apa yang baik, tidak membiarkan kebaikan terputus; Kesepuluh, selalu memeriksa kekuatan ketekunan; Jika Bodhisattva mempraktekkan sepuluh dharma ini, maka dinamakan tinggal berdiam di dalam tiada kegemaran."

"Ketika Bodhisattva gigih dalam tiada kegemaran, Dia mencapai sepuluh jenis kemurnian, yaitu : Bertindak sesuai dengan yang telah dikatakannya; Penyempurnaan perhatian dan kecerdasan; Tinggal berdiam dalam konsentrasi yang mendalam tanpa melamban atau bergejolak; Senang mencari Buddhadharma tanpa kenal lelah; Merenungkan Dharma yang didengar sesuai dengan sebab, sepenuhnya mengembangkan pengetahuan yang terampil dan fleksibel; Memasuki meditasi yang mendalam dan mencapai kekuatan batin para Buddha; Pikirannya adalah yang sama, tanpa perasaan tentang status yang tinggi atau rendah; Terhadap para makhluk yang unggul, menengah, dan yang rendah, pikirannya tanpa rintangan, sama seperti bumi, menguntungkan semua secara sama; Jika Dia melihat setiap makhluk yang bahkan pernah sekali membuat tekad Bodhi, Dia menghormati dan melayani mereka sebagai guru; Dia selalu menghormati, melayani, dan mendukung para Pembimbing dan Pengajar, semua Bodhisattva, Teman yang bijaksana, dan guru; Inilah yang dinamakan sepuluh jenis kemurnian Bodhisattva yang gigih di dalam tiada kegemaran."

"Bodhisattva tinggal berdiam dalam tiada kegemaran, membangkitkan semangat besar, menghasilkan perhatian yang benar, menimbulkan cita-cita tertinggi, dan bekerja tanpa henti. Pikirannya terbebas dari ketergantungan pada apapun. Dia mampu dengan rajin mempraktekkan Dharma yang paling mendalam, dan memasuki pintu gerbang dari tiada perselisihan. Dengan memperluas pikirannya, Dia mampu secara sesuai memahami Buddhadharma yang tanpa batas, menyebabkan semua Tathagata bergembira."

"Lagi, ada sepuluh dharma yang Bodhisattva bisa membuat para Buddha bergembira, yaitu : Tekun tanpa kemunduran; Tidak menyesali kehidupan fisiknya; Tidak mencari keuntungan atau sokongan; Mengetahui semua gejala kejadian adalah sama seperti ruang angkasa; Mahir dalam perenungan, memasuki seluruh dharmadhatu; Mengetahui kepastian tanda-tanda dari semua gejala kejadian; Selalu menyebut Ikrar Besar; Mengembangkan cahaya dari pengetahuan kesabaran yang murni; Memeriksa kebajikan tanpa berlebihan atau mengecilkan; Mengolah praktek yang murni sesuai dengan jalan tanpa usaha; Inilah yang dinamakan kegigihan Bodhisattva di dalam sepuluh dharma yang bisa memberikan kegembiraan kepada semua Buddha."

"Lagi, ada sepuluh dharma yang Bodhisattva bisa membuat para Buddha bergembira, yaitu : Tinggal berdiam dengan aman di dalam tiada kegemaran; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Anutpattikadharmaksanti; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Maha Maitri; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Maha Karuna; Tinggal berdiam dengan aman di dalam penyempurnaan Paramita; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Bodhisattvacarya; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Maha Pranidhana; Tinggal berdiam dengan aman di dalam Upaya-kausalya; Tinggal berdiam dengan aman di dalam kekuatan semangat; Tinggal berdiam dengan aman di dalam pengetahuan dan kebijaksanaan, mengamati semua gejala kejadian yang tiada tempat tinggal, sama seperti ruang angkasa; Jika Bodhisattva tinggal berdiam di dalam sepuluh dharma ini, ma abis amenggembirakan semua Buddha."

"Ada sepuluh dharma yang bisa menyebabkan Bodhisattva dengan cepat memasuki Bhumi, yaitu : Dengan terampil menyempurnakan praktek kebajikan dan pengetahuan; Kemampuan menghiasi jalan praktek Paramita; Pengetahuan dengan jelas memahami, tidak mengikuti perkataan yang lain; Melayani 'teman yang baik (kalyanamitra)', tidak pernah meninggalkannya; Selalu mempraktekkan ketekunan tanpa malas; Kemampuan yang mahir tinggal berdiam di dalam kekuatan batin para Buddha; Mengolah akar kebajikan tanpa kenal lelah; Dengan pikiran yang mendalam dan pengetahuan yang tajam, menghiasi diri dengan Dharma dari Mahayana; Pikiran tidak tinggal berdiam pada Dharma dari setiap Bhumi; Mencapai sifat alami yang sama dengan semua Buddha dari tiga masa waktu dalam hal kebajikan dan cara pembebasan. Inilah sepuluh dharma yang bisa menyebabkan Bodhisattva dengan cepat memasuki Bhumi." 

"Lagi, saat Bodhisattva berada di Bhumi pertama, Dia harus dengan teliti memeriksa semua prinsip dasar dan pengetahuan mengenai itu, sebab yang diolah disana, hasil yang dicapai, wilayahnya, fungsinya, perwujudannya, perbedaannya, dan pencapaian yang berhubungan dengan itu. Dia harus teliti memeriksa dan menyadari bahwa semua gejala kejadian merupakan pikiran, dan tiada kemelekatan pada apapun; Melalui pengetahuan ini, Dia memasuki Bodhisattvabhumi dan bisa dengan kukuh melanjutkannya disana."

"Sang Bodhisattva memunculkan pikiran ini : 'Saya harus dengan cepat memasuki Bhumi. Mengapa? Jika tinggal di dalam setiap Bhumi, maka akan mengembangkan kualitas kebajikan yang besar; Karena dipenuhi dengan kebajikan, maka akan secara bertahap memasuki Buddhabhumi; Saat di Buddhabhumi, maka mampu melaksanakan perbuatan besar para Buddha. Oleh sebab itu, Saya harus selalu mempraktekkan dengan rajin dan tanpa henti, tanpa kenal lelah, menghiasi diri dengan kebajikan besar, dan memasuki Bodhisattvabhumi.'"

"Ada sepuluh dharma yang menyebabkan praktek Bodhisattva menjadi murni, yaitu: Menyerahkan semua kepemilikan untuk memuaskan keinginan para makhluk hidup; Teguh mengikuti Sila yang murni, tidak melanggarnya; Terus-menerus lemah lembut dan bermurah hati; Rajin mengolah praktek, tanpa kemunduran; Melalui kekuatan dari perhatian yang benar, menjadi terbebas dari kebingungan dan gangguan pikiran; Menganalisa dan memahami Dharma yang tidak terhitung banyaknya; Mengolah semua praktek tanpa kemelekatan; Batin yang tenang tidak bisa diganggu, seperti Maha Meru; Secara luas membebaskan para makhluk hidup, seperti jembatan; Mengetahui bahwa semua makhluk hidup pada intisarinya sama seperti para Buddha. Inilah sepuluh dharma yang memurnikan praktek Bodhisattva."

"Saat Bodhisattva telah mencapai kemurnian praktek, Dia juga mencapai sepuluh 'kualitas (dharma)' yang lebih besar, yaitu: Para Buddha dari alam yang lain selalu melindunginya; Akar kebajikannya meningkat, melampaui semua perbandingan; Mampu menerima peningkatan kekuatan dari para Buddha; Selalu menemukan orang-orang yang baik dan yang bergantung padanya; Tetap rajin dan tidak pernah lalai; Mengetahui semua gejala kejadian adalah yang sama dan tidak berbeda; Pikirannya selalu tinggal berdiam di dalam belas kasih besar yang tiada tanding; Mengamati gejala kejadian sebagaimana yang sesungguhnya, menghasilkan kebijaksanaan yang agung; Mampu mempraktekan upaya-kausalya pembebasan; Mampu mengetahui kekuatan upaya-kausalya pembebasan dari Tathagata; Inilah sepuluh kualitas unggul dari Bodhisattva."

"Bodhisattva memiliki sepuluh ikrar yang murni, yaitu : Berikrar mengembangkan para makhluk hidup hingga matang, tanpa kenal lelah; Berikrar sepenuhnya mempraktekkan semua kebajikan dan memurnikan semua dunia; Berikrar melayani Tathagata, selalu memuja-Nya dan menghormati-Nya; Berikrar mempertahankan dan melindungi Saddharma, tanpa menyesali hidupnya; Berikrar mengamati dengan kebijaksanaan dan memasuki Buddhaksetra; Berikrar menjadi intisari yang sama dengan semua Bodhisattva; Berikrar memasuki pintu dari pencapaian Tathata dan memahami semua gejala kejadian; Berikrar bahwa bagi mereka yang telah melihat dirinya, akan mengembangkan keyakinan dan semuanya mendapat keuntungan; Berikrar tinggal menetap didunia selamanya melalui kekuatan batin; Berikrar melaksanakan praktek Samantabhadra, dan menguasai pengetahuan tentang semua jalan pembebasan. Inilah sepuluh Pranidhana yang murni dari Bodhisattva."

"Bodhisattva bisa berhasil melaksanakan Ikrar Besarnya melalui tinggal berdiam pada sepuluh prinsip, yaitu : Pikiran tidak pernah lelah; Mempersiapkan hiasan besar; Mengingat kekuatan semangat yang unggul dari Bodhisattva; Ketika mendengar tentang Buddhaksetra, berikrar dilahirkan di dalamnya; Mempertahankan kebulatan tekadnya yang mendalam tanpa berakhir; Berikrar mengembangkan semua makhluk hidup sepenuhnya; Tinggal berdiam melewati semua kalpa tanpa berpikir itu sulit; Menerima semua penderitaan tanpa kebencian; Tanpa mendambakan atau melekati kesenangan apapun;"   

"Saat Bodhisattva menyelesaikan Pranidhana seperti itu, Dia mencapai sepuluh harta yang tidak habis-habisnya, yaitu : Melihat para Buddha; Menyempurnakan kekuatan ingatan; Pemahaman yang pasti pada semua Dharma; Penyelamatan yang berbelas-kasih; Beranekaragam keadaan Samadhi; Berkah kebajikan yang memuaskan pikiran semua makhluk; Pengetahuan mendalam untuk menjelaskan semua Dharma; Kekuatan batin yang diperoleh sebagai hasil dari praktek; Nafkah hidup selama kalpa yang tidak terhitung; Memasuki dunia-dunia yang tanpa batas. Inilah sepuluh harta yang tidak habis-habisnya dari Bodhisattva."

"Ketika Bodhisattva telah mencapai sepuluh harta ini, kebajikannya sempurna, pengetahuannya murni; Dia menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Lalu bagaimana Bodhisattva menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka? Dia mengetahui apa yang dilakukan para makhluk; Mengetahui sebab dan kondisi mereka; Mengetahui tingkah laku pikiran mereka; Mengetahui kecenderungan mereka; Kepada mereka yang memiliki banyak keserakahan dan keinginan, Dia menjelaskan ketidakmurnian. Kepada mereka yang memiliki banyak kemarahan dan kebencian, Dia menjelaskan kemurahan hati dan kebaikan. Kepada mereka yang banyak ketidaktahuan dan angan-angan khayalan, Dia mengajarkan perenungan yang rajin. Kepada mereka yang memiliki racun dari keserakahan, kebencian, dan ketidaktahuan yang sebanding, Dia menjelaskan Dharma tentang pengembangan pengetahuan untuk mengatasi itu. Kepada mereka yang menyukai kelahiran dan kematian, Dia mengajari tiga jenis penderitaan. Kepada mereka yang melekat pada tempat menghuni, Dia mengajarkan kekosongan dari ketiadaberadaan tempat. Kepada mereka yang malas, Dia membabarkan tentang semangat yang besar. Kepada mereka yang mengandung kesombongan, Dia menjelaskan kesamaan dari segala sesuatu. Kepada para perayu dan penipu, Dia menjelaskan kejujuran yang sederhana dari batin Bodhisattva. Kepada mereka yang menyukai keheningan-tenang, Dia menjelaskan Dharma secara luas, sehingga mereka akan mencapainya. Seperti itulah Bodhisattva mengajar sesuai dengan apa yang penting dan yang tepat."

"Ketika Dia menjelaskan Dharma, ucapannya saling berhubungan, maknanya terbebas dari pertentangan dan kebingungan. Dia mengamati keadaan dari Dharma, memeriksanya secara bijaksana, menentukan yang benar dan yang salah, sesuai dengan tanda yang pasti dari gejala kejadian - Ketidakkekalan, ketiadaan nafsu, dan ketiadaan diri - dan secara bertahap mendirikan penerapan pendekatan yang tanpa batas, demi menyebabkan semua makhluk hidup memotong putus semua keraguan. Dia mengetahui semua indera dengan baik, memasuki Buddhadharma, mengalami kenyataan yang sesungguhnya, mengetahui gejala kejadian adalah yang sama, memotong putus semua kemelekatan pada gejala kejadian, melenyapkan semua kemelekatan, dan selalu mengingat para Buddha, pikirannya tidak pernah pergi dari Mereka walau sesaat. Dia mengetahui zat dan intisari dari suara adalah yang sama, dan tiada kemelekatan pada ucapan. Mampu dengan terampil menjelaskan contoh dan persamaan, tanpa pertentangan apapun, demi membuat semua makhluk mampu menyadari tubuh kebijaksanaan yang sama, yang diwujudkan oleh semua Buddha dimana-mana sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan."

"Ketika Bodhisattva menjelaskan Dharma kepada para makhluk hidup dalam cara ini, Dia mempraktekkannya sendiri, meningkatkan keuntungannya, tidak berhenti dari Paramita, sepenuhnya maju ke jalan dari praktek Paramita. Pada saat ini, Bodhisattva menyerahkan segala sesuatu yang diluar dan yang didalam, tanpa kemelekatan, untuk memuaskan batin para makhluk hidup - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Dana Paramita."

"Dia menjaga sila moralitas tanpa kemelekatan, selamanya berpisah dari kesombongan - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Sila Paramita."

"Dia mampu sabar menerima semua kejahatan, dengan pikiran yang sama terhadap semua makhluk, tanpa gangguan atau gejolak, sama seperti bumi yang mampu menopang semuanya - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Ksanti Paramita."

"Dia melakukan semua praktek tanpa malas, tidak pernah mundur dalam apa yang dilakukan, dengan keberanian yang kukuh dan semangat, tidak melekati atau menolak semua kebajikan, namun mampu memenuhi semua aspek pengetahuan - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Virya Paramita."

"Dia tanpa kemelekatan atau keserakahan pada setiap objek keinginan, mampu menyempurnakan urutan tingkat konsentrasi, selalu bermeditasi secara benar, tidak tinggal berdiam juga tidak meninggalkan konsentrasi, namun mampu melenyapkan semua penderitaan, menghasilkan aspek konsentrasi yang tidak terhitung banyaknya, mengembangkan kekuatan batin besar yang tanpa batas, keluar dan masuk berturut-turut dari setiap keadaan meditasi, di dalam satu meditasi memasuki meditasi yang tanpa batas, mengetahui semua wilayah meditasi, tidak bertentangan dengan segel pengetahuan dari semua konsentrasi dan meditasi, mampu dengan cepat memasuki tingkat Sarvajnajnana - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Dhyana Paramita."

"Mendengar Buddhadharma, menerimanya, menjaganya, bergaul dengan teman yang bijaksana, melayani mereka tanpa kenal lelah, selalu senang mendengar Dharma, tidak pernah bosan, berpikir tentang apa yang didengar sesuai dengan kaidah yang sesungguhnya, memasuki konsentrasi yang asli, berpisah dari semua pandangan salah, mengamati semua gejala kejadian dengan baik, memahami tanda yang pasti dari ciri-ciri kenyataan, memahami jalan yang tanpa usaha dari para Buddha, menaiki kebijaksanaan semesta, memasuki pintu gerbang Sarvajnajnana, mencapai kedamaian abadi - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Prajna Paramita."

"Mewujudkan semua pekerjaan duniawi untuk mengajar para makhluk hidup, tidak pernah kenal lelah, muncul diadapan mereka dalam bentuk-rupa yang menyenangkan, tiada kemelekatan pada apapun yang telah dikerjakan, kadang mewujudkan perbuatan orang awam, kadang mewujudkan perbuatan pertapa, kadang mewujudkan kelahiran dan kematian, kadang mewujudkan nirvana, mampu dengan tekun mengamati semua pekerjaan dan mewujudkan semua hiasan tanpa ketamakan, memasuki semua alam keberadaan demi membebaskan para makhluk hidup - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Upaya Paramita."
 
"Sepenuhnya mengembangkan semua makhluk hidup, sepenuhnya menghiasi semua dunia, membuat persembahan kepada semua Buddha, sepenuhnya tiba di keadaan tanpa rintangan, sepenuhnya mengolah praktek yang membentang luas ke seluruh dharmadhatu, dengan tubuh yang menetap diseluruh masa waktu, mengetahui pemikiran dari semua pikiran, sepenuhnya menyadari bahwa semua siklus perubahan wujud kembali ke kepunahan, muncul di semua ksetra, sepenuhnya mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan Buddha - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Pranidhana Paramita."

"Dipenuhi dengan kekuatan tekad yang mendalam, tanpa kekotoran batin, dipenuhi dengan kekuatan keyakinan yang mendalam, menjadi yang tidak terkalahkan, dipenuhi dengan kekuatan belas-kasih yang besar, tidak pernah kenal lelah, dipenuhi dengan kekuatan kebaikan yang besar, bertindak dengan sama, dipenuhi dengan kekuatan ingatan, mampu secara terampil menguasai semua makna, dipenuhi dengan kekuatan kefasihan, menyebabkan semua makhluk hidup terpenuhi kebahagiaan, dipenuhi dengan kekuatan praktek Paramita, menghiasi Mahayana, dipenuhi dengan kekuatan Pranidhana, tidak pernah berhenti, dipenuhi dengan kekuatan batin, menghasilkan keajaiban yang tidak terhitung, dipenuhi dengan kekuatan yang memperkukuh dan menyokong, mampu menimbulkan keyakinan dan penerimaan - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Bala Paramita."

"Mengetahui mereka yang bertindak tamak, mengetahui mereka yang bertindak penuh kemarahan, mengetahui mereka yang bertindak bodoh, mengetahui mereka yang bertindak sama pada semua ini, mengetahui mereka yang mengolah pembelajaran, dalam sekejap satu pikiran mengetahui karma yang tidak terbatas dari para makhluk hidup, mengetahui pikiran yang tidak terbatas dari para makhluk hidup, mengetahui kebenaran dari semua gejala kejadian, mengetahui kekuatan dari semua Buddha, menyadari semua aspek dharmadhatu - dengan begitu Dia bisa memurnikan praktek Jnana Paramita."

"Kulaputra, ketika para Bodhisattva seperti itu memurnikan praktek Paramita, menunaikan praktek Paramita, tidak menyerah dari praktek Paramita, Dia tinggal berdiam pada kendaraan Bodhisattva yang terhiasi dengan sangat indah, dan menjelaskan Dharma kepada semua makhluk hidup yang sedang diperhatikannya, menyebabkan mereka meningkatkan perbuatan yang murni dan mencapai pembebasan. Bagi yang telah jatuh ke jalan kejahatan, Dia membuat mereka bercita-cita pada Bodhi. Bagi yang dalam kesulitan, Dia membuat mereka rajin dan gigih. Bagi yang serakah, Dia mengajarkan ketiadaan nafsu keinginan. Bagi yang pemarah, Dia mendorong mereka mempraktekkan kesabaran. Bagi yang melekat pada pandangan, Dia menjelaskan asal-mula yang saling bergantungan. Kepada para makhluk yang di kamadhatu, Dia mengajarkan berpisah dari hal yang tidak baik seperti mengidam dan membenci. Kepada para makhluk yang di rupadhatu, Dia mengajarkan pemeriksaan pengetahuan yang mendalam. Kepada para makhluk yang di arupadhatu, Dia menjelaskan kebijaksanaan yang halus. Kepada mereka yang di dua kendaraan yang lebih kecil, Dia mengajarkan praktek ketiaadaan nafsu dan keheningan-tenang. Kepada mereka yang menyukai Mahayana, Dia menjelaskan penghiasan yang besar dari Dasabala."

"Dimasa lampau, ketika pertama kali bercita-cita menuju Bodhi, Dia melihat para makhluk yang tidak terhitung banyaknya jatuh kedalam jalan kejahatan, Dia membuat auman singa dengan berkata : 'Saya akan, melalui berbagai macam Dharma yang memungkinkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka, menyelamatkan dan membebaskan mereka.' Bodhisattva yang dipenuhi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan seperti itu, mampu membebaskan semua makhluk hidup."

"Kulaputra, Bodhisattva yang diberkahi dengan pengetahuan dan kebijaksanaan seperti itu, menyebabkan silsilah dari Triratna tidak pernah berakhir. Mengapa begitu? Bodhisattva Mahasattva mengajar para makhluk membangkitkan Bodhicitta, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Buddha tidak terputus. Dia selalu menjelaskan permata Dharma kepada para makhluk hidup, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Dharma tidak terputus. Dia mempertahankan Sila dari Dharma dengan baik, tanpa pertentangan atau pelanggaran, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Sangha tidak terputus."

"Lagi, Dia mampu memuji semua Maha Pranidhana, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Buddha tidak terputus. Dia menganalisa dan menjelaskan hubungan sebab-akibat, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Dharma tidak terputus. Dia selalu bersungguh-sungguh mempraktekkan enam sila kerukunan dan menghormati, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Sangha tidak terputus."

"Lagi, Dia menanam benih keBuddhaan di lapangan para makhluk hidup, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Buddha tidak terputus. Dia melindungi dan mempertahankan Dharma sepenuhnya, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Dharma tidak terputus. Dia menyatukan dan mengatur Maha Sangha tanpa kenal lelah, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Sangha tidak terputus."

"Lagi, Dia melayani dan menjunjung Dharma yang telah diucapkan dan Sila yang telah didirikan oleh para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, oleh sebab itu mampu menyebabkan silsilah Buddha, Dharma, Sangha tidak terputus."

"Demikianlah Bodhisattva berhasil pada Triratna, terbebas dari kesalahan dalam semua perbuatannya : Semua perbuatannya Dia abdikan untuk Sarvajnajnana, oleh sebab itu karma dari tubuh - ucapan - pikirannya terbebas dari cacat; Karena terbebas dari cacat, semua karma baik yang Dia kerjakan, semua praktek yang Dia jalankan, mengubah para makhluk, mengajar mereka sesuai dengan kebutuhan, tidak pernah salah bahkan hanya sekejap; Semua itu cocok dengan keterampilan dan pengetahuan, semua itu diabdikan untuk Sarvajnajnana, tiada yang berlalu sia-sia."

"Mengolah dan mempraktekkan jalan kebajikan seperti ini, Bodhisattva menyempurnakan sepuluh jenis penghiasan setiap saat : Penghiasan tubuh, Dia muncul sesuai dengan para makhluk yang bisa diajar; Penghiasan ucapan, Dia memotong putus semua keraguan dan menyebabkan semua orang bergembira; Penghiasan pikiran, Dia memasuki semua meditasi dalam sekejap satu pikiran; Penghiasan Buddhaksetra, semuanya dimurnikan, terbebas dari penderitaan; Penghiasan cahaya, Dia memancarkan cahaya tanpa batas, menerangi para makhluk hidup dimana-mana; Penghiasan Sangha, Dia menyatukan Sangha dan menggembirakan mereka semua; Penghiasan kekuatan batin, Dia bisa muncul dengan bebas, menyesuaikan dengan pikiran para makhluk hidup; Penghiasan Saddharma, Dia mampu menarik semua orang-orang yang cerdas; Penghiasan Nirvana, menjadi Buddha di satu tempat, Dia muncul meliputi seluruh Dharmadhatu; Penghiasan penjelasan terampil, Dia mengajar sesuai dengan tempat, waktu, indera dan kemampuan pendengar."

"Penyempurnaan hiasan ini, karma dari tubuh - ucapan - pikiran Bodhisattva, setiap saat adalah yang tidak pernah sia-sia; Semuanya Dia baktikan demi memasuki Sarvajnajnana. Jika setiap makhluk hidup melihat Bodhisattva ini, ketahuilah, bahwa ini juga tidak sia-sia, karena mereka pasti akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Siapapun yang mendengar nama-Nya, atau memberikan persembahan kepada-Nya, atau hidup dengan-Nya, atau mengingat-Nya, atau meninggalkan rumah demi mengikuti-Nya, atau mendengar khotbah-Nya, atau bergembira dalam kebajikan-Nya, atau menghormati-Nya dari jauh, atau bahkan memuji nama-Nya, maka akan mencapai Anuttara Samyaksambodhi."

"Misalkan, ada seorang Ahli pengobatan yang bernama 'Sudarsa (Indah dilihat)', yang melenyapkan semua racun dari mereka yang melihat-Nya; Begitu juga dengan Bodhisattva yang telah menyempurnakan Dharma ini, jika para makhluk hidup melihat-Nya, semua racun penderitaan akan dilenyapkan, dan keadaan kebajikan akan meningkat."

"Bodhisattva yang tinggal berdiam melalui Dharma ini dan bersungguh-sungguh menerapkannya, dengan Cahaya Kebijaksanaan menghancurkan kegelapan dari ketidaktahuan; Dengan kekuatan belas-kasih menaklukkan tentara mara; Dengan pengetahuan besar dan kekuatan kebajikan memeriksa para tirthika; Dengan Vajrasamadhi melenyapkan semua penderitaan yang menodai pikiran; Dengan kekuatan semangat menghimpun akar kebaikan; Dengan kekuatan kebajikan dari memurnikan Buddhaksetra terhindar dari kesulitan oleh jalan jahat; Dengan kekuatan dari tiada kemelekatan memurnikan wilayah pengetahuannya; Dengan kekuatan upaya kausalya dan pengetahuan menghasilkan praktek Paramita dari Bodhisattvabhumi, dan juga beranekaragam Samadhi, enam pengetahuan super, dan empat keberanian, memurnikan seluruhnya; Dengan kekuatan dari semua kebajikan, Dia sepenuhnya mengembangkan semua Buddhaksetra yang murni, tanda-tanda unik-Nya yang tanpa batas dan pemurniannya, dan menyempurnakan hiasan tubuh - ucapan - pikiran; Dengan kekuatan pengamatan dan pengetahuan yang bebas, Dia mengetahui kekuatan, keberanian, dan kualitas unik dari semua Buddha adalah yang sama; Dengan kekuatan pengetahuan yang luas memahami alam Sarvajnajnana; Dengan kekuatan Pranidhana masa lalu-Nya mewujudkan Buddhaksetra sesuai dengan kebutuhan mereka yang akan diajar, memutar Maha Dharmacakra, dan membebaskan para makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya."

"Bodhisattva Mahasattva dengan rajin mempraktekkan hal-hal ini, secara bertahap menyelesaikan semua perbuatan Bodhisattva, hingga mencapai kesamaan dengan Buddha, menjadi Guru Besar di dunia-dunia yang tanpa batas, mempertahankan Saddharma, dilindungi oleh semua Buddha, menjaga dan menjunjung gudang Dharma yang luas. Mencapai kecerdasan yang tidak terhalang, masuk secara mendalam kedalam kenyataan dari Dharma, dan di dunia-dunia yang tanpa batas diantara perkumpulan majelis besar Dia mewujudkan bentuk-rupa yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis, dipenuhi dengan ciri-ciri yang terunggul; Dengan kekuatan kefasihan yang tanpa halangan Dia secara terampil menjelaskan Dharma yang mendalam. Wilayah ucapan-Nya, dikembangkan dengan baik, dengan terampil mencapai semua orang, oleh karena itu mampu menyebabkan mereka yang mendengar bisa masuk ke pintu gerbang pengetahuan yang tidak habis-habisnya. Dengan mengetahui penderitaan yang sedang ada di pikiran para makhluk, Dia mengajar mereka dengan sesuai; Karena bunyi suara yang diucapkan-Nya adalah yang sepenuhnya murni, Dia bisa berkhotbah dengan satu suara, menyebabkan semua menjadi bergembira. Tubuh-Nya terbentuk dengan baik, dan memiliki kekuatan besar, jadi diantara perkumpulan majelis tiada seorangpun yang bisa menandingi-Nya. Karena mengetahui pikiran para makhluk hidup dengan baik, Dia mampu tampil dalam semua cara. Karena menjelaskan Dharma dengan mahir, suara-Nya tidak terhalang. Karena memiliki kebebasan pikiran, Dia menjelaskan Maha Dharma dengan sesuai, dan tiada seorangpun yang bisa menghalangi-Nya. Karena telah mencapai keberanian, pikirannya terbebas dari takut. Karena menguasai Dharma, tiada seorangpun yang bisa mengungguli-Nya. Karena menguasai pengetahuan, tiada seorangpun yang bisa melampaui-Nya. Karena menguasai Prajna-paramita, Dharma yang Dia jelaskan tidak bertentangan. Karena menguasai kekuatan kefasihan, Dia terus mengajar dengan kefasihan. Karena menguasai perintah pikiran, Dia dengan pasti memperlihatkan ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian. Karena menguasai khotbah, kapanpun Dia berbicara bisa menghasilkan semua jenis contoh dan persamaan. Karena menguasai belas-kasih yang besar, Dia dengan rajin mengajar para makhluk hidup tanpa kenal lelah. Karena menguasai kebaikan yang besar, Dia memancarkan jaring cahaya besar yang menyenangkan semua pikiran. Begitulah Bodhisattva, yang di atas Simhasana yang luas dan tinggi, menjelaskan Maha Dharma; Kecuali para Buddha dan Bodhisattva Mahasattva yang berpengetahuan dan bertekad melampaui, tiada seorangpun yang bisa mengungguli-Nya, tiada seorangpun yang bisa melihat Usnisa-Nya, tiada seorangpun yang bisa lebih terang dari-Nya, dan tiada seorangpun yang bisa membungkam-Nya dengan pertanyaan sulit."

"Ketika, Kulaputra, sang Bodhisattva telah mencapai kekuatan bebas seperti itu, bahkan jika ada vihara yang luas yang berukuran dunia-dunia yang banyaknya tidak terkatakan, dipenuhi dengan para makhluk, yang masing-masingnya memiliki kemuliaan dari Raja dari Mahasahassralokadhatu, segera ketika sang Bodhisattva memperlihatkan diri-Nya, Dia akan lebih cemerlang dari seluruh perkumpulan makhluk itu.  Dengan kebaikan dan belas-kasih yang besar, Dia akan melindungi mereka saat ketakutan dan lemah, dan dengan kebijaksanaan yang mendalam Dia akan memeriksa kecenderunga mereka dan mengajar dengan kefasihan yang tanpa takut, menyebabkan semua bergembira. Mengapa? Karena Bodhisattva Mahasattva telah mengembangkan wilayah pengetahuan dan kebijaksanaan yang tidak terukur; Karena Dia telah mengembangkan pemahaman terampil yang tidak terukur; Karena Dia telah mengembangkan kekuatan yang luas dari perhatian yang benar; Karena Dia telah mengembangkan kecerdasan fleksibel yang tanpa batas; Karena Dia telah mengembangkan penguasaan pikiran sepenuhnya untuk memastikan ciri-ciri yang sesungguhnya dari semua gejala kejadian; Karena Dia telah mengembangkan tekad yang tanpa batas untuk Bodhi; Karena Dia telah mengembangkan kekuatan kefasihan yang tanpa kesalahan; Karena Dia telah mengembangkan keyakinan mendalam dan ketetapan yang didukung oleh para Buddha; Karena Dia telah mengembangkan kekuatan pengetahuan untuk memasuki perkumpulan majelis dari semua Buddha; Karena Dia telah mengembangkan pikiran murni yang mengetahui para Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan adalah yang pada intinya memiliki sifat alami yang sama; Karena Dia telah mengembangkan pengetahuan dari para Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, dan semangat besar dan pengetahuan dari semua Bodhisattva, dan mampu menjadi Guru Dharma, untuk mengungkapkan gudang Saddharma dari para Buddha, dan melindungi dan mempertahankannya."

Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, ingin mengulangi maksudnya, melalui kekuatan sang Buddha, mengucapkan syair-gatha ini :

Pikiran yang tinggal berdiam di Bodhi, menghimpun kebajikan yang sangat banyak,
Tidak pernah memanjakan diri, menanam kebijaksanaan yang tidak tergoyahkan,
Selalu penuh perhatian pada cita-cita mencapai Bodhi,
Pada inilah semua Buddha menjadi bergembira.

Penuh kesadaran dan tekad yang kuat, oleh dorongan sendiri,
Tidak bergantung pada apapun di dunia, dan tidak pernah gentar dan takut,
Memasuki Dharma yang mendalam melalui praktek tiada perselisihan,
Pada inilah semua Buddha menjadi bergembira.

Saat para Buddha bergembira, usaha Bodhisattva menjadi kukuh,
Dia mengolah kebajikan dan kebijaksanaan, dan semua yang membantu sang Jalan.
Masuk kedalam praktek yang murni dari semua Bhumi,
Dia menyempurnakan cita-cita yang diucapkan oleh Tathagata.

Dengan mempraktekkan ini, mencapai Dharma yang menakjubkan,
Dan setelah mencapai Dharma, menyampaikannya kepada yang lain,
Sesuai dengan kecenderungan pikiran, indera, dan sifat alami,
Dia mengajar sesuai dengan apapun yang cocok.

Bodhisattva menjelaskan Dharma kepada orang lain,
Dengan tanpa menghentikan praktek Paramita;
Saat Dia menyelesaikan jalan Paramita,
Selamanya tinggal menetap di lautan keberadaan, menyelamatkan makhluk hidup.

Dia praktek dengan rajin siang dan malam, tanpa kenal lelah,
Menyebabkan benih Triratna tidak lenyap.
Semua praktek murni yang dilaksanakan-Nya,
Dia baktikan demi tingkat keBuddhaan.

Tindakan kebajikan yang dilaksanakan Bodhisattva,
Semuanya demi mengembangkan dan menyempurnakan makhluk hidup,
Membuat mereka menghancurkan ketidakjelasan dan melenyapkan penderitaan,
Menaklukkan tentara mara dan mencapai Samyaksambodhi.

Dengan mempraktekkan itu, mencapai pengetahuan Buddha,
Memasuki secara mendalam permata Dharma dari Buddha.
Sebagai Guru Besar, Dia menjelaskan Dharma yang halus,
Seperti nektar manis yang menyegarkan semua.

Belas-kasih dan simpati-Nya menjangkau semua,
Mengetahui pikiran dari semua makhluk hidup,
Menjelaskan sesuai dengan kecenderungan mereka,
Buddhadharma yang tidak terhitung dan tidak terbatas.

Tingkah laku-Nya tenang sama seperti raja gajah,
Keberanian-Nya sama seperti singa,
Tidak tergoyahkan seperti gunung, pengetahuan-Nya seperti samudra,
Dan sama seperti hujan besar yang melenyapkan semua panas.

Ketika Dharmaprajna telah mengucapkan syair-gatha ini, sang Buddha bergembira, dan semua orang dengan hormat mempraktekkannya.

9

Aryavalokitesvara Bodhisattva



Nilotpala

Bab 17
Purvabodhicittotpada parivartah

Kemudian pada saat itu, Sakra Devendra berkata kepada Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva : “Kulaputra, berapa luas kebajikan yang dicapai ketika Bodhisattva pertama kali melahirkan pikiran kebangkitan?"

Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata: "Dharma ini sangatlah mendalam, sulit dijelaskan, sulit diketahui, sulit dipahami, sulit dipercaya, sulit di alami, sulit dipraktekkan, juga, sulit ditembus, sulit dipikirkan, sulit diukur dan sulit dimasuki. Walaupun begitu, Saya, melalui kekuatan batin Buddha, akan menjelaskannya kepada Anda! Misalkan, Kulaputra, ada orang yang menyediakan semua kesenangan dari alat musik kepada semua makhluk hidup dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur selama satu kalpa, dan setelah itu, mengajar mereka menjaga lima sila dengan murni, dan juga melakukan hal yang sama ini di penjuru selatan, barat, utara, tengah, atas, dan bawah. Bagaimanakah, Kulaputra, pendapat Anda? Apakah kebajikan dari orang ini besar?"

Devendra berkata : "Kulaputra, hanya sang Buddha sajalah yang bisa mengetahui kebajikan orang ini. Tiada orang lain yang bisa mengukurnya."

Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata: "Kulaputra, kebajikan dari orang ini, ketika dibandingkan dengan kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Bodhicitta, bahkan tidak mencapai seperseratus, atau seperseribu, atau seperseratusribu, atau sepersejuta, atau seperseratusjuta, atau sepermilyar, atau seperseratusmilyar, atau sepertriliun, atau seperseratustriliun, atau seperkuadriliun, atau seperkuintriliun darinya, kebajikan itu tidaklah sebanding dengan pecahan terkecil yang bisa dibayangkan dari kebajikan melahirkan Bodhicitta."   

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang menyediakan obat-obatan kepada semua makhluk hidup dalam sepuluh asamkhyeya sistem dunia selama seratus kalpa, dan setelah itu, mengajar mereka mempraktekkan sepuluh perbuatan baik, melayani mereka dalam cara yang sama seperti itu selama seribu kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam didalam empat Dhyana selama seratus ribu kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam empat pikiran yang tidak terukur (Catur-apramana-citta : Maitri-Karuna-mudita-upeksha) selama seratus juta kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam empat Samadhi tanpa bentuk-rupa selama sepuluh milyar kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam buah Srotapanna selama seratus milyar kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam buah Sakrdagamin selama sepuluh triliun kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam buah Anagamin selama kuadriliun kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam buah Arhan selama kuintriliun kalpa, lalu, mengajar mereka tinggal berdiam di dalam jalan Pratyekabuddha. Bagaimanakah, Kulaputra, pendapat Anda? Apakah kebajikan dari orang ini besar?"

Devendra berkata : "Kulaputra, hanya sang Buddha sajalah yang bisa mengetahui kebajikan orang ini. Tiada orang lain yang bisa mengukurnya."
 
Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata: "Kulaputra, kebajikan dari orang ini, ketika dibandingkan dengan kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Bodhicitta, bahkan tidak mencapai seperseratus, atau seperseribu, atau seperseratusribu, atau sepersejuta, atau seperseratusjuta, atau sepermilyar, atau seperseratusmilyar, atau sepertriliun, atau seperseratustriliun, atau seperkuadriliun, atau seperkuintriliun darinya, kebajikan itu tidaklah sebanding dengan pecahan terkecil yang bisa dibayangkan dari kebajikan melahirkan Bodhicitta. Mengapa begitu? Kulaputra, ketika para Buddha pertama kali melahirkan Bodhicitta, Mereka tidak melakukannya hanya demi menyediakan semua kesenangan kepada semua makhluk hidup dalam asamkhyeya sistem dunia di sepuluh penjuru selama seratus kalpa atau hingga seratus ribu nayuta juta kalpa. Mereka tidak melahirkan Bodhicitta hanya demi mengajar semua makhluk hidup menjaga lima Sila, atau hanya demi mengajar mereka tinggal berdiam didalam empat Dhyana, empat pikiran yang tidak terukur, dan empat Samadhi tanpa bentuk-rupa, atau hanya demi mengajar mereka mencapai buah Srotapanna, buah Sakrdagamin, buah Anagamin, buah Arhan, atau jalan Pratyekabuddha. Namun sesungguhnya Mereka melahirkan Bodhicitta adalah demi menyebabkan silsilah Tathagata tidak pernah putus, demi meliputi semua sistem dunia, demi membebaskan makhluk hidup di semua dunia, demi mengetahui pembentukan dan peluruhan semua dunia, demi mengetahui kekotoran dan kemurnian para makhluk di semua dunia, demi mengetahui kemurnian sifat alami diri di semua dunia, demi mengetahui kecenderungan, penderitaan, dan kebiasaan pikiran semua makhluk hidup, demi mengetahui dimana semua makhluk hidup mati dan lahir, demi mengetahui Upaya-kausalya yang sesuai dengan indera semua makhluk hidup, demi mengetahui kegiatan pikiran dari semua makhluk hidup, demi mengetahui pengetahuan semua makhluk hidup di masa lampau - sekarang - masa depan, dan demi mengetahui kesamaan dari semua alam Buddha."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran melewati asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Tiada yang mengetahui batas dari semua sistem dunia itu. Lalu, misalkan ada orang lain yang mampu dalam sekejap satu pikiran melewati semua sistem dunia yang dilewati oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan juga terus melewati banyak dunia selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang lain lagi dan yang lainnya lagi hingga yang kesepuluh, setiap orang itu mampu dalam sekejap satu pikiran melewati semua sistem dunia yang dilewati oleh orang sebelumnya selama asamkhyeya kalpa, dan juga terus melewati banyak dunia selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang yang sama seperti itu juga di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah. Kulaputra, di sepuluh penjuru ada seratus orang yang masing-masing dalam sekejap satu pikiran melewati semua sistem dunia yang dilewati oleh orang sebelumnya selama asamkhyeya kalpa, dan juga terus melewati banyak dunia selama asamkhyeya kalpa. Batas dari sistem-sistem dunia ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Bodhicitta hanya demi mencapai pengetahuan dari pergi ke dunia-dunia yang terbatas; Mereka melahirkan Bodhicitta demi mengetahui semua dunia di sepuluh penjuru, yaitu, ingin mengetahui dunia yang indah adalah dunia yang kasar, dunia yang kasar adalah dunia yang indah, dunia yang menghadap atas adalah dunia yang menghadap bawah, dunia yang menghadap bawah adalah dunia yang menghadap atas, dunia yang kecil adalah dunia yang besar, dunia yang besar adalah dunia yang kecil, dunia yang lebar adalah dunia yang sempit, dunia yang sempit adalah dunia yang lebar, satu dunia adalah dunia yang banyaknya tidak terbayangkan, dunia yang banyaknya tidak terbayangkan adalah satu dunia, satu dunia memasuki dunia yang banyaknya tidak terbayangkan, dunia yang banyaknya tidak terbayangkan memasuki satu dunia, dunia yang kotor adalah dunia yang murni, dunia yang murni adalah dunia yang kotor; ingin mengetahui bahwa dalam ujung satu helai rambut ada semua dunia yang berbeda-beda sifat alaminya, dan dalam semua sistem dunia ada satu sifat alami di satu helai ujung rambut. ingin mengetahui dalam satu sistem dunia ada muncul semua sistem dunia; ingin mengetahui semua dunia adalah yang tanpa sifat alami diri; ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua sistem dunia yang luas tanpa halangan; Oleh karena itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui jumlah kalpa dari pembentukan dan peluruhan asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Tiada seorangpun yang bisa mengetahui batas dari jumlah kalpa itu. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui jumlah kalpa yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas jumlah kalpa dari pembentukan dan peluruhan dari asamkhyeya sistem dunia di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Bodhicitta hanya demi mengetahui jumlah kalpa dari pembentukan dan peluruhan dari sistem dunia yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui kalpa dari pembentukan dan peluruhan dari semua sistem dunia, lengkap tanpa sisa."

"Yaitu, mengetahui kalpa yang panjang adalah yang sama dengan kalpa yang pendek, dan kalpa yang pendek adalah yang sama dengan kalpa yang panjang; Satu kalpa adalah yang sama dengan kalpa yang tidak terhitung, dan kalpa yang tidak terhitung adalah yang sama dengan satu kalpa; Kalpa yang ada Buddha adalah yang sama dengan kalpa yang tanpa Buddha, dan kalpa yang tanpa Buddha adalah yang sama dengan kalpa yang ada Buddha; Dalam kalpa satu Buddha ada para Buddha yang banyaknya tidak terbayangkan, dan dalam kalpa para Buddha yang banyaknya tidak terbayangkan ada satu Buddha; Kalpa yang terbatas adalah yang sama dengan kalpa yang tidak terbatas, dan kalpa yang tidak terbatas adalah yang sama dengan kalpa yang terbatas; Kalpa yang berakhir adalah yang sama dengan kalpa yang tanpa akhir, dan kalpa yang tanpa akhir adalah yang sama dengan kalpa yang berakhir; Kalpa yang tidak terbayangkan banyaknya adalah yang sama dengan sekejap satu pikiran, dan sekejap satu pikiran adalah yang sama dengan kalpa yang tidak terbayangkan banyaknya; Semua kalpa memasuki yang bukan kalpa, dan yang bukan kalpa memasuki semua kalpa; Karena Mereka ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui kalpa dari pembentukan dan peluruhan dari semua sistem dunia di masa lampau - sekarang - masa depan, maka melahirkan 'Anuttarasamyaksambodhicitta (Pikiran Kebangkitan Sempurna Dan lengkap Yang Tiada Tanding)'. Inilah yang dinamakan 'Hiasan Ikrar Besar Dari Pertama kali Melahirkan Pikiran Kebangkitan, Pengetahuan Batin Semua Kalpa.'"

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui beranekaragam perbedaan pemahaman dari semua makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua perbedaan pemahaman makhluk hidup yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari beranekaragam perbedaan pemahaman dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui pemahaman dari jumlah makhluk hidup tertentu yang terbatas, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui beranekaragam perbedaan pemahaman dari semua makhluk hidup dari semua sistem dunia."

"Yaitu, Mereka ingin mengetahui perbedaan pemahaman yang tanpa batas, dan bahwa pemahaman dari satu makhluk hidup adalah yang sama dengan pemahaman dari para makhluk hidup yang tidak terhitung; ingin mencapai cahaya pengetahuan dari upaya-kausalya pembebasan yang sesuai dengan banyak perbedaan pemahaman yang tidak terbayangkan; ingin mengetahui seluruhnya setiap perbedaan pemahaman dalam lautan para mahkluk hidup, lengkap tanpa sisa; ingin mengetahui semua perbedaan pemahaman yang tanpa batas dari masa lampau - sekarang - masa depan, baik atau buruk; ingin mengetahui semua pemahaman yang sama dan yang tidak sama; ingin mengetahui semua pemahaman adalah satu pemahaman, dan satu pemahaman adalah semua pemahaman; ingin mencapai kekuatan pemahaman Tathagata; ingin mengetahui perbedaan antara pemahaman yang bisa dilampaui dan pemahaman yang tiada tanding, pemahaman yang memiliki sisa dan pemahaman yang tanpa sisa, pemahaman yang sebanding dan pemahaman yang tiada bandingan; ingin mengetahui perbedaan antara pemahaman yang bergantung dan pemahaman yang tanpa ketergantungan, pemahaman yang umum dan pemahaman yang tidak biasa, pemahaman yang terbatas dan pemahaman yang tiada batas, pemahaman yang membeda-bedakan dan pemahaman yang tidak membeda-bedakan, pemahaman yang baik dan pemahaman yang buruk, pemahaman duniawi dan pemahaman yang melampaui duniawi; ingin mencapai pengetahuan yang tanpa halangan dari pembebasan dari Tathagata tentang semua pemahaman yang halus, pemahaman yang besar, pemahaman yang tanpa batas, dan pemahaman keadaan yang sesungguhnya; ingin melalui upaya-kausalya yang tanpa batas mengetahui pemahaman yang murni dan pemahaman yang kotor, pemahaman yang luas dan pemahaman yang ringkas, pemahaman yang halus dan pemahaman yang kasar dari setiap mahkluk hidup di dalam semua alam mahkluk hidup di sepuluh penjuru; ingin mengetahui secara mendalam pemahaman rahasia, pemahaman upaya-kausalya, pemahaman yang membeda-bedakan, pemahaman yang spontan, pemahaman yang timbul sesuai dengan penyebab, pemahaman yang timbul sesuai dengan kondisi, dan jaring-jaring dari semua pemahaman; Demi mengetahui ini maka Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui perbedaan indera dari semua makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua perbedaan indera yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari beranekaragam perbedaan indera dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui indera dari para makhluk di dalam jumlah dunia yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui semua beranekaragam perbedaan indera dari semua makhluk hidup dari semua sistem dunia."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam kecenderungan dari semua makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam kecenderungan yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari kecenderungan dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui kecenderungan dari jumlah makhluk hidup yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui semua kecenderungan dari semua makhluk hidup dari semua sistem dunia, dan demi mengetahui jaring-jaring dari semua kecenderungan."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam upaya-kausalya dari semua makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam upaya-kausalya yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari beranekaragam upaya-kausalya dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui beranekaragam upaya-kausalya dari para makhluk hidup dari jumlah dunia yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui semua beranekaragam upaya-kausalya dari semua makhluk hidup dari semua sistem dunia, dan demi mengetahui jaring-jaring dari semua upaya-kausalya."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam perbedaan pikiran dari para makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam perbedaan pikiran yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari beranekaragam perbedaan pikiran dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui beranekaragam pikiran dari jumlah makhluk hidup yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui beranekaragam pikiran dari para makhluk hidup yang tanpa batas dari semua alam dari ruang angkasa dari Dharmadhatu, dan demi mengetahui jaring-jaring dari semua pikiran."
 
"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui beranekaragam perbedaan 'karma (perbuatan)' dari para makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Tiada yang mengetahui batas dari beranekaragam perbedaan dari karma itu. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua beranekaragam perbedaan karma yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari beranekaragam perbedaan karma dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui karma dari para makhluk hidup dari tempat yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui karma dari semua makhluk hidup dari masa lampau - sekarang - masa depan, dan demi mengetahui jaring-jaring dari semua karma."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui beranekaragam penderitaan dari para makhluk hidup di dalam asamkhyeya sistem dunia di penjuru timur, dan terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran selama asamkhyeya kalpa. Tiada yang mengetahui batas dari beranekaragam perbedaan dari penderitaan itu. Lalu, misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua perbedaan penderitaan yang diketahui oleh orang pertama tadi selama asamkhyeya kalpa, dan terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa. Dalam cara yang sama, teruskan ini sampai mencapai orang yang kesepuluh. Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, batas dari perbedaan penderitaan dari para makhluk hidup di sepuluh penjuru ini bisa diketahui, namun batas akar kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta tidak bisa diketahui. Mengapa begitu? Karena, Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi mengetahui penderitaan dari para makhluk hidup dari dunia yang terbatas itu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi sepenuhnya mengetahui semua perbedaan penderitaan dari semua makhluk hidup dari semua makhluk hidup di semua sistem dunia."

"Yaitu, Mereka ingin sepenuhnya mengetahui penderitaan yang ringan dan penderitaan yang berat, penderitaan dari tidur dan penderitaan dari bangun, beranekaragam perbedaan dalam penderitaan yang tidak terhitung dari semua makhluk hidup, dan beranekaragam kesadaran dan perenungan, dan memurnikan semua kotoran batin; ingin sepenuhnya mengetahui penderitaan yang berdasarkan pada ketidaktahuan dan penderitaan yang berhubungan dengan cinta, dan memotong putus semua belenggu penderitaan dalam semua alam makhluk; ingin sepenuhnya mengetahui semua penderitaan dari keserakahan, semua penderitaan dari kebencian, semua penderitaan dari kebodohan, dan semua penderitaan dari keserakahan - kebencian - kebodohan dalam ukuran yang sama, dan memotong putus akar dari semua penderitaan; ingin sepenuhnya mengetahui penderitaan dari diri, penderitaan dari milik diri, penderitaan dari keangkuhan diri, dan menjadi sepenuhnya sadar atas semua penderitaan; ingin sepenuhnya mengetahui penderitaan yang mendasar dan tambahan yang mengiringi yang timbul dari kesalahpahaman, dan enampuluh dua jenis pandangan yang timbul dari gagasan tentang keberadaan tubuh, untuk menundukkan semua penderitaan; ingin sepenuhnya mengetahui penderitaan dari selubung dan penghalang pikiran; Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi mengembangkan pikiran maha-karuna untuk menolong dan melindungi, demi memotong jaring dari semua penderitaan, dan menyebabkan sifat alami dari Sarvajña menjadi sepenuhnya termurnikan."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang yang dalam sekejap satu pikiran memberikan persembahan berbagai jenis makanan dan minuman unggul, dupa wangi dan bunga, pakaian, spanduk, panji, kanopi, payung, 'sangharama (kuil sangha)' dengan ruang yang sangat indah, tirai permata dan jaring pagar, simhasana yang terhiasi beranekaragam, dan juga semua jenis permata yang sangat indah kepada para Buddha yang tidak terhitung di penjuru timur dan juga semua makhluk hidup didalam sistem dunia yang tidak terhitung. Dengan hormat memuliakan, menyembah, memuji, membungkuk dan menatap-Nya terus tanpa henti selama asamkhyeya kalpa, dan juga mengajak para makhluk hidup lainnnya untuk membuat pemujaan seperti itu kepada para Buddha, dan setelah Parinirvana para Buddha itu, mendirikan Stupa kepada-Nya masing-masing, yang tinggi dan lebar, terbuat dari semua jenis permata dari dunia-dunia yang tidak terhitung, dengan beranekaragam hiasan, dengan patung rupa para Tathagata yang tidak terhitung di dalam setiap Stupa itu, dengan pancaran sinar yang menerangi sistem dunia yang tidak terhitung, terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa;  Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu. Bagaimanakah, Kulaputra, pendapat Anda? Apakah kebajikan dari orang ini besar?"

Devendra berkata : "Kulaputra, hanya sang Buddha sajalah yang bisa mengetahui kebajikan orang ini. Tiada orang lain yang bisa mengukurnya."

Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata: "Kulaputra, kebajikan dari orang ini, ketika dibandingkan dengan kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Bodhicitta, bahkan tidak mencapai seperseratus, atau seperseribu, atau seperseratusribu, atau sepersejuta, atau seperseratusjuta, atau sepermilyar, atau seperseratusmilyar, atau sepertriliun, atau seperseratustriliun, atau seperkuadriliun, atau seperkuintriliun darinya, kebajikan itu tidaklah sebanding dengan pecahan terkecil yang bisa dibayangkan dari kebajikan melahirkan Bodhicitta."

"Selanjutnya, Kulaputra, kesampingkanlah persamaan tadi sementara. Misalkan ada orang kedua yang mampu dalam sekejap satu pikiran melakukan semua perbuatan berdana yang dilakukan oleh orang yang tadi dalam sistem dunia yang tidak terhitung, kepada para makhluk hidup disana, selama asamkhyeya kalpa. Misalkan orang ini terus melakukan seperti itu dalam setiap sekejap pikiran memberikan jumlah besar persembahan kepada para Tathagata yang tidak terhitung dan juga semua makhluk hidup didalam sistem dunia yang tidak terhitung. Lalu, misalkan ada orang ketiga hingga yang kesepuluh, yang masing-masing mampu dalam sekejap satu pikiran melakukan semua dana yang dilakukan oleh orang sebelumnya, dan melakukannya dalam setiap sekejap pikiran, memberikan persembahan yang tiada batas, tiada banding, tidak terhitung, tidak terduga, tidak terbayangkan, tidak terukur, tidak terkatakan, melampaui ungkapan yang tidak terkatakan kepada para Buddha yang tidak terbatas dan tidak dapat diungkapkan juga semua makhluk hidup di dalam banyak sistem dunia itu, selama asamkhyeya kalpa, dan setelah Parinirvana para Buddha itu, mendirikan Stupa kepada-Nya masing-masing, yang tinggi dan lebar, terbuat dari semua jenis permata dari dunia-dunia yang tidak terhitung, dengan beranekaragam hiasan, dengan patung rupa para Tathagata yang tidak terhitung di dalam setiap Stupa itu, dengan pancaran sinar yang menerangi sistem dunia yang tidak terhitung, terus melakukan seperti itu selama asamkhyeya kalpa; Di penjuru selatan, barat, utara, empat arah tengah, atas, dan bawah adalah juga yang sama seperti itu."

"Kulaputra, kebajikan ini juga, ketika dibandingkan dengan kebajikan dari Bodhisattva yang pertama kali melahirkan Bodhicitta, bahkan tidak mencapai seperseratus, atau seperseribu, atau seperseratusribu, atau sepersejuta, atau seperseratusjuta, atau sepermilyar, atau seperseratusmilyar, atau sepertriliun, atau seperseratustriliun, atau seperkuadriliun, atau seperkuintriliun darinya, kebajikan itu tidaklah sebanding dengan pecahan terkecil yang bisa dibayangkan dari kebajikan melahirkan Bodhicitta. Mengapa begitu? Kulaputra, Bodhisattva tidak melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta hanya demi memberikan persembahan kepada jumlah para Buddha yang tertentu, Mereka melahirkan Anuttarasamyaksambodhicitta demi memberikan persembahan kepada semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan yang tidak terbatas banyaknya, melampaui ungkapan yang tidak terkatakan, dari semua alam dari ruang angkasa dari Dharmadhatu di seluruh sepuluh penjuru."

"Setelah membangkitkan citta ini, menjadi mampu mengetahui pencapaian Samyaksambodhi hingga Nirvana dari semua Buddha dari masa lampau; mampu mempercayai akar kebajikan dari semua Buddha dari masa depan; Dan mampu mengetahui pengetahuan dan kebijaksanaan dari semua Buddha masa sekarang. Kebajikan dari para Buddha itu mampu diyakini, diterima, dipraktekkan, dicapai, diketahui, disaksikan, dan disempurnakan oleh para Bodhisattva ini. Mereka bisa menjadi sebanding dengan sifat alami yang sama dengan para Buddha. Mengapa begitu? Karena para Bodhisattva ini melahirkan citta demi menyebabkan silsilah Tathagata tidak pernah putus, demi meliputi semua sistem dunia, demi membebaskan makhluk hidup di semua dunia, demi mengetahui pembentukan dan peluruhan semua dunia, demi mengetahui kekotoran dan kemurnian para makhluk di semua dunia, demi mengetahui kemurnian dari kamadhatu-rupadhatu-arupadhatu di semua dunia, demi mengetahui kecenderungan, penderitaan, dan kebiasaan pikiran semua makhluk hidup, demi mengetahui dimana semua makhluk hidup mati dan lahir, demi mengetahui Upaya-kausalya yang sesuai dengan indera semua makhluk hidup, demi mengetahui kegiatan pikiran dari semua makhluk hidup, demi mengetahui pengetahuan semua makhluk hidup di masa lampau - sekarang - masa depan, dan demi mengetahui kesamaan dari semua alam Buddha. Karena telah membangkitkan Bodhicitta, Mereka selalu diingat oleh semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, dan akan mencapai Anuttarasamyaksambodhi dari semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan. Mereka akan diberikan Saddharma dari semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, dan akan mencapai kesamaan sifat alami dari semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan. Setelah mempraktekkan Dharma yang membantu sang jalan yang digunakan oleh semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, mencapai kekuatan dan keberanian dari semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, dan menghiasi diri Mereka dengan kualitas unik dari semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, Mereka akan sepenuhnya mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan dari menjelaskan Dharma dari semua Buddha di dharmadhatu."

"Mengapa begitu? Karena melalui membangkitkan Bodhicitta ini, Mereka akan mencapai keBuddhaan. Ketahuilah bahwa Orang seperti itu adalah yang sama dengan semua Buddha dari masa lampau-sekarang-masa depan, yang oleh karena itu, sama dengan tingkat dari semua Buddha Tathagata dari masa lampau-sekarang-masa depan, yang oleh karena itu, sama kebajikannya dengan yang dari semua Buddha Tathagata dari masa lampau-sekarang-masa depan, dan mencapai pengetahuan yang sesungguhnya dari kesamaan tertinggi dari satu tubuh dan tubuh yang tidak terbatas dari para Tathagata."

"Segera setelah membangkitkan Bodhicitta, orang dipuji secara serentak oleh semua Buddha dari sepuluh penjuru, segera setelah itu, menjadi mampu menjelaskan Dharma, mengajar, mengubah, mengatur, dan menaklukkan semua makhluk di semua sistem dunia, segera setelah itu, mampu mengguncang semua sistem dunia, segera setelah itu, mampu menyinari semua sistem dunia, dan segera setelah itu, mampu melenyapkan kesakitan dari keadaan penderitaan di semua sistem dunia, dan segera setelah itu, mampu menghiasi dan memurnikan semua ksetra, dan segera setelah itu, mampu mewujudkan pencapaian keBuddhaan di semua sistem dunia, dan segera setelah itu, mampu menyebabkan semua makhluk hidup bergembira, dan segera setelah itu, mampu memasuki sifat alami dari semua dharmadhatu, dan segera setelah itu, mampu mempertahankan silsilah semua Buddha, dan segera setelah itu, mampu mencapai cahaya kebijaksanaan dari semua Buddha."
 
"Bodhisattva yang baru saja membangkitkan Bodhicitta ini tidak memperoleh apapun di masa lampau-sekarang-masa depan, yaitu, apakah Buddha, atau Buddhadharma; Bodhisattva atau Bodhisattvadharma; Pratyekabuddha atau Dharma dari Pratyekabuddha; Sravaka atau Dharma dari Sravaka; Dunia atau segala sesuatu di dunia; Melampaui dunia atau segala sesuatu yang melampaui dunia; Makhluk hidup atau segala sesuatu dari makhluk hidup. Sang Bodhisattva hanya mencari Sarvajnajnana dan tiada pikiran yang melekat pada apapun."

Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan sang Buddha, sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra di setiap sepuluh penjuru semuanya berguncang dalam enam cara, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru. Lalu, menurunkan hujan bunga surga, wewangian, dupa, karangan bunga, jubah, permata, dan perhiasan. Musik surga dimainkan dan memancarkan sinar surga dan suara surga.

Kemudian pada saat itu, disetiap dari sepuluh penjuru, melampaui sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh Buddhaksetra, ada para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu  di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, yang semuanya bernama Dharmaprajna. Mereka semua mewujudkan tubuh muncul dihadapan Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, dan berkata : "Sadhu, Dharmaprajna, sadhu, bahwa sekarang Anda mampu menjelaskan Dharma ini; Kami para Buddha di setiap sepuluh penjuru yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra juga menjelaskan Dharma ini. Semua Buddha mengajar dalam cara ini. Saat Anda menjelaskan Dharma ini, ada para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra yang membangkitkan Bodhicitta. Sekarang Kami memberikan kepada Mereka ramalan pencapaian Bodhi, bahwa di masa depan, melampaui seribu kalpa yang tidak terbatas dan tidak terkatakan, di dalam kalpa yang sama, Mereka akan mencapai Buddhatva dan muncul di dunia, semuanya akan bernama Vimalacitta, sang Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Sistem dunia yang Mereka huni masing-masing berbeda. Kami semua akan melindungi Dharma ini agar semua Bodhisattva dimasa depan yang belum pernah mendengar ini bisa mendengarnya."

Saat Dharma ini diucapkan diatas puncak gunung Sumeru di dalam sistem dunia Saha ini, di dalam empat benua dibawah antariksa, menyebabkan semua makhluk hidup mendengarnya dan menerimanya. Begitu juga diseluruh sepuluh penjuru, di dalam ratusan dari ribuan dari jutaan nayuta yang tidak terhitung, yang sangat banyak, yang tanpa batas, yang tanpa bandingan, yang tidak terkira, yang tidak dapat diperhitungkan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terukur, yang tidak dapat diungkapkan dari banyak sistem dunia yang ada di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, Dharma ini juga diucapkan untuk mengajar dan mengubah para makhluk hidup. Semua yang menjelaskan Dharma ini bernama Dharmaprajna.

Disebabkan oleh kekuatan batin para Buddha; Disebabkan oleh kekuatan pranidhana para Bhagavan; Demi mengungkapkan Buddhadharma; Demi menyinari semua dengan cahaya pengetahuan; Demi menjelaskan Dharma; Demi menyebabkan para makhluk menyadari sifat alami gejala kejadian; Demi menyebabkan semua perkumpulan majelis bergembira; Demi mengungkapkan dasar sebab-musabab dari Buddhadharma; Demi mencapai kesamaan dengan semua Buddha; Demi memahami yang tiada mendua dari dharmadhatu; Mereka mengucapkan Dharma seperti ini.
   
Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva mengamati seluruh perkumpulan majelis di semua ksetra di sepuluh penjuru di seluruh alam ruang angkasa, dan karena Dia ingin menyempurnakan para makhluk hidup, ingin memurnikan semua ganjaran karma, ingin mengungkapkan dharmadhatu, ingin mencabut habis akar kekotoran batin, ingin meningkatkan keyakinan besar dan pemahaman, ingin menyebabkan semua mengetahui indera dari para makhluk hidup yang tidak terbatas, ingin menyebabkan semua mengetahui kesamaan dari gejala kejadian masa lampau-sekarang-masa depan, ingin menyebabkan semua merenungkan Nirvanadhatu, dan karena ingin meningkatkan akar kebaikan yang murni dari dirinya, Dia, melalui kekuatan sang Buddha, mengucapkan syair-gatha ini :

Demi menguntungkan dunia, Bodhisattva membangkitkan Maha Citta.
Citta ini meliputi dimana-mana diseluruh sepuluh penjuru:
Makhluk hidup, ksetra, gejala kejadian dari masa lampau-sekarang-masa depan,
Juga, lautan tertinggi dari para Buddha dan Bodhisattva.

Hingga batas dari ruang angkasa, setara dengan dharmadhatu,
Dan semua sistem dunia yang ada didalamnya.
Sesuai dengan Buddhadharma, Dia pergi ke semuanya.
Dengan cara ini membangkitkan Citta tanpa pernah mundur.

Dia dengan belas-kasih memperhatikan makhluk hidup, tanpa meninggalkan mereka.
Menjauhkan kesengsaraan dan bahaya, menguntungkan semuanya.
Cahaya-Nya menyinari dunia, sebagai tempat berlindung;
Dilindungi oleh dasa-bala yang tidak terbayangkan.

Memasuki semua ksetra di sepuluh penjuru,
Mewujudkan semua jenis bentuk-rupa.
Sesuai dengan kebajikan dan pengetahuan para Buddha yang tidak terbatas,
Dia mengolah sebab yang tepat, tanpa kemelekatan.

Ada ksetra yang menghadap ke atas, menyamping atau menghadap ke bawah,
Kasar, halus, lebar dan luas, jenisnya tidak terbatas.
Bodhisattva yang pertama kali melahirkan pikiran tertinggi,
Mampu pergi ke semua itu tanpa halangan.

Praktek tertinggi dari Bodhisattva adalah yang tidak terkatakan.
Dia mengolah semuanya tanpa tinggal berdiam di mana pun.
Melihat semua Buddha dan selalu bahagia.
Dan dimana-mana memasuki lautan Dharma yang mendalam.

Mengasihani para makhluk yang hidup di dalam panca-gati,
Menyebabkan mereka melenyapkan kekotoran batin dan menjadi sepenuhnya murni.
Meneruskan silsilah para Buddha tanpa terputus,
Menghancurkan istana mara tanpa sisa.

Tinggal berdiam di dalam kesamaan sifat alami dari Tathagata.
Dengan terampil mengolah upaya-kausalya yang unggul.
Mengembangkan cita-cita untuk alam Buddhatva,
Mahkotanya di abhiseka oleh para Buddha, pikirannya tanpa kemelekatan.

Ingat membalas kebaikan para Maha Purusa,
Pikirannya seperti Vajra, tidak bisa dihancurkan.
Mampu dengan jelas memahami perbuatan para Buddha,
Dan secara spontan mempraktekkan Bodhicarya.

Perbedaan pikiran dari berbagai jenis alam para makhluk adalah yang tidak terbatas.
Karma, hasil, dan pikiran mereka juga bukan dari satu jenis.
Segala sesuatunya hingga berbagai macam perbedaan indera dan sifat alaminya,
Semua itu dengan jelas terlihat ketika Maha Citta dibangkitkan.

Pikirannya menjangkau jauh, sama luasnya dengan dharmadhatu,
Tanpa ketergantungan, tidak berubah, seperti ruang angkasa.
Bertujuan ke kebijaksanaan Buddha, tanpa melekati apapun,
Dan memahami 'batas kenyataan (bhutakoti)', tanpa pikiran membeda-bedakan.

Mengetahui pikiran makhluk hidup, tanpa gagasan tentang makhluk hidup,
Memahami semua gejala kejadian tanpa gagasan tentang gejala kejadian,
Meskipun ada perbedaan, namun semuanya terbebas dari perbedaan,
Saat Dia melakukan perjalanan ke semua jutaan nayuta ksetra.

Dengan harta Dharma yang menakjubkan dari para Buddha yang tidak terbatas,
Mengikutinya, merenungkannya, dan mampu memasukinya semua,
Mengetahui semua indera dan perbuatan dari semua makhluk hidup,
Yang telah mencapai kediaman ini adalah sama seperti Bhagavan.

Selalu sesuai dengan Ikrar besar yang murni,
Senang memberikan persembahan kepada para Tathagata tanpa mundur.
Para dewa dan manusia tidak pernah bosan melihatnya.
Para Buddha selalu memperhatikan dan melindunginya.

Pikirannya murni dan tidak bergantung pada apa pun.
Meskipun merenungkan Dharma yang mendalam, tidak melekatinya.
Dengan bermeditasi seperti ini selama kalpa tanpa batas
Tanpa kemelekatan di masa lampau-sekarang atau masa depan.

Pikirannya kukuh dan tidak bisa dikalahkan.
Dia menuju ke arah Bodhi Buddha tanpa halangan.
Teguh mencari Jalan Yang Menakjubkan, menyingkirkan ketidaktahuan,
Melakukan perjalanan ke seluruh dharmadhatu tanpa kenal lelah.

Dia mengetahui gejala kejadian dari ucapan dan nama semuanya adalah yang kosong dan tiada.
Hanya memasuki Tathātā, memotong putus pemahaman yang salah.
Dengan sesuai merenungkan keadaan semua Buddha,
Dan menembus tiga masa waktu dengan pikiran yang tanpa halangan.

Sang Bodhisattva yang pertama kali membangkitkan Maha Citta,
Segera dapat melakukan perjalanan ke semua ksetra di sepuluh penjuru.
Pintu Dharma yang tidak terbatas dan tidak terbayangkan,
Melalui cahaya pengetahuannya, menerangi itu dengan jelas.

Belas kasih besarnya yang menyebrangkan banyak makhluk adalah yang tiada tanding.
Kebaikannya meliputi dimana-mana, sama seperti ruang angkasa,
Namun Dia tidak membeda-bedakan para makhluk hidup.
Dengan kemurnian seperti ini, melakukan perjalanan di dunia.

Menentramkan semua makhluk hidup di sepuluh penjuru.
Semua yang Dia lakukan adalah yang benar dan asli.
Selalu dengan pikiran yang murni dan tidak menggunakan ucapan yang salah,
Dan terus-menerus dibantu dan dilindungi oleh semua Buddha.

Dia sepenuhnya mengingat segala sesuatu di masa lalu,
Dan melihat segalanya di masa depan;
Memasuki semua dunia di sepuluh penjuru,
Demi menyelamatkan makhluk hidup dan membuat mereka terbebas.

Bodhisattva menyempurnakan cahaya pengetahuan yang menakjubkan,
Dan memahami sebab dan kondisi dengan baik tanpa keraguan.
Semua kebingungan dan khayalan sepenuhnya terputus:
Dengan cara ini Dia menjelajahi dharmadhatu.

Istana raja mara semuanya dihancurkan.
Kebutaan makhluk hidup dilenyapkan.
Terbebas dari pembedaan, dengan pikiran yang tidak tergoyahkan,
Dia memahami dengan baik keadaan Tathagata.

Jaring keraguan dari tiga masa waktu telah dilenyapkan.
Dan membangkitkan keyakinan dalam Mereka Yang Telah Mencapai Tathātā.
Dengan keyakinan, mencapai pengetahuan yang tidak tergoyahkan.
Karena kemurnian pengetahuannya, pemahamannya adalah yang sejati.

Demi menyebabkan makhluk hidup mencapai pembebasan,
Dan secara menyeluruh menguntungkan mereka diseluruh waktu,
Dia berjuang keras dalam waktu yang lama tanpa kenal lelah,
Dengan sabar menanggung bahkan penderitaan neraka.

Dipenuhi dengan kebajikan dan kebijaksanaan yang tanpa batas,
Dia mengetahui semua indera dan kecenderungan dari para makhluk,
Serta semua karma dan tindakan mereka,
Dan mengajar sesuai dengan kecenderungan mereka.

Dia mengerti bahwa segala sesuatu adalah yang kosong dan tanpa diri.
Namun memikirkan yang baik untuk makhluk hidup tanpa pernah meninggalkannya.
Dengan satu suara halus yang luar biasa dari belas kasih yang besar,
Dia memasuki semua dunia untuk mengajar.

Dia memancarkan cahaya besar yang beranekaragam warna,
Menyinari semua makhluk hidup dan menghilangkan kegelapan.
Di dalam cahaya itu ada para Bodhisattva duduk di atas bunga teratai,
Yang mengajarkan Dharma yang murni kepada semua makhluk.

Di dalam satu pori Dia mewujudkan banyak ksetra,
Dengan para Maha Bodhisattva memenuhinya semua.
Pengetahuan dari perkumpulan majelis itu masing-masing berbeda;
Namun semuanya mampu memahami pikiran para makhluk hidup.

Sistem dunia di sepuluh penjuru adalah yang tidak terbayangkan.
Dalam sekejap satu pikiran Dia bisa menjelajahinya semua,
Menguntungkan makhluk hidup dan memberikan persembahan kepada para Buddha,
Dari para Buddha itu Dia bertanya tentang makna yang mendalam.

Dia memikirkan para Tathagata sebagai ayah,
Dan demi menguntungkan makhluk hidup, melaksanakan Bodhicarya.
Kebijaksanaan dan upaya-kausalyanya menembus gudang Dharma,
Memasuki tempat pengetahuan yang mendalam tanpa kemelekatan.

Bermeditasi sesuai dengan kebenaran, Dia menjelaskan dharmadhatu,
Melewati kalpa yang tanpa batas, tanpa bisa menghabiskannya.
Meskipun pengetahuannya menembusnya dengan baik, itu tiada tempat berdiam;
Dia tidak lelah, tidak bosan, tidak melekat pada apapun.

Dilahirkan dalam keluarga para Buddha masa lampau-sekarang-masa depan,
Dia mengalami Dharmakaya yang menakjubkan dari para Tathagata.
Dimana-mana demi semua makhluk, mewujudkan banyak bentuk-rupa.
Sama seperti ahli magis, tidak ada yang tidak bisa Dia buat.

Mungkin Dia mewujudkan praktek awal dari tindakan yang paling unggul.
Atau mungkin mewujudkan kelahiran, hingga meninggalkan rumah.
Atau mewujudkan kesempurnaan Buddha di bawah pohon Bodhi.
Atau demi makhluk hidup, Dia mewujudkan masuk ke Nirvana.

Dharma yang langka yang dihuni oleh para Bodhisattva
Semata-mata adalah tingkat keBuddhaan, bukan dari kedua kendaraan.
Gagasan tentang tubuh, mulut, dan pikiran telah sepenuhnya ditinggalkan,
Namun mampu mewujudkannya beranekaragam sesuai dengan peristiwa.

Buddhadharma yang telah dicapai oleh Bodhisattva:
Para makhluk hidup akan menjadi gila jika coba menimbangnya.
Pengetahuan Bodhisattva memasuki Paramartha, dengan pikiran tanpa rintangan.
Dimana-mana mewujudkan kekuatan yang bebas dari Tathagata.

Dengan ini, Dia adalah yang tiada bandingnya di semua dunia,
Apalagi ditambah dengan praktek unggulnya!
Meskipun belum menyempurnakan Sarvajnajnana,
Namun Dia telah mencapai kekuatan yang bebas dari Tathagata.

Dia sudah tinggal di jalan tertinggi dari satu kendaraan,
Dan secara mendalam memasuki Dharma tertinggi yang menakjubkan.
Dia mengetahui dengan baik apa yang bisa dan tidak cocok untuk makhluk hidup.
Untuk memberi manfaat kepada mereka, Dia mewujudkan kekuatan batin.

Dengan memperbanyak tubuhnya, Dia memenuhi semua ksetra,
Memancarkan cahaya terang murni yang menghilangkan kegelapan dunia,
Sama seperti raja naga yang menghasilkan awan besar,
Di mana-mana menurunkan hujan yang luar biasa sehingga semua puas.

Dia tahu makhluk hidup sama seperti khayalan dan mimpi;
Yang selalu mengalir dan berputar oleh kekuatan karma mereka.
Dengan kasih sayang dan belas kasihan yang besar, Dia menyelamatkan mereka.
Dia menjelaskan kepada mereka sifat alami gejala kejadian yang murni, yang tidak diciptakan.

Kekuatan Buddha yang tidak terbatas adalah juga sama dengan ini;
Sama seperti ruang angkasa, tidak memiliki batas.
Demi menyebabkan makhluk hidup mencapai pembebasan,
Selama jutaan kalpa, Dia rajin mengolah, tanpa kenal lelah.

Merenungkan dalam bebagai cara pada kebajikan yang luar biasa,
Dia dengan terampil mengolah karma yang terutama dan tak tertandingi.
Tidak pernah menyerah dalam praktek Paramita,
Dia memusatkan pikirannya pada pencapaian Sarvajnajnana.

Dengan satu tubuh mewujudkan tubuh yang tak terhitung banyaknya,
Yang sepenuhnya meliputi semua sistem dunia.
Pikirannya murni, tanpa membeda-bedakan;
Seperti inilah kekuatan dari sekejap pikirannya yang tidak terbayangkan.

Sehubungan dengan semua dunia, Dia tidak membeda-bedakannya.
Mengenai semua gejala kejadian, Dia tanpa pemikiran yang salah.
Meskipun merenungkan Dharma, Dia tidak melekatinya.
Walaupun Dia selalu menyelamatkan makhluk hidup, namun tiada yang diseberangkan.

Semua dunia hanyalah gambaran pikiran:
Di dalamnya ada beranekaragam perbedaan.
Dengan mengetahui bahwa alam gagasan pikiran itu berbahaya dan dalam,
Bodhisattva mewujudkan kekuatan batin untuk menyelamatkan makhluk.

Sama seperti kekuatan ahli magis yang bebas dan mudah,
Demikian juga Vikurvana-bala dari Bodhisattva,
Tubuhnya meliputi dharmadhatu dan ruang angkasa;
Semua melihatnya sesuai dengan pikiran masing-masing.

Pembeda-bedaan pada pelaku dan tujuan telah ditinggalkan,
Kekotoran atau kemurnian tidak dilekati,
Gagasan tentang ikatan atau pembebasan telah sepenuhnya dilupakan,
Dia hanya ingin memberikan kebahagiaan pada semua makhluk hidup.

Semua dunia hanyalah kekuatan gagasan pikiran;
Dengan kebijaksanaan Dia memasukinya dengan pikiran yang tiada takut.
Perenungannya terhadap semua gejala kejadian juga dengan cara yang sama:
Menyelidikinya di masa lampau-sekarang-masa depan, tiada yang bisa diperoleh.

Mampu memasuki seluruh masa lampau,
Mampu memasuki seluruh masa depan,
Mampu memasuki semua tempat di masa sekarang,
Terus-menerus rajin mengamatinya sebagai yang tiada.

Sesuai dengan gejala kejadian yang hening-tenang dari Nirvana,
Dia tinggal berdiam dalam tiada perselisihan dan tiada ketergantungan.
Pikirannya sama seperti Paramartha, tiada bandingan.
Dia berangkat menuju Bodhi tanpa pernah mundur.

Mengolah praktek tertinggi tanpa berbalik ketakutan;
Dia didirikan di Bodhi dan tidak tergoyahkan.
Para Buddha, Bodhisattva, dan dunia
Diseluruh dharmadhatu, semuanya dipahami olehnya.

Jika ingin mencapai jalan tertinggi dan terutama,
Dan menjadi Raja Pembebasan Yang Mengetahui Semua,
Anda harus dengan cepat memunculkan Bodhicitta,
Dan selamanya mengakhiri kesenangan, dan menolong para makhluk.

Menuju ke arah Bodhi dengan pikiran yang murni,
Kebajikan Anda akan luas, besar dan tak terbayangkan,
Saya menjelaskan ini demi memberi manfaat bagi makhluk hidup.
Yang memiliki kecerdasan harus mendengarkannya dengan baik.

Dengan menjadikan semua sistem dunia yang tak terbatas sebagai butiran debu;
Di dalam setiap butiran debu itu ada ksetra yang tak terbatas.
Di dalam masing-masing ini adalah para Buddha yang tak terbatas:
Bodhisattva mampu melihat semua itu dengan jelas tanpa kemelekatan.

Mengetahui makhluk hidup dengan tanpa memunculkan gagasan pikiran,
Mengetahui ucapan kata dengan tanpa ide tentang ucapan,
Di semua dunia, pikirannya tanpa hambatan,
Dan semua dipahami dengan baik tanpa kemelekatan apa pun.

Pikirannya luas seperti ruang angkasa,
Segala sesuatu di tiga masa waktu, semuanya dipahami.
Semua keraguan dan khayalan sepenuhnya dilenyapkan,
Dan dengan benar merenungkan Buddhadharma tanpa kemelekatan.

Untuk semua ksetra yang tanpa batas di sepuluh penjuru,
Dalam sekejap satu pikiran, Dia pergi dengan pikiran yang tiada kemelekatan.
Dia memahami penderitaan di dunia,
Dan sepenuhnya tinggal berdiam dalam Batas Kenyataan Tertinggi yang tidak diciptakan.

Ke tempat perkumpulan majelis dari Buddha yang tidak terbatas,
Dia pergi dan memberi penghormatan.
Dia selalu menjadi pemimpin yang unggul yang bertanya kepada Tathagata,
Tentang semua Ikrar dan praktik yang diolah oleh Bodhisattva.

Pikirannya selalu mengingat para Buddha di sepuluh penjuru,
Namun Dia tanpa ketergantungan atau kemelekatan.
Dia selalu mendorong makhluk hidup untuk menanam akar kebaikan,
Menghiasi ksetranya dan menyebabkannya menjadi murni.

Semua makhluk hidup di tiga alam keberadaan,
Dia mengamatinya dengan mata yang tanpa halangan.
Kebiasaan, sifat alami, indera dan pemahaman mereka,
Yang tidak terhitung dan tak terbatas, semuanya Dia lihat dengan jelas.

Kesenangan pikiran semua makhluk hidup diketahui dengan jelas;
Dengan cara ini, dia menyesuaikan kesempatan untuk berbicara Dharma.
Kekotoran dan kemurnian sepenuhnya ditembus,
Menyebabkan para makhluk mengolah dan memasuki sang Jalan.

Semua Samadhi yang tidak terukur dan tak terhitung,
Bodhisattva dalam sekejap satu pikiran bisa memasukinya:
Tanggapan penglihatan, pengetahuan dan objek di dalamnya,
Semuanya dipahami dengan baik, dan Dia mencapai kebebasan.

Bodhisattva mencapai pengetahuan yang besar ini,
Dengan cepat menuju Bodhi tanpa halangan apa pun.
Karena ingin memberi manfaat kepada para makhluk hidup,
Di setiap tempat, Dia menyebarkan Dharma dari Maha Purusa.

Dia tahu kalpa yang panjang dan pendek dari dunia,
Satu bulan, atau setengah bulan, siang dan malam,
Di setiap ksetra adalah berbeda, namun sifat alaminya adalah sama;
Dia terus-menerus merenungkannya dengan rajin tanpa lalai.

Berangkat ke semua dunia di sepuluh penjuru,
Namun tidak melekat pada lokasi mana pun.
Dia menghiasi dan memurnikan semua ksetra tanpa sisa,
Namun tidak pernah memunculkan gagasan pikiran tentang kemurnian.

Para makhluk hidup, kebaikannya atau keburukannya,
Dengan karma dan ganjaran mereka yang berbeda-beda,
Merenungkannya dengan sesuai, Dia memasuki kekuatan sang Buddha,
Dan memahami itu semua.

Sifat alami yang beranekaragam di semua dunia,
Berbagai tindakan, dan alam keberadaannya,
Indera yang tajam, menengah dan yang rendah:
Semua ini Dia amati dan periksa.

Berbagai macam pengertian, yang murni dan tidak murni,
Yang unggul, kurang, dan menengah - semuanya Dia lihat dengan jelas.
Perbuatan dari semua makhluk hidup, dan dimana tujuannya,
Kelanjutan mereka dalam alam keberadaan, semuanya Dia bisa jelaskan.

Semua Dhyana, Vimoksa, dan Samadhi,
Yang kotor dan yang murni, penyebab dan asalnya yang masing-masing berbeda,
Juga, termasuk berbagai penderitaan dan kesenangan dari masa lalu,
Melalui secara murni mengolah kekuatan Buddha, semua ini Dia bisa lihat.

Kebiasaan khayalan makhluk hidup terus berlanjut di semua alam keberadaan.
Dengan memotong putus kecenderungan dan keadaan ini, mencapai kedamaian penghentian.
Maka segala macam 'arus keluar (asrava = kekotoran)' tidak akan pernah timbul lagi.
Benih-benih kebiasaan ini, semuanya diketahui dengan jelas oleh Bodhisattva.

Tathagata telah sepenuhnya memadamkan penderitaan.
Cahaya Pengetahuan Besar-Nya menyinari dunia.
Meskipun Bodhisattva belum mencapai Dasabala Buddha,
Namun Dia tidak memiliki keraguan.

Bodhisattva di dalam satu pori,
Mewujudkan ksetra yang tak terbatas di sepuluh penjuru.
Ada yang kotor, ada yang murni,
Yang diciptakan oleh berbagai macam karma, semuanya Dia pahami.

Dalam satu butir debu, adalah ksetra yang tak terbatas,
Dengan para Buddha dan murid-murid-Nya yang tak terbatas;
Setiap ksetra itu berbeda, tidak bercampur.
Dari satu hingga semua, Dia bisa melihatnya dengan jelas.

Dalam satu pori, terlihat semua dunia,
Di ruang angkasa dari sepuluh penjuru.
Tiada satu tempat pun yang tanpa seorang Buddha.
Dengan cara ini, Buddhaksetra sepenuhnya dimurnikan.

Dalam satu pori rambut terlihat Buddhaksetra,
Dan juga terlihat semua makhluk hidup.
Enam jalur dari tiga masa waktu masing-masing berbeda,
Siang dan malam, bulan dan waktu, terbelenggu dan terbebas.

Dengan cara ini, Bodhisattva yang berpengetahuan besar,
Dengan pikiran tunggal menuju ke posisi Dharmaraja.
Dengan bermeditasi di kediaman para Buddha,
Mendapatkan kebahagiaan besar yang tanpa batas.

Bodhisattva mewujudkan jutaan tubuh yang tidak terhitung,
Untuk memberikan persembahan kepada semua Tathagata.
Perwujudan kekuatan batinnya adalah yang tertinggi dan tiada bandingnya,
Dia mampu tinggal di semua tempat perbuatan para Buddha.

Dia memuji dan menatap semua Buddha yang tidak terhitung.
Dan secara mendalam menikmati semua gudang Dharma Mereka.
Melihat para Buddha, mendengar Dharma-Nya, rajin mempraktekkannya.
Pikirannya menjadi bergembira, seolah-olah Dia sedang meminum 'nektar abadi (amrta)'.

Setelah mencapai Samadhi tertinggi dari Tathagata,
Dia memasuki semua Dharma dan kebijaksanaannya meningkat.
Keyakinannya tidak tergoyahkan seperti Sumeru,
Menjadi gudang kebajikan bagi semua makhluk hidup.

Belas-kasihnya sangat luas dan meliputi semua makhluk hidup.
Dia berharap untuk segera menyadari Sarvajna,
Namun, selalu tanpa kemelekatan atau ketergantungan.
Terpisah dari semua kesengsaraan, Dia telah mencapai kebebasan.

Berpengetahuan luas, mengasihani para makhluk hidup,
Dia menerima semuanya sama seperti dirinya sendiri.
Menyadari kekosongan, tiada tanda, dan ketidaknyataan,
Namun Dia bertindak, dan pikirannya tidak kenal lelah.

Kebajikan dari Bodhisattva yang memunculkan tekad Bodhi,
Tidak bisa habis diberitakan, bahkan selama jutaan kalpa.
Karena itu menghasilkan semua Tathagata,
Dan kebahagiaan dari Pratyekabuddha dan Sravakabuddha.

Memberikan kedamaian selama kalpa yang tak terhitung,
Kepada semua makhluk hidup di ksetra sepuluh penjuru,
Mendorong mereka untuk menjalankan lima sila dan sepuluh perbuatan baik,
Empat dhyana dan keseimbangan dari empat konsentrasi lainnya.

Lagi, selama banyak kalpa memberikan kedamaian dan kebahagiaan,
Menyebabkan mereka memotong putus khayalan dan menjadi Arhat.
Meskipun kumpulan kebajikan itu tidak terukur,
Namun itu tidak bisa dibandingkan dengan kebajikan dari memunculkan Pikiran Kebangkitan.

Juga, membuat jutaan orang banyak menjadi tercerahkan pada kondisi,
Dan mencapai jalan halus dari perbuatan yang tanpa perselisihan.
Itu sama sekali tidak bisa menjadi pengukuran,
Jika dibandingkan dengan Pikiran Bodhi.

Dalam sekejap satu pikiran, mampu melintasi ksetra sebanyak butiran debu;
Dengan cara ini, Dia melewati kalpa yang tak terukur.
Jumlah ksetra ini masih dapat diukur,
Tetapi kebajikan dari memunculkan Bodhicitta tidak bisa diketahui.

Jumlah kalpa di masa lalu, masa depan dan sekarang,
Adalah yang tanpa batas, namun masih bisa diketahui;
Tetapi kebajikan dari memunculkan Bodhicitta,
Adalah yang tidak bisa diukur.

Ini adalah karena tekad Pikiran Bodhi meliputi sepuluh penjuru,
Mengetahui semua perbedaan yang ada,
Dalam sekejap memahami masa lalu, sekarang, dan masa depan,
Menguntungkan para makhluk hidup yang tidak terbatas.

Keinginan, pemahaman, cara bijaksana, dan pola pikiran,
Dari para makhluk hidup di sistem dunia di sepuluh penjuru,
Serta batas ruang angkasa, masih bisa diukur,
Namun kebajikan dari pertama kali melahirkan Bodhicitta tidak bisa diukur.

Ikrar Bodhisattva adalah yang sama dengan sepuluh penjuru,
Kebaikannya menyebar meliputi semua makhluk di mana-mana,
Menyebabkan mereka semua mengolah kebajikan dari Buddhatva;
Oleh sebab itu kekuatannya tidak terbatas.

Keinginan, pemahaman, dan kecenderungan makhluk hidup,
Inderanya, dan cara yang mereka praktikkan, masing-masing berbeda.
Bodhisattva mengetahui itu semua dalam sekejap satu pikiran,
Sama seperti pikiran dari Sarvajna.

Khayalan dan karma dari semua makhluk hidup
Berlanjut di tiga alam tanpa jeda sesaat.
Batas dari ini masih bisa diketahui,
Tetapi kebajikan dari memunculkan Bodhicitta adalah yang tidak terbayangkan.

Dengan melahirkan Bodhicitta, bisa terpisah dari penderitaan karma,
Dan memberikan persembahan kepada semua Tathagata.
Ketika kebiasaan khayalan ditinggalkan, kelanjutannya menjadi terputus,
Dan pembebasan tercapai diseluruh tiga masa waktu.

Jika orang dalam sekejap pikiran memuja para Buddha yang tak terbatas,
Dan juga memberikan persembahan kepada makhluk hidup yang tak terhitung,
Dupa, bunga, dan karangan bunga yang menakjubkan,
Spanduk berhiaskan permata, bendera, kanopi, dan pakaian yang unggul.

Makanan lezat, singgasana permata, dan tempat berjalan:
Beranekaragam istana yang sepenuhnya terhiasi.
Ada permata mutiara Vairocana yang menakjubkan,
Dan permata Cintamani yang memancarkan cahaya.

Dalam setiap pikiran, Dia menyajikan persembahan seperti ini,
Melewati kalpa yang tak terukur, melampaui kata-kata,
Walaupun himpunan kebajikan orang ini besar,
Itu tidak sebanding dengan besarnya kebajikan dari memunculkan Pikiran Kebangkitan.

Dari semua berbagai persamaan yang dapat diucapkan,
Tiada satupun yang bisa menandingi Pikiran Bodhi.
Karena para Purusa Yang Paling Dihormati di tiga masa waktu,
Semuanya dilahirkan dari tekad ini.

Pikiran Bodhi adalah yang tanpa hambatan dan tanpa batas;
Tiada ukuran yang bisa ditemukan darinya.
Berikrar untuk menyempurnakan Sarvajnajnana,
Agar semua makhluk hidup terseberangkan selamanya.

Cita-cita ini luasnya seperti ruang angkasa,
Ini menghasilkan kebajikan yang sebanding dengan dharmadhatu.
Perbuatannya menyebar di mana-mana tanpa perbedaan.
Selamanya terpisah dari semua kemelekatan, Dia setara dengan Buddha.

Memasuki semua pintu Dharma,
Mampu menjelajahi semua ksetra,
Mencapai keadaan Sarvajna,
Menyempurnakan semua kebajikan.

Mampu meninggalkan segalanya terus menerus dan selamanya,
Memurnikan sila dan tanpa kemelekatan,
Penuh dengan kebajikan yang tak tertandingi,
Selalu rajin dan kuat tanpa kemunduran.

Memasuki dhyana samadhi yang mendalam, selalu bermeditasi;
Menyatu dengan pengetahuan dan kebijaksanaan yang besar.
Ini adalah bhumi tertinggi dari Bodhisattva,
Yang menghasilkan jalan Samantabhadra.

Semua Tathagata dari masa lalu-sekarang-masa depan,
Melindungi Orang yang pertama kali memunculkan Citta.
Menghiasinya dengan kekuatan batin dan vikurvana,
Serta samadhi dan dharani.

Makhluk hidup di sepuluh penjuru adalah yang tanpa batas,
Sistem dunia dan ruang angkasa juga seperti itu.
Namun tekad Bodhicitta yang tanpa batas melampauinya;
Karena itu mampu menghasilkan semua Buddha.

Pikiran Bodhi adalah dasar dari 'sepuluh kekuatan (dasabala)',
Itu juga merupakan dasar dari empat keberanian dan kefasihan,
Juga, delapan belas kualitas yang unik;
Semua itu diperoleh dari memunculkan Bodhicitta.

Ciri-ciri tubuh Buddha yang terhiasi,
Juga Dharmakaya-Nya yang setara dan menakjubkan,
Pengetahuan-Nya, kebijaksanaan-Nya, yang tanpa kemelekatan, dan yang layak dipuja:
Semua ini bisa ada karena memunculkan Bodhicitta.

Kendaraan dari semua Pratyekabuddha dan Sravakabuddha,
Kebahagiaan dhyana samadhi dari rupadhatu,
Juga samadhi dari arupadhatu:
Memunculkan Bodhicitta adalah dasar dari itu semua.

Kebahagiaan para manusia dan dewa yang bebas,
Serta berbagai kebahagiaan dari keberadaan yang lainnya,
Dan kebahagiaan dari indera dan kekuatan semangat, konsentrasi, dan yang lainnya;
Semua itu datang dari pertama kali memunculkan Bodhicitta.

Oleh sebab memunculkan Citta yang luas ini,
Orang bisa mempraktekkan Sadparamita,
Mendorong semua makhluk untuk mempraktikkan perilaku yang benar,
Dan menerima kedamaian dan kebahagiaan dalam triloka.

Tinggal berdiam di dalam pengetahuan Buddha sejati yang tak terhalang,
Mengungkapkan semua karma yang menakjubkan.
Mampu menyebabkan para makhluk hidup yang tak terhitung,
Untuk sepenuhnya memotong putus karma khayalan, dan menuju Nirvana.

Cahaya kebijaksanaannya seperti matahari yang murni,
Prakteknya yang sempurna seperti bulan purnama,
Kualitas kebajikannya selalu meluap seperti maha samudra,
Dia tidak tercemar dan tidak terhalang, sama seperti ruang angkasa.

Di mana-mana menghasilkan ikrar dari kebajikan yang tak terbatas,
Untuk memberikan kebahagiaan kepada semua makhluk hidup;
Menjalankan ikrar ini hingga menghabiskan batas masa depan,
Selalu rajin melakukannya demi menyeberangkan para makhluk hidup.

Ikrar besarnya yang tak terbatas adalah yang tidak terbayangkan,
Berikrar untuk menbuat makhluk hidup menjadi sepenuhnya murni.
Walaupun kosong, tanpa tanda, tanpa keinginan, tanpa ketergantungan,
Melalui kekuatan pranidhana, Bodhisattva bisa mengungkapkannya.

Memahami bahwa sifat alami diri adalah yang seperti ruang angkasa,
Yang diam tenang, dan semuanya sama.
Pintu Dharma yang tak terhitung dan tak terkatakan,
Demi makhluk hidup, Dia menjelaskannya tanpa kemelekatan.

Semua Tathagata dari sistem dunia sepuluh penjuru,
Semua-Nya memuji pemunculan Bodhicitta pertama kali.
Citta ini terhiasi dengan kebajikan yang tak terbatas;
Bisa mencapai Paramita, sama seperti para Buddha.

Jika kebajikan itu dijelaskan selama banyak kalpa yang jumlahnya,
Seperti banyaknya makhluk hidup, tetap saja itu tidak dapat habis.
Karena Citta ini tinggal berdiam di dalam rumah yang luas dari Tathagata;
Tiada sesuatu pun di triloka yang dapat dibandingkan dengannya.

Jika ingin mengetahui semua Buddhadharma,
Anda harus segera memunculkan pikiran Bodhi!
Pikiran ini di antara semua kebajikan, adalah yang tertinggi,
Menjamin pencapaian pengetahuan Tathagata yang tidak terhalang.

Kegiatan pikiran makhluk hidup dapat dihitung;
Begitu juga dengan jumlah butiran debu di ksetra.
Batas ruang angkasa dapat dengan mudah diukur,
Namun kebajikan dari memunculkan Pikiran Bodhi adalah yang tidak bisa diukur.

Itu menghasilkan semua Buddha dari tiga masa waktu;
Menyempurnakan kebahagiaan di semua dunia,
Meningkatkan semua kebajikan terunggul,
Selamanya melenyapkan semua kebingungan.

Itu mengungkapkan semua alam yang menakjubkan,
Menghilangkan semua penghalang,
Mengembangkan semua ksetra yang murni,
Dan menghasilkan pengetahuan dari semua Tathagata.

Jika ingin melihat semua Buddha di sepuluh penjuru,
Dan ingin mengeluarkan gudang kebajikan yang tiada habisnya,
Dan jika ingin memadamkan penderitaan makhluk hidup,
Segeralah membangkitkan 'Pikiran Kebangkitan (Bodhicitta)'!

10
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: February 17, 2019, 01:36:53 am »

Aryavalokitesvara Bodhisattva



Pundarika

Bab 16
Brahmacarya parivartah


Kemudian pada saat itu, Samyaksmrtih devaputra berkata kepada Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva : “Kulaputra, di semua dunia, para Bodhisattva yang mengikuti ajaran para Tathagata, mengenakan jubah yang diwarnai dan meninggalkan kehidupan rumah tangga untuk menjadi Pravrajita. Bagaimanakah Mereka mencapai kemurnian Brahmacarya dan, dari kedudukan sebagai Bodhisattva, selanjutnya mencapai Anuttara Samyaksambodhi?”

Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva berkata: "Ketika, Kulaputra, Bodhisattva Mahasattva melaksanakan Brahmacarya, Dia harus menggunakan sepuluh dharma sebagai landasan pemikirannya, dan merenungkannya dengan tepat."

"Yaitu : tubuh, perbuatan tubuh, ucapan, perbuatan ucapan, pikiran, perbuatan pikiran, Buddha, Dharma, Sangha, dan Sila. Mereka harus merenungkannya dalam cara ini : Apakah tubuh adalah Brahmacarya? Apakah karma tubuh adalah Brahmacarya? Apakah ucapan adalah Brahmacarya? Apakah perbuatan ucapan adalah Brahmacarya? Apakah pikiran adalah Brahmacarya? Apakah perbuatan pikiran adalah Brahmacarya? Apakah Buddha adalah Brahmacarya? Apakah Dharma adalah Brahmacarya? Apakah Sangha adalah Brahmacarya? Apakah Sila adalah Brahmacarya?"

"Jika tubuh adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya tidak akan menjadi bagus, itu tidak akan menjadi Dharma, itu akan kotor, itu akan tidak murni, itu akan busuk, itu akan tidak bersih, itu akan menjijikkan, itu akan tidak terkendali, itu akan bercampur kotoran, itu akan menjadi mayat, itu akan mejadi tumpukan ulat-cacing."

"Jika karma tubuh adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya akan menjadi berjalan, berdiri, duduk, berbaring, membungkuk, merentang, menatap ketas dan kebawah."

"Jika ucapan adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya akan menjadi suara, nafas, dada, lidah, tenggorokan, bibir, hembus, hirup, sesak, lepas, keras, halus, jelas, tidak jelas."
 
"Jika karma ucapan adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya akan menjadi sapaan, pertanyaan, penjelasan ringkas, penjelasan luas, penjelasan secara kiasan, penjelasan langsung, memuji, mengecam, mendefinisi, penjelasan yang sesuai dengan duniawi, penjelasan yang jelas."

"Jika pikiran adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya akan menjadi tanggapan penglihatan, pengamatan, pembedaan, beranekaragam pembedaan, gagasan, beranekaragam gagasan, ingatan, beranekaragam ingatan, khayalan, dan mimpi."

"Jika karma pikiran adalah Brahmacarya, maka Brahmacarya akan menjadi ide, dingin, panas, lapar, haus, sakit, enak, sedih, gembira."

"Jika Buddha adalah Brahmacarya, maka apakah bentuk-rupa adalah Buddha? Apakah perasaan adalah Buddha? Apakah pikiran adalah Buddha? Apakah pembentukan gagasan adalah Buddha? Apakah kesadaran adalah Buddha? Apakah tanda adalah Buddha? Apakah sifat adalah Buddha? Apakah kekuatan batin adalah Buddha? Apakah karma adalah Buddha? Apakah buah ganjaran adalah Buddha?"

"Jika Dharma adalah Brahmacarya, maka apakah Nirvana adalah Dharma? Apakah yang tidak dilahirkan adalah Dharma? Apakah yang tiada kemunculan adalah Dharma? Apakah yang tidak terbayangkan adalah Dharma? Apakah yang tiada pembedaan adalah Dharma? Apakah yang tiada perbuatan adalah Dharma? Apakah yang tiada himpunan adalah Dharma? Apakah yang tiada kesesuaian adalah Dharma? Apakah yang tiada pencapaian adalah Dharma?"

"Jika Sangha adalah Brahmacarya, maka apakah yang menuju ke Srotapanna adalah Sangha? Apakah buah Srotapanna adalah Sangha? Apakah yang menuju ke Sakrdagamin adalah Sangha? Apakah buah Sakrdagamin adalah Sangha? Apakah yang menuju ke Anagamin adalah Sangha? Apakah buah Anagamin adalah Sangha? Apakah yang menuju ke Arhan adalah Sangha? Apakah buah Arhan adalah Sangha? Apakah tiga pengetahuan super adalah Sangha? Apakah enam kekuatan batin adalah Sangha?"

"Jika Sila adalah Brahmacarya, maka apakah tempat upasampada adalah Sila? Apakah bertanya tentang kemurnian adalah Sila? Apakah mengajarkan tingkah laku yang baik adalah Sila? Apakah mengucapkan 'Karmavachana (Bhiksu atau Bhikshuni mengucapkan pratimoksha dihadapan Sangha)' adalah Sila? Apakah 'Upadhyaya (Pembimbing)' adalah Sila? Apakah 'Acarya (Guru Batin)' adalah Sila? Apakah mencukur habis rambut adalah Sila? Apakah mengenakan jubah Kasaya adalah Sila? Apakah Pindapatra adalah Sila? Apakah mata pencaharian yang benar adalah Sila?"

"Setelah merenungkan dalam cara ini, jangan melekat pada tubuh, jangan melekat pada praktek, dan jangan tinggal berdiam dalam gejala kejadian. Masa lampau telah lenyap, masa depan belum tiba, masa sekarang adalah kosong. Tiada pelaku karma, tiada penerima ganjaran. Dunia ini tidak berpindah, dunia yang lain tidak berubah. Gejala kejadian apa diantara ini yang bisa dinamakan Brahmacarya? Dari mana datangnya Brahmacarya? Milik siapakah Brahmacarya? Apa zatnya? Oleh siapakah itu dilaksanakan? Apakah itu ada? Apakah itu tiada? Apakah itu berbentuk? Apakah itu tiada bentuk? Apakah itu perasaan? Apakah itu tiada perasaan?"

"Renungkanlah dalam cara ini, karena kenyataan dari Brahmacarya tidak bisa dipahami, karena gejala kejadian di masa lampau - masa depan - masa sekarang adalah yang seluruhnya kosong, karena pikiran tanpa kemelekatan, karena pikiran tanpa rintangan, karena bidang praktek adalah yang tiada duanya, dikarenakan oleh upaya-kausalya dari pembebasan, dikarenakan oleh menerima Dharma tanpa bentuk, dikarenakan oleh merenungkan Dharma tanpa bentuk, dikarenakan oleh mengetahui Buddhadharma adalah yang sama, dikarenakan oleh memenuhi semua kualitas Buddha, oleh sebab itu dinamakan Brahmacarya yang murni."

"Selanjutnya, ada sepuluh dharma yang harus diolah, yaitu : pengetahuan tentang apa yang demikian dan yang bukan demikian; pengetahuan tentang akibat dari karma masa lampau - sekarang - masa depan; pengetahuan tentang semua dhyana, vimoksa, dan samadhi; pengetahuan tentang indera yang unggul atau yang lebih rendah; pengetahuan tentang berbagai jenis pemahaman yang berbeda; pengetahuan tentang berbagai jenis alam; pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan; pengetahuan tentang Mata Surga yang tanpa halangan; pengetahuan tentang kehidupan masa lalu yang tanpa halangan; dan pengetahuan tentang seluruhnya mengakhiri arus keluar. Renungkan setiap sepuluh kekuatan Tathagata ini, dalam setiap kekuatan ini ada makna yang tanpa batas. Orang harus bertanya tentang itu dan setelah mendengarnya, harus membangkitkan pikiran Maha Maitri Karuna dan mengamati para makhluk hidup tanpa meninggalkan mereka. Merenungkan Dharma tanpa berhenti, Mempraktekkan karma terunggul tanpa mencari hadiah, Memahami bahwa objek sama seperti mimpi, seperti khayalan, seperti pantulan, seperti gema, dan seperti perubahan wujud magis.”

"Jika para Bodhisattva bisa merenungkan dalam cara ini dan mempraktekkannya, Mereka tidak akan menimbulkan pemahaman yang mendua dalam semua gejala kejadian, semua kualitas Buddha akan dengan cepat terwujud dihadapan Mereka. Pada waktu pertama kali melahirkan pikiran (Bodhi), akan segera mencapai Anuttarasamyaksambodhi, akan mengetahui bahwa semua gejala kejadian hanyalah sifat alami diri dari pikiran, dan akan menyempurnakan Dharmakaya, dan memahami dengan tanpa bergantung pada petunjuk."
 


11
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: December 08, 2018, 12:49:13 am »

Arya Avalokita Isvara



Padmakula

Bab 15
Dasavasa parivartah

Kemudian pada saat itu, Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, di 'berdayakan (adhisthana)' oleh sang Buddha, memasuki 'konsentrasi yang bernama Teknik Tanpa Batas Dari Bodhisattva (Bodhisattvanantopayakosalya nama samadhim)'; Melalui kekuatan Samadhi itu, ada muncul di hadapannya para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra dari setiap sepuluh penjuru, melewati sistem dunia yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra. Semua Buddha itu memiliki nama yang sama, yaitu Dharmaprajna. Mereka dimana-mana muncul dihadapannya, berkata kepada Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Sadhu, Kulaputra, tentu sangat baik bahwa Anda bisa memasuki Bodhisattvanantopayakosalya Samadhi! Di setiap sepuluh penjuru, Kulaputra, para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu dari seribu Buddhaksetra bersama-sama meng-adhisthana Anda dengan kekuatan batin Mereka, dan ini juga oleh kekuatan pranidhana masa lampau dari Vairocana Tathagata, juga oleh kekuatan akar kebajikan yang telah Anda praktekkan, bahwa Anda memasuki Samadhi ini, membisakan Anda mebabarkan Dharma, demi meningkatkan pengetahuan Buddha, memasuki dharmadhatu secara mendalam, memahami dengan baik alam-alam para makhluk hidup, tanpa rintangan memasuki apapun, tanpa halangan dalam semua kegiatan, mencapai upaya-kausalya yang tiada bandingan, memasuki intisari Sarvajnajnana, menyadari semua gejala kejadian, mengetahui semua indera, mampu mempertahankan dan menjelaskan semua Dharma, yaitu, menghasilkan 'sepuluh kediaman dari Bodhisattva (Bodhisattvadasavasa)'. Anda, Kulaputra, harus menerima kekuatan batin yang menakjubkan dari para Buddha untuk membabarkan Dharma ini!"

Kemudian pada saat itu, para Buddha memberikan kepada Dharmaprajna Bodhisattva pengetahuan yang tidak terhalang, pengetahuan yang tidak melekat, pengetahuan tidak terputus, pengetahuan yang tidak terperdaya, pengetahuan yang tidak membedakan, pengetahuan yang tanpa kesalahan, pengetahuan yang tidak terbatas, pengetahuan yang tiada tanding, pengetahuan yang tiada lalai, dan pengetahuan yang tidak bisa diambil. Mengapa begitu? Karena melalui kekuatan Samadhi ini, Dharma adalah seperti itu.

Kemudian pada saat itu, semua Buddha mengulurkan tangan kanan dan mengusap kepala Dharmaprajna Bodhisattva; Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva bangkit dari Samadhi dan mengumumkan kepada para Bodhisattva, dengan berkata : "Kulaputra, tempat kediaman dari Bodhisattva sangatlah luas, luasnya seperti dharmadhatu dan ruang angkasa. Kulaputra, Bodhisattva tinggal berdiam di dalam rumah para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sekarang, Saya akan membabarkan tempat kediaman Bodhisattva. Ada, Kulaputra, sepuluh jenis tempat kediaman dari Bodhisattva yang para Buddha dari masa lalu, sekarang, dan masa depan telah jelaskan, sedang jelaskan, dan akan jelaskan. Apakah sepuluh itu?   Yaitu :

Kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad.
Kediaman dari mempersiapkan dasar.
Kediaman dari praktek.
Kediaman dari kelahiran mulia.
Kediaman dari pencapaian upaya-kausalya.
Kediaman dari keadaan pikiran yang benar.
Kediaman dari yang tanpa kemunduran.
Kediaman dari usia muda yang murni.
Kediaman dari pangeran Dharma.
Kediaman dari abhiseka mahkota.

"Inilah yang dinamakan sepuluh kediaman dari Bodhisattva yang dijelaskan oleh para Buddha dari masa lampau, sekarang, dan masa depan."

"Kulaputra, apakah kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva melihat Bhagavan Buddha yang bentuk-rupa-Nya agung, yang tanda-tanda tubuh-Nya sempurna dan menyenangkan untuk dilihat, yang sulit di jumpai, dan yang kekuatan-Nya sangat besar; Atau melihat kekuatan batin-Nya, atau mendengar ramalan mencapai Bodhi, atau mendengar ajaran Dharma-Nya, atau melihat makhluk hidup yang mengalami penderitaan parah, atau mendengar Maha Vaipulya Buddhadharma dari sang Tathagata, lalu menghasilkan 'Pikiran Bodhi (Bodhicitta)' dan mencari 'Pengetahuan Yang Mengetahui Semua (Sarvajnajnana)'. "

“Bodhisattva membangkitkan tekad yang dikondisikan oleh sepuluh Dharma yang sulit didapatkan. Apakah sepuluh itu? Yaitu: pengetahuan tentang apa yang demikian dan yang bukan demikian; pengetahuan tentang akibat dari karma baik dan buruk; pengetahuan tentang indera yang unggul atau yang lebih rendah; pengetahuan tentang perbedaan dari berbagai jenis alam; pengetahuan tentang berbagai jenis pemahaman yang berbeda; pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan; pengetahuan tentang semua dhyana, vimoksa, dan samadhi; pengetahuan tentang kehidupan masa lalu; pengetahuan tentang Mata Surga yang tanpa halangan; dan pengetahuan tentang seluruhnya mengakhiri arus keluar di tiga masa waktu. Inilah sepuluh itu.”

"Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: rajin memberikan persembahan kepada para Buddha; senang tinggal berdiam di dalam dunia; membimbing para orang duniawi untuk melenyapkan karma buruk; terus-menerus mengajar dengan menggunakan Saddharma; memuji Dharma yang tiada tanding; mempelajari kebajikan Buddha; terlahir di hadapan para Buddha dan selalu diterima dalam perkumpulan majelis-Nya; dengan upaya-kausalya mengumumkan Samadhi yang hening-tenang; memuji pelepasan dari perputaran kelahiran dan kematian; menjadi tempat perlindungan bagi para makhluk yang menderita; Mengapa begitu? Demi memperluas pikiran Bodhisattva dalam Buddhadharma dan agar mampu memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari mempersiapkan dasar dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva menghasilkan sepuluh jenis pikiran terhadap semua makhluk hidup. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Pikiran memberi manfaat; pikiran belas kasih yang besar; pikiran memberi kebahagiaan; pikiran memberi tempat tinggal yang damai; pikiran mengasihani; pikiran peduli; pikiran memberi perlindungan; pikiran mengenali ciri; pikiran bertindak sebagai guru; dan pikiran menjadi pemandu. Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: belajar dan mempraktekkan pengetahuan; senang dalam keheningan-tenang; berteman dekat dengan para bijaksana; berbicara halus dan menyenangkan; berbicara pada waktu yang tepat; tiada takut; memahami Dharma secara menyeluruh; bertindak sesuai dengan Dharma; menjauhi kebodohan dan khayalan; dan tinggal berdiam dengan damai dan tidak bergerak. Mengapa begitu? Demi meningkatkan belas kasih besar Bodhisattva terhadap semua makhluk hidup dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari praktek dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva merenungkan semua gejala kejadian melalui sepuluh jenis praktek. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Merenungkan semua gejala kejadian sebagai yang tidak abadi; semua gejala kejadian sebagai penderitaan; semua gejala kejadian sebagai yang kosong; semua gejala kejadian adalah yang tanpa diri; semua gejala kejadian tanpa ciptaan; semua gejala kejadian tanpa rasa; semua gejala kejadian tidak bisa disamakan dengan nama; semua gejala kejadian tanpa lokasi; semua gejala kejadian terpisah dari pembedaan; dan semua gejala kejadian tiada keberadaan. Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: merenungkan alam makhluk hidup, dharmadhatu, alam duniawi; merenungkan alam tanah, alam air, alam api, alam angin; merenungkan kamadhatu, rupadhatu, dan arupadhatu. Mengapa begitu? Demi menyebabkan pengetahuan Bodhisattva bersinar terang dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari kelahiran mulia dari Bodhisattva? Yaitu, Bodhisattva lahir dari ajaran yang bijaksana dan menyempurnakan sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: Tiada kemunduran; secara mendalam menghasilkan keyakinan murni di hadapan para Buddha; merenungkan gejala kejadian dengan teliti; secara menyeluruh mengetahui semua makhluk hidup, negara, dunia, perbuatan, ganjaran, kelahiran dan kematian, dan Nirvana. Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui semua Dharma dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; mempraktekkan dan mengumpulkan semua Dharma dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; menyempurnakan semua Dharma  dari para Buddha masa lampau - masa depan - masa sekarang; dan mengetahui kesamaan semua Buddha. Mengapa begitu? Demi membuat kemajuan dalam masa lampau - masa depan - masa sekarang dan mendapatkan kesamaan pikiran (dengan Tathagata) dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari pencapaian upaya-kausalya dari Bodhisattva? Semua akar kebajikan yang diolah oleh Bodhisattva adalah demi menyelamatkan semua makhluk hidup; menguntungkan semua makhluk hidup; membuat semua makhluk hidup bahagia; berbelas kasihan kepada semua makhluk hidup; membebaskan semua makhluk hidup; menyebabkan semua makhluk hidup terpisah dari semua bencana; menyebabkan semua makhluk hidup lolos dari penderitaan kelahiran dan kematian; menyebabkan semua makhluk hidup menghasilkan keyakinan murni; menaklukkan semua makhluk hidup; dan menyebabkan semua makhluk hidup masuk ke Nirvana.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui makhluk hidup yang tidak terbatas; mengetahui makhluk hidup yang tidak terhingga; mengetahui makhluk hidup yang tidak terhitung banyaknya; mengetahui makhluk hidup yang tidak terbayangkan; mengetahui bentuk-rupa makhluk hidup yang tanpa batas; mengetahui makhluk hidup yang tidak terukur; mengetahui makhluk hidup adalah yang kosong; mengetahui makhluk hidup tidak menciptakan apapun; mengetahui makhluk hidup tiada keberadaan; dan mengetahui makhluk hidup tiada sifat alami. Mengapa begitu? Demi menyebabkan pikiran meningkat dalam kebebasan, tanpa kemelekatan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari keadaan pikiran yang benar dari Bodhisattva? Pikiran Bodhisattva setelah mendengar sepuluh jenis gejala kejadian, berada dalam samadhi dan tidak bergerak. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mendengar sang Buddha dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Dharma dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Bodhisattva dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar Praktek Bodhisattva dipuji atau difitnah, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup adalah yang terbatas atau tidak terbatas, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup adalah yang kotor atau bersih, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa makhluk hidup mudah dibebaskan atau sulit dibebaskan, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa dharmadhatu memiliki batas atau tanpa batas, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan tentang pembentukan atau peluruhan dharmadhatu, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; mendengar perkataan bahwa dharmadhatu ada atau tidak ada, pikiran berada dalam samadhi dan tidak bergerak terhadap Buddhadharma; Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: semua gejala kejadian adalah yang tiada tanda; semua gejala kejadian adalah yang tidak memiliki intisari; semua gejala kejadian adalah yang tidak bisa diolah; semua gejala kejadian adalah yang tiada keberadaan; semua gejala kejadian adalah yang tiada kenyataan yang sesungguhnya; semua gejala kejadian adalah yang kosong; semua gejala kejadian tiada sifat alami diri; semua gejala kejadian seperti khayalan; semua gejala kejadian seperti mimpi; semua gejala kejadian tiada perbedaan; Mengapa begitu? Demi menyebabkan pikiran meningkat dalam keadaan tanpa kemunduran dari anutpattikadharmaksanti dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari yang tanpa kemunduran dari Bodhisattva? Pikiran Bodhisattva setelah mendengar sepuluh jenis gejala kejadian, teguh dan tidak mundur. Apakah sepuluh itu? Yaitu:  Mendengar bahwa ada atau tiada sang Buddha, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Dharma, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Bodhisattva, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada praktek Bodhisattva, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa para Bodhisattva melalui prakteknya mencapai atau tidak mencapai pembebasan, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tiada Buddha di masa lalu, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa akan ada atau tidak akan ada Buddha di masa depan, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa ada atau tidak ada Buddha di masa sekarang, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa pengetahuan Buddha adalah yang terbatas atau yang tidak terbatas, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Mendengar bahwa masa lalu - masa sekarang - masa depan adalah yang sama atau yang tidak sama, pikirannya tidak mundur di dalam Buddhadharma; Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Maha Vaipulya Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: menjelaskan bahwa satu adalah banyak; menjelaskan bahwa banyak adalah satu; tulisan sesuai dengan makna; makna sesuai dengan tulisan; ketidakberadaan adalah keberadaan; keberadaan adalah ketidakberadaan; tiada bentuk adalah bentuk; bentuk adalah tiada bentuk; tiada sifat alami adalah sifat alami; sifat alami adalah tiada sifat alami. Mengapa begitu? Demi meningkat maju hingga mampu terbebas dari semua gejala kejadian dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari usia muda yang murni dari Bodhisattva? Bodhisattva tinggal berdiam di dalam sepuluh jenis 'perbuatan (karma)'. Apakah sepuluh itu? Yaitu: perbuatan tubuh yang tanpa kesalahan; perbuatan ucapan yang tanpa kesalahan; perbuatan pikiran yang tanpa kesalahan; mengambil kelahiran sesuai keinginan; mengetahui berbagai macam kecenderungan makhluk hidup; mengetahui berbagai macam pemahaman makhluk hidup; mengetahui berbagai macam alam makhluk hidup; mengetahui berbagai macam karma makhluk hidup; mengetahui pembentukan dan peluruhan dunia; pergi kemanapun dengan bebas melalui kekuatan batin; Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: mengetahui semua Buddhaksetra; menggerakkan semua Buddhaksetra; mempertahankan semua Buddhaksetra; mengamati semua Buddhaksetra; mengunjungi semua Buddhaksetra; bepergian melalui dunia-dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menerima Buddhadharma yang tidak terhitung jumlahnya; menampilkan tubuh dengan perubahan wujud yang bebas; memancarkan suara yang besar dan meliputi semua; dan dalam satu 'kshana (kecepatan kilat)', melayani dan memberikan persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung jumlahnya. Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam upaya-kausalya dengan semua Dharma dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari sebagai pangeran Dharma dari Bodhisattva? Bodhisattva dengan mahir mengetahui sepuluh jenis gejala kejadian. Apakah sepuluh itu? Yaitu: dengan terampil mengetahui bagaimana makhluk hidup mengalami kelahiran kembali; dengan terampil mengetahui asal mula dari penderitaan; dengan terampil mengetahui kekuatan kebiasaan yang berkelanjutan; dengan terampil mengetahui praktek upaya-kausalya; dengan terampil mengetahui Dharma yang tanpa batas; dengan terampil mengetahui semua sikap yang mulia; dengan terampil mengetahui perbedaan dunia; dengan terampil mengetahui peristiwa masa lalu dan masa depan; dengan terampil mengetahui bagaimana menjelaskan makna dari kebenaran biasa; dan dengan terampil mengetahui bagaimana menjelaskan makna dari kebenaran tertinggi; Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh Dharma. Apakah sepuluh itu? Yaitu: upaya-kausalya dalam kedudukan sebagai Dharmaraja; aturan dari kedudukan sebagai Dharmaraja; tempat tinggal dari Dharmaraja; usaha dari Dharmaraja; perenungan Dharmaraja; abhiseka Dharmaraja; pemeliharaan dengan kekuatan Dharmaraja; keberanian Dharmaraja; ketenangan Dharmaraja; dan pujian Dharmaraja. Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam pikiran yang tanpa hambatan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

“Kulaputra, apakah kediaman dari abhiseka mahkota dari Bodhisattva? Bodhisattva menyempurnakan sepuluh jenis pengetahuan. Apakah sepuluh itu? Yaitu: menggoncang dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menyinari dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menyokong dunia yang tidak terhitung jumlahnya; pergi ke dunia yang tidak terhitung jumlahnya; menghiasi dan memurnikan dunia yang tidak terhitung jumlahnya; mengajar makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; mengamati makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; mengetahui indera makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; menyebabkan makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya berjuang memasuki Bodhi; menjinakkan dan menundukkan makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya; Inilah sepuluh itu.”

“Kulaputra, tubuh Bodhisattva ini dan perbuatan tubuh-Nya, tampilan dari berbagai perubahan wujud dari kekuatan batin-Nya, pengetahuan masa lalu - masa depan - masa kini-Nya, pengembangan Buddhaksetra-Nya, keadaan pikiran-Nya, alam pengetahuan-Nya, semuanya itu tidak dapat diketahui. Bahkan Bodhisattva di tingkat Dharmaraja tidak dapat mengetahuinya.”

“Kulaputra, Bodhisattva harus menggiatkan pembelajaran sepuluh jenis pengetahuan Buddha. Apakah sepuluh itu? Yaitu: pengetahuan masa lampau - masa depan - masa sekarang; pengetahuan Buddhadharma; pengetahuan dharmadhatu yang tanpa halangan; pengetahuan dharmadhatu yang tanpa batas; pengetahuan yang memenuhi semua dunia; pengetahuan yang menyinari semua dunia; pengetahuan yang menyokong semua dunia; pengetahuan yang mengetahui semua makhluk hidup; pengetahuan yang mengetahui semua gejala kejadian; pengetahuan yang mengetahui semua Buddha yang tanpa batas; Mengapa begitu? Demi meningkat maju dalam pengetahuan tentang semua cara khusus pembebasan dan agar mampu segera memahami semua Dharma yang di dengar tanpa bergantung pada petunjuk."

Kemudian pada saat itu, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, disetiap sepuluh penjuru arah banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra bergoncang dalam enam cara, yaitu : bergetar, bergetar di semua wilayah, bergetar di semua wilayah di semua penjuru. Menaik, menaik di semua wilayah, menaik di semua wilayah di semua penjuru. Bergelombang, bergelombang di semua wilayah, bergelombang di semua wilayah di semua penjuru. Berguncang, berguncang di semua wilayah, berguncang di semua wilayah di semua penjuru. Bergemuruh, bergemuruh di semua wilayah, bergemuruh di semua wilayah di semua penjuru. Berdentam, berdentam di semua wilayah, berdentam di semua wilayah di semua penjuru.

Ada turun hujan bunga surga, bubuk candana surga, karangan bunga surga, wewangian surga, pakaian permata surga, dan perhiasan surga; Musik surga bermain spontan tanpa henti, dengan pancaran cahaya dan suara yang indah. Sama seperti di dunia ini diatas puncak gunung Sumeru di dalam istana Devendra, sepuluh tempat kediaman dijelaskan dengan menampilkan perubahan wujud ajaib, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia.

Lagi, disebabkan oleh kekuatan batin sang Buddha, di setiap sepuluh penjuru arah, melewati banyak dunia yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra, ada datang para Bodhisattva yang jumlahnya seperti banyaknya butiran debu di dalam sepuluh ribu Buddhaksetra ke tempat ini, memenuhi sepuluh penjuru, Mereka berkata: “Sadhu, Sadhu, Kulaputra, sangat baik Anda membabarkan Dharma ini! Kami semua juga memiliki nama yang sama, Kebijaksanaan Dharma, dan ksetra tempat Kami berasal semuanya memiliki nama yang sama, Megha Dharma. Para Tathagata dari ksetra itu semuanya bernama Saddharma. Di dalam semua Buddhaksetra tempat kami berasal, Sepuluh Tempat Kediaman juga dibabarkan, dan perkumpulan majelis dan pengiringnya, kata dan ungkapannya semuanya juga sama seperti ini, tanpa tambahan atau pengurangan.”

"Kami, Kulaputra, menerima kekuatan batin sang Buddha, telah datang dan memasuki perkumpulan majelis ini untuk memberikan Anda kesaksian. Sama seperti yang ada di perkumpulan majelis ini, di semua dunia di seluruh sepuluh penjuru arah adalah juga begitu."

Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru di seluruh dharmadhatu, mengucapkan syair-gatha ini :

Melihat tubuh yang indah dari sang Bijaksana Tertinggi,
Yang dilengkapi dengan hiasan tanda dan kemurnian,
Yang sangat terhormat dan jarang dijumpai,
Para Bodhisattva dengan berani membuat tekad pertama kali.

Melihat kekuatan batin besar yang tiada bandingnya,
Mendengar ramalan, dan mengingat Dharma,
Dan karena penderitaan yang tidak terbatas dari makhluk hidup,
Para Bodhisattva untuk pertama kali membuat tekad.

Mendengar para Tathagata dimana-mana dimuliakan tertinggi,
Yang telah menyempurnakan semua kualitas kebajikan,
Yang sama seperti ruang angkasa, tiada perbedaan,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Sebab dan akibat dari masa lalu - sekarang - masa depan dinamakan tempat.
Sifat alami diri dan gejala kejadian adalah yang tanpa tempat.
Ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dari masa lalu, masa depan, dan masa sekarang,
Semua karma yang baik atau buruk.
Ingin mengetahui selengkapnya yang tiada habisnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua Dhyana, Vimoksa, dan Samadhi,
Yang kotor, yang murni, dan yang tidak terbatas jenisnya.
Ingin mengetahui semuanya, memasukinya, tinggal berdiam, dan keluar,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Sesuai dengan ketajaman atau ketumpulan indera para makhluk,
Kekuatan semangat mereka juga beranekaragam.
Ingin memahami dan mengetahui semua keanekaragamannya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Pemahaman makhluk hidup adalah yang beranekaragam,
Kecenderungan pikiran mereka masing-masing berbeda.
Ingin mengetahui semua kecenderungan yang tidak terbatas ini,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Alam makhluk hidup adalah yang berbeda-beda,
Dan semua dunia adalah yang tidak terbatas.
Ingin mengetahui zat dan sifat alaminya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Jalan dari semua perbuatan yang berkondisi,
Masing-masing memiliki tujuannya.
Ingin mengetahui sifat alaminya yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Para makhluk hidup di semua dunia,
Mengalir menurut karma mereka tanpa henti.
Ingin mencapai Mata Surga untuk melihat semuanya dengan jelas,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dari semua yang ada di alam masa lalu,
Zatnya, sifat alaminya, dan tandanya sebagaimana apa adanya.
Ingin mengetahui kehidupan mereka sebelumnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Kemunculan yang berkelanjutan dan kekuatan kebiasaan
Dari belenggu angan-angan khayalan dari semua makhluk hidup.
Ingin mengetahui sepenuhnya pada akhirnya menghabiskannya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dari semua berbagai macam ajaran dan percakapan
Yang dibentuk oleh para makhluk hidup.
Ingin mengetahui kebenaran duniawi seperti itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua gejala kejadian melampaui ucapan.
Sifat alaminya adalah yang kosong, diam tenang, nirvana, tidak dihasilkan.
Ingin sepenuhnya memahami dan menembus maknanya yang sesungguhnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin mengguncang dunia-dunia di sepuluh penjuru,
Dan menggulingkan semua lautan besar,
Diberkahi dengan Maha Abhijna Bala dari semua Buddha,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin memancarkan cahaya dari satu pori,
Yang menyeluruh menerangi ksetra yang tidak terhitung di sepuluh penjuru,
Dan oleh setiap sinar cahaya itu semuanya menjadi terbangkitkan,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin banyak Buddhaksetra yang tidak terbayangkan,
Dibawa ditelapak tangan namun tanpa bergerak,
Mengetahui ini sama seperti khayalan ilusi,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin para makhluk hidup dari ksetra yang tidak terbatas,
Meletakkannya di ujung rambut namun tidak terbatasi,
Mengetahui semua perwujudan tubuh dan tiada diri,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin dengan sehelai rambut mengambil air laut,
Sampai semua Maha Samudra sepenuhnya kering,
Dan mengetahui dengan tepat berapa banyak tetes yang diperlukan.
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Mengurangi semua hingga menjadi butiran debu,
Dunia-dunia yang banyaknya tidak terbayangkan,
Ingin benar-benar jelas mengetahui jumlahnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dalam kalpa yang tidak terbatas di masa lalu dan masa depan,
Tanda-tanda pembentukan dan peluruhan semua dunia.
Ingin benar-benar memahami dan menghabiskan batas-batasnya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dalam tiga masa waktu, semua Tathagata,
Semua Pratyekabuddha dan semua Sravakabuddha.
Ingin mengetahui Dharma mereka sepenuhnya tanpa terkecuali,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua dunia yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Ingin dengan satu helai rambut mengangkat mereka,
Sepenuhnya memahami zat dan tanda mereka sebagaimana apa adanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Lingkaran pegunungan yang tidak terbatas dan tidak terhitung jumlahnya
Ingin membuatnya masuk sepenuhnya ke dalam satu pori rambut,
Mengetahui besarnya mereka sebagaimana apa adanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Dengan satu suara halus yang hening-tenang dan damai
Ingin berkhotbah sesuai dengan semua jenis  makhluk di sepuluh penjuru,
Dan menyebabkan semua memahami dengan jelas dan murni,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Segala sesuatu yang diucapkan oleh semua makhluk hidup
Mengungkapkannya dalam satu kata,
Ingin mengetahui sifat alami diri mereka,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Menghasilkan semua ucapan suara dunia
Menyebabkan semua orang menyadari kedamaian nirvana,
Ingin mencapai lidah yang menakjubkan seperti itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua dunia di sepuluh penjuru arah,
Dengan tanda-tanda pembentukan dan peluruhannya,
Ingin semua bisa melihat dan mengetahui bahwa itu dihasilkan dari gagasan pikiran,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua dunia di sepuluh penjuru arah,
Dipenuhi dengan para Tathagata.
Ingin mengetahui semua Dharma dari para Buddha itu,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Tubuh yang tidak terhitung dari perubahan wujud yang bervariasi,
Setara dengan banyaknya butiran debu di semua dunia,
Ingin sepenuhnya memahaminya bahwa itu muncul dari pikiran,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Di masa lalu, masa depan, dan sekarang,
Ada para Tathagata yang tidak terbatas, tidak terhitung jumlah-Nya,
Ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui semua-Nya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin menjelaskan satu ucapan Dharma,
Selama asamkhyeya kalpa tanpa habis-habisnya,
Dan namun setiap ungkapan dan artinya tidak sama,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Semua makhluk hidup di sepuluh penjuru,
Memiliki tanda perputaran kelahiran dan kematian,
Ingin dalam sekejap satu pikiran mengetahui semuanya,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Ingin dengan perbuatan dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
Pergi ke mana pun di sepuluh penjuru tanpa halangan,
Dan memahami bahwa tiga masa waktu adalah yang kosong dan tiada,
Oleh sebab ini, para Bodhisattva pertama kali membuat tekad.

Setelah membangkitkan tekad Bodhi,
Mereka harus pergi ke semua ksetra di sepuluh penjuru,
Untuk memuliakan dan memberikan persembahan kepada semua Tathagata,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.

Bodhisattva dengan berani mencari Jalan Buddha,
Tinggal berdiam dalam kelahiran dan kematian tanpa lelah,
Dan berkhotbah kepada orang lain agar mengikuti Dharma,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.

Di dalam ksetra yang tanpa batas di sepuluh penjuru,
Di setiap itu bertindak sebagai Pemimpin Yang Terhormat.
Mengajarkan seperti ini kepada semua Bodhisattva,
Oleh sebab itu mecapai Avaivartika.

Yang Tertinggi, paling mulia, dan paling utama,   
Yang Mendalam, Dharma yang halus dan murni,   
Mendorong para Bodhisattva untuk mengajarkannya kepada orang-orang,                                                                 
Oleh sebab itu, menjadi terpisah dari penderitaan.

Alam kemenangan yang tidak tergoyahkan,
Tiada bandingan di semua dunia,
Selalu memuji itu kepada para Bodhisattva,
Oleh sebab itu, menyebabkan mereka mencapai Avaivartika.

Buddha, sang Lokanatha yang berkekuatan besar,
Dipenuhi dengan semua kualitas kebajikan,
Membuat para Bodhisattva tinggal berdiam disini,
Dengan cara itu mengajar Mereka menjadi Yang Unggul.

Tempat para Buddha yang tidak terbatas dan tidak terhitung berdiam,
Berangkat ke sana mengunjungi-Nya.
Selalu bergabung dalam perkumpulan majelis para Buddha,
Oleh sebab itu mencapai Avaivartika.

Semua samadhi yang hening-tenang,
Dijelaskan sepenuhnya tanpa pengecualian,
Membabarkannya kepada para Bodhisattva,
Oleh sebab itu mencapai Avaivartika.

Menghancurkan roda kelahiran dan kematian,
Memutar roda Dharma yang murni dan indah,
Tidak melekati semua dunia,
Yang seperti ini adalah ajaran untuk Bodhisattva.

Semua makhluk hidup jatuh ke jalan jahat,
Terikat dan tertekan oleh penderitaan yang tidak terbatas.
Menjadi tempat perlindungan dan penyelamat mereka:
Adalah ajaran untuk Bodhisattva.

Demikianlah Kediaman dari pertama kali menghasilkan tekad dari Bodhisattva,
Dengan satu pikiran mencari Jalan Yang Tiada Tanding.
Sama seperti Dharma yang saya ucapkan,
Begitu juga Dharma dari semua Buddha.

Dalam kediaman kedua dari mempersiapkan dasar,
Para Bodhisattva harus memunculkan pikiran seperti ini:
"Semoga semua makhluk hidup yang di sepuluh penjuru arah,
Mengikuti Dharma dari para Tathagata.”

Pikiran memberi manfaat, menyayangi, menentramkan,
Pikiran mendirikan mereka dengan damai, mengasihi, dan menerima,
Pikiran melindungi makhluk hidup, menganggapnya sama dengan diri sendiri,
Pikiran tentang sebagai Guru Pembimbing.

Setelah tinggal berdiam dalam keadaan pikiran yang unggul ini,
Kemudian Mereka diarahkan belajar dan berlatih,
Selalu senang dalam meditasi yang benar dan hening-tenang,
Dan mendekati semua teman yang berkebajikan.

Berbicara halus dan menyenangkan, tanpa kasar.
Selalu berbicara pada waktu yang tepat dan juga tanpa takut.
Memahami makna dari Dharma dan bertindak dengan sesuai,
Menjauh dari ketidaktahuan dan kebingungan, pikiran tidak bergerak.

Begitulah pembelajaran awal dari Bodhisattvacarya.
Mereka yang dapat mempraktikkan perilaku ini adalah putra Buddha sejati.
Sekarang saya sudah menjelaskan apa yang harus dipraktekkan,
Para putra Buddha harus rajin belajar dengan cara ini.

Bodhisattva di Kediaman ketiga dari praktek,
Harus mengandalkan ajaran Sang Buddha untuk merenungkan dengan tekun
Semua gejala kejadian sebagai yang tidak abadi, penderitaan, dan yang kosong,
Tanpa diri atau perwujudan tubuh (pudgala), dan tanpa ciptaan.

Semua gejala kejadian tidak bisa dinikmati;
Mereka tidak memiliki nama seperti itu, dan tiada lokasi.
Mereka tanpa pembedaan, dan tidak nyata.
Orang yang merenungkan dalam cara ini disebut Bodhisattva.

Kemudian Mereka dibuat merenungkan alam makhluk hidup
Dan didorong untuk merenungkan dharmadhatu;
Semua perbedaan dunia yang beranekaragam,
Semua ini Mereka harus didorong untuk merenungkannya.

Di dunia sepuluh penjuru, dan ruang angkasa,
Seluruh tanah, air, api, dan angin,
Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu,
Mereka harus didorong untuk merenungkan semua ini.

Memeriksa setiap perbedaan dari alam-alam itu.
Zat dan sifat alaminya hingga menyeluruh.
Memperoleh ajaran seperti ini dan rajin mengolahnya,
Mereka kemudian disebut putra Buddha sejati.

Bodhisattva di kediaman keempat dari kelahiran mulia,
Terlahir dari semua ajaran yang bijaksana.
Sepenuhnya memahami semua keberadaan sebagai yang tiada,
Dia melampaui gejala kejadian dan lahir di dharmadhatu.

Keyakinannya pada Buddha adalah yang kukuh dan tidak dapat dihancurkan.
Merenungkan gejala kejadian sebagai yang diam dan nirvana, pikirannya damai.
Terhadap semua makhluk hidup, Dia sepenuhnya mengerti,
Bahwa sifat alami mereka kosong, dan tidak nyata.

Dunia, ksetra, karma, dan ganjaran,
Kelahiran, kematian, dan nirvana, adalah yang juga begitu.
Para putra Buddha yang merenungkan gejala kejadian dalam cara ini,
Adalah yang lahir dari Buddha dan disebut putra Buddha.

Semua Buddhadharma dari masa lalu,
Masa depan, dan masa sekarang,
Memahaminya, mengumpulkannya dan menyempurnakannya.
Dalam cara ini, pembelajarannya menjadi yang tertinggi.

Semua Tathagata dari masa lalu, masa depan, dan sekarang,
Bisa merenungkan semua-Nya sebagai yang sama,
Berbagai macam perbedaan tidak dapat ditemukan.
Orang yang merenungkan dalam cara itu, menembus tiga masa waktu.

Seperti sekarang Saya menyatakan dan memuji
Semua kualitas kebajikan dari kediaman keempat,
Jika orang mengandalkan Dharma dengan rajin mempraktekkannya,
Maka akan cepat menyelesaikan Anuttara Samyaksambodhi.

Selanjutnya, kediaman Kelima dari Bodhisattva,
Disebut Kediaman dari pencapaian upaya-kausalya.
Secara mendalam memasuki upaya-kausalya yang tanpa batas,
Dan menghasilkan karma kualitas kebajikan tertinggi.

Himpunan kualitas kebajikan yang dikembangkan oleh para Bodhisattva,
Adalah untuk menyelamatkan semua makhluk hidup.
Dengan pikiran terkonsentrasi, membantu dan melimpahkan kebahagiaan,
Dengan satu tujuan, oleh belas-kasihan, membebaskan mereka.

Demi semua makhluk, menghilangkan banyak kesulitan,
Memimpin mereka semua keluar dari keberadaan dan membahagiakan mereka,
Menaklukkan mereka semua tanpa kehilangan satupun,
Menyebabkan mereka dipenuhi kebajikan menuju Nirvana.

Semua makhluk hidup tidak terbatas,
Tidak terhingga, tidak terhitung, dan tak terbayangkan banyaknya.
juga tidak dapat diukur, atau dibandingkan.
Para Bodhisattva menerima Dharma ini dari Tathagata.

Para putra Buddha di Kediaman Kelima ini,
Menyempurnakan upaya-kausalya untuk menyelamatkan makhluk hidup.
Sang Bhagavan yang berpengetahuan besar, dengan semua kebajikan,
Membangkitkan Mereka dengan Dharma ini.

Kediaman keenam dari penyempurnaan pikiran yang benar.
Tiada kebingungan tentang sifat alami diri dari gejala kejadian.
Bermeditasi dengan perhatian yang benar dan terpisah dari pembedaan.
Semua dewa dan manusia tidak dapat mengganggunya.

Mendengar pujian atau fitnah kepada Buddha atau Buddhadharma,
Atau kepada para Bodhisattva dan perilaku yang Mereka praktekkan,
Atau bahwa makhluk hidup adalah yang terbatas atau tanpa batas,
Atau tercemar atau tidak tercemar, sulit atau mudah diselamatkan,
Atau dharmadhatu itu besar atau kecil, diciptakan atau dihancurkan,
Atau itu ada atau tidak ada, pikiran Mereka tidak bergerak.
Di masa lalu, masa depan, dan masa sekarang,
Pikiran Mereka yang cermat selalu pasti.

Bahwa semua gejala kejadian adalah yang tanpa ciri-ciri,
Tanpa zat, tanpa sifat alami diri, kosong dan tidak nyata,
Seperti ilusi, seperti mimpi, melampaui gagasan pikiran:
Mereka selalu senang mendengar ajaran seperti itu.

Para Bodhisattva di kediaman ketujuh dari yang tanpa kemunduran,
Tidak pernah mundur walaupun mendengar apapun,
Tentang Buddha, Dharma, atau Bodhisattva,
Apakah Mereka ada atau tidak, meloloskan diri atau tidak meloloskan diri,
Apakah ada atau tidak ada para Buddha,
Di masa lalu, masa depan, masa sekarang,
Apakah pengetahuan Buddha terbatas atau tidak terbatas,
Apakah masa lalu - masa depan - masa sekarang memiliki satu tanda atau beranekaragam,
Satu adalah banyak, banyak adalah satu,
Ungkapan sesuai dengan makna, makna sesuai dengan ungkapan;
Demikianlah itu terjadi secara saling bergantungan:
Inilah yang harus dijelaskan oleh Mereka yang tanpa kemunduran.

Apakah gejala kejadian memiliki tanda atau tidak,
Apakah gejala kejadian memiliki sifat alami atau tidak;
Berbagai macam perbedaan saling menggolongkannya:
Orang begitu mendengar ini, mencapai yang tertinggi.

Para Bodhisattva di Kediaman kedelapan dari usia muda yang murni,
Menyelesaikan tindakan dari tubuh, ucapan, dan pikiran,
Semuanya murni, dan tanpa kesalahan.
Mereka bebas mengambil kelahiran sesuai yang dikehendaki,
Dan mengetahui kecenderungan pikiran makhluk hidup,
Berbagai macam pemahaman mereka, yang masing-masing berbeda,
Dan setiap kualitas yang mereka miliki,
Dan Tanda-tanda penciptaan dan penghancuran ksetra di sepuluh penjuru,
Hingga dengan cepat memperoleh kekuatan batin yang menakjubkan,
Pergi ke mana saja sesuai dengan pikiran dalam sekejap,
Mendengar Dharma di hadapan para Buddha,
Dan memuji praktek Mereka tanpa lelah.
Memahami semua Buddhaksetra,
Menggoncang, menyokong, merenungkannya,
Pergi melampaui Buddhaksetra yang tidak terhitung,
Berkelana di dunia-dunia yang tidak terbatas,
Demi memeriksa Dharma yang tidak terhitung banyaknya;
Dengan bebas mengambil perwujudan tubuh sesuai keinginan,
Keterampilan berbicaranya meliputi semua tempat,
Saat melayani semua Buddha yang tidak terhitung jumlah-Nya.

Para Bodhisattva di Kediaman kesembilan dari pangeran Dharma,
Bisa melihat kelahiran berbeda-beda yang dialami para makhluk hidup;
Memahami penderitaan dan kebiasaan mereka,
Mengetahui Upaya-kausalya yang cocok untuk diterapkan.

Semua Dharma yang berbeda-beda, dan cara sikapnya,
Perbedaan dunia, masa lampau dan masa depan,
Kebenaran biasa dan tertinggi dari itu,
Semuanya diketahui tanpa kecuali.

Pendirian upaya-kausalya dari Dharmaraja,
Dan Dharma yang dibuat-Nya sesuai dengan posisi itu,
Istana Dharmaraja dan pintu masuknya,
Dan juga yang terlihat didalamnya,
Dharma abhiseka Mahkota Dharmaraja,
Dan kekuatan batin-Nya, adhisthana-Nya, keberanian-Nya,
Tempat istirahat-Nya, dan pujian kepada-Nya,
Dengan ini Mereka menggunakannya untuk mengajar para Dharmaputra.

Menjelaskan semua ini kepada mereka, yang tidak habis-habisnya,
Dan menyebabkan pikiran mereka menjadi tanpa kemelekatan.
Dengan memahami ini, dan mengolah perhatian yang benar,
Semua Buddha muncul di hadapan mereka.

Para putra Buddha sejati di Kediaman kesepuluh dari abhiseka mahkota,
Menyempurnakan Dharma yang paling tinggi.
Semua dunia yang tak terhitung jumlahnya di sepuluh penjuru,
Bisa dibuatnya berguncang, dan memancarkan cahaya yang menyinari seluruhnya.

Menyokong dan menjelajahi semuanya tanpa kecuali.
Sepenuhnya memurnikan dan menghiasi semuanya.
Mereka mengajar para makhluk hidup yang tidak terhitung jumlahnya,
Mengamati dan mengetahui indera mereka dengan lengkap.

Juga, membangunkan dan menundukkan para makhluk yang tidak terbatas.
Menyebabkan mereka semua cenderung menuju Maha Bodhi.
Mengamati seluruh dharmadhatu,
Pergi ke semua ksetra di sepuluh penjuru.

Perwujudan tubuh dan perbuatan Mereka disana,
Kekuatan batin dan perubahan wujud Mereka adalah yang tidak terukur.
Semua sulit dipahami.
Semua keadaan Buddhaksetra diseluruh tiga masa waktu,
Bahkan Pangeran Dharma tidak bisa mengerti.

Pengetahuan tiga masa waktu dari Dia Yang Melihat Semua,
Pengetahuan yang memahami semua Buddhadharma,
Pengetahuan Dharmadhatu yang tidak terhalang dan tidak terbatas,
Pengetahuan yang sepenuhnya mengisi semua dunia,
Pengetahuan yang menerangi dan menopang dunia,
Pengetahuan yang mengetahui semua kualitas makhluk hidup,
Dan Pengetahuan yang mengetahui Samyaksambodhi yang tanpa batas.
Sang Tathagata menjelaskannya terperinci penuh kepada mereka semua.
Dalam cara ini, semua Bodhisattva di Kediaman kesepuluh
Dilahirkan dari perubahan wujud dari Dharma sang Tathagata.
Praktek yang sesuai dengan kualitas kebajikan Mereka,
Tidak dapat dipahami oleh para dewa dn manusia.

Di masa lalu, masa depan, dan saat ini,
Tekad Mereka untuk mencari KeBuddhaan tidak memiliki batas.
Memenuhi semua ksetra di sepuluh penjuru,
Semuanya bertekad mencapai Sarvajnajnana.

Semua ksetra tidak memiliki batas;
Keadaan dari dunia dan makhluk hidup adalah juga begitu.
Ketidaktahuan, perbuatan, dan kecenderungannya masing-masing berbeda.
Berdasarkan itu, Mereka memunculkan niat untuk Bodhi.

Pikiran saat untuk pertama kali mencari Jalan Buddha,
Para makhluk biasa yang duniawi dan,
Bahkan yang dari dua kendaraan tidak bisa tahu seperti apa,
Apalagi praktek kebajikan yang lainnya!

Jika bisa mengangkat dengan sehelai rambut,
Semua dunia yang ada di sepuluh penjuru,
Orang bisa mengetahui para Putra Buddha ini,
Kemajuan Mereka pada kebijaksanaan Tathagata.

Jika bisa menghabiskan tetesan dengan sehelai rambut,
Air dari semua lautan besar di sepuluh penjuru,
Orang bisa mengetahui para Putra Buddha ini,
Praktek kebajikan Mereka dalam sekejap pikiran.

Jika bisa menghaluskan semua dunia menjadi debu,
Mengetahui jumlah setiap butirnya,
Orang seperti itu bisa melihat,
Jalan yang dilalui oleh para Putra Buddha ini.

Para Buddha dari masa lalu, masa depan, dan masa kini di sepuluh penjuru,
Semua Pratyekabuddha, dan Sravakabuddha,
Sepenuhnya dengan berbagai macam 'kekuatan kefasihan (pratibhanabala)',
Mengajarkan tentang pertama kali menghasilkan pikiran Bodhi.

Kebajikan dari menghasilkan tekad ini tidak dapat diukur;
Sepenuhnya mengisi semua alam makhluk hidup,
Kebijaksanaan yang sangat banyak, tidak bisa menghabiskannya dalam kata,
Apalagi semua praktek menakjubkan yang dilaksanakannya!”

12
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: November 18, 2018, 01:35:23 am »

Aryavalokitesvara



Usnisa Vijaya Dharani

Bab 13
Sumerukutarohana-parivartah

Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan sang Tathagata, di dalam benua Jambudvipa dari semua sistem dunia di sepuluh penjuru, terlihat sang Tathagata sedang duduk di bawah pohon Bodhi, di setiap tempat itu ada para Bodhisattva yang menerima kekuatan sang Buddha, sedang menjelaskan Dharma, semuanya berpikir hanya Mereka yang sedang berhadapan dengan sang Buddha di saat itu.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan, tanpa melangkahkan kaki-Nya meninggalkan pohon Bodhi, naik keatas gunung Sumeru dan menuju ke istana Sakra Dewa Indra. Kemudian Sakra Devendra, didepan gedung Sudharma, melihat sang Buddha sedang datang dari jauh, menghiasi istana melalui kekuatan batinnya sendiri. Dia meletakkan tahta singa dari tumpukan cahaya terang, seluruhnya terbuat dari permata yang sangat indah, dengan sepuluh ribu tingkat perhiasan yang berkilau, sepuluh ribu jaring emas yang menutupinya, sepuluh ribu jenis tirai, sepuluh ribu tingkat dari kanopi yang tersusun di sekeliling, sepuluh ribu sulaman sutera seperti pita tirai, sepuluh ribu untaian permata mani terhubung bersama-sama, sepuluh ribu jubah tersebar di tahta itu, sepuluh ribu dewata dan sepuluh ribu Raja Brahma mengelilinginya di depan dan di belakang, sepuluh ribu sinar cahaya menyinarinya.

Kemudian Sakra Devendra, setelah mengatur tahta ini untuk sang Tathagata, membungkukkan diri dan beranjali, dengan hormat menghadap sang Buddha, dan berkata : "Sadhu, Bhagavan, Sadhu, Sugata, Sadhu, Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Tolong berbelas-kasih untuk singgah di Istana ini."

Kemudian sang Buddha, menerima undangannya, memasuki gedung Sudharma. Hal ini juga terjadi ditempat yang sama di semua dunia di sepuluh penjuru. Kemudian, melalui kekuatan batin sang Buddha, semua musik di istana dalam sekejap berhenti, dan Indra mengingat bagaimana dirinya menanam 'akar kebajikan (kusala-mula)' kepada para Buddha di masa lampau, lalu mengucapkan syair-gatha ini :

Kashyapa Tathagata memiliki Maha Karuna,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Penglihatan Kanakamuni tanpa halangan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Krakucchanda sama seperti gunung emas,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Vishvabhu Buddha adalah yang murni tanpa noda,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Shikhin Tathagata adalah yang bebas dari pembedaan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Vipashin Buddha sama seperti bulan purnama,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Pushya dengan jelas menyadari 'Makna Tertinggi (Paramartha)',
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Kefasihan Tishya (Tirnabhasya) Tathagata adalah yang tanpa halangan,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Padma Buddha sepenuhnya murni,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Dipankara Buddha berkilau cemerlang,
Yang tertinggi diantara yang menguntungkan.
Sang Buddha itu telah datang ke istana ini,
Oleh karena itu, tempat ini adalah yang paling menguntungkan.

Sama seperti di dalam dunia ini, Sakra Devendra di surga Trayastimsa, melalui kekuatan sang Buddha, memuji kebajikan dari sepuluh Buddha, begitu juga dengan semua Sakra Dewa Indra di dunia-dunia dari sepuluh penjuru yang juga memuji kebajikan para Buddha. Kemudian sang Bhagavan Buddha memasuki gedung Sudharma dan duduk dengan sikap bunga teratai. Gedung ini tiba-tiba menjadi sangat luas, sama seperti tempat tinggal dari semua rombongan para dewa. Hal yang sama ini juga terjadi di semua dunia di sepuluh penjuru.

 




Aryavalokitesvara



Om Amogha Vairocana Maha Mudra Mani Padma Jvala Pravartaya Hum (Om Putaran Api Dari Bunga Teratai Mutiara Dari Segel Yang Besar Dari Vairocana Yang Tiada Gagal Hum)

Bab 14
Sumerustava-parivartah


Kemudian pada saat itu, melalui kekuatan batin sang Buddha, ada datang berkumpul para Maha Bodhisattva dari setiap sepuluh penjuru arah, masing-masing didampingi oleh para Bodhisattva yang banyaknya seperti butiran debu di Buddhaksetra, datang dari dunia-dunia yang jauh, melampaui ksetra yang banyaknya seperti butiran debu di dalam seratus Buddhaksetra. Nama-nama Mereka yaitu : Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, Samantaprajna Bodhisattva Mahasattva, Paramaprajna Bodhisattva Mahasattva, Punyaprajna Bodhisattva Mahasattva, Viryaprajna Bodhisattva Mahasattva, Hitaprajna Bodhisattva Mahasattva, Jnanaprajna Bodhisattva Mahasattva, Satyaprajna Bodhisattva Mahasattva, Anuttaraprajna Bodhisattva Mahasattva, dan Acalaprajna Bodhisattva Mahasattva. Nama-nama dunia asal Mereka yaitu : Indrapuspa, Padma, Ratnapuspa, Utpala, Vajrapuspa, Gandhapuspa, Anandapuspa, Arunakamalapuspa, Naradharapuspa, dan Akasapuspa. Mereka semua telah mengolah brahmacarya yang murni dihadapan para Buddha; Nama-nama para Buddha itu adalah : Aticandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Anantacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Aksobhyacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vayucandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Jalacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimukticandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Anuttaracandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha,
Naksatracandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vimalacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha, Vijnanacandra Tathagata Arhan Samyaksambuddha. Ketika para Bodhisattva itu tiba di tempat sang Bhagavan, Mereka berlutut ke Kaki sang Bhagavan, dan lalu Masing-masing, di setiap penjuru asal Mereka, menciptakan Simhasana Permata Vairocana, duduk dalam sikap bunga teratai.

Sama seperti para Bodhisattva itu berkumpul diatas puncak gunung Sumeru di dalam dunia ini, begitu juga hal yang sama terjadi di semua dunia. Nama-nama dari para Bodhisattva-nya, dunia-nya, Buddha-nya semuanya sama seperti ini.

Kemudian pada saat itu, sang Bhagavan memancarkan ratusan ribu miliar sinar cahaya yang berwarna indah dari ujung jari kaki-Nya, yang menerangi semua dunia di sepuluh penjuru, sehingga para Buddha dan perkumpulan majelis di dalam istana Sakra Devendra di atas puncak gunung Sumeru semuanya bisa terlihat.

Kemudian Dharmaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sang Buddha memancarkan sinar murni,
Memperlihatkan semua Pembimbing Dunia,
Yang singgah di gedung Sudharma,
Di atas puncak gunung Sumeru.
 
Semua Sakra Deva Indra,
Mengundang sang Buddha kedalam istana.
Mereka semua dengan sepuluh syair-gatha yang indah,
Memuji para Tathagata.

Diantara perkumpulan majelis yang besar itu,
Ada kelompok para Bodhisattva,
Datang dari sepuluh penjuru,
Duduk dengan tenang di tahta yang diciptakannya.

Para Bodhisattva di dalam perkumpulan itu,
Semua namanya sama seperti Kami,
Dan nama ksetra asal Mereka,
Juga sama namanya.

Para Bhagavan dari ksetra Mereka,
Memiliki nama yang sama juga.
Masing-masing dengan Buddha-nya,
Mengolah praktek murni yang tiada tanding.

Anda, Kulaputra, harus merenungkan,
Kekuatan bebas dari para Tathagata.
Di dalam semua jambudvipa,
Semuanya berpikir sang Buddha ada disana.

Sekarang kita melihat sang Buddha,
Ada diatas puncak gunung Sumeru,
Adalah yang sama dengan yang ada di sepuluh penjuru,
Dikarenakan oleh kekuatan bebas dari sang Tathagata.

Di dalam semua dunia,
Mereka bertekad mencari jalan keBuddhaan,
Dengan mengandalkan ikrar ini,
Mengolah Bodhisattvacarya.

Sang Buddha, dengan berbagai jenis Tubuh,
Menjelajah di semua dunia,
Tanpa halangan di Dharmadhatu,
Melampaui pemahaman semua orang.

Cahaya kebijaksanaan-Nya terus menyinari semua,
Melenyapkan semua kegelapan di dunia;
Sama sekali tiada bandingannya,
Bagaimana bisa dipahami?

Kemudian Samantaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Bahkan jika orang selalu melihat sang Tathagata,
Selama ratusan ribu kalpa,
Namun tidak mengandalkan kebenaran sejati,
Dalam melihat sang Penyelamat Dunia,
Orang seperti ini mencengkram bentuk-rupa,
Dan meningkatkan jaring ketidaktahuan dan khayalan,
Terbelenggu dalam penjara kelahiran dan kematian,
Buta, tidak bisa melihat sang Buddha.

Mengamati semua gejala kejadian,
Sebagai yang tanpa keberadaan diri.
Hal yang sama juga berlaku bagi kemunculan dan peluruhannya,
Yang hanyalah penamaan sementara.
Semua gejala kejadian tidak dilahirkan,
Semua gejala kejadian adalah yang abadi;
Bagi orang yang memahami ini,
Sang Buddha akan selalu tampil.

Sifat alami dari gejala kejadian pada dasarnya kosong dan diam tenang,
Tiada cengkraman dan tiada penglihatan.
Kekosongan dari sifat alami diri adalah sang Buddha;
Itu tidak bisa dinilai dalam pikiran.
Jika orang mengetahui sifat alami diri
Dari semua gejala kejadian adalah yang seperti ini,
Orang ini tidak akan tercemar
Oleh penderitaan.

Orang awam melihat segala sesuatu,
Hanya mengejar bentuk-rupa,
Dan tidak menyadari gejala kejadian tiada bentuk-rupa;
Oleh sebab ini, mereka tidak melihat sang Buddha.

Sang Muni telah melampaui tiga masa waktu,
Dipenuhi dengan tanda-tanda besar,
Tinggal berdiam dalam tiada hunian,
Ada meliputi dimana-mana tanpa berpindah.

Saya mengamati semua gejala kejadian,
Dan dengan jelas memahaminya;
Sekarang Saya melihat sang Tathagata,
Dengan kepastian, terbebas dari keraguan.

Dharmaprajna telah menjelaskan,
Sifat alami yang sesungguhnya dari Tathagata;
Darinya Saya telah mengerti,
Bodhi adalah yang tidak terbayangkan.

Kemudian Paramaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Kebijaksanaan Besar dari sang Tathagata,
Adalah yang langka, melampaui perbandingan;
Semua makhluk di dalam dunia,
Tidak bisa mencapainya dalam pikiran.

Orang awam yang pandangannya terperdaya,
Mencengkram bentuk-rupa dan tidak benar.
Sang Buddha melampaui semua bentuk-rupa,
Jadi, tidak dalam pandangan mereka.

Orang bodoh yang terperdaya,
Dengan salah mencengkram 'lima kumpulan (panca-skandha)',
Tidak memahami sifat alaminya yang sesungguhnya;
Orang seperti ini tidak melihat sang Buddha.

Mengetahui bahwa semua gejala kejadian
Tidak memiliki sifat alami keberadaan diri;
Memahami sifat alami gejala kejadian dalam cara ini,
Akan segera melihat sang Nishyanda.

Disebabkan oleh panca-skandha yang mendahului,
Skandha lain yang mengikuti terus timbul;
Memahami sifat alami ini,
Akan melihat sang Buddha yang tidak terbayangkan.

Sama seperti permata di dalam kegelapan,
Tidak bisa dilihat jika tiada lampu.
Demgan tiada yang menjelaskan Buddhadharma,
Bahkan yang pandai tidak akan memahaminya.

Dan sama seperti mata yang kabur,
Tidak bisa melihat warna murni yang indah.
Begitu juga dengan pikiran yang tidak murni,
Tidak bisa melihat Buddhadharma.

Dan sama seperti matahari terang yang jelas,
Tidak bisa dilihat oleh yang buta.
Mereka yang tanpa kebijaksanaan,
Tidak akan pernah bisa melihat sang Buddha.

Jika bisa menghilangkan kekaburan mata,
Dan membuang gagasan tentang bentuk-rupa,
Dan tidak melihat dalam hal gejala kejadian,
Maka bisa melihat sang Tathagata.

Samantaprajna telah menjelaskan,
Kualitas Bodhi dari sang Buddha.
Darinya Saya telah mendengar,
Dan bisa melihat sang Nishyanda.

Kemudian Punyaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Gejala kejadian tanpa kenyataan yang sesungguhnya;
Karena dengan salah melekatinya sebagai yang nyata,
Oleh sebab itu para orang awam,
Berputar dalam penjara kelahiran dan kematian.

Gejala kejadian yang diungkapkan dengan kata,
Mereka yang sedikit kebijaksanaan salah membedakan.
Dan oleh sebab itu menciptakan rintangan,
Tidak memahami pikirannya sendiri.

Jika tidak memahami pikiran sendiri,
Bagaimana bisa mengetahui jalan yang benar?
Berdasarkan pikiran yang terbingungkan,
Semua pandangan jahat meningkat.

Tidak melihat semua gejala kejadian sebagai yang kosong,
Selalu menderita kesakitan dari lahir dan mati,
Ini disebabkan oleh orang seperti itu,
Masih belum bisa menggunakan Mata Dharma yang murni.

Di masa lampau, Saya mengalami penderitaan,
Karena Saya tidak melihat Buddha.
Jadi, orang harus memurnikan Mata Dharma,
Dan melihat yang harus dilihat.

Jika orang bisa melihat sang Buddha,
Pikiran akan tanpa kemelekatan;
Orang seperti ini lalu bisa melihat,
Dharma yang diketahui sang Buddha.

Jika orang bisa melihat Satya-Dharma sang Buddha,
Maka dia dikatakan yang memiliki kebijaksanaan besar;
Orang ini memiliki mata yang murni,
Dan bisa mengamati dunia.

Tiada pandangan yang melihat,
Yang bisa melihat semua gejala kejadian;
Jika orang memiliki pandangan tentang gejala kejadian,
Ini tidak melihat apapun.

Sifat alami dari semua gejala kejadian,
Tiada asal mula dan tiada akhir.
Alangkah menakjubkan sang Maha Nayaka,
Yang telah terbangkitkan, dan membangkitkan yang lain.

Paramaprajna telah menjelaskan,
Dharma yang dicapai sang Tathagata.
Karena sekarang Kami telah mendengar darinya,
Bisa mengetahui sifat alami Buddha yang sesungguhnya.

Kemudian Viryaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Jika tinggal berdiam pada pembedaan,
Akan menghancurkan kemurnian mata;
Kebodohan, pandangan salah, meningkat,
Dan orang tidak akan pernah melihat Buddha.

Jika bisa mengerti yang salah,
Sebagaimana apa adanya, tanpa khayalan,
Dan mengetahui asal dari khayalan adalah kenyataannya sendiri,
Penglihatan orang pada sang Buddha akan menjadi murni.

Jika ada pandangan, ini adalah kekotoran
Karena ini bukanlah melihat yang sesungguhnya.
Melalui melenyapkan semua pandangan
Maka orang bisa melihat sang Buddha.

Menyebut gejala kejadian dalam penamaan duniawi
Orang secara salah menanggapi;
Dengan mengetahui dunia adalah yang seluruhnya tiada lahir,
Maka orang melihat dunia sebagaimana yang sesungguhnya.

Jika orang melihat dunia melalui penglihatan itu,
Kemudian merasakan bahwa cirinya bersifat duniawi,
Namun ciri-ciri itu tidak berbeda dari kenyataan yang sesungguhnya.
Ini dinamakan penglihatan yang sesungguhnya.

Jika orang melihat semua objek sebagai yang sama, tidak berbeda,
Dan tidak melakukan pembedaan di antaranya,
Penglihatan seperti ini terbebas dari khayalan;
Tanpa arus keluar, mencapai pembebasan.

Semua gejala kejadian yang berbeda,
Yang diungkapkan oleh Buddha,
Tidaklah mungkin dipahami,
Karena sifat alaminya adalah yang murni.

Sifat alami gejala kejadian adalah yang pada dasarnya murni,
Seperti ruang angkasa, tiada tanda.
Tiada apapun yang bisa dijelaskan dalam kata.
Begitulah orang bijaksana merenungkannya.

Berpisah dari pikiran tentang gejala kejadian,
Tidak bersenang-senang dalam semua gejala kejadian,
Tiada apapun yang untuk dikerjakan,
Maka orang bisa melihat sang Maha Muni.

Seperti yang dijelaskan Punyaprajna,
Inilah yang dinamakan Dia Yang Melihat Buddha.
Semua praktek adalah yang,
Kosong oleh sifat alaminya.

Kemudian Hitaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Sungguh langka sang Maha Vira,
Para Tathagata yang tidak terhitung,
Tanpa noda, pikiran-Nya bebas;
Terbebaskan sendiri, membebaskan yang lain.

Saya melihat sang Lampu Dunia,
Sebagaimana apa adanya, tanpa khayalan,
Karena yang telah menghimpun kebijaksanaan
Selama kalpa bisa melihat-Nya.

Perbuatan orang awam,
Seluruhnya cepat lenyap;
Namun Sifat alaminya seperti ruang angkasa,
Jadi dikatakan yang tanpa akhir.

Saat orang bijak mengatakan tentang yang tanpa akhir,
Ini masih tidak mengatakan apapun.
Karena sifat alami diri adalah yang tanpa akhir,
Keadaan seperti itu adalah yang tidak terbayangkan.

Di dalam yang dikatakan tanpa akhir,
Tiada makhluk hidup;
Memahami sifat alami gejala kejadian seperti ini,
Orang bisa melihat sang Maha Yasas.

Tiada pandangan adalah yang dinamakan penglihatan,
Tiada lahir adalah yang dinamakan makhluk;
Apakah pandangan atau makhluk,
Mengetahui itu adalah yang tiada sifat alami yang nyata,
Sang Resi membuang semua
Penglihatan dan objek penglihatan;

Melalui tidak menghancurkan kenyataan,
Orang seperti ini memahami sang Buddha.

Jika orang memahami sang Buddha,
Dan Dharma yang diucapkan sang Buddha,
Maka bisa menyinari dunia,
Seperti yang dilakukan sang Nishyanda Buddha.

Sang Samyaksambuddha dengan baik menunjukkan,
Jalan yang murni dari satu kebenaran;
Sang Viryaprajna Mahasattva,
Menjelaskan gejala kejadian yang tidak terhitung.
Apakah keberadaan atau tiada keberadaan,
Semua gagasan pikiran seperti itu dibuang.
Dengan begitu bisa melihat sang Buddha,
Dan tinggal berdiam di dharmadhatu.

Kemudian Jnanaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Setelah mendengar Dharma terunggul,
Saya menghasilkan cahaya kebijaksanaan,
Menyinari semua alam di sepuluh penjuru,
Melihat semua Buddha.

Tiada sesuatu sekecil apa pun yang ada;
Yang ada hanya nama sementara.
Dengan berpikir ada diri dan orang
Adalah memasuki jalan yang berbahaya.

Orang awam dengan cengkraman kemelekatannya,
Berpikir bahwa tubuh itu sungguh ada.
Sang Tathagata tidak melekat pada apapun;
Oleh karena itu mereka tidak pernah melihat-Nya.

Orang-orang seperti itu tidak memiliki mata kebijaksanaan;
Mereka tidak dapat melihat sang Buddha.
Berputar dalam lautan kelahiran-kematian,
Selama kalpa yang tidak terhitung jumlahnya.

Gagasan pikiran dikatakan kelahiran-kematian,
Sedangkan ketiadaan gagasan pikiran adalah Nirvana.
Kelahiran-kematian dan Nirvana
Tidaklah bisa dipahami.

Orang yang mengejar nama sementara,
Dan melekat pada dua gejala kejadian ini,
Tidak sesuai dengan kenyataan,
Tidak tahu jalan yang menakjubkan dari sang Muni.

Orang yang menghasilkan gagasan pikiran:
"Inilah Buddha, inilah yang paling unggul,"
Tertipu, ini bukanlah kebenaran yang sesungguhnya;
Oleh sebab itu, tidak bisa melihat sang Samyaksambuddha.

Orang yang memahami 'tubuh instisari sesungguhnya (Dharmakaya)',
Ciri diam-tenang dari 'kebenaran apa adanya (tathata)',
Maka bisa melihat sang Samyaksambuddha,
Melampaui ranah ucapan bahasa.

Gejala kejadian yang diungkapkan dalam kata,
Tidak bisa mengungkapkan ciri kenyataan yang sesungguhnya.
Hanya melalui 'meditasi ketenangan yang sunyi (śamatha)' orang bisa melihat,
Gejala kejadian, dan juga sang Buddha.

Para Samyaksambuddha dari masa lalu,
sekarang dan masa depan,
Memotong putus selamanya akar pembedaan,
Oleh karena itu, Mereka dikenal sebagai Buddha.

Kemudian Satyaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Lebih baik saya menderita di neraka,
Dan bisa mendengar nama Buddha,
Daripada menikmati kebahagiaan tanpa batas
Namun tidak mendengar nama Buddha.

Selama kalpa yang tak terhitung jumlahnya di masa lalu,
Menderita kesengsaraan dan celaka,
Berputar dalam kelahiran dan kematian,
Karena tidak mendengar nama Buddha.

Tidak tertipu oleh gejala kejadian,
Menyadarinya sebagaimana apa adanya,
Berpisah dari semua gejala kejadian yang berkondisi,
Inilah yang dinamakan Anuttara Samyaksambodhi.

Tidak berkondisi di masa sekarang,
Tidak juga di masa lampau dan masa depan;
Semua gejala kejadian tiada tanda;
Inilah Dharmakaya sang Buddha.

Jika dalam cara ini orang merenungkan,
Makna yang mendalam dari gejala kejadian,
Maka bisa melihat semua Buddha,
Dan tampilan yang sesungguhnya dari Dharmakaya.

Melihat apa yang sesungguhnya sebagai yang sesungguhnya,
Dan apa yang tidak sesungguhnya sebagai yang tidak sesungguhnya,
Pemahaman yang tertinggi seperti itu,
Adalah alasan untuk nama Buddha.

Buddhadharma tidak bisa disadari.
Memahami ini dinamakan menyadari Dharma.
Para Buddha mempraktekkan cara ini:
Tiada satupun gejala kejadian yang bisa dipahami.

Mengetahui yang satu menghasilkan yang banyak,
Dan yang banyak menghasilkan yang satu,
Menyadari semua gejala kejadian tiada dasar,
Dan hanya timbul dari percampuran.

Tiada pencipta atau ciptaan,
Gejala kejadian timbul dari gagasan pikiran.
Bagaimana bisa mengetahui itu begitu?
Karena selain ini tiada.

Semua gejala kejadian tiada menghuni,
Tanpa tempat tinggal yang tetap.
Para Buddha tinggal berdiam dalam keadaan ini,
Pada yang tertinggi, tidak tergoyahkan.

Kemudian Anuttaraprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Mahasattva yang tiada tanding,
Melenyapkan gagasan pikiran tentang makhluk hidup.
Tiada yang melampauinya;
Oleh sebab itu, Dia dinamakan Anuttara.

Keadaan yang dicapai oleh para Buddha
Diperoleh tanpa pembuatan dan tanpa pembedaan.
Yang kasar tiada keberadaan,
Dan begitu juga yang halus.

Keadaan dari praktik para Buddha
Melampaui bilangan.
Samyaksambodhi terpisah dari bilangan:
Inilah Dharma sejati dari para Buddha.

Cahaya sang Tathagata menyinari semua,
Menghilangkan kesuraman dan kegelapan.
Namun, cahaya ini tidak bersinar
Juga tidak tanpa sinar.

Tidak melekat pada gejala kejadian,
Tiada pikiran dan tiada noda.
Tiada menghuni, tiada tempat tinggal,
Yang tanpa rintangan adalah sifat alami gejala kejadian.

Dalam semua itu, tiada dua,
Juga tidak ada satupun.
Sang Bijaksana Besar yang melihat dengan baik,
Tinggal berdiam sesuai dalam kebenaran ini.

Dalam ketidakberadaan, tiada dua,
Juga tidak ada ketiadaan dua.
Triloka sepenuhnya kosong:
Ini adalah pemahaman para Buddha.

Orang awam, bingung dan tidak tercerahkan,
Atas bimbingan Buddha, datang tinggal di dalam Dharma.
Semua gejala kejadian tiada tempat tinggal.
Memahami ini, melihat dirinya sendiri.

Tidak ada tubuh, namun tubuh dibicarakan.
Tidak ada yang muncul, namun kemunculan diwujudkan.
ketiadaan tubuh dan penglihatan
Adalah tubuh Buddha yang tiada tanding.

Satyaprajna telah menjelaskan
Sifat alami dari Buddhadharma yang halus.
Orang yang mendengar Dharma ini
Akan mencapai mata yang murni.

Kemudian Acalaprajna Bodhisattva Mahasattva, melalui kekuatan sang Buddha, mengamati sepuluh penjuru, mengucapkan syair-gatha ini :

Luar biasa pancaran sinar yang besar,
Dari sang Vira yang berani dan tiada tanding.
Dia muncul di dunia,
Demi menyelamatkan yang terperdaya.

Sang Buddha mengamati semua makhluk,
Dengan hati penuh belas kasih besar,
Melihat mereka yang di triloka,
Menderita berulang-ulang.

Kecuali sang Samyaksambuddha,
Sang guru yang dihormati, yang penuh kebajikan,
Tidak ada yang bisa menyelamatkan
Semua manusia dan dewa.

Jika para Buddha dan para Bodhisattva
Tidak muncul di dunia,
Tidak satu pun makhluk hidup
Akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan.

Sang Bhagavan, sang Tathagata,
Sang Arhan Samyaksambuddha,
Muncul di dalam dunia,
Memberikan kebahagiaan kepada makhluk hidup.

Jika orang melihat sang Tathagata,
Itu adalah mendapatkan keuntungan besar;
Mendengar nama Buddha dan mengembangkan keyakinan,
Adalah menara bagi dunia.

Kami melihat para Bhagavan,
Sehingga memperoleh keuntungan yang besar;
Mendengar Dharma yang luar biasa ini,
Akan mencapai Bodhi.

Di masa lalu, para Bodhisattva,
Melalui kekuatan batin sang Buddha,
Mencapai mata kebijaksanaan yang murni,
Dan memahami keadaan para Buddha.

Sekarang kita melihat sang Nishyanda,
Dan keyakinan murni telah berlipat ganda.
Kebijaksanaan Buddha yang tidak terbatas
Tidak pernah bisa sepenuhnya diungkapkan.

Bahkan jika para Bodhisattva,
Seperti Paramaprajna, dan Saya, Acalaprajna,
Membabarkannya selama kalpa yang tidak terhitung,
Tidak pernah bisa sepenuhnya mengungkapkannya.




____________________________________________________________________
Lima Kumpulan (pañca-skandha). Makhluk hidup tersusun dari lima kumpulan: rūpa (bentuk), vedanā (perasaan), saṁjñā (tanggapan penglihatan/gagasan), saṁskāra (pembentukan pikiran), dan vijñāna (kesadaran). Yang pertama adalah benda berwujud dan empat lainnya adalah pikiran. Karena empat ini bukan benda berwujud, hanya ditampilkan dalam bahasa penamaan, pañca-skandha diringkas sebagai Nama dan Rupa. Skandha juga berarti yang menutupi atau menyembunyikan, dan pekerjaan tetap dari pañca-skandha adalah menyembunyikan Tathatā (kenyataan yang sesungguhnya) dari makhluk hidup.

13

Aryavalokitesvara



Arya Sariputra

Bab 12
Sattvottara-bodhisattva-upadesa-parivartah


Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva, setelah menjelaskan kualitas kebajikan besar dari karma murni yang tidak menyimpang dan tidak tercemar, ingin menimbulkan kualitas kebajikan dari cita-cita mencapai Bodhi, berkata kepada Sattvottara Bodhisattva Mahasattva :

Karena sekarang, Saya, demi para Bodhisattva,
telah menjelaskan pemurnian karma yang diolah oleh para Tathagata di masa lampau;
Anda juga, Maitri, di dalam perkumpulan majelis ini 
Agar menjelaskan dengan lengkap kualitas kebajikan tertinggi dari penerapan karma.

Kemudian Sattvottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Sadhu, Maitri, dengarlah dengan jelas.
Kualitas kebajikan itu tidak bisa diukur:
Sekarang Saya akan menguraikan sedapatnya,
Namun itu hanyalah setetes dari lautan saja.

Ketika pertama kali Bodhisattva menetapkan sang Jalan,
Berikrar untuk mencari dan mencapai Bodhi sang Buddha,
Kebajikan itu adalah yang tidak terbatas,
Tidak bisa diukur, melampaui perbandingan.

Lebih banyak lagi, melewati kalpa tanpa batas yang tidak terhitung,
Sepenuhnya mempraktekkan kualitas kebajikan dari Bhumi dan Paramita;
Bahkan semua Buddha dari sepuluh penjuru,
Bersama-sama tidak bisa sepenuhnya menjelaskannya semua.

Untuk kualitas kebajikan yang tanpa batas ini,
Sekarang Saya akan membabarkannya sedikit,
Seperti angkasa yang di langkahi oleh kaki seekor burung,
Atau seperti sebutir debu di prthivi.

Ketika Bodhisattva menetapkan untuk mencari Bodhi,
Ini bukanlah yang tanpa sebab atau yang tanpa kondisi;
Dengan membangkitkan keyakinan murni dalam Buddha-Dharma-Sangha,
Ini menghasilkan pikiran dermawan yang luas.

Bukan mencari objek nafsu keinginan atau jabatan,
Kekayaan, kesenangan pribadi, atau ketenaran,
Itu hanya demi menghapuskan kesengsaraan makhluk,
Dan menguntungkan dunia, maka Mereka membangkitkan tekad.

Selalu ingin menguntungkan dan menggembirakan semua makhluk,
Menghiasi ksetra dan membuat pemujaan kepada para Buddha,
Menerima Dharma, mempraktekkan kebijaksanaannya,
Untuk mencapai keBuddhaan, Mereka membangkitkan tekad.

Keyakinan mendalam, percaya, dan keteguhan yang selalu murni,
Memuja dan mengormati semua Buddha,
Dan juga Dharma dan Sangha-Nya,
Membuat persembahan dengan ketulusan tertinggi, Mereka membangkitkan tekad.

Keyakinan mendalam kepada Buddhadharma,
Juga meyakini Jalan yang ditempuh oleh para Tathagata,
Dan percaya kepada Maha Bodhi yang tiada tandingan;
Dengan begitu, para Bodhisattva membangkitkan tekad.

Keyakinan adalah landasan jalan, ibu dari kebajikan,
Memelihara dan menumbuhkan semua jalan kebaikan,
Memotong jauh jaring keraguan, membebaskan dari arus nafsu keinginan,
Memperlihatkan jalan kedamaian tertinggi yang tiada tanding.

Ketika keyakinan tidak ternoda, pikiran menjadi murni;
Melenyapkan kebanggaan, adalah akar dari penghormatan,
Dan adalah kekayaan terutama dalam permata keyakinan,
Adalah tangan yang murni untuk menerima praktek.

'Keyakinan (sraddha)' adalah senang memberi, pikiran tidak menyesal;
Keyakinan bisa dengan gembira memasuki Buddhadharma;
Keyakinan bisa meningkatkan pengetahuan dan kebajikan;
Keyakinan bisa menjamin ketibaan di Bodhi.

Keyakinan membuat indera menjadi murni, terang, dan tajam;
Kekuatan dari keyakinan adalah yang kuat dan tidak bisa hancur.
Keyakinan bisa melenyapkan akar penderitaan,
Keyakinan bisa merubah orang seluruhnya menuju kebajikan Buddha.

Keyakinan tiada kemelekatan pada objek,
Melampaui kesusahan, mencapai kebebasan dari masalah.
Keyakinan bisa pergi melampaui jalan Mara,
Dan memperlihatkan jalan pembebasan yang tiada tanding.

Keyakinan adalah benih kebajikan yang murni,
Keyakinan bisa menumbuhkan benih Bodhi.
Keyakinan bisa meningkatkan pengetahuan tertinggi,
Keyakinan bisa menampakkan semua Buddha.

Oleh karena itu, Saya akan menjelaskan tahap praktek yang sesuai:
Keyakinan adalah yang paling kuat, sangat sulit dimiliki;
Itu adalah sama seperti di dalam semua dunia memiliki
Permata Cintamani yang menakjubkan.

Jika Orang bisa selalu penuh keyakinan melayani para Buddha,
Maka bisa menjaga Sila dan mempraktekkan pembelajaran.
Jika Orang selalu menjaga Sila dan mempraktekkan yang dipelajari,
Maka bisa mewujudkan semua kualitas kebajikan. 

Sila bisa mengembangkan landasan Bodhi,
Pembelajaran dasar dari mengolah kebajikan.
Selalu bertindak sesuai dengan Sila dan pembelajarannya,
Orang akan dipuji sebagai yang unggul oleh semua Tathagata.

Jika selalu setia melayani para Buddha,
Maka dapat menghimpun pemujaan yang besar.
Jika bisa menghimpun pemujaan yang besar,
Keyakinan pada buddha akan tidak terbayangkan.

Jika selalu setia melayani Dharma yang luhur,
Maka tidak akan pernah bosan mendengar Buddhadharma.
Jika mendengar Buddhadharma tanpa bosan,
Keyakinan pada Dharma akan tidak terbayangkan.

Jika selalu setia melayani Sangha yang murni,
Maka keyakinan tidak akan pernah surut.
Jika keyakinan tidak pernah surut,
Kekuatan keyakinan tidak akan tergoyahkan.

Jika tiada yang bisa mengoyahkan kekuatan keyakinan,
Maka memperoleh kemurnian, kejelasan, dan ketajaman indera.
Jika memiliki indera yang murni, jelas dan tajam,
Maka bisa menghindar dari pergaulan yang jahat.

Jika bisa menghindari pergaulan yang jahat,
Maka bisa mendekati pertemanan yang baik.
Jika bisa bersama dengan 'teman yang baik (kalyanamitra)',
Maka bisa mengolah kebaikan besar.

Jika bisa mengolah kebaikan besar,
Maka bisa menyempurnakan 'kekuatan sebab yang besar (maha-hetu-bala)'.
Jika menyempurnakan maha-hetu-bala,
Maka bisa mencapai pemahaman pasti yang tertinggi.

Jika mencapai pemahaman pasti yang tertinggi,
Maka akan dilindungi oleh para Buddha.
Jika dilindungi oleh para Buddha,
Maka bisa membangkitkan 'tekad mencapai kebangkitan (Bodhicitta)'.

Jika bisa membangkitkan Bodhicitta,
Maka bisa dengan rajin mengolah kebajikan keBuddhaan.
Jika rajin mengolah kebajikan keBuddhaan,
Maka bisa telahir di dalam 'keluarga Buddha (Buddhakula)'.

Jika dilahirkan di dalam Buddhakula,
Maka bisa mempraktekkan keterampilan pembebasan.
Jika bisa mengembangkan keterampilan pembebasan dengan baik,
Maka bisa mencapai kemurnian pikiran yang penuh keyakinan.

Jika memperoleh kemurnian pikiran yang penuh keyakinan,
Maka bisa meningkatkan tekad tertinggi.
Jika bisa meningkatkan tekad tertinggi,
Maka bisa selalu mempraktekkan 'pencapaian pantai seberang (Paramita)'.

Jika selalu mempraktekkan Paramita,
Maka bisa menunaikan 'kendaraan besar (Mahayana)'.
Jika bisa menunaikan Mahayana,
Maka bisa memberikan pemujaan kepada para Buddha dalam cara yang benar.

Jika bisa memuja para Buddha dalam cara yang benar,
Maka bisa mengingat sang Buddha dengan pikiran yang teguh.
Jika bisa mengingat sang Buddha dengan pikiran yang teguh,
Maka bisa selalu melihat para Buddha yang tidak terbatas.

Jika selalu melihat para Buddha yang tidak terbatas,
Maka melihat intisari 'kebangkitan (Bodhi)' adalah yang abadi.
Jika melihat intisari Bodhi adalah yang abadi,
Maka bisa memahami bahwa gejala kejadian tidak pernah punah.

Jika bisa memahami bahwa gejala kejadian tidak pernah punah,
Maka mencapai kekuatan penjelasan yang tidak terhalang.
Jika mencapai kekuatan penjelasan yang tidak terhalang,
Maka bisa membabarkan Dharma yang tanpa batas.

Jika bisa membabarkan Dharma yang tanpa batas,
Maka bisa dengan belas kasihan membebaskan makhluk hidup.
Jika bisa dengan belas kasihan membebaskan makhluk hidup,
Maka bisa mencapai pikiran belas kasihan yang tidak tergoyahkan.

Jika bisa mencapai pikiran belas kasihan yang tidak tergoyahkan,
Maka bisa memahami Dharma yang paling mendalam.
Jika bisa memahami Dharma yang paling mendalam,
Maka bisa membuang kesalahan dari 'pembentukan berkondisi (samskara)'.

Jika bisa membuang kesalahan dari samskara,
Maka bisa menyingkirkan kesombongan serta pemanjaan diri.
Jika bisa menyingkirkan kesombongan serta pemanjaan diri,
Maka bisa menguntungkan semua mahkluk bersama-sama.

Jika bisa menguntungkan semua makhluk,
Maka bisa tidak lelah dalam kelahiran dan kematian.
Jika bisa tidak lelah dalam kelahiran dan kematian,
Maka bisa menjadi berani dan kuat tidak terkalahkan.

Jika bisa menjadi berani dan kuat tidak terkalahkan,
Maka bisa menghasilkan 'kekuatan batin yang besar (Maha-abhijna-bala)'.
Jika bisa menghasilkan Maha-abhijna-bala,
Maka akan mengetahui semua karma makhluk hidup.
 
Jika mengetahui semua karma makhluk hidup,
Maka bisa mematangkan dan menyempurnakan makhluk hidup.
Jika bisa mematangkan dan menyempurnakan makhluk hidup,
Maka bisa mencapai pengetahuan untuk menyelamatkan semua makhuk.

Jika mencapai pengetahuan untuk menyelamatkan semua makhuk,
Maka bisa menyempurnakan cara penyelamatan.
Jika bisa menyempurnakan cara penyelamatan,
Maka akan memberikan keuntungan yang tanpa batas kepada para makhluk.

Jika memberikan keuntungan yang tanpa batas kepada para makhluk,
Maka akan menunaikan teknik dari pengetahuan tertinggi.
Jika menunaikan teknik dari pengetahuan tertinggi,
Maka akan tetap tinggal di jalan Vira yang tidak terkalahkan.

Jika tetap tinggal di jalan Vira yang tidak terkalahkan,
Maka bisa menghancurkan kekuatan semua Mara.
Jika bisa menghancurkan kekuatan semua Mara,
Maka bisa pergi melampaui alam empat Mara.

Jika bisa pergi melampaui alam empat Mara,
Maka bisa mencapai 'tingkat tanpa kemunduran (Avaivartika-bhumi)'.
Jika bisa mencapai Avaivartika-bhumi,
Maka akan mencapai 'kesabaran menerima gejala kejadian sebagai yang tidak dihasilkan (Anutpattikadharmaksanti)'.

Jika mencapai Anutpattikadharmaksanti,
Maka akan menerima 'ramalan (vyakarana)' pencapaian Bodhi dari para Buddha.
Jika menerima vyakarana pencapaian Bodhi dari para Buddha,
Maka semua Buddha akan muncul dihadapan.

Jika semua Buddha muncul dihadapan,
Maka akan memahami kegunaan kekuatan batin yang ajaib dan mendalam.
Jika memahami kegunaan kekuatan batin yang ajaib dan mendalam,
Maka akan diingat oleh semua Buddha.

Jika diingat oleh semua Buddha,
Maka akan menghiasi diri sendiri dengan kualitas 'keBuddhaan (Buddhatva)'.
Jika menghiasi diri sendiri dengan kualitas Buddhatva,
Maka akan mencapai 'tubuh kebahagiaan (Sambhogakaya)'.

Jika mencapai Sambhogakaya,
Maka tubuh akan memancarkan sinar seperti gunung emas.
Jika tubuh memancarkan sinar seperti gunung emas,
Maka akan terhiasi dengan tiga puluh dua tanda.

Jika terhiasi dengan tiga puluh dua tanda,
Maka akan terhiasi dengan kemurnian yang mendampingi.
Jika terhiasi dengan kemurnian yang mendampingi,
Maka lingkaran cahayanya akan menjadi tanpa batas.

Jika lingkaran cahayanya menjadi tanpa batas,
Maka akan terhiasi dengan cahaya yang tidak terbayangkan.
Jika terhiasi dengan cahaya yang tidak terbayangkan,
Maka cahaya itu akan menghasilkan kumpulan bunga teratai.

Jika cahaya itu menghasilkan kumpulan bunga teratai,
Para Buddha yang tidak terhitung akan duduk di bunga teratai itu,
Muncul dimana-mana di sepuluh penjuru,
Mampu menenangkan semua makhluk hidup.

Jika mampu menyelaraskan para makhluk dalam cara ini,
Maka akan mewujudkan 'kekuatan magis (rddhi-bala)' yang tidak terbatas.
Jika mewujudkan rddhi-bala yang tidak terbatas,
Maka akan tinggal berdiam di ksetra yang tidak terbayangkan, menjelaskan Dharma yang tidak terbayangkan, menggembirakan banyak makhluk yang tidak terbayangkan.

Jika menjelaskan Dharma yang tidak terbayangkan,
Menggembirakan banyak makhluk yang tidak terbayangkan,
Maka dengan kebijaksanaan dan kekuatan penjelasan,
Membimbing sesuai dengan pikiran para makhluk.

Jika menggunakan 'kebijaksanaan (prajna)' dan 'kekuatan penjelasan (pratibodhana)',
Membimbing sesuai dengan pikiran para makhluk,
Maka orang tidak akan pernah kehilangan,
Perbuatan yang dituntun oleh kebijaksanaan.

Jika tidak pernah kehilangan
Perbuatan yang dituntun oleh kebijaksanaan,
Maka kekuatan kehendak akan berdaulat,
Dan orang akan mewujudkan tubuh di setiap alam para makhluk.

Jika kekuatan kehendak mencapai kebebasan,
Mewujudkan tubuh di setiap alam para makhluk,
Maka orang akan bisa, ketika mengajar,
Menyesuaikan dengan semua bahasa yang tidak terbayangkan.

Jika bisa, ketika mengajar,
Menyesuaikan dengan semua bahasa, sesuai kumpulan majelis,
Maka orang akan sekejap mengetahui
Pikiran dari semua makhluk hidup.

Jika bisa sekejap mengetahui
Pikiran dari semua makhluk hidup,
Maka akan mengetahui penderitaan tidak timbul dari manapun
Dan tidak akan tenggelam di dalam kelahiran dan kematian.

Jika orang mengetahui penderitaan tidak timbul dari manapun
Dan tidak akan pernah tenggelam di dalam kelahiran dan kematian,
Maka akan mencapai 'tubuh intisari kebenaran (Dharmakaya)'
Dan muncul di dunia melalui kekuatan Dharma.

Jika orang mencapai kualitas kebajikan Dharmakaya
Dan muncul di dunia melalui kekuatan Dharma,
Maka akan mencapai semua Bhumi dan Pembebasan dari Bodhi,
Mempraktekkan paramita dan pembebasan tertinggi.

Jika orang mencapai Bhumi dan Pembebasan dari Bodhi
Mempraktekkan paramita dan pembebasan tertinggi,
Maka akan mencapai kekuatan penyucian yang besar (Maha-Abhiseka-bala)
Dan tinggal berdiam di dalam meditasi tertinggi.

Jika mencapai Maha-Abhiseka-bala
Dan tinggal berdiam di dalam meditasi tertinggi,
Maka di hadapan para Buddha,
Orang itu  akan di Abhiseka dan naik peringkat;
Orang itu akan di Abhiseka dengan 'nektar abadi (Amrta)'
Oleh semua Buddha di sepuluh penjuru.

Jika Orang di Abhiseka dengan Amrta
Oleh semua Buddha di sepuluh penjuru,
Tubuh akan meliputi semua seperti ruang angkasa,
Tinggal berdiam dengan tenang, tidak bergerak, memenuhi sepuluh penjuru.

Jika tubuh meliputi semua seperti ruang angkasa,
Tinggal berdiam dengan tenang, tidak bergerak, memenuhi sepuluh penjuru,
Karma akan melampaui perbandingan,
Tidak diketahui oleh dewa dan manusia.

Para Bodisattva mempraktekkan perbuatan belas-kasih besar,
Berikrar membebaskan semua dengan berhasil;
Mereka yang melihat dan mendengar, menerimanya, memuja,
Mereka menyebabkan semua mencapai kedamaian dan kebahagiaan.

Para Bodhisattva itu memiliki kekuatan batin yang menakjubkan;
Mata Dharma Mereka selalu sempurna tanpa kekurangan;
Jalan praktek kebajikan yang sangat hebat, dan jalan lainnya yang seperti itu,
Adalah permata tertinggi yang Mereka munculkan.

Sama seperti kelompok berlian di lautan,
Melalui kekuatan ajaib, Mereka menghasilkan banyak permata;
Tanpa berkurang atau bertambah, dan tidak habis-habisnya:
Seperti itulah kumpulan besar kebajikan Bodhisattva.

Dimana ada ksetra yang tanpa Buddha,
Disana Mereka muncul mencapai Bodhi;
Dimana ada ksetra yang tidak mengenal Dharma,
Mereka membabarkannya disana permata Dharma yang mulia.

Tanpa membeda-bedakan, tanpa usaha,
Dalam sekejap, Mereka mencapai dimana-mana,
Seperti cahaya bulan membentang dimana-mana,
Mengajar para makhluk dengan teknik yang tidak terhitung.

Di dunia-dunia dari sepuluh penjuru,
Terus-menerus Mereka memperlihatkan jalan Buddhatva:
Memutar Dharmacakra dan memasuki nirvana,
Hingga pembagian relik Mereka.

Kadang-kadang, Mereka memperlihatkan jalan Sravaka atau Pratyekabuddha;
Kadang-kadang, Mereka memperlihatkan seluruh hiasan dari Samyaksambuddha;
Jadi, Mereka membuka Dharma tentang tiga kendaraan,
Dengan luas membebaskan para makhluk selama kalpa yang tanpa batas.

Mereka mungkin mewujudkan bentuk Anak Naga perempuan atau laki-laki,
Atau dewa naga, atau Asura juga,
Hingga Mahoraga dan seterusnya;
Mereka membuat setiap orang melihat sesuai yang diinginkan.

Bentuk rupa dan ciri-ciri para makhluk hidup tidaklah sama,
Tingkah laku dan suara Mereka adalah juga tidak terhitung;
Semua ini, Bodhisattva bisa memunculkannya
Melalui kekuatan ajaib dari lautan Dhyana dan Samadhi.

Secara indah memurnikan ksetra yang tidak terbayangkan,
Membuat persembahan kepada semua Bodhisattva,
Memancarkan cahaya besar yang tanpa batas,
Mereka membebaskan para makhluk hidup yang juga tanpa batas.

Pengetahuan dan kebijaksanaan Mereka bebas dan tidak terbayangkan,
Ucapan Mereka dalam menjelaskan Dharma adalah yang tanpa halangan,
Dana, Sila, Ksanti, Virya, Dhyana, Prajna, Upaya-kausalya, dan Abhijna-bala Mereka seluruhnya juga bebas,
Oleh kekuatan Avatamsaka Samadhi dari Buddha.

Mereka memasuki Samadhi pada satu butir debu
Dan menyelesaikan Samadhi pada semua butiran debu,
Namun butiran itu tidak bertambah;
Di dalam satu butir mewujudkan ksetra yang tidak terbayangkan.

Dari banyak ksetra di dalam satu butir debu,
Beberapa memiliki Buddha, beberapa tidak;
Beberapa tercemar, beberapa murni;
Beberapa besar, beberapa kecil;
Beberapa membentuk, beberapa meluruh;
Beberapa tegak, beberapa miring;
Beberapa seperti ilusi udara panas di dataran yang luas,
Beberapa seperti jaring Indra di surga.

Apa yang diwujudkan di dalam satu butir debu
Juga diwujudkan di dalam semua butiran debu;
Ini adalah kekuatan ajaib dari 'konsentrasi (samadhi)' dan 'pembebasan (vimukti)',
Dari para Resi ini yang 'terkenal luas (Maha-yasa)'.

Jika Mereka mau membuat persembahan kepada semua Buddha,
Mereka memasuki samadhi dan menghasilkan 'perubahan wujud ajaib (vikurvana)',
Mampu mencapai seluruh dharmadhatu dengan satu tangan
Untuk memberikan persembahan kepada semua Tathagata.

Bunga-bunga yang paling indah dalam semua dunia,
Wewangian, dupa, dan permata yang tidak ternilai harganya;
Yang seperti ini semuanya muncul dari tangan Mereka
Untuk di persembahkan kepada sang 'Pemenang (Jina)' yang ada dibawah pohon Bodhi.

Pakaian permata yang tidak ternilai harganya, dengan campuran wewangian,
Bendera permata dan kanopi, semuanya terhias dengan indah,
Dengan bunga emas dan tirai permata;
Semua ini berhujanan dari telapak tangan Mereka.

Benda indah apapun yang ada di dalam semua alam
Yang mungkin layak untuk dipersembahkan kepada sang Bhagavan,
Semuanya berhujanan dari telapak tangan Mereka, lengkap semua,
Dan Mereka membawanya ke pohon Bodhi untuk dipersembahkan kepada sang Buddha.

Semua musik yang indah dari sepuluh penjuru:
Lonceng dan gendang, kecapi dan harpa, yang beraneka jenis,
Semuanya dimainkan secara serasi, dengan nada yang indah,
Semuanya muncul dari telapak tangan para Bodhisattva.

Semua pujian yang ada di sepuluh penjuru,
Yang memuji kebajikan dari para Tathagata,
Semua ucapan menakjubkan yang beranekaragam
Dilantunkan dari dalam telapak tangan Mereka.

Tangan kanan para Bodhisattva memancarkan cahaya yang murni:
Di dalam cahaya itu ada air wangi berhujanan dari langit,
Menaburi Buddhaksetra dari sepuluh penjuru arah,
Sebagai persembahan kepada semua sang Lampu Yang Menerangi Dunia.

Juga, Mereka memancarkan susunan sinar cahaya yang menakjubkan
Menghasilkan bunga teratai permata yang tidak terhitung;
Warna dan bentuk dari bunga teratai itu semuanya unggul,
Ini Mereka persembahkan kepada para Buddha.

Mereka juga memancarkan karangan bunga dari cahaya
Dengan semua jenis bunga menyatu menjadi tirai,
Menyebar di seluruh ksetra dimana-mana
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.

Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan bubuk candana,
Berbagai macam dupa dihimpun menjadi tirai,
Dan menyebarkannya keseluruh dunia;
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.

Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan pakaian,
Berbagai macam jubah yang indah dihimpun menjadi tirai,
Dan menyebarkannya keseluruh dunia;
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.

Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan permata,
Berbagai macam permata yang indah dihimpun menjadi tirai,
Dan menyebarkannya keseluruh dunia;
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.
 
Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan bunga teratai,
Berbagai macam bunga teratai dihimpun menjadi tirai,
Dan menyebarkannya keseluruh dunia;
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.

Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan kalung,
Berbagai macam kalung yang indah dihimpun menjadi tirai,
Dan menyebarkannya keseluruh dunia;
Sebagai persembahan kepada semua Bhagavan yang berkebajikan besar.

Mereka juga memancarkan cahaya yang terhiasi dengan bendera,
Bersinar dengan berbagai macam pola yang berwarna-warni,
Dari semua jenis, yang tidak terhitung, semuanya sangat indah;
Dengan ini, Mereka menghiasi Buddhaksetra.

Kanopi yang terhiasi dengan campuran permata,
Terbungkus dengan sulaman bendera yang sangat indah,
Dan lonceng permata mani melantunkan suara Buddha;
Ini Mereka bawa sebagai persembahan kepada para Tathagata.

Tangan Mereka menghasilkan Dana seperti itu yang tidak terbayangkan,
Mereka mempersembahkannya kepada sang Nayaka,
Dan melakukan hal yang sama kepada semua Buddha,
Dengan kekuatan batin yang besar dari Samadhi.

Para Bodhisattva tinggal berdiam di dalam Samadhi,
Berhubungan dengan para makhluk melalui berbagai macam keahlian,
Semuanya membimbing melalui cara yang tidak terhitung,
Dengan dasar kebajikan sebagai praktek Mereka.

Beberapa menggunakan pendekatan dari Pemujaan kepada Buddha,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Dana yang tidak terbayangkan,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Sila pertapaan,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Ksanti yang tidak tergoyahkan,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Virya pertapa,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Dhyana yang hening-tenang,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Pengetahuan yang lengkap dan pasti,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Upaya-kausalya,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Tempat tinggal yang murni dan kekuatan batin,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Keuntungan cara penyelamatan,
Beberapa menggunakan pendekatan dari Penghiasan pengetahuan dan kebajikan,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Yang Berkondisi dan Pembebasan,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Indera, kekuatan dan jalan yang benar,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Pembebasan dari Sravaka,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Kemurnian dari Pratyekabuddha,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Pembebasan dari Mahayana,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Penderitaan dari ketidak abadian,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Tiada Diri dan Tiada Hidup,
Beberapa menggunakan Dharma tentang Kekotoran dan berpisah dari nafsu keinginan,
Beberapa menggunakan Pendekatan dari Samadhi dan nirvana.

Sesuai dengan penyakit para makhluk yang berbeda-beda,
Mereka semua menggunakan obat Dharma untuk menyembuhkannya.
Sesuai dengan kecenderungan pikiran para makhluk,
Mereka semua menggunakan upaya-kausalya untuk memuaskannya.

Sesuai dengan perbedaan tingkah laku para makhluk hidup,
Mereka semua menggunakan keterampilan yang sesuai untuk menyempurnakannya,
Ciri-ciri dari kekuatan Samadhi seperti ini,
Tidak bisa diukur oleh para dewa dan manusia.

Memiliki Samadhi yang menakjubkan yang bernama 'Sesuai dengan Karma (Karmanurupa)',
Para Bodhisattva tinggal berdiam dalam ini dan mengamati semua,
Muncul dengan sesuai untuk membebaskan para makhluk hidup,
Menyebabkan mereka dengan senang berubah sesuai dengan Dharma.

Dimana ada kelaparan dan bencana dalam jaman,
Mereka memberikan hiburan kepada semua di dunia,
Menyebabkan mereka puas sesuai dengan keinginan,
Membuat keuntungan kepada semua makhluk hidup.
Mereka mungkin memberikan makanan dan minuman yang baik,
Pakaian yang mewah, karangan bunga permata,
Dan bahkan tahta kerajaan,
Untuk menyebabkan mereka yang menyukai Dana menjadi sesuai dengan Dharma.

Terhiasi dengan karangan bunga, diminyaki dengan wewangian,
Dengan tingkah-laku terhormat, Mereka membebaskan para makhluk,
Disukai dan dimuliakan oleh semua di dunia.
Penampilan dan pakaian Mereka,
Disesuaikan dengan yang patut disukai
Dan menyebabkan Mereka yang menyukai bentuk-rupa mengikuti sang Jalan.

Dengan suara yang sangat indah seperti nyanyian burung,
Nada-nada yang menakjubkan dalam keselarasan,
Dilengkapi dengan semua jenis suara yang murni,
Mereka berkhotbah kepada para makhluk sesuai dengan yang disukai.

Delapan puluh empat ribu pintu gerbang Dharma,
Digunakan para Buddha untuk membebaskan para makhluk;
Dan sesuai dengan Dharma yang berbeda-beda,
Mereka menggunakan yang sesuai untuk membebaskan.

Kesenangan dan kesakitan makhluk hidup, pendapatan dan kehilangan, dan sebagainya,
Apapun hal yang dikerjakan oleh para makhluk di dunia,
Para Bodhisattva bisa muncul untuk melakukan hal yang sama,
Dalam rangka membebaskan semua makhluk hidup.

Penderitaan dari semua makhluk duniawi,
Yang dalam, luas, dan tanpa batas seperti lautan;
Para Bodhisattva membagi tugas, bisa menghadapinya semua,
Demi menyebabkan mereka beruntung memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.

Jika tidak tahu jalan menuju pembebasan,
Dan tidak mencari pembebasan, pergi dari kekacauan,
Para Bodhisattva memperlihatkan pelepasan kekuasaan dan kekayaan,
Kepuasan dalam pelepasan dan kedamaian pikiran.

Jika rumah adalah tempat belenggu kemelekatan,
Demi menyebabkan semua makhluk hidup terlepas dari masalah,
Mereka memperlihatkan meninggalkan rumah dan mencapai pembebasan,
Tanpa mendambakan kesenangan apapun.

Para Bodhisattva mewujudkan praktek sepuluh jenis perbuatan,
Dan juga mempraktekkan jalan Maha Purusa,
Termasuk praktek Resi dan Muni,
Karena Mereka ingin menguntungkan para makhluk hidup.

Jika ada para makhluk hidup yang usianya tidak terukur,
Yang sedikit penderitaan dan lengkap kesenangannya,
Para Bodhisattva, yang terbebas di tengah-tengahnya,
Memperlihatkan penderitaan dari usia tua, penyakit, dan kematian.

Bagi mereka yang serakah, pendendam, dan bodoh,
Kobaran api dari penderitaan ini yang selalu menyala,
Para Bodhisattva mewujudkan usia tua, penyakit, dan kematian kepada mereka,
Untuk menyebabkan semua makhluk hidup itu dijinakkan.

Sepuluh kekuatan dan keberanian para Buddha,
Dan juga delapan belas kualitas Mereka yang unik,
Semua kebajikan Mereka yang tidak terhitung,
Diwujudkan untuk membebaskan para makhluk.

Mengetahui pikiran orang, Dharma yang sesuai, dan kemampuan muncul dimana-mana,
Adalah semua pekerjaan pembebasan dari para Bodhisattva;
Para Bodhisattva Mahasattva mewujudkannya semua,
Mampu menyebabkan semua makhluk hidup dijinakkan.

Berbagai jenis teknik dari para Bodhisattva,
Menyesuaikan dengan kondisi duniawi untuk membebaskan para makhluk;
Sama seperti bunga teratai yang tidak ditempeli air,
Dengan cara yang sama Mereka didunia membangkitkan keyakinan mendalam.

Dengan pikiran luar biasa dan bakat mendalam sebagai Raja,
Nyanyian dan tarian, dan percakapan yang dikagumi orang banyak,
Semua berbagai jenis seni dan kerajinan di dunia,
Mereka wujudkan layaknya seperti pesulap.

Beberapa menjadi bangsawan, walikota,
Beberapa menjadi saudagar, pemimpin pedagang,
Beberapa menjadi dokter dan ilmuwan,
Beberapa menjadi raja dan menteri.

Beberapa menjadi pohon besar di dataran,
Beberapa menjadi obat atau tambang permata;
Beberapa menjadi 'Permata Pengabul Keinginan (Cintamani)',
Beberapa menjadi memperlihatkan jalan yang benar kepada para makhluk hidup.

Jika Mereka melihat dunia yang baru saja terbentuk,
Dimana para makhluk tidak memiliki peralatan penghidupan,
Para Bodhisattva menjadi Ahli Kerajinan,
Dan mengajarkan mereka berbagai keterampilan.

Mereka tidak membuat apapun yang akan menindas atau menyakiti makhluk hidup;
Mereka hanya menjelaskan hal yang menguntungkan dunia;
Berbagai lapangan pengetahuan seperti seni mantra dan tanaman obat,
Dan semua yang terkandung di dalamnya, mereka bisa jelaskan.

Praktek yang unggul dari semua Muni,
Dengan setia dihormati oleh para Dewa dan Manusia.
Praktek pertapaan yang sulit seperti ini,
Para Bodhisattva bisa laksanakan sesuai kebutuhan.

Beberapa menjadi kaum pengemis tirthika,
Beberapa mempraktekkan pertapaan sendiri di hutan,
Beberapa telanjang tanpa pakaian apapun,
Menjadi guru dan pemimpin dari kelompok seperti ini.

Beberapa memperlihatkan berbagai praktek penghidupan yang salah,
Mempraktekkan sila yang salah sebagai yang tertinggi;
Beberapa mewujudkan sikap pertapa brahma,
Menjadi guru dan pemimpin dari kelompok seperti ini.

Beberapa menelanjangi diri di panas api dan matahari,
Beberapa mempraktekkan pemujaan yang meniru binatang,
Beberapa memakai pakaian kotor dan memuja api;
Demi mengubah pemujaan seperti ini, Mereka menjadi gurunya.

Beberapa memperlihatkan pertunjukan mengunjungi kuil dari berbagai dewa,
Beberapa memperlihatkan pertunjukan memasuki air sungai gangga,
Beberapa makan akar dan buah-buahan, semua membuat pertunjukkan dari praktek-praktek ini,
Sambil selalu merenungkan kebenaran yang melampaui mereka.

Beberapa memperlihatkan sedang berlutut atau berdiri di satu kaki,
Beberapa berbaring di atas duri, atau di debu dan kotoran;
Beberapa berbaring di atas batu pukul, mencari pembebasan
Menjadi guru dan pemimpin dari kelompok seperti ini.

Untuk para pengikut jalan tirthika seperti ini,
Mereka mengamati pikiran dan pemahaman, dan melakukan hal yang sama;
Praktek pertapaan yang Mereka perihatkan, para duniawi tidak bisa pikul;
Menyebabkan mereka terjinakkan setelah melihatnya.

Para makhluk hidup tertipu dan menerima ajaran salah;
Melekat pada pandangan salah, mereka menderita banyak kesakitan;
Kepada mereka diajarkan dengan bijaksana sila-sila yang menakjubkan
Menyebabkan mereka memahami Dharma yang asli.

'Empat Kebenaran Mulia (Catur-arya-satya)' mungkin diajarkan dalam ucapan magis lokal,
Atau, Empat Kebenaran Mulia mungkin diberitakan dalam ucapan rahasia yang terampil,
Atau, Empat Kebenaran Mulia mungkin diucapkan dalam percakapan manusia langsung,
Atau, Empat Kebenaran Mulia mungkin diberitakan dalam ucapan rahasia dewa;
Empat Kebenaran Mulia dijelaskan melalui pemeriksaan kata-kata,
Empat Kebenaran Mulia dijelaskan melalui pemastian sila,
Empat Kebenaran Mulia dijelaskan dengan terampil menyangkal yang lain,
Empat Kebenaran Mulia dijelaskan tanpa gangguan luar,
Empat Kebenaran Mulia mungkin dijelaskan dalam beberapa bahasa,
Atau, itu mungkin dijelaskan dalam semua bahasa.
Dalam bahasa apapun yang dimengerti oleh para makhluk,
Empat Kebenaran Mulia dijelaskan untuk membebaskan mereka.
Semua Buddhadharma,
Dijelaskan dengan tidak habis-habisnya,
Memahami alam dari ucapan adalah yang tidak terbayangkan;
Ini dinamakan 'Kekuatan Dari Konsentrasi Menjelaskan Kebenaran (Dharmapravacanasamadhi-bala).'

Ada Samadhi tertinggi yang bernama 'Kedamaian Dan Kebahagiaan (Santananda)',
Yang mampu menyeluruh menyelamatkan dan membebaskan semua makhluk hidup,
Memancarkan cahaya yang besar, yang tidak terbayangkan,
Menyebabkan mereka semua yang melihatnya menjadi tenang.
Pancaran cahaya ini bernama 'Perwujudan Yang Baik (Subhavyuha)'.
Jika setiap makhluk hidup bertemu cahaya ini,
Itu akan menguntungkan mereka, tanpa kegagalan;
Melalui cara ini, mereka bisa mencapai pengetahuan yang tiada tanding;
Pertama, itu memperlihatkan para Buddha,
Memperlihatkan Dharma, memperlihatkan Sangha, memperlihatkan Jalan Kebenaran,
Dan juga memperlihatkan Caitya para Buddha dan gambar-Nya;
Oleh inilah cahaya itu dibentuk.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Bersinar (Prabhasa)"
Yang terangnya melampaui cahaya dari semua dewa,
Yang melenyapkan semua hambatan kegelapan,
Yang menguntungkan semua makhluk hidup.
Cahaya ini membangkitkan semua makhluk hidup,
Menyebabkan mereka mempersembahkan lampu kepada para Buddha;
Karena mempersembahkan lampu kepada para Buddha,
Mereka bisa menjadi lampu tertinggi di dunia.
Lampu minyak yang menyala, lampu mentega,
Dan juga berbagai jenis obor yang cemerlang,
Dan lampu dari permata terindah dengan tanaman wangi,
Dengan mempersembahkan ini kepada para Buddha, akan mencapai Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Pembebasan (Vimoksa)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Dan menyebabkan mereka mengembangkan 'Ikrar Besar (Maha Pranidhana)',
Untuk menyelamatkan makhluk hidup dari lautan nafsu keinginan.
Jika orang bisa menyeluruh menghasilkan Pranidhana ini,
Demi menyelamatkan makhluk hidup dari lautan nafsu keinginan,
Maka bisa menyeberangi arus penderitaan,
Dan memimpin jalan menuju ke benteng kebebasan yang tanpa kesedihan.
Dengan membangun jembatan dan rakit,
Ditempat perairan pada jalan,
Mencela 'Pembentukan Berkondisi (Samskara)' dan memuji ' Ketenangan Yang Sunyi(Samatha)',
Oleh sebab itu, akan mencapai Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Melenyapkan Kemelekatan (Ragapraksina)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka membuang objek nafsu keinginan
Dan berkonsentrasi pada rasa Dharma pembebasan yang indah.
Jika orang bisa membuang objek nafsu keinginan
Dan berkonsentrasi pada rasa Dharma pembebasan yang indah,
Maka bisa, dengan hujan embun manis dari Buddha,
Memadamkan semua kemelekatan di dunia.
Melalui murah hati menyumbang kolam, sumur, dan mata air,
Hanya mencari Anuttara Samyaksambodhi,
Mencela 'Nafsu Keinginan (trsna)' dan memuji 'Meditasi (Dhyana)'
Bisa menghasilkan Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kegembiraan (Mudita)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka merindukan Samyaksambodhi
Dan menetapkan untuk mencapai jalan tanpa guru.
Membuat patung Buddha yang Maha Karuna,
Terhiasi dengan semua tanda-tanda unik, duduk di atas bunga teratai,
Dan melalui selalu memuji kebajikan tertinggi sang Buddha,
Bisa menghasilkan Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kesadaran (Smrti)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka merenungkan para Buddha,
Dan juga Dharma dan Sangha-Nya.
Jika mereka selalu merenungkan para Buddha,
Dharma dan Sangha-Nya,
Maka di dalam perkumpulan majelis dari para Buddha,
Mereka akan mencapai penerimaan dari kebenaran yang mendalam dari kekosongan gejala kejadian.
Para Bodhisattva yang jumlahnya tidak terhitung,
Membuatnya selalu mengingat Buddha, Dharma, dan Sangha,
Bisa mencapai Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kumpulan Kebajikan (Gunasamcaya)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Mendorong mereka mempraktekkan memberi tanpa batas dalam berbagai bentuk,
Bercita-cita menuju jalan tiada tanding.
Mendirikan pekerjaan murah hati besar tanpa menentukan batas,
Memuaskan kebutuhan dari semua yang datang,
Tidak membiarkan pikiran mereka merasa kekurangan,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Pengetahuan Penuh (Purnajnana)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka dalam sekejap, dalam satu ajaran,
Memahami ajaran yang tidak terhitung banyaknya.
Menguraikan ajaran kepada para makhluk hidup
Dan menetapkan makna sejati yang sesungguhnya,
Dengan terampil menjelaskan makna dari ajaran, tanpa kurang,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Lampu Kebijaksanaan (Prajnadipa)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Dan menyebabkan mereka mengetahui makhluk hidup adalah kosong oleh sifat alaminya (svabhava-sunya) dan hening-tenang,
Dan semua gejala kejadian adalah yang tanpa keberadaan.
Dengan menjelaskan bahwa semua gejala kejadian adalah kosong, tanpa pengendali, tanpa diri,
Sama seperti khayalan-ilusi, seperti api, seperti bulan yang tercermin di air,
Dan juga seperti mimpi atau pantulan gambar,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Penguasaan Ajaran (Dharmapatya)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Dan menyebabkan mereka mencapai kekuatan ingatan yang tidak habis-habisnya,
Untuk mempertahankan semua Buddhadharma.
Dengan memuliakan dan menyokong para penjaga Dharma,
Melayani dan melindungi para Resi dan Muni,
Meneruskan berbagai macam Dharma kepada para makhluk,
Bisa menghasilkan Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Mampu Melepaskan (Vimucyati)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para orang yang kikir,
Membuat mereka menyadari semua kekayaan adalah yang tidak abadi,
Dan senang memberi, tanpa kemelekatan.
Dengan mampu menaklukkan kekikiran yang keras,
Memahami kekayaan adalah seperti mimpi atau awan yang melayang,
Menyebabkan pikiran kedermawanan yang murni bertumbuh,
Bisa mencapai Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Menghapuskan Panas (Usmavinaza)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua orang jahat,
Dan menyebabkan mereka menegakkan sila yang murni,
Dan menetapkan untuk mencapai jalan tanpa guru.
Membujuk para makhluk hidup menerima ajaran sila,
Dan memurnikan praktek dari 'Perbuatan Baik (Kusala Karma)',
Dan menyebabkan mereka bertekad mencari Bodhi,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan Kesabaran (Ksantivyuha)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para makhluk pemarah,
Menyebabkan mereka menyingkirkan kebencian dan berpisah dari keangkuhan,
Dan dengan senang menjadi sabar dan harmonis.
Ketika keganasan para makhluk sulit di tahan,
Maka dengan pikiran yang tidak goyah, demi Bodhi,
Selalu bergembira membabarkan kebajikan dari kesabaran,
Bisa menghasilkan Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Semangat (Virya)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para orang malas,
Menyebabkan mereka selalu hormat dan menyokong
Buddha, Dharma, dan Sangha tanpa kenal lelah.
Jika mereka selalu hormat dan menyokong
Buddha, Dharma, dan Sangha,
Maka bisa keluar dari alam empat Mara,
Dan dengan cepat mencapai Anuttara Samyaksambodhi.
Mendorong para makhluk hidup untuk maju,
Selalu rajin menyokong Buddha, Dharma, dan Sangha,
Dengan sepenuh hati menjaga Dharma ketika akan lenyap,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hening-tenang (Santi)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para orang yang berpikiran kacau,
Menyebabkan mereka lepas dari keserakahan, kebencian dan kebodohan,
Dengan pikiran yang tanpa ragu dan sangat tenang.
Menjauhi semua teman yang jahat,
Perbincangan yang tidak berguna dan karma yang tidak murni,
Memuji meditasi dan kesunyian,
Bisa menghasilkan Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan Kebijaksanaan (Prajnavyuha)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para orang bodoh yang tertipu,
Menyebabkan mereka menyadari kebenaran dan memahami 'Asal mula ketergantungan (Pratityasamutpada)',
Indera, pengetahuan, dan kebijaksanaan mereka menembus sepenuhnya.
Jika bisa menyadari kebenaran dan memahami Pratityasamutpada,
Indera, pengetahuan, dan kebijaksanaannya menembus,
Maka akan mencapai keadaan dari Samadhi yang bernama Lampu Matahari,
Dengan cahaya kebijaksanaan menyempurnakan buah keBuddhaan.
Mampu memberikan kerajaan dan kekayaan,
Demi Bodhi, mencari ajaran yang benar,
Lalu, setelah mendengarnya, dengan satu pikiran menerapkannya dan menjelaskannya kepada orang,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kebijaksanaan Buddha (Buddhaprajna)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk yang sadar,
Menyebabkan mereka melihat para Buddha yang tanpa batas dan tidak terhitung,
Masing-masing duduk di atas Bunga Teratai Permata.
Memuji kekuatan pembebasan para Buddha,
Menceritakan kebebasan Buddha yang tanpa batas,
Mewujudkan kekuatan ajaib para Buddha,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Keberanian (Abhaya)"
Cahaya ini menyinari mereka yang sedang ketakutan,
Menyebabkan penghapusan yang sangat cepat,
Semua gangguan yang berbahaya.
Dengan mampu membuat para makhluk terbebas dari ketakutan,
Mendorong penghentian dari semua penderitaan dan pengalaman sakit,
Menolong mereka yang dalam bahaya, yatim piatu dan yang tidak berdaya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kedamaian (Ksema)"
Cahaya ini bisa menyinari yang sakit,
Dan menyebabkan semua penyakit menjadi sembuh,
Sehingga semua bisa memperoleh kebahagiaan dari 'Konsentrasi Yang Benar (Samyak-samadhi)'.
Memberikan obat untuk menyembuhkan penyakit,
Men-abhiseka dengan wewangian panjang umur yang berharga,
Memberikan mentega, minyak, madu, dan susu untuk makanan orang,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Melihat Buddha (Buddhadarsin)"
Cahaya ini bisa membangkitkan orang yang akan mati,
Menyebabkan mereka melihat setiap Buddha yang dipikirkannya,
Sehingga ketika hidup mereka berakhir, bisa dilahirkan di dalam Buddhaksetra yang murni itu.
Mendorong mereka yang akan mati untuk mengingat Buddha,
Dan memperlihatkan kepada mereka bentuk Buddha untuk dilihat,
Menyebabkan mereka untuk berlindung dalam Buddha,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Bergembira Pada Dharma (Dharmaharsa)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka selalu bergembira dalam Saddharma,
Mendengarnya, Menjelaskannya, Menulisnya dan Memperbanyaknya.
Dengan mampu menjelaskan Dharma saat akan berakhir,
Menyebabkan mereka yang mencari Dharma terpenuhi,
Memahami Dharma dan berjuang mempraktekkannya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Suara Yang Menakjubkan (Adbhutasvara)"
Cahaya ini mampu membangkitkan para Bodhisattva,
Dan menyebabkan semua suara terdengar di dunia,
Untuk menjadi pendengar suara Buddha.
Memuji Buddha dengan kuat,
Dan mempersembahkan musik seperti lonceng dan genta,
Dan menyebabkan semua makhluk mendengar suara Buddha,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Menghasilkan Nektar Abadi (Amrtakara)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka membuang semua pemuasan diri,
Dan sepenuhnya mempraktekkan semua kebajikan.
Dengan menjelaskan ketidakkekalan dari pembentukan yang berkondisi,
Dan itu yang dipenuhi dengan gangguan yang tidak terhitung,
Selalu bergembira memuji kebahagiaan dari keheningan tenang yang sunyi,
Bisa membuat Cahaya ini.
   
Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Tertinggi (Parama)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka mendengar dari para Buddha,
Dharma tertinggi tentang Sila, Samadhi dan Prajna.
Selalu bergembira memuji semua Buddha,
Sila-Nya yang tertinggi, Samadhi-Nya, dan Prajna-Nya,
Dalam cara ini mencari jalan tiada tanding,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan Permata (Ratnavyuha)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka mencapai gudang permata yang tidak habis-habisnya,
Untuk dipersembahkan kepada para Buddha.
Dengan mempersembahkan berbagai macam permata,
Kepada para Buddha dan Caitya-Nya,
Juga bermurah hati menyumbangkan kepada yang miskin,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan Wewangian (Gandhavyuha)"
Cahaya ini mampu membangkitkan semua makhluk,
Menyebabkan mereka yang merasakannya menjadi senang,
Dan pasti memenuhi kebajikan Buddha.
Menebari permukaan dengan dupa yang sangat indah,
Untuk dipersembahkan kepada para Nayaka Tertinggi,
Dan juga dengan itu membuat Caitya dan Rupang,
Bisa membuat Cahaya ini.
 
Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan Yang Beranekaragam (Nanavyuha)"
Dengan bendera permata dan kanopi yang tidak terhitung banyaknya,
Dupa yang menyala, sebaran Bunga-bunga, musik yang dimainkan,
Memenuhi kota di bagian dalam dan luar.
Dengan mula-mula mempersembahkan kepada para Buddha dengan hiasan yang beranekaragam:
Tarian dan musik yang menakjubkan,
Wewangian, bunga-bunga, bendera, kanopi, dan seterusnya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Parisodhana (Pemurnian)"
Yang menyebabkan permukaan menjadi serata telapak tangan.
Dengan menghiasi Caitya para Buddha dan sekelilingnya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Awan Besar (Maha Megha)
Yang bisa menghasilkan awan wangi dan menurunkan hujan air wangi.
Dengan memercikkan Caitya dan daerah sekitarnya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hiasan (Vyuha)"
Yang bisa menyebabkan yang telanjang menjadi berpakaian.
Dengan menyumbangkan benda yang halus untuk menghiasi tubuh,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Rasa Terunggul (Uttamarasa)"
Yang bisa menyebabkan yang kelaparan mendapat makanan enak.
Dengan menyumbang berbagai jenis makanan enak,
Bisa membuat Cahaya ini.
 
Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Kekayaan Besar (Maha Vibhu)"
Yang menyebabkan mereka yang miskin memperoleh harta.
Dengan menyumbangkan benda-benda yang tanpa batas kepada Buddha, Dharma, dan Sangha,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Mata Yang Murni (Vimalanetra)"
Yang bisa menyebabkan mereka yang buta melihat semua bentuk dan warna.
Dengan menyumbangkan lampu kepada para Buddha atau Caitya-Nya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Telinga Yang Murni (Vimalasrotra)"
Yang bisa menyebabkan mereka yang tuli mampu mendengar.
Dengan memainkan musik kepada para Buddha atau di Caitya-Nya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Hidung Yang Murni (Vimalaghrana)"
Yang bisa menyebabkan orang mencium harum yang sampai sekarang yang tidak diketahui.
Dengan menyumbang dupa kepada para Buddha dan Caitya-Nya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Lidah Yang Murni (Vimalajihva)"
Yang mampu memuji para Buddha dalam suara yang indah.
Dengan selamanya menghentikan ucapan yang kasar dan yang tidak baik,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Tubuh Yang Murni (Vimalakaya)"
Yang menyebabkan yang cacat menjadi sepenuhnya pulih.
Dengan mensujudkan tubuh kepada para Buddha dan Caitya-Nya,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Pikiran Yang Murni (Vimalacitta)"
Yang menyebabkan pikiran yang mengembara memperoleh 'perhatian yang benar (Samyaksmrti)'.
Dengan mempraktekkan konsentrasi hingga sepenuhnya menguasai,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Bentuk Yang Murni (Vimalarupa)"
Yang menyebabkan orang melihat bentuk para Buddha yang tidak terbayangkan.
Dengan menghiasi Caitya dalam berbagai macam bentuk yang indah,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Suara Yang Murni (Vimalasvara)"
Yang menyebabkan pengetahuan tentang kekosongan utama dari sifat alami suara.
Dengan merenungkan asal mula ketergantungan dari suara, sama seperti gema di dalam lembah,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Wewangian Yang Murni (Vimalagandha)"
Yang menyebabkan semua bau yang buruk termurnikan dengan wangi.
Dengan membersihkan Caitya dan pohon Bodhi menggunakan air wangi,
Bisa membuat Cahaya ini.
 
Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Rasa Yang Murni (Vimalarasa)"
Yang bisa melenyapkan semua racun dalam makanan.
Dengan terus menyokong Buddha, Sangha, dan Ayah-Ibu,
Bisa membuat Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Sentuhan Yang Murni (Vimalasparsa)"
Yang mampu melembutkan apapun yang tidak menyenangkan untuk disentuh.
Walaupun tombak dan pedang berhujanan dari langit,
Itu bisa mengubahnya semua menjadi karangan bunga.
Dengan pernah dimasa lampau menebarkan di jalan,
Dengan wewangian, bunga-bunga, dan jubah-jubah,
Kepada para Buddha yang sedang berjalan,
Bisa mencapai Cahaya ini.

Itu juga memancarkan cahaya yang bernama "Gejala Kejadian Yang Murni (Vimaladharma)"
Yang mampu menyebabkan semua pori-pori membabarkan,
Dharma yang menakjubkan dan yang tidak terbayangkan,
Sehingga semua yang mendengar, memahami dengan gembira.
Apa yang berawal dari sebab dan kondisi tidak memiliki asal-mula;
Dharmakaya dari para Buddha bukanlah tubuh;
Sifat alami dari gejala kejadian selalu sama seperti ruang angkasa;
Dengan menjelaskan makna ini bisa memunculkan cahaya ini.

Pintu Gerbang Cahaya yang tidak terbayangkan seperti ini,
Adalah yang tidak terhitung, seperti butiran pasir di sungai Gangga;
Semuanya muncul dari pori-pori sang Maha Muni,
Masing-masing melakukan fungsi yang berbeda-beda.
Sama seperti cahaya yang dipancarkan dari satu pori-Nya,
Adalah yang tidak terhitung, tidak terkira banyaknya seperti butiran pasir di sungai Gangga,
Begitu juga dengan setiap pori-pori-Nya;
Ini adalah kekuatan Samadhi dari sang Muni.
Sesuai dengan Cahaya yang dicapai melalui praktek masa lampau,
Mereka yang mempraktekkan begitu juga, sesuai dengan pemahaman,
Oleh sebab itu, sekarang memancarkan cahaya seperti ini;
Ini adalah pembebasan dari pengetahuan Muni.
Mereka yang mempraktekkan perbuatan kebajikan seperti sang Buddha,
Dan memiliki pemahaman dan bersukacita dengan sesuai,
Yang melihat apa yang dikerjakan-Nya dan lalu mengerjakannya juga,
Mereka semua bisa melihat Cahaya ini.
Jika ada yang mempraktekkan perbuatan kebajikan,
Dan membuat persembahan kepada para Buddha yang tidak terhitung,
Selalu bercita-cita menuju kebajikan 'keBuddhaan (Buddhatva)',
Mereka akan terbangkitkan oleh Cahaya ini.

Sama seperti orang yang terlahir buta tidak melihat matahari,
Itu bukan karena tidak ada matahari yang muncul di dunia;
Semua orang yang matanya baik bisa melihatnya dengan jelas,
Masing-masing melakukan pekerjaan sesuai dengan kedudukan;
Jadi, begitu juga dengan Cahaya dari 'sang Makhluk Besar (Mahasattva)',
Semua orang yang memiliki kebijaksanaan bisa melihat,
Sementara orang yang awam dengan kepercayaan yang salah dan pemahaman yang rendah,
Tidak bisa melihat Cahaya ini;
Istana Mani dan kereta kuda,
Yang diwarnai dengan wewangian halus yang indah,
Adalah yang secara alami diberikan kepada mereka yang berkebajikan;
Itu tidak bisa dihuni oleh orang yang tidak berkebajikan;
Jadi, begitu juga dengan Cahaya dari sang Mahasattva,
Mereka yang berpengetahuan dalam semuanya disinari,
Sementara orang bodoh, yang dengan kepercayaan salah dan pemahaman yang rendah,
Tidak bisa melihat Cahaya ini;

Jika ada orang yang mendengar keanekaragaman dari Cahaya ini
Bisa mengembangkan keyakinan dan tekad yang murni dan mendalam,
Mereka akan membelah jaring dari semua keraguan selamanya,
Dan dengan cepat melengkapi bendera kebajikan.

Ada Samadhi tertinggi yang bisa menghasilkan
Susunan dari rombongan, yang semuanya bebas,
Perkumpulan majelis para putra Buddha yang tiada bandingan,
Yang dari semua Buddhaksetra di sepuluh penjuru;
Ada bunga teratai yang terhiasi dengan cahaya,
Yang sebanding dengan luasnya Maha Sahassra Lokadhatu,
Yang mana para Bodhisattva duduk, sepenuhnya mengisinya;
Ini adalah kekuatan ajaib dari Samadhi ini.
Ada juga bunga teratai yang ada di sekeliling,
Yang banyaknya seperti butiran debu di sepuluh Buddhaksetra,
Yang mana rombongan para putra Buddha duduk,
Tinggal berdiam di dalam kekuatan batin dari Samadhi ini.
Setelah sepenuhnya mengembangkan sebab yang baik di masa lampau,
Dan sepenuhnya mempraktekkan kebajikan Buddhatva,
Orang-orang seperti ini mengelilingi sang Bodhisattva,
Semuanya ber-anjali dan menatap-Nya tanpa bosan.
Seperti bulan yang terang diantara bintang,
Adalah sang Bodhisattva yang ada di tengah-tengah perkumpulan majelis.
Seperti inilah praktek dari sang Mahasattva,
Memasuki kekuatan batin dari Samadhi ini.
Sama seperti yang diwujudkan di dalam satu wilayah,
Dikelilingi oleh rombongan putra Buddha,
Begitu juga di dalam semua wilayah,
Tinggal berdiam di dalam kekuatan batin dari Samadhi ini.

Ada Samadhi tertinggi yang bernama Jaring-Jaring Tempat,
Sang Bodhisattva tinggal berdiam di dalam ini dan mengajar secara luas,
Memunculkan wujud di semua penjuru,
Kadang memasuki Samadhi, kadang timbul;
Kadang memasuki Samyak-samadhi di penjuru timur
Dan timbul dari Samadhi di penjuru barat,
Kadang memasuki Samyak-samadhi di penjuru barat
Dan timbul dari Samadhi di penjuru timur,
Kadang memasuki Samyak-samadhi di penjuru lain
Dan timbul dari Samadhi di penjuru yang lainnya lagi,
Kadang masuk dan timbul meliputi seluruh sepuluh penjuru:
Ini dinamakan kekuatan Samadhi Bodhisattva.

Muncul dihadapan dan berhubungan dengan
Semua Buddha yang tidak terhitung
Dalam ksetra-ksetra di seluruh penjuru timur,
Sambil tinggal berdiam dalam Samadhi ini, diam tidak bergerak,
Dan timbul dari Samadhi
Di hadapan semua Buddha
Dari dunia-dunia di penjuru barat,
Membuat persembahan yang tidak terbatas kepada Mereka semua;
Muncul dihadapan dan berhubungan dengan
Semua Buddha yang tidak terhitung
Dalam ksetra-ksetra di seluruh penjuru barat,
Sambil tinggal berdiam dalam Samadhi ini, diam tidak bergerak,
Dan timbul dari Samadhi
Di hadapan semua Buddha
Dari dunia-dunia di penjuru timur,
Membuat persembahan yang tidak terbatas kepada Mereka semua;
Begitulah sang Bodhisattva memasuki
Semua dunia di sepuluh penjuru,
Kadang mewujudkan Samadhi, diam tidak bergerak,
Kadang mewujudkan pemujaan secara hormat kepada para Buddha.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera mata,
Timbul dari Samadhi dalam bidang bentuk-rupa,
Memperlihatkan yang tidak terbayangkan dari sifat alami bentuk-rupa,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang bentuk-rupa,
Dan Timbul dari Samadhi dalam mata, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera mata adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera telinga,
Timbul dari Samadhi dalam bidang suara,
Membedakan suara dari semua bahasa,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang suara,
Dan Timbul dari Samadhi dalam telinga, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera telinga adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera hidung,
Timbul dari Samadhi dalam bidang aroma,
Menemukan semua wewangian yang paling unggul,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang aroma,
Dan Timbul dari Samadhi dalam hidung, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera hidung adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera lidah,
Timbul dari Samadhi dalam bidang rasa,
Menemukan semua rasa yang paling istimewa,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang rasa,
Dan Timbul dari Samadhi dalam lidah, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera lidah adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera tubuh,
Timbul dari Samadhi dalam bidang sentuhan,
Mampu dengan jelas membedakan semua permukaan,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang sentuhan,
Dan Timbul dari Samadhi dalam tubuh, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera tubuh adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam indera pikiran,
Timbul dari Samadhi dalam bidang gejala kejadian,
Melihat ciri-ciri dari semua gejala kejadian,
Yang tidak diketahui oleh semua Dewa dan Manusia;
Memasuki Samyak-samadhi dalam bidang gejala kejadian,
Dan Timbul dari Samadhi dalam pikiran, tanpa mengganggu pikiran,
Menjelaskan indera pikiran adalah yang tidak dilahirkan dan tanpa asal-mula,
Kosong oleh sifat alami, yang tiada, dan tanpa tindakan apapun.

Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang yang muda,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang yang dewasa,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang yang dewasa,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang yang tua,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang yang tua,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Upasika,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Upasika,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Upasaka,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Upasaka,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Bhiksuni,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Bhiksuni,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Bhiksu,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Bhiksu,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang 'Pelajar (Saiksatin)' atau 'Bukan Pelajar (Asaiksatin)',
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Saiksatin atau Asaiksatin,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Pratyekabuddha,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Pratyekabuddha,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Samyaksambuddha,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Samyaksambuddha,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Deva,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Deva,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Naga,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Naga,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Yaksha,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Yaksha,
Timbul dari Samadhi dalam tubuh seorang Bhuta,
Memasuki Samyak-samadhi dalam tubuh seorang Bhuta,
Timbul dari Samadhi dalam satu pori-pori rambut,
Memasuki Samyak-samadhi dalam satu pori-pori rambut,
Timbul dari Samadhi dalam semua pori-pori rambut,
Memasuki Samyak-samadhi dalam semua pori-pori rambut,
Timbul dari Samadhi di sehelai ujung rambut,
Memasuki Samyak-samadhi di sehelai ujung rambut,
Timbul dari Samadhi di satu butir debu,
Memasuki Samyak-samadhi di satu butir debu,
Timbul dari Samadhi di semua butiran debu,
Memasuki Samyak-samadhi di semua butiran debu,
Timbul dari Samadhi di permukaan Vajra,
Memasuki Samyak-samadhi di permukaan Vajra,
Timbul dari Samadhi di Pohon Mani,
Memasuki Samyak-samadhi di Pohon Mani,
Timbul dari Samadhi di dalam lingkaran cahaya Buddha,
Memasuki Samyak-samadhi di dalam lingkaran cahaya Buddha,
Timbul dari Samadhi di sungai dan laut,
Memasuki Samyak-samadhi di sungai dan laut,
Timbul dari Samadhi di unsur api,
Memasuki Samyak-samadhi di unsur api,
Timbul dari Samadhi di unsur angin, dengan pikiran tidak terganggu,
Memasuki Samyak-samadhi di unsur angin,
Timbul dari Samadhi di unsur tanah,
Memasuki Samyak-samadhi di unsur tanah,
Timbul dari Samadhi di istana surga,
Memasuki Samyak-samadhi di istana surga,
Timbul dari Samadhi di ruang angkasa, dengan pikiran tidak terganggu,
Ini dinamakan kebebasan yang tidak terbayangkan dari samadhi dari Dia Yang Berkebajikan Tanpa Batas,
Yang semua Buddha dari sepuluh penjuru
Tidak bisa sepenuhnya menjelaskannya bahkan dalam kalpa yang tidak terhitung.

Semua Buddha bersama-sama menjelaskan
Bahwa akibat dari karma para makhluk adalah yang banyaknya tidak terbayangkan.
Tampilan perubahan wujud dari para Naga, keahlian dari para Buddha,
Dan kekuatan batin dari para Bodhisattva adalah juga yang tidak terbayangkan.
Walaupun mencoba menjelaskannya dengan persamaan,
Bagaimanapun juga tidak ada persamaan yang bisa seperti ini;
Namun, orang yang bijaksana dan cerdas,
Memahami maknanya melalui cara persamaan.

Pikiran dari para pengikut Buddha tinggal berdiam di dalam 'Delapan Pembebasan (Asta Vimoksa)'
Dan perubahan wujud yang dilakukan semuanya terlaksana dengan bebas;

Mereka bisa mewujudkan banyak tubuh melalui satu tubuh
Dan bisa membuat satu tubuh dari banyak tubuh.
Mereka bisa memasuki samadhi api di ruang angkasa,
Berjalan, berdiri, duduk, dan berbaring, seluruhnya di langit,
Menghasilkan air dari tubuh bagian atas dan api dari tubuh bagian bawah,
Atau api dari tubuh bagian atas dan air dari tubuh bagian bawah.
Dalam cara ini, dalam sekejap satu pikiran,
Mereka bisa berubah wujud secara bebas dalam banyak cara yang tidak terhitung.
Mereka tidak sepenuhnya memiliki Maha-karuna,
Dan tidak mencari Buddhatva demi semua makhluk,
Namun Mereka masih bisa mewujudkan hal-hal yang tidak terbayangkan seperti ini.
Apalagi bagi para Bodhisattva yang dermawan, kekuatannya akan jauh lebih besar;

Sama seperti matahari dan bulan mengitari ruang angkasa,
Pantulan cahayanya muncul di semua tempat,
Di mata air, kolam, waduk, dan air di bejana,
Di sungai dan laut yang seperti permata - itu terpantulkan di mana-mana;
Begitu juga dengan bentuk-rupa para Bodhisattva,
Mereka muncul dimana-mana, tidak terbayangkan;
Semua ini adalah kebebasan dari Samadhi,
Yang hanya bisa dicapai oleh Yang Terbangkitkan.

Sama seperti gambar dari empat tentara di air lautan,
Masing-masing berbeda, tidak menyatu, tidak bercampur,
Pedang, tombak, busur dan panahnya banyak dan berbeda-beda,
Perisai, topi baja, dan kereta tempurnya tidaklah sama;
Perbedaan bentuk apapun yang ada,
Semuanya tercermin di air,
Namun air itu sendiri tidak membeda-bedakan;
Samadhi dari para Bodhisattva adalah juga seperti ini.

Di lautan ada sura yang bernama 'Susvara (Suara Yang Bagus)'
Yang suaranya secara menyeluruh menyesuaikan dengan semua makhluk laut,
Dan yang sepenuhnya memahami semua bahasa mereka,
Dan membuat mereka semua bahagia dan bergembira;
Sura itu memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun ia masih bisa memahami semua suara;
Apalagi bagi para Bodhisattva yang pikirannya terkendali, kekuatannya akan jauh lebih besar;
Mana mungkin Mereka tidak bisa menggembirakan semua makhluk?

Ada perempuan yang bernama 'Pratibhanakusala (Keahlian Berbicara)',
Yang terlahir dari doa orang tuanya ke surga;
Jika orag bisa menyingkirkan kejahatan dan senang dalam Dharma,
Maka bisa memasuki tubuhnya dan membangkitkan kefasihan yang menakjubkan.
Dia memiliki nafsu keinginan, kebencian, dan ketidaktahuan,
Namun masih bisa menganugerahkan kekuatan kefasihan sesuai dengan praktek.
Apalagi bagi para Bodhisattva yang penuh kebijaksanaan,
Bisa menganugerahkan keuntungan kepada para makhluk hidup.

Sama seperti ahli sulap yang mengetahui kemagisan,
Bisa menghasilkan beranekaragam hal yang banyak,
Membuat dalam seketika seperti sehari, sebulan, setahun,
Menghasilkan kota yang kaya dan sangat bahagia;
Ahli sulap itu memiliki nafsu keinginan, kebencian, dan ketidaktahuan,
Namun masih bisa menggembirakan dunia dengan kemampuan magisnya.
Apalagi dengan kekuatan dari 'Konsentrasi (Samadhi)' dan 'Pembebasan (Vimoksa)',
Bisa mendatangkan kebahagiaan kepada semua makhluk.

Ketika para Deva dan Asura berperang,
Asura kalah dan melarikan diri;
Senjata, kereta tempur, dan tentaranya,
Mereka menyembunyikannya dalam sekejap tiada yang bisa melihat.
Mereka memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun masih bisa melakukan perubahan wujud yang tidak terbayangkan;
Apalagi dengan tinggal berdiam dalam keberanian dari kekuatan Abhijna,
Sekarang mewujudkan kebebasan yang berdaulat.

Sakra devendra memiliki gajah kerajaan,
Ketika ia tahu bahwa Devendra ingin pergi kesuatu tempat,
Ia mengubah dirinya sendiri, menciptakan tiga puluh tiga kepala,
Masing-masing kepala ada enam gading,
Dengan tujuh kolam air di setiap gading,
Yang bersih dan wangi, murni, tenang dan penuh.
Dalam air dari setiap kolam yang murni itu,
Ada tujuh bunga teratai dalam susunan yang indah;
Di setiap hiasan bunga teratai itu,
Ada tujuh Dewi yang seperti permata,
Dengan mahir menari dan memainkan musik,
Menghibur Sakra Devendra.
Gajah itu juga bisa menghilangkan bentuk aslinya,
Dan mengubah tubuhnya menjadi yang seperti para Dewa,
Yang sepenuhnya sama dalam sikap dan tindakan.
Ia memiliki kekuatan perubahan wujud ajaib ini.
Ia memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun masih bisa mewujudkan kekuatan ajaib seperti ini.
Apalagi bagi Dia yang dipenuhi dengan Upaya-kausalya dan Pengetahuan,
Bebas dalam semua keadaan dari Samadhi.

Sama seperti perubahan wujud tubuh ilusi dari Asura,
Sedang berjalan di lapisan vajra, sedang berdiri dilautan,
Bagian paling dalam dari air lautan hanya mencapai perutnya,
Sedangkan kepalanya sama tingginya dengan gunung Sumeru.
Ia memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun masih bisa menampilkan keajaiban besar seperti ini.
Apalagi bagi sang Lampu Penumpas Mara yang menerangi dunia,
Memiliki kekuatan ajaib yang menakjubkan.

Ketika para Dewa dan Asura berperang,
Kekuatan ajaib Sakra Devendra adalah yang tidak terbayangkan,
Seberapa banyakpun tentara Asura yang ada,
Devendra mewujudkan tubuh yang sama banyaknya untuk melawan.
Para Asura berpikir,
"Indra sedang datang ke kami,
Dan pasti akan menangkap dan mengikat kami,"
Jadi, mereka semua gelisah dan takut.
Indra mewujudkan tubuh dengan ribuan mata,
Yang memegang Halilintar Vajra, dan melempar api,
Berbaju perisai, bersenjata, dan dengan kemuliaan yang menakjubkan;
Para Asura yang melihat ini, semuanya mundur.
Indra, melalui kekuatan dari kebajikan yang sedikit,
Masih bisa mengalahkan musuh yang berjumlah besar.
Apalagi bagi sang Penyelamat Semua,
Yang dipenuhi dengan semua kebajikan.

Di surga Trayastrimsa, ada 'Genderang Surga (Divyadundubhir)'
Yang dihasilkan sebagai akibat dari karma para dewa;
Itu diketahui saat para dewa sedang memanjakan diri,
Dan dengan sendirinya mengumumkan suara ini di ruang angkasa :
"Semua objek nafsu keinginan adalah yang tidak tetap,
Seperti gelembung air, busa, yang kosong, tidak nyata;
Semua keberadaan seperti mimpi, seperti khayalan,
Seperti awan yang mengambang, bulan di air.
Pemuasan nafsu adalah musuh, siksaan dan penderitaan.
Itu bukanlah jalan keabadian, namun jalan kelahiran dan kematian.
Dan orang yang bertindak memuaskan nafsu
Akan memasuki mulut ikan kematian.
Karena itu adalah akar dari semua penderitaan dunia,
Semua orang bijak menghindarinya.
Kualitas dari objek nafsu keinginan adalah yang tidak bertahan lama.
Anda harus bergembira dalam apa yang nyata dan sesungguhnya."
Ketika para dewa surga Trayastrimsa mendengar suara ini,
Mereka semua berangkat ke gedung Sudharma,
Dan Dewa Indra mengkhotbahkan kepada mereka Dharma yang halus,
Membuat mereka patuh dan hening-tenang, menyingkirkan ketamakan dan pendambaan.
Suara itu tanpa bentuk-rupa dan tidak bisa dilihat,
Namun itu dapat menguntungkan para dewa.
Apalagi bagi tubuh yang diwujudkan sesuai dengan kecenderungan,
Bisa digunakan para Bodhisattva untuk menyelamatkan dan membebaskan para makhluk.

Ketika para Dewa dan Asura berperang,
Melalui kekuatan kebajikan dari para dewa yang unggul,
Genderang surga berbunyi, memberitahukan kepada rombongan,
"Anda jangan khawatir atau takut,"
Dan para Dewa, setelah mendengar pengumuman ini,
Terbebas dari ketakutan dan meningkat kekuatan.
Kemudian pikiran para Asura terguncang dengan rasa takut,
Dan tentara mereka semuanya mundur dan melarikan diri.
Samadhi yang wangi dan menakjubkan adalah yang seperti Genderang surga:
Itu selalu menghasilkan suara tanpa nafsu, menaklukkan mara;
Maha-karuna dengan murah hati menolong semua,
Menyebabkan semua makhluk mengakhiri penderitaan.

Indra telah bersetubuh dengan semua dewi,
Sembilan puluh dua koti-nayuta banyaknya,
Menyebabkan masing-masing mereka berpikir,
Bahwa sang Indra hanya menghibur dia satu-satunya saja.
Sama seperti dia menanggapi tubuh semua dewi,
Begitu juga dengan di dalam gedung Sudharma,
Dia bisa dalam sekejap mewujudkan kekuatan ajaib,
Dan pergi ke masing-masing orang untuk berkhotbah.
Indra memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun masih bisa menyebabkan semua rombongannya bahagiah.
Apalagi dengan kekuatan batin dari upaya-kausalya,
Mampu menyebabkan semua bergembira.

Raja surga Paranirmitavasavarti,
Berkuasa di dalam 'alam nafsu (kamadhatu)';
Dengan kebiasaan yang keliru untuk menjerat,
Dia menangkap dan mengikat semua orang awam.
Dia memiliki ketamakan, kebencian, dan kebodohan,
Namun memiliki penguasaan atas para makhluk hidup.
Apalagi bagi Dia yang memiliki Dasabala yang berdaulat,
Mampu menyebabkan para makhluk bertindak dengan sesuai.

Raja Maha Brahma penguasa Trisahasra Mahā sahasra loka-dhātu,
Bisa muncul di dalam semua tempat kediaman,
Dari para dewa brahma dan duduk dengan mereka,
Berbicara dalam suara Brahma yang murni dan halus.
Dia tinggal berdiam dalam jalan brahma duniawi,
Namun masih memiliki Samadhi dan kekuatan ajaib.
Apalagi bagi Dia Yang Melampaui Duniawi, Yang Tiada Tanding,
Memiliki penguasaan atas Samadhi dan Pembebasan.

Pengetahuan dari Dewa Maha Isvara adalah yang berkuasa;
Ketika para Naga laut menurunkan hujan,
Dia bisa menghitung dengan jelas setiap tetes,
Melihatnya semua dalam sekejap;
Jika orang secara rajin paktek dan belajar selama kalpa yang tidak terhitung,
Dan mencapai pengetahuan tertinggi dari Bodhi,
Tidaklah mungkin orang seperti itu tidak bisa,
Dalam sekejap mengetahui pikiran semua makhluk.

Akibat dari karma para makhluk hidup adalah yang tidak terbayangkan banyaknya.
Makhluk seperti Mahavayubala (kekuatan angin yang besar), menghasilkan yang ada di dunia:
Lautan yang luas, pegunungan, istana dewa,
Cahaya permata, dan semua jenis gejala-kejadian;
Itu juga bisa menghasilkan awan dan mendatangkan hujan,
Dan bisa membubarkan dan menghilangkan semua mendung,
Dan bisa mematangkan semua gandum,
Dan bisa menghibur makhluk hidup.
Vayu itu tidak bisa mempelajari Prajna-paramita,
Atau mempelajari kualitas dari Buddhatva,
Namun masih bisa melaksanakan perbuatan yang tidak terbayangkan.
Apalagi bagi Dia Yang Menepati Semua Pranidhana-nya.

Berbagai macam suara laki-laki dan perempuan,
Suara burung dan binatang,
Suara lautan, sungai, dan halilintar,
Semuanya bisa menggembirakan pikiran para makhluk hidup,
Apalagi bagi Orang Yang Mengetahui Sifat Alami Suara Yang Adalah Seperti Gema,
Yang mencapai kefasihan yang menakjubkan dan tidak terhalang,
Dan mengajar Dharma dengan sesuai kepada semua,
Adalah yang mampu menggembirakan para makhluk dunia.

Lautan memiliki kualitas luar biasa istimewa,
Itu bisa menjadi pencermin yang sama untuk semua;
Para makhluk hidup, permata, sungai dan arus,
Semua itu dikandungnya, tidak menghalangi apapun.
Dia yang dengan 'meditasi (Dhyana)', 'konsentrasi (Samadhi)', dan 'pembebasan (Vimoksa)' yang tidak habis-habisnya,
Juga bisa menjadi Mudra dari kesamaan, yang mencermin dengan sama, seperti ini;
Praktek yang menakjubkan dari kebajikan dan pengetahuan
Dia mengolah semuanya tanpa kenal lelah.
Ketika para Raja Naga laut mengembara,
Mereka bebas dimanapun berada,
Menghasilkan awan yang menutupi bumi,
Awan-awan ini menghiasi dengan beranekaragam warna;
Di surga keenam, Paranirmitavasavarti,
Awannya berwarna emas;
Di surga Nirmanarati, warnanya seperti mutiara merah;
Di surga Tusita, warnanya seperti kristal salju;
Di surga Yama, warnanya seperti lapis lazuli;
Di surga Trayastimsa, warnanya seperti Vaidurya;
Di surga Catur-maharajika, warnanya seperti Mani;
Di atas laut, warnanya seperti Vajra;
Di alam Kinnara, warnanya seperti dupa;
Di tempat tinggal Naga, warnanya seperti bunga teratai;
Di tempat tinggal Yaksha, warnanya seperti angsa putih;
Di antara para Asura, warnanya seperti batu pegunungan;
Di Uttarakuru, warnanya seperti api emas;
Di Jambudvipa, warnanya seperti Nilamani;
Di benua yang lainnya, hiasannya bercampur;
Ini ditentukan sesuai dengan kecenderungan para makhluk.

Juga, di surga Paranirmitavasavarti,
Petirnya berwarna seperti sinar matahari;
Di surga Nirmanarati, warnanya seperti cahaya bulan;
Di surga Tusita, warnanya seperti emas jambunada;
Di surga Yama, warnanya seperti permata salju;
Di surga Trayastimsa, warnanya seperti api keemasan;
Di surga Catur-maharajika, warnanya seperti semua permata;
Di atas laut, warnanya seperti mutiara merah;
Di alam Kinnara, warnanya seperti lapis lazuli;
Di tempat tinggal Naga, warnanya seperti tambang permata;
Di tempat tinggal Yaksha, warnanya seperti permata mani;
Di antara para Asura, warnanya seperti batu permata;
Di Uttarakuru, warnanya seperti mutiara api;
Di Jambudvipa, warnanya seperti Nilamani;
Di benua yang lainnya, hiasannya bercampur;
Sama seperti warna awannya, begitu juga dengan petirnya.

Di surga Paranirmitavasavarti,
Gunturnya seperti suara Brahma;
Di surga Nirmanarati, suaranya seperti genderang besar;
Di surga Tusita, suaranya seperti nyanyian;
Di surga Yama, suaranya seperti suara para dewi;
Di surga Trayastimsa, suaranya seperti bernekaragam suara para kinnara;
Di surga Catur-maharajika, suaranya seperti yang dihasilkan dari para gandharva;
Di atas laut, suaranya seperti pegunungan yang saling bertabrakkan;
Di alam Kinnara, suaranya seperti seruling;
Di tempat tinggal Naga, suaranya seperti suara burung kalavinka;
Di tempat tinggal Yaksha, suaranya seperti suara para gadis naga;
Di antara para Asura, suaranya seperti genderang surga;
Di antara para Manusia, suaranya seperti suara hantaman ombak;

Di surga Paranirmitavasavarti, turun hujan wewangian
Dengan beranekaragam campuran bunga sebagai hiasan;
Di surga Nirmanarati, turun hujan bunga kapas,
bunga mandarava, dan beranekaragam wewangian;
Di surga Tusita, turun hujan permata mani
Lengkap dengan hiasan dari berbagai jenis permata;
Disana, permata di atas jambul sama seperti cahaya bulan,
Pakaian indah yang dipakai disana berwarna emas;
Di surga Yama, turun hujan bendera dan kanopi,
Kalung karangan bunga, wewangian, dan hiasan yang indah,
Dan juga pakaian unggul yang berwarna permata mani,
Dan beranekaragam musik;
Di surga Trayastimsa, turun hujan permata Cintamani,
Gaharu hitam dan wewangian candana,
Berbagai wewangian dari bunga-bunga surga,
Berhujanan turun satu sama lain;
Di surga Catur-maharajika, turun hujan makanan lezat
Dengan warna, wangi, dan rasa yang meningkatkan kekuatan;
Itu juga menurunkan hujan permata-permata indah yang tidak terbayangkan,
Semuanya dibuat oleh para Raja Naga.
Juga, di laut,
Hujannya terus meningkat, seperti putaran,
Dan menurunkan hujan gudang permata yang tidak habis-habisnya,
Dan juga menurunkan hujan beranekaragam perhiasan permata;
Di alam Kinnara, turun hujan kalung,
Bunga teratai yang berwarna-warni, jubah, dan permata,
Bunga-bunga yang tumbuh dalam hujan, dan bunga berwarna emas,
Dengan berbagai jenis musik semuanya tercakup didalamnya;
Di tempat tinggal Naga, turun hujan mutiara merah;
Di antara para Asura, turun hujan senjata
Yang menaklukkan semua musuh;
Di benua Uttarakuru, turun hujan kalung
Dan juga turun hujan bunga-bunga indah yang tidak terhitung;
Di benua Purvavideha dan Aparagodaniya
Turun hujan perhiasan;
Di Jambudvipa, turun hujan air murni,
Sangat baik, menyegarkan, selalu disaat yang tepat,
Memelihara bunga, buah, dan tanaman,
Mematangkan semua panen.
Hiasan indah yang tidak terhitung seperti ini,
Berbagai jenis awan, petir, guntur, dan hujan,
Para Raja Naga bisa dengan bebas membuatnya.
Tanpa menggerakkan tubuh mereka, tanpa pembedaan,
Di dalam dunianya, di lautan tempat mereka tinggal,
Masih bisa mewujudkan kekuatan yang tidak terbayangkan seperti ini.
Apalagi bagi Dia yang memasuki lautan Dharma dan mewujudkan kebajikan,
Bisa menghasilkan 'Perubahan Wujud Ajaib Yang Besar (Maha-vikurvana)'.

Pintu pembebasan dari para Bodhisattva
Tidak bisa diungkapkan melalui kiasan apapun,
Namun Saya telah, dengan persamaan ini,
Mengumumkan kekuatan pembebasan Mereka.
 
Pengetahuan yang terutama, kebijaksanaan yang luas,
Pengetahuan yang sesungguhnya, kebijaksanaan yang tanpa batas,
Kebijaksanaan yang luar biasa, kebijaksanaan tertinggi,
Sekarang Dharma seperti ini telah dijelaskan.
Dharma ini adalah yang langka dan paling luar biasa;
Jika orang setelah mendengar bisa menerimanya,
Mempercayainya, menyerapnya, memujinya, dan menjelaskannya,
Pencapaian ini dianggap sebagai yang paling sulit.
Dari semua orang awam di dunia,
Adalah yang paling sulit untuk menemukan yang mempercayai Dharma ini.
Jika ada yang rajin mengolah kebajikan yang murni,
Melalui kekuatan sebab masa lampau, mereka bisa percaya.
Diantara para makhluk dari semua dunia,
Sedikit yang mau mencari Sravakayana;
Mereka yang mencari Pratyekabuddhayana bahkan lebih sedikit,
Dan Mereka yang bertujuan pada Mahayana sangatlah sulit ditemukan.
Namun berjuang untuk Mahayana adalah yang masih mudah,
Dibandingkan dengan kesulitan yang lebih besar dari mempercayai Dharma ini.
Bahkan lebih sulit lagi untuk memelihara, membaca dan menjelaskannya kepada orang lain,
Mempraktekkan sesuai dengan Dharma ini dan sungguh memahaminya.
Menggenggam Trisahassra Maha Sahassra Lokadhatu di satu tangan,
Dengan tanpa bergerak selama satu kalpa,
Bukanlah hal yang sulit,
Dibandingkan mempercayai Dharma ini.
Jika orang menyediakan kesenangan selama satu kalpa,
Di tempat tinggal para makhluk yang banyaknya seperti butiran debu di sepuluh Buddhaksetra,
Kebajikannya tidaklah dianggap sebagai yang tertinggi,
Orang yang mempercayai Dharma ini adalah yang paling unggul.
Bahkan dengan menghabiskan waktu selama satu kalpa melayani
Para Buddha yang banyaknya seperti butiran debu di sepuluh Buddhaksetra,
Kebajikan akan menjadi jauh lebih besar, tertinggi,
Jika Orang bisa membaca dan mempertahankan Dharma ini.

Ketika Sattvottara Bodhisattva Mahasattva telah mengucapkan syair-gatha ini, dunia-dunia di sepuluh penjuru berguncang dalam enam cara, istana Mara menjadi tertutup, alam penyakit menjadi berhenti; Para Buddha dari sepuluh penjuru muncul dihadapannya dan Masing-Masing menepuk kepalanya dengan tangan kanan Mereka dan memujinya dengan berkata : "Sadhu, Kulaputra, Sadhu, Anda telah dengan tepat menjelaskan Dharma ini, dan Kami semua oleh sebab itu bergembira!"

_________________________________________________________________________________________________
Asta - Vimoksa : adalah praktek meditasi yang mengarah kepada pelepasan dari penampilan di dalam delapan tingkat berikut,
[1] perenungan pada semua bentuk penampilan dan kerusakannya.
[2] perenungan pada ketidakmurnian dari bentuk-bentuk di luar.
[3] perenungan pada meninggalkan penampilan cantik.
[4] perenungan pada ketidakterbatasan dari ruang angkasa.
[5] perenungan pada ketidakterbatasan dari kesadaran.
[6] perenungan pada ketiadaan.
[7] perenungan pada pergi melampaui tanggapan penglihatan ataupun yang bukan tanggapan penglihatan.
[8] perenungan pada penghentian tanggapan penglihatan dan perasaan (nirodha-samapatti).

14
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: September 30, 2018, 08:22:15 am »

Vajrambhuja (Amitayus)



Vajradharma (Aryavalokitesvara)

Bab 11
Karmaparisodhana parivartah

Kemudian pada saat itu, Jnanottara Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Manjushri Bodhisattva Mahasattva dengan berkata : "Bagaimanakah, kulaputra, para Bodhisattva mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tanpa cacat? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tidak melukai? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tidak tercela? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tidak bisa dihancurkan? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tanpa kemunduran? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tidak tergoyahkan? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang unggul? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang murni? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang tanpa noda? Bagaimanakah Mereka mencapai karma dari tubuh, ucapan, dan pikiran yang dipimpin oleh kebijaksanaan? Bagaimanakah Mereka mencapai kelahiran di tempat yang baik, silsilah yang baik, keluarga yang baik, penampilan yang sempurna, kebijaksanaan yang sempurna, praktek yang sempurna, keberanian yang sempurna, dan tercerahkan sempurna? Bagaimanakah Mereka mencapai kebijaksanaan yang unggul, kebijaksanaan yang terutama, kebijaksanaan tertinggi, kebijaksanaan yang tidak terukur, kebijaksanaan yang tidak terhitung, kebijaksanaan yang tidak terbayangkan, kebijaksanaan yang tiada bandingan, kebijaksanaan yang tidak terduga, kebijaksanaan yang tidak terkatakan? Bagaimanakah Mereka mencapai kekuatan 'sebab (hetu)', kekuatan semangat, kekuatan 'keterampilan (upaya)', kekuatan kondisi, kekuatan dari objek yang dikondisikan, kekuatan indera, kekuatan pengamatan, kekuatan 'konsentrasi menghentikan pikiran (samatha)', kekuatan 'wawasan yang memeriksa kenyataan (vipashyana)', kekuatan perenungan? Bagaimanakah Mereka mencapai keahlian menganalisa 'kumpulan (skandha)', keahlian menganalisa unsur, keahlian menganalisa tempat, keahlian menganalisa 'kemunculan yang saling bergantungan (pratityasamutpada)', keahlian menganalisa 'alam nafsu keinginan (kamadhatu)', keahlian menganalisa 'alam bentuk-rupa (rupadhatu)', keahlian menganalisa 'alam yang tiada bentuk-rupa (arupadhatu)', keahlian memahami masa lampau, keahlian memahami masa sekarang, keahlian memahami masa depan? Bagaimanakah Mereka mengolah dengan baik 'bagian dari pencerahan dari perhatian penuh (smrti-bodhyanga)', 'bagian dari pencerahan dari memeriksa kebenaran (dharmavicaya-bodhyanga)', 'bagian dari pencerahan dari semangat (virya-bodhyanga), 'bagian dari pencerahan dari kegembiraan (priti-bodhyanga), 'bagian dari pencerahan dari kedamaian tubuh dan pikiran (prasrabdhi-bodhyanga), 'bagian dari pencerahan dari konsentrasi (samadhi-bodhyanga), 'bagian dari pencerahan dari pelepasan (upeksha-bodhyanga)? Bagaimanakah Mereka mencapai kekosongan, ketiadaan ciri-ciri, ketiadaan keinginan?  Bagaimanakah Mereka mencapai kesempurnaan 'Menyumbang Yang Melampaui (dana-paramita)', 'Pengendalian Diri Yang Melampaui (sila-paramita)', 'Kesabaran Yang Melampaui (ksanti-paramita)', 'Semangat Yang Melampaui (virya-paramita)', 'Meditasi Yang Melampaui (dhyana-paramita)', 'Kebijaksanaan Yang Melampaui (prajna-paramita)'? Bagaimanakah Mereka mencapai kesempurnaan 'Kebaikan (Maitri)', 'Belas-kasihan (Karuna)', 'Kegembiraan (Mudita)', 'Pelepasan (Upeksha)'? Bagaimanakah Mereka mencapai kekuatan pengetahuan tentang apa yang dasar dan apa yang bukan, kekuatan pengetahuan tentang akibat dari karma masa lampau - sekarang - masa depan, kekuatan pengetahuan tentang indera yang lebih tinggi dan lebih rendah, kekuatan pengetahuan tentang berbagai jenis alam, kekuatan pengetahuan tentang berbagai jenis pemahaman, kekuatan pengetahuan tentang tujuan dari semua jalan, kekuatan pengetahuan tentang kekotoran atau kemurnian dari Dhyana - 'pembebasan (vimoksa)' - Samadhi, kekuatan pengetahuan tentang kehidupan masa lampau, kekuatan pengetahuan tentang mata surga yang tidak terhalang, kekuatan pengetahuan tentang memotong putus semua noda? Bagaimanakah Mereka selalu mendapat perlindungan, hormat, dan pemujaan dari para Raja Dewa, Raja Naga, Raja Yaksha, Raja Gandharva, Raja Asura, Raja Garuda, Raja Kinnara, Raja Mahoraga, Raja Manusia, Raja Brahma? Bagaimanakah Mereka menjadi andalan, penyelamat, tempat berlindung, tujuan, obor, cahaya, penyinar, pembimbing, pemimpin tertinggi atas semua bagi seluruh makhluk hidup? Bagaimanakah Mereka menjadi yang terutama, terbesar, unggul, tertinggi, mulia, menakjubkan, melebihi, tidak terkalahkan, tiada bandingan, tiada tanding diantara semua makhluk hidup?"

Kemudian Manjushri Bodhisattva Mahasattva berkata kepada Jnanottara Bodhisattva Mahasattva : "Sadhu, Kulaputra, Sadhu ! Anda telah menanyakan ini demi keuntungan orang banyak, demi kebahagiaan orang banyak, untuk belas kasihan kepada dunia, untuk kesejahteraan dan kebahagiaan orang banyak, para dewa dan manusia. Jika, Kulaputra, para Bodhisattva menggunakan pikiran dengan tepat, Mereka bisa mencapai semua kualitas kebajikan tertinggi, pikiran Mereka bisa tanpa hambatan terhadap semua Buddhadharma, Mereka bisa tetap tinggal di jalan dari para Buddha masa lampau - sekarang - masa depan, tetap tinggal ditengah-tengah menyesuaikan dengan para makhluk hidup tidak pernah meninggalkannya, bisa memahami ciri-ciri dari semua gejala kejadian, memotong putus semua kejahatan dan menyempurnakan semua kebaikan. Mereka akan memiliki tubuh yang paling unggul, sama seperti Samantabhadra; Semua praktek pranidhana Mereka akan terpenuhi, dan akan bebas tanpa usaha dalam semua gejala kejadian, dan akan menjadi pembimbing semua makhluk hidup. Bagaimanakah, Kulaputra, Mereka menggunakan pikiran untuk mencapai semua kualitas kebajikan yang unggul ini?

Bodhisattva yang berkehidupan rumah,
Harus berpikir ingin semua makhluk
Menyadari sifat alami kekosongan dari kehidupan rumah,
Dan terlepas dari tekanannya.

Ketika sedang melayani orang tuanya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Melayani sang Buddha,
Meindungi dan menyokong semuanya.

Ketika sedang bersama dengan istri dan anaknya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memperlakukan sama terhadap semua orang,
Dan selamanya meninggalkan kemelekatan.

Ketika memperoleh lima nafsu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencabut keluar panah nafsu,
Dan menyadari kebahagiaan tertinggi.

Ketika sedang di kesenangan pesta musik meriah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menghibur diri dengan Dharma,
Dan menyadari kesenangan itu adalah yang tidak nyata.

Ketika sedang di dalam istana,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki keadaan dari Resi,
Selamanya melenyapkan nafsu mengidam yang kotor.

Ketika memakai kalung permata berharga,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan semua perhiasan yang salah,
Dan mencapai tempat tinggal Dharma.

Ketika naik keatas menara,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Naik keatas menara Dharma,
Dengan jelas melihat semuanya.

Ketika sedang menyumbang,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mampu melepaskan segalanya,
Dengan pikiran yang terbebas dari kemelekatan.

Ketika dalam pertemuan orang banyak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan gejala kejadian yang berkondisi,
Dan mencapai 'Pengetahuan Yang Mengetahui Semua (Sarvajnajnana)'.

Ketika dalam bahaya dan kesulitan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai tujuan dengan mudah,
Dan tidak menemui halangan dalam usahanya.

Ketika meninggalkan kehidupan rumah tangga,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan kehidupan rumah tanpa halangan apapun,
Dan pikiran menjadi terbebaskan.

Ketika masuk ke 'biara Buddha (sangha-arama)',
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Membabarkan semua jenis Dharma
Yang bebas dari kesalahan dan pertengkaran.

Ketika mengunjungi pengajar dan guru,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan terampil melayani gurunya,
Dan mempraktikkan Dharma kebajikan.

Ketika meminta 'meninggalkan kehidupan duniawi (pravrajita)',
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai tingkat tanpa kemunduran,
Pikiran terbebas dari rintangan.

Ketika membuang pakaian duniawi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan tekun mengolah akar kebajikan,
Dan meninggalkan semua pelanggaran penghancur.

Ketika mencukur rambut kepala,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selamanya bercerai dari semua penderitaan,
Dan mencapai keheningan-tenang tertinggi.

Ketika mengenakan jubah kasaya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki pikiran yang tanpa noda,
Dan memikirkan 'ikrar tiada tanding (anuttara-pranidhana)'.

Ketika benar-benar meninggalkan kehidupan rumah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Bersama Buddha meninggalkan kehidupan rumah,
Dan menyelamatkan semua makhluk.

Ketika berlindung pada Buddha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meneruskan silsilah para Buddha,
Dan menghasilkan ikrar tiada tanding.

Ketika berlindung pada Dharma,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Masuk mendalam ke dalam 'permata Dharma (Dharma-ratna)',
Dan memiliki kebijaksanaan sedalam lautan.

Dalam berlindung pada Sangha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Bersatu dalam tata-tertib Maha-sangha,
Semuanya tanpa halangan.

Ketika menerima ajaran sila,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan terampil mempelajari sila
Dan menghindari semua perbuatan salah.

Ketika menerima ajaran Acarya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki kemuliaan yang menakjubkan
Dan jujur dengan apa yang diperbuat.

Ketika menerima ajaran Bhiksu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki kebijaksanaan Anutpattikadharmaksanti
Dan mencapai tahap pembebasan.

Ketika menerima sila yang lengkap,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyelesaikan semua cara pembebasan,
Dan mencapai Dharma yang terunggul.

Ketika memasuki balai-ruangan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Naik ke Caitya yang tak tertandingi,
Dan tinggal berdiam dengan damai tanpa goyah.

Ketika mempersiapkan tempat duduk,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyebabkan dharma kebajikan menjadi mekar,
Dan melihat ciri-cirinya yang sesungguhnya.

Ketika duduk tegak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Duduk diatas Bodhimanda
Dengan pikiran tanpa kemelekatan.

Ketika duduk dalam sikap bunga teratai penuh (duduk bersila),
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki akar kebajikan yang kuat
Dan mencapai tingkat yang tidak tergoyahkan.

Ketika mengolah samadhi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menaklukkan pikiran dengan samadhi,
Dan pada akhirnya, tiada sisa kebiasaan.

Ketika mempraktekkan perenungan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Melihat kenyataan yang sesungguhnya,
Dan selamanya meninggalkan pertentangan.

Ketika keluar dari sikap duduk teratai,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengamati semua karma dan gejala kejadian,
Yang kembali bubar dan lenyap.

Ketika menurunkan kaki,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai pembebasan pikiran,
Dan dengan damai tinggal berdiam tidak bergerak.

Ketika mengangkat kaki,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan lautan kelahiran dan kematian,
Dan menyempurnakan semua kualitas kebaikan.

Ketika memakai pakaian bawah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memakai akar kebaikan,
Dan memiliki rasa malu dan sadar.

Ketika memakai sabuk pinggang,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menghimpun akar kebaikan,
Dan jangan membiarkannya menjadi hilang.

Ketika memakai pakaian luar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai landasan akar kebaikan terunggul,
Dan mencapai pantai seberang dari Dharma.

Ketika memakai 'jubah biara (sanghati)',
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki posisi terkemuka,
Dan mencapai ketenangan Dharma.

Ketika memegang sikat gigi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai Dharma yang menakjubkan
Dan pada akhirnya menjadi murni.

Ketika menyikat gigi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Harmonis dan murni dalam pikiran,
Dan menggigit semua penderitaan.

Ketika pergi ke kamar mandi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengusir keserakahan, kebencian, dan kebodohan,
Dan membersihkan diri dari hal-hal yang jahat.

Ketika menggunakan air,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan cepat berangkat,
menuju ke dharma yang melampaui duniawi.

Ketika membersihkan kotoran tubuh,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menjadi murni dan harmonis,
Dan pada akhirnya tanpa kekotoran.

Ketika memakai air untuk mencuci tangan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki tangan yang murni,
Untuk menerima dan menegakkan Buddhadharma.

Ketika memakai air untuk mencuci muka,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai pintu Dharma yang murni
Dan selamanya terbebas dari kekotoran.

Ketika memegang tongkat,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mendirikan pekerjaan besar dari berdana,
Dan mengungkapkan jalan menuju kebenaran.

Ketika memegang mangkok,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyempurnakan kapal Dharma,
Dan menerima persembahan para dewa dan manusia.

Ketika berangkat ke Jalan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Pergi ke tempat sang Buddha pergi,
Ke dalam alam tanpa ketergantungan.

Ketika bepergian di jalan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Berjalan di Jalan Buddha
Dan maju menuju Dharma yang tanpa sisa.

Ketika berjalan di jalan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menapak di dharmadhatu yang murni,
Dengan pikiran tanpa hambatan.

Ketika melihat jalan yang menanjak naik,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selamanya melampaui triloka,
Dengan pikiran bebas dari takut.

Ketika melihat jalan yang menurun,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Berpikiran yang rendah hati,
Dan menumbuhkan akar kebajikan Buddha.

Ketika melihat jalan yang berliku,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan jalan yang salah,
Dan selamanya menyingkirkan pandangan jahat.

Ketika melihat jalan yang lurus,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki pikiran yang lurus dan benar,
Tanpa sanjungan dan tipu daya.

Ketika melihat jalan yang berdebu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyingkirkan debu dan kotoran,
Dan mencapai gejala kejadian yang murni.

Ketika melihat jalan yang bebas dari debu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu mempraktekkan belas kasih yang besar,
Pikirannya bersinar dan terpelihara.

Ketika melihat jalan yang berbahaya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tinggal berdiam di dharmadhatu,
Dan menghindari masalah dari pelanggaran.

Ketika melihat perkumpulan orang banyak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Membabarkan Dharma yang paling mendalam,
Dan bersikap harmonis dengan semua.

Ketika melihat pohon yang besar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan pemikiran egois dan pertengkaran,
Dan bebas dari kebencian dan dendam.

Ketika melihat hutan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menjadi yang layak dihormati,
Oleh dewa dan manusia.

Ketika melihat gunung yang tinggi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki akar kebaikan yang luar biasa,
Tidak ada yang bisa mencapai puncaknya.

Ketika melihat semak berduri,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan cepat memotong putus,
Duri dari tiga racun.

Ketika melihat dedaunan lebat di pohon,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Terbebaskan melalui konsentrasi,
Dan bertindak sebagai tempat berlindung.

Ketika saya melihat bunga mekar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai kekuatan batin dan dharma yang serupa,
Sama seperti bunga yang mekar penuh.

Ketika melihat pohon mekar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai ciri-ciri yang menyerupai bunga,
Dan diberkati dengan tiga puluh dua tanda.

Ketika melihat buah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai Dharma yang tertinggi,
Dan menyadari Jalan Bodhi.

Ketika melihat sungai yang besar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki aliran Dharma,
Dan memasuki lautan pengetahuan Buddha.

Ketika melihat rawa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan cepat terbangkitkan pada,
Rasa tunggal Dharma dari Buddha.

Ketika melihat kolam,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyempurnakan karma ucapan,
Dan menjadi terampil dalam berkhotbah.

Ketika melihat sumur,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki kekuatan penuh dari kefasihan
Untuk membabarkan semua dharma.

Ketika melihat mata air,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengembangkan Upaya-kausalya,
Dan akar kebaikan yang tidak habis-habisnya.

Ketika melihat jembatan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyeberangkan semua menuju pembebasan,
Dengan bertindak sebagai jembatan.

Ketika melihat air yang mengalir,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengembangkan cita-cita yang baik,
Dan membersihkan kotoran dari ketidaktahuan.

Ketika melihat kebun yang terolah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencabut rumput nafsu mengidam,
Dari taman lima nafsu indera.

Ketika melihat hutan yang tanpa kesedihan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selamanya terpisah dari keserakahan dan nafsu birahi,
Dan terbebas dari kesedihan dan ketakutan.

Ketika melihat taman,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan tekun mengolah praktik,
Yang menuju ke Bodhi sang Buddha.

Ketika melihat orang yang memakai perhiasan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengambil tiga puluh dua ciri
Sebagai perhiasannya yang luar biasa.

Ketika melihat yang tidak terhiasi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan semua perhiasan,
Dan menyempurnakan praktik pertapaan.

Ketika melihat orang yang melekat pada kesenangan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengambil Dharma sebagai kebahagiaannya,
Bergembira dan tidak pernah meninggalkannya.

Ketika melihat orang yang tidak terikat dengan kesenangan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menjadi tiada peduli pada,
Gejala kejadian yang berkondisi.

Ketika melihat orang yang bahagia,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu menemukan kedamaian dan kebahagiaan,
Dan senang dalam memberikan persembahan kepada para Buddha.

Ketika melihat orang dalam kesulitan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai kebijaksanaan dasar,
Untuk memadamkan semua penderitaan.

Ketika melihat orang yang sehat,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki kebijaksanaan sejati,
Dan selamanya bebas dari penyakit dan penderitaan.

Ketika melihat orang yang sakit,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyadari tubuh sebagai yang kosong dan tiada,
Dan meninggalkan pertikaian.

Ketika melihat orang yang tampan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu menimbulkan keyakinan yang murni
Kepada para Buddha dan Bodhisattva.

Ketika melihat orang yang jelek,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak melekati,
Apapun yang tidak baik.

Ketika melihat orang yang berterima kasih,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mampu mengerti kebajikan,
Dari para Buddha dan Bodhisattva.

Ketika melihat orang yang tidak tahu berterima kasih,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak akan meningkatkan balas-dendam,
Pada orang yang jahat.

Ketika melihat Shramana,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menjadi harmonis dan hening-tenang,
Dan pada akhirnya menaklukkan diri sendiri.

Ketika melihat Brahmana,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu mempertahankan tingkah-laku yang murni,
Dan menyingkirkan semua kejahatan.

Ketika melihat pertapa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Melalui praktik pertapaan,
Mencapai keadaan tertinggi.

Ketika melihat orang yang mengendalikan diri,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan kuat mempertahankan tekad dalam praktek,
Dan tidak meninggalkan Jalan Buddha.

Ketika melihat orang yang memakai baju perisai,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu memakai baju perisai kebajikan,
Dan menuju ke tingkat yang tanpa guru.

Ketika melihat orang yang tanpa baju perisai,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selamanya berpisah dari,
Semua karma yang tidak baik.

Ketika melihat orang yang berdebat,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mampu membantah,
Semua jenis ajaran tirtika.

Ketika melihat orang yang berpenghidupan benar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Berhasil dalam mata pencaharian yang murni,
Dan tanpa tingkah-laku yang salah.

Ketika melihat seorang raja,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Akan menjadi Raja Dharma,
Dan selalu menyebarkan Dharma yang tepat.

Ketika melihat seorang pangeran
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dilahirkan oleh perwujudan dari Dharma,
Dan menjadi murid sang Buddha.

Ketika melihat seorang tetua,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Membuat penilaian yang terampil,
Dan menahan diri dari keadaan jahat.

Ketika melihat mentri besar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selalu menjaga perhatian penuh,
Dan mempraktekkan semua perbuatan baik.

Ketika melihat kota dan bentengnya,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memiliki tubuh yang kuat dan kukuh,
Dan pikiran yang tidak mengenal lelah.

Ketika melihat ibu kota,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengumpulkan semua kualitas kebajikan
Dan selalu bersukacita bergembira.

Ketika melihat orang dalam hutan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
menjadi yang layak dipuji dan dihormati,
Oleh dewa dan manusia.

Ketika memasuki desa untuk ber-pindapatra,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki dharmadhatu yang mendalam,
Dan pikirannya tanpa halangan.

Ketika mencapai pintu tempat tinggal,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki pintu,
Dari Buddhadharma.

Ketika memasuki tempat tinggal,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki Kendaraan Buddha,
Yang sama dengan tiga masa waktu.

Ketika melihat orang yang tidak memberi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak akan pernah menyerah,
Dari jalan kebajikan tertinggi.

Ketika melihat orang yang memberi,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Selamanya meninggalkan,
Penderitaan dari tiga jalan jahat.

Ketika melihat mangkuk kosong,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Murni dalam pikiran,
Kosong tanpa penderitaan.

Ketika melihat mangkuk penuh,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Sepenuhnya menyempurnakan,
Semua dharma kebajikan.

Ketika menerima penghormatan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan hormat mempraktekkan,
Semua Buddhadharma.

Ketika tidak menerima penghormatan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak bertindak dalam jalan apapun,
Yang tidak baik.

Ketika melihat orang yang memiliki malu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Bertindak dengan rasa malu,
Dan berhati-hati melindungi indera.

Ketika melihat orang yang tanpa rasa malu,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Meninggalkan keadaan tidak tahu malu,
Dan tinggal berdiam di jalan kebaikan.

Ketika mendapatkan makanan enak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menepati ikrar mereka,
Dan terbebas dari rasa iri dan pendambaan.

Ketika mendapatkan makanan yang tidak enak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak akan gagal mencapai,
Rasa dari semua samadhi.

Ketika mendapatkan makanan lunak,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Diliputi oleh belas kasihan yang besar,
Jadi pikirannya menjadi lembut.

Ketika mendapatkan makanan yang kasar,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak memiliki kemelekatan,
Dan memotong putus dambaan duniawi.

Ketika makan makanan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mengambil kebahagiaan Dhyana sebagai makanan,
Dan dipuaskan dengan sukacita Dharma.

Ketika merasakan rasa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai rasa tertinggi dari keBuddhaan,
Dan dipenuhi dengan obat keabadian.

Ketika selesai makan,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menyelesaikan semua tugas,
Dan menyempurnakan semua Buddhadharma.

Ketika menjelaskan Dharma,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai kefasihan tanpa batas,
Dan secara luas mengumumkan Dharma yang penting.

Ketika keluar dari rumah,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan mendalam memasuki pengetahuan Buddha,
Selamanya meninggalkan triloka.

Ketika memasuki air,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Memasuki Sarvajnajnana,
Mengetahui kesamaan masa lampau, sekarang, masa depan.

Ketika memandikan tubuh,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tanpa noda dalam tubuh dan pikiran,
Murni cemerlang di dalam dan luar.

Selama musim panas yang terik,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Membuang semua kesengsaraan,
Dan sepenuhnya mengakhirinya.

Ketika musim panas berakhir dan mulai sejuk,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mewujudkan Dharma yang tiada tanding,
Dan pada akhirnya menjadi sejuk.

Ketika membaca Sutra,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Sesuai dengan apa yang sang Buddha katakan,
Dan mengingat semuanya tanpa melupakannya.

Ketika mengarahkan pandangan ke sang Buddha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai penglihatan tanpa hambatan,
Dan melihat semua Buddha.

Ketika menatap sang Buddha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Seluruhnya mirip sang Samantabhadra,
Tampan dan terhiasi dengan indah.

Ketika melihat Stupa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dihormati seperti Stupa itu,
Dan menerima persembahan dari dewa dan manusia.

Ketika merenungkan Stupa dengan pikiran penuh hormat,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Ditatap oleh semua,
Para dewa dan manusia.

Ketika mensujudkan kepala di hadapan Stupa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai puncak yang tidak bisa dilihat,
Oleh dewa atau manusia.

Ketika ber-pradaksina pada Stupa,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Tidak akan menentang Dharma dalam prakteknya,
Dan mencapai Sarvajnajnana.

Ketika berputar mengelilingi stupa sebanyak tiga kali,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dengan tekun mencari Jalan Buddha,
Tanpa memikirkan kemalasan.

Ketika memuji kualitas kebajikan sang Buddha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Dipenuhi dengan sangat banyak kebajikan,
Yang dipuji tanpa akhir.

Ketika memuji ciri-ciri sang Buddha,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai tubuh Buddha,
Dan menyadari Dharma yang tanpa ciri-ciri.

Ketika mencuci kaki,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Menunaikan 'dasar kekuatan batin (rddhipada)',
Dan bepergian dengan bebas tanpa halangan.

Ketika waktunya tidur,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Mencapai kedamaian tubuh,
Dan pikrian yang tidak terganggu.

Ketika bangun dari tidur,
Mereka harus berpikir ingin semua makhluk
Membangkitkan Sarvajnajnana,
Dan melihat sepuluh penjuru arah.

Jika, Kulaputra, para Bodhisattva menggunakan pikiran Mereka dengan cara-cara ini, Mereka akan mencapai semua jenis kualitas kebajikan yang sangat baik, yang tidak bisa dihalau oleh para Dewa, Mara, Brahma, Shramana, Brahmana, Gandharva, Asura, dan seterusnya, atau oleh Sravaka dan Pratyekabuddha di semua dunia."

15
Arya Mahayana / Re: Mahā Vaipulya Buddhāvatamsaka Nāma Mahāyāna Sūtra
« on: September 08, 2018, 08:52:04 am »

Amoghasiddhi Buddha



Vajrankusa Bodhisattva

Bab 10
Bodhisattvopadesapariprrcha

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Buddhottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, sifat alami dari pikiran adalah yang satu, lalu mengapa terlihat ada berbagai jenis perbedaan, seperti pergi ke kecenderungan yang baik atau buruk, memiliki indera yang lengkap atau indera yang kurang, perbedaan dalam kelahiran, cantik dan jelek, sakit dan puas, menderita dan bahagia? Mengapa 'perbuatan (karma)' tidak mengetahui pikiran, pikiran tidak mengetahui karma, penerimaan tidak mengetahui akibat, akibat tidak mengetahui penerimaan, pikiran tidak mengetahui penerimaan, penerimaan tidak mengetahui pikiran, sebab tidak mengetahui kondisi, kondisi tidak mengetahui sebab, pengetahuan tidak mengetahui objek, objek tidak mengetahui pikiran?"
 
Kemudian Buddhottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Maitri, Anda menanyakan makna ini,
Agar membangunkan semua yang tidak tahu.
Saya akan menjawab sesuai dengan intisari:
Dengarlah dengan jelas, Maitri.

Gejala kejadian tiada fungsi
Dan tidak ada sifat alami diri;
Oleh karena itu, semuanya
Tidak saling mengenal.

Sama seperti air di sungai,
Aliran arus derasnya berpacu lewat,
Masing-masing tidak mengetahui yang lain:
Begitu juga dengan semua gejala kejadian.

Juga sama seperti api besar,
Berkobar naik keatas secara serentak,
Masing-masing tidak mengetahui yang lain:
Begitu juga dengan semua gejala kejadian.

Juga sama seperti hembusan angin yang terus,
Yang menghantam apapun yang dijumpai,
Masing-masing tidak mengetahui yang lain:
Begitu juga dengan semua gejala kejadian.

Juga sama seperti beranekaragam tingkat bumi,
Masing-masing berlandaskan pada yang lain,
Namun masing-masing tidak mengetahui yang lain:
Begitu juga dengan semua gejala kejadian.

Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh,
Pikiran, kecerdasan, indera:
Terus menerus berputar dalam samsara,
Namun tiada siapapun yang membuatnya berputar.
 
Sifat alami dari gejala kejadian pada dasarnya tidak dilahirkan,
Namun mereka mewujud menjadi ada:
Namun tiada apapun yang membuatnya mewujud,
Juga tiada yang diwujudkan.

Mata, telinga, hidung, lidah, tubuh,
Pikiran, kecerdasan, indera:
Semuanya adalah kosong dan tanpa intisari;
Namun pikiran yang salah memahaminya sebagai yang ada.

Melihatnya sebagaimana yang sesungguhnya apa adanya,
Semuanya adalah tanpa sifat alami diri.
Mata Dharma bukanlah gagasan pikiran:
Penglihatan ini tidak salah.

Yang nyata atau tidak nyata,
Yang salah atau yang tidak salah,
Yang duniawi atau yang melampaui duniawi:
Itu adalah yang tidak ada, namun hanyalah nama.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Dharmadhanottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, semua makhluk hidup adalah yang tiada, lalu mengapa sang Tathagata muncul di tengah-tengah, demi mereka, mengajar sesuai dengan waktu, sesuai dengan hidup mereka, sesuai dengan jenis mereka, sesuai dengan karma mereka, sesuai dengan pemahaman mereka, sesuai dengan bahasa mereka, sesuai dengan kecenderungan mereka, sesuai dengan kebijaksanaan mereka, sesuai dengan pikiran mereka, sesuai dengan peninjauan mereka?"
 
Kemudian Dharmadhanottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :
   
Yang senang dalam keheningan-tenang,
Sang Bahusruta,
Saya akan menjelaskannya untuk Anda,
Sekarang, dengarlah dengan penuh perhatian!

Amatilah tubuh di dalam:
Yang manakah yang adalah 'Diri'?
Orang yang memahami cara ini,
Akan mengerti tiada Diri yang ditemukan.

Tubuh ini adalah pengadaan sementara,
Dan tiada tempat kediaman miliknya.
Orang yang mengerti tubuh ini,
Tidak akan melekatinya.

Dengan teliti amatilah tubuh,
Segala sesuatunya akan jelas terlihat.
Dengan mengetahui semua gejala kejadian adalah yang tidak nyata,
Orang tidak akan menciptakan pikiran yang membeda-bedakan.

Berdasarkan apa hidup timbul,
Dan berdasarkan apa itu lenyap?
Sama seperti roda api yang berputar,
Awal dan akhirnya tidak bisa diketahui.

Orang bijaksana bisa mengamati dengan wawasan,
Ketidakabadian dari semua keberadaan.
Semua gejala kejadian adalah yang kosong dan tanpa diri,
Selamanya terpisah dari semua ciri.

Semua akibat dilahirkan dari perbuatan.
Sama seperti mimpi, mereka tidak sungguh nyata.
Dari waktu ke waktu terus-menerus lenyap,
Hal yang sama juga pada sebelum dan sesudah.

Segala sesuatu yang terlihat di dunia,
Hanyalah pikiran sebagai tuan rumahnya.
Dengan mencengkram bentuk-rupa mengikuti gagasan,
Itu adalah pembalikan sesat, bukanlah kenyataan yang sesungguhnya.

Semua teori bahasa duniawi,
Adalah pembuatan pikiran.
Tiada satupun ajaran diantara mereka,
Yang bisa memasuki 'Dharmata (sifat alami dari gejala kejadian)'.

Melalui kekuatan dari penglihatan dan yang diketahui,
Semua jenis dari gejala kejadian menjadi ada.
Mereka dengan segera lenyap, tidak tinggal,
Mati dari waktu ke waktu.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Ratnottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, semua makhluk hidup sama tersusun dari empat unsur, yang tanpa diri dan tiada apapun yang berhubungan dengan diri, lalu mengapa ada pengalaman dari sakit dan puas, cantik dan jelek, baik didalam dan baik diluar, sedikit rasa dan banyak rasa? Mengapa ada yang mengalami ganjaran sekarang dan ada yang di masa depan? Sedangkan di dharmadhatu tidak ada yang baik atau buruk.

Kemudian Ratnottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Sesuai dengan yang dilakukan,
Hasil akibat menjadi ada;
Namun pelakunya tiada keberadaan:
Inilah yang diajarkan Buddha.

Sama seperti cermin yang jelas,
Sesuai dengan yang datang kehadapannya,
Memantulkan bentuk dengan perbedaannya;
Seperti itulah sifat alami karma.

Atau, sama seperti benih yang ditabur di tanah,
Masing-masing saling tidak menyadari,
Namun mampu bertunas serentak;
Seperti itulah sifat alami karma.

Atau, sama seperti ahli sihir,
Berdiri di persimpangan jalan,
Menyebabkan banyak bentuk muncul;
Seperti itulah sifat alami karma.

Sama seperti manusia rakitan,
Mampu menyuarakan berbagai jenis suara,
Namun tanpa diri ataupun bukan yang tanpa diri;
Seperti itulah sifat alami karma.

Dan, sama seperti beranekaragam jenis burung,
Semuanya muncul dari telur,
Namun suara mereka tidak sama;
Seperti itulah sifat alami karma.

Sama seperti di dalam rahim,
Semua indera terbentuk,
Namun ciri zatnya tiada asal;
Seperti itulah sifat alami karma.

Juga, sama seperti makhluk di neraka,
Berbagai jenis hal yang menyakitkan,
Semuanya tidak datang dari manapun;
Seperti itulah sifat alami karma.

Juga, sama seperti Cakravarti,
Dengan tujuh permata mulianya,
Yang asal mulanya tidak bisa ditemukan;
Seperti itulah sifat alami karma.

Dan saat semua dunia,
Terbakar oleh api yang besar,
Api ini tidak datang dari manapun;
Seperti itulah sifat alami karma.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Gunottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, semua Tathagata terbangkitkan hanya pada satu Dharma, lalu mengapa Mereka menjelaskan Dharma yang tidak terhitung, muncul di dalam Buddhaksetra yang tidak terhitung, mengubah para makhluk hidup yang tidak terhitung, berbicara dalam suara yang tidak terhitung, mewujudkan tubuh yang tidak terhitung? Bagaimana Mereka mengetahui pikiran yang tidak terhitung, mempertunjukkan abhijna yang tidak terhitung, mengguncang dunia yang tidak terhitung, menampilkan hiasan yang sangat indah yang tidak terhitung, mengungkapkan berbagai macam alam para makhluk yang tidak terhitung? Sedangkan di dalam sifat alami gejala kejadian, semua ciri yang berbeda-beda ini tidak ditemukan.

Kemudian Gunottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Kulaputra, makna yang Anda tanyakan,
Sangat mendalam, sulit diukur.
Orang Bijaksana mampu mengetahuinya,
Selalu bergembira dalam kebajikan Buddha.

Sama seperti sifat alami dari bumi adalah satu,
Sedangkan setiap makhluk hidup tersendiri,
Dan bumi tidak memiliki pikiran satu atau berbeda,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Sama seperti sifat alami dari api adalah satu,
Sambil mampu membakar semua,
Api itu tidak membeda-bedakan,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Sama seperti sifat alami dari laut adalah satu,
Dengan jutaan ombak yang berbeda,
Namun air itu tidak berbeda,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.
 
Sama seperti sifat alami dari angin adalah satu,
Sambil mampu menghembus semua,
Angin itu tidak memiliki pikiran satu atau berbeda,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Sama seperti awan guntur yang besar,
Menghujani seluruh bumi,
Namun rintik hujan itu tidak membeda-bedakan,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Sama seperti unsur tanah, walau satu,
Bisa menghasilkan berbagai jenis tumbuhan,
Namun, bukan tanah itu yang berbeda,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.
 
Sama seperti matahari tanpa halangan awan,
Bersinar diseluruh sepuluh penjuru,
Sinar cahayanya tidak ada perbedaan,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Dan sama seperti bulan di langit,
Yang terlihat dimana-mana di bumi,
Namun bulan itu tidak pergi kesana,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Sama seperti Raja Maha Brahma,
Muncul di seluruh trisahassra,
Namun tubuhnya tanpa perubahan,
Seperti itulah Dharma dari semua Buddha.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Vilocanottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, para Tathagata sebagai lapangan kebajikan adalah yang satu dan semuanya sama, lalu mengapa para makhluk hidup yang menyumbang kepada Mereka hasil pahalanya tidak sama? Ada yang beranekaragam bentuk-rupa, beranekaragam keluarga, beranekaragam indera, beranekaragam kekayaan, beranekaragam kekuasaan, beranekaragam pengikut, beranekaragam jabatan, beranekaragam kualitas kebajikan, beranekaragam pengetahuan. Dan, namun para Buddha tidak memihak terhadap mereka, tidak berpikir mereka berbeda-beda?

Kemudian Vilocanottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Sama seperti maha-prthivi adalah yang satu,
Namun menghasilkan tumbuhan sesuai benih,
Tanpa keberpihakan terhadap setiap itu,
Seperti itulah 'lapangan kebajikan Buddha (Buddhapunyaksetra)'.

Sama seperti air adalah yang satu-ragam,
Namun berbeda bentuk sesuai dengan bejana,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Berbeda hanya disebabkan oleh pikiran makhluk.

Atau, sama seperti ahli sulap,
Bisa membuat orang menjadi bahagia,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Menyebabkan para makhluk hidup bergembira.

Sama seperti Raja dengan kekayaan dan pengetahuan,
Bisa memberikan kebahagiaan kepada rakyat,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Memberikan kedamaian dan kebahagiaan kepada semua.

Sama seperti cermin yang jelas,
Memantulkan gambar sesuai dengan bentuk,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Pahala diperoleh sesuai dengan pikiran makhluk.

Sama seperti herbal agada,
Bisa menyembuhkan semua racun,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Melenyapkan semua penderitaan.

Dan sama seperti matahari terbit,
Menyinari dunia,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Menghilangkan semua kegelapan.

Sama seperti bulan purnama yang jelas,
Menyinari 'bumi yang besar (maha-prthivi)',
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Membentang ke semua tempat dengan sama-rata.

Sama seperti kobaran api yang besar,
Mampu membakar segala sesuatu,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Membakar habis semua yang berkondisi.

Sama seperti badai vairambha,
Bisa menyebabkan seluruh bumi bergetar,
Begitu juga Buddhapunyaksetra:
Menggerakkan triloka para makhluk hidup.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Viryottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, ajaran Buddha adalah satu, yang semua makhluk bisa melihatnya, lalu mengapa mereka semua tidak segera memotong putus semua belenggu penderitaan dan memperoleh pembebasan? Lagi, walaupun tiada perbedaan dalam 'himpunan bentuk (rupa-skandha)', 'himpunan perasaan (vedana-skandha)', 'himpunan gagasan (samjna-skandha)', 'himpunan pembentukan pikiran (sankhara-skandha)', 'himpunan kesadaran (vijnana-skandha)' di seluruh 'alam nafsu (kamadhatu)', 'alam berwujud (rupadhatu)', dan 'alam tanpa wujud (arupadhatu)', dan juga tiada perbedaan dalam ketidaktahuan, keserakahan, dan nafsu mereka, namun mengapa beberapa memperoleh keuntungan dari ajaran Buddha dan yang lainnya tidak?     

Kemudian Viryottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Dengarlah dengan baik Kulaputra,
Dan Saya akan jujur menjawabnya.
Beberapa dengan cepat mendapat pembebasan,
Dan yang lainnya sulit melepaskan diri.

Jika ingin melenyapkan,
Kesalahan dan kesusahan yang tidak terhitung,
Orang harus bekerja dengan rajin,
Pada 'ajaran Buddha (Buddhadharma)'.

Sebagai contoh, api yang sangat kecil,
Batang yang basah akan memadamkannya.
Pada Dharma yang diajarkan Buddha,
Begitulah mereka yang malas.

Sama seperti saat menggerek membuat api,
Dan berhenti sebelum api itu muncul,
Panas akan segera menghilang,
Begitulah mereka yang malas.

Jika orang dengan kaca kristal,
Tidak menfokuskan sinar matahari pada apapun,
Api tidak akan pernah diperoleh,
Begitulah mereka yang malas.

Misalkan ketika matahari bersinar menyilaukan
Anak kecil menutup matanya,
Dan mengeluh, "Mengapa saya tidak bisa lihat?"
Begitulah mereka yang malas.

Seperti orang yang tiada tangan dan kaki,
Ingin menggunakan panah dari alang-alang,
Untuk menembak seluruh permukaan tanah,
Begitulah mereka yang malas.
 
Sama seperti menggunakan sehelai rambut,
Untuk mengambil air samudra,
Mencoba mengeringkan lautan,
Begitulah mereka yang malas.

Seperti saat api kalpa menyala,
Mencoba memadamkannya dengan sedikit air,
Pada Dharma yang diajarkan Buddha,
Begitulah mereka yang malas.

Sama seperti orang yang menatap ruang angkasa,
Sementara sedang duduk diam tidak berpindah,
Dia berkata bahwa sedang menjelajahinya,
Begitulah mereka yang malas.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Dharmottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, sang Buddha telah berkata bahwa jika ada makhluk hidup yang menerima dan mempertahankan Saddharma maka bisa memotong putus semua penderitaan, lalu mengapa ada mereka yang menerima dan mempertahankan Saddharma namun tidak memotong putus penderitaan? Bahkan menjadi serakah, dendam, menghayal, sombong, menutupi, marah, benci, cemburu, kikir, menipu, merendahkan diri. Terdorong oleh kekuatan penderitaan ini, tidak bermaksud untuk berpisah dari itu. Jika mereka mampu menerima dan mempertahankan Saddharma, lalu mengapa masih menghasilkan penderitaan di dalam kegiatan pikiran?

Kemudian Dharmottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Dengarlah dengan baik Kulaputra,
Makna sesungguhnya dari yang Anda tanyakan.
Itu bukan hanya melalui banyak belajar,
Bahwa orang bisa memasuki Dharma sang Tathagata.

Sama seperti orang yang mengambang di air,
Mati kehausan karena takut tenggelam.
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti orang yang mempersiapkan pesta mewah,
Dirinya lapar, namun tidak makan.
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti orang yang ahli obat,
Namun tidak bisa menyembuhkan penyakitnya sendiri.
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti orang yang menghitung kekayaan orang lain,
Namun tiada setengahpun harta miliknya.
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama sepeti orang yang terlahir di istana raja,
Namun kedinginan dan kelaparan,
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti ahli musik yang tuli,
Yang menggembirakan orang lain, namun dirinya tidak mendengar,
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti ahli sulam yang buta,
Yang mempertunjukkan ke orang lain, namun dirinya tidak melihat,
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti kapten kapal,
Mati di lautan,
Begitu juga bagi orang yang terpelajar,
Yang tidak mempraktekkan Dharma.

Sama seperti orang yang berdiri di sudut,
Mengatakan semua jenis kebajikan,
Namun dirinya tidak memiliki kebajikan yang nyata,
Begitu juga bagi orang yang tidak mempraktekkan Dharma.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Jnanottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, di dalam Buddhadharma, 'pengetahuan (Jnana)' adalah yang terutama, lalu mengapa sang Tathagata, demi para makhluk hidup, kadang-kadang membabarkan 'memberi (Dana)', kadang-kadang membabarkan 'pengendalian diri (Sila)', kadang-kadang membabarkan 'kesabaran (Ksanti), kadang-kadang membabarkan 'semangat (Virya)', kadang-kadang membabarkan 'Konsentrasi (Dhyana)', kadang-kadang membabarkan 'Kebijaksanaan (Prajna)'? Atau lagi, kadang-kadang membabarkan 'Kebaikan (Maitri)', kadang-kadang membabarkan 'Belas-kasihan (Karuna)', kadang-kadang membabarkan 'Kegembiraan (Mudita)', kadang-kadang membabarkan 'Pelepasan (Upeksha)', namun, selama ini pada akhirnya cuma 'satu kebenaran (eka-dharma)' yang untuk mencapai pembebasan Anuttara-Samyaksambodhi.   

Kemudian Jnanottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Sungguh jarang, Kulaputra,
Yang mengetahui pikiran makhluk hidup.
Untuk yang Anda tanyakan, Maitri,
Dengarlah dengan jelas yang akan Saya jelaskan.

Di masa lampau, masa depan,
Dan juga masa sekarang dari para Nayaka,
Tiada satupun yang menjelaskan hanya satu cara,
Untuk mencapai Bodhi.

Sang Buddha mengetahui pikiran para makhluk hidup,
Sifat alami mereka yang berbeda-beda;
Sesuai dengan yang dibutuhkan mereka untuk terbebas,
Dia mengajarkan Dharma dengan cocok.

Untuk yang kikir, Dia membabarkan Dana.
Untuk yang melanggar, Dia membabarkan Sila.
Untuk yang pemarah, Dia membabarkan Ksanti.
Untuk yang malas, Dia membabarkan Virya.

Untuk yang pikirannya cerai-berai, Dia membabarkan Dhyana.
Untuk yang bodoh, Dia membabarkan Prajna.
Untuk yang kejam, Dia membabarkan Maitri.
Untuk yang pembenci, Dia membabarkan Karuna.

Untuk yang bersedih, Dia membabarkan Mudita,
Untuk yang tidak jujur, Dia membabarkan Upeksha.
Dengan berturut-turut mempraktekkan ini,
Setahap demi setahap menyempurnakan semua Buddhadharma.

Sama seperti pertama membangun dasar,
Lalu membangun istana,
Begitu juga Dana dan Sila,
Adalah dasar dari praktek Bodhisattva.

Sama seperti dinding kota dibangun,
Untuk melindungi semua rakyat,
Begitu juga Ksanti dan Virya,
Melindungi Bodhisattva.

Sama seperti Maha Raja yang berkuasa,
Dihormati oleh seluruh negara,
Begitu juga Samadhi dan Prajna,
Yang adalah andalan Bodhisattva.

Sama seperti Cakravartin,
Yang bisa melimpahkan kebahagiaan mutlak,
Begitu juga Maitri, Karuna, Mudita, dan Upeksha,
Memberikan kebahagiaan kepada Bodhisattva.

Kemudian pada saat itu, Manjushri Bodhisattva Mahasattva bertanya kepada Sattvottara Bodhisattva Mahasattva : "Karena, Kulaputra, para Bhagavan Buddha mencapai pembebasan melalui satu jalan, lalu mengapa kualitas Buddhaksetra yang kita lihat beranekaragam dan tidak sama? Yaitu, dunianya, makhluk hidupnya, Dharma untuk menjinakkan, jangka usianya, pancaran cahayanya, kekuatan batinnya, perkumpulan majelisnya, cara yang diajarkan, dan lama Dharmanya semuanya berbeda-beda. Namun semuanya itu mencakup semua Buddhadharma yang mana Anuttarasamyaksambodhi tercapai.     

Kemudian Sattvottara Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Manjushri, Dharma adalah selalu begini,
Dharmaraja menyeberang dengan satu Dharma;
Orang yang tidak terhambat oleh apapun,
Lolos dari kelahiran dan kematian melalui satu jalan.

Semua tubuh Buddha,
Adalah satu 'Tubuh Dharma (Dharmakaya)',
Satu pikiran, dan satu kebijaksanaan,
Kekuatan dan keberaniannya sama.

Berdasarkan keinginan awal mencari Bodhi,
Sesuai dengan pengabdian Mereka,
Mengembangkan ksetra seperti itu,
Dengan perkumpulan majelisnya dan Dharmanya.

Hiasan dari semua Buddhaksetra,
Sepenuhnya terlengkapi.
Sesuai dengan karma para makhluk yang berbeda-beda,
Itu terlihat tidak sama.

Buddhaksetra dan tubuh Buddha,
Perkumpulan majelis-Nya dan yang diucapkan-Nya,
Buddhadharma yang seperti ini,
Tiada makhluk hidup yang bisa melihat.

Ketika pikiran termurnikan,
Dan ikrar tersempurnakan,
Maka orang yang mencapai Bodhi ini,
Akan bisa melihat.

Sesuai dengan kecenderungan pikiran para makhluk,
Dan kekuatan buah hasil dari karma mereka,
Mereka melihatnya berbeda-beda,
Ini disebabkan oleh kekuatan batin Buddha.

Buddhaksetra tiada perbedaan,
Tiada kebencian dan tiada kemelekatan;
Namun sesuai dengan pikiran para makhluk,
Itu tampak berbeda-beda.

Disebabkan ini, di dalam dunia,
Apa yang terlihat adalah berbeda-beda,
Semua Tathagata,
Maha Muni, tidak disalahkan oleh ini.

Di dalam semua dunia,
Mereka yang cocok menerima ajaran,
Selalu melihat sang Vira diantara Manusia,
Inilah Buddhadharma.

Kemudian pada saat itu, semua Bodisattva Mahasattva itu berkata kepada Manjushri Bodhisattva Mahasattva : "Kami, Kulaputra, masing-masing telah mengucapkan pemahaman kami. Kami hanya berharap, Maitri, menggunakan kefasihannya yang menakjubkan untuk menjelaskan secara luas tingkat dari Tathagata. Seperti apakah tingkat Buddha? Seperti apakah penyebab dari tingkat Buddha? Seperti apakah cara pembebasan dari tingkat Buddha? Seperti apakah jalan masuk ke tingkat Buddha? Seperti apakah kebijaksanaan dari tingkat Buddha? Seperti apakah dharma dari tingkat Buddha? Seperti apakah kata-kata dari tingkat Buddha? Seperti apakah pengetahuan dari tingkat Buddha? Seperti apakah pencapaian dari tingkat Buddha? Seperti apakah perwujudan dari tingkat Buddha? Seperti apakah luas-bentangan dari tingkat Buddha?"
 
Kemudian Manjushri Bodhisattva Mahasattva menjawab dengan syair-gatha ini :

Tingkat Tathagata yang mendalam,
Sama seperti luas-bentangan ruang angkasa.
Semua makhluk hidup memasukinya,
Namun sesungguhnya tiada yang dimasuki.

Tingkat Tathagata yang mendalam,
Hasil dari penyebab yang mulia.
Menjelaskannya tanpa henti selama jutaan kalpa,
Masih tidak akan teruraikan semuanya.

Sesuai dengan pikiran dan kebijaksanaan para makhluk,
Para Buddha memimpin dan membantu mereka;
Dalam cara ini menyelamatkan makhluk hidup,
Inilah tingkat dari Buddha.

Dalam semua ksetra di semua dunia,
Para Buddha memasukinya sesuai dengan para makhluk disana.
Namun para makhluk itu tidak bisa melihat,
Tubuh kebijaksanaan Buddha yang tanpa bentuk.

Pengetahuan Buddha adalah yang bebas,
Tidak terintangi di triloka.
Tingkat kebijaksanaan ini,
Adalah yang sama dengan ruang angkasa.

Alam makhluk hidup dari dharmadhatu,
Pada yang tertinggi tanpa perbedaan.
Sepenuhnya mengetahui semua itu,
Adalah tingkat dari Tathagata.

Semua bahasa dan suara,
Yang ada di dalam dunia,
Pengetahuan Buddha bisa memahami,
Tanpa membeda-bedakan.

Tidak terlihat oleh indera kesadaran,
Dan bukanlah bidang pikiran,
Sifat alaminya sendiri pada dasarnya murni,
Pengetahuan Buddha mengajar makhluk hidup.

Tanpa karma, tanpa penderitaan,
Tiada apapun, dan tiada tempat tinggal,
Tiada penglihatan dan tiada objek,
Pencapaian Mereka sama di seluruh dunia.

Pikiran dari semua makhluk hidup,
Yang di masa lampau, sekarang dan masa depan,
Para Tathagata, dalam sekejap satu pikiran,
Bisa seluruhnya memahami.

Kemudian pada saat itu, dalam Sahaloka ini, semua gejala kejadian yang berbeda-beda dari semua makhluk hidup, karma yang berbeda-beda, alam yang berbeda-beda, tubuh yang berbeda-beda, indera yang berbeda-beda, kelahiran yang berbeda-beda, hasil yang berbeda-beda dari menjaga sila, hasil yang berbeda-beda dari melanggar sila, dan hasil yang berbeda-beda dari ksetra, secara jelas di tampilkan melalui kekuatan batin sang Buddha.

Sama seperti di penjuru timur, ada ratusan dari ribuan dari miliaran yang tidak terhitung, yang sangat banyak, yang tanpa batas, yang tanpa bandingan, yang tidak terkira, yang tidak dapat diperhitungkan, yang tidak terbayangkan, yang tidak terukur, yang tidak dapat diungkapkan di banyak dunia, di seluruh ruang angkasa dari dharmadhatu, semua gejala kejadian yang berbeda-beda dari semua makhluk hidup, karma yang berbeda-beda, alam yang berbeda-beda, tubuh yang berbeda-beda, indera yang berbeda-beda, kelahiran yang berbeda-beda, hasil yang berbeda-beda dari menjaga sila, hasil yang berbeda-beda dari melanggar sila, dan hasil yang berbeda-beda dari ksetra, secara jelas di tampilkan melalui kekuatan batin sang Buddha. Sama halnya juga dengan di sebelah selatan, barat, dan utara, empat penjuru tengah, penjuru atas dan bawah.


Pages: [1] 2 3 ... 24